Cho Kyuhyun point of view

Aku sungguh sangat merindukan Siwon hyung dan ingin sekali bertemu dengannya. Tapi aku tidak lagi bisa berkunjung kerumah mewahnya karena orang tua hyung sudah mengetahui hubungan terlarang yang kami jalin.

Aku coba menghubunginya melalui ponselku.

"Kyuhyun-ah taukah kamu hyung sangat merindukanmu?" ujar hyung saat menjawab panggilanku

"nado hyung. Itulah sebabnya aku menelponmu" balasku memanjakan intonasiku

"sulit sekali untuk bisa bertemu dengan kamu saat – saat ini Kyu! Appa belakangan ini sering tinggal di Seoul. Hyung takut jika nekad menemuimu maka appa akan bertindak ekstrim. Itu sebabnya hyung menahan diri untuk tidak menemuimu dulu sampai appa pergi keluar negeri" Siwon hyung menjelaskan kendalanya

"gwencana hyung! Aku tidak takut dan merasa terancam. Aku malah merasa lebih tersiksa jika tidak melihatmu hyung? Temuilah aku disini dan kita nikmati lagi moment indah itu" aku keluarkan semua isi hatiku

"jinja? Apakah ini yang benar – benar kamu inginkan? Suara Siwon hyung penuh semangat

"nee! Cepatlah datang hyung aku akan menunggumu" ujarku profokatif

Siang ini kebetulan sekali appa dan eomma tidak ada dirumah. Aku akan sangat leluasa menikmati momen indah bersama hyung.

Aku sudah menunggunya dengan gelisah diteras rumahku. Karena sebelumnya hyung menelponku dan bilang dia sudah hapir sampai menuju rumahku.

Aku lihat mobil hyung datang dan mulai terparkir. Aku senang sekali walau yang baru aku lihat hanyalah mobilnya saja. Tak lama hyung keluar dari mobilnya.

Seperti biasa dia selalu tampak sempurna dan sangat tampan. Dia memakai kemeja flanel berwarna merah dan celana bermuda warna krem. Menenteng Iphonya melangkan menuju gerbang lalu membukanya.

Aku sudah tidak sabar dan berlari menghampirinya untuk memeluknya.

"aku sangat merindukanmu hyung" bisikku dalam pelukannya

"kamu tidak perlu mengatakannya Kyu! Rasa rindu yang hyung rasakan pasti jauh lebih besar" hyung memelukku lebih erat.

Aku tarik hyung masuk kedalam rumah setengah berlari. Karena aku sudah tidak sabar ingin kembali merasakan kenikmatan yang sudah aku rasakan bersama hyung.

Untuk pertama kalinya hyung masuk kedalam kamarku. Kami seperti tidak lagi memilik waktu. Begitu masuk kedalam kamarku kami langsung melepaskan rasa rindu kami dengan berciuman panas dan penuh nafsu.

Beberapa kali bibir kami saling tersantuk gigi karena kami begitu bernafsu saat saling menghisap lidah kami. Aku langsung membuka resleting bermudanya lalu melakukan oral untuk membuat hyung ereksi.

Hyung merubah posisi kami, dia memintaku untuk berbaring diatas sofa dikamarku. Dia nurunkan celana boxerku juga underwearnya. Dia meregangkan kakiku. kali ini dialah yang melakukan oral padaku. As always he did it with great. Dia selalu bisa membuatku orgasme.

Sperma yang baru saja memberku muntahkan, membasahi bibir, dagu hingga leher hyung. Hyung menjilati yang ada dibibirnya. Dia lalu membalikkan badanku membelakanginya.

Dia mulai membasahi lubang anusku dengan sisa spermaku sendiri dicampur salivanya. Aku sudah biasa menghitung satu persatu jari hyung yang masuk kedalamnya hingga membernya.

Dia menggauliku dengan penuh gairah dan nafsu yang amat tinggi. Aku sudah mulai menikmatinya dan tidak lagi merasakan kesakitan.

"ohh Kyu you damn so hot" hyung mendesah saat mencapai orgasme lalu menjilati tengkukku membuat kissmark disana.

Kami mengatur nafas kami yang masih berderu karena hasrat itu. Hyung menindih tubuhku yang telungkup dan terus menjilati daun telingaku. Lalu kami dikejutkan oleh suara...

"Kyuhyun-ah! Lain kali jangan lupa mengunci pintu kamarmu, jangan sampai eommamu tahu hal ini" suara appa berhasil membekukan kami saat itu.

Appa kembali menutup pintu kamarku dan membiarkan aku bersama hyung didalam kamarku dalam posisi yang tidak pantas dan melanggar norma.

Kami segera berdiri dan memakan celana kami masing – masing.

"Kyu ottokeh?" wajah Siwon hyung tampak pucat pasi

"mola hyung!" jawabku kaku

"lebih baik kita hampiri appa dan bicara dengan jujur dan apa adanya" Siwon hyung menyarankan

"aku tidak yakin hyung" aku meragukan saran hyung

Kami saling bertatapan dalam kebingungan dan rasa cemas yang amat dalam.

"apa kalian sudah selesai?" suara appa terdengar kembali semakin membuat wajah kami memerah

"nee appa" jawabku bergetar

"boleh appa masuk?" tanya appa tanpa beban

Aku inisiatif untuk membukakan pintu kamaku untuk appa.

"sejak kapan kalian menjalin hubungan terlarang ini?" tanya appa tanpa memberi kami kesempatan untuk bernafas terlebih dahulu

"sudah hampir 8 bulan tuan" jawab Siwon hyung menundukan kembali wajahnya

"apa kalian sudah sering melakukan hal yang tadi appa lihat?" appa memandangi kami satu persatu

"miane appa" aku terus menundukan wajahku lebih dalam lagi

"aku hanyalah appa kamu yang menitipkan benihnya dirahim eommamu, hingga terciptalah kamu. Tugasku hanyalah membesarkanmu dan memberikan kamu hidup yang layak Kyuhyun-ah. Appa sudah memberikan kamu pandangan hidup mana yang benar dan mana yang salah, yang baik dan yang buruk, dosa juga hukumannya"

"kamu sudah dewasa Kyu! Kamu sudah bisa menentukan sendiri apa yang baik buat kamu dan yang tidak. Kamu sendiri yang memilih dan mengambil keputusan"

"ingat! Setiap tindakan itu ada konsekuensinya juga resikonya. Kamu sudah memilih dan kamu sendirilah yang akan menanggung resikonya"

"appa hanya minta satu hal! Jujurlah pada dirimu sendiri juga pada eomma! Jangan jadi pengecut dengan sembunyi – sembunyi dan berpura – pura kamu adalah namja yang normal. Itu munafik namanya"

Appa menepuk keras bahuku lalu meninggalkan aku dan hyung dalam perasaan yang sangat tidak karuan.

"God! Kenapa appamu begitu mengagumkan? Dia adalah appa terhebat yang pernah aku temui Kyu! Kamu beruntung memiliki appa sehebat itu" Siwon hyung terus memandangi pintu kamarku sedari appa melewatinya.

Dengan reaksi appa yang seperti itu membuat aku menjadi semakin merasa bersalah pada appa. Appa memang sangat genius saat memperlakukanku dan menghukumku. Menyadarkan aku akan kesalahanku.

Couple weeks later

Dr. Koyuki point of view

Sudah hampir satu bulan sejak tugas yang diberikan pada Cleo aku masih belum mendapatkan laporan darinya. Apakah dia sudah bertemu dengan Siwon? Apakah Siwon ada ketertarikan padanya? Ah semua Tanya itu tidak akan mendapatkan jawabannya hanya Cleo yang bisa menjawabnya.

Suamiku sudah jarang menanyakan perkembangan Siwon dia seperti sudah masa bodoh dengan apa yang dialami Siwon karena dia memang sudah terlalu sibuk mempertahankan bisnisnya yang kini sudah mulai banyak yang mengancam kedudukannya. Akupun tidak ingin membebankan masalah Siwon dan menambah pikiran dalam benaknya.

Aku ragu untuk menghubungi Cleo karena dia sudah menegaskan aku tidak boleh mencarinya sebelum dia sendiri yang lebih dulu menghubunginya. Tapi semakin lama menunggu aku menjadi semakin penasaran dan gelisah.

Dalam kegelisahanku ini, assistenku masuk kedalam ruangan untuk memberitahukan ku bahwa pasien terakhir sudah siap untuk diperiksa

"persilahkan dia masuk!" aku mempersiapkan diri untuk memeriksa pasien terakhirku.

Ternyata pasien itu adalah Cleo. Dia tampak berubah karena baru saja merubah model rambutnya dan merubah warnanya, kini rambutnya berwarna pirang dengan model shaggy berponi, dia tampak seperti boneka Barbie cantik sekali. Aku sampai pangling melihat perubahannya

"Cleo! Kaukah itu?" aku terpesona dibuatnya

"benar dok! Inilah penampilan baruku untuk menjerat putra tunggalmu" jawabnya genit

"pelankan suaramu! Assistenku ada diluar" aku menutup pintu ruanganku

"saya harap kamu datang membawa kabar baik tentang Siwon" aku persilahkan Cleo duduk dikursi pasien.

"aku sudah mengawasinya 3 minggu terakhir ini. Boys Over Flower club-lah yang akan aku gunakan untuk dapat bertemu dengan putra anda secara continue. Aku tidak mungkin menyamar menjadi seorang mahasiswi manis dan berpura – pura kuliah di Universitas super elit itu, aku juga tidak berhasil menarik perhatiannya saat menjadi member baru di pusat kebugaran hotel bintang 5 tempat dia membentuk tubuh sexy-nya. Langkah terakhir yang aku tempuh adalah menyamar menjadi penari striptis di club khusus para gay dan lesbian berkumpul" Cleo memberikan laporan yang mencengangkan.

"club khusus para gay?" aku mencoba meyakinkan diri dengan apa yang baru saja aku dengar

"yah! Siwon-shi datang dengan pasangannya yang bernama Cho Kyuhyun rutin setiap malam kamis dan malam minggu ke-club itu. Aku sudah mengawasinya, dan aku sudah masuk kedalam club itu untuk menjadi penari striptis dan disana aku akan menjalankan tugasku dengan sebaik mungkin untuk dapat menjerat Siwon-shi" Cleo berkata tanpa beban

"jadi Siwon sudah terang – terangan datang ketempat seperti itu juga sudah memplokamirkan diri kepada banyak orang kalau dia adalah seorang gay?" aku merasa ruangan ini berputar dan vertigoku terasa kembali

"dok! Gwencana?" Cleo tampaknya mengkhawatirkan aku

"tolong ambilkan aku air" aku meminta Cleo membawakan minuman untukku

"ini dok minumlah! Apakah anda perlu obat?" Cleo tampak sangat mengkhawatirkanku

"ani! Sebentar lagi sakit kepalaku ini akan hilang, teruskan laporanmu" aku pasrah mendengarkan apa yang akan Cleo katakan.

"maaf sekali dok! Berita anak anda seorang gay memang sudah menjadi rahasia umum, bahkan dia sangat disegani para seme sebutan pasangan gay yang berperan sebagai lelaki dan dikagumi oleh para uke sebutan untuk pasangan gay yang berperan sebagai wanitanya. Siwon-shi sangat popular dikalangan para gay dan lesbian, club akan menjadi sangat ramai jika Siwon-shi datang. Itu sangatlah wajar karena Siwon-shi sangatlah sempurna dia begitu tampan dan tampak sangat intelek, popular dan berasal dari keluarga yang sangat settle, dia juga namja yang sangat sopan gerak tubuh dan gesturenya was extrimly highclass person and very gentleman. Dikalangan para stripper Siwon-shi as a prince dan mereka mengidolakannya" Cleo begitu memuji putraku yang memiliki kelainan yang sangat menggangguku.

"apakah dia sudah melihatmu?" aku sangat penasaran bagaimana respon Siwon saat bertemu yeoja sexy ini

"melihatku? Entahlah. Saat di gym kita pernah berpapasan tapi dia sama sekali tidak melirikku, saat di caffe seusai aku bermain piano dia malah asyik menyantap makanannya, sementara namjachingunya juga satu chingu yang lainnya menatapku tanpa berkedip. Dan di club saat pertama kali aku dikenalkan sebagai new stripper oleh pengelola, Siwon-shi tidak tampak mengagumiku dia lebih asyik memandangi pasangan gay-nya yang tampan itu" Cleo mengeluhkan sikap dan respon dari putraku

"apa menurutmu putraku sedemikian parahnya hingga yeoja sexy macam kamu dia sama sekali tidak tertarik" aku bertanya menguji sejauh mana Cleo berpengetahuan tentang dunia para namja

"menurut pendapatku Siwon-shi sudah memiliki penyakit itu sejak lama bahkan sejak dia masih kecil, kecantikan seorang yeoja sudah sering dia nikmati setiap hari dirumah yaitu anda sendiri dok! Aku yakin Siwon-shi mengagumi kecantikan anda sejak dulu dan mungkin menjadikan appereance yang anda miliki adalah patokan yeoja yang sempurna untuknya. Diluar bisa saja dia masih belum menemukan yeoja yang melebihi anda, memuaskan visualnya akan keindahan seorang yeoja. Ditambah kelainan yang sudah tumbuh akan pandangan dan tatapannya saat melihat namja. Itu semua bisa menjadi alasan kenapa Siwon-shi semakin nyaman dan mantap memilih untuk lebih bersama namja" jawaban Cleo sungguh diluar perkiraanku. Dia membuka mata dan hatiku yang tertutup karena pengakuan traumatis yang Siwon alami.

Ucapan Cleo mengingatkan aku akan masa lalu dimana Siwon sering kali berkata aku adalah bidadari yang paling cantik yang dia lihat. Dia berharap suatu saat dia bertemu dengan seorang putri yang memiliki kecantikan seperti aku karena dia selalu mengkhayalkan dirinya adalah seorang pangeran berkuda putih mencari seorang putri. Siwon sering memanggilku Snow White jika kami tidur bersama saat suamiku tidak pulang. Itu semua terjadi sebelum peristiwa penculikan itu.

Aku semakin tidak bisa menyepelekan Cleo, dia bisa menalar sejauh itu tentang kejiwaan seorang Choi Siwon, namja yang baru saja dia temui, dia sama sekali tidak pernah mengecap pendidikan tinggi dalam bidang psycolog tapi dia mampu membaca seperti apa Siwon anakku.

"baiklah Cleo! Saya percayakan Siwon padamu. Saya yakin kamu punya cara yang tepat untuk dapat merubah pandangannya terhadap yeoja. Dan ini adalah imbalanmu untuk langkah awal yang sudah kamu tempuh" aku bubuhkan tanda tanganku diatas cek tanpa menuliskan nominalnya

"kenapa jumlah uangnya masih kosong dok" Cleo mengerutkan keningnya melihat cek itu

"kamu tuliskan semaumu terserah" jawabku menyandarkan punggungku disandaran kursi

"anda yakin?" Cleo menatap ragu padaku

"yakin" jawabku singkat

"baiklah saya ambil cek ini dan saya akan menuliskan jumlah nominalnya semau saya dan saya harap anda tidak menyesal" Cleo berdiri dan merapihkan tasnya lalu mengganggukan kepalanya pamit pulang.

Tiffany point of view

Kenapa semalam aku memimpikan Siwon oppa? Dan mimpi itu begitu melekat hingga aku terjaga aku jadi teringat pada Siwon oppa.

Begitu aneh karena sebelumnya aku tidak pernah bermimpi tentang Siwon oppa. Seharusnya aku memikirkan Changmin oppa kekasihku, aku dengar dia akan segera menikah dengan sepupu lesbinya demi membahagiakan ummanya.

Oppa memang sudah memberitahukan aku kondisi yang sebenarnya dan tentang kepura – puraan mereka saat memainkan drama pernikahan mereka tapi tetap saja aku merasa tidak tenang oppa harus menikah dengan yeoja aneh itu.

Aku harus segera keperpustakaan untuk mencari referensi makalah yang akan aku presentasikan minggu depan didepan dosen killer itu. Astaga kenapa aku jadi berdebar dan tidak karuan saat melihat Siwon oppa melintas didepanku dengan mobil mewahnya menuju tempat parkir.

Apakah karena mimpi indahku semalam dengan oppa? Sudah jelas aku tahu bahwa oppa tidak tertarik pada yeoja kenapa aku berharap dia akan menyukaiku? Aku harus membuang jauh – jauh perasaan ini.

"Fanny-ah! Kamu mau kemana?" aku dengar suara milik Siwon oppa memanggilku

"oppa! Aku baru saja melihatmu memarkirkan mobilmu kenapa sekarang oppa sudah ada disini?" aku heran sekali kenapa Siwon oppa cepat sekali

"tadi kamu berdiri disini lama sekali mematung menatap kearah parkir. Kamu sedang memikirkan apa?" Siwon oppa merangkul bahuku seperti biasa.

Tapi rangkulannya saat ini terasa begitu beda buatku, aku merasa berdebar saat Siwon oppa melakukannya

"wae? Hari ini kamu tampak aneh, apa ada masalah dengan Changmin?" Siwon oppa bertanya

"ani, aku hanya merasa sedikit pusing" jawabku asal.

Siwon oppa menatapku dan mengerutkan alis matanya dia tampak sangat menggemaskan dengan ekspresi wajah seperti itu

"oppa!" aku memanggilnya manja

"wae?" Siwon oppa menatapku manis

"apa menurut oppa aku ini cantik?" aku tiba – tiba tampak memalukan

"kamu benar – benar sedang pusing? Tiba – tiba kamu bertanya seperti itu" Siwon oppa memegang keningku

"oppa!" aku merajuk manja

"arra! Kamu cantik itu sebabnya aku kenalkan kamu pada Shim Changmin temanku dan dia begitu mencintaimu" jawaban oppa bukanlah seperti yang aku harapkan

"jika tidak ada Kyuhyun oppa apakah oppa akan mencintaiku?" aku semakin tampak menyedihkan

"ada apa dengan kamu Fanny-ah? Apa kamu putus asa tentang hubungan cintamu dengan Changmin?" Siwon hyung tampak heran melihatku

"aku bercanda hyung, aku hanya ingin tahu saja sebenarnya keberadaan aku buat hyung seperti apa?" aku mencoba mengalihkan

"kamu seperti dongsaeng ku yang sangat cantik, mungkin jika aku menyukai yeoja, aku akan suka yeoja seperti kamu. Manis, baik hati, manja dan energik aku suka yeoja seperti itu" Siwon hyung mencubit hidungku.

Aku harusnya sadar bahwa tidak mungkin buatku bisa menaklukan hati seorang Choi Siwon. Dia hanyalah khayalan bagiku tanpa bisa menyentuh hatinya. Dimata dan hatinya hanya ada Kyuhyun seorang. Namja yang sangat beruntung bisa mendapatkan cinta dan kasih dari Siwon hyung.

Choi Siwon point of view

Aku sebenarnya tau maksud pertanyaan dan sikap manja yang ditampilkan Fanny. Aku sudah lama menyadari kalau dia menaruh hati padaku dia tidak sekedar menganggap aku hyungnya saja tapi dia berharap lebih dari itu.

Aku pernah mencoba untuk bisa menyukainya lebih dari sekedar dongsaeng dan menganggap dia sebagai sosok yang menarik demi menyenangkan hati eomma dan appa. Tapi aku tidak berhasil, perasaanku terhadap Fanny datar saja tanpa ada perasaan gemetar atau sensasi yang seperti Kyuhyun berikan.

Untuk membuat Fanny melupakan aku, aku kenalkan dia pada Changmin teman baruku di gym, gayung bersambut Fanny dan Changmin saling jatuh hati dan niatku menjodohkan mereka berhasil. Aku bahagia melihat hubungan mereka berjalan dengan lancar dan aku akan semakin tenang melanjutkan hubunganku dengan pujaan hatiku Cho Kyuhyun.

"Siwon-shi!" seseorang dari belakang memanggilku, aku menoreh ternyata seorang penjaga

"ada apa?" tanyaku pelan

"ada seorang yeoja cantik yang mencari anda, dia ada disana!" penjaga itu menunjukan seorang yeoja yang sedang duduk ditaman membelakangi aku

"siapa hyung?" Tanya Fanny cembertu

"entahlah! Apa aku mengenalnya?" aku memperhatikan yeoja itu dari belakang

"gumapta ahjussi saya akan menemui yeoja itu" aku persilahkan penjaga itu untuk pergi

"hyung aku ikut!" Suzy berlari mengikuti langkahku menemui yeoja itu,

Semakin dekat yeoja itu semakin jelas, dia cantik dan sangat sexy. Aku mencoba untuk mengingatnya karena wajahnya tidak asing buatku. Yeoja itu berdiri mengangguk begitu melihatku

"Siwon-shi! Miane menemui anda disini!" yeoja itu menyapaku

"ada perlu apa anda mencari saya dikampus? Dan apa saya mengenal anda?" aku bertanya masih berusaha mengingat yeoja itu

"saya sudah bisa menebaknya sejak awal, anda pasti tidak akan mengingat saya! Saya Cleo, penari di club" yeoja itu tampak kaku saat mengatakan penari club

"ahh ya saya ingat anda! Dari tadi saya mencoba untuk mengingat siapa anda akhirnya sekarang saya tahu. Ada perlu apa anda mencari saya?" aku puas akhirnya aku bisa ingat siapa yeoja cantik yang sedang berdiri didepanku ini.

"hyung! Kita harus segera masuk dosen akan segera datang!" Fanny menarik tanganku untuk pergi

"kamu duluan saja mungkin teman hyung ini ada perlu yang mendesak hingga dia menemui hyung disini" aku suruh Fanny untuk pergi lebih dulu

"hyung!" tolak Fanny manja

"ah saya rasa saya datang tidak tepat waktu Siwon-shi! Lebih baik saya kembali saja nanti" yeoja itu berniat untuk pergi

"tunggu! Anda sudah datang kesini saya yakin anda pasti ada sesuatu yang mendesak hingga harus menemui saya disini" aku sangat penasaran pada yeoja ini sampai dia nekad menemui saya dikampus

"aku pergi hyung!" Fanny berlalu membawa amarah.

"katakan ada perlu apa anda datang menemui saya disini?" aku ajak yeoja itu duduk dibangku taman

"saya bingung dari mana saya harus memulainya" yeoja itu menunduk

"wae? Ada sesuatu yang terjadi?" tanyaku penasaran

"tadi malam saat saya hendak muntah, saya mendengar sebuah percakapan rahasia dilorong belakang club tapi saya tidak begitu jelas siapa orang yang berbicara tersebut. Dalam percakapan itu saya mendengar mereka berniat untuk mencelakai kekasih anda Cho Kyuhyun, mereka mengatakan ingin memberikan pelajaran yang sangat berharga buat kekasih anda. Saya tidak tahu apa sebabnya hingga mereka memiliki niat buruk itu. Saya ingin segera memberitahu anda karena saya merasa memiliki beban moral dan saya tidak ingin melihat sesuatu yang buruk terjadi pada pasangan yang membuat iri seisi club" informasi yang diberikan yeoja itu membuatku syok berat.

"apa anda memiliki bukti percakapan mereka itu?" aku menatap dalam pada yeoja itu

"saya berhasil merekamnya Siwon-shi! Tapi hasil rekamannya tidak begitu jelas karena saat itu ada motor yang lewat, tapi cobalah untuk mendengarnya sendiri" yeoja itu memberikan ponsel pintarnya padaku.

Aku dengar percakapan biadab antara dua orang namja yang memang merencanakan untuk mencelakai Kyuhyun

"brengsek! Aku harus menemui Kyuhyun segera" aku berlalu menuju mobilku tanpa sadar meninggalkan yeoja itu sendirian ditaman.

Saat sadar aku hampiri yeoja itu kembali

"kenapa anda diam saja? Ayo ikuti saya" aku tarik tangan yeoja itu untuk pergi bersamaku.

"Siwon-shi! Miane anda membuat tangan saya sakit" yeoja itu meringis kesakitan karena genggaman tanganku terlalu keras

"miane aku terlalu emosi" aku lemaskan genggaman tanganku.

Sepanjang perjalanan menuju areal parkir, hampir setiap namja yang berpapasan dengan kami menatap dan memandangi yeoja yang sedang aku gandeng ini dengan tatapan kagum, suka bahkan nafsu.

Ternyata yeoja ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi hingga hampir membuat seisi kampus heboh membicarakannya. Mungkin hanya aku sendiri yang tidak menyadari itu karena aku telah terhipnotis oleh pesona Kyuhyun.

"kalau boleh saya tahu anda hendak membawa saya kemana Siwon-shi?" Tanya yeoja itu memasang sabuk pengaman

"pergi menemui Kyuhyun" jawabku menstarter mobil Jaguardku

"kenapa saya harus ikut?" yeoja itu kembali bertanya

"entahlah! Aku merasa kamu harus ikut" jawabku bingung.

karena aku sendiri merasa heran kenapa aku ajak yeoja itu masuk kedalam mobilku.

"gumawao Siwon-shi! Saya belum sempat mengucapkannya saat anda menolong saya saat menolak tampil bugil saat menari" yeoja itu berterima kasih terhadap hal yang aku sendiri tidak ingat

"ahh saya sudah lupa! Terima kasih Tentang apa?" tanyaku meneruskan percakapan

"saya memang dibayar untuk menari dengan sensual, tapi dalam kontrak sudah tercatat dengan jelas kalau saya tidak bersedia tampil bugil dan vulgar, malam itu banyak tamu yang mabuk berat dan memaksa saya untuk melepaskan semua pakaian yang saya pakai, saya berusaha menolaknya tapi ada tamu yang nekad naik keatas stage memaksa dan merobek lingery saya hingga dada saya hampir terlihat, lalu anda spontan naik keatas stage memukul orang brengsek itu dan melepaskan jas anda menutup dada saya yang hampir terlihat. Kejadian itu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Rekaman itu adalah sedikit dari rasa berterima kasih saya kepada anda Siwon-shi" yeoja itu menatap jauh kejalanan.

"yah saya ingat! Saat itu yang ada dalam benak saya adalah bagaimana jika pelecehan itu terjadi pada eomma saya? eomma saya adalah yeoja yang tercantik yang pernah saya lihat, kejadian itu mengingatkan saya pada kenangan masa lalu saat eomma menjemput saya di TK, ada seorang ahjussi yang mabuk berat meremas dada eomma lalu berlari saat kami hendak masuk kedalam mobil, eomma meneriaki ahjussi itu dengan kata – kata kotor dan menyumpahi ahjussi itu. Saya sangat menyesal tidak bisa mengejar ahjussi itu untuk memberinya hukuman karena sudah melecehkan eomma. saya masih kecil saat itu. Saya hanya ikut menangis saat eomma menangis didalam mobil" aku jelaskan alasan kenapa aku menolongnya.

"apapun alasan anda menolong saya, saya sangat berterima kasih" yeoja itu tersenyum manis sekali padaku

"boleh aku bertanya?" aku mencoba mencari tahu lebih banyak lagi tentang yeoja itu

"apa?" Yeoja itu tampak sedang menulis pesan melalui ponselnya

"kenapa anda menjadi penari striptis diclub itu?" tanyaku membelokan mobil keluar gerbang tol

"saya hanya yeoja miskin dengan pendidikan rendah dan harus menghidupi eomma saya di pulau Jeju" jawab yeoja itu memasukan ponselnya kedalam tas

"pulau Jeju?" tanyaku heran.

"yah! Awalnya saya datang kesini adalah ingin menjadi seorang artis. Saya melamar pada sebuah agency penyalur bakat, konon katanya mereka menyalurkan remaja muda yang menarik dan berbakat untuk dididik menjadi seorang artis dan dikirim ke ibu kota"

"Saya menunjukan bakat saya dalam music khususnya memainkan piano, dan saya berhasil melewati audisi. Tapi sesampainya saya disini bukanlah artis pekerjaan yang harus saya jalani tapi saya dipaksa melayani lelaki hidung belang. Mereka menjual saya dan menjadikan saya sebagai pelacur."

"Saya berusaha untuk berontak tapi para namja bertubuh kekar itu memukuli saya hingga pendengaran sebelah kiri saya rusak. Mereka menyekap saya dan menyiksa saya jika tidak mengikuti perintah mereka. Saya takut mati saat itu dan terpaksa saya mengikuti perintah mereka melayani seorang ahjussi berdasi. Mereka menjual keperawanan saya sebesar 5 juta dan saya hanya mendapatkan 1 juta saja, sisanya menjadi hak mereka"

"2 bulan berlalu saya hidup dalam kehidupan malam dan nista hingga saya bertemu dengan tuan Kim Joong Woon, kami bertemu tidak sengaja saat saya berusaha kabur dari hotel karena saya tidak ingin melayani 2 orang tamu sekaligus dalam salah satu kamar dihotel itu"

"Saya pura – pura ketinggalan kondom dan hendak membelinya dan kedua tamu itu mengijinkan saya untuk keluar, dan saya kabur sambil menagis dan ketakutan, saat didalam lift entah dilantai berapa saya lupa, tuan Kim masuk dan bertanya pada saya kenapa saya menagis, entah kenapa saya merasa percaya pada tuan Kim dan menceritakan semuanya pada beliau"

"Diluar dugaan beliau berniat menebus saya dari mucikari kejam itu dan merawat saya, memperlakukan saya layaknya manusia, mengajari saya etika dan manner. Saya sempat berfikir mungkin tuan Kim jatuh cinta pada saya dan ingin memiliki saya seutuhnya ternyata saya salah beliau seorang gay sama seperti anda"

"Tapi begitu tahu tuan Kim seorang gay, saya malah merasa semakin nyaman dan percaya padanya, dia tidak akan mencelakai saya seperti namja normal lainnya. Dialah yang berjasa memasukan saya kedalam club dan menuliskan kontrak eksclusive hanya saya satu – satunya penari yang tidak diperbolehkan tampil bugil" yeoja itu menceritakan masa lalunya juga tragis.

Sejak mendengar pengakuan yeoja itu aku menjadi iba dan haru dengan perjuangannya untuk menghidupi eomma di ibu kota. walau caranya dengan memamerkan tubuh sexynya tapi itu semua adalah jalan yang harus dia tempuh. Aku berjanji pada diriku akan menolong yeoja ini kapanpun dia membutuhkan pertolongan.

TBC