A fanfic about Kyuwook .
Drabble wookie present ~
Mianhae, saranghae.
Boys Love/male pregnant/Don't Like don't read/
Rated T
Disclaimer : all about this chara is Super Junior, as their self. This is my story.
Hope you can enjoy it ^^ .
" Sedang apa kau disini? "
.
Ryeowook yang sedari tadi sibuk mencium kening kepala anaknya, kini mendongak. Matanya membulat terkejut saat orang yang tidak ia harapkan datang menghampirnya. Dalam hati, dia merutuki kebodohan nasib yang tak menguntungkan dirinya sendiri. Mengapa bis begitu lama datang? .
.
" Aku . . a – aku sedang menunggu bis " Ryeowook menjawab sedikit gugup. Takut Kyuhyun marah padanya. Kyuhyun orang yang tempramen semenjak mereka menikah, apalagi setelah memiliki seorang putra. Dia sangat mudah marah hanya untuk hal hal yang dianggapnya sepele .
.
" Bukan itu. Maksudku, habis darimana kau? " Kyuhyun bertanya datar. Tapi, hatinya tidak bisa berbohong. Sangat berkecamuk, begitu khawatir pada Ryeowook. Rasa itu datang begitu saja .
.
Ryeowook bingung menjawab apa. Bukankah tempo hari Kyuhyun pernah berkata padanya agar tidak usah datang lagi ke kantor? Bukankah Kyuhyun pernah bilang padanya seberapa benci nya dia terhadap Ryeowook yang selalu menggangu waktu kerjanya? Apa dia harus bilang pada Kyuhyun kalau dia datang ke kantor kyuhyun untuk mengantar makanan padanya? .
.
.
" Ikut aku " Kyuhyun tak menunggu jawaban Ryeowook, kini dia menarik pergelangan tangan Ryeowook kasar. Dalam hati Ryeowook meringis sakit, bukan sakit karena tangannya yang dicengkram Kyuhyun . Tapi menyesali hatinya kenapa bisa dengan mudah ia jatuh ke dalam jerat cinta seorang Cho Kyuhyun.
.
.
*** .
.
Ryeowook masih diam kala Kyuhyun terus terusan mengoceh dihadapannya. Dia tidak peduli tubuhnya yang kedinginan, masih enggan beranjak dari sofa. Kyuhyun terus memarahinya, setelah beberapa saat dia memastikan bahwa Ryeohyun tidak apa apa. Jujur, ini pertama kalinya Kyuhyun marah padanya. Bukan karena dia jengkel, tidak suka, atau benci sebagaimana kenyataan kehidupan mereka. Dia merasakan ini tanda tanda Kyuhyun mulai menyayangi mereka, takut mereka sakit. Ryeowook tidak peduli seberapa besar Kyuhyun benci padanya. Asalkan dia menyayangi Ryeohyun, itu sudah cukup baginya .
.
Kyuhyun masuk kedalam kamar, membiarkan Ryeowook menggelung kedinginan di sofa. Dalam hati, dia masih terus membenci Ryeowook. Bukan karena dia memang tidak menyukai Ryeowook lagi , tapi , ada yang lain dihatinya. Ketakutan Kyuhyun akan Ryeowook dan Ryeohyun jatuh sakit begitu besar. Bisakah dia menyebut perasaan ini sebagai khawatir? .Entahlah, yang jelas, rasa nyaman melingkupi hatinya setelah dia berhasil membawa kedua makhluk yang seharusnya berada dirumah, kini beristirahat dengan tenang.
.
Sadar atau tidak, Kyuhyun telah membiarkan seorang pemuda diluar sana menunggunya lama. Ditengah lebatnya salju kala pergantian musim. Berharap laki laki yang dicintainya, datang menjemputnya .
.
.
Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur , matanya tertuju pada satu arah. Box bayi yang dihuni sosok Cho kecil yang sedang tertidur lelap. Kyuhyun menatapnya lega. Ada perasaan lain di hatinya sekarang. Dia munafik, dia yang dari awal menganggap Ryeohyun adalah sebuah kesalahan. Dia yang membenci Ryeowook, orang yang melahirkan Cho kecil itu kedunia. Dia sendiri yang mengatakan bahwa ia mencintai Sungmin, tapi tidak menolak saat orangtua mereka menjodohkan Ryeowook dengannya . Menjalankan keinginan orangtuanya adalah hal yang mutlak bagi Kyuhyun, meskipun dia harus menikahi Ryeowook, orang yang tidak dicintainya. Dia pikir, sekarang dia mencintai Sungmin.
Sekarang kau sedang bimbang, Cho Kyuhyun ! .
.
Sadarkah Kyuhyun? Hati berubah begitu cepat. Sekarang, kau hanya mengaggap Ryeowook bukan siapa siapa, sekarang kau menganggap Ryeowook musuh dan membencinya. Katakanlah bahwa dirimu hanya mencintai Lee Sungmin.
Tapi, apa yang kau lakukan sekarang? .
Mengkhawatirkan Ryeowook? Melupakan Sungmin yang menunggumu menjemputnya? .
Kau bermain dengan api , Cho Kyuhyun ! dan itu tidak baik .
******* .
.
Kyuhyun menggeliat tak nyaman di kasurnya saat dingin mulai menusuk kulitnya. Dia sudah memakai selimut dobel, apa sebegitu burukah cuaca diluar sana? . Akhir akhir ini dia sibuk, jadi dia jarang melihat televisi ataupun sekedar membaca surat kabar untuk melihat ramalan cuaca.
Kyuhyun hanya menatap langit langit kosong. Pikirannya dipenuhi dengan masa lalu, dengan terus berandai andai. Dia mencoba memejamkan matanya lagi, namun tidak bisa. Tenggorokannya juga sudah mulai kering, jadi dia memutuskan untuk keluar. Hanya untuk menengguk segelas air, membasahi tenggorokan, otak dan juga hatinya .
.
Baru saja Kyuhyun keluar kamar saat dia menyadari seseorang meringkuk tak nyaman di sofa ruang tengah mereka . Kyuhyun melihat Ryeowook memunggunginya, dan juga laki laki itu tampak bergerak gelisah. Merasa penasaran, Kyuhyun menghampiri Ryeowook hanya sekedar untuk memastikan bahwa laki laki yang lebih tua darinya itu baik baik saja .
Kyuhyun membalikan tubuh Ryeowook. Seketika matanya membulat saat melihat wajah Ryeowook pucat pasi. Bibirnya membiru, tangannya meringkuk melindungi tubuh atasnya , ia kedinginan. Kyuhyun meletakan punggung tangannya pada laki laki yang lebih muda itu.
.
" Kau demam " ucapnya. Kyuhyun reflek menggendong Ryeowook kedalam kamar mereka, meletakannya hati hati dikasur dan menyelimutinya dengan selimut tebal .
Bagaimana dia bisa tertidur pulas setelah memarahi Ryeowook? Apa dia lupa kalau Ryeowook juga kedinginan? Bahkan mantel yang ia gunakan basah kuyup karena mereka berhujan salju diluar tadi sore. Hari ini sudah malam, Kyuhyun tidak berpikir untuk sekedar menelpon dokter karena mungkin dia hanya akan menyusahkan sang dokter. Ini sudah larut dan diluar ada badai salju. Kyuhyun segera beranjak ke dapur. Mengambil sebaskom air hangat dan juga kompres dari lemari kamar mandi mereka.
Ryeowook reflek mengigau saat Kyuhyun baru saja meletakan kompres di kepalanya . Kyuhyun baru sadar kalau pakaian Ryeowook sepenuhnya basah kuyup. Sebagian basah karena keringat tubuhnya, dan sebagian lagi karena terkena salju diluar tadi sore,belum mengering . Kyuhyun berinisiatif melepas pakaian Ryeowook.
Dia membuka pakaian atas Ryeowook dengan cekatan, tiba tiba suatu bayangan masa lalu terlintas di pikirannya. Cukup membuatnya kaget, sehingga dengan cepat dia mengambil sehelai baju dari lemari mereka, memakaikan baju itu ke tubuh Ryeowook segera sebelum bayangan masa lalu yang menyakitkan untuk Ryeowook datang memenuhi kepalanya. Dia tidak ingin ingat itu lagi. Mengerikan, betapa kejamnya seorang Cho Kyuhyun ? .
.
'Sungguh, biarkan kejadian itu berlalu dan jangan biarkan aku mengingatnya lagi'
*TBC*
Balasan Review :
Choi Ryeosomnia : Nee~ Gomawo ^^
PinKyuWook : Nee ~ Dilanjut ^^
Guest : Udah loh ^^
ParkSanSan : Update Kilat ^^ kke jangan pake emot nangis, gatega kkke
KiKyuWook : Horee Lagi ~ Nee ^^
Anora : Eh? Jinjja? Kke FF nya udah aku apus, tapi kalau aku masih inget ceritanya aku tulis lagi
RyeoSiningEcha : Haha iya, kasia ya wookie
SparkSomniaAO0321 : Ne ^^
ZakuraFreeze : aku masih update disini kok, tapi lebih sering di blog
ParkSanSan (lagi) : KKee … aku usahain ngetik malem deh biar panjang chingu makasih yah sarannya :*
Melondyatlantic : kke iya aku usahain ngetik dialognya gomawo sarannya .
Kim Seo Jin aka Kimmy : Ganbate ! arigato :* di chapter selanjutnya ada kok ^^ .
Red PurpleWine : gomawo ! ^^ Iya aku lanjut kok, marlina ^^ *eh? .
Rara19Park : kkke aku kalo ngetik panjang2 pegel, ini aja ngetiknya siang. Diusahakan aku panjangin . Aku siksa aja ya Ryeowooknya? *wink* .
VebryNovita : Kyyaa Unnie , gwenchana . kke aku berasa muda jadinya ^^ . InsyaAllah besok aku banyakin Kyuwook momentnya ~ .
.
Segitu dulu ajah ya? Saya ga janji bisa ngetik panjang2, ada banyak kendala. beneran deh kkke ^^ . tapi saya usahain updae kilat, gomawo buat semua pe – review sama silent readers ^^ .
Sekarang, Review nee? .
