Disclaimer : Vocaloid won't ever be mine, but this fanfict is originally mine.

Warning : OOT, typo, semi typo, salah tema(?), alurnya aneh, jalan cerita ngasal(?), gak nyambung … Oke, setop deh Author. Kasian para reader.

Rated : Teen

Genre : Humor(?), Romance


Gumiya : Selamat datang di Matteru chapter 4!

Gumi : Iya minna! Selamat membaca ^^

Gumiya : … *inner: Gumi kawaii …*

Author : Yosh minna! Fict chapter ini tentang si tuna tsundere yang ulang tahun! Selamat menikmati ya!

Luka : Siapa yang kau bilang tuna tsundere ... Dan, Gumiya? Kenapa kau blushing? ==

Gumiya : *blush* EH?! A-Abaikan saya minna! S-Selamat membaca! *ngacir*

Author, Gumi & Luka: … ==?


Luka's POV

'Gumiya mana ya? Katanya nidurin Gumi di ruang tidur tamu … Kok lama banget ya?' gumamku.

Aku pun melangkah menuju ruang tidur tamu yang terletak di sebelah dapur. Aku membuka pintunya perlahan. Terlihat, Gumiya yang tertidur (dia duduk di sebuah kursi) sambil memegang tangan kanan Gumi-chan yang sedang tidur nyenyak.

'Kawaii nya mereka berdua ini …' gumamku.

Aku mematikan lampu kamar tersebut dan pergi keluar.

.

.

Gumi's POV

Aku terbangun. Mataku masih berat untuk terbuka.

'Ah… Aku … Ketiduran di rumah Luka-senpai ya?'

Saat aku mau merentangkan kedua tanganku, aku merasa tangan sebelah kananku digenggam erat oleh seseorang …

G-Gumiya-kun?

Mukaku memerah. Aku memerhatikan wajahnya yang sedang tidur.

"Manisnya …"

Tiba-tiba, Gumiya-kun terbangun.

"Hng … Eh? G-Gumi-chan? K-Kau sudah bangun?! G-Gomen! A-Aku nggak ada maksud apa-apa!" katanya dengan muka yang memerah. Dia segera melepaskan genggaman tangannya.

"E-EttoD-Daijobu ne … Ng … Gumiya-kun kan yang memindahkanku ke sini? A-Arigato ya …"

"Eh? D-DouitaEtto, arigato ya telah membantu onee-chanku …"

"Douita … Aku senang kok, asal bisa membantu Gumiya-kun!" kataku sambil tersenyum.

EH?! K-Keceplosan! Mukaku langsung memerah.

.

.

Gumiya's POV

"Douita … Aku senang kok, asal bisa membantu Gumiya-kun!" kata Gumi sambil tersenyum.

Aku kaget saat mendengarnya. A… Apa maksud Gumi-chan?

"A-Apa G-Gumi-chan?"

"Eh! T-Tidak! A-Abaikan saja …" katanya dengan muka yang memerah.

'Kawaii!' kataku dalam hati. Aku tersenyum.

"Etto … Gumi-chan, mau bantu aku masak buat pesta ulang tahun onee-chanku besok?" kataku sambil meringis. Aku mengulurkan tanganku.

"E-Eh? B-Boleh saja kok! Aku suka memasak!"


Gakupo's POV

'Duh … Gumi ke mana ya … Aku menelpon handphone-nya juga tidak diangkat-angkat …' gumamku cemas.

Habis, jika Gumi pergi keluar, dia tidak akan pergi hingga semalam ini. Saat selesai latihan kendo tadi, aku juga tidak melihatnya di sekolah. Aku melirik jam tanganku. Pukul 07.30 malam …

'Kemana anak itu …' kataku dalam hati.

Tiba-tiba aku merasa segera turun ke lantai bawah dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum. Tiba-tiba, ada seseorang yang menepuk punggungku …

"Gakupo-sama?"

Aku menoleh. Ah, ternyata salah satu maid di rumahku.

"Iya? Ada apa?"

"A-Anu, anda mencari Gumi-sama?"

"Iya. Kau tau ke mana perginya dia?"

"Ano, tadi dia bilang mau membantu teman Gakupo-sama di rumahnya."

"Eh? Siapa namanya?"

"Luka-sama …"


Gumi's POV

Aku sedang membantu Gumiya-kun mempersiapkan menu untuk besok. Luka-senpai sedang mempersiapkan dekorasi untuk pintu depan. Aku mengolesi ayam dengan bumbunya, lalu memasukkannya ke dalam oven. Aku melihat Gumiya-kun yang sedang sibuk mengaduk adonan untuk kue kering (cookies). Dia ternyata keren sekali ya kalau sedang memasak …

Tiba-tiba, Gumiya-kun mencolekkan selai stroberi dengan ujung jarinya ke pipi kiriku. Eh?!

"Pfft … Jangan melamun, Gumi-chan …" katanya sambil tertawa pelan.

Mukaku memerah. Aku mengoleskan selai stroberi juga pada ujung jariku.

"Hhhh! Gumiya-kun! Sini kubalas juga! Hyaah!" kataku sambil mencolekkan selai stroberi pada pipi kanannya. Dia tampak kaget.

"Aaah! Gumi-chan marah!" katanya sambil memasang tampang (pura-pura) takut.


Gakupo's POV

Aku segera berjalan keluar dari rumah, menuju ke rumah Luka-chan yang dekat dengan rumahku. Aku melangkah pelan. Beberapa saat kemudian aku sampai di rumah Luka-chan. Kulihat, dia sedang mendekorasi pintu rumahnya.

"A-Ano, konbanwa Luka-chan …" sapaku.

"Eh? G-Gakupo … Ng, hai!" jawabnya.

"Ng, apakah kau melihat Gumi? Dia menghilang sejak sore tadi …"

"Eh? Dia tadi membantuku menghiasi ruang tamu, sekarang dia sedang membantu Gumiya memasak untuk pesta ulang tahunku besok … Mungkin selesai jam 8an …"

"Ah, souka …" jawabku sambil tersenyum.

"Ng … Ano, besok jangan lupa datang ya … J-Jangan telat lho!"

Aku terkejut mendengar kata-kata itu dari Luka-chan. Aku tersenyum.

"Oke, tenang saja! Eh, ayo sini kubantu!" kataku sambil mengambil sebagian pita dari tangan Luka-chan.

"E-Eh?"

.

.

Akhirnya jam 8 malam. Gumi sudah selesai membantu Gumiya memasak. Begitu pula aku, yang sudah selesai membantu Luka-chan mendekorasi pintu. Akhirnya, aku dan Gumi pamit pulang. Kami melangkah menuju rumah kami.

"Ng, Gumi …"

"Eh? Apa nii-chan?"

"Aku ingin meminta pertolonganmu. Begini …"


Luka's POV

Keesokan harinya …

"Nee-chan, bangun!" kata Gumiya membangunkanku.

Aku membuka mataku yang masih berat untuk terbuka. Aku melihat Gumiya yang sudah rapi dengan baju berwarna hitam, dan celana bermotif kotak-kotak warna abu-abu selutut.

"Ohayou nee-chan! Otanjoubi omedetou ya!" katanya. Lalu dia meniup terompet kecil. Confetti kecil-kecil keluar dari terompet yang ditiupnya.

"Ng … Arigato, Gumiya!" kataku sambil tersenyum. Aku mengacak-acak rambutnya.

"Ayo mandi sana! Setelah itu, bantu aku merapikan piring-piring dan peralatan lain di meja makan …" katanya sambil merapikan rambutnya.

"Oke!" aku mengangguk dan segera bergegas mandi.


Setelah mandi, aku mengenakan gaun tanpa lengan warna pink tua yang berombak-ombak di bagian bawahnya. Panjangnya hingga ¾. Aku mengurai rambutku (yang tadi malam telah ku-roll), mengikat sedikit rambutku ke atas, dan memberinya bando warna pink tua. Rambutku jadi agak ikal dan bergelombang! Kemudian aku turun ke bawah.

"Gumiya! Bagaimana penampilanku?" tanyaku pada Gumiya.

"Ng … Kau tampak cantik nee-chan! Cocok sekali! Ayo, sekarang bantu aku merapikan piring!" jawab Gumiya.

Aku melihat menu-menu yang dimasak Gumiya. Ada pie, brownies, sandwich, ayam panggang, salad, kue-kue kering, cupcake, es buah, dan es krim. Tidak lupa, kue ulang tahunku.

'Masakan Gumiya enak-enak nih …' kataku dalam hati.

Saat mau merapikan piring, bel rumahku berbunyi. Aku segera berlari untuk membukakkan pintu. Ternyata, Piko dan Miki! Miki tampak cantik dengan gaunnya yang berwarna ungu selutut! Sementara Piko, dia tampak keren!

"Luka-chan! Otanjoubi omedetou ya!" kata Miki. Dia kemudian memelukku.

"Luka, otanjoubi ya! Maaf kemarin aku nggak masuk, ada urusan." ucap Piko sambil menyalamiku. Kemudian dia menyerahkan kado darinya dan Miki.

Aku mempersilahkan mereka berdua masuk.

"Ah, Gumiya! O genki desu ka?" sapa Piko.

"P-Piko-senpai! Genki desu ne! Piko-senpai kemarin kenapa nggak ikut latihan?"

"Ahaha, kemarin aku ada urusan ne …" jawab Piko sambil nyengir. Yap, Gumiya mengenal Piko karena Piko mengikuti eskul basket juga.

"Piko! Bantu Gumiya merapikan piring yuk!" ajak Miki sambil menggait tangan Piko. Piko menurut dan mengikuti Miki.


Beberapa saat kemudian, bel berbunyi lagi. Aku membuka pintu. Ada Meiko, Kaito, Miku, dan Mikuo. Meiko tampak dewasa dengan gaun warna merah yang senada dengan warna rambutnya. Kaito mengenakan baju yang cocok dengan Meiko, tapi dengan warna biru. Yah, tidak lupa dengan syal kesayangannya … Miku tampak imut dengan gaun warna hijau muda yang pendek. Penampilan Mikuo tampak serasi dengannya …

"Oy, Luka, otanjoubi omedetou ya! Mudah-mudahan debutmu makin lancar, kerja yang rajin!" ucap Kaito sambil menyerahkan kado darinya, Meiko, Miku, dan Mikuo.

"Lukaa~ otanjoubi omedetou!" kata Miku dan Meiko bersamaan. Mereka langsung memelukku erat. Aku, yang terlambat mereaksi gerakan mereka, tidak bisa melarikan diri dari death hug gabungan mereka berdua ini …

"Miku-chan, kasihan Luka tuh. Dia sampai sesak begitu …" kata Mikuo yang disertai anggukan setuju dari Kaito. Miku dan Meiko segera melepaskan death hug mereka. Aku berterima kasih pada Mikuo. Kemudian mempersilahkan mereka masuk.

"Asyik! Yosh! Nanti minum-minum sampai puas!" seru Meiko riang. Kaito hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan pacarnya ini. Tapi, sedetik kemudian, keadaan berubah …

"ES KRIM!" seru Kaito dengan mata berbinar-binar saat melihat makanan kesukaannya. Dia segera melesat menuju meja makan, tapi … Meiko menjitaknya!

"Baka! Kita harus menunggu pestanya mulai dulu tau! Tunggu tamu yang lain! Dasar penggila es krim!" ujar Meiko dengan santai. Kaito mengusap-usap kepalanya. Yang lain hanya tertawa kecil melihat kelakuan pasangan bodoh ini …


Tidak lama kemudian, teman-teman Gumiya (dia memang kusuruh mengundang beberapa temannya) datang. Ada Kagaine Rin dan Kagamine Len, dua anak yang sering dikira kembar identik, padahal mereka tidak bersaudara dan mereka pacaran. Si Rin adalah vokalis Voice, sebuah grup band sekolah, sementara Len adalah wakil kapten basket, sahabat Gumiya. Lalu ada Aoki Lapis dan kakaknya, Merli (yang merupakan teman sekelasku). Datang juga Ring Suzune dan Lui Hibiki. Ring adalah keyboardist Voice, dan Lui adalah gitarisnya. Mereka berdua teman sejak kecil, dan katanya sih mereka saling menyukai. Lalu ada teman sekelasku, Lily, yang merupakan anggota OSIS. Dia datang bersama pacarnya, Luo, yang merupakan kapten sepak bola.

'Hng … Gakupo mana ya … Padahal …'

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggungku. Miki.

"Luka, tamunya sudah datang semua, tinggal Gakupo dan Gumi. Bagaimana, jika kita mulai saja acaranya? Kasihan yang sudah menunggu dari tadi …"

Aku menghembuskan nafas panjang.

'Baka … Kau ke mana saja … Padahal, aku ingin memberikan potongan kue pertamaku kepadamu …' lamunku.

"Halo, Luka? Kau mendengarku?" kata Miki sambil menyenggolku. Aku tersadar dari lamunanku.

"I-Iya, kita mulai saja …"


Gumiya menyalakan lilin kueku. Semua tamu undangan menyanyikan lagu ulang tahun. Aku menghembuskan nafas panjang sebelum meniup lilinnya. 1 … 2…

TING TONG!

Bel rumahku berbunyi. Ring membukakan pintunya. Ternyata, Gakupo dan Gumi! Gakupo memakai jas-yang membuatnya tampak keren. Gumi memakai gaun warna hijau tua yang membuatnya tampak manis. Gakupo tampang membawa bungkusan kado, dan Gumi menenteng sebuah kotak. Mereka langsung bergabung bersama tamu lain.

Aku tersenyum senang. Aku segera meniup lilinnya.

"Potong kuenya … Potong kuenya …" sorak tamu undangan.

Aku memotong kue ulang tahun.

"Potongan pertama … Kuberikan kepada … Gakupo, yang telah membantuku selama ini …" kataku perlahan dengan muka yang merah. Para tamu langsung riuh dan mendorong Gakupo maju ke depan. Gakupo menerima kue dariku.

"Potongan kedua, untuk adikku yang tersayang, Gumiya. Yang lain, ambil sendiri ya!" ucapku. Gumiya langsung menerima potongan kue kedua. Setelah itu, para tamu undangan berebut potongan kue selanjutnya.


Sekarang para tamu sedang sibuk menikmati hidangannya. Aku melihat sekeliling. Kaito yang sedang asyik menikmati es krimmnya, tampak menderita karena dia menjadi sasaran amuk Meiko yang mabuk. Len sedang menyuapi Rin kue. Mikuo sedang duet karaokean dengan Miku (dia dipaksa Miku). Piki dan Miko berdansa. Pokoknya, suasananya benar-benar ramai …

Aku duduk di meja makan bersama Gakupo, Gumiya, dan Gumi.

"Ne, baka, kenapa kau terlambat?" kataku sambil mencubit pelan lengan Gakupo. Dia meringis pelan.

"Ah! Sebetulnya …" perkataan Gumi disela oleh Gakupo.

"G-Gumi! Jangan! Jangan diceritakan! Kemarin itu memalukan!" seru Gakupo. Mukanya memerah.

Gumi hanya tertawa kecil. Meskipun Gakupo melarangnya, Gumi tetap bercerita …


-Flashback-

Gumi's POV

Aku dan nii-chan berjalan dari rumah Luka-senpai untuk pulang ke rumah.

"Ng, Gumi …"

Aku menengok ke arah nii-chan.

"Eh? Apa nii-chan?" jawabku.

"Aku ingin meminta pertolonganmu. Begini, kamu pintar buat cake kan? Mau bantu aku membuat cake-untuk Luka tidak?" katanya dengan muka memerah.

Aku kaget mendengar ucapannya. Kemudian aku tertawa.

"Tentu saja! Kenapa tidak?"

-End of Flashback-


Luka's POV

"Pokoknya, nii-chan bersungguh-sungguh sekali saat membuat cake kemarin! Percobaan pertamanya gagal total, gosong! Yang kedua, komposisinya tidak pas! Yang ketiga baru betul! Tapi, aku menyukai ekspresi nii-chan kemarin, sangat lucu! Ah … Ini cake buatan Gaku-nii, Luka-senpai!" kata Gumi sambil menyerahkan kotak yang dibawanya tadi kepadaku.

"Ah! Ada yang harus kami bicarakan sama Rin dan Len, kami pergi dulu ya, Luka-senpai!" kata Gumi lagi sambil menggait lengan Gumiya. Gumiya kaget. Gumi memberi isyarat kepada Gumiya agar meninggalkan kami berdua saja. Kemudian mereka berdua berlalu.

Aku membuka kotak yang dibuka Gumi. Sebuah cake, tapi beda daripada yang lain? Separuhnya berwarna oranye, dan separuhnya lagi kuning …

"Ngng, itu cake berbeda rasa, Luka-chan. Yang sebelah kiri itu rasa jeruk. Yang kanan rasa lemon. Kuharap … Kau menyukainya."

Aku mengambil sendok dan mencicipi kue buatan Gakupo. E-Enak! Rasa lemon-nya memang agak asam, tapi bercampur dengan rasa manis jeruk, dan lembutnya cake … Benar-benar enak!

"Gakupo, cake buatanmu enak sekali!" pujiku.

Mukanya hanya memerah mendengar pujian dariku. Kemudian, dia menyerahkan bungkusan yang tadi dibawanya. Aku membukanya. Sebuah boneka ikan yang lucu warna pink, earphone warna pink, diary warna pink tua, dan buku sketsa komik yang tebal.

"A-Arigato. Aku menyukainya." ucapku sambil tersenyum tulus.

"Yokatta … Untunglah kau menyukainya … Douita."

"Ano, Gakupo, boleh aku bertanya?"

"I-Iya, silahkan."

"Kenapa kau mau … Belajar membuat cake, padahal kau gagal berkali-kali?"

Dia tersenyum. "K-Karena ini … Demi Luka-chan."

Kemudian muka kami berdua memerah.


Author : Yosha! Akhirnya chapter 4 selesai~

*Kaito muncul dengan wajah bonyok(?)*

Kaito : I-Iya, meskipun muculnya saya cuma sedikit di sini, untung saya lumayan ke-

*belum selesai Kaito ngomong, Meiko yang masih mabuk ngejar-ngejar dia kayak banteng Matador* *Kaito pun sibuk ngacir* *si Author sibuk lambai2in kain warna merah*

Ring : Karena para tokoh utama(?) yang biasanya memberi kata penutup(?) sedang sibuk, maka saya saja yang menggantikan ya ^^

Lui & Ring : Terima kasih telah membaca chapter 4 minna! Mohon review-nya ^^