It is © atacchan

.

Harry Potter © J. K. Rowling

.

Summary : Saat semua yang dianggap biasa menjadi hal yang tidak biasa. Saat itulah kau harus menyadari banyak yang berubah. AlRose slight ScorpRose.

.

Warning : OOC mungkin, gaje, jelek, absurd, ide pasaran, typo atau miss typo(s), dan kesalahan lainnya.

.

Timeline : NextGen. Al, Rose, dan Scorpius di tahun kelima. Hugo dan Lily ditahun keempat. James dan Fred di tahun ketujuh.

.

Don't Like? Don't Read!

.

First : Hagrid's Hut.

.

Rambut merah yang bergelombang, mata hazel yang hangat, wajah santai yang-

"Al?" panggil Rose sambil melambaikan tangan di depan wajah Al.

"He? Eh iya Rose, ada apa?" tanyanya terkejut.

"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa kau sedang melamun sambil menatap seseorang. Menatap siapa?" tanyanya sambil mengarahkan pandangannya ke sekitar mereka.

"Eh itu aku," kata Al gugup. Tidak mungkinkan Al berkata dia sedang mengagumi Rose. Well, Al tadi sedang memuji keindahan seorang gadis yang ada di depannya ini sampai akhirnya si gadis dengan tidak sengaja memutuskan lamunannya. Padahal jarang-jarang kan.

"Ya?" tanya Rose.

"Eh tidak, aku kira rambutmu semakin panjang." Al mengutuk mulutnya, demi Merlin kenapa dia jadi berkomentar aneh begitu.

"Benarkah?" tanya Rose innocent.

"Iya, kalau tidak salah tahun lalu hanya sebahu." Kata Al mencoba mengelak. Oh rambut, kau jadi alasan yang bagus sekarang.

"Mungkin begitu, apa di potong saja ya?" tanyanya pada Al.

"Eh jangan!" jawab Al cepat.

Rose melemparkan pandangan aneh sekaligus bertanya.

"Well, bukankah banyak gadis yang suka berambut panjang. Kenapa tidak dibiarkan saja?" tanya Al.

"Iya juga sih. Tapi, tidak aneh kan kalau aku berambut panjang?"

"Tidak kok, dengan rambut panjang kau lebih terlihat-" Al hampir saja kelepasan dan dia beruntung dia segara sadar "- seperti gadis lainnya. Iya seperti itu." tambahnya dengan tawa canggung.

"Memangnya selama ini aku terlihat seperti apa?" tanya Rose sinis.

"Yah, ganti penampilan kan tidak apa-apa."

"Well, bukan ide buruk sih. Sudah dapat penjelasan tentang jenis hewan yang bisa di Transfigurasi?"

Al dengan terburu-buru membuka bukunya, untung saja dia masih ingat halaman yang berisikan Transfigurasi hewan. Tidak sia-sia dia membaca bukunya dari semalam.

OoO

Scorpius Malfoy makan dengan tenang tanpa ada keinginan untuk ikut bergabung dalam membahas masalah pertandingan Piala Quidditch yang berlangsung saat mereka libur.

Dia tadinya ingin berbicara dengan Al, tetapi sepertinya temannya lebih senang berkumpul dengan saudara-saudaranya daripada dengan Scorpius.

Scorpius bisa saja makan di meja Gryffindor dan bergabung dengan Lily, tetapi dia sedang malas. Belum lagi Lily akhir-akhir ini berbeda. Lily agak posesif. Lily tidak bersalah sepenuhnya sih, lagian orang mana yang tidak posesif jika banyak gadis di sekitar kekasihmu yang menatapnya dengan kerlingan?

Scorpius menyatap makanan penutupnya. Dia sudah kenyang dan berniat keluar dari Aula Besar. Masih ada 15 menit lagi sebelum kelas Mantra.

OoO

Rose mungkin seorang gadis yang beruntung karena memilki kecerdasan yang diatas rata-rata. Tetapi untuk hari ini saja dia sangat-sangat merasa bahwa kecerdasannya itu merugikannya, meskipun tidak secara langsung.

Rose mendengus lagi saat mendengar komentar Scorpius.

"Kau salah Rose. Kau harusnya menumbuk taring ularnya tidak terlalu halus. Itu sudah sangat-sangat halus."

Rose Weasley sekali ini saja ingin menjadi murid yang biasa-biasa saja. Baiklah, dia harus bersabar. Rose membuang taring ular yang tadi kata Scorpius terlalu halus dan mengambil lagi 6 taring ular dan menumbuknya dengan pelan.

Scorpius terlihat membuka mulutnya lagi. 'Oh tak bisakah dia tidak banyak berkomentar.' batin Rose.

Scorpius memegang tangan Rose dan menumbuknya dengan tidak terlalu pelan tetapi tidak terlalu kuat.

"Harusnya begini." Komentarnya lagi.

"Yeah, terima kasih atas bantuannya Mister Potion." Kata Rose malas.

Scorpius melepaskan peganggannya saat taring ularnya sudah menjadi bubuk yang pas, tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus.

Salahkan Profesor Longbottom yang memilih untuk memasangkan mereka. Profesor yang masih muda itu berkata bahwa Ramuan mereka pastinya akan sangat-sangat bagus sehingga sang Profesor memilih mereka untuk menjadi contoh.

Rose menatap Al yang berkerja sama dengan seorang anak Ravenclaw. Dia iri sekali dengan anak itu, andai saja dia yang berkerja sama dengan Al. Al memang tidak lebih baik dari Scorpius dalam Ramuan, tetapi kemampuan cukup bisa dibanggakan dan Al juga tidak secerewet Scorpius.

"Nona, jika kau memasukkan darah unicorn maka kau akan membuat kualinya meledak." Komentar Scorpius lagi.

Tuh kan, dia cerewet sekali. Meskipun yang dikatakan Scorpius benar, Rose tetap saja tidak senang bekerja sama dengan makhluk di depannya ini.

"Ini botol darah kelelawarnya." Kata Scorpius menyerahkan sebuah botol transparan yang berisi darah kelelawar.

Rose mengambil botolnya dengan enggan dan menambahkan tiga sendok darah kelelawar ke dalam kualinya.

"Aduk lima kali searah jarum jam." Komentar Scorpius lagi.

Rose mengaduk isi kualinya sesuai arah jarum jam. Scorpius membaca ulang buku Ramuannya.

"Sudah?" tanya Scorpius.

Rose hanya mengangguk. Dia sangat malas untuk mengeluarkan suaranya meskipun hanya menjawab 'Ya.'.

Scorpius melambaikan tongkatnya. Dan setelah itu Ramuan mereka mengeluarkan percikan warna-warni yang menyatakan bahwa Ramuan mereka sudah layak digunakan.

Profesor Hannah Longbottom menghampiri mereka dan langsung menambahkan masing-masing 5 poin asrama untuk keduanya.

Rose berpikir bahwa kesialannya selesai sampai saat itu saja.

OoO

Al menatap Rose yang Ramuannya sudah mengeluarkan percikan warna-warni. Dia melirik kearah partnernya yang sedang melambaikan tongkat sihirnya.

Ramuan mereka juga mengeluarkan percikan warna-warni dan Profesor Longbottom memberikan penambahan poin asrama untuk keduanya.

2 menit lagi kelas Ramuan akan berakhir dan Profesor Longbottom menjetikkan jarinya.

"Baiklah anak-anak," katanya dengan suara yang ceria khas dirinya. "Pertemuan kita kali ini sudah selesai. Selamat untuk yang berhasil menyelesaikannya. Untuk yang belum dapat membuatnya dengan benar, kalian harus menulis esai sepanjang 15 inci mengenai Ramuan yang baru saja kita buat. Sekian untuk hari ini, selamat menikmati hari kalian."

Murid yang menyelesaikan Ramuannya dengan baik hanya Socrpius, Rose, Al, dan anak Ravenclaw yang menjadi partner Al. Selebihnya gagal dalam takaran. Beberapa dari mereka tampak santai dan beberapa lagi tampak mengeluh.

Al menunggu Rose di depan pintu kelas Ramuan. Tidak lama kemudian Rose muncul diikuti dengan Scorpius di belakangnya.

"Kita jadi ke pondok Hagrid?" tanya Al memastikan.

"Yeah. Kita sudah janji kan?" tanya Rose sambil menatap Al dengan pandangan 'Apakah kita harus kesana bersama Malfoy?'

Melihat tatapan Rose ke Al, Scorpius dengan cepat menambahkan. "Eh, aku ada janji dengan Lily. Kalian berdua saja." Katanya.

"Well, baiklah. Kami duluan mate."

Scorpius mengganguk dan berjalan ke arah yang berlawanan. Dia tidak ada urusan dengan Lily sebenarnya, tetapi melihat Rose yang dangat anti dirinya diapun jadi malas untuk mengikuti mereka ke pondok Hagrid.

OoO

Dedaunan berjatuhan seiringan dengan bertiupnya angin. Musim gugur. Sebenarnya Rose menyukai musim ini, sangat menyukainya jika dedaunan itu tidak memilih rambutnya sebagai tempat bersinggah.

Al yang memperhatikan itu tersenyum kecil dan membantu Rose yang mencoba menyingkirkan sebuah daun yang sepertinya sangat mencintai rambutnya.

"Kau seharunya mengikat rambutmu tadi." Katanya sambil tersenyum dan menjatuhkan daun yang diambilnya dari rambut Rose.

"Yeah, lain kali ingat kan aku." Kata Rose.

Angin bertiup pelan tetapi cukup untuk menyibakkan rambut merah Rose. Al berhenti berjalan saat Rose mencoba memperbaiki rambutnya. Al dengan sigap mengembalikkan rambut Rose yang menutupi wajahnya ke belakang telinga Rose. Itu sedikit membuat Rose terkejut tetapi Rose dapat menutupinya.

"Terima kasih Al."

"Sama-sama Rose, atau mau ku panggil Rosie?" tanya Al sambil meledek.

"Rose saja Al," jawabnya malas.

Al tertawa renyah. "Aku hanya bercanda Rose." Tambahnya dan tersenyum.

"Berhenti tertawa, itu tidak lucu. Eh itu Hagrid." Tunjuk Rose ke arah ladang labu.

OoO

Lily memandang Rose dengan bingung. Rose dari tadi duduk di depan kaca dan memperhatikan dirinya. Sudah lima menit. Ini akan jadi rekor baru karena sebelumnya Rose hanya akan berkaca selama dua atau tiga menit saja.

"Sebaiknya diikat tinggi atau diikat dua Lil?" tanya Rose.

Lily tadinya ke kamar Rose dan baru saja akan mengajaknya ke Aula Besar untuk sarapan, tetapi Rose berkata dia mau mengikat rambutnya sebentar. Benar-benar lima menit yang sebentar.

"Kalau diikat tinggi kau akan kelihatan lebih dewasa Rose."

"Begini?" tanya Rose sambil mengikat rambutnya.

"Yeah, begitu lebih baik. Rapikan juga ponimu." Tambah Lily.

Sebenarnya Lily senang karena Rose peduli akan rambutnya yang biasanya hanya diikat seperlunya atau dibiarkan tergerai.

"Tumben kau mau mengikat rambutmu." Komentar Lily juga pada akhirnya.

"Akhir-akhir ini angin sering bertiup, diluar ataupun di koridor. Jadi akan lebih baik jika ku ikat."

Lily menganggukkan kepalanya sedikit kecewa. Dia mengira Rose berdandan demi seseorang.

OoO

Al makan dengan tenang di meja Slytherin. Di sebelahnya Scorpius juga menikmati sandwichnya dengan santai.

"Jadi ada apa semalam?" tanya Scorpius sedikit pelan agar hanya dia dan Al yang mendengarnya.

"Apa?" tanya Al tidak mengerti.

"Pondok Hagrid."

"Oh, tidak ada hal penting. Aku dan Rose hanya mendengarkan cerita Hagrid tentang Thestral."

"Thestral kah yang mengubahnya jadi seperti itu?" tanya Scorpius sambil memberikan pandangan ke arah meja Gryffindor.

Al menatap kearah yang dimaksud Scorpius. Ada Rose disana. Rose mengikat rambutnya rapi, sedikit tinggi sehingga memperlihatkan tengkuk putihnya.

"Ada yang salah dengannya?" tanya Al sambil menyuapkan potongan puding ke mulutnya.

"Tidak biasanya dia mengikat rambutnya mate. Biasanya juga dibiarkan awut-awutan." Komentar Scorpius.

"Loh, begitukan bagus. Lagipula harus ada yang spesial ya baru Rose mengikat rambut?" tanya Al polos.

Scorpius menghela nafas kesal. Dia sedikit banyak bingung dengan Al yang sebenarnya cukup pintar namun terlalu polos.

"Tidak. Aku hanya ingin tahu."

"Semalam aku memang berkata pada Rose bahwa rambutnya panjang dan di musim gugur angin lebih sering bertiup. Aku hanya menyarankan dia mengikat rambutnya."

Tuh kan baru saja Al menjawab pertanyaannya.

Scorpius memperhatikan Al. Sejak di Hogwarts Express juga ada yang ingin ditanyakannya, tetapi dia urungkan. Kalau ditanya sekarang mungkin Al mau menjawabnya.

"Kau dekat sekali dengan Rose mate."

"Kami sepupu, sudah seharusnya kan?" tanya Al santai.

"Yeah, sepupu memang seharusnya kemanapun bersama."

"Ada masalah dengan itu Scorp?" tanya Al menyadari nada mencela dalam suara Scorpius.

"Tidak. Apakah karena kau sepupunya, kau harus memandangnya dengan tatapan menginginkan?"

Al menghentikan gerak sendoknya yang hampir mencapai mulutnya. Wajahnya sedikit bersemu, tipis. Scorpius memperhatikan semua itu. Ha! Tidak mungkin dugaannya salah.

"Aku tidak seperti itu Scorp. Perasaanmu saja." Bantah Al sebelum meyuapkan pudingnya.

"Kau pasti menyukainya." Pancing Scorpius.

"Huk."

Scorpius menaikkan alis. Dia pasti benar. Mau bukti? Al tersedak dan wajahnya bersemu. Oke, buktinya cukup kuat.

Al meneguk jus labunya banyak-banyak. Al menatap Scorpius dengan pandangan bertanya setelahnya.

"Kau memperhatikan ku?"

OoO

.

TBC

.

OoO

Afterwords: Akhirnya selesai *tarik nafas* Bagaimana chapter duanya? Kurang memuaskankah? *bungkuk-bungkuk* Baiklah untuk menambah semangat menulis Ata kalian bisa meriview fic ini. Muehehehe. Oh iya, PSPG chapter 6 udah di update. Jangan lupa baca juga ya. *sekalian promosi*.

.

Review?

.

Without you I'm nothing.

.