It is © atacchan

.

Harry Potter © J. K. Rowling

.

Summary : Saat semua yang dianggap biasa menjadi hal yang tidak biasa. Saat itulah kau harus menyadari banyak yang berubah. AlRose slight ScorpRose.

.

Warning : OOC mungkin, gaje, jelek, absurd, ide pasaran, typo atau miss typo(s), dan kesalahan lainnya. Di chapter ini dan kedepan mungkin akan bermunculan OC. Jadi kalau ada karakter yang tidak kelian kenal, semuanya milik saya *nari pendet*

.

Timeline : NextGen. Al, Rose, dan Scorpius di tahun kelima. Hugo dan Lily ditahun keempat. James dan Fred di tahun ketujuh.

.

Don't Like? Don't Read!

.

Second : Astronomy Tower.

.

"Berteman dengan Malfoy?" tanya Rose tidak percaya.

"Yep."

"Untuk apa Al?"

"Aku hanya merasa tidak baik kau dan dia seperti musuh. Kau tahukan Rose, Score adalah sahabatku dan dia juga berteman dengan Hugo. Kenapa tidak denganmu?" tanya Al santai sambil memainkan tongkatnya.

"Kau kan satu asrama dengannya, lalu Hugo juga tidak pernah dikerjai olehnya. Kalau aku? Dia sering mengerjaiku, bahkan saat aku mengatakan bahwa dia yang salah dia masih sempat beradu argumen denganku!"

Al menghela nafas dalam. Sulit sekali ternyata.

"Rose," panggil Al dengan nada terlembut yang dimilikinya.

Rose menatap Al enggan. Jika Al sudah memanggilnya dengan nada dan tatapan seperti itu, Rose akan susah untuk menolaknya.

"Duduklah dulu," pinta Al.

Rose duduk disebelah Al yang sekarang sudah mengganti posisinya menjadi berbaring menatap langit. Awan diatas sana cukup banyak sehingga tempat mereka duduk sekarang cukup teduh.

"Awan itu bergerak mendekati yang lainnya." tunjuk Al ke arah awan kecil yang sepertinya tertinggal kumpulan awan didepannya.

"Tak bisakah kau bergerak mendekati kami?" tanya Al saat Rose tidak memberikan respon.

Al mengerling ke arah Rose sekilas, Rose sedang memperhatikan awan itu lekat-lekat.

"Aku berada di dekat kalian." jawab Rose masih sambil menatap awan.

Al bangkit dari posisi tidurannya dan duduk bersila. Al menatap Rose yang masih memfokuskan pandangan ke awan kecil di langit.

"Kau tahu, saat kita berkumpul –Aku, kau, Hugo, Lily, dan Score- terkadang kami jadi mengacuhkan salah satu diantara kalian. Saat kami membahas sesuatu dengan Score kami jadi harus mengacuhkanmu. Kau juga tidak mengikuti pembicaraan kita." terang Al dan tetap menatap Rose yang sedang memainkan rumput-rumput ditangannya.

"Aku mendengarkan apa yang kalian bicarakan." bantah Rose.

"Kau melamun. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tetapi aku sering mendapati bahwa kau tidak mendengarkan."

Rose tidak membela diri, Albus benar.

"Rose," panggil Al dengan nada lembut.

Rose menyibukkan diri dengan memilin rumput-rumput itu.

"Rose," panggil Al lagi.

Akhirnya Rose menatap Al. Rose menangkap pandangan memohon dari Al.

"Kalian berteman ya?" tanya Al dengan nada meminta.

Rose menjawab enggan. "Yeah."

"Begitu lebih baik!" kata Al dan menarik Rose kepelukannya.

Al memeluk Rose seakan menjaga sedangkan Rose memeluk Al lemah. Dia masih memikirkan tawaran Al untuk berteman dengan Scorpius. Dia tidak yakin.

Setelah mereka berpelukan, Al mengajak Rose kembali. Mereka bisa melewatkan kelas Arithmancy jika tidak bergegas.

OoO

Jadi disinilah Rose Weasley sekarang. Rose memang setuju untuk berteman dengan Scorpius, tetapi bukan berarti mereka dikurung dalam sebuah ruangan seperti sekarang!

Rose menghela nafas berat, andai saja tongkatnya tidak diambil Al. Rose menatap sekelilingnya, ruangan itu tidak besar. Dia kurang tahu ruangan ini dimana, karena sepanjang perjalanan matanya ditutup oleh Al.

'Rose, lain kali kau tidak boleh terlalu percaya kepada sepupumu sendiri.' batinnya.

Rose memperhatikan Scorpius yang memandang bukunya bosan. Rose beranggapan bahwa Scorpius cukup beruntung membawa buku untuk mengalihkan perhatian. Rose? Dia hanya membawa dirinya.

Rose menatap sekelilingnya lagi. 'Sudah jam berapa?' batinnya.

"Tidak ada yang berubah mau kau tatap sejuta kalipun."

Suara itu membelah keheningan diantara mereka berdua. Rose mengernyit tidak suka. Padahal Rose sudah berharap kepada Merlin agar Scorpius mengacuhkannya saja.

Rose memang bosan, tetapi berbicara dengan Scorpius? Wah, Rose akan lebih setuju untuk bersahabat dengan sunyi.

"Itu bukan urusanmu." Balasnya acuh tak acuh.

"Jika kita tidak memutuskan untuk berteman, aku dan kau akan mati kelaparan."

Rose menyetujui juga ucapan Scorpius dalam hati, tetapi bagaimana caranya mereka berteman?

"Bagaimana kalau kita berpura-pura berteman? Al tidak akan tahu kan?"

"Apa untungnya pura-pura?" tanya Scorpius.

"Aku tidak mau berteman denganmu, jadi kita pura-pura berteman saja. Al tidak akan tahu." balas Rose santai.

"Baru kali ini aku dengar ada teman pura-pura," ejek Scorpius. "Lagipula, apa ruginya berteman dengan ku?"

'Apa ruginya?' batin Rose. 'Entahlah, tetapi aku tidak mau berteman dengannya.'

"Hei," panggil Scorpius.

"Hem, menurutku tidak ada ruginya sih," balas Rose. Sebelum Scorpius sempat memotong Rose melanjutkan "Sayangnya aku tidak ingin."

Scorpius memutar kedua manik kelabunya, bosan.

"Dengar, jangan seperti anak-anak. Aku berteman denganmu karena Al memintaku. Lalu, aku juga belum makan malam dan aku lapar." Balas Scorpius.

"Tapi kau pernah menger-"

"Soal itu lupakan, aku minta maaf –meskipun aku tidak merasa bersalah-. Jadi bisakah kau bersikap bijak?"

Rose mengembungkan pipinya –tanda kalau dia sebal-.

"Weasley, aku lapar dan aku rasa kau juga lapar. Mungkin kita memang baru setengah jam disini tetapi jika aku berada disini lima belas menit lagipun aku-"

"Baik! Hentikan ocehanmu itu."

Scorpius tersenyum kemenangan.

"Scorpius Malfoy, Scorpius." kata Scorpius dan menyodorkan tangannya.

Rose menaikkan alis. "Untuk apa?"

"Oh Weasley, anggap saja kita baru berkenalan."

"Rose Weasley, Rose." kata Rose. Mereka bersalam sebentar, hanya dua detik karena Rose buru-buru menarik tangannya.

"Baiklah Rosie, sekarang kita berteman kan?" tanya Scorpius.

Rose mendelik. "Namaku Rose bukan Rosie."

"Ya ya, Rose jadi kita berteman kan?"

"Yeah, kita berteman." sahut Rose malas.

Seketika muncul sebuah pintu tepat dihadapan mereka. Rose tersenyum lega dan buru-buru bangkit. Rose menemui Al di depan pintu, tersenyum puas.

OoO

Rose mengisyaratkan 'Mana tongkat ku?'.

Al menyerahkan tongkat Rose.

"Mate, aku duluan ya. Aku lapar sekali." potong Scorpius dan beranjak pergi setelah Al dan Rose mengangguk.

"Tidak sulit kan?" kata Al sambil terkekeh.

"Yeah." balas Rose malas dan beranjak pergi sambil menarik Al berjalan.

"Kau lapar?" tanya Al dengan wajah tanpa dosa.

Rose hanya mengangguk dan dalam hati mengumamkan 'Sangat.'

"Makan di Aula saja ya, masih sempat." tambah Al.

"Tidak jadi, aku merasa tidak begitu lapar. Aku ke asrama saja." balas Rose. Dia malas ke Aula Besar.

"Loh, kenapa?"

Rose mendesah pelan, haruskah dia memberitahu Al?

"Tidak apa-apa." jawab Rose.

"Rose, jika kau merasa terlambat untuk makan di Aula maka kau salah. Makan malam juga baru mulai sepuluh menit yang lalu."

'Bukan Al, bukan itu.' batin Rose.

Rose hanya menggeleng dan mencoba menghindari tatapan tidak mengerti dari sepupunya.

"Aku ada urusan." bantah Rose cepat.

"Urusan?"

Rose mengganguk.

"Dengan siapa?" tanya Al, kali ini dengan nada heran dan mengintimidasi.

"Bukan hal penting, kau ke Aula saja. Aku duluan ya." kata Rose dan cepat-cepat berlalu.

Gerakan Al yang lebih cepat dari Rose memungkinkan Al menarik Rose dan menghambat perjalanannya.

"Katakan padaku."

Rose bingung. Dia bilang atau tidak? Dia merasa tidak perlu memberitahu Al tetapi suara Al terdengar berbahaya.

"Steashle. Alpha Steashle." Ucap Rose pelan. Agak berbisik tetapi cukup untuk di dengar oleh Al.

"Murid Ravenclaw kelas enam?" tanya Al.

"Well, yah. Kau tahu kan?"

"Apa tepatnya urusan kalian?" tanya Al.

Rose meringgis. Genggaman Al terasa makin kuat.

"Al, tanganku." Eluhnya.

Al melepaskan genggamannya tetapi masih menuntut jawaban.

"Lebih baik kau ke Aula Besar sekarang, makan malam tinggal sebentar lagi. Aku duluan." kata Rose cepat dan langsung melenggang dari sana. Meninggalkan Al yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diterjemahkan.

OoO

Rose memperlambat langkahnya saat melihat menara Astronomi sudah tidak jauh. Dia sedikit banyak tidak mengerti, kenapa harus bertemu di menara Astronomi jika mereka bisa bertemu di Aula?

Rose bukannya tidak mau menjawab Al, tetapi dia juga tidak tahu apa yang mendorong Alpha memanggilnya ke menara Astronomi.

Lagipula, Alpha memintanya datang dengan cara yang aneh –menurut Rose-. Sebuah surat dari seekor kucing berbulu cokelat kehitaman yang tidak diketahui jenis apa sampai padanya tadi pagi.

Saat Rose membuka suratnya, hanya bertuliskan: 'Rose, bisakah menemuiku? Menara Astronomi pukul delapan.' disertai sebuah nama, Alpha Steashle.

Kenapa mengirim surat lewat kucing? Kenapa tidak katakan langsung? Atau berikan kepada temannya? Pertanyaan-pertanyaan itu berkelebat di kepala Rose.

Rose memasuki menara Astronomi perlahan, menelusuri ruangan itu baik-baik. Dia menaiki tangga ke tempat dimana sebuah teleskop sihir besar milik Hogwarts berada.

Disanalah lelaki itu menunggu. Tampaknya lelaki itu sedang menatap sesuatu menggunakan teleskop. Derap langkah Rose yang cukup pelan membuat lelaki itu berbalik.

"Ah, Rose Weasley kan? Aku Alpha."

Rose menyalami tangan Alpha dan mengangguk.

"Maaf menganggumu. Aku membutuhkan bantuanmu sedikit." kata Alpha langsung.

"Tak apa. Bantuanku? Aku tidak yakin aku dapat banyak membantu." balas Rose sopan. Bagaimanapun lelaki di depannya ini adalah kakak kelasnya.

"Kau dapat membantu." bantah Alpha pelan.

OoO

"Ayam itu tidak akan masuk ke mulutmu dan mengenyangkanmu jika hanya kau tatap." cela Hugo.

Al hanya menatapnya dan mulai menyuapkan potongan ayam ke mulutnya.

"Kau kenapa sih?" tanya Lily yang mulai merasa terganggu dengan sikap kakaknya.

Al hanya menggeleng. Scorpius yang berada di depan Al hanya memandang Al dengan tatapan menyelidik.

Al dan Scorpius memang makan malam di meja Gryffindor hari ini. Tadinya Scorpius akan makan di meja Slytherin, tetapi dia terlanjur ditarik Lily ke meja Gryffindor.

Tiba-tiba seakan menyadari sesuatu Scorpius mengedarkan pandangannya. Mencari seseorang. Jika Al lemas dan Rose tidak kelihatan, itu tandanya ada hubungannya dengan Rose.

'Tapi apa?' batin Scorpius.

"Al, Rose kemana ya? Seingatku tadi dia bersama mu dan Scorpius." Lily bertanya sambil memandang sekeliling.

"Entahlah, aku tidak tahu."

"Loh tadikan dia bersama mu mate?" tanya Scorpius. Seingatnya dia meninggalkan Rose dengan Al dan ke Aula Besar lebih dulu dari Al.

"Dia punya janji dengan orang lain mungkin." jawabnya berpura-pura tidak perduli.

"Janji apa?" kali ini giliran Hugo yang bertanya.

"Ah, mungkin janji kencan." pekik Lily senang.

"Seseorang mau berkencan dengan Rose? Kau bercanda." cela Hugo.

"Kau menyepelekan kakakmu sendiri. Dia cantik kok, pasti ada yang menyukainya. Lalu, akhir pekan ini kan ada kunjungan ke Hogsmeade jadi mungkin saja ada seseorang yang mengajaknya." terang Lily.

"Yeah, mungkin." tambah Al.

Scorpius kembali menekuni Lasagna-nya. Dia yakin tadi mendengar nada kecewa dalam suara Al.

"Siapapun orang yang mengajaknya, aku berani jamin dia sedang tidak ada kerjaan." kekeh Hugo.

"Atau mungkin dia menyadari kalau Rose memiliki inner beauty." balas Lily.

"Well, makan malam sudah mau selesai. Kalian tidak kembali?" tanya Scorpius mengalihkan pembicaraan.

"Ah iya, aku dan Hugo kembali ke asrama sekarang saja. Kami duluan ya. Ayo Hugs!" kata Lily dan beranjak.

Mereka menghilang dari Aula setelah sebelumnya Lily mengumamkan 'Selamat malam Score.' kepada Scorpius.

Scorpius hanya mengangguk sebagai balasannya. Dan setelah memastikan tidak ada yang melihat, Scorpius melirik Al yang baru berdiri.

"Kembali ke asrama?"

OoO

.

TBC

.

OoO

Afterwords: Eng- jadi inilah lanjutannya. Menurutku chapte rini campur-campur. Ada gajenya, ada anehnya, ada misteriusnya *ngarep*. Oke, aku selalu stuck ide kalau udah nggak ada inspirasi. Dan soal Alpha mau minta bantuan apa aku juga lagi mikir, makanya ceritnaya di skip. Yah, jadi berbaik hatilah dengan cara menambah semangat menulisku. Biar chapter-chapter dengan enggak ngadat dan stuck lagi. Caranya gampang, review aja banyak-banyak -_-v jamin deh pasti aku pikirin lanjutannya. Eh kalau bisa, tambahin saran tentang kelanjutan ceritanya ya. Aku bingung hehe. Itu aja deh, dari pada buang-buang waktu silahkan langsung klik review ;D

.