GUNDAM FOR EVER~
"SHIHOOO! DIMANA KAU!"
Terdengar sebuah suara dari suatu ruang dan menggema ke seluruh koridor, dan membuat setiap orang yang kebetulan lewat di situ menjadi kaget.
"Caga, tenanglah…~" Ujar Zora menenangkan sambil memberikan Cagalli botol air miliknya, dia tahu bahwa kalau Cagalli sudah marah, susah sekali untuk meredakan amarahnya. "Persis banget dengan Shinn…" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas di benaknya.
Tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka dan tampaklah Shinn dengan wajah ngos-ngosan. Dan dengan informasi yang sama, Meer tidak ada. Tinggal menunggu hasil informasi Rey, Luna dan Auel. Stellar tidak ikut mencari karena saat ini dia ada kegiatan klub.
Tak berapa lama nampaklah Rey dan Auel dan di susul Luna di belakang.
Mereka menggelengkan kepala, Cagalli langsung menghela nafas panjang, Zora langsung duduk di kursi yang berada di dekatnya.
"Kemungkinan dia sekarang berada di luar sekolah, " Ujar Luna sambil sibuk memegang ponselnya.
"Bisa jadi," Sahut Shinn sedikit mengiyakan.
"Akh! kalau aksi Meer diketahui oleh guru bahaya, bisa-bisa kelas kita disalahkan Caga~"
"Iya… Aku tahu itu, apalagi kasihan Shiho… yang duluan disalahkan pasti dia…"
"Tapi kenapa Meer melakukan hal itu, menurutku dia nggak mungkin melakukan itu dengan kehendaknya, sejak berteman dengan Lacus dan mereka bersahabat dekat, sifat Meer sudah berubah lebih baik dari sebelumnya!" Kata Luna sambil terus sibuk dengan ponselnya, Shinn memandang aneh Luna 'ngobrol sambil sibuk main ponsel?' Shinn pun mengintip sedikit apa yang sedang sibuk dilakukan Luna dengan ponselnya. "EUREKA!" DUK! Luna bersorak kegirangan dan tanpa sengaja kepalanya mengenai wajah Shinn dan menimbulkan suara yang cukup keras . Tapi Luna tak begitu memperdulikan dia langsung mendekati Cagalli dan menunjukkan ponselnya, sedangkan Shinn masih mengusap-usap wajahnya yang malang.
Cagalli memandang ponsel Luna 'Aku sekarang berada di depan toko aksesoris Jalan XX, tak usah cemaskan aku, biarlah masalah ini aku yang urus, istirahat siang nanti aku akan kembali. Shiho'
Cagalli langsung menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, sambil meminum air milik Zora dan berkata pelan "bikin cemas saja…"
[Toko Aksesoris 'Mihael']
Tampak anak-anak gadis lalu lalang di depan toko aksesoris tersebut, dengan mengenakan baju fashion terbaru, mereka menuju toko aksesoris itu, pastilah tak lengkap jika hanya memakai baju tanpa hiasan sesuatu yang bergaya girly yang disukai anak gadis jaman sekarang.
Shiho mengawasi dari café yang persis di depan toko aksesoris, matanya tampak awas, dengan target anak gadis berambut pink panjang. Dengan tatapan berharap semoga targetnya tersebut berada di antara anak-anak gadis yang lalu lalang.
Sudah setengah jam berlalu, Shiho tampak jenuh, menunggu sejam "sungguh membuang-buang waktu" pikirnya, dia mulai menerwang jauh, kalau saat ini dia ada di sekolah pasti dia sedang ngobrol dengan Ketua OSIS dan anggota OSIS yang lain, membuatkan ketua OSIS kopi kesukaannya dan… "AKH! Kenapa malah mikir itu….!" Shiho menjerit dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membuyarkan lamunannya yang semakin nggak jelas.
"Tenang Shiho, sekarang kamu harus fokus dengan tugasmu sekarang, fokus!"
"Minna-san~" DEG! Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing di telinga Shiho. Suara yang sangat khas, khasnya Lacus Clyne saat ia hendak menyanyi di konser! Atau jangan-jangan suara yang mirip Lacus…
Shiho memandang ke arah seberang, tampak di depan pintu masuk toko aksesoris seorang gadis berambut pink dengan poni diikat ke atas dan sengaja membiarkannya membentuk seperti air mancur, kulitnya dihitamkan dan memakai aksesoris yang tak sedikit, dia berlari sambil memanggil teman-temannya yang gayanya tak jauh beda dengannya.
"Tak mungkin…" Shiho memfokuskan pandangannya
"Itu MEER!"
[OSIS ROOM]
"Shiho! Kau dimana?" Seru Yzak sambil membuka-buka pintu di ruang OSIS. Dia pun berkacak pinggang sambil melihat sekeliling, berharap kalau yang dicarinya itu akan muncul dengan segera, tapi tampaknya kali ini tidak. "Tumben," pikirnya.
"Mencari kak Shiho?"
Tiba-tiba cowok berwajah cantik berambut hijau menegur Yzak dari depan pintu masuk, sambil membawa kotak makan siang, dia pun mendekati Yzak.
"Ah, Nicol, kau rupanya."
"Sejak tadi Kak Shiho nggak kelihatan mungkin dia nggak masuk," kata Nicol to the point, sambil meletakkan kotak makan siang tersebut di meja Yzak. "Memangnya ada urusan apa dengan Kak Shiho?" Sambungnya lagi sambil berdiri di samping Yzak.
"Ah, tidak terlalu penting juga, apa dia sakit?"
"Entah, kalau mau tahu, tanya aja ke 3 orang itu" Usul Nicol sambil setengah berlalu.
"3 orang itu?"
"Iya, anggota pengumpul informasi yang diketuai Asagi dkk, kalau kamu mau menanyakan yang berbau mata-mata dan TOP SECRET tanyakan saja pada mereka," Ujar Nicol sambil menghentikan langkahnya, dia memandang Yzak, wajah Yzak menunjukkan ekspresi tak mengerti. Nicol yang menyadari itu melanjutkan penjelasannya.
"Memang, mereka baru membentuk kelompok itu bulan lalu, tapi mereka cukup terkenal dengan informasi yang jelas dan terpercaya, kelompok itu diketuai kak Asagi, anggota pertama Zora-chan, kedua kak Mayura, sebenarnya kak Miriallia juga sempat gabung dan menjadi ketua tapi karena berhubung dia sudah bergabung di klub koran dan dipilih menjadi ketua karena ketua yang sebelumnya pindah sekolah jadi dia terpaksa meninggalakan kelompok yang didirikannya dan menyerahkan jabatannnya kepada kak Asagi." Kata Nicol pelan-pelan. Yzak tampak sudah mengerti.
"Tapi, kalau mau meminta sebuah informasi dari mereka, itu tidak ada yang namanya gratis, harus ada bayarannya…" Seketika ekspresi Yzak berubah drastis.
"Nani! Kenapa malah seperti Penyihir Dimensi Yuko dari XX H*lic?"
"Aku juga pertama kaget, tapi karena berhubung informasinya jelas dan terpercaya sekaligus akurat jadi jika diminta bayarannya menurutku juga memang pantas kan?" Jawab Nicol sambil tersenyum dan dia pun segera meninggalkan Yzak memasang tampang masih tak terima.
[SPY TEAM]
Yzak tampak berdiri didampingi Dearka di depan sebuah ruangan yang tampak nggak terlalu diurus dengan papan tulisan terpajang "SPY TEAM" dengan kayu yang lapuk.
"Apa benar informasinya akurat dan terpercaya?" Kata Yzak dalam hati.
KRIET… Yzak mulai memasuki ruangan tersebut.
Semuanya tampak gelap gulita.
PETS! Dengan seketika ruangan menjadi terang benderang dan nampak seorang gadis berambut hitam di hadapan Yzak dan Dearka hingga membuat mereka kaget setengah mati.
"Wah wah, ada apa gerangan engkau kemari ketua OSIS, apakah ada yang bisa saya bantu?" kata gadis tersebut dengan senyum licik.
"kau kan Zora dari kelas 1, sekelas dengan Nicol, kan. Jadi kau anggota pertama di kelompok ini?"
Zora mengangguk mengiyakan, "ya…~ karena berhubung Asagi sedang ikut ujian ulang dan Mayura sedag sakit jadi tinggal aku sendiri, nah! Apakah informasi yang ingin anda ketahui?"
Deg! Yzak setengah gugup menatap pandangan tajam junior di hadapannya tersebut, dalam hati dia berpikir kayaknya ini anak kalau sudah berhubungan dengan uang karakternya berubah deh….
Yzak berusaha menenangkan diri dengan sedikit berdehem. Sedangkan Dearka nampak sibuk memperhatikan foto-foto siswa-siswi Destiny Gakuen yang terpajang di dinding.
Yzak memulai pembicaran. "Aku mau tanya, ini soal wakil ketua OSIS… Ah, anu… Itu… Apakah…"
BRAK! Deg! Yzak kaget dengan reaksi Zora yang memukul meja dengan keras.
"Hoi, mau ngomong itu yang tepat dan jelas, kau Ketua OSIS atau bukan?"
"Cih, baru pertama kali ada junior bersikap seperti ini terhadapku!" Komentar Yzak dalam hati, dengan sikap sedikit sabar, dia pun melanjtkan…
"Aku mau tanya kenapa akhir-akhir ini Shiho kadang tampak sedang menyembunyikan sesuatu, aku ingin tahu…" Kata Yzak tertunduk.
"Oh~ kau perhatian juga ketua, tapi anda harus membayar informasi yang kupunya dengan harga yang sesuai. Kau sudah tahu kan?," Zora mulai membuka-buka sebuah agenda berwarna orange.
Yzak memandang Dearka yang berdiri tak jauh darinya seakan memberi isyarat kalau uangku tak cukup aku pinjam uangmu! Dearka hanya mengangguk dengan tampang cemberut.
"Baiklah, informasinya berapa?" Tanya Yzak, Zora tersenyum. Dengan senyum khasnya dia memberikan Yzak selembar kertas, di kertas tersebut telah tertulis sebuah informasi yang diminta Yzak, "Yang paling penting. Lihat kolom bagian paling bawah!" Kata Zora sambil duduk di meja di kerjanya.
Yzak menurut, belum semenit raut wajahnya dengan sekejap berubah.
"SATU JUTA!" kau minta imbalan Rp 1.000.000,00! Mahal!" Yzak protes, raut wajah Zora yang semula tenang langsung berubah, dahinya mengkerut pertanda dia tak terima dengan perkataan Yzak, sontak gadis berambut hitam tersebut membanting sebuah buku ke meja kerjanya, buku tersebut bertuliskan Catatan Uang yang Diterima
"Kau lihat buku ini dan bandingkan dengan informasi yang kau minta dan harga yang kukasih!"
Yzak menurut lagi dan mulai membuka lembar pertama. Nama : Athrun Zala, Yzak terkaget, nama pertama yang terpampang di lembar tersebut merupakan salah satu dari temannya , yang merupakan client pertama dari kelompok pengumpul informasi ini. Yzak mulai meneruskan membaca lagi. Informasi yang diminta Athrun Zala : siapakah orang yang disukai Cagalli, seperti apa pandangannya kepada Athrun. Hobi Cagalli, kebiasaan sehari-hari Cagalli di rumah, makanan kesukaan Cagalli. Yzak menaikkan sebelah alisnya, tak menyangka seorang Athrun sampai menanyakan informasi seperti ini… Yzak meneruskan membaca. Imbalannya : Rp 10.400.000,00. Yzak tercengang.
"Imbalan yang kalian minta untuk informasi yang diminta Athrun besar sekali!"
Zora menghela nafas dan mendekati Yzak, "kau tahu, Cagalli itu bukan orang sembarangan, dia anak dari Uzumi, dan kau tahu, rumahnya begitu dijaga ketat, kami bersusah payah untuk mematai Cagalli di rumahnya yang begitu banyak penjagaan dari penjaga profesional!" Zora menaruh telunjuknya di dada Yzak dengan memasang tatapan tajam. "Dasar STALKER!" Kata Yzak dalam hati.
Yzak mulai mengalah, dengan tatapan masih melihat lembar buku yang dibacanya tadi, client kedua : Shinn Asuka. Informasi yang diminta Shinn Asuka : kelemahan dari Kira Yamato dan Auel Neider. Imbalannya : Rp 3.100.000,00. Client ketiga : Natarle Badgiruel sensei. Informasi yang diminta Natarle sensei : makanan favorit Mwu La Flaga sensei. Imbalannya : Rp.50.000,00.
"Hei! Kenapa imbalan kalian ke Natarle sensei begitu murah!" Tanya Dearka yang ikut melihat buku tersebut.
"Tentu saja, kami nggak perlu susah payah mendapatkan informasi yang diminta Natarle sensei karena Mwu sensei adalah wali kelas kami dan kami dekat dengan beliau~" Zora menjawab santai, "lalu untuk Shinn, berhubung Kira itu sangat populer jadi kami sangat sulit memata-matainya, karena banyak pasukan-pasukan penjaga yang tak lain adalah fans-fans dia. Kalau Auel ,dia sulit ditemukan dan sulit sekali dimata-matai. Nah bagaimana, imbalan untuk kau cukup murah kan Yzak?" Sambungnnya.
Yzak menelan ludahnya "Apakah tak bisa diturunkan sedikit?" Zora menggelang tanda tak setuju, Yzak berpikir keras. Dalam hati ia membenarkan imbalan yang diminta Zora, itu sudah pas. Tapi uangnya yang tak pas! Yzak memandang Dearka sekilas, ia ingin meminjam uang kepadanya tapi ia tak jadi karena sudah sering merepotkannya… Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya! Dewi keberuntungan berpihak padanya!
"Zora! Aku mau melakukan penawaran!" Seru Yzak. Dahi Zora mengkerut, "mau menawar berapa? 900.000? Aku tak terima!" Jawab Zora tegas.
"Bukan! Aku mau kau turunkan menjadi 500.000!" Seru Yzak, "WHAT!" Zora dan Dearka terkejut.
"Hei, Yzak, 900.000 saja aku tak setuju apalagi 500.000!"
Yzak tersenyum, dia sudah mencium bau kemenangan, "Walaupun 500.000 tapi ada tambahannya…" Sambung Yzak, Zora mulai emosi, dia hendak protes tapi Yzak menyelanya, "500.000 ditambah 6 lembar foto ekslusif Nicol Amarfi yang dihargai tiap lembar 100.000! Bagaimana? Kau setuju Zora?" Yzak meletakkan 6 lembar foto dan uang 500.000 di meja kerja Zora, Zora tercengang, di foto tersebut terpampang Nicol yang baru bangun tidur, Nicol yang memakai piyama dll, dengan seketika wajah Zora memerah. Wajah Zora tampak manis jika seperti itu. Yzak tersenyum dia tahu kelemahan Zora, dan ini merupakan keberuntungan buatnya karena tanpa sengaja dia masih membawa foto-foto saat mereka saat liburan tahun.
"Bagaimana Zora? Kau setuju?"
Zora nampak gelagapan, dia bingung, Yzak berusaha menyakinkan agar mendapat harga murah.
"Zora, foto ini buatmu langka lho, bayangkan kau mungkin tak akan bisa mempunyai foto-foto seperti ini~" Zora tertunduk, dengan wajah malu-malu dia pun mengambil uang 500.000 dan 6 lembar foto nicol, dia melawan rasa gengsinya yang cukup besar. "Baiklah aku setuju…"
Masih bersambung~
Terima kasih ^^
