Rani: Rin.. Len*Masang tampang Yandere*
Rin :*Glek* A-Author? La-Lagi apa?
Rani : Aku minta.. Kalian terima Mayu dengan baik..*Evil Smile*
Len : Aaa! Teman barumu ya? Teman pembu-*Len ngeliat Rani siapin gergaji Mesin*
Rani : Ara? Ya Len?*Devil smile*
Len : Wahahaha!
Mayu : Yorushiku nee~! Mayu desu! Gadis moe dari jepang!
Rani : Tapi kamu bisa Yandere juga~
Mayu : Hehehe.. Nih.. Muka Yandereku!*Yandere mode : ON**Bawa kapak*
Rin + Len : KYAAAAAA! ANYWAY REVIEW YAH! YAH! AND READ PLEASE!
Rani + Mayu : Hihihihi.. Judulnya juga ganti.. Jadi Me and My sister or brother Love
Me and My sister or brother Love
Summary : Rin bertemu dengan Len? Neru bertemu dengan Nero? Apa yang terjadi dengan mereka? RnR please!
Disclaimer: Vocaloid©Yamaha.
Me and My sister or brother Love©Rani Konako.
Pairing: Rin X Len.
Genre: Romance.
Caution: Gaje, alur ga jelas,.
Gambaran kedua : My sister and Your brother with Love?
(Normal POV)
Neru dan Nero hanya tidak percaya dengan gossip baru di kelasnya.. Masa mereka dibilang pacaran? Padahal baru kenal! Walau sebenarnya udah saling kenal karna sering SMSan. Euw.. Sepertinya itu sudah menjadikan mereka lumayan dekat. Neru yang kebingungan karna teman-teman serta gurunya minta Pajak Jadian.
"AKU GA JADIAN! INGAT AKU GA JADIAN!" Kata Neru membantah dan merasa kesal. Nero hanya merona dan menundukan mukanya. Ia tidak berani menatap Neru dan sahabat-sahabat barunya.
"Ehem.." Kata Nero tiba-tiba berdehem. Neru menatap Nero tajam dengan tatapan –Mau-ngomong-apa-kau?-. Nero melihat Neru dengan tersenyum. "Dia ini Cuma temenku pas online, jadi ini hari pertama kali kami bertemu.. Emang sih nih cewe galaknya kaya banteng.." Ujar Nero santai tidak memperdulikan Neru yang menatapnya tidak percaya.
"Lo bilang apa tadi?" Kata Neru kesal dan memakai bahasa 'Lo gue'. Nero ngeliat Neru dengan datar.
"Emang aku bilang apa tadi? Kalau mirip banteng kayaknya mah i-
PLAAK!
Demi apapun itu.. Neru telah berhasil menampar wajah Nero dengan kerasnya. Pipi Nero yang mulus kini merah layaknya sosis digoreng.
"Noh, bantengnya keluar.." Kata seorang pemuda berambut biru yang memakai syal keceplosan. Neru menengok kepada pemuda itu. "Mampuss…" Ujar pemuda itu pasrah.
BUUUK!
Sebuah tempat pensil berbentuk seperti Hand Phone berhasil melayang ke muka pemuda itu.
"Lo.. Jangan ngomong macem-macem ya? Bakaito anak bodoh.." Kata Neru dengan sinis. Bakaito yang ketakutan abis langsung mundur dan duduk di kursinya dengan muka pucat. Dell-sensei Cuma geleng-geleng kepalanya.
ZRAAT!
Seorang gadis berambut abu-abu diikat pony tail dengan mata merah darah sama seperti Dell-sensei membuka pintu. Dell-sensei menengok dan melihat gadis itu dengan merona..
(Neru POV)
Daripada gossip aneh bin ajaib ini terus nyebar ampe ladang bunga milik siapa tau ngedenger.. Mending aku godain Dell-sensei yang ngeliatin Haku-sensei yang datang.
"Woi, temen-temen.. Yang pacaran bukan aku.. TUH DELL-SENSEI AMA HAKU-SENSEI!" Kataku dengan penekanan di kata-kata akhirnya. Aku menunjuk dua orang itu. Semua murid menatap Dell-sensei dengan Haku-sensei. Muka mereka berdua ikutan merah karna perkataanku. NERU GITU!
"CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE~~~~~~ DELL-SENSEI, HAKU-SENSEI!" Kata semua anak murid sukses membuat Dell-senpai salting. HAHAHA! BALAS DENDAM!
"A, a, ada apa Haku-san?" Kata Dell-senpai berusaha tidak mempedulikan ucapan semua murid. Soori ye~ Mukamu dan Haku-sensei udah merah tauk~
"Ah, iya.. Neru-san dan Nero-kun dipanggil oleh kepala sekolah.." Kata Haku-sensei sukses bikin semua murid menengok kepada kami lagi.. Terlihat seringaian dari muka mereka semua.. Oh, Die again..
"Memangnya ada apa Haku-san?" Kata Nero dengan sopan.. Banget.. Manggil Haku-sensei dengan Haku-san!
BUUAK!
Dengan segera aku memukul kepala Nero. Nero Cuma merintih kesakitan karnanya.
"Apaaan sih.. Sakit tau Neru!" Kata Nero dengan nada sebal disertai aura gelap banget. Matanya memancarkan dendam.. Gulp.. Kayaknya aku salah disini..
"Manggil guru sopan dong! Dia tuh guru!" Kataku kesal. Nero bengong seketika..
"Hah? Haku-san guru?" Kata Nero dengan nada tidak percaya sekali. Nero menatap Haku-sensei dan menatapku dengan menaikan satu alisnya. Aku juga jadi terbawa kebingungan karna dia menatapku begitu..
"Neru.. Dia itu.. Kakak sepeguruanku di club Kung Fu.. Trus.. Jangan mandang aku dengan wajah merona begitu dong.." Kata Nero sukses buat aku kaget. Bukan yang buat aku kaget tentang Nero belajar Kung Fu juga.. Tapi.. Apa wajahku merona saat melihat Nero?
"EHEM!" Teto berdehem kencang. Haku-sensei Cuma tertawa melihat kami berdua.
Grep!
"EH!" Kataku kaget ketika Nero mengenggam tanganku dan menarikku hingga mengikutinya berlari. Teto melihatku dengan seringaian jahil supernya. Nero berhenti didepan pintu. Ia lalu melihat teman-teman dengan senyumannya.
"Aku pergi dulu ya teman-teman.. Jaa nee~" Kata Nero sukses buat mukaku memanas. Aku memalingkan mukaku.
"Cie~~~ Yang barusan jadian mah beda! Ayo Neru!" Teriakan Teto. Dasar! Roti Freak! Entah kenapa aku yang biasanya bisa membalas ledekan Teto.. Kini hanya bisa diam melihatnya. Uuggh.. Aku benci ini..
"Neru-san.." Kata Nero dengan suara paling lembut..
DEG!
"CIEEEEE! PRIKITIW!" Ucap sekelas bersamaan dengan Haku-sensei dan Nero yang pergi.(Tentu saja Neru juga ikut karna tangannya digenggam Nero..) Uggh! Aku ada apa sih! Issh! Apaan sih!
"Ne-Nero-kun.." Kataku agak gugup.
"Ya?" Kata Nero sembari tersenyum manis. HUWWWAA! HENTIKAN! Akupun membanting tangannya dengan sangat sengaja.. Nero melihatku dengan kaget..
"Ada apa Neru?" Kata Nero. Err..
"Itu.. Jangan ngengam tanganku seenaknya.." Kataku dengan agak malu. Nero melihatku dan tersenyum. Haku-sensei melihatku dengan tersenyum. Tunggu… Apa yang dia simpan dibalik senyumannya? Mencurigakan!
"Nee.. Kalian berdua.. Berhenti sebentar.." Kata Haku-sensei. Kami berdua berhenti. "Momo-sama.. Kenapa tidak menunggu dikantor saja?" Ucap Haku sopan ketika melihat seseorang berambut pink dengan mata hijau. Ia memakai jas yang sangat rapih.. Oh.. Ternyata kepala sekolah Momo Momone toh..
"Ah, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu pada mereka berdua atas keberhasilan mereka masing-masing.." Kata Momo-sama. Dia lalu melihat kami dengan menaikan alisnya. "Kalian.. Saudara?"
"Bukan.." Kataku sambil menyikut pelan Nero yang sedang melamun.
"Oh.. Maaf habis kalian mirip sih.. Hn.. Selamat ya atas keberhasilan kalian.." Kata Momo-sama. Aku mengangguk.
"Mananya..? Auw!" Kata Nero yang mendapat sambutan aku injak sepatunya. Ia merintih pelan.
"Ehem!" Momo berdehem pelan. "Kalau Neru atas keberhasilannya dalam meraih juara 1 lomba kungfu.. Kalau Nero.. Keberhasilanmu dalam masuk sekolah ini.. Karna masuk sekolah ini susahnya minta ampun bahkan saya dengar-dengar IQnya saja harus tinggi.." Kata Momo-sama.
"Hah? IQ tinggi?" Kataku bengong.. Nero yang sering OL-an.. Sering SMSan.. Dan bikin aku deg- Lu-Lupakan.. Masa sih dia punya IQ tinggi.. Aku menengok ke arah Nero. "IQ lo berapa?"
"Weits! Napa lo nanya-nanya? Rahasia! Oiya Neru.. Adikku juga sekolah disini.. Lo-h?" Kata Nero dengan takut diakhirnya ketika melihatku memandangnya sinis ditambah aura dark. Langsung saja aura membunuhku bangkit seketika..
"Nero-kun.." Kataku dengan lembut+ Senyuman mengerikan.
"Ah? Ya? Ahaha!" Kata Nero tertawa hambar. Kusadari Momo-sama dan Haku-sensei sudah hilang..
"LOH? Kemana Haku-sensei dan Momo-sama?" Kataku. Nero menatapku dengan tatapan –kagak-tau..-.
"Eh? Apa gara-gara kita mesra-mesraan jadinya mereka pergi..?" Kata Nero memengang mulutnya dan menambahnya dengan rona merah di wajahnya.
"A-a-apa lo bilang tadi?" Kataku dengan mendekatkan wajahku ke arah Nero.
BRUUK!
Aku tersandung sebuah sampah plastik. Otomatis itu membuatku jatuh.. Aku menutup mataku. Takut melihat apa yang terjadi. Eh.. Kenapa bibirku terasa sangat hangat?
Aku membuka mataku pelan-pelan.. Melihat Nero berada dibawahku dengan muka tidak percaya + Merona hebat.
Ja-jangan-jangan kami..
.
.
.
!
"KYAAAAA!" Kataku kaget dan bangkit serta segera lari dari Nero.. Aku berlari ke kelas sambil memengang bibirku.. Tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi! Tidak mungkin 'kan.. Aku ciuman dengan Nero?
(Normal POV)
Nero memengang bibirnya dengan sangat tidak percaya. Mukanya merona hebat karna kecelakaan barusan.. Baru saja ia menerima ciuman dari Neru.
"Apa tadi.. Kami berciuman?" Kata Nero setengah percaya setengah tidak. Nero mengacak rambutnya dan menuju kelasnya kembali..
'Jangan dipikirkan Nero.. Tadi cuma kecelakaan..' Pikir Nero sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
(Rin POV)
Deg
Deg
Deg
Deg
PLAK!
Aku menampar pipiku. Sungguh.. Hatiku dari tadi berdebar terus! Kenapa sih kau Rin! Tanpa disadari.. Gumi melihatku dengan seringaian lebar.
"A, apa Gumi-chan?" Kataku yang melihat senyuman mencurigakan Gumi..
"Rin-chan suka Len-kun?" Kata Gumi sukses membuat mukaku panas.
"Errhm.." Seseorang dibelakangku berdehem mungkin karna terganggu. Aku menengok dan melihat Len yang sedang merona hebat.. Ukkh.. Len..
"Rin-chan bisa tolong kerjakan no. 15?" Kata Kiyoteru-sensei. Aku melihat ke arah seorang gadis berambut oranye panjang dengan mata azure.. Eh.. Itu Ritsu.. Dia cowo.. Maaf.. Ritsu sedang mengerjakan soal dipapan tulis dengan susahnya hingga keringat dingin keluar.
"Sensei.. Aku tak bisa mengerjakannya.." Kata Ritsu jujur. Kiyoteru-sensei hanya tersenyum pahit dan memanggilku. Akupun maju dengan takut.
"Kerjakan no. 15.. Ini bukunya.." Kata Kiyoteru-sensei menyerahkan buku matematika. Aku melihat no.15..
Tunggu..
Ini..
Aku segera menuliskan caranya dipapan tulis.. Dengan berat hati.. Walau aku kurang yakin bisa apa tidak.. Kiyoteru-sensei melihatku dengan mengangguk angguk.
Ckiit..
Aku berhenti menulis dipapan tulis. Keringat dingin mengucur. Aku memutar otakku kembali..
Su, sudah kuduga.. Aku akan lupa dengan caranya ditengah-tengah.. Kiyoteru-sensei menghela napas panjang.
"Len-kun.. Tolong bantu Rin dalam mengerjakannya.." Kata Kiyoteru-sensei.
DEG!
EHHHHH? KE-KENAPA LEN-KUN! KENAPA TIDAK GUMI!
"Hai Sensei.." Kata Len lalu melangkah mendekatiku..
Deg..
Satu langkah..
Deg.. Deg..
Dua langkah..
Deg.. Deg.. Deg..
Tiga langkah dan dia sudah sampai ditempatku.. Mukaku memanas ketika Len tersenyum lembut. Dadaku juga terasa berdebar-debar ketika ia mengambil alih kapur tulisku. Uggh.. Len.. Sepertinya.. Aku.. Itu... Su- Aggh! Lupakan!
"Jadi.. Begini caranya Rin.. 89 jika diakar.. Bla.. Bla.. Bla.." Kata Len memberiku penjelasan sambil menulisnya dipapan tulis. Sepertinya semua itu tidak masuk diotakku.. Kenapa wajahku hanya terpaku saja ketika melihat Len?
"Dunia buat Rin-chan.." Kata Kiyoteru-sensei membuyarkan lamunanku. Aku baru menyadari bahwa Len sudah kembali ke kursinya. Mukaku merona hebat.. "Kau boleh kembali ke tempatmu Rin-chan.."
"Terimakasih sensei.." Kataku dengan cepat kembali ke tempat dudukku. Gumi melihatku dengan seringaian lagi.. Aku memalingkan mukaku.
"Cie.. Yang dapat bantuan dari Len-kun mah beda.." Kata Gumi sukses membuatku merona. Uukh.. Please dong.. Jangan ganggu aku.. "Trus yang bantuin Rin-chan juga beda.."
"Diam kau Gumi-chan!" Kataku sembari membuang tempat pensil Gumi ke arah seseorang. Gumi hanya menutup mulutnya sambil merona dan menyikutku.
"Sapa sih.." Kata seorang pemuda berambut ungu diikat pony tail panjang dengan mata senada memengang kepalanya. Kelihatannya ia kesakitan dengan lemparan kepalaku tadi.
"Ga-Gakupo-kun ma, ma, maafkan aku.." Kata Gumi terbata-bata. Gakupo yang berada disebelah Gumi cuma tersenyum dan mengembalikan tempat pensil Gumi yang berbentuk wortel.
"Tidak apa-apa kok.." Kata Gakupo. Leleh sudah hati Gumi. Dia terus-terusan memukulku dengan tangannya karna saking tidak percayanya dengan kesempatan ngobrol yang jarang dilakukannya dengan Gakupo. Ok, aku tau.. Tapi jangan mukul aku sampai badanku agak remuk begini.. Gumi.. Kiyoteru-senseipun berdiri.
"Gumi-STOP!" Kataku dengan death glare. Gumi langsung berhenti memukulku. Kami melihat Kiyoteru-sensei.
"Ada apa sensei?" Kata Gumi polos..
"Begini.. Minggu depan kalian ulangan tentang soal yang tadi dikerjakan Rin.." Kata Kiyoteru-sensei.
BRAAAAAAAAK!
Semua murid menggebrak meja dan berdiri kecuali.. Len dan beberapa orang pintar lainnya.
"NAAAAANI!" Kata murid-murid teriak tidak percaya. Mungkin ini bisa terdengar kelas sebelah yang dijaga Mayu-sensei.
"Duh.. Kalian tenang dong.. Soal ini ga susah kok!" Kata Kiyoteru-sensei. APA! BAGI KIYOTERU-SENSEI SIH IYAAAAAAAAAA!
ZRAAAAAAT!
Tiba-tiba pintu kelas kami dibuka oleh seorang guru sadis nan kejam. Siapa lagi kalau bukan Mayu-sensei? Guru mata pelajaran Biologi dan Sejarah yang bisa bikin berandalan sekolah kami minder super.. Mau tau ciri-cirinya? Matanya berwarna kuning terdapat kacamata berwarna merah melekat, rambutnya berwarna coklat muda cream yang bawahnya seperti pelangi. Dia kini sedang memengang kapak dengan boneka kelinci. Kiyoteru-sensei hanya melihat Mayu dengan takut. Para murid bahkan diam dan duduk kembali. Aku menengok kebelakang dan melihat Len yang begitu.. Ehm.. Tau ah!
.
.
.
"Kiyo-kun…" Kata Mayu-sensei dengan wajah Yanderenya.. Atau wajah menakutkannya. Kiyoteru-sensei hanya menelan ludah.
"Ya?" Kata Kiyoteru-sensei. Lalu Mayu-sensei mendekat dan menyeret Kiyoteru keluar dan terdengar teriakan Kiyoteru yang kesakitan karna dipukul pake boneka Mayu-sensei. Aku bahkan tidak bisa membayangkan aksi pemukulan itu.. Karna.. Mayu-sensei sangatlah sadis. Tiba-tiba Gumi maju kedepan kelas.. Gawat..
"Teman-teman! Aku akan menyanyi untuk kalian semua!" Kata Gumi lalu mengambil mic entah dari mana. Sungguh.. Ini sangatlah gawat..
"TIDAAAAAK!" Kata Rinto berteriak dan keluar kelas. Tuhan, tolonglah kami.. Jangan biarkan Gumi menyanyi disini.. Karna.. banyak barang kaca disini..
"Myyyy.. Feeling to you~ Is never….." Ujar Gumi lalu menyanyi seriosa. Aku sudah mendengar Rinto yang mengeluh diluar sana.. Tak beberapa lama kaca-kaca kelas kami bergetar.. Sungguh..
PRANG!
PRANG!
Hari sialku.. Aku harus patungan lagi buat beli kaca-kaca kelas.
"Yah! Kita harus beli kaca lagi! GUMI!" Teriak Ritsu kesal. Gumi Cuma cengegesan.
"Oh.. Come on! This not funny Gumi! Att all!" Kata seorang gadis berambut hijau. Matanya memandang Gumi tajam.
"Go-gomen Sonika-chan.." Kata Gumi menunduk dan menuju tempat duduknya. Aku memijit pelipisku.
ZRAAT..
Pintu kelas kami dibuka oleh Mayu-sensei. Sekarang dia memakai wajah manisnya dengan sangat pandai. Muka dua gitu..
"Ehem.." Mayu-sensei berdehem. "Karna pelajaran selanjutnya aku.. Jadi siapkan diri kalian dari sekarang.."
Glek..
Maksudna? UJIAN?
Beberapa murid langsung membuka buku dan melihat per halaman..
"Boong kok! Ya ayo belajar Biologi!" Kata Mayu sensei.. Para murid langsung sweat drop mendengarnya..
-Skip time-
It's time for BREAK!
Akhirnya bunyi bel kami berbunyi juga. Huft.. Aku malas mendengar Mayu-sensei berbicara kesadisan film Fear Garden.. Padahal ga ada sangkut pautnya sama Biologi tapi malah ngomongin gituan yang bikin murid-murid ketakutan abis-abisan. Sadis begitu dibahas.. Dasar guru aneh..
"Baiklah Anak-anak! Sekarang.. Ada tugas berdua-berdua dan cewe cowo!" Kata Mayu-sensei. Eeh.. Penyakitnya kumat deh sensei..
"Satu.."
Aku bersiap-siap mencari pasanganku..
"Dua"
Kami semua berdiri dan melihat pasangan kami.. Tapi siapa?
"TIGA!"
GREP!
Tiba-tiba Len mengenggam tanganku.. Eh? Eh? Jadi.. AKU SAMA LEN? Ke-Kenapa mukaku memanas?
"Gumi-chan? Kamu bareng siapa?" Kata Mayu-sensei melihat Gumi tidak dapat pasangan. Poor you Gumi.. Eh? Tunggu.. Mikuo-kun juga belum punya pasangan! Dia cuma duduk dengan gaya dinginnya!
"Gumi bareng MIKUO-KUN!" Kataku berteriak. Mikuo yang sedari tadi diam langsung bangkit dari bangkunya.
"Ja-Jangan bercanda! Aku tidak mau dengan manusia wortel itu!" Kata Mikuo dengan rona merah.
BUUK!
Sebuah wortel mendarat di kepala Mikuo..
"AKU JUGA GA MAU BAKA!" Kata Gumi kesal dan mendekati Mikuo.
"Tapi kalau terpaksa mau gimana lagi!" Kata Mayu-sensei sukses buat dua-duanya terdiam. Gumi dengan terpaksa mengenggam tangan Mikuo sambil memandang sedih Gakupo yang bersamaaan dengan Luka. Matanya tiba-tiba sembab.
"Hiks.." Kata Gumi mulai menangis. Mikuo langsung menaruh jarinya di bibir Gumi.
"Ssst! Jangan biarkan kaca setempat pecah!" Kata Mikuo. Bagaimana dengan Gumi?
"BAAAAAAAKA! DASAR NEGI!" Kata Gumi sambil memukul Mikuo dengan wortel raksasa. Mayu-sensei tersenyum manis melihat hal itu.
"So~ Tugas kalian bikin poster bersama pasangan kalian!" Kata Mayu-sensei..
"Eh? Ga ada tambahan lagi!" Kata seorang gadis berambut biru dengan mata senada menggunakan syal –Kaiko-.
Buuk!
Pasangan Kaiko memukulnya dengan keras.
"Ga usah tambah-tambah tugas deh!" Kata pasangannya yang memiliki rambut coklat dengan mata senada. Telat.. Sekali lagi.. TELAT! Mayu-sensei tersenyum..
"Kalau begitu tugasnya ditambah dengan…..
Eh? Eh? APAAAAA?
-TBC-
Rani : Weeeeeeeeh~ Akhirna..
Mayu : Ih! Kok aku jadi berumur begitu!
Rani : Tau deh.. Bales Ripiu!
Hikarin Shii-Chii :
Hai~ ^^!
.
Sependek apapun itu.. Aku terima~
Ma, makasih koreksinya! Rani-chan ga bisa ngoreksi waktu itu.. Jadina Lupa~
Hehehe! Thanks RnR and keep RnR!
Ichigo Mei- Chan :
Hai!
Hehehe! Makasih~ Doakan mereka jodoh ya~
Thanks RnR and keep RnR!
Rani : Sigh.. Keep Review and Read please!
Rin : Maksudnya Review PLEASE and Read Please!
.
.
Keep or Delete?
Review please!
.
.
V
