Penambahan tokoh dan karakter

Lee Hyukjae

seorang Designer muda langganan kaum sosialita juga pengusaha advertising yang kini menjadi "pelindung" baru dari Cleopatra. dia seorang gay dan sangat menyayangi Cleopatra. mucikari Cleo yang dulu ditangkap polisi karena kasus narkoba dia yang memang sangat perhatian pada Cleo dan menunjuk Hyukjae untuk melindunginya.

Lee Donghae point a view

Drama baru yang tengah aku jalani sekarang ini sangatlah melelahkan. Setiap hari aku harus menjalani syuting sampai jam 2 pagi. Tapi aku harus konsekwen dengan yang sudah aku komitkan dan produser sudah membayar mahal untukku.

Mata dan tubuh ini sudah tidak sanggup untuk menyetir mobilku hingga appartement, aku menyewa supir dadakan dari salah satu kru dilokasi. Aku membayarnya untuk mengantarku keapartement.

Baru setengah jalan aku hampir saja terlelap tiba – tiba ponselku berbunyi. Aku baca caller id ternyata dari Jaejoong. Dia mantan pacarku dimasa lalu.

Belakangan ini rajin sekali menelponku untuk berkeluh kesah tentang masalah keluarganya. Aku memang masih sangat menyayangi dan mencintainya sampai saat ini. Jadi setiap panggilan darinya jam berapapun itu aku pasti akan segera mengangkatnya.

Aku menjawab panggilannya dan aku tidak mendengar Jaejoong berbicara sepatah katapun yang aku dengar hanyalah suara tagisan nya

"wae? Apa yang terjadi denganmu?" tanyaku dan Jaejoong malah semakin menangis membuatku semakin khawatir.

Aku yakin sekali dia pasti sudah mengalami penganiayaan dari suami psyco-nya

"Oppa bisakah kamu datang kerumah dan membawaku kedokter kandunganku" suara Jaejoong begitu lemah.

Aku segera meminta supir tembak itu menuju tempat tinggal Jaejoong. Singkat cerita aku sampai dirumah Jaejoong dan seorang penjaga rumahnya menghampiriku

"tuan cepat tolong nyonya! Dia mengalami pendarahan dan kami tidak bisa menghubungi suaminya" penjaga itu sepertinya tau bahwa kedatanganku adalah untuk menolong Jaejoong.

Aku segera masuk kedalam istana mewah itu diantar penjaga tadi. Jaejoong berada diruang keluarga bersimbah darah disekitar paha hingga kakinya, wajahnya pucat pasi seperti mayat hidup.

Aku segera mengangkat Jaejoong yang sudah tidak sadarkan diri. Lalu seorang pelayan wanita memberikanku sebuah kartu nama seorang dokter kandungan

"tuan harus segera menemui dokter yang ada dikartu itu, karena dokter itu adalah dokter kandungan nyonya" ujar pelayan itu. Tanpa buang waktu aku segera membawa Jaejoong pergi menuju dokter Leeteuk.

Aku sangat khawatir melihat Jaejoong terbujur kaku didalam mobilku bersimbah darah dan aku tidak tahu apa yang sudah menimpanya.

Aku berusaha menghubungi dokter Leeteuk dan lama sekali dia mengangkat telponnya. Sampai aku berada didepan tempat prakteknya barulah dokter Leeteuk menjawab panggilanku

"dokter maaf ini kejadian darurat, teman saya Jaejoong mengalami pendarahan sekarang kami berada didepan klinik anda, bisakah anda segera datang" suaraku terdengar begitu panic.

Dokter Leeteuk menyanggupi untuk secepatnya datang dan memintaku untuk berusaha membuat Jaejoong tetap sadar.

Hanya 15 menit menunggu dokter Leeteuk datang, diantar seorang namja tampan dan masih muda sepertinya namja itu adalah anaknya.

Dokter segera membuka kliniknya

"Wonnie eomma minta tolong kamu keluarkan blankar untuk membawa pasien eomma kedalam" dokter Leeteuk tampak begitu gesit dan sigap.

Namja itu berlari kedalam klinik dan segera mengeluarkan blankar dan mendekati mobilku. Aku segera menganggakat Jaejoong dan mengeluarkannya dari dalam mobil dan membaringkannya diatas blankar.

Aku dan namja itu segera mendorong blankar tersebut kedalam klinik

"sebenarnya apa yang terjadi dengan istri anda tuan" Tanya namja itu menatap Jaejoong penuh iba

"dia temanku, aku bukan suaminya dan aku tidak tahu apa yang sebenarnya telah menimpa dia" jawabku tetap panic.

Aku lihat dokter Leeteuk menelpon seseorang dan marah – marah kepada lawan bicaranya diseberang telpon. Rupanya dia menelpon assistennya

"Wonnie kamu masuk dan temani eomma didalam. Tuan anda tunggu saja diluar saya akan berusaha menyelamatkan nyonya Jaejoong" dokter Koyuki menutup ruang tindakannya ditemani namja bernama Wonnie itu.

Menunggu bukanlah hal yang sangat menyenangkan ditambah kepanikan yang yang mendera membuat aku stress dan putus asa. 30 menit berlalu dan akhirnya dokter Leeteuk keluar dengan wajah yang tampak lesu.

"maaf tuan saya tidak dapat menyelamatkan keduanya, dia sudah kehilangan banyak darah, bayi dalam kandungannya pun sudah tidak ada tanda kehidupan. Nyonya Jaejoong akhirnya menyerah dan ingin lepas dari penderitaannya" ucapan dokter Leeteuk membuatku gila dan tidak dapat berkata – kata.

Aku meneteskan air mataku walau sudah berusaha untuk menahanannya. Aku hantam tembok disampingku dengan kepalan tanganku hingga berdarah

"tuan anda harus sabar dan merelakan kepergian nyonya Jaejoong, dia sudah bahagia sekarang dan tidak akan merasakan penderitaan lagi" dokter Leeteuk berusaha menenangkan aku "tangan anda terluka biar saya mengobatinya. Wonnie ajak tuan ini masuk eomma harus mengobati lukanya" dokter Leeteuk berlalu meninggalkan aku dan namja itu masuk keruangan dimana Jaejoong terbaring dan sudah tidak bernyawa lagi.

"apa maksud dokter dengan penderitaan yang Jaejoong alami?" tanyaku membuka percakapan saat dokter itu mengobati luka ditanganku

"apakah anda adalah Donghae-shi" dokter Leeteuk malah balik bertanya tentang siapa diriku

"darimana dokter tau nama saya" aku heran dia bisa tahu siapa diriku

"Jaejoong sering menceritakan anda kepada saya, masalalu dan apa yang dialaminya saat ini dia selalu menceritakannya. Penderitaan yang dialami Jaejoong adalah penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri, dia pasti akan mendapatkan luka setelah berhubungan intim dengan suaminya. Dan yang terjadi malam ini adalah akibat dari penganiayaan itu. Akan saya tunjukan pada anda" dokter Leeteuk melangkah mendekati jasad Jaejoong yang sudah terbujur kaku.

Dia membuka kain putih yang menutupi tubuh nude Jaejoong.

"Wonie periksa didepan siapa tahu polisi yang tadi eomma telpon sudah datang" dokter Leeteuk meminta anaknya keluar ruangan

"baik Eomma!" namja itu segera keluar meninggalkan kami

"polisi" tanyaku heran

"yah! Polisi. Ini adalah tindakan criminal dimana sudah ada korbannya. Lihat begian perut ini! Ada banyak luka lebam diakibatkan pukulan benda tumpul, lihat bahu ini! Ini adalah luka pecutan dari sebuah sabuk besi, dan lihat tangan ini! Memar seperti dihantam benda keras. Itu semua yang sering Jaejoong tunjukan pada saya setelah sebelumnya dia ditiduri suaminya" apa yang baru saja aku lihat benar – benar tidak bisa aku percaya.

Aku tidak menyangka kekejaman suami Jaejoong sampai sejauh itu.

"lalu bukti apa yang akan dokter berikan pada polisi untuk menangkap pelakunya?" aku meragukan rencana dokter Leeteuk

"ada banyak rekaman suara milik Jaejoong didalam ponsel saya, juga bukti foto yang menunjukan bekas luka disektar tubuhnya" aku lihat dokter Leeteuk begitu yakin.

"tapi entah berada dimana orang itu sekarang dok! Pelayannya bilang orang itu pergi sebelum mereka menemukan kondisi Jaejoong seperti itu" aku pandangi jasad Jejoong dengan haru

"ada orang yang bisa membantu kita! Hanya memberikannya sejumlah uang, saya yakin dia pasti mau membuka suaranya" dokter Leeteuk menatap jauh keluar ruangan.

Polisi datang sekitar jam 6 pagi ditemani Wonnie menghampiri kami. Dokter Leeteuk memberikan kesaksian juga menunjukan semua bukti dan hasil visum sementara yang sudah dilakukannya kepada para polisi itu.

Jasad Jaejoong juga bayinya dibawa polisi itu kerumah sakit untuk otopsi. Aku masih berada diruang praktek dokter itu untuk mendengarkan beberapa informasi dari sang dokter.

"eomma! Saya harus pulang karena ada kuliah!" Wonnie pamit pada eommanya karena jam didinding sudah menunjukan jam 8 lebih 45 menit

"pulanglah! Kamu pasti lelah. eomma masih harus menyelesaikan kasus ini karena polisi masih memerlukan kesaksian dari eomma" dokter Leeteuk menghampiri Wonnie dan memeluknya penuh kasih.

Wonnie pergi meninggalkan kami diruang praktek dokter Leeteuk

"kemarilah!" dokter Leeteuk memintaku menghampirinya mendekati jendela "

"perhatikan motel itu! Sebentar lagi akan keluar seorang yeoja yang sangat cantik juga sexy dijemput mobil mewah" dokter Leeteuk menunjukkan sebuah motel diseberang gedung tempat prakteknya

"siapa yeoja yang dokter maksud" tanyaku heran

"orang yang akan memberikan kita informasi dimana Jung Yunho berada" jawab dokter Leeteuk tanpa mengalihkan pandangannya dari motel itu

"apa hubungan yeoja itu dengan orang brengsek itu?" aku semakin penasaran dan aku ikut memperhatikan motel itu

"dia adalah seorang pelacur yang menjadi budak sex dari Jung Yunho. Saya sudah melihat Yunho datang menjemput pelacur itu tepat didepan motel dengan mobil Limonya" dokter Leeteuk menatapku serius.

Aku menarik nafas dalam berusaha untuk mengontrol diri juga pikiranku karena semua benar – benar diluar dugaanku.

"itu dia yeoja yang saya maksud!" dokter Leeteuk menunjuk seorang yeoja berambut coklat panjang terurai memakai gaun mini ketat berwarna merah maroon keluar dari motel itu disambut pelukan mesra seorang namja yang sudah tua.

Dari atas tampak tidak begitu jelas seperti apa wajah yeoja itu, namun jika melihat bentuk tubuhnya, yeoja itu tampak sangat sexy dan menarik.

"yeoja itu pernah datang menemui saya untuk berkonsultasi, dia mengaku dengan jujur kalau dia adalah seorang pelacur. Tanpa sengaja saya melihat Yunho mendatangi yeoja itu, mereka tampak begitu mesra dan tidak risih mengumbar nafsu dimuka umum. Oh ya nama yeoja itu Cleo, Cleopatra" dokter Leeteuk menatapku sepertinya memberiku sebuah teka – teki.

Aku pulang tepat jam 10 pagi karena aku harus melanjutkan syuting dramaku. Bayangan Jaejoong juga penderitaannya terus menggangguku dan membuyarkan konsentrasiku.

Cleopatra point of view

Mendengar berita kematian istri Yunho membuatku takut. Menurut berita yang menyebar, kematian istri Yunho disebabkan tindakan kekerasan sexual. Polisi masih mengejar Yunho yang sampai saat ini masih belum ditemukan.

Terakhir dia datang adalah seminggu yang lalu. Dia membawaku kevillanya di pulau Jeju, disana kami habiskan dengan bercinta seperti binatang, sangat liar dan penuh kekerasan, dia membayarku puluhan juta karena satu hari itu dia habiskan waktuku hanya untuk memuaskan nafsu bejadnya.

Dan setelah hari itu aku sakit dan tidak sanggup berjalan karena cara Yunho bercinta semakin aneh saja dan semakin menyakitkan.

Aku takut untuk keluar dan menerima tamuku, karena aku takut sewaktu – waktu Yunho datang memintaku menyembunyikannya dan mengancam akan membunuhku jika aku tidak menuruti keinginannya.

Sudah dua hari ini sejak mendengar berita itu, aku sama sekali tidak pernah keluar kamar menemui tamu yang sudah menungguku diluar motel. Aku hanya berbaring dan mengunci diri didalam kamar.

Saat sedang hening melamun aku dikagetkan oleh suara ponselku tanda ada panggilan. Nomernya tidak dikenal, aku ragu untuk mengangkatnya karena aku takut itu dari Yunho.

Aku abaikan panggilan itu, lalu terdengar kembali satu panggilan lagi saat aku lihat ternyata dari mucikariku. Aku segera mengangkatnya yang aku dengar hanyalah cacian dan makian dari mucikariku yang kecewa karena aku tidak melayani tamuku selama 2 hari ini. Dia memintaku keluar motel dan segera menemuinya diappartement miliknya.

Aku pergi Malam itu memakai sackdress bunga – bunga belahan dada rendah ditutup mantel polos berwarna coklat. Rambut seperti biasa aku urai begitu saja. Untuk menghilangkan jejakku jikalau Yunho ada disekitarku, aku pergi dengan menggunakan taxy.

Aku sudah tiba didepan pintu appartement mucikariku. Aku pijit bel dan tak lama mucikariku keluar

"masuklah!" dia menarik tanganku masuk kedalam kamarnya dan membantu membuka mantelku dan menggantungkannya digantungan.

Aku lihat ada seorang tamu duduk disofa tamu membelakangiku

"kenalkan! Dia tamu barumu!" mucikariku mengenalkan seorang namja yang sangat tampan dan wajahnya tidak asing dan seringkali aku lihat

"malam! Perkenalkan nama saya Lee Donghae!" namja itu mengecup tanganku dengan lembut.

Aku pandangi namja itu dengan senyum menggoda

"Cleo!" aku sebutkan namaku singkat dan aku terus saja menatap matanya hingga aku benar – benar yakin, namja itu sudah tertarik dengan pesonaku

"tuan muda ini adalah seorang artis yang sangat terkenal, kamu harus bisa menjaga privasinya dan tidak boleh berkata sepatah pun tentang tuan muda ini. Kamu harus datang menemuinya setiap menerima panggilan darinya. Dia tidak akan pernah datang untuk menjemputmu demi menghindari gossip yang beredar" mucikari memberitahukan semua persyaratan yang diinginkan tuan muda bernama Lee Donghae itu

"saya juga punya satu syarat!" aku tantang tuan muda itu

"silahkan" dia balik menantang

"saya tidak melayani tamu masodis!" jawabku lantang.

Donghae malah tersenyum dan menggelengkan kepalanya

"saya lelaki yang sangat normal dan tidak memiliki kelainan seperti itu" dia tatap aku dengan sangat dingin.

Aku merasakan ada yang aneh dengan namja ini. Dia datang sepertinya bukan untuk menikmati tubuhku. Tidak ada passion yang dia tampakkan saat melihatku.

Tapi aku penasaran sebenarnya apa yang dia inginkan dariku dan berapa yang akan dia keluarkan untuk bisa bersamaku

"anda sanggup membayar saya berapa untuk satu jamnya" tanyaku menantang

"mucikari anda sudah mengaturnya untuk anda" jawabnya tak kalah dingin dengan tadi

"kemarilah!" mucikariku menarik tanganku masuk keruang kerjanya

"kenapa kamu? Apa yang terjadi? Kenapa kamu memperlakukan tamu barumu seperti itu?" mucikariku memberikan beribu pertanyaan

"ahjussi tidakkah kamu melihat reaksi yang dia tampakan saat melihatku? Dia begitu dingin dan tidak ada passion sama sekali, sepertinya dia datang bukan untuk menikmati tubuhku, tapi aku masih penasaran sebenarnya apa yang dia inginkan dariku?" aku duduk dikursi kerja miliknya dengan beringsut dimukaku

"kamu tidak perlu mempedulikannya! Tidak penting dia mau menidurimu atau hanya ingin berbincang denganmu, yang penting dia sanggup membayar kamu mahal. Dia sanggup membayarmu 10 juta setiap jamnya" mucikariku menarik tanganku untuk segera bangun dan keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Donghae-shi.

Transaksi sudah selesai. Saatnya aku pergi bersama tamu baruku ini. Dia mengajakku kerumahnya bukanlah ke hotel. Aku mengerti itu semua untuk menjaga privasinya. Mobil landcruiser sudah menanti dipelataran parkir, kami berdua masuk kedalam mobil mewah itu. Lalu mobil itu melaju membawa kami menuju appartement sang artis.

"apa yang tuan inginkan dari saya sebetulnya?" aku membuka percakapan karena Donghae sangat dingin dan kaku

"maksud kamu?" tanyanya tanpa menatapku

"saya sudah lama menjadi seorang pelacur, dan saya sudah bisa membedakan tamu mana yang benar – benar ingin menikmati tubuh saya dan yang tidak. Anda sama sekali tidak menginginkan tubuh saya, bahkan terkesan anda sangat dingin dan mungkin jijik dengan profesi yang saya geluti. Tapi karena anda sudah membayar saya, saya akan turuti apapun yang anda inginkan" aku tatap pemandangan jalan tol yang sepi didepan

"ternyata anda bukan pelacur biasa! Anda bisa menebak pikiran orang dengan sangat tepat" Donghae membelokan mobilnya kekanan keluar gerbang tol.

Kami sampai didepan sebuah rumah dengan bangunan kuno namuk terkesan sangat eksotis. Donghae turun mendahuluiku masuk kedalam rumah tua itu. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Akupun segera keluar dari mobil dan mengikutinya untuk masuk.

Rumah tua itu tak setua penampilannya dari luar, karena isi rumah itu sangatlah modern dan mewah

"duduklah!" Donghae menyuruhku duduk diseberang dimana dia duduk.

Aku menurutinya saja, duduk dengan manis tepat diseberangnya

"bagaimana kamu bisa tau kalau aku memang sama sekali tidak tertarik untuk menidurimu?" tanyanya ketus

"dari cara anda menatap saya dan memperlakukan saya" jawabku singkat

"kamu memang pintar dan layak menyandang gelar kakap diprofesimu" tatapan Donghae benar – benar membuatku takut

"bilang saja pelacur! Anda tidak perlu sopan dengan yeoja hina macam saya! Setinggi apapun kelas saya didunia hitam ini, tetaplah hina dimata namja terhormat seperti anda" aku palingkan mukaku dari tatapannya memperhatikan pemandangan disampingku

"kamu memang pintar" Donghae segera berdiri menuju mini bar dan membuatkan aku minuman.

"katakan apa yang anda inginkan dari saya?" aku berdiri menghampirinya dan duduk dikursi mini bar itu

"relax! Minumlah dulu, aku pasti akan memberitahu kamu apa yang aku inginkan darimu" Donghae memberikan minuman coctail untukku.

Aku teguk sedikit minuman itu dah memakan buah cerry merah yang berada didalam gelas itu

"aku bisa memberimu banyak hanya dengan sebuah informasi tanpa kamu harus menyerahkan tubuhmu" Donghae membuka suara

"informasi apa?" tanyaku singkat

"beritahu aku dimana Yunho berada?" pertanyaan Donghae sungguh membuat aku terkejut dan hampir saja memuntahkan cocktailku

"Yunho? Anda kenal Yunho?" tanyaku

"aku sahabat istrinya dan ingin sekali membunuh lelaki brengsek itu untuk membalaskan dendam istrinya" wajah Donghae tampak sangat menakutkan

"aku tidak tau dimana dia sekarang" jawabku sambil turun dari kursi bar itu menuju sofa untuk mengambil tasku

"tunggu! Apa maksudmu tidak tahu? Bukankan kamu adalah budak pemuas sexnya?" Donghae menarik tanganku dengan kasar

"aku memang pelacur setianya! Tapi bukan pelindungnya! Jika aku diberikan keberanian lebih dan nekad, sudah lama aku ingin menghabisinya. Selama selahun lebih aku hidup dibawah ancamannya. Lihatlah foto – foto didalam ponselku ini" aku keluarkan ponselku dan membuka image dimana aku simpan semua bukti luka lebam, memar dan pecutan yang Yunho berikan ketubuhku, aku berikan ponsel itu kepada Donghae.

"kenapa kamu membiarkan dia melakukannya? Apa kamu sama sekali tidak punya kekuatan untuk menghindarinya?" Donghae tampak sangat terganggu melihat foto – foto dalam ponselku

"aku hanyalah seorang pelacur yang membutuhkan uang. Dia sanggup membayarku banyak dan memberikan kelas buatku. Aku mampu bertahan dalam kesakitan itu karena uang yang sangat besar yang dia janjikan untukku! Seharusnya pertanyaan itu anda sampaikan pada mendiang nyonya Jaejoong! Kenapa dia mau bertahan menghadapi lelaki psyco macam Yunho? Dia punya orang tua yang kaya raya, dia punya banyak pilihan dalam hidupnya, dia bisa saja meninggalkan Yunho menyelamatkan diri juga anaknya pergi keluar negeri dengan uang yang dia miliki. Kenapa dia memilih untuk bertahan? Karena pasti dia juga punya alasan kenapa dia melakukannya, sama seperti saya yang juga punya alasan tapi pasti alasan kami berbeda. Alasanku bertahan hanyalah demi uang" aku ambil ponselku dari tangan Donghae yang termenung dan memasukan kembali penselku kedalam tasku.

"jadi kamu mengenal Jaejoong?" Tanya Donghae menghentikan langkahku

"dia pernah menemuiku satu kali! Dia berfikir aku adalah istri simpanan suaminya. Dia datang memintaku untuk meninggalkan suaminya dan dia mengaku sedang mengandung anak keduanya. Aku sungguh iba melihat penderitaannya, bisa anda bayangkan bagaimana nasib nyonya Jaejoong jika saya meninggalkan suaminya. Pasti suaminya akan memaksa dia untuk melayani nafsu bejadnya setiap saat dan menyiksanya. Yunho orang yang sakit, dia adalah maniak sex yang sangat gila. Aku sering dibuat tidak berdaya saat melayani nafsu bejadnya sampai aku tak sanggup untuk berjalan dan mengalami pendarahan hebat divaginaku, semua itu aku lakukan memang untuk uang dan untuk menyelamatkan nyonya Jaejoong dari kekejaman suaminya. Aku selalu mencari tau bagaimana keadaan nyonya Jaejoong dan semakin besar kehamilannya dia semakin sering teraniaya. Kematiannya karena perdarahan itu adalah salahku, saat itu aku menghindari keinginan Yunho bercinta dengan alasan aku sedang datang bulan. Padahal aku masih kesakitan karena terkahir kali bercinta dengannya vaginaku masih terluka dan belum siap untuk melakukannya lagi. Sepertinya nafsu birahinya itu dia lampiaskan pada nyonya Jaejoong yang sudah hamil tua. Aku sungguh menyesal tidak dapat menolongnya" diluar kendali aku menangis histeris menyesali kepergian nyonya Jaejoong yang baik dan cantik dengan sangat tragis

"sudahlah! Jangan menangis! kamu tidak bersalah sama sekali! Orang yang harus bertanggung jawab adalah namja bejad itu" Donghae reflex menyeka air mata dari pipiku dengan tangannya.

"jika anda sudah selesai dengan saya, ijinkan saya pulang!" aku mundur menjauhi Donghae untuk pamit

"2 jam ini anda tidak perlu membayarnya! Saya rela membagi 2 jam ini dengan anda secara gratis. Saya permisi pulang tuan, selamat malam" aku balikan badanku melangkah menuju pintu untuk keluar dari rumah itu.

"tunggu!" Donghae berlari menghampiriku dan menarik tanganku

"wae? Apa ada yang masih tuan inginkan dari saya?" tanyaku kaget

"ya! Ini" Donghae mendorong tubuhku kedinding dan mulai menciumiku dengan penuh nafsu "Donghae-shi! Apa yang anda lakukan?" aku berusaha menghindari ciuman dari Donghae

"bukankah aku sudah membayarmu? Kami pun melanjutkan ciuman itu lalu bercinta.

Aku pulang setelah berpakaian dan mengeringkan rambutku. Donghae-shi membayarku sesuai janjinya pada mucikariku

"berjanjilah kamu akan menjaga diri, dan tidak akan melayani tamu brengsek seperti Yunho lagi!" kalimat itu yang diucapkan Donghae-shi saat aku meninggalkannya.

Tidak ada harapan untuk bisa bertemu dengannya lagi karena aku sadar Donghae-shi sama sekali tidak pernah punya niat untuk bercinta dengan pelacur seperti aku ini. Dia bisa memilih yeoja baik – baik dan terhormat untuk sekedar melapaskan nafsu birahinya tanpa harus menggunakan jasa seorang pelacur.

.

Sim Changmin

sahabat Siwon, diluar kampus. seorang namja yang normal yang tengah menjalin hubungan asmara dengan Tiffany.

Tiffany

teman dekat Siwon di kampus menjalin hubungan asmara dengan Changmin

Yuri

sepupu Changmin yang seorang lesbian.

Jessica

pasangan yuri-nya Yuri

Couple weeks later

Choi Siwon point of view

Aku yakin eomma sudah mengetahui tentang aku yang seorang gay. Karena akhir – akhir ini eomma menemui Kyu dan memintanya untuk menjauhiku. eomma juga beberapa kali merencanakan kencan buta untukku dengan beberapa yeoja.

Aku tau apa yang aku lakukan dengan Kyu bukanlah hal yang wajar dan dapat diterima oleh masyarakat. Jika berita tentang aku adalah seorang gay menyebar dimasyarakat luas, pasti akan menghancurkan nama baik appa juga reputasi eomma sebagai dokter kandungan ternama.

Tapi bukankan sebagai orang tua tidakkah mereka bisa menerima dan memaklumi keinginan anaknya untuk bahagia? Kebahagiaan terbesarku adalah saat bersama Kyu. Jika mereka memang menyayangiku mereka bisa saja mengirimku keluar negeri kemana saja yang jauh dari Seoul dan hidup bahagia bersama dengan Kyu. Dengan begitu gossip tentang aku seorang gay tidak akan menyebar.

Sekarang juga saat sarapan aku akan menyampaikan keinginku ini pada appa dan eomma. Aku tidak akan memperdulikan reaksi mereka menolak dan menentang aku akan tetap mempertahankan hubunganku dengan Cho Kyuhyun.

Appa dan umma masih belum turun untuk sarapan bersama. Aku akan menunggu mereka dan menjalankan rencanaku. Lebih baik aku duduk saja dulu dan menikmari sandwich yang sudah disiapkan pelayan aku menyantap gigitan pertama, umma dan appa akhirnya datang untuk sarapan bersama.

"pagi!" Sapaku berdiri sambil menundukkan kepalaku

"selamat pagi Wonie" balas mereka bergantian

"kamu sudah lama turun?" Tanya eomma menuangkan kopi kecangkir appa

"tidak lama sebelum kalian turun" jawabku menggigit kembali sandwichku

"bagaimana kuliahmu?" Tanya appa meneguk kopinya

"boring! Aku ingin keluar negeri" aku memanfaatkan pertanyaan appa untuk melaksanakan rencanaku

"wae? Mendadak sekali" reaksi eomma kaget

"tidak, aku menginginkannya sudah lama sekali tapi aku masih mempertimbangkannya dan sekarang aku yakin dengan keinginanku ini untuk pindah keluar negeri" jawabku memandangi appa dan eomma bergantian.

Mereka saling pandang dan sepertinya memikirkan banyak hal. eoumma ingin Kyu menjauhiku bukan?" tanyaku pada umma tiba – tiba

"Kyu menceritakan tentang pertemuan kami padamu?" eomma menatapku serius

"ya!" jawabku singkat

"wae Siwon?" eomma menatapku semakin dalam

"kenapa aku menyukai namja? Itu maksud eomma?" aku menaruh sandwichku

"ya! Begitu banyak yeoja yang cantik, menarik juga terhormat kenapa kamu malah memilih namja? Ada dengan kamu?" eomma mengerutkan keningnya

"karena aku seorang gay! Aku tidak akan tertarik dengan yeoja secantik apapun dia. Bukankah eomma seorang dokter? Yang pasti akan mengerti dan paham betul dengan penyimpanganku ini?" aku tatap eomma tak kalah seriusnya

"Siwon-ah! Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan benar – benar menyakitkan kami?" appa membuka suaranya

"sebagai orang tua kami sudah berusaha memberikan kamu yang terbaik. Tidak bisakah kamu membalas itu semua hanya dengan menjalankan hidup dengan normal? Tidak banyak yang kami inginkan dari kamu. Tinggalkan Kyu dan mulailah berhubungan dengan seorang yeoja! Agama yang kita anut pun melarang apa yang kamu lakukan itu Wonnie" perkataan appa benar – benar menamparku.

"miane appa! Aku merasakan penyimpangan ini sudah sangat lama. Sejak peristiwa penculikanku dulu oleh mantan karyawan appa adalah penyebab penyimpanganku ini" aku membuka kembali luka lama yang sebenarnya ingin aku lupa

"maksud kamu?" eomma penasaran

"yah! Orang itu telah menyodomi aku 2 kali sebelum polisi akhirnya menangkapnya. Aku yang masih sangat kecil begitu ketakutan juga kesakitan dan tidak sanggup menceritakan pelecehan sexual itu pada kalian atau polisi. Aku juga menolak diperiksa dokter pribadi kita saat anusku masih terluka karena aku trauma takut jika ada seseorang menyentuh bagian belakangku lagi" aku meneteskan air mataku teringat kenangan buruk dimasa laluku

"oh Siwon-ah, miane! Appa tidak tau ternyata kamu mengalami traumatis seperti itu. Appa ingin sekali membunuh bedebah itu yang sudah melukai lahir dan batinmu" appa tampak begitu emosi

"jadi karena pelecehan yang kamu alami itu menyebabkan kamu menyukai sesame jenis?" eomma kini duduk berada disampingku.

"awalnya aku ingin sekali membalas dendam dan melakukan hal yang sama kepada namja yang tampak lemah dan lebih kecil dariku. Aku sering kali memiliki niat jahat melakukan hal itu kepada beberapa adik kelasku. Tapi tidak pernah aku wujudkan hanya sebatas khayalan saja. Berawal dari memperhatikan dan mengawasi namja yang menjadi targetku, lama – lama aku jadi menikmatinya dan mulai menyukai mereka. Hasratku terhadap yeoja sama sekali tidak pernah tumbuh dari aku memasuki masa pubertas hingga saat ini. Dan kehadiran Kyuhyun dalam hidupku menghapus sedikit demi sedikit trauma itu, Kyu memberikan kebahagiaan dalam hidupku, bersamanya aku merasa seperti terlahir kembali, tidak ada trauma dan niat jahat yang pernah ada dalam benakku" aku tatap eomma memelas.

Setelah mendengar pengakuanku itu, appa dan eomma tidak banyak bicara. Mereka lebih banyak berfikir dan merenung. Aku hanya berharap kejujuranku itu membuahkan hasil yang baik untuk aku juga untuk Kyuhyun, karena aku tidak akan pernah menyerah untuk mempertahankan hubungan terlarang ini sampai kapanpun.

Dr. Leeteuk point of view

Siwon, kenapa kamu harus seperti ini sayang? Kenapa kamu harus mengalami masa kelam seperti itu? Kamu adalah anak seorang pengusaha yang sangat berkuasa, rasanya tidak mungkin ada orang yang berani melukaimu mengingat kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki kakek dan appamu.

Tapi kamu justru mengalami pelecehan yang menyisakan trauma berat seumur hidupmu dan merubah hidupmu. eomma menaruh harapan yang tinggi sama kamu. Aku memikirkan tragedy anak tunggalku yang membuatnya menjadi seorang gay.

"Sora! Kemarilah!" aku panggil assistenku. Tak lama dia datang

"ada yang bisa saya bantu dok?" Tanya sora

"tolong kami cari file dari pasien bernama Cleo?" tanyaku

"akan saya carikan untuk anda dok!" Sora segera keluar untuk mencarikan file aku maksud.

Aku masih berpikir keras bagaimana cara menyembuhkan penyimpangan yang dialami Siwon anakku. Yang ada dalam benakku adalah mencari Cleo dan meminta bantuannya untuk merubah Siwon menjadi lelaki sejati.

Aku menaruh harapan besar pada Cleo, dia yeoja yang memiliki banyak pengalaman dengan berbagai macam namja dan dia pasti tau bagaimana menghadapi seorang gay.

Sora datang membawa file milik Cleo, disana tertulis alamat lengkap juga nomer ponselnya. Aku segera menelponnya dan membuat janji dengannya untuk bertemu sore ini sehabis praktekku disebuah café yang letaknya tak jauh dari tempat praktekku juga motel dimana dai menetap.

Cleo menyanggupi dan berjanji akan datang sore ini keran dia memang sedang tidak memiliki janji dengan tamu manapun.

Aku datang lebih dulu dicafe yang sudah kita tentukan, aku memesan secangkir coffelatte untuk menemaniku menunggu Cleo. Diluar caffe memang turun hujan gerimis. Sepertinya itulah yang membuat Cleo terlambat datang.

Cleo datang 10 menit kemudian, dia memakai jeans ketat berwarna biru langit dipadu kemeja ketat model kerah tumpuk berwarna putih yang menonjolkan kesempurnaan dadanya, ditutup raincoat warna krem.

Rambut panjangnya dia gulung asal namun memberikan kesan sexy pada penampilannya. Hampir semua namja yang berada dicaffe itu memperhatikan dan menatap kedatangannya. Yah Cleo memang tampak sempurna dimata namja normal manapun. Tapi apakah daya tariknya itu akan berdampak pada Siwon anakku.

"miane saya terlambat datang! Tadi ada sedikit gangguan" Cleo membuka raincoatnya lalu melipatnya dan memnyimpannya dikursi yang kosong disampingnya.

"gwencana! Saya juga baru datang" jawabku member isyarat pada seorang pelayan untuk membawakan menu

"apa yang membuat dokter ingin menemui saya" tampaknya Cleo tidak suka membuang waktunya

"oh, miane saya hampir lupa kalau waktumu adalah hidupmu" aku tersenyum sedikit sinis

"bukan begitu dok! Miane kalau saya lancang. Saya hanya heran kenapa tiba – tiba dokter ingin bertemu dengan saya?" Cleo tampak kikuk

"kamu tidak ingin memesan sesuatu?" aku menawarkan menu pada Cleo

"hot cappuchino" Cleo menyerahkan buku menu pada pelayan.

"baiklah saya tidak ingin membuang waktu, to the point saja. Saya ingin memakai jasa kamu dan saya akan membayarnya. Tugas kamu bukanlah seperti apa yang biasa kamu lakukan, tapi kamu hanya harus berusaha untuk menggoda dan menarik perhatian anak saya" aku memelankan suaraku

"menggoda anak anda? Wae?" Cleo bertanya menatapku heran

"anak saya seorang gay. Dan saya ingin sekali mengeluarkannya dari dunia itu. Saya sudah berusaha mencarikan beberapa yeoja cantik untuknya dan berusaha menjauhkan namjachingu yang kini sedang kencan dengannya, tapi tidak berhasil. Harapan saya terkahir adalah meminta pertolonganmu untuk melakukannya. Aku menaruh harapan pada daya tarik dan pesonamu untuk dapat mengembalikan hasratnya terhadap yeoja" aku semakin memelankan suaraku.

"kenapa anda memilih saya untuk menggoda putra anda sendiri? Anda sudah tahu dengan jelas siapa saya dan apa profesi saya. Tidakkan anda khawatir jika sampai kami berhubungan intim? saya akan mengotori anak anda? Atau anda memang tidak begitu yakin saya mampu mengoda putra anda jadi anda merasa tenang karena pasti putra anda tidak akan menyentuh saya?" Cleo begitu dingin saat mengatakan kalimat itu

"jujur saya tidak rela putra tunggal saya bertemu dengan yeoja seperti kamu, apalagi sampai menjalin satu hubungan dan melakukan itu. Tapi saya merasa lebih tidak rela jika putra tunggal saya menyukai sesame jenis" aku tampak begitu putus asa.

"berapa anda akan membayar saya jika saya berhasil melakukannya?" Cleo meneguk hot cappuchinonya yang baru diantar pelayan

"berapapun yang kamu minta jika kamu berhasil melakukannya" jawabku lantang

"saya tidak bertanggung jawab jika akhirnya anak anda benar – benar jatuh cinta pada saya, apakah anda rela?" Cleo menatapku sepertinya menantang

"buktikan saja dulu kemampuanmu mengelurkan Siwon dari dunia itu" aku hampir saja tak mampu menahan emosiku menghadapi pelacur itu.

"ini foto anakku! Namanya Choi Siwon, Setiap pagi hingga sore dia akan berada dikampusnya di Universitas Inha, hari rabu dan jumat jam 4 hingga 6 sore akan dia habiskan di pusat kebugaran untuk membentuk badannya di World hotel, hari sabtu sore hingga minggu pagi pasti dia habiskan bersama namjachingunya itu tapi saya tidak tahu kemana mereka biasa pergi" aku memberikan informasi tentang Siwon pada Cleo.

"putra anda sungguh sangat tampan dan nyaris sempurna, siapa sangka dia menyimpan misteri dibalik pesonanya itu. Saya akan berusaha sebaik mungkin dan akan melaporkan kepada anda setiap perkembangannya. Tapi ada syarat yang harus anda penuhi" Cleo memandangi foto Siwon

"katakan" aku menantang

"biarkan saya bekerja sendiri dan tidak ingin ada pengawasan dari anda, anda hanya menunggu laporan dari saya. Dan satu lagi saya ingin konsultasi gratis setiap bulan selama saya menjalankan tugas ini" Cleo menuntut

"baiklah! Itu bukan hal yang besar, kamu akan mendapatkannya" aku terima semua persyaratan yang diajukan Cleo.

Cleopatra point of view

Langkah awal yang harus aku lakukan adalah mulai mengawasi dan menjadi stalker dari Choi Siwon. Setiap hari aku harus datang kekampusnya hanya untuk mengawasi Siwon dari jauh, dengan siapa dia pergi dan apa saja yang dia lakukan disana. Ternyata Siwon sangatlah sempurna baik fisik maupun tingkat intelektualitasnya. Kasat mata tidak ada tanda – tanda bahwa dia adalah seorang gay, hubungan baiknya dengan para yeoja aku lihat terjalin dengan sangat baik.

Ada satu yeoja yang hampir setiap hari selalu mengikuti langkah Siwon kemanapun dia pergi. Aku selidiki nama yeoja itu adalah Tiffany, dia cantik dan menarik. Aku lihat Siwon begitu menikmati moment kedekatan mereka. Jika orang sepintas melihat mereka seperti pasangan kekasih yang sedang dilanda cinta. Aku jadi meragukan sifat gay yang dimiliki Siwon apakah benar adanya?.

Aku juga mengikuti jejak Siwon menuju pusat kebugaran. Disana aku lihat Siwon akrab sekali dengan namja bernama Shim Changmin. Aku pura – pura menjadi member ditempat itu hanya untuk mencari tahu kegiatan Siwon disana. Aku pernah berpapasan dengan Siwon saat kita sama – sama ingin memakai tread mile.

Dan aku sangat yakin ternyata Siwon memang seorang gay karena saat berpapasan itu Siwon sama sekali tidak melirikku apalagi sampai memperhatikanku. Sementara banyak namja disana yang tidak memalingkan wajahnya menatapku.

Selain pusat kebugaran ternyata Siwon juga sangat menyukai tempat bernama Boys Over Flower Club. Sebuah club dimana para namja metro sexual yang jets set dan super keren berkumpul. Siwon selalu membawa seorang namja yang sama, namja itu tampan namun terlihat ringkik karena postur tubuhnya yang kurus. Namja itu bernama Cho Kyuhyun dan belakangan ini baru aku tau kalau namja itu adalah kekasih dari Choi Siwon.

Namanya juga Boys Over Flower club, aku yang seorang yeoja tidak akan pernah bisa masuk kedalam club itu. Jadi aku sama sekali tidak tahu apa yang Siwon dan Kyuhyun lakukan disana. Kecuali jika aku datang melamar untuk menjadi stripper diclub malam itu.

Inilah saatnya aku membutuhkan bantuan Lee Hyukjae oppa pelindungku. Dengan pengaruh yang dia miliki di beberapa club elite seperti itu, aku pasti dengan sangat mudah bisa masuk dan menjadi penari striptis tetap disana. Aku putuskan untuk mendatanginya.

Aku sudah berada didepan pintu appartement mewahnya. Aku tekan bel lalu terdengar suara dari dalam kamar itu

"siapa?" suara Hyukjae oppa terdengar jelas

"Cleo oppa!" jawabku manja. Lama oppa tidak bersuara juga merespon, lalu 5 menit kemudian aku dengar suara kunci pintu dibuka

"masuklah" oppa mempersilahkan aku masuk.

Aku lihat oppa berpakaian seadanya seperti baru keluar dari kamar mandi atau mungkin dia tengah bercinta dengan seseorang

"apa aku datang tidak tepat waktu oppa?" tanyaku memperhatikan sekitar

"aku sedang ada tamu, tentu saja kamu datang mengganggu" jawabnya ketus

"jika begitu kenapa tadi oppa membukakan pintu untukku?" keluhku manja

"karena tamuku sudah akan pulang" jawabnya memandang kearah ruang tidur.

Belum aku utarakan maksudku, seorang namja mature yang sangat gagah dan tampan, keluar dari kamar oppa

"aku pulang yah! Ada panggilan darurat" namja itu menghampiri oppa lalu melumat bibir oppa tanpa memperdulikan kehadiranku disana

"yah! Datanglah lagi karena aku masih sangat merindukanmu" oppa berdiri dan berjalan mengikuti namja itu kearah pintu keluar.

Oppa kembali duduk disofa

"katakan apa yang kamu perlukan?" oppa duduk menyilangkan kakinya

"aku ingin dapat masuk ke club boys over flower" jawabku santai

"boo? Club itu? Buat apa?" oppa tampak kaget dengan niatku masuk ke club itu

"wae? Memangnya aku gak boleh masuk kesana?" aku merajuk manja

"club itu khusus untuk para gay dan lesbian. Boys Over Flower hanya nama kamoflase saja menutupi kondisi club itu yang sesungguhnya. Kamu mau apa datang kesana? Apa kamu sudah bosan melayani tamu seorang namja? Dan sekarang kamu ingin melayani tamu lesbian?" oppa bangkit dari duduknya melangkah kemini bar membuatkan aku minuman

"ani! Aku disewa seseorang untuk menaklukan hati seorang gay, dia membayar aku tinggi untuk tugas ini. Aku sudah mengawasi gerak – geriknya selama hampir 1 bulan ini. Dan setiap malam kamis dan malam minggu, namja ini selalu datang ke club itu dengan pasangan gaynya" jawabku meneguk minuman soju yang diberikan oppa

"kamu tertarik untuk melakukan tugas ini?" oppa bertanya karena ragu akan niatku

"yah karena aku merasa sangat tertantang" jawabku menatap oppa manja

"aku dapat berapa persen dari tugasmu ini?" oppa menggodaku

"aku akan carikan seme super duper keren buatmu oppa" jawabku balik menggodanya

"baiklah kamu akan aku masukan kedalam club itu dan bukan sebagai Cleopatra seorang pelacur kelas kakap, tapi sebagai penari striptis dan kamu akan mendapatkan bayaran yang layak setiap kamu tampil, dan kamu harus terima konsekwensinya jika sewaktu – waktu ada lesbian yang ingin bercinta denganmu" oppa menatapku memberikan aku tantangan

"aku adakan pengecualian untuk itu, aku tidak akan pernah melayani para lesbian" jawabku lantang.

"walau mereka membayarmu dengan fantastis?" oppa mengujiku

"tidak tertarik" jawabku lantang

Aku pulang setelah mendapatkan kepastian dari Hyukjae oppa kapan aku harus memulai memerankan seorang striper

Shim Changmin point of view

Keinginan eomma untuk segera menikahkan aku dengan Yuri sepupuku benar – benar membuatku stress. Hubunganku dengan Tiffani masih belum berakhir walau tidak pernah mendapatkan restu dari eomma. Eomma tidak pernah tahu kalau Yuri adalah seorang lesbian

Eomma memegang amanat mendiang orang tua Yuri yang meninggal karena kecelakaan beruntun dan meminta eomma untuk membesarkan Yuri juga mengelola warisan sebuah cottage mewah di Bussan.

Saat Yuri memasuki usia 22 tahun, eomma harus mencarikan suami untuknya sebagai penerus usaha mendiang orang tuanya. Eomma yang matrealistis tidak ingin warisan Yuri jatuh ketangan orang lain lalu mengorbankan aku yang sebenarnya 2 tahun lebih muda dari Yuri untuk menjadi suaminya.

Aku tahu Yuri lesbian sejak SMU, yuri tidak pernah dekat dengan namja manapun selain aku adik sepupunya. Tapi Yuri lebih banyak menghabiskan waktu dengan Jessica yang sampai saat ini menjadi pasangan lesbiannya. Eomma sama sekali tidak memperhatikan itu dia menganggap kedekatan Yuri dan Jessica adalah persahabatan sejati.

Awal aku mengetahui kalau mereka adalah pasangan lesbian saat eomma berada di Bussan mengontrol Cottage milik Yuri, aku baru saja pulang dari sekolah.

Aku yang memang sangat manja pada Yuri setiap pulang dari sekolah selalu mencari dan menerobos tanpa mengetuk pintu masuk kedalam kamar Yuri. Betapa kagetnya aku memergoki Yuri yang bugil sedang menikmati moment dimana Jessica sedang mengoral kelaminnya. Mereka berdua sama sama telanjang seperti layaknya pasangan sedang bercinta.

Yuri yang sadar sudah dipergoki aku, mengancamku untuk tutup mulut dan merahasiakan kejadian itu pada eomma, jika aku sampai membocorkannya Yuri akan mencelakai yeoja yang saat itu menjadi kekasihku.

Aku yang masih naïf dan polos begitu takut akan ancaman Yuri dan merahasiahkan kejadian itu kepada eomma sampai saat ini.

Sekarang ini seperti bom waktu yang siap meledakkanku kapan saja. Jika aku menolak keinginan eomma, itu tidaklah mungkin karena eomma sudah berjuang mati – matian untuk membesarkan aku tanpa didampingi seorang suami. Appaku pergi entah kemana setelah eomma melahirkanku.

Namun jika aku menuruti keinginan eomma, itu artinya aku harus menghabiskan sisa hidupku bersama Yuri yang seorang lesbian dan aku sudah terlanjur takut padanya. Aku benar – benar bingung bagaimana aku harus keluar dari masalah ini.

Mungkin aku ceritakan saja masalahku ini pada sahabatku Siwon hyung. Dia adalah chingu terbaik yang pernah aku temui, dia pendengar yang baik dan good advicer. Setiap nasehat yang dia berikan padaku selalu tepat dan benar. Dia juga yang mempertemukan aku dengan Tiffany sahabatnya di Universitas Inha.

Aku mencoba menghubungi Siwon hyung dan ternyata dia mengangkat telponnya. Aku ajak Siwon hyung untuk bertemu di Caffe tempat biasa kita ngobrol dan nongkrong dan Siwon hyung bersedia untuk menemuiku disana.

Aku harus cepat pergi sebelum Siwon hyung tiba lebih dulu. Aku beranjak dari kasurku membawa kunci motor GPku dan mengambil jaket kulitku. Sampai digarasi aku lihat Yuri pulang dari kampusnya bersama Jessika, dia sedang memarkirkan BMWnya.

"Minnie mau kemana kamu?" Tanya Yuri menutup pintu mobilnya

"oh noona! Aku ada janji bertemu Siwon hyung" jawabku menstarter motorku

"ahjuma ada?" dia bertanya tentang eomma

"dia masih di Bussan dan pasti tidak akan pulang" jawabku memanaskan motorku

"kamu pulang jangan terlalu malam! Jadi saat ahjuma menelpon kamu sudah berada dirumah" pesannya menuntun tangan Jessica masuk kedalam rumah

"whatever bitch" jawabku dalam hati. Aku melaju kencang dengan motorku.

Aku sampai lebih dulu dari Siwon hyung. Lalu duduk dimeja yang berhadapan langsung ke stage dimana live music sedang berlangsung. Tidak ada penyanyi disana yang aku lihat seorang yeoja berambut pirang panjang sedang menunduk dan memainkan piano yang ada distage itu.

Wajah yeoja itu tidak jelas aku lihat, karena dia menunduk dan sebagian tubuhnya terhalangi ukuran piano klasik yang besar itu.

Yeoja itu sungguh mahir memainkan pianonya. Aku dengar lantunan dari dentingan piano itu sangatlah mallow sepertinya yeoja itu sedang patah hati mungkin dia sedang merasa sedih.

Saat menikmati irama dari alunan piano itu, aku dikejutkan oleh kedatangan Siwon hyung yang datang berdua bersama namjachingunya Cho Kyuhyun.

"kamu sudah lama datang Minnie-ah?" Tanya Siwon hyung duduk sama – sama dengan Kyuhyun

"baru saja!" jawabku kembali melirik kearah yeoja yang sedang bermain piano itu.

Sepertinya Siwon hyung menyadari ketertarikanku memperhatikan yeoja itu

"hmmm, hyung bilang Fanny kamu tau rasa" canda Siwon hyung menatap Kyuhyun dan mereka tertawa bersama

"hyung" keluhku sedikit manja

"kyaa Minnie-ah! Kamu tidak boleh manja sama Siwon hyung atau.." canda Kyuhyun menunjukan kepalan tangannya.

Kami bertiga tertawa bersama.

Setelah memesan makanan yang berbeda karena selera kita memang berbeda. Aku langsung mengutarakan keluhanku pada Siwon hyung.

Aku lihat Siwon hyung menghela nafas dalam lalu menatap Kyu dengan senyum penuh cinta pada Kyuhyun

"Minnie-ah! Menurut hyung kamu bilang pada eomma keadaan Yuri yang sejujurnya. Biar eomma kamu tau kamu tidak berhak menghabiskan hidup dengan yeoja lesbi seperti dia. Kamu namja yang normal dan sedang memiliki hubungan dengan yeoja yang normal juga, apa eommamu tidak akan tergerak hatinya? Kamu harus memperjuangkan cinta kamu dengan Tiffany. Masa kalah sama kami!"

"Lihatlah kami! Hyung tetap menjalankan hubungan terlarang ini bersama Kyu walau orang tua hyung sudah mengetahuinya dan bahkan sudah berusaha berkali – kali memisahkan kami. Tapi hyung tidak menyerah dan tetap pada pendirian hyung walau appa akhirnya akan mengancam mengeluarkan hyung dari daftar ahli warisnya, hyung akan tetap memilih hidup bersama Kyuhyun" Siwon hyung menatap Kyuhyun dalam sekali, Kyuhyun balas dengan senyuman manis.

Aku hanya menatap iri kemesraan mereka itu.

"kita hidup begitu singkat dan kita berhak hidup bahagia, kamu juga berhak bahagia Minnie-ah, dan carilah kebahagianmu itu lalu perjuangkan kamu harus bahagia. Entah dengan Fanny atau mungkin yeoja yang lainnya dan yang pasti kamu tidak akan pernah hidup bahagia dengan Yuri. Sama seperti hyung tidak akan pernah bahagia hidup bersama yeoja manapun karena tidak akan pernah ada cinta yang tumbuh dihati hyung selain buat Kyu" Siwon hyung meremas tangan Kyu penuh perasaan, Kyu menunduk sepertinya dia tersipu malu.

Pesanan kami datang dan kami langsung menyantapnya. Saat kami asyik bersantap menikmati makanan yang kami pesan, terdengan suara mc berkata

"berikan tepukan meriah buat yeoja sexy ini yang sudah menghibur kita dengan permainan pianonya yang begitu indah. Hadirin sekalian Cleopatra!"

mc itu menyebutkan nama yeoja yang tadi sempat mengalihkan pandanganku, berdiri dan melangkah meninggalkan piano itu memberikan anggukan anggun dan saat dia mengangguk kami bisa melihat dengan jelas bentuk indah payudaranya yang nyaris sempurna.

Yeoja itu sangat istimewa, dia nyaris sempurna tanpa cela, sore itu dia memakai rok mini berwarna baby pink dipadu blous bahan satin trasparan warna kren dengan belahan dada rendah, kami bisa melihat warna bra yang dia pakai adalah warna pink juga. Sungguh pemandangan indah yang memanjakan mata para namja.

Hampir semua namja tertarik untuk memperhatikannya termasuk aku dan kyuhyun yang tidak berkedip menatapnya kecuali Siwon hyung yang tetap bertahan untuk menikmati hidangannya tanpa melirik sedikitpun kearah yeoja itu.

"Minnie-ah! Bukankan dia yeoja yang sangat cantik bukan?" Kyu menggodaku karena pandanganku tak mampu beralih dan terus menatap yeoja itu hingga duduk menghampiri namja flamboyant yang tengah duduk sendiri menunggunya.

"boo?" Siwon hyung baru bereaksi

"hyung! Lihat yeoja itu! Minnie sepertinya sangat tertarik pada yeoja itu, tapi sayang yeoja itu sudah bersama namja" Kyu menunjukan yeoja sexy itu pada kekasihnya

"hmm, yah dia memang cantik dan sangat sexy. Tapi tidak bisa menjadi alasan kamu mengkhianati Fanny bukan?" respon Siwon hyung dan sedikit mengancamku

"hyung juga tau siapa namja itu. Dia rekan bisnis appa, dia pengusaha advertising, yang juga seorang designer langganan eomma. appa sering meminta perusahaannya untuk mengiklankan produk barunya pada namja itu. Namanya Lee Hyukjae tapi yang hyung tau dia adalah seorang gay, kalau tidak salah dia salah satu pemegang saham Boys Over Flower club" Siwon hyung menjelaskan panjang lebar.

Dalam hati aku berfikir kalau benar namja itu gay artinya masih ada kesempatan untuk dapat berkenalan dengan yeoja itu. Saat ini Fanny tidak ada dalam pikiranku karena yeoja itu sudah mengalihkan pikiranku.

Belum sempat aku berkenalan dengan yeoja itu, sayang sekali yeoja itu berlalu bersama namja yang katanya seorang gay. Mereka pergi entah kemana. Apakah aku bisa bertemu kembali dengan yeoja itu?.

Yuri point a view

"sebernarnya aku sedang memiliki masalah yang sangat serius" aku membuka percakapan dengan Jessica setelah kami bercinta

"masalah apa itu" Tanya Jessi manja sambil tangannya memainkan putingku

"ahjuma ingin aku segera menikah. Dia bilang orang tuaku memberikan pesan jika aku sudah memasuki usia 22 tahun, dia harus mencarikan aku seorang namja yang tepat" aku belai rambut Jessi yang menyandarkan kepalanya didadaku

"siapa namja itu? Apa kamu mengenalnya?" Jessi menatapku manja

"sepertinya dia akan memilih Changmin anaknya sendiri untuk menikah denganku" aku menduga – duga

"wae? Changmin kan lebih muda dari kamu" Jessi meragukan dugaanku

"yah, ini bukan karena usia tapi lebih karena sebuah warisan. Ahjuma adalah orang yang serakah, dia tidak ingin warisan orang tuaku jatuh pada namja lain sementara dia yang sudah menjaganya sejak orang tuaku meninggal. Tapi jika memang namja itu adalah Changmin, maka aku lebih tenang dan rela, karena Changmin sangat takut padaku dan dia sudah tahu tentang kelaianan yang aku alami. Aku bisa memanfaatkan keluguannya untuk berpura – pura menikah dan bahagia walau kenyataannya aku tetap akan terus bersama kamu sayang" aku lumat bibir merah Jessica dengan nafsu yang masih tersisa.

"aku setuju denganmu! Saat bulan madu malam pertamamu kita buang Changmin dimana saja dan kita lakukan bulan madu untuk kita berdua" Jessica mulai mencumbuiku lagi dan kita kembali bercinta lagi.

"aku harus pulang sebelum Changmin kembali" Jessica beranjak dari tempat tidurku lalu kembali berpakaian

"wae? Bukankah kamu akan menginap malam ini?" aku terus memandangi tubuh sexynya saat berpakaian

"ani, aku sudah janji pada eomma untuk pulang cepat" Jessi sudah berpakaian lengkap

"baiklah aku akan mengantarmu" aku segera berpakaian

"tidak usah! Aku bisa pakai taxy sayang! Kamu pasti lelah setelah kita bercinta sampai 3 kali" Jessi memelukku

"baiklah aku akan mengantarmu sampai naik taxy" aku segera berpakaian.

Jessi baru saja berlalu saat Changmin kembali. Ini kesempatan aku bicara dengannya tentang rencana pernikahan yang ahjuma inginkan. Aku tunggu Changmin memarkirkan motornya digarasi. Dia masuk melalui pintu depan hingga tidak berpapasan denganku. Aku berlalu dan masuk kedalam untuk menemui Changmin.

Dia hendak masuk kedalam kamarnya

"Changmin-ah! Bisa kita bicara sebentar?" aku setengah teriak memanggilnya karena aku khawatir dia tidak menendengar panggilanku

"tentang apa?" Changmin bertanya tanpa menoreh kearahku

"tentang pernikahan kita!" jawabku tegas.

Changmin berjalan menuju lemari es mengambil minuman lalu menghampiriku

"katakan! apa rencanamu? Aku yakin noona juga tidak menginginkan pernikahan ini bukan?" Changmin menatapku dingin

"yah kamu sudah tahu aku tidak tertarik dengan namja. Tapi bagaimanapun kita harus segera menikah demi mewujudkan keinginan ahjuma. Kita bisa berpura – pura hidup bahagia dan kamu bisa menguasai Cottage peninggalan orang tuaku. Aku hanya meminta satu hal dari kamu, biarkan aku melanjutkan hubunganku dengan Jessica, biarkan aku bebas dan kamu juga bisa hidup bebas dengan yeoja manapun yang kamu suka asalkan kita bisa menyembunyikannya dari ahjuma" aku mengutarakan semua ide gilaku

"apakah aku harus menghabiskan masa mudaku dengan kepura – puraan ini? Noona sama sekali tidak mencintaiku begitu juga aku! Bagaimana kita bisa hidup bersama sebagai suami istri? Aku ingin sekali hidup normal dan menikah dengan yeoja yang aku cintai" Changmin mengeluh

"sudah aku bilang kita hanya berpura – pura, mungkin 2 tahun kedepan kita bisa bercerai dan usiamu baru 22 tahun dan aku baru 24 tahun, kita masih sangat muda dan setelah kita bercerai kita kembali kekehidupan kita masing – masing dan hidup bahagia"

"Jadi untuk 2 tahun ini kamu harus berkorban dulu, tentu saja pengorbananmu tidak akan sia – sia. Kamu bisa memiliki setengah dari cottage mewah dan ahjuma tentu saja akan bahagia. Bagaimana menurutmu?" aku pandang Changmin dengan penuh keyakinan

"bagaimana jika eomma menanyakan soal keturunan?" Changmin bertanya hal yang aku tidak pernah pikirkan sama sekali.

Aku diam dan menerung memikirkan jalan keluar apa yang dipikirkan Changmin

"kita bisa berpura – pura juga!" jawabku mengentengkan masalah

"noona! Kamu benar sudah gila" Changmin mendelik

"kita pikirkan itu nanti! Sekarang bagaimana cara kita menyampaikan rencana pernikahan kita pada ahjuma" aku mendesak Changmin untuk menyetejui rencanaku

"baiklah kita pikirkan itu nanti, tapi ada satu syarat lagi yang ingin aku berikan pada noona" Changmin mulai terlihat menyebalkan

"apa itu? Katakan saja?" aku tampak tidak sabar

" ada yeoja yang sangat menggodaku sore tadi saat aku bertemu dengan Siwon hyung, aku ingin sekali berkenalan dengan yeoja itu, aku ingin noona mencari tahu dan mempertemukan aku dengan yeoja itu" syarat Changmin sungguh kekanakan

"yeoja yang mana? Bukankan kamu sedang menjalin hubungan dengan Fanny?" aku mulai tahu ternyata Changmin tak selugu apa yang dia tampilkan

"Fanny aku sangat menyayanginya dan tidak ingin merusaknya, tapi yeoja ini benar – benar telah mengalihkan pandanganku. Naluriku sebagai namja muncul sejak melihat yeoja itu, pikiran nakal terlintas begitu saja dan bahkan sejak melihat yeoja itu aku langsung berimaginasi yang tidak – tidak" Changmin sungguh terlihat bajingan dan sama brengseknya dengan appanya.

tbc