My and My sister or brother Love

Summary : Rin bertemu dengan Len? Neru bertemu dengan Nero? Apa yang terjadi dengan mereka? RnR please!

Disclaimer: Vocaloid©Yamaha.

My and My sister or brother Love©Rani Konako.

Pairing: Rin X Len.

Genre: Romance.

Caution: Gaje, alur ga jelas,.


Gambaran ketiga : Cooking love..


"Kalau begitu tugasnya ditambah dengan…..

.

.

.

.

.

.

.

DEG!

DEG!

Ke-kenapa deg-degan gini dengan tugas yang mau dikasih Mayu-sensei.. Ayolah! Len! Kau harus tenang!

"Bagaimana dengan ciuman dan bikin masakan untuk para guru dimulai dari besok?" Kata Mayu-sensei.. Aku menghela napas.. Tu-Tunggu..

Tadi..

Mayu-sensei bilang..

CIUMAN?

BRAAK!

Seorang gadis berambut lumut dan bermata senada menggebrak mejanya dengan merona.. Kalau tidak salah.. Namanya Gumi.. Aku melihat Mayu-sensei tersenyum mengerikan.

"A! AKU TIDAK MAU DENGAN MANIAK NEGI INI! TIDAK!" Kata Gumi teriak dengan frekuensi tinggi. Seorang pemuda berambut honey blond yang poninya dijepit hanya mengeluh kesakitan dan menyumpah serapahi Gumi. Pasangannya yang memiliki rambut honey blond panjang hanya memasang wajah datar kepada Rinto. Mayu-sensei hanya tersenyum. Se-Sebenarnya aku tidak setuju dengan ciuman masal ini..

"Hn.. Begini saja~ Aku akan memberikan kalian semua tidak lulus.. Sayo

"MAYU-SENSEI! TUNGGU!" Kata pemuda berambut teal bernama Mikuo. Mikuo melihat ke arah Gumi dengan hangat.

"A, apaan kau!" Kata Gumi memalingkan wajahnya. Mikuo hanya tersenyum licik. Sepertinya dia menyimpan rencana..

"Baiklah.. Kalian semua mengantrilah.. Setiap pasangan masuk satu persatu~ Waktu istirahat akan kugunakan karna tadi salah seorang dari kalian protes~3!" Kata Mayu-sensei. Semua murid menatap Gumi dengan sinis.

"Gummmiii~~~" Ucap semua orang dengan nada seperti hantu kepada Gumi. Gumi langsung ketakutan setengah mati melihat mereka semua..

"Sensei.. Gimana kalau Gumi duluan and didepan kelas? Nanti kita semua entar aja.. Pas kita semua siap gitu.." Kata seorang gadis yang berpasangan dengan Gakupo –Luka-. Mayu tersenyum pelan.

"Boleh~" Kata Mayu tersenyum.

"EEEEEEEEEEH!" Kata Gumi tidak percaya. Semua menatap Gumi dengan seringaian devil.. Kecuali aku dan Rin.

"Ayo!" Kata Mayu lalu kebelakang dan menarik Mikuo dan Gumi.. Aku melihat keduanya merona hebat sampai mereka ada didepan kelas. Gumi dan Mikuo langsung memalingkan mukanya. Muka mereka berdua merona hebat. "Ayo dong cepetan~ Aku mau liat! Wajah kalian manis tau~" Ucap Mayu dengan wajah Yanderenya. Gumi dan Mikuo 'pun saling berpandangan.

"Gumi-san.. Memangnya kau mau?" Kata Mikuo sambil memalingkan mukanya. Gumipun menatap Mikuo dengan antusias.

"Tidak.. Ta, tapi mau gimana lagi.." Kata Gumi terbata-bata. Mikuopun mendekati Gumi perlahan..

(Normal POV)

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

Semuanya terlihat deg-degan melihat Mikuo dan Gumi.. Pintu sudah terkunci rapat dan jendela-jendela sudah ditutupi korden.. Sekarang adalah klimaksnya..

'Aku sulit untuk melakukannya..' Pikir Gumi dengan merona + Deg-degan..

'Aku.. Memang menyukai Gumi sih.. Tapi..' Pikir Mikuo dan mulai mendekatkan wajahnya ke Gumi.

Tok.. Tok..

Sebuah suara ketukan pintu terdengar oleh semuanya. Semuanya menengok ke arah pintu dan Mayu-sensei membukakannya dengan cemberut. Gumi dan Mikuo kembali ke bangkunya dengan menghela napas lega sekali.

"Halo Mayu-sensei! Nih ada undangan dari Riu-kun." Ucap pemuda itu santai. Mayu-sensei langsung menerimanya dengan senang hati. Lalu pemuda itu keluar kelas sambil tersenyum manis.

"Baiklah, sampai jumpa!" Ucap Mayu-sensei lalu keluar kelas. Para muridpun membereskan barang dan menuju pintu untuk istirahat..

Tapi..

'BREAK IS OVER! HIYAHAHAHA! RRRR!'

Em? Apakah kita salah dengar? Itu adalah ucapan seorang layaknya pembunuh.. Tapi kita lihat semua murid justru terpaku.

"MAYYYYU-SENSEI! KUKUTUK KAU!" Ucap murid-murid masuk kembali dengan kesal. Bahkan ada yang merusak meja, mencoret papan tulis dan mengambar Mayu-sensei lalu menusuk-nusuk kertasnya dengan pulpen yang nyaris hancur. Gumipun melihat ke arah Rin dan Len yang sedari tadi berpegangan tangan.

"Anoo.. Rin.. Aku tau kamu suka Len.. Tapi.. Bisa kalian berhenti pegangan tangan..?" Kata Gumi yang tersenyum jahil pada mereka. Rin dan Len langsung merona hebat dan melepaskan tangannya. Gumi sedikit terkekeh dan melihat ke arah Gakupo yang mengobrol dengan Luka. Matanya menatap sedih sampai dia mendapati Mikuo yang tiba-tiba berada dekat diwajahnya. "KYAAAAAAAAAAAA!" Ucap Gumi langsung memeluk Rin dengan muka takut dan pucat pasi.

"Mikuo-kun tidak boleh begitu.." Ucap Len. Mikuo melihat ke arah Len dengan tatapan dingin dan cueknya.

"Mang kenapa? Oiya gimana kalau kita berempat bikin kue barengan?" Kata Mikuo.

Hening seketika..

.

.

.

"Mikuo… Tadi aja kita ga sekelompok…" Ucap Rin yang merasa dicuekin dari tadi. Len dan Gumi mengangguk pelan.

"Ohh… Jadi Rin ma Len mau mesra-mesraan gitu? Inikan demi menjaga keperawanan Rin.." Ucap Mikuo seolah-olah seperti bapanya Rin.. 'He? Maksudna…' pikir Gumi lemot. Tiba-tiba muka Rin, Len, dan Gumi memanas.

"DDOOOOODOOOOOOOL! APA MAKSUD LO SIH!" Ucap Len langsung menyerang Mikuo dengan sebuah buku yang amat tebal. Mikuo langsung jatuh terkapar di lantai dengan muka merah. Gumi melihatnya dengan cuek abis sama seperti Rin.

.

.

.

"Duh… Jangan mukul aku dengan bukumu dong.." Ucap Mikuo mengeluh kesakitan dan bangkit dari jatuhnya.

"So? Nanti kapan kita bikin kue Len?" Ucap Rin dengan nada malu pada Len. Muka Rin memerah sama seperti Len. Gumi dan Mikuo cuma cengegesan gaje. "Kalian kenapa cengegesan?"

"Aku sih kebayang fic rated M.." Ucap Mikuo dengan wajah jailnya. Muka Gumi langsung memerah..

DUAK!

"BAAAAKAA! LO MAU RIN MA LEN *PPIIIIP* ! BAHAYA BAKA! KALAU LEN NGELAKUIN *PIIIIP* NTAR RIN *PIIIP*!" Ucap Gumi memukul Mikuo tanpa ampun. Semua orang dikelas mereka memandang dengan muka merona. Rin dan Len memalingkan mukanya dengan cepat.. 'Uuugh.. Apaan sih..' Pikir mereka berdua dengan muka merona. Sementara Gumi masih memukul Mikuo dengan wortel raksasanya.

ZRAAT!

Seorang gadis berambut twin teal dengan seorang gadis berambut kuning diikat kesamping tersenyum. Rin melihatnya dan tersenyum senang.

"Hai, Rin.. Apa kabar?" Ucap Neru yang menggotong seorang pemuda yang sudah pucat pasi. Len hanya terbelalak melihat orang itu.

"Nero-nii? Kok diseret gitu!" Kata Len lalu mendatangi Neru. Neru tersenyum puas.

"Ooh.. Jadi kamu yang namanya Len.. Nih! Aku balikin kakakmu yang 'pervert' ini!" Ucap Neru dengan menendang Nero. Len menaikan satu alisnya dengan cepat. Matanya masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Neru.

"Nero-nii itu ga pernah macem-macem ama cewe kecuali kalo ga sengaja.." Kata Len dan melihat ke arah Rin. Neru menatap tajam Len.

"JANGAN LU LIAT ADE GUA YANG VIRGIN ITU!" Ucap Neru dengan sinis. Len lalu melihat ke arah Rin dengan tatapan kaget.

"Ini.. Kakakmu.. Ri-Rin?" Ucap Len dengan nada horror. Rin mengangguk pelan sambil menyaksikan duel Gumi dengan Mikuo.

"Nih.. Temen baruku Len.. Neru yang galaknya mirip bant-

DUAK!

"Stop or I will kill you.." Ucap Neru sambil memukul kepala Nero. Nero merintih kesakitan.

"Eh! Kalian tu ya! Berenti nape berantemya! Orang kalian berdua ciuman aja masih ribut! Gimana kalo pacaran coba? EEEEEEH! ADEKU JANGAN DISIKSA DONG!" Ucap gadis bertwin teal –Miku- yang langsung mendatangi Gumi dan Mikuo. Muka Neru dan Nero langsung merona hebat. Len dan Rin cengegesan ga jelas.

"MIIKU! APAAN SI LO! ITU KECELAKAAN!" Kata Neru lalu memeluk orang disebelahnya.

Eh?

Tunggu..

Yang dipeluk Neru itu..

"Woi.. Trus kenapa kamu meluk aku? Neru.." Ucap Nero dengan nada lembutnya dan rona merah diwajahnya. Neru langsung terbelalak kaget dan melepaskan pelukannya.

"UDAH AH! GUE BENCI KE SINI! GUE PERGI! DAN MIKU! NEGI LU DI KULKAS GUE LUDES!" Kata Neru lalu membating suatu barang hingga hancur. Miku langsung lemes denger itu. Nero lalu menatap Neru yang pergi dan mengejarnya.

"Neru! Aku mau ngomong sebentar!" Teriak Nero sambil pergi.

Rin dan Len berpandangan dengan malu. 'Berarti.. Mereka sudah saling kenal..' Pikir Len.

"Ri-Rin.. Ntar kita bikin kuenya dimana?" Ucap Len dengan malu-malu. Rin menatap Len.

"Dirumahku saja.. Jam.. Ehmm.." Kata Rin terputus ketika dia mengingat ingat jadwalnya. 'Jam 12 pulang sekolah.. Aku pergi ke tempat Les trus aku langsung les sampe jam 5.. Naik kereta butuh 1 jam.. Hn..' Pikir Rin sambil memainkan jarinya. "Jam 7 PM aja.." Ucapan Rin membuat Gumi dan Mikuo menengok.

"Rin.. Lo.." Ucap Gumi bergetaran. Miku dan Mikuo melihat dengan tidak percaya.

"Eh? Emangnya kenapa? Kalian juga gitukan?" Kata Rin menunjuk Gumi yang lalu merona.

"Iya deh.. Aku nyerah Rin.. Baiklah Mikuo, ntar pulang sekolah kamu langsung jalan aja ma aku?" Kata Gumi dan disambut anggukan Mikuo. Mikuo langsung memalingkan mukanya karna.. Ia menganggapnya sebagai ajakan kencan.

"Maksudmu.. Pacaran ma Mikuo?" Ucap Rin dengan jailnya.

"GA LAH BAKA!"

ZRAAAT!

Ucapan Gumi langsung disambut dengan dibukanya pintu kelas. Miku langsung terbelalak dan keluar ruangan. Guru itu memiliki gigi yang tonggos dengan rambut berwarna hijau muda.

(Rin POV)

Fuh… Kenapa Ryuto-sensei si tonggos itu masuk segala sih? Padahal aku mau bahas bareng Len tentang kue yang akan kita bikin.. Tiba-tiba Ryuto-sensei mengeluarkan sebuah bungkusan biru dan melemparnya.. Kena padaku dan Len?

"Yang barusan dilempar bungkusan.. Kalian harus buat Kue untuk para guru besok.. Eh.. Saya belum selesai! Kalian semua juga akan saya atur untuk bikin Kue!" Ucap Ryuto-sensei dan mengambil bungkusan hijau dan mengenai Gumi dan Mikuo. Dasar.. Mereka mang jodoh.. Muka mereka berdua langsung memerah dan menengok ke arah lain.

2 jam 30 menit kemudian..

Sesudah aku bertukar nomor hp dengan Len. Aku melihat ke arah Ryuto-sensei.

"Ok… Gumi with Mikuo, Rin with Kagaminera and blablablablable.." Kata Ryuto-sensei yang mencatat dengan cepat karna waktu pulang akan segera tiba. Huft.. Akhirnya hari ini ga belajar karna main lempar bungkusan oleh Ryuto-sensei..

'Ting tong teng!'

Bel sekolahku berbunyi.. Oohhhhhh.. Waktunya pulang! Dengan cepat aku membereskan barangku dan berlari menuju pintu..

Grep!

"Ri-Rin.. Bisa bicara sebentar?" Ucap seseorang yang mengengam tanganku. Aku menengok dan melihat..

PEEEESH!

Len sedang merona. Ah….. Kenapa aku? Kenapa mukaku panas? Rin… Sungguh kau sedang tidak normal..

"Um.. Jangan sekarang!" Kataku membanting tangan Len dan pergi.

(Len POV)

Barusan Rin.. Membanting tanganku? Kenapa… Dia..

Pok!

"Aku mengerti Len.. Tapi jangan pernah menyerah ya?" Ucap seseorang menepuk pundakku. Ia memasang wajah cueknya. Mikuo memang dingin ya? "Apa kau mau main ke rumah Gumi? Aku butuh teman nih.."

"Kenapa kau malu bersama Gumi?" Ucapku.

"Ti-ti-tidak! Aku hanya.. Geez.." Kata Mikuo mulai salah tingkah. Aku tersenyum pelan.

"Maaf ya! Aku ga mau.. Ayolah.. Itukan kesempatan emas Mikuo~" Ucapku sambil menyikutnya.

"Ta-tapi.. Diakan.. Suka Gakupo.." Kata Mikuo menunjuk orang berambut ungu panjang. Dia tersenyum bersama seorang gadis berambut pink panjang.. Oh.. Itu yang namanya Gakupo.

Aku melihat Mikuo menatap Gumi yang memandang sedih dengan senyum pahit.. Aku tidak suka suasana begini..

BRUK!

Aku mendorong Mikuo dengan cepat dan membuat Gumi kaget.. Sekarang mereka berdua dalam posisi.. Mikuo diatas dan Gumi dibawah.. Muka mereka berdua memerah hebat. Mikuo lalu langsung berdiri dan memalingkan mukanya.. Gumi masih dgn posisi yang sama dengan mata kaget. Hening..

1

2

3

4

5

"MIKUOOO! BAK-.." Mikuo langsung menutup Gumi dan membawanya keluar. Aku melihat mereka dengan geleng-geleng dan pulang.

Jam 7.00 PM….
Akhirnya aku pergi dan menunggu Rin di taman Raloid. Hn.. Tapi kenapa Rin maunya aku datang jam 7 P.M.? Apakah dia ada acara dengan keluarganya? Pokoknya aku disuruh datang oleh Rin jam segitu sih..

"Len~~~~!" Aku mendengar suara seseorang. Aku menengok dan melihat gadis dengan kaos berwarna kuning muda dengan celana panjang berwarna hitam. Memakai jaket berwarna hitam. Dia tersenyum manis padaku.. Memperlengkap gaya kerennya ditambah manisnya.. 'Len.. Bisakah kau berhenti melihat Rin?' Pikirku lalu menendang batu kecil.

"Ri-Rin.. Jadi kita kerumahmu ya?" Ucapku canggung.

"Ya lah! LET'S GOOO!" Kata Rin lalu menarikku entah kemana.

(Rin POV)

Cihuy~ Akhirnya! Aku membawa 'orang' pertama ke rumahku! Wihiw~!

Akupun menarik Len dengan cepat dan ngebut menuju rumahku.

-15 menit-

Akhirnya aku sampai dirumahku. Dengan cepat aku melepaskan tanganku.

BRRRRUKKKKKK!

Len terjatuh dengan sangat tidak elit. Aku panik melihatnya. Wajah Len begitu pucat dengan tambahan kesan horror disekitarnya. Aku lalu mengangkat Len menuju kamarku..

Kreeek..

Aku membuka pintuku pelan.. Tenang saja.. Hari ini Neru-nee bilang kalau dia ada urusan hingga dia menginap dirumah Nero-nii.. Eh? Memang kelihatannya aneh kenapa Neru-nee bermain dirumah Nero-nii hingga bawa baju ke sana. Mencurigakan bukan?

"Phew.." Ucapku sambil membaringkan Len dikasurku. Aku lalu mengamati Len seksama. Wajahnya begitu tampan, dia memakai jaket berwarna hitam dengan kaos merah. Arrgh.. Lagi-lagi mukaku memanas. Aku lalu keluar kamar dan menuju dapur.. Hn.. Lebih baik aku menyiapkan peralatan-peralatan dan bahan buat bikin kue..

"Rin.." Ucap seseorang lembut dibelakangku.

DEG!

"Le-Len.. Kau sudah sadar?" Kataku sambil menengok melihat Len sedang melihat dapurku.

"Jadi? Kita bikin Roti saja? Atau..

"Kau benar! Kita bikin roti saja!" Ucapku lalu menepuk pundak Len. Aku melihat Len tersenyum lembut. Rin.. Kau perlu air es sekarang..

"Hn.. Berarti kita perlu 500 grams tepung terigu cakra, 2 butir kuning telur, 1 bungkus pengembang/ fermipan, 5 grams garam, 1 sendok makan susu kental manis, kira-kira 200 cc susu cair, 100 grams gula, 50 grams mentega dan mungkin sosis, meses, dan pelengkap lainnya." Kata Len panjang lebar. Aku menengok dan melihat Len sedang duduk dengan tenangnya. Dia tidak membaca apa-apa.. Tapi kok tahu bahannya?

"Len.. Kau tau dari mana?" Kataku heran. Len menatapku.

"Hn.. Aku sering bikin ma Nero-nii.. Dia jago banget masak." Kata Len mendekatiku. Dia lalu melihatku. Apa sih yang dia lihat?

"Sudah siap? Ayo kita bikin?" Kata Len tersenyum. Aku mengangguk dan tersenyum.

Len lalu mengaduk semua bahan-bahan yang sudah kusiapkan. Aku menuangkan susu cair lalu diaduk merata dan Len meneruskan mengaduk sampai adonan menjadi tidak kalis/ lengket.

"Huft.. Sudah tidak kalis lagi Rin.." Ucap Len yang sepertinya kecapaian dan dia lalu menuju kran dekat dapur. Dia lalu mencuci tangannya yang penuh dengan adonan yang menempel. "Kayaknya kita harus menunggu 30 menit untuk melihat pengembangnya." Kata Len mendekatiku dan mengambil tepung terigu yang berada didekatku.

"KYAAAAA!" Aku menjerit ketika Len menepungiku pas di wajah dan rambutku. Terlihat seringaian jahilnya.

"Len jahat! Lihat! Tepungnya nempel! Akh balas dendam!" Kataku lalu membuka bungkus tepung terigu cakra yang baru dan menumpahkannya pada Len.

"RIN! Aku ga ada baju lagi!" Ucap Len melihat bajunya dengan horror dan memengang rambutnya yang telah terlumuri tepung. Dia lalu menatapku sinis. "Perang Terigu dimulai.." Kata Len lalu menumpahkan tepung terigu di bajuku. Huuuuwa! Lihat betapa kotornya aku!

"LEEEEEEN!" Kataku kesal. Lalu berusaha membalasnya dengan siraman tepung yang lebih banyak. Tapi Len gampang sekali menghindar dariku.

"Weeek!" Ucap Len sambil menjulurkan lidahnya yang membuatku kesal. Akhirnya terjadi kejar-kejaran antara kami hingga memakan batas waktu pengembangan roti. Geeez..

"AKU MAU MANDI! TITIK!" Kataku lalu dicegat oleh Len.

"Sama aku ya?" Kata Len dengan nada menggoda. Mukaku merona.

"GAA LAAAHHHHH! BAKALEN!" Kataku lalu menuju kamar mandi. Saat aku menuju kamar mandi aku mendengar kekehan Len. Geez.. Dasar baka!

-30 menit-

"Huft.." Ujarku saat keluar dari kamar mandi. Aku lalu menuju dapur dan aku melihat Len duduk di sofa. Aku menghampirinya dan melihat Len yang rambutnya basah dengan…

Telanjang dada..

.

.

.

!

"Eh.." Ucapku sembari melihat Len dengan tidak percaya. Mukaku memanas hebat. Wajahnya sangatlah tampan dengan dada bidang dan ikatan rambut yang dilepas yang mengumpeti keshotaannya dengan pasti. Uugh.. Kini aku melihat Len yang telah seperti lelaki sesungguhnya. APA YANG KUKATAKAN SIH! "Geez.. Ternyata dia membersihkan wajahnya dengan air di keran toh.." Ucapku dengan merona dan duduk disebelahnya. Aku lalu menatapnya hangat..

"Ngg.." Kata Len lalu memelukku dengan tidak sadarnya. Badannya sangatlah hangat.. Uugh..

Peesh..

Sial.. Aku tidak bisa lepas dari pelukan Len.. Bagaimana ini? Rasanya tidak enak kalau aku membangunkannya.. Ayolah Rin.. Bangunkan saja Len..

"Len.. Len.. Lepaskan aku.." Ucapku sambil berusaha melepaskan pelukan Len. Yah.. Akhirnya aku berhasil lepas dari pelukan.. Tapi entah kenapa Len masih tidur. Dasar kebluk..

Puk!

Dan sekarang kepala Len berada dipundakku tercinta.. Ouch.. Len.. Bangunlah kau!

"LEN!" Ucapku mulai kesal. Akupun langsung berdiri dan melihat kepala Len jatuh ke sofa.

"Auch.. Apaan sih.." Kata Len lalu mengelus kepalanya sambil melihatku.

"Kau tau tidak sih! Tadi kau tidur? Hingga memelukku.. Ups.." Ucapku keceplosan. Len melihatku dengan merona.

"A-aku memelukmu? Ma-maaf Rin.." Kata Len memalingkan wajahnya. Berusaha menyembunyikan wajah meronanya.

"Geez, setidaknya bisa kau kenakan jaketmu atau kaosmu?" Kataku. Len menggeleng. "Kau bisa masuk angin jika malam-malam tidak pakai baju.."

"Alasannya.. Bajuku dan Jaketku basah karna kucuci di kran itu.." Ucap Len sambil menunjuk kran dapur.

"Baka.. Aku tidak mungkin tertipu.."

"Serius Rin.."

"Baka! Sudah kubilang aku tidak percaya!"

"Aku serius.. Kalau kau tidak percaya lihatlah diluar.."

Aku lalu menuju arah pintu. Dengan tersenyum pelan.

"Kalau kau bohong aku beri kau hukuman!" Ucapku lalu melihat ke arah Len dengan mata sinis. Len menatapku jahil.

"Ha? Baiklah? Kau akan kuhukum jika aku benar.. Hn.. Adonannya sudah mengembang.." Kata Len lalu melihat adonan kue. Huuh! Kau berusaha menipuku..! Akupun membuka pintu dan melihat..

"Gimana?" Ucap Len.

"You right.." Ucapku horror melihat kaos dan jaket Len yang berada diluar. Aku mendengar kekehan Len yang lumayan bikin aku malu. Uuuuugh.. Kena hukuman deh..

"HACIH!" Aku mendengar seseorang bersin. Aku menengok ke arah Len dan melihatnya memeluk badannya sendiri. "Dingiiiiiin! Tutup pintu itu!"

"Hn.. Baiklah.." Kataku lalu menutup pintu itu. "Len ambillah baju dikamarku.. Sesukamu mau yang mana.." Ucapku lalu Len hanya mengangguk pelan dan menuju kamarku.. Aku lalu melamun selama 10 menit..

Wech..

TUNGGU!
ITU! BERBAHAYA!

Dengan segera aku menuju kamarku dan tanpa mengetuknya aku membuka pintunya.

"LEN! Biar a-" Kata-kataku terputus melihat Len yang sedang ganti baju.. Muka Len memerah.

"Rin.. Ke-Keluar!" Kata Len. Aku langsung keluar dari kamarku dengan merona hebat. Huwwaaaaaaaa! Aku melihat Len sedang ganti baju? DASAR BAKA! Untung dia baru mau membuka celananya.. Kalau tidak.. Hiiiiii.. Tamatlah riwayatku!

Kreek..

Aku lalu melihat Len yang masih merona. Aku langsung menunduk.

"Gomennasai.. Len-sama.." Kataku menunduk. Len lalu mengacak rambutku.

"Ti-tidak apa-apa.. Sekarang ayo bikin roti.. Ehem.." Ucap Len masih merona. Uugh.. Go-gomennasai Len.. "Baiklah ayo kita bikin adonannya dan setelah itu kita menunggu adonannya mengembang dan memanggangnya."

"Oki doki~" Ucapku lalu membuat adonan berbentuk dan diberikan isi bersama Len.

-1 jam kemudian-

Akhirnya adonanpun ditaruh di oven dan..

"Rin.. Aku pulang yah? Ntar kamu saja yang masukan rotinya kedalam tempat makanan." Ucap Len.

"Eeeeh? Ya deh.." Ucapku agak kecewa. Tiba-tiba Len mendekatiku dan mencium pipiku.

"Jaa~ Rin-chan!" Ucap Len lalu keluar dari rumahku.

1

2

3

4

5

PEEESH!

Barusan Len mencium pipiku.. Kenapa mukaku memanas! Ahhh! Sudahlah! Ayo tunggu adonannya dan tidur!

-Disekolah keesokannya- Dikelas-

ZRAAAK!

Aku membuka pintu dan melihat Gumi yang tumben-tumbenan tidak memelukku? Aku lalu mendekati Gumi dan duduk disebelahnya. Mukanya memerah.

"A, ada apa Gumi?" Kataku.

Zraak!

Seseorang membuka pintu kelasku lagi. Ya dia Mikuo.

BRAAK!

Gumi menggebrak mejanya dan mendekati Mikuo.

"Aku tidak akan memaafkanmu!" Gumi berteriak dan meninggalkan kelas. Sementara Mikuo duduk dan memijat pelipisnya. A, apa yang terjadi sih?


-TBC-


Rani : Naa.. Akhirnya apdet juga..

Rin : Rani-san? Kamu besok-besok ga bisa apdet cepet cerita yah?

Rani : nee.. Aku mau UAS.. Ya udah bales Review!


Kyon Kuro Black:


Eh, Mayu itu ditakutin ma kepala sekolah loh~

Makanya kepala sekolah sama sekali ga berkutik~

Terjawab kan?

Makasih udah di fave dan Reviewnya and keep RnR please!


orang-tnp-nama- karakuri burst fans.


Yoi~ Ini udah dilanjut!

Thanks review, semangatnya and keep RnR nyo!


Rani : Hen.. Review please! Review itu semangatku loh!

Rin : Ya Review please!

Len : Aku ikut deh! Review ya!