Disclaimer : Fanfict ini milik saya, sementara Vocaloid bukan milik saya ==v

Warning : Typo, ga jelas, ga nyambung, OOT, aneh, nyasar, dan sebagainya~

Rated : Teen

Genre : Humor, Life.


Gumiya : Yosh! Akhirnya jadi juga chapter 2 nya! Si author rada lemot ya…

Luka : Yup. Setuju bro.

Gakupo : Saya berpendapat demikian juga.

*kemudian mereka bertiga tossu*

Author : Oh gitu. Kalian tega! Kalian bertiga bersengtongkol (?) di belakangku D': *lari lari di bawah hujan* #Authorkorbaniklan

Miki : … *inner: Orang aneh … *

Miku : *kasih payung ke Author*

Author : *pakai payungnya* Arigato, Miku. Baiklah, selamat-

Gumiya : Selamat membaca minna ^^

Author : Bagianku … Gumiya, kau tega … *mundung* miris


Cahaya matahari menembus tirai kamarku yang berwarna violet. Cahaya itu menyilaukan kedua mataku.

"Ukh … silau …"

Aku terbangun, dan merentangkan kedua tanganku. Aku segera mengambil jam weker yang terletak di meja belajarku. Masih jam 05.45. Sementara aku masuk jam 07.00. Aku memandangi setumpuk kertas hasil begadangku semalam.

'Kurang sedikit lagi … Huft, tenggang waktunya sebentar lagi ya …' gumamku.

Aku segera bergegas mandi.


Saat menggosok gigiku, aku memikirkan sesuatu. Sudah 2 minggu semenjak Gakupo bersekolah di sini. Dia menjadi makin terkenal di kalangan para perempuan di sekolahku. Bahkan, dia barusan diangkat menjadi wakil kapten klub kendo setelah berhasil mengalahkan wakil kapten klub kendo yang lama dalam sebuah pertandingan.

Tapi entah kenapa, jika di depan Gakupo, aku menjadi salah tingkah sendiri. Hng, jujur, sifat tsundere milikku akan keluar jika aku sedang bersamanya. Padahal, bukan maksudku mengeluarkannya …

Aku ingat, 2 hari yang lalu dia meminta izin padaku untuk memanggil namaku dengan 'chan', bukan lagi 'san'. Dan dia memintaku untuk memanggilnya dengan 'kun'. Awalnya aku kaget, tapi … Aku sama sekali tidak keberatan dan menyetujuinya…

Dan selama 3 minggu ini, Gakupo selalu mengajakku berangkat dan pulang sekolah bersama. Sebetulnya, aku tidak keberatan, tapi … Aku …

'Ah, sudahlah, kami kan hanya teman sekelas.' gumamku


Gumiya's POV

"Ohayou nee-chan." Sapaku setelah kakakku duduk di meja makan.

"Ohayou mo." jawabnya.

Aku menghidangkan sepiring waffle di depannya. Waffle dengan es krim blueberry dan saus coklatnya, serta cokelat hangat, seperti menggodanya untuk segera menghabiskan itu semua …

"Itadakimasu!" ucapnya.

Dia mulai menyendok es krimnya yang langsung lumer. Juga menyeruput coklat hangatnya. Dia tampak sangat menikmati sarapannya.

"Oishi! Kau ini, cowok yang benar-benar pintar memasak ya! Nggak kalah sama masakan ayah!" pujinya padaku.

Aku hanya cengengesan. Aku duduk di seberangnya dan segera menghabiskan sarapanku.

"Ah ya nee-chan, nee-chan berangkat duluan aja, aku mau naik sepeda. Lagian ada yang nungguin nee-chan di depan tuh." ujarku dengan nada menggoda. Mukanya memerah, dan dia jadi salah tingkah.

"G-Gumiya! Hhh, baka! Duluan!" ledeknya, lalu menyandang tasnya dan keluar rumah.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum.

'Ah … Nee-chan sudah menemukan seseorang yang cocok untuknya ya … Dia wakil kapten kendo kan? Hebat juga dia …' pikirku dalam hati. Aku segera membersihkan meja makan. Setelah selesai, aku segera bergegas ke garasi.


Luka's POV

Aku menutup pagar rumahku. Sudah ada Gakupo yang menungguku.

"Ohayou, Luka-chan!" senyumnya ramah.

"O-Ohayou mo, Gakupo-kun. O genki desu ka?"

"Genki desu ne. Luka-chan?"

"Genki desu. Ah ya, kau tak lupa bekalmu kan, baka?"

"Pffft, tentu saja tidak!" cengir Gakupo.

Aku tersenyum melihat cengiran Gakupo.

'Aih, lucunya … Imut …' lamunku.

Aku melamun sambil tersenyum. Gakupo menyadari aku yang senyum-senyum sendiri.

"Doushita, Luka-chan? Ada yang lucu?" tanyanya sambil memandangku.

Aku kaget dan mukaku memerah.

"I-Iie, daijobu …" jawabku lalu mencubit kedua pipi Gakupo, lalu segera berlari ke sekolah.

"Ah Luka-chan, chotto matte kudasai!"

Kemudian kami berkejar-kejaran sambil bercanda menuju sekolah. Oh Tuhan … Semoga ini terus berlanjut …


Aku dan Gakupo sampai di sekolah. Ada banyak anak perempuan di gerbang …

"Uwaah! Ohayou, Gakupo-san!"

"Kyaa, pagi-pagi aku sudah bertemu Gakupo-kun!"

"Ohayou Gakupo-san! Kau tampak keren hari ini!"

Banyak anak perempuan yang mengerubungi Gakupo. Aku jadi terpisah dengannya. Mana sesak karena dikerubungi …

Tiba-tiba, aku merasa tanganku diraih seseorang. Tangan itu menggenggam tanganku erat. . Tangan itu menggandengku sampai ke kelas. Ternyata … Itu … Gakupo …

Mukaku memerah. Tapi aku tak bisa mengelak.

"G-Gakupo-kun! Untuk apa ini?! L-Lepaskan tanganku …"

"Psst, diam saja. Kalau nggak cepat-cepat, bel nanti berbunyi lho."

Aku menundukkan kepala. Jantungku berdegup dengan cepat.


Tak terasa, waktu pulang sudah tiba. Aku ingin mencari referensi untuk komikku.

"Hei, Gakupo-kun. Kau pulang duluan saja. Aku mau mencari bahan buat komikku nih. Nanti kau capek menungguku."

"Eh? Gapapa deh, aku ikut Luka-chan aja. Mau lihat pekerjaan nona komikus."

"Tapi …"

"Eh? Ayolah … Kutraktir cake deh!"

"Hhh, baiklah. Asal jangan mengeluh lho. Ayo ke toko buku!"

Gakupo tersenyum senang. Tiba-tiba, dia menggandeng tanganku lagi.

"Eh? U-Untuk apa ini? N-Nanti kita dikira pacaran!"

"Biar saja." kata Gakupo sambil menjulurkan lidahnya.

Aku tak bisa mengelak. Mukaku terasa panas.


Hari ini terasa menyenangkan sekali. Selain mencari referensi, Gakupo mentraktirku makan cake. Kami juga main di game center. Bahkan aku dapat sebuah boneka teddy bear dari sana (Hasil pancingan Gakupo di permainan ambil boneka) . Setelah sore, kami pulang ke rumah. Bagiku, ini hari yang berkesan … Awalnya tujuanku hanyalah untuk mencari bahan untuk komik, kenapa jadi main seharian sama Gakupo? Ah …

.

.

Gumiya's POV

"Tadaima! Huwaah, nee-chan capek …"

Aku yang sedang belajar sambil mendengarkan musik, melepaskan headphone-nya. Dia tampak kaget melihatku dengan plastik yang kubawa.

"Okaeri … Wih? Bawa apa itu?"

"Nee-chan keluar, jadi sekalian aja beli pizza sama burger. Jadi kamu gausah repot-repot masak makan malam."

"Huwaah! Yokatta! Habis aku capek sih, karena hari ini latihan basket … Eh? Boneka teddy bear? Dari siapa itu?" tanyaku sambil menunjuk teddy bear yang dipegang kakakku. Tumben-tumbennya dia membawa sebuah boneka.

"Eh, ngg, ah, ada deh! A-Aku mandi dulu ya!" kataku seraya naik ke atas.

'Ya ampun … Dasar nee-chan … Gak jujur amat …' gumamku. Aku melanjutkan membaca buku catatan matematikaku.


Normal POV

Tak terasa, hari cepat juga berlalu. Hari saat aku jalan-jalan bersama Gakupo … Hari Selasa. Sementara ini sudah hari Jum'at. Karena pulang cepat, aku janji jalan-jalan bersama Gumiya. Hitung-hitung refreshing sambil cari ide buat komik …

Aku menunggu Gumiya di bawah sebuah pohon di halaman sekolah. Pohon ini rindang dan sejuk. Kalau aku sedang ingin berganti suasana, kadang aku makan bekal dengan Miki, Meiko, dan Miku di sini. Aku duduk memegang batang pohon ini. Aku menunggu dengan sabar. Tiba-tiba, ada sebuah suara yang memanggilku.

"Yo, nee-chan!"

Aku menoleh. Kau tau siapa dia … Yap, Gumiya.

"Yo. Lama amat sih!"

"Gomen … Aku hampir lupa menyerahkan buku piket … Jadinya ngembaliin dulu deh."

"Hhh, dasar. Yaudah, ayo, ke toko buku!"

Aku dan Gumiya berjalan keluar dari halaman sekolah. Aku tak menyadari, sedari tadi ada sepasang mata hijau yang memandangiku dan Gumiya. Tiba-tiba, seorang laki-laki berambut ungu mendatangi anak bermata hijau yang sedang melamun menghadap jendela. Anak laki-laki itu berusaha menyadarkan anak bermata hijau itu dari lamunannya.

" … Gumi-chan? Gumi-chan? Daijobu?"

Anak itu tersadar dari lamunannya, dan terkejut.

"Oh, g-gomen ne! Gomenasai! Aku tidak sengaja melamun …"

"Daijobu. Ayo, katanya mau jalan-jalan?"

Anak itu mengangguk, dan segera mengambil tasnya, dan berjalan mengikuti anak berambut ungu tersebut.


"Pffft, ya ampun! Komik ini lucu sekali! Ahaha, nee-chan! Komik pilihanmu ini lucu sekali!" tawa Gumiya yang berjalan sambil membaca komik.

"Hmm, itu memang komik kesukaan nee-chan. Eh, Gumiya, kita istirahat sebentar yuk? Nee-chan haus."

"Ayo. Bagaimana kalau ke cafe itu? Tampaknya lagi ada diskon, kalau nggak salah mereka baru buka." ujar Gumiya. Aku dan dia melangkah masuk ke dalam cafe itu. Kami memilih duduk di bagian dalam cafe.

"Irasshaimase! Silahkan, mau pesan apa?" kata seorang maid sambil memberikan 2 buku menu. Aku membaca menu-menu di buku tersebut.

(Author: Iyalah, dibaca, mau diapain lagi? ==) (Luka: … Yang nulis fict ini siapa coba? *siapin tuna di tangan*) (Author: *kibarin bendera putih di tangan kanan*)

"Hng, aku cola float aja." kata Gumiya.

"Kalau aku … Banana split sama cappuccino hangat ya."

"Baiklah, mohon ditunggu sebentar …"

Pelayan itu pergi. Gumiya sibuk membaca komiknya, sementara aku sibuk membuat sketsa komik. Beberapa menit kemudian, pelayan itu datang membawa pesananku dan Gumiya, hanya banana split-nya yang belum.

Aku menyeruput cappuccino-ku. Aku melihat ke arah cafe bagian luar. Aku mengenali sosok seseorang di luar sana. Seorang laki-laki berambut ungu. Yap. Gakupo. Dia sedang berbincang-bincang dengan seorang anak berambut hijau. Anak yang sama dengan anak yang pernah kulihat memberikan bekal Gakupo yang tertinggal.

"Ah? Bukankah itu Gumi-chan?" kata Gumiya sambil melihat Gakupo dan anak itu.

"Eh? Kau mengenalnya?"

"Tentu saja. Dia teman sekelasku. Dia periang … dan manis. Kalau nggak salah dia pindah ke sini sama pada waktu Gakupo-senpai pindah ke sini." Gumiya meneguk float-nya.

"Eh, Gumiya. Ikuti mereka yuk?"

"Eeeh? Nandee?"

"Hhh, habis Gakupo-kun nggak pernah cerita apa-apa tentang Gumi-chan …"

Pelayan tadi datang membawakan banana split pesananku.

"Imbalannya ini deh. Bagi dua sama aku." Kataku sambil menunjuk banana splitku.

"Siap!" kata Gumiya sambil meminta satu sendok untuk makan kepada seorang maid.


Setelah menghabiskan dan membayar makanan kami, aku dan Gumiya mengikuti Gakupo dan Gumi. Pertama, kulihat mereka ke supermarket. Sepertinya mereka berbelanja beberapa kebutuhan di sana. Setelah itu, kulihat mereka masuk ke sebuah toko boneka dan terlihat menenteng plastik. Setelah itu, mereka pulang. Aku dan Gumiya pun terpaksa pulang juga. Setelah berganti pakaian dan mandi, kami mandi dan berganti pakaian.


Gumiya's POV

Aku mengaduk stew yang kumasak dan mencicipi rasanya.

'Hmm … Rasanya pas!' gumamku.

Sementara kakakku, dia sedang menggoreng ebi furai dan ebi katsu. Tiba-tiba, aku mendengar sebuah rintihan.

"Aduh! Panas!"

Aku kaget dan menoleh. Ternyata nee-chan kecipratan minyak goreng. Aku segera mengecilkan api kompornya.

"Nee-chan? Daijobu? Ayo segera bilas tanganmu dengan air keran!" kataku panik.

Ia menurut dan segera membilas tangannya. Aku mengambil kotak P3K di ruang keluarga.

.

.

"Itadakimasu!" ucapku dan nee-chan bersamaan. Nee-chan sibuk menyeruput kuah stew yang hangat dan enak.

"Nee-chan, daijobu? Bagaimana tanganmu?" tanyaku.

"Daijobu! Udah baikan kok! Arigato, Gumiya …" jawabnya.

"Douita. Kulihat tadi nee-chan melamun ya saat menggoreng? Nee-chan mikirin apaan sih?" tanyaku lagi.

(Author: Iiiih kepooo -w-) (Gumiya: … *lempar piring*) (Author: *ngacir*)

"Hng … "

"Coba kutebak. Tentang Gakupo-nii dan Gumi-chan?"

.

.

Luka's POV

"Coba kutebak. Tentang Gakupo-nii dan Gumi-chan?"

UHUK! Aku langsung tersedak. Gumiya segera menyodorkan segelas green tea hangat.

"Hhh … Sepertinya tebakanku benar …" katanya.

Mukaku memerah.

"A-Apaan sih? M-Memangnya gaboleh penasaran?" kataku membela diri.

"Yah … Habis rasa penasarannya nee-chan itu …" ucapnya pelan dengan tampang menggoda.

Uh! Kuso! Aku kalah. Aku hanya cemberut dan menyendok makananku lagi. Gumiya hanya tertawa kecil.

Setelah selesai makan malam, aku mengerjakan komikku lagi dan Gumiya main PS di ruang keluarga.

Aku mengarsir komik yang sedang kukerjakan. Setelah agak lama, aku terdiam sebentar.

'Apa sih hubungan Gumi-chan dengan Gakupo? … Entah kenapa … Aku …'

"Eh?! A-Aku kenapa sih? Ayo kerja, Luka!" kataku pada diriku sendiri. Aku segera melanjutkan pekerjaanku.


Gumiya : Chapter 2 selesai~

Luka : Nasibku suram sekali … = =

Author : Gyahaha. Terima nasibmu itu. *le feel like boss*

*Kemudian terjadi perang dunia ke 3.*

Kaito : Permisi minna, tolong review ya! Arigato! Tenang saja, saya

akan muncul lagi di chapter selanjutnya! Tenang! Saya yang keceh ini pasti muncul kok!

Meiko : Kai … Kau … *hajar*

To be continued (?)