warning ooc Sungmin
penambahan karakter
Lee Sungmin
namja yang disewa Cleo untuk menjerat hati Kyuhyun. namja dengan pribadi yang unik dan misterius.
Kangta
kekasih Lee Hyukjae
Zhou Mi
model catwalk yang juga seroang gay
In the club
Cleopatra point of view
Hari ini Sungmin oppa akan memulai aksinya sebagai striper di club. Aku sudah tidak sabar ingin melihat aksinya yang menurut Hyukjae oppa Sungmin itu his the man.
Karena pertempuran dengan Donghae-ssi berlanjut diluar dugaanku, aku menjadi datang terlambat ke club dimana rencana sebelumnya aku akan menjemput Sungmin oppa diappartementnya dan menyusun strategi bersama.
Aku sudah menghubungi Sungmin oppa ternyata dia sudah lebih dulu sampai di club. Aku segera memarkirkan mobil baru dibasement. Mobil pemberian Yunho sudah aku jual dan menggantinya dengan mobil yang lebih bagus dan mewah.
Aku segera keluar dari mobilku dan menguncinya. Saat aku melangkah menuju lift, aku melihat dengan namja yang dulu pernah berencana untuk mencelakai Kyuhyun-ssi berjalan searah denganku.
Namja yang berperawakan subur itu sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Kesan seram semakin kuat karena penampilannya yang serba hitam juga jaket kulitnya yang berwarna hitam.
Aku pelankan langkahku berpura – pura mengubek – ubek isi tasku seolah aku sedang mencari sesuatu. Aku bisa mendengar percakapannya dengan lawan bicaranya.
"jadi anda ingin semua berjalan sesuai rencana? Baiklah akan saya lakukan sebaik mungkin" Itulah kalimat yang dia ucapkan pada lawan bicaranya.
Aku percepat langkahku menuju lift berharap tidak berada satu lift dengan namja itu. Tapi aku salah namja itu masuk kedalam lift yang sama denganku.
Kami hanya berdua didalam lift. Aku menjadi gelisah dan sangat tidak karuan karena namja itu sangatlah menyeramkan. Sesekali aku melihat namja itu memperhatikan aku. Aku berharap lift segera naik kelantai 6 agar aku segera berpisah dengan namja itu.
Kami sudah sampai dilantai 6. Aku segera keluar begitu pintu lift mulai terbuka. Aku percepat langkahku untuk masuk kedalam club yang sudah mulai ramai.
"Cleo-ssi! Hankyung-ssi menunggumu diruangannya" Ryeowook memberitahukan aku saat kami berpapasan
"nee, arraseo" jawabku membalas dengan senyuman
Aku segera hampiri Hankyung diruangannya. Dan ternyata sudah ada Sungmin oppa. Hyukjae oppa dan namja tampan yang saat itu aku lihat diappartement Hyukjae oppa.
"kamu baru datang?" Hyukjae oppa bertanya padaku
"nee! Mianata" jawabku
"chukkae Cleo-ssi! Akhirnya kamu mendapatkan gelar The Sexiest Lady Rain In da Club" Hankyung-ssi memberitahukanku tentang gelar baruku
"jinja? Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan gelar itu?" tanyaku seolah tak percaya pada apa yang baru saja aku dengar
"yah malam itu saat kamu menjadi Lady Rain untuk pertama kalinya, kami melakukan polling pada semua tamu. Ternyata banyak dari mereka memilihmu
sebagai yang paling sexy. Kamu tahu mereka yang memilihmu kebanyakan dari kamu gay? ternyata pesonamu mampu menyentuh mereka" Hankyung memujiku
"lalu keuntungan apa yang aku dapatkan dari gelar itu?" tanyaku penasaran
"yang pertama kamu akan selalu tampil pada acara puncak dan acara – acara spesial dan yang kedua kamu berhak memilih tamu mana saja yang pantas menyaksikan tarian erotismu dengan bayaran yang sangat mahal" jawab Hankyung
"lalu bagaimana dengan Sungmin oppa?" aku malah menanyakan hal yang tidak perlu aku tanyakan
"dia akan aku pasangkan dengan Junsu untuk menghibur kaum gay" jawaban Hankyung-ssi membuatku tercengang
"berpasangan?" aku ingin meyakinkan
"yes! Berpasangan. Junsu sang seme dan Sungmin sang uke" ujar Hankyung tanpa beban
Aku tatap Sungmin oppa yang tampak sangat tenang saat mendengar apa yang diucapkan Hankyung.
"bagaimana pendapatmu Minnie-ah?" Hyukjae oppa akhirnya bersuara
"pasti akan menyenangkan" jawabnya singkat, padat dan tanpa beban
"baiklah! Lebih baik kalian segera mempersiapkan diri sehebat mungkin. Sungmin-ssi celana itu yang akan kamu pakai malam ini" Hankyung menunjukan sebuah celana bahan kulit mengkilat dan tampak ketat yang sedang dipegang staff untuk dipakai Sungmin oppa
"tunggu apalagi? Segera keruang make up dan berdandanlah" Hankyung memerintahkan
Kami para stripper memang sudah terbiasa berada dalam satu ruangan saat harus mengganti pakaian kami. Aku sudah beberapa kali melihat Junsu bugil saat mengganti beberapa yeoja lainnya. Telanjang tanpa berpakaian bukanlah hal yang aneh diruang make-up.
Aku berjalan berdampingan dengan Sungmin oppa menuju ruang make-up. Dia tampak selalu tenang dan tidak banyak bicara. Aku putuskan untuk membuka percakapan lebih dahulu
"oppa! Apa oppa sudah siap?" tanyaku sok ramah
"tentu saja! Ini bukanlah hal yang sulit buat oppa" jawabnya dengan senyuman manis
"oppa harus ingat! Kita punya misi khusus kenapa kita berada ditempat ini" aku kembali mengingatkannya
"apakah namja itu akan hadir malam ini?" Sungmin oppa mulai membuka kemejanya saat kamu sudah berada diruang make-up
Aku perhatikan kulitnya yang putih dan sangat mulus hampir menyamai kulitku yang seorang yeoja. Dia mulai membuka resleting celana jeansnya yang robek – robek itu dan mulai melepaskannya.
Tatapanku tepat pada yang menonjol dibelakang underwearnya yang berwarna hitam itu. Ukuran dan bentuknya begitu sempurna.
Dalam hati aku sempat ragu apakah dia seorang uke? Yaoi? Atau bisex? Ahh pikiran yang tidak – tidak terlintas dalam benakku.
"apakah kamu seorang lesbian?" tiba – tiba Sungmin oppa bertanya padaku yang mulai membuka sackdressku
"ani! Aku yeoja yang sangat normal" jawabku sepontan dan mulai menanggalkan sackdressku menggantinya dengan gaun malam yang sexy warna maroon berbahan sutra.
Gaun itu yang akan aku pakai malam ini untuk menghibur manusia – manusia aneh diluar sana. Belahan dada yang sangat rendah, dan bagian punggung yang terbuka seperti pakaian yang kehabisan bahan.
"kamu memiliki fisik yang sangat sempurna Cleo-ssi" puji Sungmin menatapku seolah ingin menelanjangiku
"apakah oppa seorang gay?" aku balik bertanya karena aku merasa terganggu dengan cara dia menatapku
"aku menyukai seme dan sangat menikmati peranku sebagai uke. Tapi kadang aku juga menyukai yeoja sexy seperti kamu!" tatapannya tidak lepas dariku
Aku segera berpaling menghindari tatapannya yang membuatku merinding. Aku merasa Sungmin lebih menyeramkan dibanding Yunho dan lebih aneh dibanding Siwon juga Kyuhyun.
"apa Sungmin-ssi sudah siap" kegugupannku terselamatkan oleh staff yang memanggil Sungmin
"nee" jawabnya segera melangkah meninggalkan aku
Perasaanku menjadi sedikit aneh dan terganggu dengan apa yang baru saja terjadi. Entahlah apa yang sebenarnya menggangu pikiranku saat ini. Aku merasa apa yang aku rencanakan dengan menghadirkan Sungmin disini bukanlah hal yang tepat. Ada perasaan cemas dan sedikit khawatir. Aku mencoba mengabaikan perasaan itu.
"Cleo-ssi giliran anda tampil di main stage" staff yang tadi memanggil Sungmin oppa kembali
"nee, arraseo" jawabku kembali menatap cermin memastikan wajahku sudah sempurna
Aku melangkah pasti menuju stage dan Ryeowook menghentikan langkahku
"Cleo-ssi! Diluar dugaan! namja bernama Sungmin itu daebakkk! Dia mampu menguasai panggung menjadi miliknya sendiri. Dia langsung bisa masuk dan bisa mengimbangi Junso. Khusus malam ini kita harus merubah konsep"
"kamu naik keatas panggung dan menari sehebat mungkin untuk bisa mengimbangi Junsu dan Sungmin! Konsep kita trisum khusus untuk malam ini. Jika berhasil dan sangat diminati maka konsep ini akan berlanjut dimalam – malam berikutnya" mendengar apa yang diucapkan Ryeowook benar – benar membuat kepalaku pusing
"lihatlah mereka berdua! They own the stage" Ryeowook menunjukkan padaku bagaimana Junsu dan Sungmin menari dengan sensualnya dari balik panggung
Aku seperti terbius oleh pesona Sungmin diatas panggung. Likuk dan gerakan tubuhnya sungguh sempurna. Sungmin menguasai Junsu dan mampu memberikan jalan pada Junsu untuk berfikir akan gerakan apa yang harus dia lakukan berikutnya.
Mereka berdua menari seperti sepasang kekasih.
Suara tepukan dan siulan penonton terdengar sangat meriah. Mereka begitu menikmati pemandangan itu.
"Cleo-ssi sekarang anda keluar dan lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan! Saya percaya anda pasti bisa melakukannya" Ryeowook menyuruhku untuk segera keluar
Dadaku berdebar lebih cepat dari biasanya saat hendak tampil diatas panggung bersama Junso dan Sungmin. Aku tarik nafas dalam membayangkan jumlah uang yang akan aku terima dari dokter Leeteuk dan semangat itu kembali datang.
Musik berubah menjadi musik instrumental saat aku datang. Aku mulai menggerakan tubuhku mengikuti alunan musik melow itu. Aku pejamkan mataku menikmati musik dan terus menari se sensual mungkin. Aku merasa sedang menari sendiri tanpa menghiraukan Junsu dan Sungmin disitu.
Aku merasakan seseorang menyentuh tanganku lalu pinggulku. Aku buka mataku ternyata dia adalah Sungmin-ssi.
"menarilah seolah kita adalah sepasang kekasih! Kamu harus ingat aku adalah "bi" disini. Menarilah seolah panggung ini adalah kehidupan cinta segitigamu. Dimana aku mengkhianati kamu dengan seorang namja" bisik Sungmin ditelingaku sambil terus menari.
"Gila" kata itu yang paling tepat yang harus aku berikan saat memujinya. Aku menjadi lebih semangat dan dapat menjiwai tarianku.
Disisi lain, Junsu terus menari tak kalah sensualnya sendirian. Dia memanfaatkan tiang besi sebagai partnernya. Sementara aku dan Sungmin menari berpasangan, melakukan gerakan walts dance yang sangat romantis.
"sekarang aku akan menghampiri Junsu dan teruskan gerakanmu! Ingat gerakanmu harus seperti seorang yang sedang patah hati" Sungmin kembali mengguruiku
Aku teruskan gerakanku sambil sesekali melihat kearah tamu. Seperti biasa aku mencari Siwon disana. Aku sudah mendapatkannya. Siwon dan Kyuhyun tampak sangat antusias dan sangat menikmati melihat tarian dan gerakan dari Sungmin dan Junsu bukan kearahku.
Aku kembali fokus untuk terus menari. Aku melihat bagaimana gilanya gerakan Sungmin dan Junsu yang mulai sedikit porno. Sesekali Sungmin menyentuh member Junsu dalam gerakan tarinya. Begitu juga Junsu yang menjilati leher Sungmin saat mereka saling mendekap.
Junsu beberapa kali mengusap bokong Sungmin juga menepuknya dan menempel – nempelkan membernya kebokong Sungmin. Siulan, teriakan dan tepukan mengiringi setiap adegan porno itu. Aku menjadi mati gaya dan seperti orang bodoh disana.
Aku berhenti bergerak dan beku melihat saat Sungmin dan Junsu melakukan adegan ciuman dalam tariannya. Aku terbawa suasana dan berlari memisahkan mereka.
Sungmin menarikku lembut ketempat tadi aku menari dan mulai melakukan gerakan lagi.
"teruslah menari dan jangan berhenti suasa sudah semakin panas" perintah Sungmin
Aku ikuti perintahnya dan kembali menari bersana Sungmin. Saat ini aku menari menempelkan punggungku didadanya. Diluar dugaan tangannya bergerak disekitar dadaku dan membalikan posisiku berhadapan dengannya.
Kami berdua berhenti menari dan kami saling bertatapan. Sungmin lalu melumat bibirku dengan lembut dan musikpun berhenti terdengar.
Semua tamu berdiri memberikan standing applause pada pertunjukan yang baru saja kami mainkan. Aku berdiri ditengah Junso dan Sungmin lalu membungkuk memberi hormat pada semua tamu. Aku melihat Siwon dan Kyuhyun pun ikut berdiri memberikan kami tepukan.
Kami bertiga kembali masuk kedalam ruang make-up untuk mengganti kostum kami. Aku merasa sedikit senang karena pertunjukan kami sukses berkat Sungmin. Namun dalam hati aku masih merasa sedikit takut dengan semua kelebihan dan ambisi yang Sungmin miliki.
"Sungmin-ssi! Bagaimana kamu bisa melakukannya sehebat itu?" puji Junsu sambil memakai pakaiannya kembali
"karena anda adalah partnernya saya bisa melakukannya dengan baik" jawabnya merendah
"Cleo-ssi bagaimana pendapatmu?" Junsu meminta pendapatku
"Sungmin oppa memang sangat hebat" jawabku merapihkan sackdress-ku yang sudah kupakai kembali
"kalian bertiga ditunggu diclub! Tuan Hyukjae dan kekasihnya yang ingin menjamu kalian" seorang staff memberi tahu
Selesai berganti pakaian.
kami bertiga kembali masuk kedalam club yang masih dipadati tamu. Aku melihat mereka menyambut kedatangan kami dengan tepukan dan ucapan selamat karena kami sudah tampil dahsyat malam ini.
Hyukjae oppa melambaikan tangannya pada kami. Dia sedang duduk berdua dimeja VVIP yang letaknya bersebelahan dengan Siwon dan Kyuhyun. Kami segera menghampiri Hyukjae oppa.
"daebak! Kalian memang daebak" puji Hyukjae oppa pada kami
"gumawao" jawab kami berbarengan
"kenalkan! Ini adalah Kangta kekasihku" Hyukjae oppa mengenalkan Kangta pada kami
"annyeong Cleo imnida" aku memperkenalkan diri secara resmi padalah kami memang pernah bertemu sebelumnya.
Diikuti Junsu dan Sungmin mengenalkan diri mereka masing – masing pada Kangta.
Aku duduk disebelah Sungmin oppa menghadap kearah Siwon dan Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan kedatangan Sungmin.
Siwon dan Kyuhyun tampak sangat menikmati pemandangan baru dari namja ini. Benar juga firasatku sedari tadi. Sungmin oppa aku datangkan bukan untuk membantuku, dia malah memberikan masalah baru buatku.
Aku melihat sekali bagaimana Siwon menatap kagum pada Sungmin. Begitu juga pasangan gay-nya Kyuhyun. Mereka seperti bocah yang mendapatkan balon atau permen pertama dalam hidupnya. Sungmin sungguh telah mempesonakan mereka berdua.
Brengsek! Bisikku dalam hati. Aku menjadi tidak lagi bersemangat menikmati jamuan mewah dari Hyukjae oppa. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa memiliki pesaing yang tangguh. Namun bukanlah seorang yeoja tapi namja labil yang tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hidupnya.
Aku tekuk wajahku cemberut melihat Siwon beberapa kali mencuri pandang kearah Sungmin.
Bukan perasaan cemburu karena asmara yang membuatku dongkol tapi perasaan menyesal karena akan semakin susah aku menjalankan misi ini dan semakin lama aku mendapatkan uang itu.
Aku sudah tidak ingin menyamar menjadi penari striptis lagi. Aku ingin kembali keduniaku dulu menjadi pelacur kakap bernama Cleopatra. Tapi keinginan itu akan menjadi semakin lama karena kehadiran Sungmin disini.
"Cleo-ssi kenapa kamu cemberut seperti itu? Apa kamu tidak suka merayakan keberhasilan penampilanmu tadi" tanya Hyukjae oppa
"ani! Aku hanya sedikit bosan oppa" jawabku tanpa aku pikirkan
"wae?" Sungmin malah bertanya membuatku semakin kesal
Diam sejenak tanpa memberikan Sungmin jawaban. Aku tatap Sungmin tanpa berkata memikirkan apa yang harus aku lakukan. Akhirnya aku sudah memikirkannya
"Sungmin oppa! Kamu lihat najma dimeja itu?" bisikku menunjukan meja dimana Kyuhyun berada
"namja yang sangat gagah dan sangat tampan duduk berdua dengan namja tampan dan mempesona. Wae?" dia balik bertanya
"dia targetmu oppa" jawabku singkat
"yang mana?" dia menatap keduanya
"mayat hidup itu! Namja yang pucat" jawabku
Aku lihat ekspresi Sungmin diluar dugaanku saat menatap Kyuhyun. Dia diam membisu dan tidak mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun. Tatapannya sedikit aneh dan agak menakutkan.
"oppa!" aku berusaha mengalihkannya
"dia harus aku dapatkan" Sungmin oppa berkata tanpa berkedip
Aku melihat Siwon sepertinya menyadari kalau Sungmin tengah memperhatikan kekasihnya. Sungmin menjadi sangat aneh saat melihat Kyuhyun. Pandangannya tidak berpaling sedetikpun dari Kyuhyun.
Siwon sepertinya merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Sungmin. Dia berdiri melangkah dari mejanya berjalan menuju tempat kami.
"apa yang kamu pikirkan saat menatap kekasihku?" tanya Siwon sedikit emosi sesaat dia sampai dimeja kami
"hyung! Apa yang kamu lakukan" Kyuhyun mengikuti kekasihnya
"opso" jawab Sungmin menunduk tanpa melihat wajah Siwon
"Siwon-ssi! Mianata kalau anda merasa terganggu" Hyukjae oppa mencoba mencairkan suasana
"tidak jika namja ini berhenti memandangi kekasih saya" Siwon kembali kemejanya menuntun tangan Kyuhyun
"oppa! Apa yang kamu lakukan?" aku bertanya karena aku memang ingin tahu kenapa dia melakukannya
"miane! Saya harus segera pergi" Sungmin berdiri lalu pergi meninggalkan kami.
Pertanyaan yang sangat besar yang kini menggelayut dalam fikiranku. Apa yang sebenarnya Sungmin fikirkan saat melihat Kyuhyun? Pertanyaan itulah yang akan aku coba cari jawabannya.
Lee Sungmin point of view
Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa saat melihat namja tampan itu aku menjadi seperti ini? Pesona namja itu sudah memikatku sejak aku pertama kali melihatnya.
Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan namja tampan itu. Dia akan aku jadikan semeku untuk selamanya. Aku benar – benar jatuh cinta pada namja tampan itu. Aku menjadi terobsesi dan berambisi sekali untuk bisa mendapatkanya.
Namun ada satu namja yang bisa membuat keinginanku menjadi sulit untuk aku dapatkan. Yah namja yang tadi dengan tidak sopannya menghampiriku. Aku harus membereskan namja itu terlebih dahulu. Dengan begitu aku bisa mendapatkan namja pujaan hatiku. Seme sejatiku.
Aku sudah memanfaatkan Cleo untuk mendapatkan informasi tentang namja tampan itu. Aku akan berpura – pura untuk menjalankan misiku sesuai perintahnya. dan kini aku sudah mengantongi alamat rumahnya juga nomer ponselnya. kini aku juga sudah tahu siapa nama namja itu Cho Kyuhyun.
Cleo memberiku informasi lain tentang Kyuhyun. Dia masih tercatat sebagai siswa SMU yang sudah pasti usianya 4 tahun dibawahku. Cleo juga memberi tahukan aku kalau dia hanya datang ke club 2 kali dalam seminggu bersama kekasihnya bernama Siwon. Itu berarti aku tidak akan bertemu dengannya malam ini di club.
nomer ponselnya terus aku pandangi. aku sudah sangat tidak sabar untuk segera menelponnya.
"yeobseo!" aku dengar suaranya begitu berat dan berkesan sexy
"yeobseo Sungmin imnida! penari baru diclub yang tadi malam kamu datangi" balasku
"ohh yah saya ingat! kamu hebat sekali tadi malam" aku dengar dia memujiku
"tapi dari mana kamu tahu nomer telponku?" dia mulai curiga
"ah saya berjuang keras untuk mendapatkanya" jawabku berbohong
"ouw! lalu apa tujuan kamu menelpon saya sekarang?" dia terus bertanya
"saya ingin meminta maaf karena sudah membuat kekasih anda tersinggung tadi malam" jawabku berpura - pura
"ohh hyung memang sangat possesif memperlakukan saya. maaf juga karena hyung sudah kasar tadi malam"
"Apakah saya boleh menelponmu lain kali?" aku berhawap
"tentu saja! Telponlah kapanpun kamu mau" jawab Kyuhyun
"gumawao Kyuhyun-ssi. Annyeong!" aku segera menutup telponku
Ternyata tidak sulit untuk bisa melakukan pendekatan pada Kyuhyun. Dia sudah membuka jalan komunikasi buatku. Walau hanya sebatas pertemanan tapi aku yakin aku bisa merebut hatinya tidak lama lagi.
Cho Kyuhyun point of view
Aku tidak pernah menduga. Namja sexy yang tadi malam memberikan pertunjukan spectakuler dan menjadi pusat perhatian para seme, akan menelpon hari ini.
Kenapa aku begitu senang setelah berbicara dengannya? Dia bilang dia sudah berjuang untuk mendapatkan nomer telponku. Itu membuat aku tersanjung. Dia berniat sekali menelponku hanya untuk meminta maaf pada Siwon hyung.
Jika memang karena ingin mendapatkan maaf dari Siwon hyung kenapa dia malah menelponku? Kenapa dia tidak menelpon Siwon hyung langsung dan meminta maaf darinya. Ah aku jadi menduga – duga. Dan aku jadi senyum – senyum sendirian.
Namja itu datang disaat hubunganku dengan Siwon hyung mulai mencapai titik jenuh. Aku tidak suka bagaimana dia membatasi pergaulanku dengan chingudeul. Semua yang aku lakukan harus atas persetujuannya dan diketahuinya.
Semua berawal sejak kami masuk club itu. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan begitu banyak pengagum rahasianya. Di club dia begitu dikagumi dan diperhatikan para yaoi. Tidak ada lagi kenyamanan dalam hubungan ini, karena sebagai pasangan gay-nya, aku turut juga menjadi perhatian banyak orang dan menjadi bahan pembicaraan karena aku bisa menaklukan hati seorang Choi Siwon.
Andai kita tidak pernah datang ke club itu, mungkin semakin lama aku akan semakin mencintai Siwon hyung tanpa ada gangguan dari para pengagum rahasianya. Aku mencintai Siwon hyung apa adanya bukan karena siapa dia dan dari mana dia berasal. Aku tetap akan mencintai dia sebagai pribadinya. Namun sekarang aku merasa perasaan ini semakin hambar karena Siwon hyung bukan lagi seutuhnya milikku.
Aku seperti tidak mengenal Siwon hyung lagi. Siwon hyung yang dulu aku kenal dan aku cintai kini berubah. Dia menjadi semakin possesif tapi dia sendiri sibuk dengan semua kegiatannya sendiri walau terkadang dia mengajak untuk mendampinginya, tetap saja aku merasa Siwon hyung begitu jauh dariku.
Seharusnya ajakan Siwon hyung pindah keluar negeri aku turuti saja saat itu. Dia sudah begitu nekad ingin mengajakku lari dan hidup bersama di Amerika namun aku tolak karena aku ingin menyelesaikan dulu pendidikanku disini. baru akan aku lanjutkan setelah lulus sehingga aku tidak akan mengecewakan orang tuaku.
Belakang aku juga mendapatkan surat kaleng yang isinya berupa ancaman bahwa aku harus meninggalkan Siwon hyung jika aku ingin selamat. Aku tidak berani menyampaikan ancaman itu karena aku takut Siwon hyung akan semakin possesif padaku. Walau sejujurnya aku sedikit takut akan ancaman itu. Ditambah informasi dari penari striptis itu tempo hari.
Aku berharap perkenalanku dengan namja imut bernama Lee Sungmin diclub itu akan membawa perubahan dalam kehidupanku. Aku ingin memiliki teman baru dan bukan teman yang ditunjuk oleh Siwon hyung. Aku akan menjalin komunikasi dengannya walau hanya lewat telpon. Tentu saja itu semua akan aku lakukan dibelakang Siwon hyung.
Cleopatra point of view
Kehadiran Sungmin dalam misiku ini memang banyak membantu. Dia sudah semakin dekat dengan Kyuhyun. Walau masih dalam hubungan pertemanan. Komunikasi yang terjalin diantara mereka terjalin dengan intens. Malah terakhir aku dengar Sungmin diam – diam pernah berkunjung kerumah Kyuhyun tanpa Siwon ketahui.
Seminggu ini pada malam Kamis dan malam Minggu, Siwon absen. Dia tidak terlihat datang ke club, padahal club sedang mengadakan acara spesial. Apalagi setelah Sungmin bergabung menjadi stripper. Club menjadi sangat hapenning. Aku sempat merasa kehilangan kemana targetku itu.
Siang ini Hyukjae oppa memintaku untuk menemuinya di caffe milik Kangta kekasihnya. Oppa bilang dia akan mengenalkan aku pada calon tamuku yang baru pengganti Yunho. Sejak Yunho ditangkap polisi karena kasus kematian Jaejoong, aku hanya melayani 4 tamu tetapku yang exclusive.
Aku sudah sampai dicaffe miliki Kangta oppa. Aku segera masuk kedalam caffe itu dan menghampiri Hyukjae oppa yang sedang duduk mesra bersama Kangta.
"oppa! Miane aku datang terlambat" sapaku
"gwencana, tamuku belum datang. Duduklah!" oppa menyuruhku duduk diseberangnya
"aku rapihkan dulu riasanku oppa" aku pamit menuju toilet.
Dilorong aku berpapasan dengan namja yang ingin mencelakai Kyuhyun. Namja itu sedang berbicara dengan seorang namja yang tinggi, agak kurus dan lumayan tampan.
Aku teruskan langkahku melewati kedua namja itu. dan sepertinya mereka tidak menghiraukan kehadiranku disana. aku lewati mereka yang tengah bercakap. Dan betapa terkejutnya aku karena percakapan itu tentang rencana untuk mencelakai Kyuhyun
"lakukan seperti yang aku perintahkan. Aku ingin kamu menghabisi namja bernama Kyuhyun itu" aku dengar kalimat itu keluar dari namja yang tinggi dan kurus itu.
"secepatnya akan aku lakukan dengan syarat kamu harus membayar semua hutangku" jawab namja yang satunya
Spontan aku hentikan langkahku karena aku sangat syok mendengar percakan mereka yang jauh lebih menyeramkan dari percakapan yang dulu pernah aku rekam. Aku teruskan langkahku menuju toilet.
Selesai dengan keperluanku didalam toilet, aku segera keluar dan kembali kemeja Hyukjae oppa. Aku sudah tidak melihat kedua namja itu dilorong. Kemana mereka sekarang? Itulah pertanyaan yang ada dalam pikiranku.
Kekagetanku bertambah saat melihat namja kurus dan tinggi itu sedang berbincang akrab sekali bersama Hyukjae oppa.
"andwee! Aku tidak ingin namjai tu yang akan menjadi tamuku" teriakku dalam hati. Aku pelankan langkahku dan aku melihat namja itu berlalu meninggalkan Hyukjae oppa.
Aku segera hampiri Hyukjae oppa untuk menanyakan siapa namja itu.
"oppa! Siapa namja yang tadi sedang mengobrol bersama oppa?" tanyaku penasaran
"yang barusan?" oppa balik bertanya
"nee! Siapa dia oppa?" tanyaku semakin antusias
"dia Zhoumi seorang model catwalk. Dulu dia langganan club. Tapi sekarang sudah jarang datang sejak ditolak Choi Siwon" jawaban Hyukjae oppa mengagetkanku
"boo? Ditolak?" aku tampak terkejut
"nee! Dia pernah menyatakan cintanya pada Siwon saat diclub dulu. Tapi Siwon menolaknya karena dia sudah memiliki Cho Kyuhyun" Kangta oppa menjawabkan pertanyaanku
"aku harus pergi oppa!" aku bergegas pergi meninggalkan Hyukjae oppa
"Cleo! Kamu mau kemana?" aku dengar Hyukjae oppa berteriak
"aku akan menelponmu oppa! Miane" jawabku berlari menuju mobilku yang terparkir didepan caffe.
Aku langsung menstarter mobilku berlalu meninggalkan caffe. Aku buka ponselku hendak menelpon Siwon dan memberitahukan tentang rencana jahat itu
"Siwon-ssi anda ada dimana sekarang?" aku bertanya saat dia menerima panggilanku
"aku akan menemuimu disana tolong tunggulah aku" aku tutup telpon dan mengemudikan menuju kampus dimana dia berada sekarang
Aku sudah sampai didepan Inha University. Aku parkirkan mobilku lalu segera menelpon Siwon.
"Siwon-ssi saya sudah berada didepan kampus. Bisa anda menemui saya diluar?" suaraku terdengar seperti kehabisan nafas
Aku menunggu Siwon didepan mobilku. Perhatianku tertuju pada pintu gerbang dan berharap Siwon segera keluar. Namja abnormal itu memang selalu tampil sempurna. Dia selalu tampan dimataku. Siang itu dia memakai kaos ketat berwarna abu dan menggulung bagian lengannya sampe siku. Dipadu jeans warna biru.
"apa yang kamu inginkan dari saya? Sampai kamu harus menyusul saya kekampus untuk kedua kalinya?" tanya Siwon saat dia menghampiriku
"apa anda mengenal Zhoumi? Seorang model catwalk?" tanyaku langsung pada intinya
"tidak akrab tapi aku sempat mengenalnya?" jawab Siwon mencoba mengingat
"aku tahu sekarang dialah yang ingin mencelakain Kyuhyun-ssi" ujarku lancar tanpa beban
"boo! Ottokeh? Kita harus memberitahukan Kyuhyun segera" aku lihat ekspresi Siwon tampak sangat panik
"masuklah! Kita temui Kyuhyun-ssi" aku menawarkan dia untuk memakai mobilku untuk menemui Kyuhyun
Siwon langsung naik kemobilku tanpa berfikir panjang. Dia duduk dijok samping kemudi. Akupun segera masuk kedalam mobilku lalu menutup pintunya.
"kemana kita?" tanyaku menstarter mobilku
"aku yakin Kyu sedang berada dirumahnya. Kita pergi kerumahnya" jawab Siwon tanpa menoreh kearahku
Aku segera lajukan mobilku menuju rumah Kyuhyun untuk kedua kalinya. Kejadian ini seperti dejavu buatku.
Choi Siwon point of view
Kami sudah sampai didepan rumah Kyuhyun kekasihku. Aku segera menelponnya lalu aku dengar Kyu menerima panggilanku
"kamu ada dimana Kyu? Tanyaku
"ah hyung aku sedang berada diluar, aku sedang bersama eomma kebetulan dia cuti dan tidak mengajar" jawab Kyu dari seberang telpon.
Aku masih memperhatikan rumah Kyu dan aku melihat Kyu keluar dari rumahnya membuka gerbang berlari menghampiri seorang namja yang tidak asing buatku. Dia stripper baru dulu pernah menarik perhatianku
"kamu ada dimana Kyu?" aku kembali bertanya memastikan jawaban apa yang akan Kyu berikan
"aku sedang mengantar eomma hyung! Nanti aku telpon balik! Saranghe!" Kyu menutup telponnya dan masuk kedalam mobil bersama namja itu.
Aku tidak sanggup berkata apapun menyaksikan Kyu membohongiku demi pergi bersama namja lain yang hanya seorang stripper. Aku mencoba mengontrol emosiku agar tidak meledak dihadapan Cleo.
"brengsek!" akhirnya kata itu keluar dari mulutku
"Siwon-shi! Ada apa?" tanya Cleo tanpak khawatir
"Kyuhyun mulai membohongiku. Dia berani membohongiku hanya untuk bisa jalan dengan stripper yang pernah menari denganmu" aku ceritakan luka hatiku pada Cleo
"tenanglah dulu Siwon-shi! Mungkin Kyu tidak bermaksud membohongi anda dia pasti punya alasan kuat kenapa melakukannya, mungkin saja hanya berteman. Jika dia jujur mengatakan dia akan pergi dengan namjachingu apa anda akan mengijinkan?" Cleo itu mencoba menenangkan aku
"tidak akan pernah!" jawabku tegas
"nah itu sebabnya kenapa Kyuhyun-shi memilih untuk membohongi anda, karena dia tahu dengan pasti anda akan melarangnya pergi jika dia jujur. katakan pada saya! saat anda menelponnya apa ada kalimat indah yang dia ucapkan pada anda? Semacam saranghe?" CLeo kembali bertanya
"yah! Dia masih mengucapkannya" jawabku menatap Cleo
"apa saat dia mengucapkannya tepat dihadapan namja itu?" Cleo terus mendesakku
"yah!" jawabku pelan
"jika begitu anda harus percaya bahwa Kyuhyun-shi tidak sedang mengkhianati anda, dia hanya ingin merasakan kebebasan dirinya tanpa anda yang setiap hari mengawasinya. Anda harus lebih relax dan santai, saya tahu dengan jelas anda sangat mencintai Kyuhyun-shi tapi bukan berarti anda berhak membatasi gerak dan lingkungannya"
" Jika anda tetap bersikap seperti itu saya yakin Kyuhyun-shi akan pergi meninggalkan anda! Tapi jika anda mau berubah dan memberikan dia sedikit kebebasan, ingat perkataan saya Kyuhyun-shi akan lebih mencintai anda dari sebelumnya" Cleo itu tersenyum penuh damai padaku dan membuat aku menjadi tenang
"gumawao! Kamu telah membuka mata dan hati saya" aku sangat berterima kasih pada Cleo.
"lebih baik sekarang anda kembali menelpon Kyuhyun-ssi untuk berhati – hati dan beritahu dia anda begitu ingin melindunginya dan mengkhawatirkannya" Cleo menasihati
"saya antar anda kembali kekampus" ujar Cleo
"gumawao Cleo-ssi" jawabku pelan.
Aku mencoba menelpon kembali Kyuhyun dan mengatakan apa yang Cleo perintahkan. tapi dia menolaknya dan langsung mematikan ponselnya.
Aku menjadi semakin curiga dengan tingkah lakunya. Sejak kapan dia menjadi akrab dengan stripper itu? kenapa mereka bisa jalan bersama?
"Cleo-ssi! Sebenarnya siapa penari itu? seperti apa dia?" aku mencoba mencari tahu tentang penari itu pada Cleo yang merupakan teman se-profesinya
"saya tidak tahu banyak tentang dia. Dia orang baru diclub dan kami jarang terlibat percakapan yang intim" jawab Cleo terus mengemudikan mobilnya
"apa dia juga seorang gay?" aku terus mencari tahu
"mungkin "bi" jawabnya singkat
"bi?" aku ingin meyakinkan diri
"dia pernah menggoda saya sekali. Dan saat dia menggoda saya tatapan matanya terlihat jelas kalau dia adalah namja yang normal" Cleo menjelaskan
Aku semakin khawatir dengan Kyuhyun kekasihku yang saat ini sedang bersamanya. Jika saja mereka ada dihadapanku saat ini. Aku ingin sekali memukul penari itu.
Lee Sungmin point of view
Aku senang sekali saat mendengar Kyuhyun-shi akhirnya mau jalan berdua denganku. Aku sudah jatuh sejak awal melihatnya. Aku masih tidak percaya saat ini Kyuhyun-shi ada didekatku bersama denganku. Rencana awal aku ingin mengenalkan dia tentang martial art dan unjuk kebolehanku. Berharap dia akan terpesona padaku.
"Kyuhyun-shi apakah rencana kita mengunjungi tempat pelatian martial art berlanjut?" tanyaku ragu
"menurut hyung bagaimana?" dia malah balik bertanya
"menurutku saat ini lebih baik pergi ketempat yang lebih menyenangkan nukan tempat yang membosankan" ajakku penuh harap
"boleh! Rasanya aku ingin pergi kepantai" keinginan Kyu sama persis dengan keinginanku.
Aku masuk gerbang tol untuk menempuh perjalanan menuju pantai. Kurang lebih 2 jam perjalanan yang akan kami tempuh untuk sampai kepantai. Itu artinya akan banyak percakapan yang terjadi didalam mobil ini.
"apa yang paling kamu sukai dalam hidup ini Kyu?" tanyaku membuka percakapan
"banyak hal yang aku sukai salah satunya mendengarkan musik" jawab Kyu "musik? Apa kamu menguasai alat musik Kyu?" tanyaku penasaran
"aku bisa menyanyi dan bermain harmonika" jawab Kyu sedikit bangga
"hyung ingin sekali mendengar kamu menanyi Kyu" pintaku
"jangan hyung" jawab Kyu tersenyum
"wae?" tanyaku
"hyung bisa jatuh cinta padaku begitu mendengarku menyanyi" Kyu mencoba bercanda dengaku
"hyung memang sudah jatuh cinta padamu Kyu sejak pertama kali melihatmu" aku tatap mata Kyu penuh makna
"hyung?" Kyu menatapku mengerutkan dahinya
"saraghae Kyu" aku menatapnya semakin dalam
Kyuhyun menundukan kepalanya tanpa memberikan jawaban apapun. Dia tampak sangat gelisah..
"miane kalau hyung membuatmu tidak nyaman Kyu" aku mencoba membuat Kyuhyun lebih tenang
"gwencana hyung" Kyu menatapku sedikit tersenyum
"hyung sudah tahu dengan pasti aku sudah memiliki kekasih yang sangat mencintaiku, begitu juga aku sangat mencintainya" Kyu kembali berkata
"yah hyung tahu itu! hyung hanya ingin mencoba untuk jujur saja" aku belokan mobilku keluar tol
"sejujurnya, hubunganku dengan Siwon hyung belakangan ini tidak begitu baik. Aku mulai merasakan ketidak nyamanan bersamanya" Kyu mulai bercerita
"apa hyung tahu apa penyebab utama kenapa aku mulai ragu dan tidak nyaman dengan hubungan lamaku?" Kyu menatap jauh kedepan
"mola!" jawabku singkat
"karena aku bertemu denganmu hyung! Tadi pagi saat hyung datang menjemputku aku menerima telpon dari kekasihku, untuk pertama kalinya aku berbohong padanya adalah semata karena kamu hyung. Aku bilang aku sedang bersama eomma padahal aku sedang bersamamu hyung"
"Aku mulai meragukan hubungan antara aku dengannya karena terlali banyak yang membuatku semakin tidak nyaman terutama sikap possesifnya."
"aku ingin menjalani hubungan baru dengan kamu hyung" jawaban Kyu ibarat angin sejuk ditengah gurun yang panas
"jinja? Apakah kamu ingin menjalin hubungan denganku Kyu" aku ingin memastikan
"ya hyung, tapi dengan kondisi hyung harus bersabar sampai aku benar – benar mengakhiri hubunganku dengan dia. Dia adalah orang yang posesif dan berkuasa dia sangat mencintaiku dan rela melakukan apapun untukku. Dia sering menunjukannya dengan banyak cara yaitu melawan orang tuanya dan mengajaku lari keluar negeri"
"Dulu aku begitu menyayangi dan mencintainya, tapi ketenaran dan popularitasnya juga sikap possesipnya membuatku tidak nyaman. Dia anak orang kaya di Seoul appanya seorang kongomerat dan eommanya seorang dokter kandungan ternama. Itu beban yang sangat besar buatku karena gerak – gerikku selalu diawasi"
"Aku ingin lepas dari lingkungan seperti itu dan memulai hidup baru dengan kamu hyung" Kyu menjelaskan panjang lebar
"baiklah Kyu, aku akan bersabar memberikan kamu kesempatan unutk menyelesaikan hubunganmu dengannya hingga benar – benar usai setelah itu kita baru bisa hidup bahagia" aku genggam tangan Kyu dengan senyum bahagia.
Choi Siwon of view
Kyuhyun-ah apa kamu tahu aku sangat mencintai dan menyayangi kamu? Aku rela melakukan apapun untuk kamu walau harus kehilangan hak warisku jika orang tuaku mengusirku karena aku menjalin hubungan dengan kamu aku rela asal kau selalu ada disampingku. Sebesar itulah cintaku untukmu Kyuhyun.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku nantinya jika kamu meninggalkan aku? Apakah aku masih bisa meneruskan hidupku tanpa kamu Kyuhyun-ah. Jangan pernah pergi dariku dan jangan pernah kau tinggalkan aku.
Hatiku berbisik lirih jika aku sedang merasakan rindu yang dalam pada Kyuhyun kekasihku yang sudah lebih setahun ini setia mendampingiku. sore ini aku sungguh tidak dapat menahan rasa rindu ini. Aku akan pergi menemuinya. dan meminta penjelasannya tentang penari striptis itu.
Belum sampai garasi appa sudah menegurku
"Siwon-ah! Kamu mau kemana?" Tanya appa meletakkan korannya dimeja
"keluar sebentar appa!" jawabku menghentikan langkahku
"sore ini kamu pake mobil appa saja dulu! Tadi eomma pake mobil kamu ke klinik soalnya mobil eomma masih diservise ganti oli" ternyata appa tidak berniat melarangku keluar
"nee appa! Saya pergi" aku pamit pada appa.
Mobil Lambhorgini milik appa siapa yang mampu menolaknya? Aku memang pernah ingin sekali meminjam mobil ini sama appa, tapi beruntung belum sampai aku meminjam appa sudah menawarkannya lebih dulu. Aku akan memberikan kejutan buat Kyuhyun dengan mobil ini, dia tidak akan menyangka kalau aku yang datang menemuinya.
Rumah Kyuhyun tampak begitu sepi dari luar, aku lihat ada sebuah mobil berhenti didepan rumah Kyuhyun dan sepertinya aku pernah melihat mobil itu. Tak lama keluar penari brengsek. aku lihat Kyu keluar dari rumahnya menghampiri penari itu yang mencium pipi kanan Kyu. Mereka berdua masuk kedalam mobil dan mulai berlalu. Aku putuskan untuk mengikuti mobil itu dari jauh dan aku yakin Kyu tidak akan curiga karena mobil yang aku pakai untuk mengikutinya adalah mobil appa.
Aku coba untuk menelpon Kyu apakah dia akan berkata jujur padaku ataukah dia akan kembali berbohong?
"halo hyung!" jawab Kyu dari seberang telpon
"Kyuhyun-ah! Kamu sedang apa?" tanyaku pelan
"oh, aku sedang mengerjakan tugas hyung!" jawabnya terdengar gugup
"dimana?" tanyaku lagi
"dikamar hyung" jawabnya pelan
"aku rindu kamu Kyu! Bisakah kita bertemu?" aku berusaha menutupi emosiku
"miane hyung! Aku benar – benar pusing dengan semua tugas ini! Aku ingin segera menyelesaikannya, jadi kita tunda dulu pertemuan kita hyung! Aku janji besok malam kita bertemu di club seperti biasa" Kyu semakin membuatku emosi
"nee. Arraseo kita ketemu besok di club saja Kyu! Kamu harus tepati janji kamu, arra!" aku berkata tegas
"arraseo hyung! Aneyong" Kyu menutup telponnya.
Wajahku memerah dan hatiku terasa panas terbakar api cemburu. Menyaksikan dengan mataku sendiri kebohongan yang Kyu berikan padaku. Aku terus membuntuti mobil itu untuk memastikan akan kemana mobil itu. Ternyata mereka pergi kebukit untuk melihat City of light dari atas bukit karena saat itu langit sudah mulai gelap dan jam Tagheueur ditangan kiriku sudah menunjukan jam 7 malam. Aku memelankan mobilku karena takut mereka curiga diikuti olehku, hingga ada mobil lain yang masuk setelah mereka diikuti aku. Aku lihat ada 4 mobil terparkir ditepi bukit dan pemandangan kota sudah mulai indah dengan lampu – lampunya. Aku parkirkan mobilku tepat disamping mobil yang ditumpangi Kyu.
Aku sungguh penasaran dan ingin segera menarik Kyu keluar dari mobil itu, aku menduga – duga apa yang sedang mereka lakukan disana? Mataku tidak dapat berpaling dari mobil sedan itu. Mereka mematikan lampu depan dan lampu dalam sehingga aku tidak dapat melihat apa yang mereka lakukan disana. Setengah jam berlalu aku semakin penasaran dan aku perhatikan mobil itu bergoyang pelan lalu mataku melongo saat melihat mobil itu bergoyang. Aku spontan keluar dari mobilku untuk mendekati mobil itu. Semakin dekat mobil itu bergoyang semakin cepat seiring dengan detak dadaku yang semakin kencang. Aku sudah dekat dengan mobil itu tapi lututku lemas dan tak sanggup menopang badanku aku ambruk dipinggir mobil itu dan aku bersandar lemas dipintu belakang mobil itu.
Aku dengar suara Kyu mendesah dan berkata
"Sungmin hyung bertahanlah aku akan mencapai klimaks" hatiku semakin panas dan air mataku menetes dikedua pipiku. Aku dengar suara namja itu merintih sedikit mendesah
"you so damn kyu! Its hurt" aku menengok kearah kaca mobil itu namun sangat gelap tiba – tiba aku kembali mendengar suara Kyu
"ohh hyung kamu sungguh hebat! Gumawao aku terpuaskan dan aku harap hyung juga demikian" suara Kyu mendesah
"aku juga puas Kyuhyun-ah sarangheo" suara namja itu terdengar
"nado hyung!" suara Kyu membuatku terasa sangat sakit.
Tersambar petir mungkin seperti ini rasanya. Aku harus mendengar desahan nikmat dari kekasih yang sangat aku cintai dan sayangi tetapi nikmat yang dia dapat bukanlah bersamaku melainkan dengan orang lain.
Kyuhyun-ah kamu sungguh tega melakukan itu padaku. Aku tulus mencintai kamu tapi ternyata kamu tidak tulus, kamu berubah setelah menjadi orang yang menakutkan sejak kenal dengan namja brengsek itu. Kamu menjadi orang asing yang menakutkan penuh tipu muslihat dan sangat jahat. Dibalik wajah tampan, tatapan mata yang teduh dan senyum yang lembut itu ternyata kamu lebih buruk dari iblis.
Cho Kyuhyun point if view
Miane Siwon hyung aku kembali membohongimu untuk kesekian kalinya. Aku tidak sedang belajar atau mengerjakan tugas tapi saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju tempat yang indah bersama kekasih baruku yaitu Lee Sungmin. Aku janji besok aku akan menemuimu dan melepaskan rindumu walau hasrat itu sudah mulai berkurang padamu.
"Kyuhyun-ah!" Sungmin hyung menatapku sambil terus melajukan mobilnya
"nee, ada apa hyung?" tanyaku balik menatapnya
"yang barusan menelponmu pasti dari Siwon-shi kan?" Sungmin hyung bertanya
"nee. Dia yang menelpon jawabku memalingkan muka kesamping
"apa kamu merasa tidak nyaman dengan cinta segitiga ini Kyu?" Sungmin hyung bertanya lagi
"ani, gwencana" jawabku singkat menatapnya
"kalau kamu merasa tidak nyaman dan merasa berat terhadap Siwon-shi, aku rela mundur Kyu" perkataan Sungmin hyung membuatku tersentak
"andwee! Hyung aku sangat menghargai hubungan yang sedang kita jalin ini. Aku justru ingin segera mengakhiri hubunganku dengan Siwon hyung. Aku merasa lebih nyaman dan bahagia bersamamu hyung" aku berkata sejujurnya
"jinja?" Sungmin hyung tampak ragu
"ya hyung aku berkata jujur" jawabku menggegam tangannya dan mengecupnya
"gumawao Kyu" Sungmin hyung tersenyum bahagia.
Tidak terasa kami sudah sampai di bukit, rencana kami untuk menyaksikan City of light tampaknya akan tercapai. Langit begitu cerah dan mulai gelap, bulan menerangi dan bertaburan bintang disekitarnya. Sungmin hyung memarkirkan mobilnya paling pinggir diantara dua mobil yang sudah terparkir lebih dulu. Dan aku lihat ada dua mobil lagi menyusul dan yang satu terparkir disebelah mobil Sungmin hyung.
"indah bukan pemandangan kota jika dilihat dari sini Kyu!" Sungmin hyung tampak mengagumi lampu – lampu kota yang tampak seperti permata jika diliat dari kejauhan
"indah sekali hyung! Aku menyukainya" aku ikut menikmati pemandangan itu
"Kyu! Maukan kau memelukku?" Sungmin hyung meminta sesuatu yang sangat ingin aku lakukan padanya
"tentu saja hyung" aku segera memeluknya dengan erat.
Aku merasakan detak jantung Sungmin hyung berdebar kencang
"hyung! Taukah kamu, moment seperti inilah yang selalu ingin aku nikmati bersamamu" aku sedikit menggombal
"nado Kyu" Sungmin hyung melepaskan pelukannya dan menatap mataku lalu memejamkan matanya.
Aku tidak mau melepaskan kesempatan untuk dapat mencium bibir tipisnya. Aku lumat bibir itu dan aku hisap lidahnya dan memainkan lidahku didalam mulutnya. Sungmin hyung perlahan melepaskan ciumannya
"apa kita akan melakukannya sekarang Kyu?" Sungmin hyung tampak menantang
"jika hyung menginginkannya kita lakukan sekarang?" jawabku spontan
"kita pindah ke jok belakang Kyu" Sungmin hyung melepaskan sabuk pengamannya dan mulai pindah kebelakang meninggalkan aku.
Aku ikuti dia pindah kejok belakang. Dan mulai melumat kembali bibirnya. Tangan Sungmin hyung mencoba membuka kancing celanaku dan menurunkan reseltingku. Setelah berhasil dia mulai memasukan tangan lembutnya kedalam underwearku dan memainkan memberku
"hyung! Kamu percaya padaku kan?" aku tatap Sungmin hyung penuh cinta
"tentu saja Kyu" jawabnya manja
"aku akan memberikan kenikmatan untukmu maka pasrahlah dan hanya nikmati apa yang akan aku lakukan buat kamu hyung" aku mulai membuka celana jeans yang dia pakai, menurunkan underwearnya sehingga membernya terlihat jelas.
Aku genggam batang yang mulai mengeras itu lalu aku turun dari jok, berlutut dipijakan kaki jok belakang lalu kepalaku aku turunkan tepat kearah membernya lalu mulai menjilati kepala batang itu. Aku kocok perlahan maju mundur sama seperti yang Siwon hyung lalukan padaku dulu.
Aku hisap kepala itu dan membuat Sungmin hyung mendesah nikmat
"ahh Kyu! Ahh" itulah desahan yang keluar dari bibirnya.
Aku kocok terus batang itu sambil aku jilat bagian kepalanya hingga hampir orgasme
"oh Kyu itu sungguh menyenangkan ahh" Sungmin hyung kembali mendesah.
Aku terus mengocoknya lalu keluarlah cairan putih dari kepala batang itu membasahi jok juga bajuku
"miane Kyu! Aku mengotori bajumu" Sungmin hyung mengambil kertas tisue yang ada disitu berusaha membersihkan cairan sperma yang membasahi bajuku
"gwencana hyung!" aku genggam tangan Sungmin hyung lalu kembali menciumi bibir tipisnya
"hyung sekarang giliranku" aku lepas perlahan bibirku yang menempel dibibirnya
"ya Kyu!" Sungmin hyung merubah posisinya seperti posisiku tadi dan menyuruhku untuk duduk diatas jok dia lalu menurunkan celanaku juga underwearku.
Dia mulai mengoral memberku membuatnya menjadi lebih tegang dan membesar
"yah hyung seperti itu" aku remas lembut rambut Sungmin hyung.
Dia lebih mahir saat melakukannya dibanding aku.
"hentikan hyung" aku memintanya untuk menghentikan oralnya
"wae?" Sungmin hyung terkejut
"kemarilah" aku angkat Sungmin hyung yang berlutut dan memintanya untuk menungging diatas jok
"ahh ternyata kamu ingin seperti ini Kyu" Sungmin hyung menyamankan posisi nunggingnya biar lebih santai dan nyaman.
Aku basahi jari tangan kiriku dengan salivaku untuk membasahi anusnya, aku coba masukan satu jariku seperti yang Siwon hyung selalu lakukan padaku, dua jari masuk dan Sungmin hyung hanya bereaksi sedikit terkejut, tiga jari masuk aku rasa otot sekitar anusnya sudah mulai relax lalu aku masukan memberku dan reaksi Sungmin hyung terkejut
"ah damn!" itu yang aku dengar dari mulutnya.
Aku mulai medorong keluar masuk memberku dilubang itu dan aku merasakan sensasi luar biasa, semakin cepat semakin nikmat
"ouw fuck! terus Kyu" Sungmin hyung merintih pelan
"Sungmin hyung bertahanlah aku akan mencapai klimaks" aku semakin mempercepat gerakanku maju mundur dilubang itu
"you so damn Kyu! deeper kyu" Sungmin hyung merintih. Aku merasakan nikmat luar biasa dan aku akan mencapai orgasme
"ohh hyung kamu sungguh hebat! Gumawao aku terpuaskan dan aku harap hyung juga demikian" kalimat yang aku ucapkan saat klimaks itu datang
"aku juga puas Kyuhyun-ah sarangheo" Sungmin hyung duduk lemas disebelahku yang sedang membersikan sisa spermaku disekitar selangkanganku
"nado hyung!" aku kecup kening Sungmin hyung dan menghela nafas panjang.
entah kenapa saat bercinta dengan Sungmin hyung, bayangan wajah Siwon hyung semakin sering terlintas dalam benakku. apakah karena saat bercinta dengan Sungmin hyung posisiku sama sepertinya? ternyata berada diposisimu itu jauh lebih menyenangkan hyung.
Kami pulang setelah membersihkan sisa – sisa cairan itu yang mengotori jok belakang mobil Sungmin hyung dan kembali memakai celana kami. Hanya tinggal satu mobil yang masih bertahan disana dan membuatku penasaran apa yang sedang dilakukan orang itu didalam mobil Lambhorgini itu.
T B C
