A fanfic about Kyuwook .
Drabble wookie present ~
Mianhae, saranghae.
Boys Love/male pregnant/Don't Like don't read/
Rated T
Disclaimer : all about this chara is Super Junior, as their self. This is my story.
Hope you can enjoy it ^^ .
.
Ryeowook baru saja menapakan diri dirumah dan menemukan pintu rumahnya tidak terkunci .
'sepatu Kyuhyun' gumamnya saat melihat sepasang sepatu bertengger manis di depan pintu .
Ryeowook segera masuk ke dalam . Betapa kagetnya dia menemukan bercak darah dilantai . Matanya tertuju pada Kyuhyun yang sedang duduk dilantai bersandar pada kaki sofa dengan kaki ditekuk dan wajah menelungkup . Segera dia masuk ke kamar, meletakan Ryeohyun kemudian . Kembali menghampiri Kyuhyun dengan sebaskom air, lap dan juga kotak P3K nya .
.
" Kyuhyun , apa yang terjadi? Kenapa kakimu berdarah ? " . Ryeowook bertanya pada Kyuhyun , tangannya aktif membersihkan kaki Kyuhyun dari darah . Menyiramnya dengan betadin dan membalutnya dengan perban . Gerakannya sangat cekatan, dia sungguh takut Kyuhyunnya kenapa napa.
.
" Kyuhyun . . jawab aku" Ryeowook membelai rambut Kyuhyun tanpa ragu . Dia bisa merasakan bahu Kyuhyun bergetar seperti menangis . 'Apa semuanya sudah terbongkar?' pikirnya .
" Kyuhyun jangan buat aku khawatir " Lirihnya . Kyuhyun masih tak bergeming .
" apa ini karena ibumu mengatakan bahwa Ryeohyun – "
" Ryeowook – ahh , mianhae " Kyuhyun berkata dengan suara bergetar . Namun belum berani mengangkat wajahnya .
Ryeowook menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya . 'Syukurlah, kupikir ini masalah perusahaan' pikirnya .
.
" Kau tidak memiliki salah apapun padaku, kenapa harus minta maaf? " .
Kyuhyun makin teriris saat Ryeowook mengatakan itu . Bisa bisanya dia mengaggap Kyuhyun tidak memiliki salah apapun padanya sementara Kyuhyun merasa dirinya seabaiknya mati daripada menanggung semua rasa bersalahnya sendirian .
Kyuhyun mengangkat wajahnya berani, kemudian beralih memeluk Ryeowook .
'GREEP' .
Pelukan secara tiba tiba itu membuat Ryeowook hampir saja terjungkal jika dia tidak siap menangkap pelukan Kyuhyun . Wajah Kyuhyun tenggelam pada bahunya . Membuat bajunya basah akan air mata Kyuhyun .
Ryeowook mengusap punggung Kyuhyun , dia tidak tau kenapa Kyuhyun seperti ini . Rapuh , tidak bisa menyelesaikan semuanya sendirian . Ryeowook sangat peka terhadap perasaan Kyuhyun .
" aku menyakitimu terlalu jauh . Aku .. . mianhae " Kyuhyun hanya mampu berkata itu setelah sekian lama dia merenung .
" sst . . sudah kubilang tidak ada yang perlu dimaafkan " .
Kyuhyun menggeleng lemah dalam dekapan Ryeowook. Kenapa tiba tiba dia merasa sangat nyaman? . Tapi sungguh , yang dibutuhkannya saat ini adalah sebuah pelukan .
" apa kau mencintaiku? " Tanya Kyuhyun sekali lagi dan kali ini, dia harus mendengar sendiri jawaban itu dari mulut Ryeowook .
" aku mencintaimu, Cho Kyuhyun ! " Ryeowook menangkupkan kedua sisi Kyuhyun dan menghapus air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya .
Kyuhyun menatap Ryeowook . Dengan jarak yang sedekat ini, Kyuhyun bisa melihat tatapan mata Ryeowook yang memancarkan kebenaran hatinya . Ditelisiknya wajah Ryeowook mulai dari mata, hidung, berhenti pada bibirnya . Jantungnya berdebar. Bahkan dalam jarak yang sedekat ini pun Ryeowook nampak terlihat begitu manis .
Kyuhyun seolah terhipnotis dengan tatapan mata Ryeowook kini mulai membawa dirinya . Menghapus jarak yang tercipat diantara mereka hingga kedua daging tak bertulang itu menyatu . Tidak ada nafsu disana saat Kyuhyun menyesap bibir bawah Ryeowook dalam . Sangat lembut. Hanya sebagai pelampiasan ketulusan diantara mereka . Ciuman tanpa melibatkan lidah itu terhenti ketika keduanya sadar akan pasokan udara yang mulai menipis pada paru paru mereka .
Lidahnya kelu hanya sekedar untuk mengatakan 'nado saranghae' pada Ryeowook .
Apa dia pantas mendapatkan cinta seorang Kim Ryeowook? .
.
.
[Drabble Wookie] .
.
.
Laki laki dengan wajah manis serta bergigi kelinci itu kini masih bersenandung sambil menyiul nyiulkan bibirnya . Menunggu kedatangan seseorang yang amat sangat ia cintai . Berharap kali ini sosok itu benar benar datang , tidak menginggkari janjinya sebagaimana dugaannya .
Sudah dua jam Sungmin disini, namun tanda tanda bahwa laki laki bersurai ikal itu akan datang nampaknya salah . 'Mungkin dia terjebak macet atau ada meeting penting. Yah begitu' dia terus menggumam meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun memang berkendala untuk terlambat, namun bukan berarti dia tidak datang . Kenapa Lee Sungmin begitu gigih menunggu seseorang yang bahkan ia sadar sepertinya sudah mulai berpaling darinya? .
Tidak , Sungmin tidak mengharapkan itu .
" umm , bolehkan aku duduk disini sementara? Bangkunya tidak ada yang kosong " Seorang pemuda berwajah bulat, berkepala besar serta matanya yang sipit menepuk bahu Sungmin . Menyadarkan laki laki aegyo itu dari lamunannya .
Sungmin mengedarkan matanya ke sekeliling dan memang benar . Seluruh bangku pengunjung café ini sudah penuh terisi . Hanya sisa kursi kosong dihadapannya saja .
" umm silahkan " .
Namja itu meletakan nampan berisi sarapan paginya diatas meja . Memandang Sungmin kemudian memperkenalkan diri . " Namaku Yesung " .
" eh? ".
" Heh? Aku memperkenalkan diri . namaku Yesung " ulangnya sekali lagi seraya mengulurkan tangannya.
seulas senyum terukir di bibirnya . " namaku Lee Sungmin . Senang berkenalan dengamu " .
.
.
[Drabble Wookie] .
.
.
Hari berganti menjadi minggu, dan musim dingin berganti menjadi musim panas. Banyak hal yang berubah dan berbanding terbalik seiring berjalannya waktu . Berbicara mengenai waktu, bagaimana bisa waktu mengubah perasaan begitu cepat? Dari benci menjad cinta, kadar cinta seseorang tidak dapat diukur hanya dari cara kau melihat nya, tapi bagaimana kau merasakan hatinya seolah hanya tertuju padamu. Bukan rasa sayang palsu .
.
.
.
.
Kyuhyun tidak mengerti kenapa dia bisa berada disini . Kakinya melangkah begitu saja menyusuri perkotaan Seoul, berhenti pada sebuah apartemen sederhana dan menelusuri beberapa koridor untuk sampai ke tempat yang ia maksud. Ya, sekarang dia berdiri di depan pintu apartemen Sungmin. Berniat mengetuk namun entah kenapa tangannya seolah berat .
Kyuhyun sudah memikirkan ini berulang kali . Kali ini keputusannya mantap . Dia harus mengatakan ini pada Sungmin . Dia sudah menentukan pilihannya walaupun dia belum benar benar yakin akan itu .
Baru saja Kyuhyun akan mengetuk pintu, namun seseorang menepuk bahunya dari belakang .
" sedang apa kau disini, tidak ke kantor? " Laki laki itu tersenyum pada Kyuhyun .
Bukannya menjawab, tangan kyuhyun dengan reflek menarik pemuda itu dalam dekapannya . " Aku merindukanmu, min . Maafkan aku karena – "
" iya, aku mengerti " Sungmin beralih melepaskan pelukan Kyuhyun. Menangkupkan kedua pipinya lalu menatap matanya memberikan rasa nyaman yang berbeda pada Kyuhyun " aku sudah memaafkanmu " katanya lagi .
" Kita harus bicara di dalam " Sungmin menarik tangan Kyuhyun masuk ke dalam apartemennya . Duduk di sofa, menunggu Sungmin entah berbuat apa di dapur .
Jantung Kyuhyun biasa saja, tidak berdegup kencang seperti saat Ryeowook memeluknya. Kata kata yang sudah dia susun di dalam otaknya menghilang begitu saja . Baru saja menjadi jelas, bahwa rasa cintanya kepada Sungmin menghilang? . Tatapan Sungmin padanya begitu lembut, Kyuhyun melihat itu . Namun tidak bisa dipungkiri bahwa perasaannya terhadap Sungmin kini mulai berubah .
Sungmin keluar dengan nampan berisi dua cangkir minuman . Dia mengambil duduk disebelah Kyuhyun, lalu menggengam tangan anak itu . "apa yang ingin kau bicarakan , min? " Kyuhyun memulai gugup .
Sungmin tersenyum, merapikan poni Kyuhyun lembut . Menggengam erat tangan Kyuhyun seolah tak berniat melepaskan . Kyuhyun tidak berani melihat tatapan mata Sungmin yang ditujukan padanya .
" aku lelah , Kyuhyun . " Sungmin membuka suaranya , masih tersenyum .
" lelah? "
" Kita cukup sampai disini " Sungmin mengatakan itu dengan mudah, tapi tangannya tak melepaskan tangan Kyuhyun .
Butuh waktu lama agar Kyuhyun bisa mencerna kata kata Sungmin.
Apa katanya? Berakhir? .
" Waeyo? " Kyuhyun menoleh sedih.
" aku terlalu mencintaimu Kyuhyun – ahh " Sungmin membelai pipi yang sudah sering ia kecup itu lembut .
" lalu kenapa kau mengakhiri hubungan kita? Apa ini karena Ryeowook? Atau karena aku? Aku sudah bilang kalau aku sangat sibuk akhir akhir ini dan – " omongan Kyuhyun terputus kala Sungmin menarik tengkuknya untuk mencium bibir Kyuhyun . Tidak ada ciuman panas atau bergairah seperti biasa Kyuhyun melakukanya pada Sungmin. Hanya ada ciuman lembut, tanpa permainan lidah .
" tidak ada yang salah dengan Ryeowook. Aku sudah memutuskan " Sungmin menahan air matanya untuk tidak jatuh .
" jadi? Inikah alasanmu menghindariku? Beberapa hari ini kau tidak pernah mengunjungi kantorku? Selalu tidak ada saat aku kesini? Kau jahat min " Kyuhyun berkata sedih . Beginikah rasanya dia akan kehilangan Sungmin? Padahal dia kesini berniat untuk itu, namun ia tidak bisa mengatakannya . Ketakutan akan kehilangan Sungmin begitu besar baginya. Bukan berarti dia masih mencintai Sungmin,Tapi? Sungmin melakukan ini padanya .
Ini lebih sakit dibanding dia sendiri yang mengatakannya untuk Sungmin .
.
.
.
" aku terlalu mencintaimu. Suatu saat, akan datang hari dimana kau harus memutuskan pilihamu. Ini pilihanku Kyuhyun – ahh "
.
.
" aku tidak mengerti kenapa kau bisa melepaskan aku sementara kau begitu mencintaiku " Kyuhyun berkata meremehkan .
.
" Kalau kita terus bersama, aku takut. Aku takut perasaan cintaku untukmu semakin besar, ketakutanku akan kehilanganmu semakin kuat hingga aku tidak bisa melepaskanmu . Aku tau, ini menyakitkan untukku – "
.
" untuk kita ! bagaimana kau bisa tau kalau ini menyakitkan hanya untukmu sementara aku ? kau tidak memahami perasaanku , min " Kyuhyun menyela ucapan Sungmin .
.
" justru karena aku mengerti perasaanmu. Semuanya menjadi jelas. Kau mencintai Ryeowook, Kyuhyun" Akhirnya, sungmin mengatakan ini pada Kyuhyun. Kata kata yang menjadi cambuk , menggores luka yang dalam di hatinya .
" Mwo ? " Kyuhyun berkata tidak mengerti . Tapi sepenuhnya tebakan Sungmin benar .
" Coba lihat ke dalam hatimu sekali lagi. Coba ingat masa lalu kita saat dahulu, ingat itu sekali lagi. Berapa banyak hati yang kau berikan untuk Ryeowook dibandingkan untukku " Sungmin berkata sedih saat mengingat itu .
.
" kau hanya menganggapku sebagai pelarianmu, kata kata yang kau bilang kau mencintaiku? Aku sama sekali tidak meragukan itu . Tapi Ryeowook? Sadar atau tidak, kau mulai belajar untuk mencintainya " Sungmin berkata lagi , sementara Kyuhyun hanya merenungi kata kata Sungmin . Bagaimaa kata kata itu bisa tepat mengenai sasarannya .
.
"aku … " Sungmin berhenti sejenak, menahan dirinya untuk tidak terisak dihadapan Kyuhyun . Pertahanannya jebol kala air mata begitu saja keluar dari matanya . " Aku melepaskanmu karena aku sangat mencintaimu "
.
" Hentikan, min "Kyuhyun menarik tangannya dari genggaman SUngmin .
" Dengarkan aku!" Sungmin menyela .
.
.
"aku mengenalmu sudah sangat lama. Jauh lebih lama ketimbang Ryeowook mengenalmu . perasaan seperti apa yang kau rasakan sekarang, aku jauh lebih peka dibanding Ryeowook " Sungmin memberitahu .
" min . . aku – "
" kau hanya benci ditinggalkan . Iya kan? " .
.
.
Kyuhyun diam . Memang benar , dia merasa bersalah sekarang . Dia sudah menyakiti dua orang yang dia sayang terlalu jauh . Namun rasa sayangnya dengan Sungmin masih tetap ada meskipun tidak dapat dia pungkiri Ryeowook jauh lebih banyak memiliki ruang dihatinya ketimbang Sungmin .
" aku mengatakan ini hanya sekali . Jadi dengarkan baik baik " . Sungmin menarik nafasnya dalam dalam. Kali ini berusaha untuk tidak menangis dihadapan Kyuhyun . " aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kau boleh berkata apapun, berkelakuan seperti apa dihadapanku itu terserah padamu. Mulai sekarang, aku akan menganggapmu sebagai dongsaengku. " .
.
Air mata Kyuhyun mencelos begitu saja saat mendengar jawaban Sungmin . Tidak , ini bukan air mata sakit hati atau apa , ini air mata kebahagiaan . Tapi, rasa bersalah pada Sungmin saat ini juga merupakan factor tebesar yang membuat tangisnya semakin meledak .
" min . . hiks .. . . mianhae " .
" sst . . tidak ada yang perlu dimaafkan . Siapa yang bisa menebak hati berubah dengan begitu cepat? Bahkan saat kau bersamaku, pikiranmu selalu pada Ryeowook " . lirih Sungmin , " tapi tenang saja, sebagai Hyung, aku akan selalu ada disaat kau membutuhkan aku " .
Sungmin mengulas sebuah senyum tulus yang dapat dilihat Kyuhyun . Kyuhyun lega . Ini senyum yang diinginkannya dari seorang Lee Sungmin . Meskipun sekarang hatinya sepenuhnya milik Ryeowook, tapi Sungmin menempati tempat khusus dihatinya . Sama seperti eomma, appa dan sahabat sahabatnya .
" aku melepaskanmu, Cho Kyuhyun " ujarnya lembut sambil memeluk sekali lagi , Cho Kyuhyun. Mantan kekasihnya .
Sungmin ingin mengakhiri 5 tahun drama cintanya dengan Kyuhyun disini . Pada akhir cerita , mereka berpisah dengan baik baik . Sesuatu yang ia mulai dengan sangat indah bersama Kyuhyun berakhir dengan indah juga . Pilihan itu ada untuk dipilih . Setiap pilihan pasti ada pengorbanan . Jika Kyuhyun memilih mengorbankan perasaannya demi Sungmin, maka yang terluka adalah mereka bertiga . Kyuhyun, Ryeowook dan juga Sungmin sendiri . Tapi kali ini biarkan Sungmin pada akhirnya memutuskan . Dia yang harus melepaskan Kyuhyun . Membiarkan Ryeowook dan Kyuhyun bahagia bersama dengan anak mereka. Pilihan yang sangat bagus bukan ? .
Biarkan waktu yang menyembuhkan rasa sakitnya, menghilangkan perasaan cintanya pada Kyuhyun .
.
*diputus*
a/n : author ga tega kalo harus misahin kyu ama wook, ye biar ama min ajah ya? wakakak Sebenernya sih mau dibikin panjang… etapi ini udah mau masuk sekolah . yah daripada entar kebanyakan utang ama readers . Yasudinlah, tamatin ajah . mungkin 1 atau 2 chapter lagi hehe . abis ini , harus fokus sama FF nae hyung sama SBU . ayo paksa aku paksa aku ~ . *kabur naik elang* .
hayoo siapa kemarin yang ngereview mau ngebunuh Kyuhyun? wakakk *kasih kyuhyun* nih bunuh aja ~ *digaplak sparkyu* . Btw makasihya bua semua reviewers ^^ maaf gabisa nyebutin namanya satu persatu^^.
