Sudah bulan kedua dalam tahun baru ini baru update, hahaha *nggak merasa bersalah*

Semoga masih ada yang mau membaca naskah/cerita/fict super sungguh aneh bin gaje ini T_T

Terimakasih sangat buat ofiai17 yang masih setia membaca fict ku ini, sungguh mati terharu! *air mata gaje kumat*

Terimakasih sangat juga buat Ritsu-ken atas perhatiannya terhadap fict gajeku ini~

Terima kasih sangat lagi buat Pearl Jeevas atas keripiknya eh kritiknya, aku sungguh berterimakasih semoga fict ini lebih baik (semoga lho ya)

Kogal itu semacam anak-anak Jepun sono yang sebagian besar suka menghitamkan kulitnya dan suka berdandan yang berlebihan.^^

Dan terima kasih juga buat yang lainnya walau nggak me-review ^^

Baiklah silahkan membaca ~


"Kau hebat sekali! Cuma bermodalkan 6 lembar foto kau hanya membayar 500.000!" Dearka berteriak kegirangan sambil berjalan di koridor dengan sesekali menyikut lengan Yzak yang masih tersenyum bangga dengan siasatnya.

Yzak hanya tersenyum untuk membanggakan dirinya, ia pun mengalihkan pandangan ke secarik kertas yang sedang ada di genggamannya, kertas yang diberikan Zora padanya, berisi informasi yang dimintanya tadi.

"Datanglah ke café di Jalan Gang Kelinci Blok 13 No. 31, sekarang, dan kau akan tahu jika kau berusaha :P" itulah isi dari kertas tersebut. Yzak merengut, sudah bayar 500.000 tapi cuma dapat informasi segini! Cuma 1 kalimat pula! "Ini sama saja kalau aku juga yang harus cari informasi! Dasar junior keparat!"

Dearka terus memperhatikan Yzak yang sekarang mulutnya sibuk berkomat-kamit, "pasti isi dari kertas itu nggak sesuai dengan yang diinginkannya…"

Srek srek. Nampak seorang cewek berambut coklat berada di balik semak-semak. Layaknya seorang intel ahli, matanya tampak awas mengawasi sekelompok kogal yang sedang berjalan sambil mengobrol.

"Ini menyenangkan kan Meer-chan?" Tanya seorang cewek berambut merah.

"Eh, i… iya." Meer menjawab sambil tersenyum, tapi senyuman itu lebih tepat disebut meringis.

Shiho masih memandang anak-anak kogal tersebut, di kepalanya sudah menumpuk dengan pertanyaan-pertanyaan. Kenapa Meer jadi kogal, apa penyebabnya dan apa mengapa lainnya. Shiho pun memutuskan untuk membuntuti mereka dengan jarak lebih dekat.

Baru selangkah Shiho berjalan "apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?"

Deg!

Shiho sedikit kaget, dia sangat kenal dengan suara tersebut, tapi dia takut menengok karena dia tahu bahwa pemilik suara tersebut adalah…

"Ke… Ketua…" Shiho pucat seketika walaupun wajahnya sedikit memerah, Yzak nampak berdiri di depannya dengan tatapan tajam memandang wajah Shiho yang menurutnya sedikit meringis.

"Anu… Ketua sedang apa di sini, bukannya anda harus ada di tempat rapat, tidak lama lagi rapat OSIS akan dimulai lho," Shiho memulai pembicaraan, ia berusaha tersenyum kecil, dia berharap semoga pemuda berambut putih itu tidak menanyainya perihal apa yang sedang ia lakukan di tempat ini. Tatapan Yzak makin tajam setajam mata elang yang siap menyerang, Shiho kini makin ciut.

"Justru aku yang harus bertanya seperti itu padamu! Kenapa kau berada di tempat seperti ini pada jam segini sementara kau harus mendampingiku untuk rapat, Shiho!"

Wajah putih Shiho makin putih saja alias pucat, dia bingung harus berkata apa lagi pada ketua OSIS yang terbilang keras ini. Yzak yang melihat wajah Shiho yang sedang tertunduk, emosinya yang semula tinggi kini ia berusaha turunkan, sambil menghela nafas Yzak menepuk bahu Shiho "ada apa?"

Yzak memulai pembicaraan, Shiho mendongak "eh"

"Sebenarnya ada apa, kau akhir-akhir ini aneh, seperti ada masalah. Ceritakanlah," kata Yzak, kini tatapannya kembali seperti biasa tidak setajam barusan. Shiho masih terdiam, dia enggan membicarkan hal itu pada Yzak tapi tatapan Yzak memaksanya untuk bercerita…

[Kantin Destiny Gakuen]

"Cagalli!" Nampak seorang cowok berambut biru kelam berlari sambil membawa nampan yang berisi nasi kare dan sekotak jus jeruk.

Cewek yang dipanggil cowok tersebut berbalik, "Athrun? Tidak baik berlari seperti itu sambil membawa makanan!" Seru Cagalli kepada Athrun yang hanya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, "haha maaf, oya kita makan bareng yuk, meja sana kosong! Ayo Cag!" Athrun menggandeng tangan Cagalli, walaupun sedikit terkejut Cagalli mengiyakan dan tersenyum senang.

"Hmm, hubungan mereka makin dekat saja dan selalu diselimuti aura pink yang romantis, catat itu Zora!"

"Roger kopral!"

Zora sibuk menulis di notesnya yang berjudul Daily Of Life ASUCAGA

"Hei hei masih mengurusi kelompok mata-matamu ya Asagi?" Asagi berbalik dan langsung menyiapkan kuda-kudanya, dengan tatapan tajam "mau cari gara-gara rupanya kau Orga!" Asagi siap siaga untuk mengayunkan pukulannya kepada Orga, "Wew, sepertinya kau sudah berguru pada Bruce l*e rupanya," Timpal Clotho yang sedang berdiri di belakang Shani. Asagi nampak makin tersulut amarahnya, tapi ditahan oleh Mayura dan Juri. "Jadi kalian masih melakukan permainan mata-mata itu, kasihan~" Orga menambahkan ledekannya, dan sekaligus menambahkanemosi Asagi. "Juri! Catat! Sekarang nampaknya grub Dominion masih terlihat bodoh seperti biasa!" Asagi melipat kedua tangannya dan memasang tatapan menusuk.

"HEI! Kami masih bagus dari pada kalian Astray Angel!" Seru Orga, Asagi dan Orga kini beradu pandang. "Oh my~ jangan lagi" Shani hanya menghela nafas dan buru-buru keluar kantin.

Dan tak berapa lama, dari dalam kantin terjadilah keributan seperti hari-hari kemarin.


"Hmm… Jadi begitu, kenapa kau tidak bercerita padaku tentang hal ini?"

"Maaf, aku tak mau membuat repot ketua," Shiho menunduk, dia berpikir pasti Yzak menganggap bahwa aku tidak mempercayainya sehingga tidak menceritakan masalah tersebut kepadanya. Melihat Shiho yang menunduk Yzak menghela nafas panjang, dan bangkit berdiri "Soal Meer itu gampang, aku bisa mengurusnya, kau lupa ya kalau Meer itu dekat sekali dengan Heine, dan Heine itu temanku. Aku bisa menanyakan soal ini pada Heine." Yzak menepuk pundak Shiho. Tatapan mata Shiho kembali cerah, Cuma karena ucapan Yzak dan tepukan halusnya perasaannya seketika jadi tenang kembali diiringi dengan degupan jantung Shiho…


"Told myself for a long time don't go there you will only be sorry. Told myself for many times I just had to take a look in those faraway eyes. Nananana~" Luna bersenandung ria dengan earphone menghiasi kedua telinganya, sesekali dia terlihat menari nari kecil, katanya sih biar nggak kalah dengan Stellar anak kelas sebelah. Cagalli yang melihat tingkah salah satu temannya itu hanya memasang mata sipit.

"Gimana Ho, sudah kelar persoalan tentang Meer?" Cagalli berpaling ke Shiho yang sedang senyum-senyum sendiri, merasa ada yang nggak beres dengan sikap temannya tersebut, ia berusaha mengguncang-guncangkan tubuh Shiho, sontak korban pengguncangan Cagalli pun tersadar, " Ada apa Cag?"

"Kau bilang ada apa? Harusnya aku yang menanyakan padamu ada apa denganmu, Shiho Hahnenfuss! Semenjak kau kembali ke sini kau jadi bersikap aneh!"

Shiho menaikkan salah satu alisnya"Eh, masa?"

Dahi Cagalli mengerut mendengar jawaban Shiho yang polos itu, dan berbalik ke Luna untuk ikut menegur Shiho, tapi Luna sok cuek dan masih menikmati sajian lagu-lagu dari earphonenya.

"Kau jangan pura-pura tidak tahu Nona Shiho, matamu berkata bahwa kau tahu sesuatu!"

"A…uh…" Mendengar ucapan Shiho yang cuma 'auh' itu Cagalli pun menyiapkan dua lembar foto Yzak Joule.

"Ok ok aku ceritakan, Yula!"


"Kalian semua sungguh memalukan! Berkelahi cuma karena masalah sepele!"

"Memangnya kau tahu apa old man?" Tanya Orga sembari mengutak atik tombol ponselnya. Orang yang dikatai 'old man' tersebut langsung tambah mendidih dengan cepatnya. "Aku Yuuna Roma Seiran tak terima dengan perkataanmu itu Sabnark!"

"Justru kau marah begitu malah makin tua lho old man" Orga menambahkan emosi Yuuna. Alhasil emosi Yuuna makin menjadi-jadi. Asagi hanya geram memandangi Orga "hei kau, jangan main manas-manasin orang ini, nanti kita tak akan bisa pulang dan disuruh mendekam di sini sampai besok orang tolol!" ucap Asagi kepada Orga dengan volume kecil.

"Heh! Salahmu sendiri berantem denganku" Orga membalas tatapan sekaligus ucapan Asagi, "Tapi kalau kau tak memancing emosiku pasti ini tak akan terjadi orang tolol…" GUIK! Tiba-tiba kerah baju Asagi tertarik kebelakang, tampak Yuuna dengan wajah penuh amarah memandang gadis beramput pirang bergelombang itu. "Kau mengatai aku tolol ya rambut pirang ?"

Asagi seketika pucat pasi " perasaan bukan 'kamu' yang aku katain deh… Ups!" Asagi buru-buru menutup rapat mulutnya, ia tak sengaja mengucapkan kata 'kamu' pada orang ini. Yuuna tipe orang tak suka dipanggil 'kamu' atau nama panggilan saja, kalau memanggilnya harus eh bukan, malah diwajibkan memakai kata 'tuan' padanya. Sontak Asagi teringat salah satu pepatah mulutmu harimaumu "sial!" Dengusnya dalam hati sambil menutup mata pasrah. Tapi tiba-tiba saja genggaman Yuuna telah terlepas dari kerah bajunya, Asagi membuka matanya dan nampak Orga mengsmack down Yuuna sampai kepalanya terbentur dan tubuhnya terkapar. "Ayo cepat kabur!" Orga menarik lengan Asagi yang masih mematung melihat Yuuna yang tergeletak.

Selemah inikah orang yang dipanggil Tuan ini sampai bisa di KO kan oleh Orga yang badannya lebih kecil dari orang yang dipanggil 'tuan' ini?

"Hei kenapa bengong Caldwell!"

Asagi seketika tersadar "Heh, anu, apa tidak apa apa jika kita meninggalkan dia terkapar begitu saja lalu kita kabur?"

"Sudahlah! Tak apa, itu balasan buat orang seperti dia, lebih baik kau berdoa saja agar dia sekalian terkena amnesia!"

Asagi dan Orga pun buru-buru pergi dari Tempat Kejadian Perkara tersebut.

"Lalalala~ roti melon roti melon~ kira-kira Stellar mau nggak ya dengan roti ini." Auel bersenandung dengan riangnya kali ini moodnya lagi taraf baik, gara-gara ia berhasil menempelkan permen karet ke celana Shinn dengan sukses. "Ah betapa bahagianya aku hari i..."

BRUK!

Auel terjatuh dengan posisi atas terdahulu yaitu kepala duluan lalu berikutnya pundak lutut kaki-lutut kaki~

"Arghh! Siapa sih yang naruh kayu di koridor gi... !" Auel terbelalak kaget, roti melonnya ia biarkan berserakan dan mendekati sesuatu yang ia anggap 'kayu' itu.

"Kayaknya pernah lihat orang ini... Ini kan Yuuna? Lho... Katanya orang kaya kok malah tidur di koridor," Gumam Auel dan buru-buru memunguti roti-roti yang berserakan (bukannya buru-buru ngebantuin Yuuna). "Kalau tahu rotinya sempat jatuh, bisa-bisa Stellar ngambek, dan Sting bakal marah-marah!"

"Lho Auel? Kenapa Tuan Yuuna ada di koridor?" Tanya Yzak diiringi Dearka, dan Heine yang baru keluar dari ruangan tepat di dekat tempat Yuuna tergeletak sekarang.

"Mana kutahu! Aku malah korban jatuh karena orang ini malah nggak dicemasin!" Auel bangkit berdiri dibantu oleh Dearka.

"Ah... Sudahlah cepat kita bawa Tuan Yuuna ke ruangannya, nanti kita diomelin lagi kalau dia tiba-tiba siuman!" Kata Yzak sambil mengangkat Yuuna dibantu oleh Heine.

"Oh ya? Kalau begitu, semoga saja orang ini hilang ingatan," Gumam Dearka.


Sementara itu Shiho masih menjalani interogasi dari Cagalli.

~~~Bersambung Lagi~~~~


Ok chapter ini selesai, semoha ada perubahan walau sedikit^^

Pingin banget kalau misalnya ada kelanjutan GSD (tapi harus lebih mantep dari pada GSD yang lama) pingin pairing berikut disahkan KiraXLacus (walau masih suka KiraXFlay) walau ini pairing sudah jelas sah, AthrunXCagalli (Harus jelas!), ShinnXLuna (HARUS!) DearkaXMiri (Gokil) YzakXShiho(Cute aja)

Haha lagi gaje sih

mohon maaf kalau ada salah kata, moga-moga ada yang mau menunggu chapter berikutnya *terlalu berharap mode on*