"Tenanglah. Aku akan menyelamatkanmu…" lengan alabaster itu berusaha melakukan sesuatu.
Tapi apa?
Apa yang bisa Sasuke lakukan?
Bahkan otak jenius Uchiha pun tidak dapat ia gunakan.
"Percuma saja.. dia akan segera …." Orochimaru menggerakkan lehernya, pedang yang menancap di perut Naruto tercabut dengan sendirinya.
" –mati!" teriak Orochimaru.
'jrebbbbb'
Pedang itu kembali menusuk tubuh si bocah Kyuubi. Tepat di jantung pemuda berkulit caramel itu.
"He is already DEAD!" ucap Orochimaru dengan suara yang menggema.
'Jika jantung seorang iblis hancur, maka dia akan mati…'
"Narutoo!" beberapa iblis berteriak bersamaan dengan selesainya ucapan nista Orochimaru.
Mereka semua panic. Hanya Sasuke yang terdiam. Dilengannya kini terbaring sosok sang kekasih yang tak lagi bergerak. Tubuhnya penuh darah berbau anyir. Ini… sangat menyakitkan.
"Na ru .." aura hitam menyelimuti tubuh Pangeran. Mange-Sharingannya berbentuk semakin rumit. Darah yang mengalir dipipinya semakin banyak.
Kekasih yang sangat dicintainya mati di hadapannya. Kekasih yang membuatnya tersadar akan siapa dirinya, mati untuk menyelamatkannya.
Sayap di punggung Sasuke terkembang makin kokoh. Aura hitam di sekelilingnya bertambah pekat.
"NARUTOOOOOO!" teriaknya lantang. Gravitasi yang ada di Night Kingdom seakan menghilang entah kemana. Semua barang yang ada di tempat itu melesat ke atas. Lantai dan benda lainnya seakan bergerak sendiri mencari sasaran untuk dihantam. Tidak peduli lawan, tidak peduli kawan…
Kekuatan seorang Uchiha Sasuke yang sebenarnya baru saja muncul. Amarah menjadikan kekuatan Sasuke sebagai kekuatan pembunuh yang tak terkalahkan.
"Akan. Kubunuh. Kalian. Semuaaaaa!"
.
Night Kingdom
Disclaimer "Naruto": Masashi Kishimoto
This story "Night Kingdom": KyuuRiu
Genre: Fantasy, Romance (?) Humor garing
Pair : SasuNaru (main)
.
Rated: T
Warning: abal, jelek, geje, typo, mis-typo, semuanya gak banget :3
.
Chap 15: The End of Avenger
.
.
"Fugaku! Bawa mereka yang terluka menjauh!" perintah Madara kepada putranya. Lagi-lagi salah satu pendiri Night Kingdom itu muncul tiba-tiba. Namun, pada saat seperti ini, siapa yang peduli?
"Baik Tou-san." Fugaku langsung menghampiri para prajuritnya yang baru saja bertarung. Keadaan mereka tidak cukup baik untuk berada di tempat seperti ini.
"Dei.. Kau bantu aku meredam Sasuke." Deidara mengangguk singkat. Ia meminta Mikoto untuk menggantikannya menggendong Hideo.
"Kaa-san. Bibi Mikoto. Kumohon.. kembalilah ke perpustakaan bersama Konan. Disana, kalian akan aman."
"Tidak. Aku tidak akan membiarkan putraku seperti itu. Dia membutuhkanku Dei." Mata onyx Mikoto menatap tajam menantunya. Ia mencoba menyampaikan ketidaksetujuannya dengan usul si pirang panjang.
Deidara menghela nafas berat. Ia tidak bisa menolak kalau ibu mertuanya sudah bertekad seperti itu.
"Konan. Bawa Kushina-san menjauh!" Konan mengangguk singkat. Kondisi Kushina yang hampir seperti iblis tak bernyawa memudahkannya membawa istri dari Namikaze Minato itu menjauh. Tidak ada perlawanan sama sekali. Dada Kushina benar-benar terasa sesak.
Memang begitulah iblis. Jika seorang iblis mati, iblis lain yang memiliki hubungan darah dengannya akan merasakan sakit yang tidak bisa dibilang ringan.
"Ayo! Kalian harus cepat pergi dari sini." Kata Fugaku. Ia membantu Neji berdiri. Tubuh pemuda itu penuh luka. Fugaku yakin, Neji tidak akan sanggup berjalan sendiri.
"Fugaku-sama. Untuk kali ini saja.. Biarkan kami menentang perintah." Pinta pemuda Hyuuga itu. Mata byakugannya tidak lagi aktif. Ia sudah hampir kehabisan tenaga.
"Kami mohon, Fugaku-sama. Biarkan kami ikut 'menenangkan' pangeran." Shikamaru menambahkan. 6 bulan menjadi teman Naruto di dunia manusia membuatnya cukup dekat dengan pemuda ceria itu. Pemuda yang mampu membuatnya 'sedikit' bersemangat itu … Shika benar-benar tidak terima atas kematian Naruto!
"Naruto pasti akan sedih jika ia tahu Sasuke menghancurkan dunia yang coba dilindunginya. Benar kan, Akamaru?" Kiba mengusap pelan punggung anjing kecil di gendongannya. Anjing itu menggonggong lemah
"Kuperingatkan. Kalian bisa terbunuh. Lihat kondisi kalian.." Suara Fugaku tak lagi bernada perintah. Ia tahu betul bagaimana perasaan pengawal-pengawalnya.
"Jika kami diijinkan untuk melakukan hal yang kami bisa lakukan.." Gaara memotong kalimatnya sendiri. Emeralsnya menatap keempat rekannya satu per satu. Mereka mengangguk sambil tersenyum.
"- kami akan merasa sangat bahagia walau harus mati." Ucap mereka hampir bersamaan. Fugaku tersentak mendengar ucapan mereka, matanya bergetar tak percaya. Ia tidak menyangka, para pengawalnya rela melakukan hal seperti itu.
Fugaku tersenyum tipis. Para pengawalnya sudah menjadi pembangkang rupanya.."Utuk kali ini, kubebaskan kalian dari perintahku. Lakukan apa yang kalian suka."
"Kubunuh kalian semua!" ucap Sang Uchiha Terpilih dengan suara menggema. Aura hitam disekitarnya bertambah pekat. Benda-benda di ruangan itu bergerak makin random. Beberapa kilatan chidori muncul entah darimana. Bahkan tanah liat yang coba digunakan Deidara untuk mengekang adik iparnya pun lenyap begitu saja saat hampir menyentuh tubuh Sasuke.
Chidori yang bergerak tak terarah menyerang apa saja yang ada, bahkan Hinata terkena satu dari sekian petir nyasar yang muncul. Namun hal ini tak membuat gadis itu meninggalkan ruangan. Ia mengikuti jejak kakaknya untuk tetap berada di tempat ini. Shino, Kakuzu dan Hidan juga melakukan hal yang sama. Mereka berempat berusaha menyelamatkan kelima teman manusia Naruto dan membawanya ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, Zetsu bergerak bersama Temari, Kankurou dan Sasori untuk mengungsikan penduduk Night Kingdom yang berdomisili di sekitar istana. Kisame juga membantu mereka. Mereka yakin, kekuatan Sasuke saat ini akan menimbulkan kerusakan yang sangat parah.
"HHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGHHHHH!" Sasuke berteriak begitu keras. Tangan kanannya mencabut paksa pedang di dada pewaris Namikaze. Ia mengalirkan chidori ke pedang berbalut darah itu.
Lengan alabaster yang juga telah berselimut darah itu mengacungkan pedangnya ke arah Orochimaru. Ia menebaskan pedang chidorinya beberapa kali.
Sasuke sama sekali tidak berpindah dari posisinya semula. Chidori yang melesat dari ujung pedangnya lah yang menghujam tubuh Orochimaru. Sayang sekali, dengan sigap, Kabuto berdiri di depan Orochimaru dan menerima semua hujaman yang ditujukan kepada seme-nya. Ia sempat meangkis serangan Sasuke beberapa kali. Sayangnya, serangan yang dilakukan Sang Uchiha Terpilih begitu kuat dan bertubu-tubi.
'bruaghhh!'
Sebuah kilat kuning menghantam tubuh The Harry Potter wanna be dari samping hingga menabrak sebongkah lantai bantu yang sedari tadi bergerak tak beraturan hingga hancur berkeping-keping.
"Kau menghalangi serangan calon menantuku. Ghhh!" Minato memegang dada kirinya. Ia terbatuk dan mengeluarkan darah cukup banyak.
'S – sial!'
Sakit yang dirasakan akibat kehilangan putranya, juga luka yang ia dapat selama pertempuran tadi membuatnya tidak mampu berbuat banyak.
"Minato!" lengan pucat Fugaku membantu rivalnya berdiri tegak. Mata merah Sang Raja Matahari begitu terlihat redup. Kondisi Minato benar-benar buruk.
"Pein, urus si kacamata ini!" Perintah Fugaku, Pein pun langsung melaksanakan apa yang diperintahkan tetua Uchiha itu.
"Orochimaru. Kau. Akan. Segera. Kuantar. Ke. Neraka." Gumam Sasuke dengan nafas yang memburu. Mangekyou Sharingan iblis muda itu berwarna makin pekat. Darah di pipi kiri Sasuke seakan tidak bisa berhenti mengalir. Entah apa yang terjadi.. Mata Sang Pangeran seakan melakukan sesuatu.
"Hahahahhh! Akhirnya kau sendiri yang menghancurkan dunia in –"
'deghh'
Ucapan Orochimaru terhenti begitu saja. Matanya yang menatap lekat Mange-Sharingan Sasuke tidak dapat berkedip.
Madara yang menyadari hal itu langsung memeringatkan semua iblis yang ada di tempat itu, "Kalian! Jangan pernah menatap mata Sasuke!"
"AAAaaaggghhhh!" teriak Orochimaru frustasi. Tubuhnya bergerak seolah menghindari sesuatu.
Entah apa yang dilakukan Sasuke. Yang jelas, Mange-Sharingan sang Uchiha menatap lurus mata ular Orochimaru. Sasuke tampak berkonsentrasi dengan sesuatu, namun tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Pedang berbalut chidori pun masih diam di posisi semula.
"Ji-san. Apa yang terjadi dengan Orochimaru?" seru Itachi. Otouto kesayangannya terlihat begitu mengerikan.
"Kekuatan Legenda Mangekyou Sharingan telah bangkit. Berdasarkan buku, harusnya kekuatan itu bangkit setelah Mange-Sharingan otouto-mu 'berusia' seratus tahun." Gumam Madara. Sharingannya tak lepas dari tubuh Orochimaru. Tubuh iblis itu masih saja mengeliat kesakitan.
"Hyuuga! Apa yang terjadi dengannya?"
Neji memaksakan diri untuk mengaktifkan Byakugan-nya. Perlahan namun pasti, ia melihat sesuatu yang terjadi di dalam tubuh Orochimaru, "Amaterasu membakar tubuhnya dari dalam."
Perkataan Neji sontak membuat semua iblis yang berada di sekitarnya kaget. Amaterasu adalah api hitam abadi yang dikuasai oleh para Uchiha. Tapi, bagaimana bisa Sasuke menanamkan api yang sangat berbahaya itu di dalam tubuh Orochimaru?
"- Susano'o mengoyak jantung Orochimaru dari dalam." Lanjut si pemuda Hyuuga.
Tubuh Sasuke yang seakan membeku itu ternyata sedang menghancurkan Orochimaru. Uchiha Terpilih menggunakan Amarerasu dan Susano'o sekaligus. Yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa Sasuke menggunakan kedua sihir itu tanpa melakukan segel sama sekali. Susano'o yang merupakan armor raksasa milik Uchiha pun dengan mudah masuk ke jantung Orochimaru dan menghancurkannya tanpa ada satupun tubuh Uchiha yang mengendalikan dari dalam.
"Kita mendapat masalah besar…"
Sedari tadi, mata kuning Orochimaru tidak bisa lepas dari Mange-Sharingan Sasuke. Tubuh iblis Ular itu terlihat mulai terbakar. Lengannya mengeluarkan api hitam yang membuatnya berteriak makin kesakitan.
"Gawat! Apinya mulai keluar dari tubuh si Oro." Gumam Fugaku panic. Api abadi yang terlihat lebih pekat dari biasanya itu tentu akan membuat para Uchiha lainnya kewalahan. Amaterasu hanya bisa dikeluarkan dan dipadamkan oleh iblis berdarah Uchiha. Tapi dengan warna pekat seperti itu.. ini pasti akan sulit.
"Kekuatan itu.. Mengambil alih jiwa Sasuke." Tegas Madara. Cucu kesayangannya terlihat sangat berbeda. Cara bicaranya pun seperti orang yang sedang kerasukan iblis (?)
"Aaaaaaaggghhhhh! SIAL KAU BOCAAAGHHHH!" dari dada Orochimaru, keluar darah kehitaman yang terbakar api Amaterasu. Beberapa bagian tubuh lainnya mulai ikut terbakar.
Masih menggendong tubuh tak bernyawa Naruto di lengan kirinya. Sasuke berjalan mendekati sosok iblis ular yang mulai klepek-klepek itu. Bibirnya tersenyum lebar, menunjukkan gigi taringnya yang entah sejak kapan terlihat makin tajam.
"HUahhahahahahahhaaa! Sebentar lagi, kau akan mati!" Sasuke terbahak. Sepertinya perkataan Madara benar, dia bukan Sasuke yang biasanya. Suara tawa yang keluar dari bibirnya seperti tawa seorang yang frustasi dan putus asa.
Tubuh alabaster berbalut pakaian kerajaan yang koyak di beberpa bagian itu berhenti di depan tubuh Orochimaru yang makin mengenaskan. Kulit wajah sepucat mayat Orochi mengelupas, terbakar Api Hitam yang keluar dari dalam tubuhnya sendiri.
Lengan Sasuke terangkat. Pedang berbalut chidori-nya terlihat mengeluarkan aura hitam yang semakin banyak. Petir biru yang menyelimutinya pun bergerak makin liar dan tak terkendali.
Orochimaru menatap ngeri Mange-Sharingan itu. Ingin sekali ia memejamkan matanya dan menghindari tatapan tajam Sang Uchiha Terpilih. Sayang sekali, kelopak mata ber-eyeshadow ungunya seakan membeku dan tidak dapat digerakkan. Iris kuning tajam itu menyiratkan rasa takut yang teramat sangat. Perlahan namun pasti, mata itu mulai meneteskan air.. Bukti bahwa Orochi benar-benar takut dan putus asa.
"Kukirim kau ke Neraka!"
'Zzrrrraaaazzzzhhhhhhhh!'
'BLAAAAARRRZZZZ'
Sasuke menghujamkan mata pedangnya tepat ke jantung iblis berambut hitam panjang itu. Tubuh Orochimaru yang terbakar Amaterasu meledak seketika, menyipratkan api abadi berwarna hitam ke sembarang sudut. Susano'o yang tadinya berada di dalam jantung Orochimaru mulai kembali ke ukuran 'normal'. Armor berwarna ungu transparan itu menyelimuti tubuh Sang Pangeran dengan sempurna.
"Dei!" pekik Itachi. Ia melihat percikan api hitam mengenai pundak si pirang. Sharingan Itachi menajam. Ia mencoba memadamkan api itu.
'Sial kau Otouto!'
"Terlalu lama." Gumam Fugaku yang langsung menyobek pakaian menantunya dan membuangnya ke sembarang tempat, " – cobalah untuk berfikir praktis." Lanjut Fugaku.
Aksi ini sukses membuat Itachi dongkol, 'Sial! Itu kan aksi penyelamatan dramatis yang dilakukan seorang Raja.. Tou-san sialan!'
"Madara-sama.." Shikamaru meminta saran. Dalam keadaan seperti ini, jelas tidak ada yang bisa mendekati pangeran berambut pantat ayam itu.
"Aku juga tidak tahu. Sasuke benar-benar –"
"Selanjutnya.." suara menggema Sasuke memotong ucapan salah satu pendiri Dunia Langit. Walau tidak dilihat secara langsung, aura Mange-Sharingan yang begitu mengerikan dapat dirasakan oleh siapa saja.
" – kalian yang akan mati!"
'ssraaassshhh'
Pedang Susano'o yang sangat besar itu terayun. Sasarannya adalah Sang Raja Night Kingdom.
"Itachi!"
Sayap di punggung Itachi terkembang. Ia langsung menghindar dan terbang beberapa meter di atas permukaan lantai yang sudah remuk itu.
"Brengsek kau Otouto! Kau ingin membunuhku, hahh?"
Sasuke tidak menggubris. Ia menebaskan pedangnya ke sembarang tempat. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Yang ada dalam hatinya saat ini adalah keinginan untuk membunuh, membunuh, dan terus membunuh.
Gaara mencoba membuat pasir pelindung untuk menghalangi serangan Uchiha Terpilih, sayangnya pasir itu tak bertahan cukup lama. Beberapa retakan terlihat di beberapa bagian setelah Sasuke melancarkan serangan ketiganya.
"Apa sih yang dipikirkan Otoutomu itu?" gerutu Deidara. Ia juga mencoba membuat pelindung dari tanah liat. Bukan untuk melindungi dirinya, melainkan untuk melindungi ibu mertua dan buah hatinya.
"Marah, mungkin." Gumam Itachi. Ia menggendong pendamping hidupnya yang sedang ber-topless ria itu untuk kemudian berkolaborasi membuat serangan dari atas agar perhatian Sasuke teralihkan.
'Rapat intern' yang baru saja dilakukan para Uchiha memutuskan, mereka harus melawan iblis yang sedang mengamuk itu. Saat Sasuke lengah, Minato akan membantu mereka menyegel kekuatannya. 79% rencana ini akan gagal. Yahh, mau bagaimana lagi? Mereka hanya bisa menggantungkan harapan kepada 21% sisa prediksi yang ada.
Segel yang dibuat Tetua Namikaze hanya akan bertahan beberapa saat. Dan di beberapa saat yang singkat itu, mereka akan berusaha mengembalikan kesadaran Sasuke.
Itachi dan Deidara mencoba mengalihkan perhatian Sasuke sebaik mungkin, mencoba memberi waktu kepada Uchiha lainnya untuk memberitahukan rencana kepada para pengawal.
Deidara masih menanyakan alasan mengapa Uchiha begitu egois dan arogan. Ia mengingat saat Itachi memarahinya habis-habisan gara-gara kecerobohan Dei yang hampir menghancurkan jantungnya sendiri. Iblis pengguna tanah liat itu merasa, Itachi yang saat itu masih berstatus pangeran sungguh sangat berlebihan.
"Dia terlalu egois! Tidak memikirkan yang lainnya. Memangnya yang harus hidup hanya Naruto sa –"
"Dei!" bentak Itachi cukup keras. Ia membawa pendamping hidupnya terbang lebih tinggi. Sharingan itu menatap lekat mata biru Deidara.
"Kita tidak bisa menyalahkan Sasuke." Sharingan Itachi menatap redup. Sayapnya bergerak cukup lincah untuk membawa mereka terbang menghindari tebasan pedang Susano'o.
"Mungkin aku juga akan bersikap seperti Sasuke kalau hal yang sama terjadi padamu…" gumam Itachi tanpa menatap mata DeiDei. Ini membuat Dei sedikit memahami perasaan para 'dominan' yang ada di Night Kingdom. Mereka berusaha melindungi pasangannya sebaik yang mereka bisa..
'Sebesar itukah rasa cinta yang mereka miliki…?' Tanya Dei kepada dirinya sendiri.
"Sudah dimulai." Bisik Sang Raja. Dibawah sana, terlihat pengawal mereka, juga Madara ikut menyerang Sasuke. Yang tersisa hanyalah Fugaku dan Minato yang menyiapkan beberapa segel. Mikoto masih 'dilindungi' tanah liat DeiDei juga turut membantu. Dengan keadaannya yang cukup buruk, Minato tidak akan bisa menyiapkan segel sendiri.
Itachi melesat menuju tempat Minato menyiapkan segelnya. "Kau bantu melindungi mereka Dei."
Deidara mengangguk singkat. Dia merasa sedikit menyesal telah mengatakan sesuatu yang aneh tentang Sasuke. Ia membuka beberapa segel dan membentuk tanah liat pelindung baru yang cukup besar.
"Itachi!" seru seseorang yang hampir dilupakan di tempat itu. Itachi menoleh dan mendapati seorang pemuda berambut raven cepak. Onyxnya terlihat takut-takut menatap Sharingan Sang Raja.
"Boleh aku ikut membantu?" tanyanya ragu. Itachi diam cukup lama. Bagaimanapun juga, pemuda di hadapannya ini adalah bagian dari musuhnya. Namun melihat kesungguhan di sorot mata redup itu, Itachi mengangguk singkat.
"Terima kasih banyak." Ucap Sai sebelum ia melompat menuju arena pertempuran. Ia menggambar beberapa rantai yang berusaha digunakannya untuk mengekang Sang Pangeran.
Kiba dan Shikamaru tampak kaget melihat pemuda sekseeeh itu bergabung. Tapi setelah mendapat isyarat dari Itachi, mereka kembali berkonsentrasi dengan Pangeran.
Pein yang baru saja 'membereskan' Kabuto langsung bergabung dengan mereka. Ia menggunakan pusaran badai berwarna merah untuk mengacaukan serangan Sasuke. Kiba dan Akamaru kembali ber-gatsuga. Sementara Neji yang sudah sangat lemah tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi. Ia mengalihkan perhatian Sasuke dengan berlari ke sembarang tempat dan melemparinya dengan bongkahan lantai berukuran cukup besar.
Di sisi lainnya, Gaara menghujam punggung Susano'o menggunakan pedang-pedang pasirnya. Hal yang sama dilakukan Shika dengan kage nui. Sayang sekali, tidak ada satupun dari serangan para iblis ini yang benar-benar mengenai Sasuke.
Madara yang tadinya beraksi sendirian, kini dibantu oleh cucu tertuanya, Itachi. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk memadamkan Amaterasu Sasuke. Sangat sulit memang, tapi mereka tetap harus berusaha. Api abadi ini akan sangat berbahaya jika tidak dipadamkan.
"GGgaaaahhhhh! Kalian sudah membunuh Narutoku!" dari kedua lengan Susano'o keluar chidori yang melesat begitu cepat. Kilatan biru itu menyerang ke berbagai arah. Sasuke benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.
"Minato-san.." lengan langsat Dei memegang pundak Minato. Pria yang terlihat sangat memaksakan diri itu sudah sangat kepayahan.
"Sudah hampir siap. Tenang saja.." cengiran khas Namikaze ditunjukkan pria yang memiliki hubungan misterius dengan Fugaku. Deidara tercengang. Bahkan di saat-saat seperti ini, Minato masih bisa tersenyum..
"Fugaku. Katakan pada mereka untuk menyerang bersama-sama. Walau hanya sebentar, buat Sasuke berhenti bergerak." Ruby Minato menatap rivalnya. Ini adalah saat yang paling menentukan. Ini adalah sihir terakhir yang dapat Minato lakukan.
"Semuanya! Pada hitungan ke tiga, serang bersama-sama!" mereka pun bersiap menyerang.
"Dei. Jaga Minato dan putramu baik-baik." Mikoto menyodorkan Hide-chan kepada menantunya. Ia ingin bergabung dalam serangan kali ini. Bagaimanapun juga, ia juga merupakan bagian dari Night Kingdom.
Ibu dua anak itu berdiri si samping suaminya. Segera setelahnya, kedua tangannya memunculkan sebuah busur dan sebuah anak panah berwarna merah.
"Tiga.." semua prajurit mulai melakukan segel.
"Dua.." posisi menyerang pun siap.
"Satu!"
"Seraaaaaang!"
"GAATSUUGAAAA!"
"Kage Nui."
"Sabaku!"
"Katon! Houkakyou no Jutsu!"
Semua prajurit melancarkan serangan tertuju pada tubuh Sasuke. Sayangnya semua serangan itu langsung lenyap begitu menghantam Susano'o Sasuke.
"Aaaagghhhhhhh!" Sasuke berteriak lantang. Diluar dugaan, panah Mikoto yang dilancarkan sedikit terlambat dapat menembus Susano'o saat pertahanannya sedikit longgar. Panah itu melesat dan mengenai lengan Sasuke. Membuat tubuh tak bernyawa Naruto terjatuh dan menghantam lantai yang dingin.
"Sekarang!" Minato menekan kuat telapak kirinya ke lantai. Tepat ditengah pola segel yang dibuatnya bersama sang sahabat tadi.
Sebuah cahanya kuning muncul dari bawah kaki Sasuke. Perlahan namun pasti, cahaya itu menyelimuti tanda tiga koma hitam di perpotongan leher dan bahu kiri Sang Pangeran.
Sasuke diam membeku. Mange-Sharingannya menatap sesuatu yang ada di bawahnya. Ia memandang sosok tubuh sang kekasih yang baru saja lepas darinya.
"Dobe.." isakan halus terdengar oleh semua orang. Kali ini bukan hanya darah yang keluar dari mata kirinya. Kristal-kristal es mulai berjatuhan dari kedua mata Sasuke.
"Naruto…" tubuh Sasuke membungkuk. Diraihnya tubuh tan sang kekasih yang terjatuh karena ulah ibunya.
"Kau.." Mange-Sharingan Sasuke menatap lekat sosok ibunya.
"Kalian.." mata itu menatap iblis lainnya satu per satu. Memang tidak ada yang menatap langsung Mangekyou Sharingan itu, tapi aura kemarahan jelas dapat dirasakan oleh mereka semua.
"KUBUNUH KALIAN SEMUA!" suara memburu itu sangat memekakkan telinga. Segel Minato yang menyelimuti tanda lahir Sang Pangeran, pecah begitu saja. Susano'o yang berselimut aura mengerikan itu mulai mengeluarkan chidori dari seluruh bagian tubuhnya. Lidah petir itu bergerak makin cepat dari sebelumnya, kekuatannya bertambah besar.
"AAAGGGHHHHHHHHHHH!" Sasuke berdiri tegak dengan tubuh Naruto yang digendong ala bridal. Susano'o yang menyelimutinya seakan ikut berteriak dan menyerang semua yang ada.
"Hentikan bocah!" teriak sebuah suara di kepala Sasuke. Suara yang tidak pernah didengarnya itu memiliki kekuatan tertentu yang membuat Sasuke mau mendengarkannya.
"Siapa? Siapa kau!" Tanya Sasuke masih dengan suara frustasi. Ia memutar tubuhnya beberapa kali, mengamati sekelilingnya, mencoba mencari sosok dari suara om-om yang didengarnya itu.
"Aku…" gumam suara itu ragu.
" - Kyuubi."
Mange-Sharingan Sang Uchiha Terpilih langsung menatap tubuh Naruto didekapannya. "Dobe..?"
"Bukan.. bocah itu sudah – mati." Suara Kyuubi sedikit bergetar. Ia merasakan hal yang sama seperti Sasuke.
"Naruto… Sudah mati. HAHAHAHAHHAAAAA! DIA SUDAH MATI!" Susano'o berwarna ungu itu kembali mengeluarkan chidori dari sekujur tubuhnya. Lengannya menebaskan pedang secara random.
Para pejuang Night Kingdom pun menyadari hal yang aneh pada pangeran mereka. Yang bisa mereka lakukan saat ini hanya menghindari serangan-serangan itu. tenaga mereka sudah tidak bisa digunakan untuk melakukan sihir.
"Hentikan bocah ayam! Kau akan membunuh semua orang!"
"Membunuh semua orang?" Sasuke membeo. Mange-Sharingan-nya kembali menatap lekat wajah manis sang kekasih yang sudah berubah pucat.
Urat di leher Sang Pangeran seakan mau putus, ia berteriak kencang, matanya makin banyak mengeluarkan Kristal es, "Memangnya kenapa kalau aku membunuh semua orang!"
Kyuubi terdiam. Bocah yang dia hadapi sekarang sudah benar-benar tidak bisa 'ditenangkan'. Kematian Naruto membuat Sasuke bertindak tanpa menggunakan otak jeniusnya.
"Bahkan aku tidak peduli kepada diriku sendiri…" baritone iti terdengar lemah, jemari pucatnya mengusap lembut darah di pipi snag kekasih.
"AKU TIDAK PEDULI DENGAN MEREKA SEMUAAA!"
Aura hitam di sekeliling Sasuke bertambah pekat. Tiba-tiba hawa di tempat itu menjadi sangat dingin, Hideo sampai menggigil karenanya.
"Kau tidak peduli. Tapi Naruto peduli!" suara Om Kyuu meninggi.
'deghh'
"Kau ingin menghancurkan apa yang ingin dilindungi Naruto?"
'tesss….'
"Kau ingin membuatnya menangis, hahhh?"
"Diam kau RUBAH SIALAAAANNNN!" Susano'o kembali menghancurkan semua yang ada di sekitarnya. Bagian depan Istana Night Kingdon sudah tak berbentuk lagi. Aura dingin dari tubuh Sasuke membuat udara disekitarnya membeku dan membentuk Kristal es kecil yang sangat banyak.
"Rubah..? Jangan katakan kalau Sasuke berbicara dengan Kyuubi!" seru Minato. Suara yang dapat didengar oleh semuanya itu menimbulkan sebuah pertanyaan yang sama. 'Apa yang sebenarnya terjadi, sehingga Sasuke dapat berbicara dengan sosok yang seharusnya hanya dapat berkomunikasi dengan Pewaris Namikaze?'
"Kuberi tahu cara agar Naruto bisa hidup lagi.." gumam Kyuubi dengan suara yang tidak begitu jelas. Namun tentu saja, Sasuke dapat menangkap maksud dari suara berat ala om-om itu. Susano'o-nya sedikit tenang sekarang.
"Katakan padaku." Bisik Sasuke. Matanya menatap nyeri dada sang kekasih yang telah berlubang dan mengeluarkan banyak darah.
"Taruhannya adalah nyawaku.." Kyuubi menggantung kalimatnya. Saat ini Sasuke merasa ada sosok besar yang mengamatinya.
" –dan nyawamu." Sharingan Sasuke menangkap sebuah bayangan merah besar yang berdiri tepat di hadapannya. Iblis lain tidak bisa melihat sosok ini. Hanya Sasuke yang bisa melihat sosok bermata merah tajam dengan ekor yang sangat banyak itu. Tubuhnya diselimuti bulu orange terang. Disekelilingnya menguar aura panas api yang entah datang dari mana.
"Kyuubi.." gumam Sang Pangeran takjub. Inikah sosok yang selama ini bersemayam di tubuh kekasihnya? Sosok yang melindungi sekaligus dilindungi Naruto?
Minato mundur satu langkah. Sebagai seorang Namikaze, ruby-nya dapat menangkap samar sosok legenda yang belum pernah dilihatnya. "Rubah api.. Berekor Sembilan."
"Aku tidak peduli dengan nyawaku. Asalkan aku bisa melihat senyumnya lagi, aku akan sangat berterima kasih padamu." Mata Uchiha Terpilih masih menatap tajam ruby Om Kyuu.
"Aku membutuhkan kedua tanganmu untuk itu." Sasuke membaringkan kekasihnya di lantai. Matanya menatap lembut wajah sang kekasih.
'Sebentar lagi Dobe…' bisik Sasuke dalam diam.
"Darah Uchihamu akan sangat membantu.." Mangekyou Sasuke tertuju ke sebuah kalung prisma di leher Naruto. Ia menyentuh kalung itu dan menggoreskan ujungnya ke telapak kanannya.
"Ap –apa yang kau lakukan, Bocah?"
"Mengeluarkan sedikit darahku…" gumam Sasuke santai. Ia melakukan hal yang sama pada telapak kiri.
"Apa lagi?" pertanyaan bernada menantang itu membuat Kyuubi berdecak kesal. Bocah ayam dihadapannya benar-benar sombong.
"Pindahkan kekuatanku ke jantung Naruto. Hanya itu yang perlu kau lakukan." Penjelasan yang tidak jelas ini sengaja diberikan Kyuubi. dia ingin tahu seberapa jenius seorang Uchiha.
"Kekuatan rubah tua.." Mangekyou Sasuke terarah ke tanda spiral di perut Naruto. dengan ragu, ia meletakkan telapak kanannya diatas perut yang tertembus pedang itu.
"Jantung Dobe.." telapak kirinya menyentuh dada kiri sang Dobe perlahan. Dada Sasuke terasa nyeri saat melakukan ini.
"Dan aku butuh kekuatanmu untuk memindahkan kekuatanku…"
Sasuke berkonsentrasi dengan kekuatannya sendiri. Ia mengingat sesuatu yang diucapkannya pada sang kekasih dulu, bahwa sihir adalah wujud nyata dari keinginan yang dimiliki oleh seorang iblis.
"Fugaku! Hentikan tindakan bodoh Sasuke! Dia akan membunuh dirinya sendiri!" teriak Minato. Namun terlambat, Sasuke menggunakan Mange-Sharingan-nya untuk membekukan gerakan semua iblis yang ada. Hideo yang tidak tahu apa-apa pun ikut tidak dapat bergerak.
'Memindahkan kekuatan Kyuubi ke jantung Naruto… Memindahkan kekuatan Kyuubi ke jantung Naruto..' ia ucapkan kalimat itu berulang kali kepada dirinya sendiri. Tangannya sedikit menekan perut dan dada kiri kekasihnya.
Susano'o yang menyelimuti Sasuke mulai lenyap, sayap iblis muda itu terkembang kokoh. Lama-kelamaan, sayap itu berubah menjadi aura hitam yang sangat pekat dan dingin. Aura hitam di sekitarnya seakan diserap oleh tubuh sang Namikaze muda. Secara tidak terduga, dari perut Naruto menguar aura merah yang begitu familiar. Aura itu berpindah perlahan, masuk ke jantung koyak Naruto.
"Dobe… Kumohon. Hiduplah! Kupindahkan kekuatan Kyuubi ke dalam jantungmu! Kuhidupkan kau kembali!" teriak sang Uchiha lantang sebelum ia meniadakan jarak diantara dirinya dan Naruto.
Bibir Sasuke melumat bibir pucat Naruto. Jiwanya meneriakkan nama pemuda yang sudah merebut hatinya sejak ia berusia empat tahun. Mata Sasuke terpejam, tanpa Sadar meneteskan air mata.
'Kumohon.. Dobe.' aura hitam Sasuke dan aura merah Kyuubi yang perpindah ke jantung Naruto membuat jantung itu perlahan kembali ke bentuknya semula. Selaput jantung kembali merapat, pembuluh aorta yang tadinya putus, kembali tersambung dengan bilik kiri.
'degh..' sebuah detak sangat lemah terasa oleh tangan kiri Sasuke. Ia memperdalam ciumannya sekaligus menambah konsentrasinya.
"Terima kasih Bocah.. Kuharap kau tidak mati sebelum Naruto hidup kembali." Sebuah senyum terkembang di bibir Sang Rubah sebelum sosoknya menghilang dari penglihatan Sasuke.
Tangan kanan pemuda berambut pantat ayam itu terlihat seperti mengambil gumpalan api besar dari tubuh Sang Namikaze. Aura hitam di tubuh Sasuke seakan tertelan Naruto. sayap yang telah berubah menjadi aura hitam itu pun lenyap entah kemana.
'deghh… deghh.. deghh…'
Detak jantung Naruto semakin kuat, mata yang terpejam itu mulai terbuka, menunjukkan sapphire yang masih redup.
"Te – emmhhh." Menyadari apa yang sedang terjadi, Naruto mendorong seme-nya sekuat tenaga. Tubuh alabaster yang sudah lemas itu terdorong beberapa meter. Aura merah yang masih berada di tangan kanan Sasuke terlepas dan menghantam lantai didepannya. Bola kekuatan itu hampir mengenai tubuh Sang Namikaze.
"Kau.." Naruto menyeret tubuhnya mendekati sang kekasih yang hampir kehilangan kesadarannya. " –ughh. Aku mendengar se –semua."
Tubuh tan itu meraih kerah pakaian kekasihnya yang berantakan. "Kau .. pikir.." lengan tangan kanan Naruto memegang dadanya sendiri. Ia terbatuk beberapa kali, sudut bibirnya mengeluarkan beberapa tetes darah kental.
" –aku akan.. senang dengan semua ini.. hahh?" teriak Naruto sekuat tenaga. Sasuke tidak bereaksi. Matanya yang telah kembali onyx menatap teduh wajah marah sang kekasih.
Sorot mata Sang Pangeran meredup, senyum di bibirnya makin terkembang lebar.
"Yokatta.." gumamnya sebelum kelopak matanya menghalangi sorot redup kedua onys itu. Sasuke tak sadarkan diri. Tubuh Sasuke yang tadinya dalam posisi duduk, kini terlentang tak berdaya.
Detak jantung pangeran tidak dapat didengar oleh iblis lainnya. Bersamaan dengan itu, Fugaku dan yang lainnya mulai dapat menggerakkan tubuh mereka. Walau mereka tak lagi membeku, tidak ada satupun dari mereka yang berminat untuk mengubah posisi.
"Te –teme…" lengan lemah Naruto mengguncang pelan tubuh kekasihnya. Sungguh sangat menyakitkan. Kekasihnya menukar nyawa yang ia miliki.. Untuk dirinya?
Setetes air mata mengalir di pipi tan Naruto. sapphire-nya terbelalak. Ia tidak bisa menerima kenyataan ini.
'Tidak.. Ini tidak mungkin…'
"SASUUKEEEEEEEEEEEEEEE!" teriak Naruto lantang. Ia menggunakan seluruh tenaga yang tersisa untuk memanggil nama pemuda yang sangat dicintainya itu. Saking kerasnya, kerongkongannya serasa mau putus dan terbakar.
'degghhhh'
Naruto memegang erat dada kirinya. sesuatu yang salah terjadi pada jantungnya. Jantung yang belum sembuh sempurna itu bocor karena Naruto berteriak sangat keras. Otot-ototnya yang tegang menimbulkan kontraksi yang tak biasa pada jantung lemah itu.
"Kau.. Bodoh!" aura merah yang tadi menghantam lantai mendekati tubuh Naruto yang tersungkur menahan sakit.
Sosok yang berada di dalam api merah itu mencoba menyentuh dada sang Namikaze dengan 'tangan' kanannya.
Dengan tegas, lengan Naruto menepisnya. "Biarkan. Aku. Mati. Bersamanya." Gumam bibir yang masih pucat itu.
Benar saja. Sesaat kemudian, tubuh Naruto ambruk. Tubuh tan-nya tak dapat lagi bergerak.
"Kau.." sosok di dalam aura merah yang masih belum tampak jelas itu mencoba masuk ke dalam tubuh Naruto. perlahan-lahan, disentuhkannya ujung kuku tajamnya ke dada sang Namikaze. Ia mencoba mentransfer sisa energy yang ia miliki ke dalam tubuh yang pernah menjadi tempatnya bersemayam itu.
"Ggghhhh… Sial!" gerutu sosok orange yang mulai terlihat jelas itu. Ia menautkan alisnya sebal. Tubuh Naruto menolak energy yang ia berikan. Bocah itu benar-benar ingin menyusul kekasihnya.
"Kau bodoh! Kau menyianyiakan usaha si ayam itu." gumam sosok bertaring tajam yang tidak memakai busana itu (?) tubuhnya terlihat melemah, aura merah disekelilingnya perlahan pudar.
Berada di dunia luar tanpa 'wadah' membuat Kyuubi kehilangan kekuatannya. Tubuhnya pun roboh menimpa tubuh Naruto.
Seluruh iblis yang ada di tempat itu menyaksikan kejadian ini dengan mata bergetar, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Benarkah ini? Mereka kehilangan seseorang yang mampu menghidupkan kembali dunia iblis yang menurut mereka monoton ini? Pada saat yang sama, haruskah mereka kehilangan Pangeran Arogan yang selama ini mereka kenal?
"Hiks.. Ita –"
"Semua…" Itachi mendekap istri beserta putra semata wayangnya. Sharingannya baru saja menangkap sesuatu yang menyesakkan.
Dengan suara bergetar, Itachi mencoba menenangkan dirinya, juga istrinya dengan kata-kata yang selalu diucapkan otouto tercintanya kepada sang calon adik ipar.
" –semua akan baik-baik saja…"
.
.
Tbc
.
.
Yosh! Semangat Kyuu benar-benar kembali setelah menyelesaikan chap 14 kemarin XDDDD
Jangan lupa baca '25 Things that A Great Guy would Do' ya :333
Ahh ini pendek ya :o *lirik jumlah halaman di
Chap depan adalah chap terakhir :o
Kyuu akan certain apa yang terjadi di dunia langit setelah 'kepergian' kedua pangeran itu :D
Dan seperti janji Kyuu.. Sasuke nyelesein semuanya di chap ini :DD
Tapi itu sosok om Kyuu ngapain muncul =_=
Masa' keluar Cuma mau mati :o
Sasu: kampret lu peng! Gue ga rela kalau harus mati muda!
Naru: sssttt… ga usah gitu Sas. Dari kalimatnya aja uda keliatan banget kalau ntar ki –emmphhhh! *Kyuu sumpel mulut Naruto pake sandal
Hahahaahhaaa… kita tinggalkan mereka ^^
Kyuu bales review aja, OK ? :D
.
Ashahi Kagari-kun: hahahahhh :D
Semoga Ashahi-san ga ngebunuh Kyuu *pake baju zirah
Siapa bilang ini chap terakhir 0,0
Kan final chap-nya chap 16 XDDD
Yosh! Kyuu doakan semoga Ashahi-san punya hape…
Aamiin (-/|\-) arigato 4 review :3
.
Hatakehanahungry: Hana-saaaaaannnnnnn *hug juga
Iya nihh… Kyuu abis ciuman sama mobil = ="
Ga apa kok.. sendi siku Kyuu aja aga ga enak, untung muka tetep ganteng (?)
Tuhh si oro mati kok :3
Oro: kampret lu Peng : Gue syuting ginian ga pake standman! *ngamuk di RS
Hahhahhhh….. chap depan bener2 final :3
Trims 4 rev ya hana-san *hug lagi
.
ttixz bebe: beneran mati kok :o
tapi idup lagi…
tapi ga tau tuh nepa pake adegan ambruk2 segala = ="
a –ano be-san… 'pabooo' itu apa ya ^^ *katrok
Yosh! Terima kasih atas review-nya XDD
.
aozora no dika: hahahahh… tuh tadi idup lagi ^^
sekarang napa ambruk yak 0,0 *pura2 bego
terima kasih aozo-san :3 jangan bosen baca yahhh
.
Chidorasen: semoga ini tergolong cepat :3
Sad apa happy ending ya…
Kasi tau gay a…
Baca chap terakhirnya ya :D – chap selanjutnya
.
Chie Na OrangeL: yoshhh Chie-san :3
Terima kasih sudah sudi membaca karya abal saya : )
Btw, Chie-san tertekan kenapa :o
Kyuu maul oh dijadiin temen curhat : )
terima kasih sekali lagi *bungkuk2
.
yashina uzumaki: a –anu.. itu Naru sendiri yang minta mati..
iya kan Naru *nglirik2 Naru yang ternyata uda molor di kasur Kyuu barengan Sasu
Hahahahhhh terima kasih atas pujiannya :3
Btw, kita memang pemberani :D
Asal jangan dijadiin hobi aja =_=''
Ini uda termasuk kilat belum yahhh~~
Terima kasih sudah membaca fict abal saya :3
.
Uciha Hikari: itu malah pada ambruk semua :D
Kyuubi juga ikutan ambruk ga jelas : (
Mati bertiga kali yak #plaaakkkk~~~
Btw, arigatooo
.
Wulan-chan: gimana yahhh :o
Tadi sih idup lagi… tapi sekarang…
Kyuu ga tau tuh *dilempar bakiak sama pemain2 NK
Cari jawabannya di chap depan ya :3
Arigato : )
.
Tarayuki: ternyata banyak yang ga rela kalo naru mati *lirik2 naruto yang dah bobok di kasur kyuu
Yaa itu tadi sempet idup sih,.
Tapi –
Ahh baca chap depan ya biar tau jawabnya : )
Terima kasih :o
.
chielasu88: iya.. Kyuu mungkin juga bakal gitu kalo seseorang yang Kyuu saying 'pergi' ^^
akhir cerita SasuNaru-nya…
baca chap depan ya :D
domoo~~
.
Nasumi-chan Uharu: don't call me 'senpai' :3
Ga apa kok…ada yang baca aja Kyuu dah seneng banget :D
Baca chap depan yah… itu final chap
Terima kasi : )
.
mika sasurenna: iya tuh -,-
dasar oro banci bego :o
arigatooo~~
cari jawaban dari harapanmu di chap depan ya :D
.
Satsuki Naruhi: cari jawaban di chap depan :3
Terima kasih :D
.
Meg chan: yoshhh!
Terima kasih meg-san
Saya berusaha sekilat mungkin :3
.
Wind . le-vent: iya nih…
sempet drop kemaren :3 gomenasai yaaaaa~~
terima kasih atas sarannya XDDD
kalo ada yang kurang ato malah kelebiha, tolong koreksinya lagi ya wind-san *bungkuk2
ahhh tadi si idup lagi 0,0
tapi….
Baca final chap-nya yahhhh :D
Domoo~~
.
Nara Hikari: cep cep.. *kasi permen
Jawabannya di chap depan :3
Don't miss it ya :D
Domoo~~~
.
Yossshhh!
Selese juga bales review
Thanks for all REVIEWERS
READERS
And SPECIAL THANKS for
.
.
YOU : )
.
.
Akhir kata,
review please :3
