Muahahahahaha udah ampir setahun fic ini ditelantarkan muahahahaha #sarap

Setelah puyeng dengan soal latihan olimpiade bio, UTS, IPS, Lat UKK, UKK, bagi rapor … . Inilah chapter 2!

Balesan review yang ga login (sisanya PM):

#Yunna Michi males login: Thx reviewnya! Aduh, aku jadi mikir; beneran ga ya motor Yamato Absolut Revo? Haha. Yang Enma, mentok idenya. Paling mentok Riku, makanya garing. Tadinya mau pake nomor punggungnya, cuma pas ngetik gak inget. Gak jadi deh. RnR lagi?


AN EYESHIELD 21 FANFICTION
EyeShield 21© Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
Investigate: Police Number! © Just 'Monta –YukiYovi
Story by : Yovi; dengan bantuan Yuki (makasih, cuy!)
Beta-ed by : Salmahimahi—for chapter 1(thanks Bro! XD)
Warning : GJ, mungkin OOC, Author's POV di awal lalu berlanjut ke Riko's POV, SETIAP CHARA DI SINI PUNYA MOBIL/MOTOR, ada selipan bahasa gaul, mungkin typo, dll.
Let's Start!


Investigasi Riko Kumabukuro belum berakhir; dia masih harus mewawancarai cukup banyak pemain american football. Berhubung para pemain yang 'sulit diajak negoisasi' seperti Agon dan Hiruma sudah diwawancarai, Riko bisa sedikit tenang sekarang. SEDIKIT, ya. Gaou belum diwawancara sih.

Liat keadaan Riko di Takekura Construction Babels yuk!

-\(._.\) (/._.)/-

Riko's POV

Takekura Construction Babels.

Hai, aku Riko. Sekarang aku sedang di Takekura Construction Babels. Dan—OMG—susah banget ngebujuk Musashi supaya menghentikan kerjanya—walau cuma 10 menit. Dia ada proyek penting, katanya. Tapi tentu aja aku nggak nyerah; mental reporter ini kudapat dari ayah.

"Ayolah, hanya 10 menit, kok," bujukku lagi.

"Tidak bisa, proyek ini hanya diberi waktu sedikit, tahu," ujar Musashi sambil terus memberi komando pada yang lainnya.

"Kamu 'kan tahu kalau hasil wawancara ini akan menentukan nasibku sebagai reporter."

"Kamu 'kan tahu proyek ini tidak boleh membuang waktu barang 10 menit sekali pun."

Aku menghela napas. Aku tahu Musashi bukannya tidak mau membantuku; dia hanya sedang sibuk. Otakku—yang pas-pasan—berpikir. Apapun itu pokoknya aku harus mendapat semua data yang kubutuhkan hari ini. Kemarin pergi ke dua universitas saja sudah capek, masa' mau ditambah 'jadwal capek'nya? Iiih, ogah.

"Gimana kalo gini," ujarku akhirnya, "nanti kamu SMS kapan jam kerjanya selesai—atau kapan kalian istirahat, nanti aku nanyanya lewat telepon."

Musashi diam sebentar. Aku sudah cemas, otakku mentok kalo disuruh mikir cara lain.

"Oke," balas Musashi sambil tersenyum sedikit. ASIIIK! Aku udah seneng banget, tapi dia masih melanjutkan, "sekarang pergilah. Hush."

… .

Huhuhuh … .

-\(._.\) (/._.)/-

Universitas Shuuei.

Fyuh, setelah argumen panjang dan aku diusir Musashi, aku pergi ke sini; Universitas Shuuei. Dari tampang sekolahnya aja, udah ketahuan ini universitas elit. Sekarang sih masalahnya bukan elit atau gak elit—di mana Takami dan Yukimitsu?

Bingo, itu dia! Buru-buru mereka kupanggil, mumpung masih barengan.

"Takami! Yukimitsuuu!" teriakku sambil melambaikan tangan. Belakangan aku menyadari tatapan aneh mahasiswa lain di sana. Mereka melihatku dengan tatapan aneh—seakan mengatakan, 'Ih apaan sih?'.

"Loh, kamu Riko Kumabukuro 'kan? Anak reporter Kumabukuro?" sapa Yukimitsu saat dia melihat ke arahku. Takami ikut menoleh, lalu tersenyum padaku.

"Iya; aku Riko Kumabukuro!" kataku sambil membungkuk, "Boleh minta waktunya sebentar? Kalian sibuk ga?"

"Sebentar lagi ada praktek, sih. Tapi ga masalah kalo cuma sebentar. Mau ngapain emangnya?" ujar Takami menatapku yang siap dengan peralatan wawancara.

"Mau nanya nomor polisi kendaraan kalian, boleh 'kan?" kataku dengan pandangan berharap. Masalahnya aku nggak bisa jurus puppy eyes sih.

"Silakan aja. Nopol mobilku QB 3 IT." Takami yang barusan menjawab. Jadi curiga, IT-nya itu Ichiro Takami atau Ilmu Teknologi yah?

"Kalo Yukimitsu?" tanyaku sambil melihat ke arahnya.

"Mobilku; WR 16 MY," jawabnya. Oh, my, my … . Mwahahaha.

"Oke, makasih ya! Sukses prakteknya! Aku pamit," ucapku melambaikan tangan lagi.

"Ya, makasih," kata Takami dan Yukimitsu. Calon dokter memang elit ya … .

Ngomong-ngomong ntar kalo aku berobat ke mereka dikasih diskon gak ya?

-\(._.\) (/._.)/-

Drrrttt … drrrttt … .

Tubuhku yang lagi mengendarai motor serasa membeku—suara apa barusan? Senjatanya Hiruma 'kah?

AAAAAHHHHH—

—ternyata suara HPku yang bergetar. Jadi malu.

Saat kulihat, ternyata SMS dari Musashi. Dia bilang—atau mengetik—sekarang dia lagi istirahat dan aku boleh meneleponnya. Aku menepikan motorku. Waktunya menelepon!

"Halo? Musashi?" sapaku ketika ada indikasi panggilan terangkat.

"Ya," jawabnya.

"Jadi … udah istirahat 'kan ya?"

"Perlukah aku mengulanginya?"

"Umm nggak kok. Peace. Nah, nomor polisi-mu berapa?"

"Mobil, ya. K 11 GT."

"Sip. Eh, Kuroki, Togano, Onihei, Gaou, Tetsuma, dan Kid ada di sana? Ada 'kaaan? Tolong tanyain nomor polisi mobil atau motor mereka dong. Baik deh."

"Ya, ya. Bentar."

Hening sebentar. Senangnya diriku, wawancara ini bentar lagi beres!

"Nah, motor Kuroki; L 52 KK. Motor Togano; L 53 ST. Motor Onihei; LM 71 YO. Gaou nggak pake mobil atau motor, begitu juga Kid dan Tetsuma."

"Oke. Makasih, ya! Sukses deh kerjanya!"

"Hm."

Telepon ditutup. Untung sebentar teleponnya—kalau lama nanti pulsaku habis … .

Aku mengecek kembali data yang sudah kuperoleh selama ini. Universitas Saikyou udah, Universitas Enma udah, Universitas Shuuei udah, Takekura Construction udah. Universitas Zokugaku belum ya. Ah, berhubung cuma ada Habashira, mending SMS aja deh.

'Halo. Aku Riko Kumabukuro, reporter dri mjalah Monthly American Football. Aku dmnta mncari tw nopol para pemain American football. Jdi aku mw nnya, nopol mobil/mtor kmu ap? Thx.'

Sudah cukup membujuk dan sopan belum ya? Tau ah. Kirim aja.

5 menit kemudian baru ada balesan. Gak masalah sih disuruh tunggu 5 menit—lumayan, ngadem. Aku mulai membaca SMS—yang syukurlah dari Habashira.

'Keh, ngrpotin. Y udh, nopol mtorku M 36 U. Jgn SMS lgi cma bwt blg mkasih. Gk pnting, aku mw ltian skrang.'

Hah? Kenapa nopolnya M EG U? Jangan-jangan mereka udah pacaran lagi? Ckck. SMS-nya rada kasar sih, tapi ya udahlah yang penting datanya dapet. Dan sesuai permintaannya, aku ga SMS dia lagi.

Tujuan berikutnya; Universitas Ojo.

-\(._.\) (/._.)/-

Universitas Ojo, klub American Football.

Dalam waktu singkat, mataku berhasil menemukan Sakuraba, Shin, Otawara, dan Wakana. Ngg, kurasa sebaiknya aku pakai masker. Bilang aja lagi pilek. Untuk antisipasi you-know-what.

"Halo, selamat siang!" Aku mulai menyapa mereka. "Aku Riko Kumabukuro, reporter dari majalah Monthly American Football."

"Selamat siang! Lama nggak melihatmu. Ada apa ya?" ucap Wakana.

"Aku diminta mencari tau nomor polisi kendaraan para pemain american football. Jadi, boleh aku tau nomor polisi kendaraan kalian?"

"Boleh, boleh! Nomor polisi mobilku M 40 KW. Shin sih, lebih suka olahraga dari rumahnya, jadi nggak pake mobil atau motor," jelas Wakana. Shin mengangguk membenarkan sambil sit-up.

"Eh, ngomong-ngomong, kenapa kamu pake masker?" tanya Wakana.

"A—ahaha, aku lagi pilek." Aku menjawab diikuti anggukan mengerti dari Wakana.

"Umm, Sakuraba nopolnya berapa?" lanjutku.

"Nopol mobilku WR 18 HS." Sakuraba menyahut.

"Thank you. Otawara gimana?" tanyaku sambil celingukan.

"BAHAHAHA!"

Bruuut!

Ugh. Pake masker pun nyaris nggak mempan menghadapi 'serangan' Otawara. Tapi kelihatannya Shin dan yang lain biasa aja tuh. Tiap hari ngadepin yang begini sih.

"Eh—ukh—nopol kendaraanmu apa?" Aku mencoba bertanya di tengah bau something ini.

"Aku nggak pake kendaraan apa pun! BAHAHAHA!"

"Ya udah, maka—"

Bruuut!

"—sih … . Aku pamit ya," ujarku lemas sambil melambaikan tangan dan pergi. Huek.

-\(._.\) (/._.)/-

Author's POV

Sampai di parkiran motor, Riko Kumabukuro mengambil napas banyak-banyak—setelah sebelumnya membuang masker yang tadi dia pakai.

"Fuuuh, leganya. Akhirnya investigasi ini selesai juga … ." Riko bergumam sambil mengambil helmnya.

—Tunggu! Ini belum selesai! Ada satu orang lagi yang belum kamu tanyain, Riko!

Riko tersentak. Dia merasa mendengar suara orang. Tapi masalahnya di tempat parkir cuma ada dia sendiri.

"Me—memang siapa lagi?" tanya Riko ketakutan.

Kamu sendiri lah! Apa nopolmu?

"Nopolku … ?" Riko tersenyum jahil. "Hehehe, rahasia dong."

Riko memakai helmnya dan menaiki motornya. Tidak sampai tiga menit dia sudah pergi dari parkiran motor.

Bah. Gak dikasih tau deh. Ya sudahlah, sebenarnya aku tau nopol motornya. Kekeke.

.

.

THE END

.

Tertera di belakang motor Riko Kumabukuro

IM 121 KO

.

.

Berapa bulan saya ga update? Nyahahhahaha

Nyaris setahun, Hm? Saya lagi ga niat sih. Tapi berhubung nilai rapor cukup bagus jadi semangat XDD

Review/Concrit/Flame please? Thx.