D.R.A.M.A

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Jo Twins

- Other SUJU member

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi...#

Genre : ||Drama || Romance||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo's || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || when tears become priceless, when love become useless, and my life, clueless... To whom i belong's to... This love, in my hand falling slowly... Got Stronger or just dissapear...||

Another PRESENT From Me

D.R.A.M.A

Just KYUMIN

Please be Patient With me. Don't Like Don't Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.


Chapter 3

.

.

.

.

Cho's Family House

-Kamar KyuMin-

.

.

.

.

"Kau tak jadi pergi?" Kyuhyun bertanya dengan nada menyindirnya. "Bukankah kau akan mengunjungi yeoja seksi murahan itu?"

"Entahlah, mungkin tidak jadi. Entah mengapa aku merasa tubuhku menjadi sangat panas, apa karena AC-mu mati? Mungkin aku harus mandi lagi."

Dan Sungmin, entah apa yang ada didalam pikirannya. Ia mulai membuka kaosnya dan mengibas-ibaskannya di lehernya. "Kyuhhh... ini panas sekalih..."

Dan seperti mendapat satu panggilan mesra dan menggelitik telinganya, suara desahan Sungmin seakan memanggil jiwa little Cho.

"Ahhh Kyuhhhh..."

.

.

-Sementara itu di luar kamar KyuMin-

.

.

"Ish... jangan menarikku..."

"Yeobo, ayolah. Masa kau juga mau mengintip mereka. Sudahlah, ayo sekarang kita selesaikan saja urusan kita."

"Ish..." Heechul mendorong pelan tubuh Hangeng agar tak kembali melilitkan lengannya di pinggang Heechul. "Berhenti menggangguku. Ini juga urusanku, kau tahu 'kan? Mereka itu adalah tokoh utama dalam novelku."

"Tapi Hee baby..."

"Cepat kau tidur saja sekarang juga, atau kau akan tidur di kandang Heebum."

Dan itulah ancaman final yang membuat seorang Cho Hangeng rela mundur dari medan perang (?) dan membiarkan Heechul terus ada dalam dunianya. Yeoja cantik itu, kembali melihat sebuah layar monitor yang sebenarnya sudah terhubung langsung dengan kamera pengintai yang diletakkan di kamar KyuMin.

Heechul asyik tersenyum sendiri dan duduk nyaman di atas kasurnya. Sementara Hangeng hanya bisa meratapi nasib little Cho miliknya. Siapa yang tak terangsang ketika melihat adegan yang mulai bisa di bilang panas yang terjadi di kamar KyuMin? Ketika telinga mendengar desahan dan erangan halus dari kedua mulut yang saling bertautan dengan saliva yang membasahi pipi mereka.

.

.

-Back to KyuMin-

.

.

Ingin rasanya Kyuhyun menyeringai, tapi sungguh pemandangan yang ada dihadapannya hanya bisa membuatnya menganga heran. Tubuh Sungmin yang terus menggeliat dan penuh keringat, terlihat mengkilat dan terkesan seksi. Tubuh half naked itu sukses memancing degub jantung Kyuhyun untuk semakin berpacu cepat.

Sungguh, ia masih normal. Belum pernah bercinta, bahkan dengan seorang yeoja manapun juga. Dan...

.

"Ahnnnn... ouh..."

.

'Shit!'

Kyuhyun hanya bisa menyumpahi didalam hati saat perhatiannya kemudian teralih pada TV bodoh yang tiba-tiba menyala dan mempertontonkan adegan panas antara sesama namja di sebuah kamar yang terlihat begitu romantis dan panas.

"Ouh... Kyuhhh..."

Tubuh Sungmin menggeliat dan ia mulai merangkak mendekati Kyuhyun yang terpaku di depan pintu kamar mandi. Di dalam otak Kyuhyun penuh dengan beribu pertanyaan.

Bagaimana bisa Sungmin seperti itu?

Bagaimana juga TV bodoh itu menyala sendiri?

.

Sreeet...

.

Dengan sekali tarikan, Sungmin menarik cepat handuk yang melilit di pinggang Kyuhyun. Membuat keterkejutan Kyuhyun akan TV bodoh itu beralih menjadi menatap Sungmin yang mulai mengusap dan menciumi pelan juniornya yang sudah sedikit tegang.

"Minghhh..."

"Eumhhhh... Kyuhhhh..."

Dan foreplay di depan kamar mandi itu sungguh terlihat sangat buruk. Kyuhyun menyadari hal itu dan dengan segera mengangkat tubuh Sungmin yang masih sibuk membelai bagian bawah tubuh Kyuhyun ke kasur mereka.

Suasana memang sangat pas, dan panas. Tapi Kyuhyun masih mencoba untuk mengontrol dirinya, meski sebenarnya ia begitu mengagumi tubuh indah yang terus menggeliat dan mencoba memanjakannya itu.

"Ming... hentikan... ahhh..."

"Akuhhh... Kyuhhhh,ayolah..."

Dan entah bagaimana caranya, dan apa yang terjadi pada Sungmin benar-benar memancing hasrat Kyuhyun.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Sungmin?

Meski terkejut, tapi aku juga menyukainya. Tubuhnya benar-benar sempurna. Kulit putih yang begitu halus, dan juga lekuk tubuh indahnya begitu sempurna. Tubuhnya yang sedikit berisi benar-benar terlihat seksi.

Tubuh Sungmin tiba-tiba menindihku dan Sungmin terus menghujani leherku dengan ciuman-ciumannya. Tubuhnya, entah sejak kapan sudah naked dan terus menggeliat maju mundur dan membuat junior kami saling bergesekan. Entahlah, apa yang terjadi padanya, aku tak peduli lagi. Aku mencoba menangkap tubuhnya yang sudah berkilat karena keringat itu. Menangkup kedua pipinya dan memberi ciuman kecil di hidung mungil Sungmin.

"Kyuhhhh..."

Dia merengek. Dan wajahnya itu benar-benar membuatku gemas. Dia sangat manis. Sungmin, shall we try this?

"Kyuhhh..."

Dan panggilan dengan suara berat yang seksi itu membuatku semakin ingin memanjakannya. Entahlah,ini pertama kalinya untukku. Aku juga tak tahu harus bagaimana melakukannya. Mungkin, sedikit melirik film di TV yang entah bagaimana TV itu tiba-tiba menyala dan memberikan kami tontonan yang begitu panas bisa memberikanku satu inspirasi. Hell ... sepertinya otak Umma sedikit menurun padaku.

Eh Umma...?

Atau jangan-jangan Umma yang melakukan ini semua. Ya ampun, bagaimana bisa Ummaku begitu mengerikan. Dia gila!

"Eum Ming, bisakah kau berhenti duluh? Akuhhh..."

"Apah Kyuhhh, ayolahh..."

Sungmin sangat bernafsu dan ini membuatku semakin bingung. Bagaimana caranya bercinta dengan sesama namja? Aku harus bagaimana? Ayolah, meski aku pintar tapi aku tidak pernah berfikiran sampai sejauh ini.

"Eum... kita menonton film itu dulu ya, otte?"

"Ahniya Kyuhhh, aku sudah tak tahan. Kyuhhh..."

Shit!

Harus berapa kali lagi aku mengumpat? Kini tangan Sungmin sudah menarik tanganku untuk menyentuh juniornya yang sudah begitu tegang. Aish... ini pasti pekerjaan Umma. Pasti dia menaruh obat perangsang di menu makan malam kami.

Ya ampun! Umma itu mengerikan sekali.

"Eum, Ming. Aku tak tahu caranya. Eum... akuhhh..."

"Kyuhhh... ayolah, hanya menyentuhku sajah..."

"Tapi Ming aku...unghhh... hentikan Ming."

Otte? Dia mulai memijat juniorku. Rasanya begitu nikmat dan seakan ada yang terbang dan menggelitik perutku. Tubuhku mulai memanas dan ...

"Unghhh, Ming."

"Eumhhhh..."

"Berhenti dulu Ming, akuhhh ... ouh... Shit! Otte ...akhhhhh..."

.

Gubrakkkk...

.

Ya Tuhan, makhluk apalagi yang mengganggu kami? Aku menghentikan kerja Sungmin dan menarik selimut untuk menyembunyikan tubuh nakednya. Kemudian menatap tajam pada dua namja yang kini berjalan mendekat pada kami.

"Apa lagi? Ish, kau mengganggu Kwangie?"

"Ya! Hyung!"

.

Pletak...

.

"Ya! Apa maksudmu memukul kepalaku? Kau ini, dasar setan kecil! Youngie seharusnya meninggalkanmu saja di sana. Kenapa kau harus ikut pulang?"

Sialan sekali saeng-ku yang satu ini. Dia benar-benar titisan kekejaman Umma. Benar-benar tak punya sopan santun dan seenaknya. Dia pikir aku ini siapa, seenaknya memukul kepalaku. Ish...

"Hyung! Kau ini bodoh atau apa? Kau tak memikirkan perasaanku eoh? Aku capek!"

Eih, apa maksudnya. "Hei, Kwangie. Kau capek? Capek karena apa? Ck... Youngminnie, cepat bawa adik tercintamu ini ke kamar kalian."

"Eum Hyung..." Suara Youngmin terdengar lirih. Wajahnya yang memerah terlihat jelas. "Eum... sebenarnya kami..." Youngmin kembali diam. Ia menatap gundukan selimut yang mulai bergerak-gerak. Ya ampun, apa yang dilakukan Sungmin hyung didalam sana?

"Ish, kau lama sekali menjelaskannya chagi." Kwangie merangkul leher Youngmin dan mencium sekilas telinganya. Aish, mereka ini! Dasar pervert! Suka sekali mengumbar kemesraan di depan orang lain.

"Kau tahu hyung, kami tadi mengintip kalian! Tapi kenapa mainnya lama sekali? Aku sampai capek menunggu kalian."

"Yah! Siapa yang mengajarimu berlaku tak sopan seperti itu?"

"Ck... tak usah berteriak hyung, aku belum tuli." Kwangmin mendekat dan menepuk bahuku. Ia menggeleng pelan. Membuatku makin ingin memukulinya.

"Huah... Ckk... ck... Kau ini bodoh atau apa, Hyung? Masa bercinta saja tidak bisa. Ayolah, hargai sedikit usaha kami, meminjamkan kaset yadong terbaik yang kumiliki agar kau bisa memanjakan Sungmin hyung."

"Mwo?" Jadi ini ulah mereka. "Yah! Siapa yang mengajarimu? Aish! Dasar perv...uhhh..."

Belum selesai aku terkejut dengan pengakuan Kwangie, sekarang malah ada satu hal yang mulai menggangguku juga. Shit! Apa yang dilakukan Sungmin di dalam selimutnya? Aku tak bisa menahannya lagi, dia mulai menjelajah tubuh bagian bawahku.

"Otte Hyung, bukankah rasanya sangat nikmat?"

"Yah! Cepat kau pergi saja! Youngie-ah, bawa dia keluar!"

Aku hanya bisa menggenggam kuat seprei kasur kami. Biar bagaimanapun, aku tak bisa melenguh karena kenikmatan yang baru aku rasakan sekarang ini. Kwangie pasti menghinaku habis-habisan. Ish...

"Tapi hyung dengarkan aku dulu, kau harus melakukannya dengan lembut dan pelan. Uhhh... pokoknya dengan penuh perasaan, dan juga..." Tiba-tiba ada aura aneh disekitar tubuh Kwangmin. Ia menyeringai, dan cukup sulit untuk mengartikan seringaiannya itu. Seperti seringaian Umma. Kwangmin meraih leher Youngmin dan mulai menjilati telinganya. Ya ampun! Apa dia sedang memberikanku pertunjukan live? "Kau juga harus kuat dan keras hyung. Faster... ahhh..."

"Yah! Kau menjijikkan! Cepat pergi, lakukan dikamarmu! Tak usah mendesah begitu!" Aku tak tahan lagi. Aku merasakan juniorku berada dalam ruang hangat dan juga lidah Sungmin mulai memainkan juniorku. Menusuk lubang precum-nya. Aish, aku tak bisa menahannya lagi.

"Aku sedang mengajarimu, hyung."

"Eumh... Aku tahu. Ck... sudahlah, terima kasih karena film bodohmu itu. Eunhhhh... sebaiknya kalian... uhhh..."

Entahlah, seperti apa wajahku sekarang. Aku merasakan seluruh tubuhku memanas dan kenapa juga kedua makhluk ini tak menyingkir dari kamarku. "Ck... Youngminnie, apa yang kau tunggu. Cepat keluar dan selesaikan urusan kalian. Uhhh... aku tak mau melihat kalian bermain sex dikamarkuhhh..."

Susah payah aku mengatakannya tapi yang kudapat hanya anggukan kosong. Ya Tuhan, apakah saeng-ku yang satu ini tak mengerti? Ish... "Kwangie, cepat bawa dia."

"Eum baiklah." Kwangie kemudian meraih pinggang Youngmin dan memutar tubuh mereka. Tapi entah apa yang ada dipikiran mereka. Mereka tiba-tiba berhenti dan kulihat Youngmin sedikit melirikku. Apa yang ada didalam pikiran polosnya?

"Eum, memang Kyu Hyung kenapa? Kau sampai menciumku seperti itu, aku kan malu."

"Dia hanya sedikit bodoh baby Youngie, aku hanya sedikit memberinya les privat kilat."

"Oh... begitu ya. Dan mengapa selimut itu terus bergerak? Maju mundur, memangnya ada apa didalam selimut itu?"

"Eum... mungkin saja ada kelinci kecil yang bersembunyi di balik selimut Kyu hyung."

"Oh, begitu ya. Jadi sebenarnya Minnie hyung kemana? Tadi saat kita mengintipnya dia masih ada."

Ya Tuhan... sebenarnya, apa yang ada di otak Youngmin. Dia ini polos atau bodoh. Sudah tahu Sungmin sedang bergerak naik turun secara teratur menghisap juniorku di balik selimut kami, dan dia dengan wajah polosnya bertanya ADA APA? DIMANA?

"Youngieh...Kwangie ! Pergilah... ughhh..."

"Baiklah, kami pergi. Eum, nikmati malam pertama kalian. Mungkin saja besok kau akan babak belur dihajar olehnya. Tak kusangka obat perangsang asli Amerika itu benar-benar berdosis tinggi dan bisa membuat Sungmin Hyung lupa ingatan."

Kwangmin meraih pinggang Youngmin dan menuntunnya pergi meninggalkan kamarku. Dan entah apa lagi sekarang, ia berhenti didepan pintu dan tersenyum aneh padaku. "Eum, hyung. Jangan berteriak terlalu keras. Di sebelah kamar hyung adalah kamar Siwon hyung, nanti kau bisa habis dipukuli olehnya."

"Ya! Pergi saja kau! Jangan menggangguku, atau aku akan mengurung Youngmin di kandang Heebum."

"Coba saja kalau berani! Hahahha!"

"Ya! Bocah! Tutup pintunya!"

"Iya- iya..."

.

Glek...

.

Dan bagaimana sekarang?

Aku membuka selimutku dan melihat Sungmin. Mata kami saling berpandangan dan wajahnya sungguh terlihat sayu dan lelah.

"Kyuhhh... aku capek Kyuhhhh... ayo..."

"Eih..."

"Ayolah... sebelum aku terlalu lelah Kyuhhh... panashhh..."

Sungmin meraih tanganku dan membimbingnya untuk menyentuh nipplenya. Tubuhnya sungguh hangat dan seksi. Aish... bagaimana bisa aku berubah menjadi gay begitu cepat?

Aku segera membalik posisi kami, dan sekarang gantian aku yang menindihnya. Mengikuti kerakan tangannya untuk meremas dadanya. Entahlah, mungkin aku tak butuh les privat atau bimbingan khusus dari Blue Film yang terus saja di putar di TV yang ada di kamarku.

Yang aku lakukan hanyalah mengikuti hatiku, untuk menyentuhnya. Ada rasa yang begitu hangat dan menggelitik seluruh syaraf ditubuhku. Sungmin mengalungkan lengannya di leherku dan kini aku bisa melihat jelas kedua mata foxy yang sayu itu.

Mata yang sangat cantik dan hangat. Dan jantungku, kembali berdegub kencang. Jika aku memang gila, dan berubah menjadi GAY secepat ini kurasa inilah imbalan yang pantas untukku. Aku tak akan pernah menyesalinya, karena dia Lee Sungmin. Ah, ahni... Cho Sungmin.

Aku harus bisa memuaskannya, menyingkirkan Eve dan juga yeoja pengganggu lainnya. Ya...

.

.

.

Sungmin menghisap lidahku. Menariknya kuat dan kedua tangannya meremas punggungku. Aku ikut menjadi panas dan gairahku terasa memuncak. Tanpa kusadari, aku menggerakkan tubuh bagianbawahku. Membuat junior kami saling bergesekan dan memberikan nikmat yang terus membuat tubuh kami menggelinjang hebat.

"Eunghhhhh ... emhhhh..."

Nafasnya berhembus berat, tak jarang juga kami mencuri nafas disela ciuman panas kami. Aku tak bisa melepaskan kesempatan ini. Perlahan selimut yang mengganggu kerjaku jatuh ke lantai dan aku bisa melihat sempurna seluruh tubuh Sungmin.

"Kyuh..."

Dia mendesah kecewa, aku tahu dia menyukai ciumanku. Tapi aku tak ingin hanya menyesapi bibirnya saja. Nipplenya sungguh cantik dan menggemaskan. "Bolehkah?"

"Ndehhh... cepat sentuh akuhh..."

Sungmin meremas dadanya sendiri. Dan satu tangannya meraih tenggukku dan menekan leherku untuk mulai merasakan rasa nikmat dari nipple pink kecoklatan yang terasa sangat manis. Jantungku kembali berdebar cepat.

Ini sempurna.

.

.

"Ahnnn...! Appo...!"

"Tahan Ming..."

"Ahhhhh!"

Aku sungguh tak tega tapi aku harus meneruskannya. Juniorku sudah tak sabar untuk masuk kedalam hole-nya. Dan aku heran, bagaimana bisa kedua butt-nya sangat menggemaskan. Dan single hole itu seakan memanggilku.

"Arghhhh!"

Sungmin menghentakkan kepalanya keras saat aku memasukkan tiga jariku sekaligus kedalam hole-nya.

"Mianhe... akuhh..."

"Ahniya... bergeraklah Kyuh... aku ingin kau cepat dan kuat."

"Baiklah..."

Aku mulai menggerakkan jarikukeluar masuk. Semakin lama semakin dalam dan cepat. Kulihat junior Sungmin sudah mulai menegang dan...

"There! Arrrrggghhhh! Lebih cepat Kyuh! Lebih kuat!"

Apakah aku mengenai sweet spot-nya? Aku terus menusuk dalam. Satu tanganku tak lagi meremas paha Sungmin, aku mulai meremas pelan twinsball Sungmin dan menjilati juniornya.

"Urggghhhh Kyuhhh! Ahhhh terushhh ini nikmathhh... Ouhhh..."

Benarkah senikmat itu? Aku memasukkan junior Sungmin kedalam mulutku. Membuatnya menggelinjang hebat dan terus menghentakkan tubuhnya menahan nikmat yang merasuk kedalam setiap syarafnya.

"Ahkkk! Terushh... akuhhh... ahhhh...!"

Aku tak tahan lagi. Aku menghentikan tusukkan jariku dan kemudian menggantinya dengan juniornku. Aku menggoda sedikit single hole Sungmin. Menggesek-geseknya dengan ujung juniorku.

"Kyuhhh! Ahhnnn... jangan menggodaku..."

"Ahni... aku juga ingin masuk tapi..."

"Wae?"

"Jika tak ada lube, kau akan kesakitan Ming."

"Aishhh!"

Sungmin kemudian menarik leherku dan mengarahkan wajahku pada juniornya. "Biarkan aku cum, dan pakai cairanku. Cepat selesaikan ini Kyuh... tubuhku benar-benar panas."

"Ah... baiklah."

Entahlah, mungkin dia yang pintar atau aku yang bodoh. Yang jelas sekarang aku mulai memanjakan juniornya. Menghisap kuat dan sesekali menekan ujung juniornya dengan lidahku. Ia mengerang pelan dan meremas rambutku.

"Kyuhhh... lebih cepat..." Dan aku melakukannya sangat cepat. Aku mulai bisa merasakan juniornya yang semakin mengeras dan berkedut cepat.

"Arghhh ... Kyuhhh! Aku..." Nde, aku tahu. Dia akan segera cum. Aku menghisap kuat juniornya dan kemudian berhenti hanya dikepala juniornya saja. Menghisap kuat kepala junior itu. Memanjakan batang juniornya dengan tanganku. Mengocok cepat bersamaan dengan gerakan hisapanku. Aku tahu, ini mungkin sangat nikmat. Yeah...

"Kyuhhhh!"

.

Dan spermanya sangat manis. "Kyuhhh... cepatlah... aku ingin kau merasukiku..." Aku mengangguk tanda mengiyakan rengekannya. Aku ludahkan spermanya ke juniorku yang juga sudah sangat tegang. Dan juga sedikit mengolesi ke pintu masuk single hole Sungmin.

"Kyuhhh... ayolah... kau terlalu lama..."

Hei dia tidak sabaran sekali. "Baiklah..." dan perlahan aku mulai menggesekkan lagi juniorku pada pintu anal-nya. Dan dengan sekali hentakan.

.

Jleb...

.

"Kyuhh! Ahhhh ! Appo!"

"Ming, mianhe. Aku..."

"Akhhh... diamlah dulu jangan bergerak."

Tapi aku tak bisa melihatnya terus meringis kesakitan. Aku meraih juniornya yang sudah sedikit tegang itu dan mulai mengocoknya pelan.

"Ahhh... Kyuhhh... ini nikmat Kyuhh..."

"Eum, bolehkah aku bergerak. Juniorku sedikit sakit Ming."

"Nde... perlahan Kyuhhh... bergeraklah... ahnnnnn... Kyuhhh..."

Aku mulai bergerak maju mundur. Memasukkan dan mengeluarkan juniorku didalam hole-nya. Untuk beberapa menit, ia terlihat gelisah menahan sakit. Tai sekarang, bisa kupastikan dia menikmati sentuhanku.

"Kyuhhh... lebih cepat ahssshhhh... ahhh..."

"Nde Mingg...Ouhh... kau nikmat... uhhh..."

Aku terus menghentakkan juniorku. Menggenjot hole-nya habis-habisan. Sungguh tubuh Sungmin benar-benar nikmat. Dia sangat sempurna. Sesekali ranjang kami berderit karena begitu keras dan cepatnya aku menghentakkan juniorku. Hingga aku merasakan ujung juniorku mengenai sesuatu.

"Kyuhhh... disana terush Kyuhhh... argghhh aku bisa gila... Kyuhhh..."

"Akhhhh... begini kah? Eoh? Aaahhhhh... Ming..."

"Akhhhh Kyuhhh..."

Aku menyingkirkan tangan Sungmin yang hendak mengocok juniornya. Ayolah, ada aku. Dan aku tak akan membiarkan Ming mendapatkan cum-nya dengan mudah.

"Kyuhhh... aku sudah tak tahan lagi..."

"Akhhh... sebentar... Ahhsssshhh..."

Aku menusukkan lebih kuat juniorku. Jempolku menutup lubang cum Sungmin. Aku tak ingin dia cum dulu dan kemudian lemas sementara aku belum cum.

"Kyuhhh... akuhhhhh..."

"Ahkkk... Ming... kita rubah posisinya dan aku akan membiarkanmu cum."

"Ahhnnn cepatlah..."

Aku menari tubuh Sungmin menjadi lebih dekat padaku. Menurunkan kakinya yang melingkar di pinggangku dan mengangkat tubuhnya kemudian meletakkan bantal di bawah punggungnya. "Ouhhh... ini pasti akan sangat nikmat."

"Kyuhhh..."

"Ahnnnn Ming..."

Aku menahan tubuhku dengan kedua lututku dan mulai bergerak maju mundur. Sejujurnya aku ingin melihat pink hole itu dengan jelas. Dan ini sungguh mengagumkan, dia sangat seksi.

"Ming... ahhh kau sangat sempit."

"Cepatlah Kyuhhh... aku sudah tak tahan... ahnnn..."

"Baiklah, kita akan menyelesaikan ini."

Aku menangkap pinggul Sungmin dan menggerakkannya berlawanan arah dengan gerakkanku. Akh... ini benar- benar nikmat.

"Minghhh... ahhhnnn... Ming..."

"Kyuhhh... terush Kyuhh..."

Dan tak butuh waktu yang lama lagi untuk menunda cum kami. Aku melepaskan jempolku dan membiarkan spermanya memuncrat diseluruh kasur dan tubuh kami berdua.

"Arggghhh!"

"Ahhnnn... ini nikmath Kyuhh..."

"Nde..."

Dan dia memejamkan kedua matanya. Aish... kenapa dia tertidur begitu cepat.

Aku mengamati wajahnya. Sangat cantik.

Mengusap pipi chuby yang merona itu. Sangat lembut.

"Hei, menjadi gay karenamu mungkin hal terbaik dalam hidupku."

Aku mencium bibirnya. Sangat kenyal dan manis. Menarik tubuhnya kedalam pelukanku, menyingkirkan bantal di bawah punggungnya, membuatnya senyaman mungkin.

"Biarkan little Cho bersarang di rumah istimewanya. Ini sangat nikmat Ming..."

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.


.

-HanChul room-

.

.

"Ah, sudah selesai. Aish...meski terkesan biasa tapi tetap saja aku panas melihat mereka."

Heechul melirik namja yang tidur disisinya. Namja itu tidur dalam damai, sungguh wajah yang tampan. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Heechul. Ia melihat dalam pada dada bidang Hangeng yang terbuka karena kaitan tali kimono tidurnya terlepas.

Perlahan Heechul meletakkan layar monitor nya –ipad- dan kemudian mulai menarik kaitan tali gaun tidur yang terikat dilehernya. Menampilkan tubuhnya yang begitu sempurna dengan kulit seputih susu dan juga payudara yang terlihat masih kencang dan berisi itu.

Ia menyingkap selimut mereka. Kemudian mulai mengusap dada Hangeng dengan jemari lentiknya. Membuka kain kimono yang sedikit menutupi dada itu. Kemudian merangkak naik di atas tubuh Hangeng.

Sementara Hangeng, ia masih sibuk di dunia mimpi. Ia terlalu lelah dan kesal hari itu. Namun, Hangeng sempat bermimpi jika ia melihat bidadari yang tengah terbang diatasnya.

Dan mungkin saja sebentar lagi kedua mata namja tampan itu akan terbuka karena Heechul kini sudah mulai meremas pelan rambut Hangeng. Sungguh gerakan yang sangat seduktif dan panas. Heechul menurunkan tubuhnya dan mulai menggesekkan kedua payudaranya dengan dada Hangeng.

"Ohhh... Hanie ieronna... ouhhh..."

"Ahhnnn..." Hangeng mendesah pelan saat ia merasakan hangat dan basah di bagian bawah tubuhnya yang masih terlindungi underwear. Susah payah, ia menghilangkan pikiran yadongnya tapi sungguh, ia tak kuat menahan fantasi berlebihan yang memanjakan tubuhnya.

Perlahan Hangeng membuka kedua matanya, dan bangun dengan perasaan terkejut. Ia mendapati Heechul dengan tubuh half naked-nya tengah bergerak maju mundur mencoba menggesek Miss. V-nya dengan junior Hangeng.

"Haniehhh..."

"Hee baby..."

Dan Hangeng, ia sama pervert-nya dengan kedua evil dan istrinya itu. Dengan cepat, tangannya bergerak dan meremas payudara Heechul. Satu tangannya yang lain memanjakan Miss. V Heechul. Mencubit dan memainkan pelan namun kuat bena kecil yang disebut klitoris itu. Heechul hanya bisa terus mendesah merasakan setiap detik foreplay dari Hangeng.

"Hannie... ahhhnnn... akuhhh..."

"Yah... Hee baby... kau akan menyesal karena telah membangunkan aku..."

Dan dengan gerakan cepat, Hangeng mendorong Heechul. Kemudian menangkap kedua paha yeoja cantik itu. Melebarkannya dan mulai mencium wangi khas vagina yang menguar dari Miss. V Heechul.

Hangeng mendekatkan wajahnya, mulai menjulurkan lidahnya dan menusuk lubang vagina Heechul. Heechul hanya bisa terus mengerang dan meremas payudaranya sendiri. "Ahhh... Haniehhh... ahhhh..."

"Eummmmhhh... shhh..."

Bunyi erotis terdengar jelas, dan saling bersahutan antara beberapa kamar yang saling bersebelahan di rumah megah Kyuhyun.

.

.

.

Sementara itu di tempat lain-

.

.

"Aish, Sungmin oppa. Kenapa tak datang-datang?"

Yeoja blasteran Rusia Korea itu berdiri gelisah didepan pintu rumahnya. Sesekali ia melihat jam yang ada di ponselnya.

'Ck... apakah dia benar-benar akan menjadi gay?'

Setidaknya itu yang ada didalam pikiran Eve.

.

.

.

TBC...

.

.

.

Jeongmall Gamsahamnida!

Maaf untuk TYPO(S) dan juga NC yang aneh. Kyakakkakakak...

Big Hug and Kiss to all my lovely reviewer

Nam Sung Rin, Syubidubidu, tati joana, ayachi, Eclipse boy, EchaAegyoMing, KMS KyuMinShipper, Sarang KyuMIn, cholee kyumin, Dila Choi, black Devil, Lovesungminppa, yukiLOVESUNGMIN, Choi Sila, Baby-ya, kyurin minnie, Meytha Shora Andriyan, dhianelf4ever, rima kyumin elf, Cupidshinee, BunnyMing, KyuMInLa, EvilBungsu137, DianyKyuMin, Rosa Damascena, Ichi54n, ChaaChulie247, Princess Kyumin.

Karena kemarin berjudul Got 'Cha, sekarang kembali ke judul aslinya. gomawo!

Mind to Left any words?

Review please...