A fanfic about Kyuwook .

Drabble wookie present ~


Mianhae, saranghae.

Boys Love/male pregnant/Don't Like don't read/

Rated T

Disclaimer : all about this chara is Super Junior, as their self. This is my story.

Hope you can enjoy it ^^ .


.

.

Kyuhyun menghempaskan dirinya ke sofa malas. Dia tidak berpikir untuk melepas seragam kantornya, atau bahkan sepatunya . Pekerjaan benar benar membuatnya nampak seperti budak, tapi dia menyukai itu. Kyuhyun adalah seorang pekerja keras. Sekarang, dia hanya membiarkan lelah menguasai tubuhnya dan berganti menjadi kantuk. Membiarkan dirinya tidur di sofa, tidak berpikir untuk ke kamarnya dan tidur di kasur .

.

Ryeowook baru saja menyelesaikan makanannya dan menggengam botol susu untuk Ryeohyun, tapi langkahnya terhenti saat melihat Kyuhyun tertidur di sofa. Sepertinya dia sangat lelah, terlihat dari raut wajahnya . Ryeowook tersenyum , kemudian menghampiri Kyuhyun,berniat mengambil tas kerjanya .

.

" Kyuhyun – ahh , Ireonha . . . " Ryeowook menepuk pipi Kyuhyun lembut . Dia sangat tau bagaimana cara untuk membangunkan Kyuhyun .

.

" Kyuhyun – ahh " panggilnya sekali lagi. Kyuhyun membuka matanya kemudian menguap sangat lebar .

.

" makan malam lah dulu . Nanti kau bisa sakit " Ryeowook tau, Kyuhyun saat ini pasti sedang dalam kondisi lapar dan mengantuk. Pekerjaan benar benar meyita waktunya . Tapi, dia bisa sakit kalau tidak makan .

Kyuhyun mengucek matanya . Membiarkan Ryeowook berlalu membawa botol susu dan tas kerjanya ke dalam kamar mereka .

Ini aneh, sejak kapan Kyuhyun berhenti membentak Ryeowook ? .

Jujur, dia sangat senang mendapat perlakuan seperti ini dari Ryeowook . Ah kenapa dia begini? .

Sadarlah Cho Kyuhyun. Kau hanya milik seorang Lee Sungmin .

.

********.

.

Kyuhyun memutar ponselnya malas setelah membaca pesan singkat dari ummanya, makanan di piringnya juga hanya dilihatnya. Tidak berniat menyentuhnya sama sekali .

Ryeowook menyantap makan malamnya, tidak menyadari sepasang mata sedang memperhatikannya . Atmosfer di meja makan yang hanya dihuni dua orang itu sama seperti kuburan. Sepi, hening, tidak ada satupun dari mereka yang berniat berbicara walaupun sebenarnya Kyuhyun ingin.

.

" apa yang kau bicarakan pada umma? Kenapa dia mengirimkan pesan seperti itu padaku? " Kyuhyun membuka suaranya pelan. Berusaha membuat situasi tidak menjadi canggung.

.

"eh? " Ryeowook menghabiskan suapan terakhirnya kemudian menengguk air agar bisa berbicara lebih fokus .

.

" kutanya kenapa eomma tiba tiba bersikap manis padaku? " Kyuhyun tidak tahan untuk berlama lama menatap mata Ryeowook. Meninggikan sedikit suaranya agar tidak terlihat gugup .

.

" Benarkah? Bukankah itu bagus? Eomma tidak mengacuhkanmu lagi " Ryeowook tidak tahan untuk tidak tersenyum kepada Kyuhyun .

.

Kyuhyun sendiri bingung kenapa tiba tiba situasi berubah menjadi secepat ini .

Beberapa bulan lalu, Eommanya bahkan tidak berminat sama sekali hanya sekedar untuk berbicara dengan Kyuhyun . Dia sangat benci pada anaknya sendiri. Eommanya, satu satunya orang yang tau bagaimana dia bisa memperkosa Ryeowook .

Dia benci ketika anaknya melakukan itu pada menantu kesayangannya sendiri dibawah pengaruh alcohol . Dia benci kenyataan bahwa Kyuhyun tidak mencintai RYeowook sebagaimana eommanya mencintai laki laki berparas cantik itu . Dia keras, tapi dia selalu merasa benar .

Ini yang terbaik untuk Kyuhyun. Menjodohkan Kyuhyun dan Ryeowook adalah pilihan yang tepat, menurutnya .

Haruskah dia senang ketika eommanya, orang yang paling ditakutinya di seluruh dunia selain Tuhan itu mengirimkan pesan padanya dan mengatakan padanya 'aku menyayangimu' ? .

Ini aneh, tapi dalam 23 tahun hidupnya, pertama kalinya dia merasakan kebahagiaan seperti ini. Bukan kebahagiaan kebebasan mencintai sebagaimana presepsinya .

Tapi ini kebahagiaan hatinya, tidak diragukan lagi .

.

.

" hei , jangan melamun . . . " Ryeowook menyentuh tangan Kyuhyun. Menyadari itu, Kyuhyun menarik tangannya kemudian. Masih asing dengan sentuhan seperti ini yang membuat jantungnya berdetak tidak karuan . Seperti ada angin yang berhembus di tengkuknya ketika Ryeowook melakukan sentuhan ringan padanya . Bahkan dari sungmin pun dia tidak pernah merasa seperti ini .

.

" Kyuhyun . . . habiskan makan malammu dan cepat tidur " Ryeowook bangun lalu merapihkan sedikit rambut Kyuhyun . Ryeowook sangat berani .

.

Beberapa bulan lalu bukankah Kyuhyun pernah berkata agar Ryeowook jangan pernah menyentuhnya lagi? .

Dia benci , sangat membenci ketika Ryeowook menyentuhnya .

Itu dulu , kutekankan . DULU .

Sekarang? .

'aku menginginkannya lagi. Ryeowook, sentuh aku'. Innernya dalam hati .

.

***** .

.

Ryeowook berbaring di kamarnya hanya menatap langit langit, tidak berniat untuk tidur . Membiarkan Ryeohyun di sampingnya yang masih asyik dengan dunianya sendiri . Bayi berusia lima bulan itu sesekali menggumam tidak jelas . Ryeowook memiringkan tubuhnya , memainkan jarinya menyusuri lekuk wajah putranya .

'Ryeohyun akan menjadi pria yang sangat tampan melebihi Kyuhyun ketika besar ' innernya .

Ingatannya tertuju pada beberapa hari lalu, saat orangtuanya datang mengunjunginya .

.

.

" bagaimana , apa kau bersedia menandatangani ini? Hanya tinggal menunggu persetujuan notaris maka semuanya akan beres ."

Ryeowook masih diam . Masih belum dapat mencerna isi surat tersebut . Dia salah baca atau apa .

" ini gila eomma, kenapa kedua orangtua Kyuhyun cepat sekali memutuskan hal semacam ini? Mereka harusnya tidak main main" Ryeowook membuka suaranya, menatap kedua orangtuanya meminta penjelasan .

" kita semua tau bagaimana kerasnya nyonya Cho . '" Tuan kim berkata sambil menyesap tehnya yang sudah dingin .

" Tapi ini tidak adil untuk Kyuhyun . Dia yang membangun semuanya sendirian . Dia sudah berusaha sejauh ini appa . aku tidak bisa menerima keputusan nyonya Cho membalikan seluruh asset kekayaannya atas nama Ryeohyun. Bayi itu terlalu kecil untuk menanggung kebencian ayahnya sendiri " Ryeowook berdiri meremas kuat kertas yang baru saja dibacanya.

Dia tidak habis pikir . Kali ini, Nyonya cho benar benar keterlaluan dan dia sangat tidak sejalan dengan ini.

Awal perkenalan nya dengan Nyonya Cho memang singkat, namun bisa apa dia ketika teman lamanya – kedua orangtuanya – ternnyata bermaksud menjodohkan dua sejoli yang tidak saling mencintai itu? .

Ryeowook merasakan itu semua sangat awal sekali, saat dia sama sekali belum mengerti apa itu cinta, bagaimana dia bisa mencintai orang yang tidak ia cintai juga ia tidak tau. Cinta datang begitu saja ketika mereka mengikat janji suci atas nama Tuhan .

Bukankah Ryeowook beruntung bisa memiliki perasaan cinta secepat itu? .

Oh andai Kyuhyun juga bisa .

" Ryeowook – ahh , bagaimana? " Nyonya kim menggengam kedua tangan putranya menenangkan, sekaligus menariknya duduk .

Nyonya Cho benar benar berusaha menghancurkan harapannya agar Kyuhyun mencintainya .

Dia sendiri tau seperti apa anaknya. Kyuhyun seorang pekerja keras. Dia membangun dan memulai segala sesuatunya dari nol, bermodal kemampuan dan kepercayaan dirinya sendiri. Perusahaan itu adalah mimpinya . Semua ia kerjakan sendiri tanpa bantuan tangan kedua orangtuanya .

Dan sekarang, ketika semuanya berjalan baik dibawah kendali Kyuhyun, nyonya Cho datang untuk menghancurkan segala presepsi Kyuhyun .

Sebagai istri yang menyayangi suaminya, bukankah Ryeowook berhak marah? . Dia tau bagaimana nantinya Jika Kyuhyun tau, seluruh asset perusahaannya akan diatasnamakan atas nama putranya, Cho Ryeohyun . Dia tau segala konsekuensinya .

apa ia sanggup? Bahkan Kyuhyun sudah mulai membuka hatinya untuk Ryeohyun .

Oh Tuhan, cobaan seperti apalagi ini .

.

******* .

.

Kyuhyun duduk disebuah kursi panjang . Menselonjorkan kakinya dan kemudian memijit mijitnya ringan.

" kau lelah , kyu? " Sebuah suara menghampiri telinganya. Sungmin duduk disebelah Kyuhyun , tanganya menggengam dua eskrim mangkuk yang ia beli barusan . " ini " .

" Terimakasih " Kyuhyun mengambil jatahnya , berhenti memijit kakinya .

Disinilah mereka sekarang . Disebuah pusat permainan dan wahana hiburan paling terkenal di Seoul, bahkan beberapa Negara sudah mengenalnya . Lotte World .

Tidak begitu banyak orang yang berkunjung kesini karena ini juga bukan hari libur . Biasanya Lotte World ramai dan padat pengunjung di setiap wahana permainan .

" aigooo . . . bagaimana aku bisa melupakan ini ? " Sungmin menarik sapu tangannya, beralih mengelap peluh Kyuhyun yang semakin banyak .

Kyuhyun memajukan bibirnya sebal . Pose marah yang sebenarnya tidak cocok untuk pria dewasa sepertinya . Sungmin mengacak rambut Kyuhyun gemas . " kau sedang mencoba merengek, eoh ? " Sungmin menggoda .

" kau tidak tau betapa takutnya aku tadi? Kau berteriak sementara aku menjerit " Kyuhyun sekarang gentian mencubit pipi Sungmin . " kau harus dihukum " .

" awww sakit .. . . . " Sungmin memegang pipinya .

" siapa yang harus dihukum? Harusnya kau ! kenapa kau meninggalkanku kemarin? " Kini gentian Sungmin menyerang balik Kyuhyun dengan pertanyaannya .

" bukankah sudah kubilang ada rapat mendadak? Aku lupa mengabarimu dan . . "

" ponselmu mati jadi aku tidak bisa menghubungmu… begitu kan? " Sungmin memoton ucapan kyuhyun dengan nada kesal .

" kau sudah mendengarkan ini berkali kali, tapi kenapa kau tetap memaksaku menjawab pertanyaan yang sampai akhir jawabannya tetap sama? " Kyuhyun berdalih.

Untuk sesaat, Sungmin menatap wajah Kyuhyun . Menatapnya tepat dimata. Orang bilang, jika seseorang berbohong padamu, maka kau akan bisa melihat kebohongannya hanya melalui mata . Sungmin menemukan itu. Kyuhyun tidak menatap matanya meski mulutnya berkata meyakinkan diri sungmin sendiri bahwa kyuhyun tidak berbohong . Haruskah dia bertanya sekali lagi? .

.

" Kyuhyun – ah , jangan cintai dia . . . "

.

.

" Mwo ? " Kyuhyun memastikan indra pendengarannya . Apa dia salah dengar? Apa Sungmin sedang bergurau? . Apa maksudnya ini? .

.

" Jebal . . . " Sungmin menahan tangannya pada kedua lututnya . Matanya terasa panas, kepalanya menunduk menyembunyikan air matanya . Ini pertama kalinya dia menangis di depan Kyuhyun .

.

.

" Sungmin – ah . . . " Kyuhyun tersentak, tidak berpikir untuk menjawab kenapa . Tangannya terjulur menghapus air mata SUngmin ,mengangkat wajah anak itu untuk sekedar melihat matanya . Tidak peduli beberapa orang melaluinya dan memandang mereka heran .

" wae? "

Kyuhyun tidak menggubris pertanyaan Sungmin . Yang ada, dia malah membawa SUngmin kedalam pelukannya. Kyuhyun bukan orang bodoh yang tidak tau apa maksud perkataan Sungmin . Baju Kyuhyun basah, air mata SUngmin menodai bajunya terlalu banyak . Cukup untuk Kyuhyun tau bagaimana rapuhnya Sungmin. Tidak berniat sama sekali bertanya kenapa karena dia tau pasti dialah penyebab dari semuanya .

" Kumohon jangan mencintai Kim Ryeowook " Sungmin memberanikan suaranya . Didala hatinya sedang berkecamuk . Dia membenci Ryeowook. Membenci semua kenyataan jika Kyuhyun mulai berubah darinya . Membenci kata katanya dulu saat dia merestui Kyuhyun menikah dengan ryeowook. Namja rendahan seperti Sungmin bisa apa? Bahkan keegoisan Nyonya Jo mengalahkan semuanya . Bisa apa dia ketika wanita paru baya itu lebih memilih menikahkan Kyuhyun denga Ryeowook yang namja baik baik ketimbang dirinya yang hanya seorang namja penjaga bar bar ? .

.

Sungmin membenci semua kenyataan hidupnya .

Seluruh hidupnya berpusat pada Kyuhyun . Dia bisa hidup dan bertahan hanya karena cinta Kyuhyun padanya .

Dan ketika cinta itu hilang, apakah dia bisa hidup? .

Saat malam datang dan hari mulai berganti, hanya satu yang setiap hari dia doakan kepada Tuhan .

'Jangan ambil Kyuhyun dari sisiku, Tuhan' .

.

.

****** .

.

Pria bertubuh kecil itu berjalan pelan menyusuri koridor rumah sakit. Matanya terus memandang keatas, kearah papan kecil yang tergantung di setiap sudut pintu . Menandakan ruangan apa itu . Tangannya menepuk nepuk pantat bayi di dalam gendongannya agar tetap diam, tidak berpikir untuk menangis lagi disaat seperti ini .

" Ryeowook – ssi "

.

Ryeowook menoleh . Ah wajah itu, bagaimana dia bisa lupa .

.

" oh, Yesung Uisanim " Yesung menghampiri namja kecil itu . Ah, bagaimana Yesung bisa lupa pada sosok di hadapannya ini?. Dari sekian banyak pasien yang ia tangani persalinannya, hanya Ryeowook lah yang tidak bisa membuat namja berkepala besar ini melupakannya begitu besar . tentu saja, karena Ryeowooklah satu satunya namja yang dia tangani persalinannya .

.

" Sudah kubilang jangan memanggilku terlalu formal . Panggil aku hyung " Yesung menyarankan . Yah setidaknya, menganggap ryeowook sebagai dongsaeng juga bukan suatu kesalahan bukan? .

" ah .. . hyung? Ah aku belum terbiasa " Ryeowook menggaruk kepalaya canggung .

.

" ada keperluan apa kau disini ? hei . . kau sudah tumbuh semakin besar ya? Cho kecil . . " Yesung bergurau . Mengintip Ryeohyun dalam dekapan Ryeowook . jari jari kecil yesung bertaut dengan jari jari Ryeohyun membuat kedua tapak tangan mereka menyatu .

.

" ah aku lupa. . hari ini jadwal Ryeohyun untuk imunisasi . Aku baru saja ingin mencari cari ruanganmu hyung " . Ryeowook tertawa kecil saat Ryeohyun malah mengarahkan jari jari yesung yang digenggamnya untuk digigit . Gusinya pasti sedang gatal karena ingin ditumbuhi gigi . " hei jangan digigit sayang " .

" hehehe . . kau aish ! kenapa wajahmu bisa sama persis seperti wajah ayahmu? " Yesung tertawa kecil dan menarik tangannya kemudian . " ayo ke ruanganku " .

.

******* .

.

Ryeowook menangis saat pipinya ditampar oleh Kyuhyun . Sekuat apapun dia berteriak, sekuat apapun dia melawan tapi Kyuhyun enggan menghentikan semuanya . Dia meringis, tubuhnya menolak penyatuan tubuh Kyuhyun dalam dirinya .

PLAK .

" Sudah kubilang untuk berhenti menangis ! " Kali ini suaranya dua kali lebih tinggi dari suaranya yang tadi . Pipi Ryeowook bengkak, tapi dia sudah tidak sannggup melawan . Dia hanya bisa menangis tertahan .

.

.

" ANDWAE ! "

Kyuhyun memandang sekelilingnya , dimana ini? .

Ah hampir saja lupa .

" aku bermimpi " gumamnya . Kepalanya sedikit nyeri, kenapa mimpi itu selalu mendatanginya? Kenapa Tuhan selalu memberikan bunga tidur yang buruk bagi tidurnya? Berapa kali dia berdoa agar tidak mengingat itu lagi . Tapi Tuhan berkehendak lain . Dia memandang sekelilingnya. Tas kerjanya sudah tergeletak rapih di nakas meja . Jas kerjanya sudah di gantung rapih di pintu lemari dan . . Ryeohyun? . Kyuhyun hampir saja lupa niat awalnya pulang lebih awal .

Dia perlahan mendekati sebuah tempat kecil di sudut kamarnya . Melihat secara dekat, sedang berbuat apa dia disana karena sedari tadi box bayinya terus melesak dan bergerak tidak nyaman . Kyuhyun tersenyum saat melihat Ryeohyun berusaha untuk berdiri, namun jatuh lagi .

.

Tangan Kyuhyun terjulur menggapai tangan Ryeohyun . Sebagai respon, Ryeohyun malah mengamit tangan Kyuhyun, memasukan jari tangannya ke dalam mulutnya .

.

" kau menyukai ini? Hahaha . . ." kyuhyun tidak bisa menahan tawanya saat gigi gigi kecil Ryeohyun menggigit kecil jarinya . Geli , itulah yang dia rasakan saat ini .

.

Tidak tahan dengan posisinya, Kyuhyun meraih Ryeohyun dari dalam box nya, mengangkat bayi itu dan menyamankan posisinya dalam dekapannya .

.

Ah . . ini kedua kalinya dia menggendong Ryeohyun bukan? Kenapa bayi ini jauh lebih berat dari sebelumnya ? .

.

" Kau berat " Kyuhyun berkata sambil menjetikan hidungnya di pipi Ryeohyun .

" Hei kenapa tertawa ! huh? Kau meledek appa ya ? " Kyuhyun menjetikan hidungnya lagi di leher Ryeohyun. Menyesap wangi putranya itu dalam dalam .

.

" Kyuhyun – ahh makan malam sudah si – " langkah Ryeowook terhenti ketika baru saja ingin masuk ke dalam kamarnya .

Ah benarkah ini Kyuhyun? .

Bulir air mata mengalir jelas dari kedua matanya . Akhirnya, Tuhan mengabulkan doanya . Tuhan mendengarnya . Kyuhyun dan Ryeohyun . . . bagaimana kedua makhluk itu bisa berdamai pada akhirnya dia tidak mengerti . Sesuatu yang lain menyergap hatinya . Bisakah suatu saat dia berharap Kyuhyun juga mau membuka hati pada dirinya? Sampai kapan dia terus hidup dalam bayang bayang Sungmin ? . Apa dia sanggup memberitahu rencanya nyonya Cho? Oh dia tidak sanggup jika itu mengorbankan hidup Ryeohyun sebagai kebencian Kyuhyun . Tidak, dia tidak akan melakukannya .

Pada akhirnya seperti ini . . kata kata yang awalnya kau ucapkan sebagai sumpah serapah berbalik nyata di dalam kehidupanmu sendiri . Sesuatu yang kau bilang buruk, justru Tuhan tidak berpendapat demikian . Sesuatu yang kau benci, sekarang menjadi sesuatu yang amat kau butuhkan dan merasa tidak nyaman saat kau tidak mendapatkannya . Itulah bagaimana cara Tuhan mengatur hidupmu . Sesuatu yang kau minta tidak selalu harus dikabulkan oleh Tuhan . Mana yang terbaik buatmulah yang Tuhan berikan .

Lalu, bagaimana dengan dua orang lainnya , Kyuhyun? .

Bisakah kau berpegang teguh pada pendirianmu? .

Ingat, karma akan datang padamu meskipun tidak ada dari mereka yang menyumpahi .


.

*terbawa arus* .

Note : langsung ngetik, langsung post dan ngetiknya abis sahur . Jadi maaf kalau typo . mata susah banget diajak melek ckckck ^^ . Maaf kalau jalan ceritanya jadi ngaco, dan gaada feel, author mentok otak nih hehe.