Yei! Venetta lulus UN dengan nilai baik!

Yup! Seperti biasa, humor garing di chapter ini bertebaran, mengingat suasana hatiku sudah berubah.

Enjoy!


.:Fairytale?:.

Disclaimer: Naruto jelas punya Masashi Kishimoto. Kalo Naruto punya saya pasti judulnya bukan "Naruto", tapi "Minato"

Genre: You know lah!

Rate: M? *ditimpuk* T atau K+?

Pair: MinaKushi, FugaMiko, YamaKaka/KakaYama, ObiRin, ShikaYoshi

WARNING: BL! YAOI! AUTHOR GAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS GANGGUAN JANIN, GANGGUAN PARU-PARU, SAKIT JANTUNG, DLL. KARENA FIC INI BUKAN ROKOK!


Chapter 4

"Oke, kita lanjutin, ya, ceritanya." kata si ibu sambil mengibas rambut merahnya.

~Story Mode~

Dengan setengah keberanian MinaKushi cs masuk ke dalam hutan.

"Hei, Kakashi! Jangan dorong-dorong, dong!" seru Kushina.

"Siapa juga yang dorong-dorong!" seru Kakashi gak mau kalah.

"Terus, kalo bukan kamu, siapa, donk, yang dorong aku?" gumam Kushina sembari menoleh ke belakang.

"KYAAA!" teriakan Kushina yang membuat seantero hutan dan dunia akhirat heboh karena teriakan Kushina, telah membuat seorang Hiruma Youichi yang sifatnya bagai kan iblis bertobat dan sekarang menjadi seorang haji –lebay amat-.

Oke, back to the topic!

Ternyata oh, ternyata, bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak sekalian! Yang mendorong Kushina adalah seorang, eh seekor kera putih bernama Hanoman (Nah, lho! Ini kenapa ada cerita Rama-Shinta?). Kushina yang panik, menyerang Hanoman dengan pedang besarnya. Hanoman pun, tak kalah panik. Dia yang awalnya hanya ingin mengusili Kushina, tiba-tiba mendapatkan serangan. Dia pun, melompat ke kepala Shikaku. Alhasil, rambut nanas Shikaku pun, berantakan dan jadi terurai. Kushina yang sudah "ngeh" siapa sebenarnya Hanoman, sudah tidak panik lagi dan menyadari keadaan Shikaku yang sekarang...

"Rambutnya terurai lengkap dengan seekor monyet putih bernama 'Hanoman' di atas kepalanya"

Yang lain, melihat kejadian itu dan tawa pun meledak dari seorang Kushina Uzumaki. Disusul dengan Minato cs (minus Shikaku). Dan tawa mereka, ternyata telah mengegerkan seantero Jepang karena sudah mengakibatkan seorang Itachi Uchiha kehilangan keriputnya dan kulit Heiji Hattori berubah menjadi lebih cerah –lebay to the max!-


Setelah fenomena langka -?- itu terjadi, mereka melanjutkan perjalanan.

Sungguh! Mereka sangat menikmati momen-momen kebersamaan.

Mulai dari makan bersama, olahraga bersama (Alias dikejar binatang buas, "Apanya yang olahraga?" –Venetta-), sampai Minato cs (laki-laki) buang air bersama..

Hingga, mereka melihat sebuah rumah kecil yang misterius..

"Mungkin, kah.." gumam Venetta dengan raut serius.

"Mungkin, kah?" Yang lain mengulangi dengan penuh rasa ingin tahu.

"Mungkin, kah.. Kita kan, slalu bersama.. Walau.."

Towewewewew..

Semuanya pun 'gubrak' berjama'ah, mendengar nyanyian Venetta.

"Gue pikir loe mau ngomong, 'mungkin, kah, ini tempatnya?' atau yang sejenisnya! Muka loe tuh, serius banget! Tau'nya, loe malah nyanyi lagunya Andre Stingky!" Kushina menjerit gemas. Sungguh, gadis berambut merah itu gak nyangka kalau Venetta cuman lagi kepengen nyanyi!

"Padahal tadi gue udah sempet bersyukur, masih ada yang bisa normal bin wajar bin serius di kelompok kita ini.." ucap Fugaku dengan sorot mata yang berarti, -"Udah gak ada harapan lagi, semua orang di sini gila semua!"-.


"Hei! Kembali ke tugas!" seru Yamato.

"Eh? Iya, iya!" kata Minato yang terhanyut keadaan.

"Jadi, ini rumahnya?" tanya Rin.

"Kayaknya, iya.. Ayo!" kata Kushina bersemangat.

Mereka pun berjalan ke depan pitu rumah itu.

"Permisi!" seru Minato.

Tak ada jawaban.

"Ah, kita ketuk saja!" kata Yoshino.

Kushina pun, mengetuk.

Dan, lantai tempat mereka berpijak mendadak kosong. Mereka jatuh, kecuali Kushina.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

Akhirnya Kushina tersadar dengan keadaan kakinya yang menapak udara. Dan,

"KYAAAA!"

Kushina terjatuh, saudara-saudara. Apa kah, saking telminya Kushina, sampe jatuhnya pun, telat. Author juga gak tau pastinya.. *dibakar Kushina*

Di dalam lubang,

"Bagaimana ini? Kita jatuh ke kerangkeng gini.. Kayak sangkar burung aja.. Kita terjebak di sini.." kata Rin.

"Hm, mungkin, kah.." gumam Venetta.

"Nyanyi lagi, nih.." kata Minato.

"Mungkin, kah.. Kita terjebak di sini.." gumam Venetta.

"KYUUBI KESELEK DUREN JUGA TAU KALO KITA INI LAGI TERJEBAK DI SINI, DODOL!" seru semuanya sembari merayakan acara sweatdropped massal.


"Haduh, gimana, nih.." kata Obito yang udah panik tingkat ujian nasional.

"Siapa kalian?" tanya suatu suara cempreng yang terdengar imut.

"Ka.. kami utusan Ratu Mito. Siapa kau?" Kushina menyahut dengan suara yang keras sambil celingak-celinguk mencari asal suara.

"Aku Karura Sabaku, peri yang mengendalikan pasir. Partner sekaligus asisten dari Shion." Jawab suara tadi.

Dan muncul lah seekor *plak!* maksudnya sesuatu makhluk kecil. Tingginya sekitar 15-20 cm. Sayapnya yang seperti kupu-kupu agak transparan tapi berwarna-warni. Rambutnya coklat panjang diurai. Makhluk bernama Karura itu mengenakan pakaian indah yan diduga terbuat dari daun dan berbagai jenis bunga.

"Kau tau dimana pendeta Shion?" tanya Mikoto.

"Kalian mencariku?"

Dan seseorang muncul dari balik kegelapan.

TBC

...


Nyan! Sudah banyak kah humornya? Mudah-mudahan readers menikmati!

Berikutnya, balasan review, bersama Minato!


hafiza uzumaki

Minato: Arigatou mau review! Nih, udah diupdate!

Tapi Hafiza-san juga update, donk, ficnya yang, Anak Kecil atau Keras Kepala

Kira Daisuki

Minato: Salam kenal, Kira-san! Sekali lagi diucapkan terima kasih untuk reviewnya!

Authornya udah tak mampu berkata-kata saking senengnya, masih ada yang mau review fanficnya yang super abal ini.

Boleh banget! Romance adalah genre ke-3 fic ini.


Yup! Terakhir,

REVIEW, PLEASE!

GAK REVIEW BAKAL DIKEJAR-KEJAR AI ENMA DARI "JIGOKU SHOUJO"