Fandom : durarara !
Disclamer : Narita Ryohgo, the story is mine XD
Summary : Shizuo memutuskan tali perselisihannya dengan Izaya dan menggantinya dengan ikatan resmi yang terucap pada janji disebuah altar pernikahan.
Author : yeeeyyy kembali lagi XD *gandeng sepasang pengantin*, semoga cerita ini menghibur para reader's semua~
Warning : ooc, yaoi, maybe no sense of humor, dan lain-lain
Enjoy reading~
Don't like, don't read
At Izaya's apartement
Seseorang lelaki jangkung berdiri didepan pintu. Dia nampak canggung. Sesekali ia dekatkan tangannya ke tombol merah kecil didepannya. Namun, beberapa detik kemudian dia menariknya kembali. Dia sepertinya gugup. Lihat saja, cuaca musim gugur kan tak panas tapi dia malah berpeluh-peluh seperti itu. Berkali-kali dia bergumam tak jelas dan berkali-kali pula dia selalu menepuk jidatnya kesal. Sebenarnya apa yang dia lalukan? Mari kita lihat.
"Izaya, ayo kita beli baju eerr pengantin bersa_" dia menepuk jidat. Dan dia bergumam."Kenapa aku tak bisa bicara dengan normalnya saja sech!" geram Shizuo.
"Ehem…Izaya maukah kau_"
"Masa' seperti itu, itu seperti orang melamar bodoh!" Shizuo berputar-putar didepan pintu sambil meikirkan sejuta kalimat ajakan. Tiba-tiba pintu terbuka.
Shizuo melonjak kaget. Dilihatnya siapa yang membuka pintu tadi. Seorang pria raven, yang memakai baju serba hitam, bermata merah dan tak lupa hoodie bulunya.
"Shi-shizu-chan, sedang apa kau disini?" tanya pria raven itu.
"Aku mau mengajakmu membeli baju." Shizuo nyengir.
"Bisa diundur besok, aku harus bekerja, Shiki tadi menghubungiku." Jawab Izaya apa adanya. Shizuo nampak kecewa.
"Kau lebih memilih Seme-abadi-mu atau Shiki?" Shizuo mendelik kearah Izaya.
"Tapi Shizu-chan peekerjaanku juga penting, kita bisa membelinya besok, atau kau bisa membelinya sendiri, nanti ukuran bajuku kau kira-kira saja." Jelas Izaya.
"Cih, kalau itu maumu." Shizuo pun pergi meninggalkan Izaya."Lihat saja nanti, kutu!" Shizuo bergumam, dengan seringai menyebalkan khas Izaya.
At butique
Karena Izaya lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya. Akhirnya Shizuo mengaja Celty untuk membantunya memilih baju.
"Menurutmu gaun mana yang cocok dengan kutu loncat itu?" tanya Shizuo yang melihat-lihat gaun yang terpajang disana.
Celty mengetik di PDA-nya.[Mungkin, gaun putih dengan pita-pita itu akan terlihat manis jika Izaya yang memakainya.] sembari menunjuk ke gaun yang ia maksud.
"Itu kurang ke-cewe-cewe-an." Ujar Shizuo. Shizuo kembali melihat-lihat gaun disana, matanya tertuju pada gaun pink dengan aksen pita besar didada. Dan kalau dilihat dari atas gaun itu akan terlihat seperti bunga yang sedang mekar (?)."Bagaimana dengan ini?" tanya Shizuo pada Celty.
[Apa itu tidak terlalu feminin untuknya?]
"Ini cocok untuknya, emmm kurasa kau benar." Shizuo mengembalikan gaun itu. Matanya kembali tertuju pada sebuah gaun. Gaun itu warnanya cenderung agak merah, gaun yang simple memang tapi Shizuo rasa gaun ini cocok jika dipakai Izaya. Dan akan terlihat manis kalau dipasangkan dengan buket bunga mawar merah.
"Ini pilihanku!" seru Shizuo.
[Dia akan terlihat anggun menggunakan itu.] komentar Celty.
At Izaya's apartement
"Paket untuk tuan Orihara!" teriak seseorang dari luar. Izaya keluar dari ruang kerjanya dan menuju asal suara. Dan dia mulai membuka pintu.
"Paket? Untukku?" tanya Izaya agak bingung mendapati kotak persegi panjang yang besar dan lebar.
"Iyup, sekarang tolong tanda tangan disini." Kata laki-laki pengantar paket itu sambil menyodorkan buku kecil kearah Izaya. Izaya menandatanginya dan paket besar itu sekarang telah berpindah tangan.
Izaya kembali masuk ke dalam rumahnya.
"Ini isinya apa yah?" gumam Izaya yang sedari tadi memperhatikan kotak persegi panjang yang telah ia tidurkan dilantai (?). Dddrrtt. Ponselnya bergetar. Menandakan ada e-mail masuk.
Click. Izaya menekan tombol open pada ponsel flip-nya.
From : Shizu-chan
Subject : paket
Hei kutu, apa paketku sudah kau terima?
"Hooo~ ini dari Shizu-chan toh." Gumam Izaya.
To : Shizu-chan
Subject : (none)
Ini darimu ya Shizu-chan, besar sekali, isinya apa?
Beberapa detik kemudian.
From : Shizu-chan
Subject : paket
Buka saja sendiri, kutu! Kalo aku yang bilang bukan surprise namanya :3 3
Karena penasaran, Izaya pun buru-buru membuka paket itu. Namun, belum semua terbuka ponsel Izaya kembali bergetar. Dddrrtt.
From : Shizu-chan
Subject : (none)
Jangan protes, kau harus mau memakainya, aku tak mau mendengar alasan keluar dari mulutmu. Oya nanti jam 4 aku akan menjemputmu. Satu lagi, saat aku sampai kesana, kau sudah harus mengenakan itu.
Izaya semakin penasaran. Dengan satu robekan yang sedari tadi bersembunyi dibalik kertas bungkus. Akhirnya terbuka sempurna. Dan sukses membuat Izaya sweatdrop.
"Apa-apaan ini!" teriak Izaya horor sambil menunjuk paket yang berisi kain berwarna merah maroon. Dengan bunga-bungaan yang bertabur dikain itu. Ponsel Izaya kembali bergetar.
From : Shizu-chan
Subject : (none)
Kau suka :D? itu yang milihin aku loh :D
(warning shizuo mulai OOC berat*dilempar vending machine*)
To : Shizu-chan
Subject : (none)
Apa-apaan kau hah! Aku tidak mau pake gaun!
Beberapa saat kemudian
From : Shizu-chan
Subject : (none)
Siapa yang melamar duluan :P
Lagian kau juga uke-ku jadi nurut saja sama seme-mu ini, aku yakin kau cocok menggunaka gaun pilihanku :D
Izaya sibuk ngedumel ria dikamarnya sesekali dia menyumpah-nyumpahin Shizuo.
"Dasar protozoan, mati saja sana!" teriak Izaya sambil menatap gaun maroon yang masih tertata manis didalam kotak persegi panjang itu."Eh jangan! Nanti kalau Shizu-chan mati aku nggak jadi nikah donk, tapi masa' iya aku harus memakai pakaian laknat itu! Mau dibawa kemana mukaku!" Izaya kembali ngedumel ria.
4.15, at Izaya's apartement
"Oi kutu!" teriak seseorang dari ruang tamu."Lama sekali kau!" akhirnya kesabaran Shizuo habis. Dia beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar Izaya. clek. Shizuo membuka pintu kamar Izaya.
"Hei jangan main masuk aja!" teriak laki-laki yang err tengah memakai gaun.
"Kau terlalu lama, sebenarnya apa yang kau laku_!"ucapan Shizuo terhenti. Mulut Shizuo sedikit menganga melihat Izaya yang terlihat anggun dengan gaun yang ia kenakan sekarang. Izaya terlihat manis dan errr cantik dimata Shizuo.
"Oke ayo kita berangkat sekarang." Izaya berdiri. Dan mulai melangkahkan kakinya. Karena eh karena gaun yang Izaya kenakan terlalu panjang untuknya, kaki ramping Izaya tak sengaja menginjak gaunnya sendiri. Dan alhasil dia terspleset dan nyaris jatuh jika kalau tak ada Shizuo yang menangkapnya.
Shizuo memandang lekat-lekat wajah Izaya. Izaya merona. Shizuo mendekatkan wajahnya. Cup. Shizuo mencium bibir Izaya. Ciuman itu tak bertahan lama hanya beberapa detik saja setelah itu Shizuo mengakhirinya. Izaya nampak kecewa.
"Ku simpan ciumanku untuk malam pertama kita." Shizuo menyeringai. Izaya memanyunkan bibirnya.
"Ayo kita pergi sekarang." Kata Shizuo sambil menggandeng tangan Izaya.
"Ne, Shizu-chan, masa' Iya aku harus menggunakan gaun." Keluh Izaya.
"Jangan cerewet, kutu."Shizuo mengeluarkan ponselnya.
"Kami sudah siap, kau boleh kesini sekarang." Shizuo mengakhiri percakapan telephone-nya.
"Kita mau kemana Shizu-chan?"
"Mau foto pre-wedding!" ucap Shizuo semangat sambil menggendong Izaya ala bridal style dan berlari keluar apartemen Izaya.
Bersambung XD
Semoga ini lebih menarik :)
Mau lanjut lagi? Review lagi yaahhh XDD
kritik saran sangat membantu :D
Terima kasih bagi yang sudah baca dan review, mav g' bisa panjang, takut ngebosenin DX
Thank's to : Al-Mcs, Oohara, kiriohisagi, HarunoZuka nggak login, saya tunggu reviewnya lagi :)
Oohara : iyaaaa…saya baru nyadar waktu dipublish, ternyata typo-nya banyaaaakk DX
HarunoZuka nggak login : seperti yg syakatakan diatas, kalo ceritanya panjang takut ngebosenin DX
Oya ada yang mau liat Shizuo dan Izaya pake baju pengantin, silahkan search di jika ingin lebih cepet ketemu pake kata kunci ini aj XD (durarara! Wedding) XD,
