Penambahan tokoh dan karakter

Hankyung

manager club Boys Over Flower dan mengatur semua striper yang bekerja di club itu

Kim Ryewook

seorang host yang bekerja di club Boys Over Flower yang sangat perhatian pada Cleopatra

Xiah Junsu

stripper namja satu - satunya di club Boys Over Flower menjadi partner Cleo menari sexy di club itu

Flash back to moment Siwon helping Cleo

Cleopatra point of View

Malam ini jujur aku sungguh malas untuk menjalankan peranku sebagai striper. Aku yang baru saja sembuh dari flu berat yang menyerangku beberapa hari terakhir mempengaruhi moodku.
Tapi tetap harus aku lakukan demi menjalankan tugas yang telah dokter Leeteuk berikan. Ada beban moral jika aku tidak melakukannya karena aku sudah memerasnya sangat banyak saat menuliskan jumlah uang dalam cek yang telah diberikannya.
Malam ini club tampak lebih ramai dari biasanya. Hanya Striper yang sudah punya kelas yang tampil malam ini. Aku sedikit tenang karena aku memang belum mencapai tingkat setinggi itu, sudah pasti aku tidak dipilih untuk tampil.
Ternyata dugaanku salah, Hankyung sang manager malah menunjukku untuk mengisi acara puncak yang bertajuk The Sexy Rain. Aku harus mengenakan bikini berwarna merah ditutup lingery transparan warna broken white berbahan satin.
Aku akan menari couple dengan striper namja berbadan sexy seperti Siwon bernama Xiah Junsu di main stage khusus kelas VVIP. Xiah Junsu adalah satu – satunya striper namja dan sangat digemari oleh kaum gay pengunjung club nista ini. Ditemani tiang besi dan pancuran air yang akan membasahi tubuh kami selama aku menari. Jika aku berhasil membuat tamu hanyut maka kelasku akan segera naik.
Tentu saja aku dengan cepat menolaknya. Gila aku harus berbasah ria selama aku menari dengan kondisi aku yang tidak fit, sendirian tanpa ditemani stripe lainnya.
"jika kamu menolak kamu boleh pulang dan tidak perlu kembali lagi kemari" ancam Hankyung tegas
"baiklah akan saya lakukan" jawabku ketus dan mulai berdandan mempercantik diri
"ingat! Kamu harus tampil maksimal. Keluarkan semua kemampuanmu, biarkan rambutmu terurai dan tidak perlu menyisirnya. Kesan sensualnya lebih dapat jika rambutmu tampak sedikit kusut" saran Hankyung berlalu dari ruang make up.
Dari ruang make dapat aku dengar dengan jelas riuhnya suara tamu disana. Siulan tepukan dan teriakan terdengar bergantian. Entah kenapa aku menjadi sangat gugup malam ini.
"Cleo siap – siap!" salah satu staff memerintahku untuk mempersiapkan diri
"nee" jawabku singkat
Langkahku terasa berat saat memasuki club. Aku tarik nafas dalam sekali dan aku pejamkan mataku membayangkan sejumlah uang yang sudah aku ambil dari dokter Leeteuk dan semangatku kembali datang.
"baiklah akan saya berikan untuk anda semua inilah acara puncaknya THE SEXY RAIN with Cleopatra and Xiah Junsu" Kim Ryeowook yang berperan sebagai MC memanggil namaku dan partnerku.
Aku dengar tepukan dan siulan penonton juga lagu Crazy naughty bitchy me mengiringi langkah kami. Aku segera berlenggak lenggok melangkah menuju main stage melewati pasangan gay juga lesbian jets set. kami sudah berada diatas stage yang memiliki hujan buatan yang dan mulai menari sexy.
Air hujan buatan itu mulai membasahi tubuhku. Bikini merah yang aku pakai mulai terlihat jelas. Aku dengar suara teriakan juga siulan mengiringi gerakanku.
Aku mulai bermain dengan tiang besi. Berputar pelan mengelilingnya, menempelkan payudaraku pada besi itu dengan pose wajah yang sangat menantang dan mengundang syahwat. Kembali aku dengar suara siulan juga teriakan lebih keras dari sebelumnya.
Aku mulai menikmati sambutan yang meriah itu. Mataku terus saja mencari dimana pasangan gay bernama Choi siwon dan Cho Kyuhyun berada. Dan aku temukan juga. Mereka duduk dikursi center arah jam 12 dari tempatku menari.
Aku melihat pasangan gay itu asyik sendiri dengan dunianya. Mereka malah asyik berciuman mesra dan penuh hasrat tanpa mempedulikan aku yang tengan menari dengan sensualnya. Dalam hati aku menggerutu "Choi Siwon go to the hell" dan meneruskan gerakanku bersama Junsu.
Suasana semakin panas karena banyak tamu yang meminta aku untuk melepaskan semua yang aku pakai. Mereka memintaku untuk bugil karena Jungsu sudah melepaskan celana jeansnya dan menyisakan underwearnya. Aku lihat member Junsu terbentuk sempurna dengan ukuran yang dahsyat. Aku yakin sekali mereka kaum gay pasti sudah meleleh melihat Junsu malam itu.
Kim Ryewook segera menjelaskan kalo lady Rain tidak diperkenankan untuk tampil bugil. Tapi para tamu nakal tidak menggubrisnya dan malah menantang akan membayar lebih jika aku bugil. Junsu mulai kebingungan dan menatapku seperti bertanya.
"lepas pakaianmu bitch!" teriak seorang tamu berlari segera naik keatas stage merobek lingery-ku hingga tali bra-ku.
Hampir saja payudara kananku terlihat oleh semua tamu. Aku segera menutupnya dengan tanganku. Junsu menarik lenganku kebelakangnya untuk melindungiku namun namja itu malah mendorong Junsu kesamping hingga terjatuh dari stage.
Teriakan terdengar lebih keras. Aku kini berhadapan dengan namja gila itu sendirian diatas stage. Namja itu mencoba menarik tanganku yang menutupi payudaraku. Aku berteriak menatap Wookie yang berdiri tak jauh dariku.
Lalu tiba – tiba aku dengar "buk" seperti suara pukulan. Aku kembali menoreh kearah namja gila yang sedang menarik tanganku. Ternyata Choi Siwon berada ditengan – tengah kami. Memukul namja itu dengan keras hingga dia tersungkur dan melepaskan pegangannya dari tanganku.
Dia mulai melepaskan jas Armani-nya yang berwarna coklat muda dan memakaikannya padaku. Dia memapahku untuk turun dari stage. Membawaku kebelakang stage. Kim Ryeowook mengikuti kami
"nona gwencana?' pertanyaan Siwon-ssi membuatku tersentak
"nona?" dia memanggilku
"ah gwencana" jawabku gugup
"gantilah pakaianmu dan keringkan tubuhmu" Siwon-ssi menyerahkan aku pada Wookie.
Dia berlalu begitu saja tanpa meminta jas mahalnya kembali. Berjalan dengan langkah yang begitu gagah meninggalkanku, membuatku diam tak berkedip.
"Cleo-ssi ganti pakaianmu!" Wookie mengajakku keruang make up.
Itulah pertama kalinya aku bisa begitu dekat dengan namja gay yang memiliki fisik begitu sempurna. Aku tidak sempat berterima kasih padanya karena aku terhanyut akan pesonanya yang luar biasa.

Back to Siwon point of view
Aku sudah sampai didepan rumah Kyuhyun kekasihku. Aku segera menelponnya lalu aku dengar Kyu menjawab
"Kyu hyung saat ini ada didepan rumahmu. Apakah kamu bisa keluar sebentar? Tanyaku
"ah hyung baru saja aku akan menelponmu, tunggulah aku akan segera keluar" jawab Kyu dari seberang telpon.
Aku masih memperhatikan rumah Kyu dan aku melihat Kyu keluar dari rumahnya membuka gerbang berlari menghampiri menuju mobilku.
"Cleo miane! Bisa kamu pindah kebelakang?" aku meminta Cleo untuk pindah posisi karena kursi yang dia duduki adalah milik Kyuhyun kekasihku
"tentu saja!" Cleo segera membuka sabuk pengamannya lalu segera keluar.
Aku lihat Kyu tampak kaget melihat Cleo keluar dari mobilku. Aku segera keluar untuk menyambutnya
"hyung! Kenapa Cleo-ssi bisa bersamamu?" tatapan Kyu tak lepas dari Cleo
"kita masuk dulu" aku mengajak Kyu dan Cleo masuk kedalam mobilku
"Cleo memberitahukan hyung kalau ada orang yang ingin mencelakaimu kyu! Dia punya buktinya berupa percakapan dua namja" aku jelaskan tentang kehadiran Cleo diantara kami
"jinja? Siapa orang yang ingin mencelakaiku itu hyung?" Kyu bertanya
"mola! Hyung akan mencari tahu" jawabku membelai wajah Kyu
"Siwon-ssi! Sepertinya kehadiran saya sudah tidak diperlukan lagi bukan? Lebih baik saya pulang" Cleo pasti merasa tidak nyaman pada kami berdua
"tunggu! Apa kamu melihat wajah namja itu dengan jelas?" Kyu bertanya hal yang tidak sempat aku fikirkan
"satu namja saja karena dia memang berdiri menghadap kearahku" jawab Cleo
"apa kamu mengenalnya?" giliran aku yang bertanya
"ani! Baru pertama kali lihat" jawab Cleo
"Kyu! Kamu tahu betapa hyung sangat mencemaskanmu? Mendengar masalah ini dari Cleo, hyung hampir menjadi gila" aku peluk Kyu tanpa menghiraukan kehadiran Cleo dibelakang
"hal yang paling aku takutkan bukanlah ancaman itu hyung! Tapi aku takut tidak lagi bisa bersama kamu" Kyu menatapku haru
"saya pergi" Cleo membuka pintu mobil membiarkan kami berdua didalam mobil.
Aku segera mencium Kyu dan melumat bibir tebalnya dengan hasrat yang sama tingginya dengan rasa khawatirku terhadapnya. Tangan kami saling sibuk membuka resleting celana kami. Aku mulai memainkan member Kyu dengan tanganku. Begitu juga yang dilakukan Kyu terhadapku.
Cleo, aku yakin dia pasti sangat mengerti situasi seperti ini. Dan sepertinya dia sudah meninggalkan kami karena aku sudah tidak melihatnya lagi saat kami sudah selesai dengan urusan syahwat kami.

Cleopatra poin of view
Seumur hidup, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh namja manapun. Walau aku orang kampung dan tidak berpendidikan tinggi, tapi sejak aku tumbuh menjadi yeoja belia tidak pernah ada namja yang sama sekali tidak menghiraukan aku.
Choi Siwon memang bocah tengik yang tidak waras. Dia mengabaikan yeoja cantik seperti aku dan malah terpesona oleh mayat hidup yang tampan. Dunia ini memang sudah aneh sehingga banyak penghuninya yang gila juga.
Aku berjalan mencari taxy yang bisa mengantarku kembali kemotel. Lelah sudah melangkah akhirnya aku temukan juga satu taxy yang kebetulan melintas melewatiku.
Dalam perjalanan menuju pulang, otakku berfikir keras bagaimana cara aku menjerat seorang Choi Siwon yang gay sejati bisa menyukai aku seorang yeoja penari striptis.
Aku punya beberapa teman gay selama aku menggeluti dunia prostitusi. Kaum gay cenderung lebih possesif pada pasangannya. Mereka akan sangat emosi dan banyak yang brutal saat dikhianati pasangan sejenisnya.
Aku melihat hubungan terlarang antara Siwon dan Kyuhyun sangatlah kuat. Cinta diantara mereka bukan isapan jempol semata. Mereka saling mencintai dengan sangat dalam. Aku harus memisahkan mereka terlebih dulu dan membuat Choi Siwon patah hati.
Langkah selanjutnya yang harus aku tempuh adalah memberikan godaan untuk Kyuhyun. Tentu saja bukan aku yang akan melakukannya. Tapi aku akan meminta orang lain melakukannya untukku. Aku akan meminta Hyukjae oppa untuk menolongku mencari solusinya.
Niatku untuk pulang ke motel aku batalkan seketika. Aku suruh supir taxy mengantarku ke appartement oppa.
Aku sudah sampai diappartement Hyukjae oppa. Keberuntungan memang masih berpihak padaku. Oppa ada diappartemnetnya sedang membuat rancangan gaun malam yang sangat indah dan exclusive untuk seorang yaoja sosialita.
Aku ceritakan masalah yang ingin aku tuntaskan pada oppa. Tanpa menyebutkan nama Siwon atau Kyuhyun didalamnya.
"apa peran namja yang menjadi targetmu dengan pasangannya? Apakah dia sebagai uke? Atau sebagai seme?" tanya oppa sambil terus menggambar
"seme oppa" jawabku meneguk colaku
"jadi yang akan kamu goda itu seorang seme?" oppa kembali bertanya
"nee! Seme yang akan aku jerat. Tapi sang ukelah yang harus aku bereskan terlebih dahulu oppa. Aku harus mencari orang yang bisa menggoda sang uke" aku menerangkan
"well! Untuk kami kaum gay. Terkadang kami bosan dengan peran kami sendiri. Kami sering memiliki keinginan untuk bertukar tempat. Misalnya nih oppa kan uke, pengen dong suatu saat oppa jadi seme" oppa meragakan agyeonya

"jadi intinya aku harus mencarikan uke buat menggoda seorang Kyuhyun? Begitu maksud oppa?" aku menebak
"kamu memang pintar Cleo my princess! Carikan uke yang maniiiiis yang kamu bisa" oppa mulai memotong pola
"oppa punya rekomendasi?" aku kedipkan mataku berkali – kali menggoda oppa
"tunggu! Sepertinya ada" oppa mulai mengingat – ingat seseorang
"ahaaa Lee Sungmin" oppa menyebutkan sebuah nama
"Lee Sungmin!" aku mengulang menyebutkan nama namja itu
"tepat sekali! Sungmin orang yang paling tepat untuk melakukannya untukmu" oppa mulai membuka – buka kontak di ponselnya
"dimana dia tinggal oppa?" aku bertanya antusias
"dekat tapi jauh" jawab oppa membingungkan
"tolong ucapkan dengan kalimat yang bisa saya cerna oppa" protesku ketus
"the boy next door! Tapi dia jarang sekali ada disini" jawab oppa meneruskan kerjaannya
"disini? Maksud oppa digedung ini?" tanyaku lebih bersemangat
"yah dia tetangga oppa" oppa mulai menelpon seseorang
"Minnie-ah! Apa kabar? Dimana kamu sekarang? Jinja? bisa kamu ke appartementku sebentar! Ada job untuk kamu" oppa tersambung dengan namja bernama Lee Sungmin
"kamu berhutang banyak padaku Cleo" oppa menggodaku
"akan aku bayar dengan cinta" aku bentuk bibirku seolah hendak menciumnya
Pintu appartement oppa diketuk seseorang. Oppa segera membukakan pintu untuk tamunya. Tak lama masuklah seorang namja yang...
Aku sungguh tidak bisa menebak dan namja yang satu ini. Dia tampak sangat charming dengan pesonanya yang misterius. Kesan imut yang dimilikinya tapi ada kesan manly mengiringi kesan imutnya.
Sekilas namja ini tampak manis dan cantik. Tapi semakin lama aku pandang namja ini juga terlihat tampan. Aku memiliki keyakinan dia akan berhasil menjerat Kyu dari pelukan Siwon.
"job apa yang akan kamu tawarkan padaku Hyukjae?" tanya Sungmin duduk kalem dengan posisi duduk yang elegan
"dia yang akan menjelaskannya" oppa menyerahkan Sungmin padaku
"baiklah aku tidak ingin membuang waktu dan akan aku beritahu apa tugas oppa. Saya ingin oppa menggoda seseorang. Oppa harus berhasil merebut orang itu dari kekasihnya" jawabku tegas
"yeoja?" Sungmin bertanya
"namja" jawabku dengan tatapan yang tegas
"baiklah! Dimana saya bisa bertemu dengan namja itu?" Sungmin tampak sangat cool saat mengucapkan kalimat itu
Dia tampak seperti aku namun dalam versi namja. Aku seperti mendapatkan partner in crime.
"apa saja hal yang bisa oppa lakukan? Bela diri? Musik? Atau apa?" aku seperti sedang melakukan interview pada pelamar
"martial art! Piano, drum dan gitar adalah alat musik yang aku kuasai. Menari striptis aku juga bisa melakukannya jika memang kamu ingin tahu banyak tentang aku" jawaban Lee Sungmin menambah daftar kekagumanku padanya
Aku sudah memikirkan dimana menempatkan Sungmin agar bisa bertemu dengan Kyuhyun.
"oppa! Apa oppa bisa mengatur agar Sungmin oppa masuk menjadi stripper di club?" aku kembali merajuk pada oppa
"oppa memiliki saham yang besar di club itu bagaimana mungkin oppa tidak bisa melakukannya" Hyukjae oppa memang selalu membuatku kagum
"kamu bersedia menjadi stripper Minnie-ah?" Hyukjae oppa ingin mendapatkan kepastian dari Sungmin
"berapa aku akan dibayar dalam tugas ini?" aku kontan terkekeh saat mendengar apa yang Sungmin katakan
"sangat besar jika Kyu berhasil oppa dapatkan" jawabku arogan
Aku seperti sedang bercermin dan melihat refleksi dari cermin itu melalui sosok Sungmin. Dalam hati aku ingin sekali loncat kegirangan sepertinya ini akan sangat menyenangkan.
"oppa akan segera menghubungi Hankyung dan mengatur posisi Minnie disana! Club memang masih membutuhkan stripper namja karena hanya memiliki Xiah Junso" oppa terus mengguntik pola rancangannya.
Aku pamit pulang untuk menikmati hari liburku dari club setelah merancang misi dengan Lee Sungmin partner in crime ku. Dengan menggunakan taxy aku tiba didepan motelku.
Belum juga masuk kedalam motel dr. Leeteuk menelponku dan memintaku untuk segera datang ketempat prakteknya. Tanpa membuang waktu aku langsung pergi untuk menemuinya. Sudah tidak ada pasien disana, bahkan assistennya juga tidak ada. Aku ketuk ruang prakteknya dan aku dengar suara dr. Leeteuk menyuruhku untuk segera masuk.
"sore dok!" aku menyapa sambil menutup pintunya
"bagaimana sekarang?" dr. Leeteuk tampaknya sudah tidak sabar dengan perkembangan anaknya
"saya sudah mulai akrab dengan Siwon-shi. Tadi pagi saya berada didalam mobil mewahnya Siwon-shi untuk menemui Kyuhyun-shi dirumahnya" jawabku duduk dikursi pasien
"jinja? Kok bisa?" dr. Koyuki meragukanku
"saya sudah bilang mudah sekali buat saya bisa akrab dengan namja manapun, meski gay sekalipun. Dan kelihatannya Siwon-shi mulai menyukai saya sebagai teman. Bahkan Siwon-ssi pernah menolong saya saat terjadi sedikit accident di club"
"tapi memang sangat sulit memisahkan Siwon-ssi dengan kekasihnya. Mereka saling mencintai dan tidak bisa kita sepelekan begitu saja. Saya melihat dengan jelas bagaimana Siwon-ssi sangat melindungi Kyuhyun begitu juga sebaliknya. Kyuhyun sangat mengagumi dan mengagungkan sosok Siwon dalam hidupnya" aku tatap dokter Leeteuk dengan dahi mengerut
"lalu apa rencanamu selanjutnya?" dokter Koyuki menopang dagu dengan tangannya
"saya akan membereskan Kyuhyun dengan memberinya namja lain yang akan memikat dia. Saya yakin namja ini akan berhasil melakukannya" aku utarakan rencanaku pada dokter Leeteuk
"apapun itu asal Siwon tidak bersama namja itu lagi" dokter Leeteuk kembali mengeluarkan cek dan mulai menulis diatasnya
"kali ini biar saya yang menuliskan nominalnya. Ternyata kamu memang seorang pemeras" canda dokter Leeteuk menahan senyum.
Aku pulang setelah memberikan laporan pada dr. Leeteuk. Dalam perjalanan pulang ponselku kembali berbunyi, aku lihat dari nomer yang tidak dikenal
"yeobseo! Ada yang bisa saya bantu?" aku jawab panggilan itu
"Cleo! Ternyata kamu tidak merubah nomermu" jawab namja yang menelponku
"yah! Ini siapa?" tanyaku penasaran
"Lee Donghae" jawab namja itu membuat hatiku girang
"ahh Donghae-shi! Apa kabar?" Tanyaku ceria
"tidak begitu baik Cleo! Kamu bisa datang ketempat terakhir kita bertemu?" Donghae memintaku
"ahh ya tentu saja! Saya akan segera kesana?" jawabku langsung menyetop taxy dan meminta supir itu untuk mengantarkan aku ketempat Donghae-shi.
"aku rindu kamu Cleo!" aku merasa aneh mendengar Donghae-shi berkata seperti itu
"wae? Anda sedang sakit?" tanyaku
"ani! Aku hanya terlalu banyak minum" jawabnya sesegukan
"jangan melakukan apapun disana! Tunggu sampai saya tiba. Saya takut anda terluka" aku sok memberi perhatian
"palli! Aku rindu kamu Cleo" jawabnya menutup telpon.
Aku sudah berada didepan bangunan klasik itu, aku bayar supir taxy itu lalu segera masuk kedalam bangunan itu.
"Donghae-shi!" sapaku begitu membuka pintu
"hai Cleo!" Donghae-shi menghampiriku dengan senyuman terbaiknya. Malam itu dia memakai sweater model v neck berwarna hijau muda dipadu celana jeans warna putih.
"kemarilah!" Donghae-shi menarik tanganku masuk keruang keluarga
"lama tidak berjumpa" aku berbasa – basi
"yah! Aku lama di Hongkong untuk keperluan syuting. Aku baru kembali kemarin malam" Donghae-shi membuatkan aku minuman dibar mininya
"drama baru?" tanyaku duduk menyilangkan kakiku
"yah! Drama mandarin" jawabnya berjalan menghampiriku dan memberiku minuman
"tidak sabar ingin segera melihat anda bermain didrama itu" aku meneguk minuman yang diberikan Donghae-shi.
"kamu ganti model rambut yah?" Donghae-shi begitu memperhatikan
"ah iya sudah lama" jawabku mengusap rambutku
"kamu tambah cantik saja" Donghae-shi menatapku tersenyum
"gumawao!" jawabku gugup
"ikut aku!" Donghae-shi menuntunku masuk kedalam kamar pribadinya.
Donghae-shi menutup kembali pintu kamarnya lalu memelukku dari belakang
"hmm kamu wangi sekali" Donghae-shi menciumi leherku membuatku merinding
"Donghae-shi" aku membalikan badan menghadapnya
"kamu sudah siap?" Donghae-shi mulai mencium bibirku lalu menghisap lidahku dan memainkan lidahnya didalam mulutku. Aku pejamkan mataku pasrah dengan apa yang dia lakukan.
Tangannya mulai menyentuh dadaku, membuka kancing kemejaku, dan menurunkan paksa bra lalu memainkan putingnya. Dia lepaskan bibirnya dengan lembut dari bibirku lalu mulai menghisap putingku bergiliran kiri dan kanan aku sungguh terbuai dan mendesah.
Donghae-shi menatap wajahku dan memintaku untuk mengoral membernya, aku turun berlutut wajahku tepat berhadapan dengan membernya lalu aku mulai membuka resleting celana jeans putih itu, menurunkannya lalu underwearnya aku turunkan juga hingga member yang sudah mulai membesar tampak terlihat.
Aku mainkan batang membernya dengan mengocoknya, aku jilati kepala batang itu hingga batang itu memanjang dan mengeras. Aku dengar Donghae-shi mendesah, tangannya meremas lembut rambutku.
Membernya sudah pada kondisi yang maksimal untuk bertarung. Donghae-shi mengangkatku kembali berdiri, dia melepaskan kemejaku dan bra yang tadi sudah terbuka, melemparkannya kemana yang dia suka, membuka kancing celana jeansku, menurunkannya dan aku bantu untuk melepaskannya hingga yang tersisa hanya underwear brokatku yang berwarna hitam menerawang.
Tangan kanannya masuk kedalam underwear dan jari – jarinya memainkan intimku membuatku terangsang dan intimku basah mengeluarkan lendir, bibirnya kembali menciumi bibirku dan badannya mendorongku hingga aku terbaring diatas kasur.
Tangannya mulai melepaskan underwearku, dan meregangkan kedua pahaku, lalu dia menjilati intimku dengan lidahnya hingga aku mendesah reaksi kenikmatan yang dia berikan.
Dia berbaring disampingku memintaku untuk membelakanginya. Tangannya berusaha memasukan membernya kedalam intimku dan setelah masuk kita mulai melakukan gerakan maju mundur mencari kembali rasa nikmat itu kedua tangannya meremas payudaraku dengan lembut dan lidahnya menjilati tengkukku.
Donghae-shi benar – benar sedang ingin mencumbuiku. Aku merasakan gerakan dan mendengar desahan nafasnya sunggu bersemangat. Tangannya begitu aktif menyentuh dan memainkan bagian sensitifku. Aku sungguh terpuaskan dengan sentuhannya, sehingga aku berfikir sebenarnya siapa yang harus membayar malam yang indah dan nikmat ini? Aku atau dia.
Gerakan kami semakin cepat dan kami berdua mendesah semakin kencang. Aku merasa dia menggigit lembut punggungku. Dan aku merasa kami akan mencapai klimaks, dia semakin lincah bergerak dan semakin mendorong membernya hingga menyentuh G-spotku lalu croot spermanya keluar begitu deras masuk dan membasahi vaginaku.
"ahh God You bless me" Dia mendesah. Tangannya merangkulku memelukku erat sekali seolah dia tidak ingin melepaskannya
"gumawao Cleo kamu sungguh memuaskan" dia berbisik ditelingaku.
Kita berdua terlelap karena lelah setelah bertarung diatas kasur itu. Aku lebih dulu terjaga karena mendengar bunyi ponsel milik Donghae-shi. Aku lihat jam diponsel itu menunjukan pukul 5 pagi, aku segera bangun dan mulai mencari pakaian dan underwearku yang berserakan dimana – mana.
Aku pakai satu persatu hingga aku kembali berpakaian lengkap. Aku rapihkan rambutku dan mengikatnya dengan asal. Aku melangkah pelan keluar kamar
"Cleo! Kamu mau kemana?" tiba – tiba suara serak Donghae-shi terdengar
"ah, miane saya harus segera pergi" jawabku menengok kearahnya
"kemarilah!" Donghae-shi memintaku menghampirinya.
Aku kembali menghampirinya yang masih berbaring
"aku belum membayarmu, kenapa kamu hendak pergi?" Donghae-shi berusaha membuka matanya yang masih berat
"ah saya tidak ingat" jawabku kikuk karena aku memang tidak berharap dia akan membayarku
"tolong ambilkan dompetku diatas meja itu" Donghae-shi menunjukan dompetnya diatas meja kerja.
Aku turuti dan membawakan dompet miliknya.
Donghae-shi mengeluarkan sejumlah uang yang lebih banyak dari transaksi waktu itu
"ini buatmu!" Donghae-shi menyerahkan uang itu padaku
"gumawao Donghae-shi! Saya pergi" aku pamit menganggukan kepalaku
"Cleo! Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita!" Donghae-shi turun dari kasur itu dan berjalan kearahku dengan tubuh bugilnya
"wae?" tanyaku singkat
"aku akan segera menikah dengan yeoja Cina yang menjadi lawan mainku di drama Mandarin itu. Aku nekad menikahinya demi mencapai puncak popularitas di Negara itu karena yeoja itu sangat terkenal juga berpengaruh besar pada karierku dimasa depan" Donghae-shi tampak tidak bahagia memberitakan rencana besarnya
"anda mencintainya?" tanyaku menatapnya dengan penasaran
"cinta yang aku rasakan sudah mati mengiringi kepergian Jaejoong, dialah yeoja satu – satunya yang aku cintai didunia itu Cleo. Cinta sudah tidak penting lagi buatku" Donghae-shi membalikan badanku membelakanginya lalu memelukku dari belakang
"lalu malam tadi adalah semacam pesta bujang buat anda?" tanyaku kembali
"ani! Aku teringat Jaejoong dan sangat merindukannya. Tapi aku sudah tidak mungkin dapat bertemu lagi dengannya. Lalu aku teringat kamu karena Jaejoong aku mengenal kamu, sehingga aku putuskan untuk bertemu denganmu" pelukan Donghae-shi semakin erat
"nyonya Jaejoong sudah beristirahat dengan tenang disana. Beliau pasti turut bahagia dengan pernikahan anda Donghae-shi" aku berusaha menghiburnya
"impian terbesarku dalam hidup ini adalah menikah dengan Jaejoong, aku bahkan rela menunggu dia menjadi janda. Tapi semua harapan itu sirna karena kematian Jaejoong yang amat tragis, lalu aku bertemu kamu Cleo, seorang yeoja penghibur pria kesepian seperti aku. Saat bercinta denganmu aku merasakan kehadiran Jaejoong disana dan aku bisa merasakan nikmat saat bercinta denganmu sama nikmatnya seperti bercinta dengannya"
"Aku sudah mencoba bercinta dengan banyak yeoja lawan mainku di beberapa drama demi melupakan Jaejoong, tapi untuk bisa membuat memberku ereksi aku harus menghayal dan membayangkan kalau aku sedang bercinta bersama Jaejoong. Untuk mencapai orgasme aku memerlukan perjuangan yang sangat panjang, aku harus memejamkan mataku membayangkan Jaejoong dan menyangkal semua yeoja yang sedang aku cumbui"
"aku berhayal semua yeoja itu adalah Jaejoong. Tapi saat bercinta denganmu untuk pertama kalinya aku tidak perlu membayangkan dan mengkhayalkannya lagi, karena jaejoong ada bersamamu dan bercinta denganku. Dan malam tadi, aku tidak lagi melihat Jaejoong bersamamu, hanya kamu sendiri dan aku sangat menikmatinya.
"aku bisa ereksi dan mencapai orgasme hingga klimaks tanpa harus menghayal dan membayangkan Jaejoong. Itu semua bisa aku lakukan denganmu Cleo" Donghae-shi semakin erat memelukku air matanya menetes dibahuku
"Donghae-shi! Gwencana?" aku melepaskan rangkulannya dan membalikan badan menghadapnya.
Donghae-shi kembali memelukku dan menangis
"anda harus bahagia Donghae-shi! Lupakan masalalu anda dengan nyonya Jaejoong. jika anda memang berniat untuk menikahi yeoja itu, berusahalah untuk dapat mencintainya walau sedikit saja. Lihatlah semua kelebihan dan kebaikan yang dimiliki yeoja itu dan anda bandingkan dengan semua kekurangan juga rasa sakit yang pernah nyonya Jaejoong berikan pada anda"
"itu akan mempermudah anda untuk dapat menerima yeoja itu dan perlahan anda dapat melupakan nyonya Jaejoong. Jangan sia – siakan hidup anda yang begitu berharga ini, anda seorang namja yang sangat tampan, memiliki karier yang cemerlang, tingkat social anda tinggi anda nyaris memiliki segalanya"
"Itu semua akan sia – sia jika anda hanya berjalan ditempat terus mengenang masalalu anda dengan orang yang sudah tidak ada didunia ini. Saya hanya seorang pelacur yang hina, tidak memiliki karier terpuji dan juga banyak dihujat masyarakat, tapi saya tidak ingin membuat hidup saya sia – sia, saya ingin menikmati hidup yang singkat ini dan selalu berusaha untuk lebih baik dan lebih baik setiap harinya"
"Dan saya yakin suatu hari saya akan keluar dari kehidupan kelam ini. Kenapa anda tidak melakukannya? Bangkitlah raih kebahagiaan anda, capai masa depan anda bersama calon istri anda! Saya yakin anda pasti akan bahagia" aku berlagak sok pintar dan tahu segalanya
"gumawao Cleopatra" Donghae-shi melumat bibirku lembut diiringi tangis yang pilu
"Donghae-shi!" aku tatap dia penuh haru
"jika kamu bukan seorang yeoja penghibur aku pasti sudah akan menikahi kamu" Donghae-shi memelukku
"this is me. Dengan semua kelebihan dan kekurangan saya. Saya tidak bisa dimiliki sepenuhnya oleh namja manapun, mungkin untuk banyak orang saya adalah musibah dan malapetaka juga begitu hina dan nista tapi untuk segelintir orang saya bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan keceriaan dalam sepenggal hidup mereka yang singkat"
"Saya akan merasa sangat bahagia jika saya pernah membuat anda merasa bahagia walau hanya sesaat" aku lepaskan lembut rangkulan Donghae-shi
"gumawao Cleo-shi, saya pernah merasakan bahagia bersama kamu. Gumawao kamu pernah hadir dalam hidup saya walau hanya sebentar" Donghae-shi mengecup dahiku
"gumawao! Saya benar – benar harus pergi sekarang. Sampai jumpa! Saya harap anda bahagia" aku pamit
"jangan pergi Cleo" Donghae-ssi memelukku jauh lebih erat dari sebelumnya.
Kali ini dia memang benar – benar sedang menangis begitu lirih. Aku bisa merasakan dukanya yang begitu dalam tanpa terasa air mataku ikut menetes dipipiku.
"Jika hidup saya ini akan segera berakhir, maka biarkan saat terakhir itu saya habiskan denganmu Cleopatra" Donghae-ssi semakin tenggelam dalam tangisnya
"apa yang bisa saya lakukan untuk anda Donghae-ssi" aku dekap kedua tangannya yang masih memelukku
"tinggalah bersamaku semalam lagi. Aku benar – benar membutuhkan kamu Cleo-ssi" Donghae-ssi mulai mencumbuiku lagi dan kamipun teruskan adegan itu diranjang nya yang masih kusut sisa kami bertempur tadi malam.

T B C

analisa tentang yaoi yang ingin bertukar peran itu hanya analisa author as a writter yah! *author yang sootooooy

jangan dianggap kalau itu nyata coz author g tau *authorkan bukan yaoi* plak digeplak reader