Fandom : Durarara!
Pair : ShizuoxIzaya
Disclamer : Narita Ryohgo
Warning : ooc, gaje, yaoi, garing dan lain-lain
Author mau ngomong *plak* : ayey, terima kasih yang udah review, yg sudah membuat saya bersemangat untuk melanjutkan cerita, meskipun molor lama banget -,-
NB : Sakuraya-Shitsuo : 1 tahun
Hibiya-Delic-Psyche : 2 tahun
Tsukisima-Roppi : 4 tahun
Tsugaru: 5 tahun
Happy reading :D
"Lihatlah ini!" Shinra menggendong salah satu bocah yang tadi berdiri dibelakangnya.
[Mini Shizuo?] komentar Celty menelengkan kepalanya. Bocah pirang yang Shinra gendong itu berambut pirang bermata Magenta. Parasnya serupa dengan ex-bartender yang kita kenal. Tentu saja, dia kan salah satu kloning yang Shinra buat.
"Bukan!" sanggah Shinra."Ini adalah kloning Shizuo." Katanya.
[Kau membuat kloning meraka banyak sekali!]. jika saja Celty mempunyai kepala mungkin sekarang dia akan berteriak tepat didepan muka Shinra.
"Hahaha hanya delapan." Jawab Shinra enteng.
[De-delapan!]. Celty sepertinya shock.
"Tenang Celty aku akan segera mengantarnya." Shinra masih menjawab dengan enteng.
[Tapi ini masih jam 2 pagi!]
"Aku yakin mereka belum tidur hahaha." Shinra pergi diikuti bocah-bocah blonde dan raven itu. Entah bagaimana Shinra membawa bocah-bocah itu. Karena sekarang mereka sudah sampai diapartement Izaya.
Disisi lain. Tepatnya ditempat Shizuo dan Izaya. yang rupanya masih terbangun entah apa yang baru saja mereka kerjakan sampai jam segini belum terlelap *plak*.
"Hah! Shizu-chan cukup!" tangan ramping Izaya mendorong tubuh kekar Shizuo. Sedangkan Shizuo tak tinggal diam. Shizuo masih saja menciumi leher putih Izaya. seberapa keras pun Izaya melawan tetap saja Shizuo yang akan menguasainya.
Ting Tong. Terselamatkan oleh bel. Sorak inner Izaya.
"Siapa orang tak tau diri yang bertamu dijam segini mengganggu saja!" geram Shizuo.
"Cepat buka pintunya Shizu-chan!" tanpa protes Shizuo bergegas keluar kamar dengan kimono mandinya.
Beberapa saat setelah Shizuo menghamburkan diri untuk memberi pelajaran pada si tamu yang tak tau diri itu.
"APA KAU GILA!" raung Shizuo pada si tamu. Izaya buru-buru menghampiri sang-suami.
"Ada apa Shizu-chan?" Izaya muncul dari belakang punggung Shizuo."Hai Shinra ada apa?" sambung Izaya saat mendapati siapa si tamu itu.
"Hai Izaya!" sahut Shinra mengabaikan Shizuo."Ini." sambung Shinra dengan ekor mata melirik sesuatu. Izaya mengikuti pergerakan ekor mata Shinra.
"Kawaii na~" seru Izaya sembari berjongkok."Siapa mereka Shinra kenapa mereka mirip dengan kami?" tanya Izaya.
"Anak-anak kalian!" ucap Shinra bersemangat.
"He!" Izaya sweatdrop untuk beberapa detik. Izaya menggendong satu raven dan satu blonde yang paling kecil."Ayo semuanya masuk." Ucap Izaya ramah.
"Tunggu dulu!" teriak Shizuo."Kami memang ingin mempunyai anak tapi nggak secepat ini juga kali! Dan juga ini terlalu banyak!" geram Shizuo dengan empat sudut siku-siku yang sudah menghiasi jidatnya.
"Ah~ Shizu-chan tidak apa-apa, kan?" kata Izaya."Lagipula mereka sangat lucu, jadi boleh ya." Izaya mengeluarkan jurus andalannya. Puppy eyes no jutsu. Seakan mengerti situasi, ke-enam bocah itu. Anak-anak yang paling kecil tidak dihitung. Menghujani Shizuo dengan puppy eyes yang sama-sama menghanyutkan.
"Ba-baiklah." Jawab Shizuo malas-malasan.
"Yey!" Izaya dan ke-enam anak itu menghambur kedalam rumah.
"Shinra! Aku telah memasukkan daftar namamu diurutan nomer satu!" geram Shizuo sambil menutup pintu tanpa mau mendengar jawaban apapun yang keluar dari mulut temannya itu. Shizuo kemudian mengikuti langkah Izaya yang sekarang sedang berada diruang tamu bersama anak-anak-nya.
"Shizu-chan ayo kita namai mereka!" Izaya nampak bersemangat. Matanya berbinar sambil menyubit pipi setiap anak-anak-nya.
"Aku ngantuk kutu." Shizuo berjalan menuju kamar. Namun, usahanya gagal saat Izaya menarik kimononya.
"Ayolah Shizu-chan, lihat mereka sangat lucu!" Izaya memeluk lengan Shizuo sementara berapasang-pasang mata memperhatikan mereka dengan tatapan polos.
Akhirnya mau tidak mau Shizuo menuruti kemauan 'istri' tercintanya. Mereka berkumpul diruang tamu. Izaya memangku anak bermata magenta dan saphire.
"Mulai darimana ya?" Izaya sedikit kebingungan."Dimulai dari, kamu dulu ya sayang." Izaya mencubit pipi anak blonde bermata magenta yang duduk dipangkuan Shizuo."Akan aku berinama Delic, dan karena kau mempunyai kembaran aku akan menamainya Psyche." Izaya mengacak-ngacak rambut raven yang beriris magenta yang kini duduk dipangkuannya.
"Bagaimana denganmu Shizu-chan?" tanya Izaya.
"Emm," Shizuo mengangkat salah satu dari mereka. Blonde dengan iris berwarna darah. Sementara sang anak malu-malu menatap sang ayah."Matamu mengingatkanku pada bulan strawberry yang sering nampak disebuah pulau entah pulau apa aku lupa, jadi aku akan memberimu nama, Tsu-ki-shima, kau suka?" sang anak tersenyum sembari memeluk Shizuo.
"Wah, nama yang indah!" komentar Izaya.
"Lalu, kau si mata-saphire yang kalem, namamu…" Izaya berfikir sejenak."Ao, bagaimana?"
"Ck, Ao…aku tidak setuju!" sanggah Shizuo."Nama yang cocok untuknya adalah Tsu-ga-…"Shizuo terdiam beberapa saat."…Ru…namanya Tsugaru!"
"Kali ini Shizu-chan harus setuju!" Izaya bersemangat. Kemudian Izaya mencubit pipi salah satu anak. Anak raven dengan iris berwarna golden."Namamu Hibiya!"
"Yaa tidak buruk." Kata Shizuo.
"Lalu-lalu yang matanya mirip dengan Shizu-chan, aku akan memberinya nama Shitsuo, kalau diucap sekilas mirip kan?"
"Baik-baik, sekarang dia." Shizuo melirik kearah anak raven beriris mirah terang yang sedari tadi diam."Matamu seperti buah cherry yang bergelantungan dipohon sakura, tapi karena kau laki-laki namamu jadi Sakura-" Shizuo terdiam sejenak."Sakuraya." lanjut Shizuo sembari mengumbar senyum.
"Dan yang terakhir, yang kedelapan namamu, hmmm…Hachimenroppi."
"Aish namanya aneh." Kritik Shizuo.
"Biarin!" detik berikutnya mereka bercekcok ria. Sebelum Psyche menguap, tanda ia perlu tidur.
"Shizu-chan, sepertinya besok kita perlu banyak sekali keperluan untuk anak-anak kita." Izaya berbisik, dia takut membangunkan malaikat-malaikat kecil yang kini sedang terlelap diranjang mereka. Shizuo tak menanggapinya dia hanya menguap berkali-kali menandakan dia tak kalah mengantuknya.
"Dimana kita tidur kutu?" gumam Shizuo.
"He? Dimana yah?" sepertinya Izaya baru menyadarinya.
Disuatu pagi, dikediaman Heiwajima sekeluarga.
"Roppi jangan bermain dengan pisau!" teriak Shizuo. Roppi cemberut.
"Dan Delic jangan menciumi pipi Hibiya, kalian itu saudara!" lagi-lagi terdengar terdengar suara bass Shizuo yang tengah menggendong Sakuraya dan Shitsuo yang sedang menangis.
"Tsugaru, jangan belajar menyedu the terus, urus Psyche, kau tak mau kan dia memecahkan cangkir-cangkirmu lagi." Tsugaru segera berlari menuju Psyche yang sedang mengobrak-abrik dapur.
Sakuraya dan Shitsuo berhenti menangis. Segera Shizuo menghubungi Izaya yang sedang berada di Shinjuku.
"Kuuutuuu, ceepatt kembali!" Shizuo berteriak frustasi dengan orang yang berada disebrang sana.
"Sebentar Shizu-chan, pekerjaanku belum selesai, kau kan jarang mengurus anak-anak jadi selamat bersenang-senang papa~"
Tut tut tut. Sambungan telfon terputus.
"Papa, bantu aku membaca buku ini." Tsukishima merengek dan menarik-narik lengan baju Shizuo. Muncul empat sudut siku-siku dijidat Shizuo. Tsuki sepertinya kau tidak beruntung hari ini.
Shizuo membanting ponselnya. Seketika kegaduhan dirumah itu sirna.
Mata anak-anak Shizuo berkaca-kaca.
1
2
3
"Huuuuwaaaaa!" semua menangis kecuali Tsugaru.
"Eh jangan menangis." Shizuo kebingungan. Satu detik kemudian."Papa bacakan dongeng ya, sudah kalian jangan menangis cup cup."
"Putri dan pangeran hidup bahagia selamanya, selesai." Anak-anak polos itu tertidur dengan tenang, mereka sepertinya kelelahan begitu pula Shizuo.
"Selamat tidur setan-setan kecil." Shizuo keluar dari kamar anak-anaknya.
"Selesai juga." Shizuo menghela nafas.
.
.
.
.
"Papa memang payah kalau mendongeng." Gerutu Delic.
"Iya, mana ada putri yang mau diberi streetsign." Psyche menambahi.
Semuanya mengangguk setuju.
~END~
Huuuwaaahh akhirnya selesai juga XDDD
Terima kasih buat Al-Mcs, Oohara, Kiriohisagi, HarunoZuka nggak login, popoken, Kuroshisuji-Aya males login, magnaeV, ViNos, Himiko, dan Shizuo Miyuki yang sudah menyempatkan membaca dan meriview fanfic saya, terima kasih banyak sekali lagi *nunduk*
