A fanfic about Kyuwook .
Drabble wookie present ~
Mianhae, saranghae.
Boys Love/male pregnant/Don't Like don't read/
Rated T
Disclaimer : all about this chara is Super Junior, as their self. This is my story.
Hope you can enjoy it ^^ .
.
Dia bangun saat merasakan kepalanya berat, seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan di perutnya . Dia berusaha membuka matanya yang entah kenapa terasa begitu berat . Cahaya matahari masuk ke dalam penerangan kamarnya . Dia duduk, untuk beberapa saat kemudian, tidak menyadari ada sosok pria bertubuh kecil meringkuk di ujung kamarnya .
Matanya terbelalak saat menyadari tubuhnya polos tanpa busana . Laki laki di ujung sana memandangnya takut dengan pandangan berkabut air mata . Tubuhnya di tutupi selimut tebal,matanya bengkak dan pipinya merah lebam . Bibirnya yang seharusnya tipis itu terlihat lebih besar dari biasanya . Laki laki itu terus menangis .
Kyuhyun tidak menyadari perubahan pada dirinya, hanya merasakan dirinya begitu lemas dan sakit berpusat pada bagian bawah tubuhnya . Dia mendekati sosok itu, berusaha hanya menyentuh bahunya.
" Ja … Ja – ngan . . " Laki laki itu berkata penuh perjuangan disela isak tangisnya .
Kyuhyun tercekat saat memandang wajah itu dari dekat . Dia menyingkap selimut yang menutupi tubuh laki laki kecil itu, hanya sekedar melihat ada apa di balik sana . Kenapa pria itu begitu takut padanya? .
Kyuhyun menahan nafas. Butuh waktu lama agar otaknya memproses kejadian apa saja yang ia lewatkan . Bagaimana alcohol bisa begitu meracuni otaknya? Dia tidak ingat .
Sekarang Kyuhyun baru ingat . Dia sudah melanggar sumpahnya sendiri pada Sungmin agar tidak menyentuh Ryeowook . Baru saja semuanya menjadi jelas .
Kata kata di kepalanya penuh dengan perandaian . Andai Leeteuk tidak mengajaknya bersantai,karaoke, atau bahkan minum segelas anggur sekalipun . Dia harusnya tau, lidahnya sangat tidak mampu menolak minuman dengan aroma cherry menyengat itu . Dia sangat tahu seberapa bodohnya dia jika sudah bertemu dengan itu .
Seharusnya , dia tidak menikah dengan Ryeowook, menolak semua perjodohan dan menjadi anak durhaka mungkin itu lebih baik .
Dia telah menyakiti Sungmin dan melukai Ryeowook.
Sekarang , Kyuhyun menyesalinya .
.
Ryeowook bangun saat siluet cahaya masuk ke dalam retinanya. Ia mengucek kedua matanya, membiasakan cahaya yang masuk serta menjaga matanya agar tetap terbuka. Dia tidak ingat apapun untuk sejenak sampai ia bangun, dan sesuatu terjatuh dari kepalanya .
" sebuah kompres " gumamnya .
Dia mulai ingat sekarang. Sesuatu membuatnya begitu tertekan semalam. Kata kata Kyuhyun bagaikan sebuah pecutan baginya . Dia tidak ingat jelas apa yang Kyuhyun katakan, yang jelas dia meyakinkan dirinya sendiri, ini pertanda bahwa Kyuhyun marah padanya karena sayang. Bukan hal yang lain.
Sesuatu yang baru Ryeowook ingat . Dia demam semalam. Dan dia ingat betul kalau dia sedang meringkuk di sofa kemarin malam. Sekarang? Siapa yang membawanya ke kasur .
" pakaianku " gumamnya. Dia tidak ingat kapan dia melepas jaketnya dan pakaiannya sudah berganti . Meja disampingnya , tersaji semangkuk bubur yang masih beruap. Masih hangat, dan dia yakin kali ini Kyuhyun . Ya, semua ini Kyuhyun yang melakukannya.
Senyum terkembang di bibirnya kala mengetahui kenyataan bahwa Kyuhyun mengkhawatirkannya. Bolehkan dia berharap bahwa suatu saat Kyuhyun, membuka hati untuknya? .
.
.
Kyuhyun membawa seperangkat alat kerjanya, meletakannya begitu saja di meja kerjanya. Berkas berkas yang harus ia tandatangani menumpuk begitu saja di meja kerjanya. Disaat seperti ini, kenapa lagi dia? Suasana hatinya begitu kacau saat dia tau Sungmin marah padanya. Teleponnya tidak diangkat, apartemennya juga kosong, menandakan namja bergigi kelinci dan berwajah aegyo itu belum menapakan kakinya dirumah .
Kyuhyun menghempaskan dirinya di sofa , menjambak rambutnya frustasi. Kenapa dia selalu menyusahkan orang orang di sekelilingnya akhir akhir ini? .
.
Tidak .
.
Maksudnya, Ryeowook . Terlintas di pikirannya , dia mengutuki dirinya sendiri bisa bisanya ini semua terjadi karena Ryeowook. Kenapa dia harus berbohong padanya? . Dia bilang dia tidak kesini kemarin, padahal jelas jelas sekertaris mereka bilang bahwa Ryeowooklah yang mengantarkan makanan untuknya. Membawa Ryeohyun pula. Dan berakhir demam.
Masih ada lagi Sungmin, kenapa dia bisa bisanya lupa kalau kemarin dialah yang berjanji pada Sungmin untuk mengajaknya jalan jalan sebentar, tapi dia sendiri yang mengingkari janjinya dan meninggalkan Sungmin . Dan apa itu? Sungmin membohonginya? Dia bilang dia yang membawa makan siang untuknya, jelas jelas dia tau kalau Ryeowooklah yang sebenarnya membuatkan makan siang untuknya . Apa dia harus menyalahkan Ryeowook ? atau sungmin? .
Ah , kali ini dia benar benar kacau. Menyalahkan Sungmin? Oh , demi dewi suci, dia tidak akan melakukan itu pada Sungmin. Dia terlalu mencintai Sungmin . Kesalahan apapun yang dibuat Sungmin baginya tidak masalah, tapi kenapa dia harus berbohong soal Ryeowook? .
Apa ia juga harus menyalahkan Ryeowook? Sementara dialah yang dengan perjuangan membawa makan siang untuknya, membawa seorang bayi dan berakhir sakit . Ditambah semalam dia memberikan wejangan pada Ryeowook, membuat laki laki mungil itu tertekan. Kyuhyun ingin menumpahkan semua kesalahan pada Ryeowook tapi? Tidak . Tidak bisa. Laki laki itu sudah terlalu banyak tersakiti karenanya.
.
Cho Kyuhyun, sekarang kau dihadapkan dua pilihan . Ryeowook atau Sungmin ? jangan jadi manusia serakah , kau ingin semuanya. Tidak ingin kehilangan Sungmin, tapi juga membiarkan Ryeowook ikut terluka bersamamu .
percayalah,
cepat atau lambat Tuhan pasti menghukummu.
.
.
" aigo . . . eomma " Ryeowook membuka pintunya terkejut, saat mendapati sang eomma dengan appanya membawa beberapa bingkisan ke rumahnya . Dia tidak mengira orangtuanya akan datang berkunjung hari ini. Hari sudah siang, dan dia belum membersihkan tubuhnya sama sekali . Benar benar bukan contoh istri yang baik kan kelihatannya? .
.
" Silahkan duduk, eomma, appa " Ryeowook beranjak ke dapur, sambil menyisiri rambutnya yang berantakan dengan jari. Walaupun Ryeowook tidak mandi, tetap saja dia harus terlihat rapih dihadapan orangtuanya bukan? .
Ryeowook bergelut sejenak di dapur, kemudian keluar dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh dan beberapa snack ringan.
.
" Aigo . . kenapa kau berantakan sekali? Apa Kyuhyun dirumah ? " Nyonya Kim bertanya pada anaknya, Cho Ryeowook .
.
" Aku baru saja bangun tidur, eomma . Kyuhyun di kantor " Ryeowook menjawab malu. Menyesalkan kenapa dia begitu lama bergelut di kamarnya, jadi dia tidak sempat mandi .
" Wajahmu pucat. Kau sakit? Atau Kau tidak habis melakukan – "
" aniyo ! " tegas Ryeowook menyela appanya berbicara,tidak ingin kedua orangtuanya salah paham .
" aku. . aku tadi malam membantu Kyuhyun membereskan berkas berkas kantor , jadi semalaman aku tidak tidur. Aku baru bisa tidur tadi pagi " Ryeowook berbohong lancar walaupun sedikit gugup di awal saat mengatakannya . Dia tidak ingin orangtuanya khawatir kalau mereka tau Ryeowook sakit .
" Oh, begitu " appanya mengangguk mengerti, tertawa kecil sambil menyesap tehnya .
.
" oh iya, dimana Ryeohyun? " Tanya sang Eomma, Ryeowook hanya tersenyum menanggapi, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya hanya untuk memastikan apa Ryeohyun sudah bangun atau belum .
.
Beberapa saat kemudian,Ryeowook keluar dari kamarnya dan mendesah kecewa .
"Sepertinya kalian tidak bisa bermain dengan Cho kecil itu. Ryeohyun masih tidur. Dia menjadi tukang tidur akhir akhir ini " Ryeowook menjelaskan, menduduki dirinya di hadapan eommanya .
" Jangan salahkan Ryeohyun, bayi lima bulan sepertinya memang membutuhkan banyak tidur . Apalagi sekarang musim dingin " Appa Ryeowook menyela, memberi penjelasan pada putranya .
" Ya, bayi kadang sama seperti tupai maupun kelelawar, melakukan hibernasi untuk mengisi tenaganya " Eomma Ryeowook tertawa, kemudian mencubit pipi anaknya gemas.
" anakku bukan hewan, eomma " Ryeowook cemberut , marah atas ejekan orangtuanya .
Masa Ryeohyun disamakan dengan tupai dan kelelawar? pikirnya.
Lama mereka berbincang bincang , seolah melepas rindu mereka masing masing. Sudah hampir sama dengan usia Ryeohyun , orangtuanya tak kunjung mengunjunginya di rumah barunya. Dan sekarang mereka menyempatkan diri sekaligus mengejutkan Ryeowook . Benar benar -_- " .
" Ryeowook – ahh , ada yang ingin eomma bicarakan " Eomma Ryeowook diam sejenak memandang wajah putra semata wayangnya itu . Merogoh map coklat yang memang sedari tadi digenggamnya .
" apa ini eomma? " Ryeowook bertanya bingung saat eommanya menyodorkan selembar kertas putih padanya .
" bacalah "
.
TBC
kkk jangan terlalu berharap saya bisa ngetik banyak . Saya aja ga ngerti kenapa bisa tiba tiba ada FF ini, cuma dalam rangka iseng kke ^^ .
Banyak banget yang nanya knp saya ngetiknya pendek? kke mianhae. Jari tangan saya lagi bermasalah . #curhat .
Maka dari itu saya susah ngetik banyak2 dari laptop . Tp saya usahain chapter depan bisa deh lewatin 3000 karakter ^^ .
Terimakasih yang sudah membaca bagian ini *BOW* .
Mianhae gabisa bales review, tapi, gomawo yang udah menyempatkan diri untuk me review FF gaje ini kkke .
