"Naruto ayo bangun, sudah pagi" kata Kushinai membangunkan anaknya yang lagi tertidur pulas dengan menggunakan beberapa teknik jitu pastinya (pasti tau teknik seperti apa itu).
"hn... iya ya aku bangun" jawab Naruto dengan malas sambil menguap plus garuk-garuk kepala.
"cepat mandi dan segera sarapan" kata Kushina sambil keluar dari kamar Naruto dan men...uju dapur untuk mempersiapkan sarapan.

Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku bantu ibu untuk membersihkan tempat tidurku. Inilah senandung kecil Naruto di pagi hari untuk menemaninya membereskan tempat tidur, menyiapkan buku-buku sekolah lalu mandi.

"Ini hari ke dua ku di sekolah, mudah-mudahan tidak ada yang aneh-aneh lagi seperti hari kemarin" kata Naruto berdiri di depan kaca dan mulai mengenakan baju sekolah tidak lupa mengambil minyak rambut lalu menggunakannya dengan penuh penghayatan.

Setelah semuanya selesai Naruto langsung ke luar kamar untuk sarapan bersama ayah dan ibunya kemudian berangkat sekolah.

"pagi semua" sapa Naruto kepada teman sekelasnya.
"pagi juga Naruto" balas sebagian murid karena hampir semua belum datang.

"hei Naruto apa kau sudah memilih exschool (bener gak nich tulisannya) yang akan kau ikuti" tanya Kiba yang duduk di belakang Naruto.
"belum Kiba, kau sendiri sudah menentukan?" tanya Naruto dan langsung membalik kursinya sehingga berhadapan dengan Kiba.
"belum sih, tapi aku, Lee, Sasuke, Gaara dan Sai mau masuk klup sepak bola apa kau juga mau bergabung juga Naruto?" tanya Kiba dan berharap temannya ini mau masuk satu clup dengannya.
"ok lah, aku masuk clup bola sepertinya seru" jawab Naruto dengan semangat.

"kyaa..." teriakan hampir semua siswi yang ada di luar kelas yang sukses membuat Naruto kaget dan langsung melihat dari jendela kelasnya.
"oh... mereka itu siswa kelas 2 yang cukup populer di kalang siswi-siswi" jawab Kiba seraya melihat para cewek yang tiba-tiba histeris.

Kiba pun mulai menjelaskan mereka kepada Naruto.

"Itu Uchiha Itachi kakak dari Uchiha Sasuke, dia merupakan kapten dari clup basket sekolah kita. Dia memiliki kemampuan yang luar biasa bahkan dia ahli dalam tembakan 3 point" kata Kiba sambil menunjuk seorang cowok keren dengan kerutan di wajah yang sedang nongkrong di atas ring basket (?).

"Akasuna Sasori sepupu dari Sabaku Gaara, dia terkenal karena memiliki wajah baby face dan merupakan ketua clup seni budaya yang bergerak dalam bidang boneka. Semua cewek-cewek pun mengidolakannya karena dia sangat ahli dalam membuat sekaligus memainkan boneka" kata Kiba sambil menunjuk seorang cowok berambut merah yang lagi mainan rumah-rumahan dengan boneka barbinya.

"Hiruma Youichi dia ketua clup american foot ball di sekolah ini dan namanya pun menjadi besar karena berhasil menjuarai Cristmas Ball dengan semua anggota timnya" Kiba menujuk seorang laki-laki tinggi sambil menenteng shotgun. Dengan melihat Hiruma, Naruto pun bergidik ngeri karena kejadian yang baru dia alama kemarin dengan seniornya yang rada gila itu.

"Roberto Honggo, dia pelatih clup sepak bola di sini. Karirnya sangat luar biasa sebagai pemain bola di brazil dia juga mantan pelatih dari senior kita Tsubasa Ozora yang sukses menjadi pemain elit dunia setelah lulus dari sekolah ini" Kiba pun menunjuk seorang lelaki paruh baya yang lagi tiduran di rumput.

"terakhir Ichigo Kurasaki pendiri sekaligus ketua clup horor yang ada di sekolah kita. Dia mengetuai semua siswa yang memiliki hobby yang sama dengan dia yaitu pemburu hantu. Aktifitas clup ini jarang terlihat di siang hari tapi sangat aktif di malam hari. Untuk saat ini belum banyak info yang di ketahui tentang dia dan semua anggota clupnya" Kiba mulai menunjuk siswa yang memiliki rambut seperti Naruto yang lagi mengasa pedang zanpaku.

"tunggu dulu" kata Kiba yang sukses membuat Naruto penasaran.
"masih ada seorang lagi, seorang siswa yang memiliki bakat yang luar biasa, dia adalah Seto Kaiba pemilik sekaligus pendiri dari clup game duelist" Kiba mulai menunjuk seorang pria yang lagi main kartu domino di halaman sekolah bersama Kakashi sensei.

"Naruto di sekolah ini banyak clup-clup hebat yang di bentuk oleh senior-senior kita" kata Lee yang tiba-tiba duduk di sebelah Kiba dan mulai menjelaskan clup apa aja yang ada di sekolah ini.

"Ada clup air skate yang di bentuk oleh Itsuki, lalu clup kendo yang di kelola oleh Kenshi Himura senpai. Dia pengajar sekaligus pendiri clup itu. Bahkan di sekolah kita juga ada boybandnya lho Naruto" kata Lee dengan penuh semangat.

"boyband?" tanya Naruto sedikit tidak percaya.
"iya di sini ada boy band Akatsuki anggotanya 10 orang siswa kelas 2. Lalu Anbu boy band yang dibentuk oleh para guru. Trus Taka, Sasukelah yang membentuk boy band ini.
"hebat" kata Naruto penuh takjup melihat aktivitas yang ada di sekolah ini.

"hei hei kalian bisa diam tidak, Azuma Sensei bentar lagi masuk" kata Sasuke memperingatkan Naruto, Kiba dan Lee untuk segera memperbaiki posisi duduk mereka.

"deng...deng...deng" bunyi lonceng STK pun kembali berdendang merdu yang menandakan pelajaran sudah mulai.

Jam ini pun di isi oleh Azuma sensei yang merupakan guru bahasa. Pelajaran pun berjalan dengan lancar tanda ada gangguan yang berarti hingga lonceng STK berkumandan yang menandakan jam istirahat.

"Naruto ayo kita ke lapangan bola" ajak Lee dengan penuh semangat.
"ada apa di lapangan?" tanya Naruto yang tidak begitu paham dengan sifat temannya yang satu ini.
"bukankah kita sudah memilih clup sepak bola, jadi hari ini pelatih Roberto mulai melakukan tes" jawab Lee yang mulai tidak sabar untuk pergi mengikuti tes.
"Naruto lebih baik kau ikut kami karena setelah istirahat pelajaran biologi dan Orochimaru senseilah yang mengajar jadi lebih baik kita kabur dari pada berhadapan dengan dia" kata Sasuke dengan datar dan berjalan ke luar kelas dengan di ikuti Sai, Gaara dan Kiba.
"hmm sepertinya Orochimaru itu sangat mengerikan ya sampai-sampai kalian kabur" tanya Naruto yang belum begitu mengenal guru yang satu ini dan mulai mengikuti kawan-kawannya keluar kelas.

"Itachi ku dengar adikmu bergabung dengan clup sepak bola. Apa kau tidak ingin melihat tesnya" ajak seorang teman sebangku Itachi yang ingin melihat junior-juniornya menderita di bawah siksaan pelatih Roberto.
"tidak perlu aku yakin klo dia bisa lulus tes dari pelatih Roberto yang amat sangat kejam itu Kisame" jawab Itachi dengan santai sambil membuka kembali novelnya dan mulai membaca.

"ahh... klo begitu aku tinggal dulu ke lapangan karena aku mau melihat wajah juniorku yang lucu-lucu itu menderita" kata Kisame lalu berjalan ke luar kelas menuju ke arah lapangan untuk memantau jalannya pertandingan bola (?).

"hei Hinata kita lihat ke lapangan yuk melihat anak-anak menjalani tes masuk dari pelatih Roberto" ajak Ten Ten dan menarik Hinata keluar kelas.
"i-iya" kata Hinata gugup karena di lapangan ada Naruto yang merupakan pujaan hatinya (cuit cuit).

Akhirnya Naruto dan kawan-kawan menemui pelatih Roberto dan mulai menjalani serangkaian tes yang sangan berat. Mulai dari berlari keliling memutari lapangan sebanyak 50x ditambah lagi melawan senior-seniornya dan di haruskan menang oleh pelatih mereka. Kejadian ini pun hampir di tonton oleh semua teman-teman kelas Naruto dan kawan dan para kakak kelas mereka. Tidak terkecuali Hinata dan Shion yang mendukung dan mendoakan Naruto supaya dapat lolos tes ini dan masuk ke clup sepat bola asuhan Roberto. Dan yang paling penting momen ini dimanfaatkan semua warga kelas 1-1 untuk kabur dari pelajaran Orochimaru sensei.

90 menit pun telah berlalu dan menandakan pertandingan uji coba telah selesai dengan kemenangan di pihak senior-senior mereka (3-5) tapi Roberto cukup puas dengan hasil dari latihan ini dan sudah mengetahui kemampuan para calon anak didiknya nanti.

"Naruto tak kusangka kau hebat juga dalam bermain bola" puji Kiba penuh kagum karena melihat teknik kolaborasinya dengan Sasuke pada hal mereka baru bertemu.
"ha ha ha aku tidak sehebat itu kok Sasuke jauh lebih hebat dia bisa melakukan 2x heat trick" kata Naruto sekalian memuji temannya.
"tidak aku tidak sehebat itu klo tanpa batuan kalian. Kiba dan Lee juga sangat hebat di bagian tengah bahkan Lee dan Kiba berhasil berkali kali menggagalkan serangan dari senior-senior kita jangan lupakan Gaara dia berhasil berkali-kali menjaga gawang kita trus Sai juga sangat ahli dalam teknik dreble dan semua teman-temannya lainnya juga hebat" sekarang giliran Sasuke yang melempar pujian kepada Lee, Kiba, Sai, Gaara dan semua anggota tim lainnya. Pada intinya mereka semua saling melempar pujian.

"sepertinya mereka hebat juga pelatih walaupun masih kelas 1 dan belum saling mengenal mereka bisa bekerja sama dengan baik dan bisa mencuri 3 gol dari kami" kata seorang kapten kesebelasan yang melihat Naruto dan kawan-kawan duduk istirahat sambil bercanda satu sama lain.
"kau benar Kabuto mereka sangat luar biasa mungkin akan menjadi pemain yang lebih hebat dari pada kalian" kata Roberto penuh bangga dan harap kepada sekumpulan orang di depannya.

"Naruto ini untukmu" tiba-tiba Shion datang dan memberikan sebotol air minum kepada Naruto.
"terima kasih Shion senpai" balas Naruto dengan senyum khasnya dan menerima minuman pemberian dari Shion.

Adegan ini pun sukses membuat semua orang yang ada menyoraki Naruto dan Shion yang langsung membuat wajah Naruto dan Shion memerah bahkan para seniornya pun ikut menggoda Naruto. Klo Shion sudah lari karena sudah tidak kuat atas godaan yang ada (?).

"Hinata kamu kenapa menangis?" tanya Tenten yang merasa melihat Hinata menangis.
"tidak apa-apa tadi mata ku kemasukan debu jadi sedikit berair" kata Hinata sambil mengusap air matanya dan berdiri dan mulai mengajak Tenten pulang karena sudah sore.

Setelah istirahat Roberto pun memperbolehkan semuanya untuk pulang. Sebelum pulang Naruto sempat melihat bangku penoton yang tadi di tempati Hinata sudah kosong.

Naruto pov

Hinata sudah pulang pada hal hari ini aku mau mengajaknya pulang bersama, tapi tak apalah ini kan sudah sore pasti Hinata sudah harus pulang.

Naruto pov end

Naruto pun akhirnya pulang setelah seharian bersekolah dan berlatih bola tapi sayang pada hal hari ini Naruto ingin mengajak Hinata pulang bersama dengan dia dan mentraktirnya makan ice cream karena keberhasilannya telah di terima di clup sepak bola.

Tbc