[Kantin]
"Jadi begitu, si Yzak memang begitu wataknya," Komentar Dearka setelah mendengarkan cerita Nicol.
"Iya tapi aku jadi bingung, Shiho kan baik padanya kenapa dia tega banget,"
"Karena si Yzak dari sononya sudah di cetak untuk keras seperti itu," Komentar Dearka lagi sambil mengunyah makanannya.
"Memangnya ada apa dengan Yzak dan Shiho?" Tiba-tiba Cagalli muncul.
"Ah, kau, bikin kaget saja, untung acara makanku baik-baik saja~" kata Dearka bernafas lega.
"eh, Cagalli-san, selamat siang!" Nicol segera berdiri dan membungkuk untuk mengucapkan salam.
"Selamat siang Nicol, kau sopan sekali,"
"Ahaha, itu karena Cagalli-san lebih tua 3 tahun dari ku..." "Dan hampir mendekati usia nenek-nenek" Tiba-tiba ada seseorang yang dengan seenaknya menyambung perkataan Nicol. Nicol yang terkejut segera melihat ke sumber suara yang tepat di belakang Cagalli, Nicol agak kesal dengan orang yang seenaknya tanpa Hak Cipta Pengucapan *halah* menyambung perkataannya.
"heh! Siapa yang bilang aku ini 'mendekati usia nenek-nenek'!" Cagalli berbalik dan dibelakangnya berdiri seorang pemuda bernama Shinn. "Aku yang bilang, kenapa? Sewot ya Atth..." "PLAK!" Shinn belum menyelesaikan kalimatnya tapi keburu mendapatkan pukulan telak dari Luna tepat di kepalanya, "Auw! Sakit Luna!" "itu hukuman untukmu karena tak sopan pada senior, Cagalli kan seniormu, dan aku berhak memukulmu karena aku juga seniormu dan senior berhak menasihati juniornya yang tak tahu sopan," Ujar Luna sambil berkacak pinggang.
"Ini bukan menasihati namanya tapi KDRT Kekerasan Dalam Ruang kanTin!" Sambung Shinn sambil mengusap-usap kepalanya yang tak bersalah. "Terserah, itu juga untuk kebaikanmu kan?" Sambung Luna lagi, Shinn hanya manyun.
"Bagus Luna, lain kali kau harus lebih ketat mengawasi bocah ini," kata Cagalli dalam hati sambil tersenyum ala Kururu *heh?*.

"hoi.. hoi.. kami dilupakan nih," Dearka dan Nicol berkomentar dalam hati.

Shiho berjalan gontai di sepanjang lorong sekolah, dia masih memikirkan kejadian tadi. "Haah... Kenapa aku harus terlihat tidak bagus di depannya..."
Sambil berjalan, tanpa sengaja Shiho mendengar suara yang amat merdu, "Kayaknya aku kenal suara ini, dari ruang musik," Dengan rasa penasaran, Shiho mendatangi ruang musik dan ia melihat dua gadis yang berambut sama dan berwajah sama.
"Ah, Shiho-chan!" kata salah satu dari gadis tersebut. "Oh Meer dan Lacus, kalian sedang apa jam segini di ruang musik? Bukannya sudah waktunya pulang?"
"Kami sedang latihan menyanyi untuk perform kami Shiho!" Jawab Meer.
"Oh, begitu, ok deh, met berlatih,"
"Kamu sendiri ngapain masih di sini?" Tanya lacus. "Aku cuma ingin jalan-jalan sebentar," Jawab Shiho sambil tertawa kecil.
"Hati-hati nanti ada HANTU lhoooo~~" Tiba-tiba Zora muncul di belakang Shiho lantas Shiho langsung kaget.
"Kamu mengejutkanku!" Seru Shiho sambil menarik nafas panjang.
"Kalau nggak mengejutkan bukan Zora namanya dong, Shiho..." Timpal Lacus sambil tertawa kecil. Zora hanya cengengesan.

"Ok! Besarkan volumenya Kira!" Seru Dearka "READY TO KARAOKE! YEAH!" Sambung Shinn.
"Three two one GO!" hitung Athrun.
"bokutachi wa mayoinagara tadoritsuku basho wo sagashitsudzuke kanashikute namida nagashitemo itsuka kagayaki ni kaete!...~" Kira, Shinn, Athrun dan Dearka bernyanyi bersama dan saling bergandolan.
Melihat tingkah laku keempatnya Nicol hanya tertawa kecil sambil keheranan. "Lho, Yzak kamu nggak ikutan nyanyi?" Tanya Nicol yang tanpa sengaja melihat Yzak masih duduk sambil melihat-lihat daftar lagu. "Ga, Orang-orang nyanyi di sini kayak ga ada kerjaan saja," Jawabnya "Bukannya kamu juga ikut ke sini berarti sama juga dengan orang yang ga ada kerjaan..." Pikir Nicol dalam hati.