Dear reviewers. I love you guys a lot ;w; *kirim jutaan hati ke alamat masing-masing*
Kencana: Belum, 'kok. Makanya saya bilang ada FOC dan MOC alias Female Original Character dan Male Original Character. Sampai KHR tamat pun kayaknya Amano nggak bakal mau ngungkit-ngungkit tentang orang tua / keluarga para karakternya *gigit sapu tangan*
.
.
.
Title: Restu
Genre: Romance
Rating: T
Summary: Di luar dugaan, mencari tahu siapa orang tua Hibari Kyouya sama sulitnya dengan menerobos masuk penjagaan di Penjara Vendicare seorang diri, tanpa bantuan seorang ilusionis pun. D18.
Warnings: kemungkinan OOC, gay marriage, pornoaksi, male pregnancy di chapter-chapter berikutnya, FOC dan MOC, OC x OC.
Disclaimer: Kateikyoushi Hitman Reborn © Amano Akira
.
.
.
II. Pencarian
.
.
.
Hibari Kyouya adalah makhluk paling enigmatis yang pernah ditemui siapapun.
Tidak ada yang benar-benar tahu tentang diri Cloud Guardian milik Vongola famiglia itu. Golongan darah, usia sesungguhnya (karena banyak yang berspekulasi bahwa ia tampak lebih muda daripada usianya yang sesungguhnya—entah itu karena ia adalah orang Jepang, atau karena faktor lain yang bisa menimbulkan spekulasi-spekulasi lainnya), bahkan latar belakang dan keluarganya.
Dan saat ini, Dino Cavallone merasa tersanjung karena diberi kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang sang diktator. Syarat untuk 'menemui dan mendapatkan restu dari orang tua' ia terjemahkan sebagai ijin untuk mengenal sang kekasih lebih dekat lagi.
Tapi entah apa Dino harus merasa bahagia atau menyesal karena telah menerima persyaratan itu tanpa pikir panjang.
Karena di luar dugaan, mencari tahu siapa orang tua Hibari Kyouya sama sulitnya dengan menerobos masuk penjagaan di Penjara Vendicare seorang diri, tanpa bantuan seorang ilusionis pun.
.
.
.
"Bagaimana?"
"Nihil, Bos."
Dino mengacak-acak surai keemasannya sembari mengerang frustasi. Sudah sebulan berlalu semenjak ia memerintahkan seluruh anak buahnya yang tidak memiliki tugas khusus untuk mencari info tentang keberadaan orang tua Kyouya, bahkan menyebarkan mereka ke seluruh pelosok dunia, tapi usahanya gagal. Tampaknya tidak ada seorang pun yang mengenal siapa orang tua dari Hibari Kyouya di muka bumi ini. Entah apa mereka semuanya memang sudah meninggal atau telah diancam untuk tidak mengaku.
Memang ada kemungkinan bahwa Kyouya berbohong tentang orang tuanya masih hidup, tapi, tidak, Dino tidak mau percaya bahwa ia dibohongi.
Dan lagi, ucapan Kyouya saat itu benar-benar meyakinkan.
.
.
.
"Baik, kuterima syaratmu."
"Selamat mencari mereka, kalau begitu."
Dino menaikkan sebelah alisnya. "Mencari... maksudmu, mencari makam mereka? Apa mereka tidak dikubur di makam keluargamu, Kyouya?"
Pria dengan surai hitam eboni itu mendengus pelan seraya meletakkan chawan-nya kembali ke atas meja. "Kau menganggap mereka sudah meninggal, eh."
"Y-yah... karena kau tidak pernah bercerita tentang mereka, dan aku tidak sedikitpun melihat hal-hal yang berhubungan tentang mereka, jadinya kukira kau..."
"Mereka masih hidup."
Dino memutuskan untuk menutup mulutnya, diam. Karena sepertinya sang Awan Vongola akan bercerita tentang keluarganya. Dan siapa tahu dari cerita itu Dino akan mendapatkan petunjuk tentang keberadaan mereka.
Tapi lagi-lagi Dino salah.
Karena ditunggu selama lima menit pun, Kyouya tampak tidak memiliki minat untuk mengatakan apa-apa lagi. Penjelasannya berhenti pada 'mereka masih hidup'. Selesai.
.
.
.
Awalnya, ia mengira Kusakabe tahu sesuatu tentang keberadaan orang tua atasannya, tapi tidak. Pria dengan model rambut menyerupai Elvis Presley itu tidak tahu apa-apa (atau telah disumpah oleh Kyouya untuk tidak mengatakan apa-apa?).
Gagal mengorek informasi dari orang-orang kepercayaan sang kekasih, Dino beralih menginterogasi pembantu-pembantu di kediaman Hibari. Dugaannya bahwa pembantu-pembantu senior yang telah lama bekerja untuk Kyouya pasti tahu sesuatu hancur seketika begitu mengetahu bahwa staf tersenior di tempat itu baru mengabdi pada Kyouya selama 10 tahun. Tapi setidaknya dari kegiatan bertanya-tanya pada para pembantu itu, ia jadi mengetahui bahwa orang-orang yang sekiranya pernah bekerja untuk orang tua Kyouya telah diberhentikan sejak sang tuan muda masih merupakan bocah kecil nan imut-imut.
Maka haluan penyelidikan Dino berganti. Ia mengerahkan anak buahnya untuk mencari orang-orang yang telah diberhentikan itu hingga ke seluruh pelosok Jepang. Namun usahanya ini juga menemui jalan buntu tatkala tidak ada satupun dari mereka yang menyampaikan respon positif.
Masih belum menyerah, kini ia mencari ke seluruh penjuru dunia. Ekstrim, memang. Tapi ia sudah bertekad untuk memenuhi syarat itu, bagaimanapun caranya.
.
.
.
"Apa sebaiknya kita bertanya pada Reborn saja, Bos?"
Dino, yang sedang menyeruput kopinya, menoleh ke arah Romario yang tengah merapikan berkas-berkas—baik itu dokumen mengenai bisnis famiglia, maupun mengenai laporan-laporan dari tim-tim pencari yang dikerahkan sang Don.
"Kenapa bertanya padanya?"
"Yah, kau tahu... Kyouya, 'kan, bagian dari Vongola," pria paruh baya itu membetulkan letak kacamatanya. "Dan lagi, seingatku Reborn-lah yang merekrut Kyouya untuk menjadi Guardian Sawada Tsunayoshi. Kukira setidaknya ia punya sedikit bahan yang bisa digunakan untuk mem-black mail Kyouya, seperti tentang keluarganya atau apa..."
Cavallone Decimo itu berpikir sejenak. Well, kemungkinan itu tetap ada...
.
.
.
"Sebutkan makanan favorit Vongola Secondo."
"Mana mungkin aku tahu!"
"Kenapa metode pemenggalan leher oleh Giovanni the Spatula tidak efektif? Jelaskan dalam 2300 kata."
"... karena pisau plastik tidak kokoh?"
"Berapakah 2 tambah 2?"
"Eh..."
Moncong Beretta M 1951 itu semakin mendekati dahinya.
"EMPAT! JAWABANNYA EMPAT! Ini karena kau membuatku gugup, Reborn!"
Seringai di wajah tutor tersadis di muka bumi itu melebar. Ia baru saja akan menjatuhkan hukuman kepada sang Vongola Decimo yang telah gagal menjawab 2 dari 3 pertanyaan 'sederhana' yang ia ajukan ketika ponselnya berdering. Memutuskan untuk membiarkan Tsuna beristirahat sejenak, Reborn membalikkan badannya dan menjawab panggilan.
"Ciao."
"Ah, ciao, Reborn." Si penelpon terdengar sedikit gugup ketika menjawab sapaan Reborn.
Sebelah alis sang penembak jitu terangkat naik saat ia mengenali suara itu. "Dino? Tumben sekali kau menelponku. Kau memerlukan sesuatu?"
"Ahaha... ya, begitulah. Aku ingin minta tolong padamu."
"Jasa-ku tidak murah."
Reborn menyeringai lebar. Ia tahu muridnya sedang ber-facepalm ria di ujung telepon sana. Tsuna, yang sepertinya dapat mengerti apa yang tengah mereka bicarakan, hanya dapat menggelengkan kepala.
"Baiklah… berapa harga yang harus kubayar untuk informasi tentang Kyouya?"
"Tergantung dari informasi yang mana yang kau maksud."
"Informasi tentang keluarganya."
Lelaki dengan fedora hitam itu mengerutkan dahinya. "Keluarga Hibari?" Ia mengulang, membuat Tsuna yang mendengarkan ikut bertanya-tanya. "Untuk apa?"
Hening lama, dan Reborn menunggu. Sepertinya Dino ragu apakah ia harus menceritakan masalah persyaratan itu pada Reborn. Jangan-jangan kalau ia ceritakan, malah akan dijadikan salah satu cara bagi Reborn untuk menguras uang Dino...
Tapi ia tidak punya pilihan lain, 'kan?
Maka Dino menceritakan dari awal hingga akhir—dari masalah para bos-bos mafia yang semakin sering mendesaknya untuk menikah, hingga kegagalan anak buah-anak buahnya. Reborn sesekali menyeringai, meskipun tidak mengatakan apapun untuk menyela dengan komentar sarkastiknya yang biasa ataupun pertanyaan sepele lainnya.
"... Jadi begitulah. Tolong bantu aku, Reborn?"
Terdengar suara "hm..." pelan selama beberapa detik. Dan tiba-tiba saja Dino mendapatkan firasat buruk.
"Mi rifiuto."
... nah, 'kan.
"Tolonglah! Masa' kau tega melihat mantan muridmu ini menunda-nunda waktu untuk menikah terus-terusan."
"Dengar dulu, murid bodoh. Aku tidak bisa memberi informasi apapun karena aku tidak tahu apa-apa."
Tsuna, yang masih asyik mendengarkan pembicaraan tutor dan kakak seperguruannya, terlihat agak kaget. Jika Reborn yang punya berbagai macam jaringan informasi saja tidak tahu menahu tentang keluarga Hibari Kyouya, siapa lagi yang mungkin tahu?
Penggemar espresso itu memainkan cambangnya sendiri sembari mendengar racauan Dino yang berusaha membujuknya. "Tidak. Aku tidak butuh hal-hal seperti itu agar Hibari setuju melakukan permintaanku. Kau bertanya pada orang yang salah, kau tahu."
Tak lama berselang, setelah obrolan kecil, panggilan berakhir. Reborn dalam proses menyimpan ponselnya ke dalam saku kemejanya ketika ia mendengar pertanyaan Tsuna,
"Hei, benarkah kau tidak tahu apa-apa tentang keluarga Hibari-san, Reborn?"
"Tidak sama sekali. Aku memang pernah menduga bahwa Fon adalah kerabat dekatnya, tapi—"
Tiba-tiba saja Tsuna berdiri sambil sedikit menggebrak meja. Ekspresinya seperti seseorang yang baru saja mendapatkan pencerahan hidup.
"Fon yang kau maksud itu Arcobaleno Fon, benar?"
.
.
.
Dino membenamkan kepalanya di dalam lengannya. Depresi berkepanjangan akibat tak kunjung menemukan petunjuk mengenai keberadaan orang tua kekasihnya. Frustasi karena sepertinya sebanyak apapun ia berusaha, ia akan terus menemui jalan buntu.
Romario yang berada di sampingnya menghela napas, merasa kasihan dan ingin membantu, meski begitu ia tak tahu harus membantu seperti apa. Disadarinya ponsel bosnya bordering, namun Dino tidak bergerak sedikitpun karena masih tenggelam dalam perasaan galaunya.
"Bos, ada telepon. Mungkin dari salah satu orang yang kau kirim untuk mencari orang tua Kyouya."
"Kau saja yang angkat."
Pria paruh baya itu tidak punya pilihan lain selain mematuhi bosnya. Ia meraih ponsel tersebut dan mengecek nama yang tertera di layar. Dahinya berkerut ketika melihat siapa yang mencoba menghubungi sang bos.
"Bos, ini telepon dari Sawada Tsunayoshi."
"Hngh?" Dino mengangkat wajahnya sementara Romario menunjuk layar ponselnya. Jelas terpampang di sana nama kontak Tsuna. Segera ia ambil ponsel itu dan ia jawab panggilannya. "Ciao, Tsuna!"
"Dino-san? Ini tentang informasi yang kau minta dari Reborn tadi."
Ada secercah harapan menghiasi ekspresi Dino saat ia mendengar ucapan Tsuna tersebut. "Ya? Apa kau tahu sesuatu tentang keluarga Kyouya, Tsuna?"
"Kurasa ya, meski ini hanya spekulasi saja.""
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Glosarium:
Beretta M 1951 : salah jenis pistol semi-otomatis buatan Beretta, perusahaan Italia yang menjual senjata api.
Mi rifiuto : Aku menolak. Bahasa Italia.
.
.
.
Suka? Tidak suka? Komentar? Kritik yang membangun? Nanas kalengan?
