penambahan karakter

Kim Soo Hyun

namja metro sexual gay, yang berhasil menikmati malam indahnya dengan Sungmin. dia berprofesi sebagai seorang chef profesional

Sim Changmin point of view

Pernikahan itu tidak lama lagi akan berlangsung waktu berlalu terasa begitu cepat. Fanny sudah meninggalkaku dia memutuskanku secara sepihak dan tidak mau mendengarkan alasanku menikah dengan Yuri noona.

Hidupku terasa semakin tidak menggairahkan. Aku harus menikah dengan seorang lesbian dan aku sama sekali tidak menyukainya hanya untuk membahagiakan eommaku.

Malam berlalu begitu cepat aku menatap keluar jendela tak terasa langit sudah mulai terang. Aku terjaga semalaman dan sama sekali tidak memejamkan mataku walau sesaat. Aku dengar ponselku bunyi menerima panggilan. Siapa yang menelponku sepagi ini? Aku penasaran dan melihat layar ponselku ternyata dari Siwon hyung. Ada apa dia sepagi ini menelponku. Aku segera menjawab panggilan itu.

Siwon hyung memintaku datang kebukit untuk menjemputnya karena dia tidak sanggup menyetir mobil untuk pulang kerumah. Anehnya dia sama sekali tidak menjelaskan apa yang terjadi padanya sampai dia tidak sanggup menyetir dan apa yang dia lakukan semalaman berada dibukit? Apa dia tidak merasa kedinginan? Demi persahabatan yang sudah terjalin aku putuskan untuk menjemput Siwon hyung.

Aku harus mencari taxy karena saat turun dari bukit nanti aku akan menyetir mobil Siwon hyung. Pagi – pagi begini taxy memang sulit didapat. Aku harus jalan lebih jauh lagi untuk menemukan taxy, dan beruntung aku mendapatkannya. Aku suruh supir itu mengantarku kebukit yang Siwon hyung maksud.

Dalam perjalanan menuju bukit, kabut tebal menutupi jarak pandang kami. Supir taxy tidak berani naik karena kabut itu begitu tebal dan akan membahayakan nyawa kami berdua.

Akhirnya dengan terpaksa aku harus berjalan kaki untuk mencapai puncak bukit itu. Ada beberapa petani lewat berpasan denganku, membuatku tenang ternyata aku tidak sendiri dibukit ini. Aku putuskan menelpon Siwon hyung

"Changmin-ah" suara Siwon hyung terdengar parau

"kamu dimana hyung?" tanyaku

"aku tepat berada dipuncak. Palli! Aku kedinginan" suara Siwon hyung terdengar menggigil

"nee! Aku sebentar lagi sampai.

Aku lihat kabut mulai menipis seiring terbitnya matahari pagi. Aku sudah sampai dipuncak dan aku lihat sebuah mobil Lambhorgini terparkir disitu.

Apakah Siwon hyung mengganti mobilnya? Aku hampiri mobil itu dan ternyata memang benar Siwon hyung ada didalamnya dibelakang stir mobil dan menggigil kedinginan

"Siwon hyung! Gwencana?" aku bertanya panik karena wajah Siwon hyung begitu pucat dengan bibir membiru kedinginan

"Changmin-ah kamu datang!" Siwon hyung membuka pintu mobilnya

"apa yang terjadi hyung? Kenapa kamu seperti ini" aku memapahnya keluar dari mobil dan memakaikan jacketku untuk menghangatkannya

"bawa aku pergi dari bukit ini Minnie-ah" suara Siwon hyung semakin lemah

"baiklah" aku memapah Siwon hyung masuk kembali kedalam mobil untuk duduk disamping jok supir.

Dan aku segera masuk setelah memastikan Siwon hyung duduk dengan nyaman.

"wae? Apa yang terjadi hyung?" aku terus bertanya karena penasaran

"Kyuhyun mengkhianati aku. Dia punya kekasih baru dan semalam aku melihat mereka berdua kencan dibukit ini" Siwon hyung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

"apa? Kyuhyun selingkuh?" aku tidak yakin

"nee. Dia sudah berani mengkhianati aku demi namja bernama Sungmin" Siwon hyung meneteskan air matanya

"hyung!" aku tepuk pundaknya pelan berusaha untuk menguatkan hatinya

"aku sudah memiliki rencana indah yang akan aku rajut dengannya. Aku akan pindah ke Eropa dan menetap disana hidup bahagia bersama dia" Siwon hyung menarik nafas panjang

"dimana Kyu kenal namja itu? Apakah namja itu teman satu sekolah?" aku bertanya tanpa mengharapkan jawaban dari Siwon hyung

"namja itu seorang stripper di club yang biasa kami kunjungi" Siwon hyung semakin tidak bersemangat.

"apa hyung ingin pulang sekarang?" tanyaku berhati – hati saat menuruni bukit itu

"ani! Aku ingin menemui seseorang" SIwon hyung membuka ponselnya seperti hendak menelpon seseorang

"Cleo-shi! Kamu dimana?" aku dengar Siwon hyung membuka percakapan

"aku harus menemuimu sekarang. bisa?" Siwon hyung memelas

"gumawao Cleo-shi! Kirim melalui pesan alamat tempat tinggalmu" Siwon hyung menutup telponnya

"siapa dia hyung? Apa dia seorang yeoja?" tanyaku penasaran

"nee, dia yeoja yang sangat unik dan aku membutuhkannya saat ini" jawab Siwon hyung dengan senyum tersungging diwajahnya

"yeoja itu pasti sangat istimewa sehingga hyung ingin menemuinya disaat hyung sedang terluka" aku penasaran dan membayangkan seperti apa wajah yeoja itu

"antarkan aku kealamat ini" Siwon hyung menunjukan sebuah alamat melalui ponselnya yang baru saja mendapatkan pesan singkat

"berangkat!" jawabku melajukan mobilnya.

Alamat itu ternyata tidak begitu jauh dari klinik dokter Leeteuk. Sebuah motel mewah terdiri dari 5 lantai yang mana penghuninya kebanyakan adalah keluarga kecil.

"kita sudah sampai hyung!" aku melihat kembali alamat dalam ponsel itu

"gumawao! Kamu bawa saja mobilku dan jemput aku nanti" Siwon hyung bergegas keluar namun hampir terjatuh

"hyung! Gwencana?" aku menyusulnya keluar dan memapahnya

"biar aku antar hyung keatas" aku papah Siwon hyung yang lemas dan mulai menyusuri tangga.

Kamar 306 sudah didepan mata, aku tekan bel dipintu lalu terdengar suara merdu seorang yeoja dari dalam

"siapa?" Tanya yeoja itu "uri, Siwon-shi" jawabku sedikit keras.

Tak lama pintu dibuka lalu keluarlah seorang yeoja yang sangat cantik rambut panjang terurai, mata coklat bening, hidung mancung, bibir tipis dan dia begitu wangi.

Dia memakai celana pajama juga t-shirt ketat berwarna putih polos menonjolkan ukuran dadanya yang hmmm membuat namja normal sepertiku terangsang.

"Siwon-shi! Anda kenapa? Sepertinya anda tidak sehat!" yeoja cantik itu hanya mempedulikan Siwon hyung dan tidak menghiraukan kehadiranku

"Siwon hyung memang kurang sehat nona" aku terus menatap wajahnya

"ah! Miane saya mengabaikan anda! Saya Cleo" yeoja itu mengulurkan tangannya

"Shim Changmin" aku sambut tangan yeoja itu dan menggenggamnya.

"Cleo-shi boleh aku masuk?" Siwon hyung menginterupsi percakapan kami

"tentu saja Siwon-shi" Cleo membantuku memapah Siwon hyung masuk kedalam.

Kami membaringkan Siwon hyung diatas soffa panjang depan ruang tv

"gumawao" Siwon hyung berterima kasih pada aku dan Cleo

"saya buatkan minum untuk kalian" Cleo berlalu kedapur kecil yang bisa terlihat dari ruangan dimana kami duduk

"hyung! Dimana kamu mengenal yeoja cantik itu?" tanyaku pelan takut Cleo mendengarnya

"dia penari di club Boys Over Flower. Aku mengenalnya disana" jawab Siwon hyung sama pelannya

"apa dia yeoja yang normal?" tanyaku semakin penasaran karena aku tahu club itu adalah club tempat berkumpul para gay dan lesbian

"entahlah! Sepupumu Yuri juga mengenalnya dan aku rasa dia juga menyukainya" jawab Siwon hyung membuatku kecewa

"Yuri menyukainya?" tanyaku memastikan

"mungkin!" jawab Siwon hyung datar.

"silahkan! Miane hanya ada hot chocolate" Cleo menyuguhkan dua cangkir besar coklat panas

"gumawao Cleo-shi" jawabku menatapnya

"changmin-ah! Kamu boleh pergi. Aku perlu bicara berdua dengan Cleo kamu tidak keberatan kan?" Siwon hyung benar – benar memuakan

"nee, arraseo hyung. Bagaimana dengan mobilmu?" tanyaku

"terserah kamu. Kamu bawa atau tinggalkan saja" jawabnya memejamkan mata dan air mata menetes dipipinya

"aku tinggalkan saja hyung. Biar aku pulang pakai taxy saja karena rumahku dekat dari sini" aku simpan kunci mobil milik Siwon hyung diatas meja kaca

"Cleo-shi! Saya pulang, tolong jaga hyung saya" aku pamit pada Cleo

"nee, anda tidak perlu khawatir" Cleo-shi mengantarku sampai pintu.

Bayangan wajah cantik yeoja itu aku bawa hingga kerumah. Aku baru ingat Cleo adalah yeoja yang aku lihat di caffe waktu itu, seorang yeoja anggun yang bermain piano menghibur para pengunjung caffe.

"Changmin-ah! Kamu dari mana?" suara Yuri mengagetkanku

"hmm, menemui Siwon hyung" jawabku singkat dan hendak meninggalkannya tapi aku hentikan langkahku saat aku teringat Cleo

"noona! Apa kamu mengenal seorang yeoja bernama Cleo?" tanyaku antusias

"yah! Wae?" jawab Yuri menatapku heran

"aku baru saja mengenalnya hari ini, Siwon hyung yang mengenalkan kami" aku berjalan mendekati Yuri

"yah aku lihat Siwon oppa memang dekat dengan penari itu. Wae?" Yuri kembali bertanya

"dia yeoja yang sangat cantik dan aku menyukainya" aku berkata jujur

"boo? Kamu menyukainya? Fanny?" Yuri menepuk bahuku kencang

"kami sudah putus, dia meninggalkan aku karena aku akan segera menikahimu" aku hempaskan tubuhku di sofa empuk

"miane Changmin-ah. Lalu apa yang kamu inginkan dari Cleo?" Yuri duduk disampingku

"noona, aku pernah memintamu satu hal sebagai syarat aku mau menikahimu. Apa noona masih ingat?" aku tatap Yuri

"nee, wae?" Yuri menatapku cemberut

"aku menginginkan Cleo dan noona harus mengabulkannya" aku tatap Yuri dengan wajah serius

"boo? Kamu tahu dia seorang penari striptis? Dan aku dengar dia adalah seorang pelacur juga" Yuri benar – benar membuatku syok

"jingja? Dia seorang pelacur?" tanyaku memastikan apa yang baru aku dengar

"nee. Itu kabar yang aku dengar tentang dia" jawab Yuri datar

"gwencana! Itu lebih bagus, aku ingin saat bulan madu nanti, bercinta dengan Cleo. Noona pasti akan mengajak Jessi bukan? Jadi noona juga harus bisa membawakan Cleo untuk menemaniku dan memuaskanku saat bulan madu nanti" aku memberikan syaratku pada Yuri

"kamu sudah gila dongsaeng-ah! Tapi akan aku kabulkan persyaratanmu itu" Yuri berdiri dan berlalu meninggalkanku.

Cleopatra point of view

Aku tatap wajah tampan namja yang sedang tertidur pulas dihadapanku ini. Seorang Choi Siwon berada dikamarku dan berbaring diatas sofaku. Entah apa yang sudah menimpanya sehinga dia tampak begitu menderita.

Aku melihat air mata terus menetes dikedua pipinya dan aku dengar nafasnya begitu berat, ingin rasanya aku memeluknya dan menghilangkan dukanya. Saat aku hendak mengusap air matanya, tiba- tiba dia terbangun.

"Cleo-shi! Apa aku tertidur lama?" dia bertanya menatapku

"2 jam anda tertidur Siwon-shi" jawabku duduk disofa sebelah.

Siwon-shi duduk dan menyandarkan kepalannya

"Kyuhyun berselingkuh dan semalam aku menyaksikan dia kencan dengan penari striptis itu" Siwon-shi mulai bercerita

"jingja? Kyuhyun-shi mengkhianati anda?" aku berpura-pura terkejut padahal aku memang sudah tahu tentang perselingkuhan yang dilakukan Kyuhyun karena aku yang sudah mengaturnya

"semalam mereka bercinta didalam mobil dibukit itu, aku mendengar desahan mereka berdua dan begitu menyakitkan" Siwon-shi menutup wajahnya

"miane Siwon-shi anda harus mengalaminya" aku usap bahunya

"apa yang harus aku lakukan Cleo-ah? Aku sangat mencintainya dan masih belum bisa melupakannya" Siwon-shi kembali meneteskan air matanya

"tapi jika Kyuhyun-shi sudah tidak mencintai anda apakah anda akan tetap memaksakan diri untuk terus mencintainya? Itu sangat merugikan anda Siwon-shi, cobalah untuk bisa melupakannya, untuk memudahkannya ingatlah semua hal yang buruk dan menyakitkan tentang dia. Hingga anda benar – benar sakit dan membencinya"

"ingatlah bagaimana dia membohongi anda, mengkhianati anda, bermesraan dengan namja lain, dan banyak yang bisa anda ingat hal buruk lainnya tentang dia, maka pelan – pelan anda akan sadar betapa ruginya anda telah menyayangi dan pernah mencintainya begitu tulus. Biarlah hal baik dan manis tentangnya menjadi kenangan indah dalam hidup anda, bahwa anda pernah merasakan bahagia tapi cukup sampai disitu saja"

"Pernahkan anda berfikir untuk hidup normal seperti namja lainnya? Mencintai dan menyukai yeoja? Anda pasti telah mengecewakan orang tua anda karena anda seorang gay! Cobalah untuk dapat melihat sisi feminism dan keindahan dari seorang yeoja, bayangkan bahwa anda akan menemukan surga dan kenikmatan yang tiada tara dari seorang yeoja" aku tatap Siwon-shi dengan tatapan sangat dalam

"aku tidak tahu apakah aku sanggup? Bisakah kamu mengajariku?" Siwon-shi menatapku memelas

"apa yang anda rasakan saat bertemu dengan seorang yeoja yang sangat cantik?" tanyaku mendekatinya

"biasa saja, aku hanya bisa mengakui kalau yeoja itu memang cantik. Seperti saat melihat kamu, aku sadar kamu yeoja yang sangat cantik dan sexy tapi begitu saja tidak ada perasaan apapun" jawabnya jujur

"lalu saat anda melihat para penari striptis itu dan mereka menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga benar – benar telanjang apa anda sama sekali tidak ada perasaan apapun?" aku terus bertanya

"tidak ada" jawabnya singkat

"cobalah untuk menciumku!" aku menantangnya

"boo? Mencium kamu" Siwon-shi terperanjat

"bukankah tadi anda bilang anda meminta saya untuk mengajari anda!" aku tatap dia dengan tatapan menggoda

"nee, tapi tidak secepat itu" Siwon-shi kembali duduk

"anda tidak akan pernah siap kalau anda tidak pernah memulai" aku berdiri dan menarik tangannya untuk ikut berdiri

"kamu mau apa?" Siwon-shi bertanya

"ikutlah aku!" aku tuntun dia masuk kekamar pribadiku yang nyaman dan sangat wangi

"kamu mau apa" tanyanya menghentikan langkah

"aku akan menunjukan sesuatu yang lebih indah dari seorang Cho Kyuhyun" aku berbisik lembut ditelinganya dan menggigit lembut daun telinganya membuatnya bergidig

"Cleo-shi aku tidak bisa" Siwon-shi melepaskan genggaman tanganku dan berlalu kembali kesofa.

Aku tidak kehabisan akal aku kejar dia lalu aku peluk dia dari belakang

"diamlah sebentar izinkan aku memelukmu!" aku peluk tubuh kekarnya dengan sangat erat dan membiarkan dadaku menempel dipunggungnya, tanganku mulai meraba dadanya yang bidang

"Cleo-shi! Apa yang sedang kamu lakukan?" Siwon bertanya berusaha melepaskan tanganku yang sedang memeluknya

"chua e Siwon-shi" jawabku spontan tanpa berifikir panjang

"boo?" Siwon-shi membalikan badannya menatapku dengan penuh heran

"chua e" aku mengulangi kalimatku

"babbo! Kamu tau dengan pasti aku seorang gay yang sama sekali tidak memiliki hasrat pada seorang yeoja" Siwon-shi berlalu meninggalkan aku

"tapi aku bisa merubahmu! Aku bisa menyembuhkanmu" teriakku

"menyembuhkanku? Kamu pikir ini adalah sebuah penyakit?" Siwon-shi kembali menghampiriku

"yah benar gay adalah sebuah penyakit yang harus disembukan, bukankan Tuhan menciptakan yeoja untuk berpasangan dengan namja agar mereka bisa memiliki keturunan? Anda mencintai sesama namja dan apakah anda akan memiliki keturunan? Apa yang anda dapat dari menjalin hubungan dengan sesama namja? Gunjingan, penolakan, dan tatapan aneh dari masyarakat luas, itu yang anda dapat. Apa anda nyaman dengan kehidupan seperti itu?" aku tiba – tiba sok menasehati Siwon-shi

"apa urusanmu dan apa pedulimu aku hidup nyaman atau tidak, tidak ada hubungannya dengan kamu. Dan kalaupun aku sembuh dari ketidak normalan ini, aku tidak akan memilihmu. Aku akan memilih yeoja yang berasal dari keluarga terhormat dan yeoja baik – baik agar orang tuaku bahagia" Siwon-shi menatapku sinis

"lalu apa tujuan anda datang ketempatku sekarang ini? anda datang disaat anda terluka" aku berusaha menutupi rasa sakit hatiku karena hinaan yang telah Siwon-shi ucapkan

"tadinya aku pikir kamu adalah chingu yang menyenangkan yang bisa memberikan ketenangan bagiku yang sedang galau. Tapi ternyata kamu tidak jauh beda dengan orang yang sok mengerti dan sok tahu apa yang aku butuhkan. Dan aku tidak menyukai itu" Siwon-shi mengambil dengan kasar kunci mobilnya dan bergegas menuju pintu keluar

"anda harus ingat Siwon-shi! Andalah yang mencari saya dan menemui saya! Dan sekarang anda sendiri yang menghindari saya. Kelak anda jangan menyesal jika anda benar – benar sedang membutuhkan saya namun sulit bagi anda untuk dapat menemukan saya" aku berteriak hingga ucapanku benar – benar terdengar oleh Siwon-shi hingga dia keluar dari tempatku

"tidak akan pernah!" Siwon-shi menutup pintu.

Entahlah kenapa aku bertindak bodoh dan sangat ceroboh aku terlalu jujur dan terbawa perasaan. Aku semakin sadar kalau aku memang benar – benar menyukai sosok dari seorang namja bernama Choi Siwon.

Untuk pertama kalinya aku merasakan sakit hati diperlakukan kasar walau hanya dengan kata – kata dari seorang namja. Air mataku menetes dan betapa besarnya keinginanku untuk menghentikan langkahnya saat hendak meninggalkanku

"kembalilah Choi Siwon! Lihatlah aku! Betapa aku sangat menyukaimu" itulah jeritan hatiku saat ini.

Cho Kyuhyun point of view

Sejujurnya aku takut dan untuk bertemu dengan Siwon hyung malam ini di club karena perasaan bersalahku padanya. Tapi aku sudah berjanji akan menemuinya dan aku harap aku memiliki keberanian untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Aku sangat bahagia bersama Sungmin hyung dan ingin selalu bersamanya.

Aku sudah menelpon Siwon-hyung untuk menjemputku dirumah sekitar jam 8 malam. Itu berarti aku masih ada kesempatan untuk berjumpa dengan Sungmin hyung untuk beberapa saat, entah kenapa aku selalu merindukannya padahal semalam kami telah melewatkan moment indah berdua dibukit itu.

Siwon hyung sudah menungguku diluar dan aku segera menemuinya

"hyung! Lama kita tidak bertemu" sapaku saat masuk kedalam mobilnya

"yah aku rasa kamu tidak pernah merindukanku" Siwon hyung begitu dingin menjawab sapaanku

"wae? Ada apa denganmu hyung?" aku heran melihat responya saat bertemu kembali denganku

"ani. Kita pergi" Siwon hyung menancap gas dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.

"aku masih penasaran sebenarnya ada apa denganmu hyung?" aku merasa ada yang tidak beres dengan Siwon hyung

"tidak ada! Aku hanya sedang kecewa karena ada seseorang telah mengkhianati kepercayaanku" Siwon hyung berkata tanpa menatapku

"siapa? Maksudmu siapa hyung?" aku merasa dicurigai

"sudahlah lupakan" Siwon hyung menggenggam tanganku.

Selama perjalanan menuju club tidak banyak yang kami bicarakan. Hening dan sunyi begitu dingin sedingin sikap Siwon hyung padaku.

Sampai kami tiba didepan club dia sama sekali tidak membukakan pintu untukku aku terpaksa keluar sendiri mengikuti langkahnya yang sudah menuju pintu masuk club itu.

Ada banyak couple yang menyapanya dan hanya dibalas dengan dingin oleh Siwon hyung. Aku semakin yakin dia sedang mempunyai masalah yang amat besar hingga dia bersikap seperti itu

"hyung! Tunggu aku" aku teriak karena dia sudah lebih dulu masuk dan mulai menghilang dari keramaian. Malam itu club begitu ramai sepertinya sedang ada even dan malam itu memang malam khusus untuk para gay dan tidak ada lesbian disana.

"hyung!" aku kembali berteriak memanggilnya

"kemarilah" tiba – tiba Siwon hyung menarik tanganku dengan kasar.

Dia terus melangkah cepat sambil menuntunku untuk mengikuti langkahnya. Aku tidak tahu kemana dia akan membawaku.

"hyung! Kita mau kemana?" tanyaku menatap sekeliling

Ternyata Siwon hyung membawaku masuk kedalam toilet club yang tidak pernah aku masuki. Dia memaksaku masuk kedalam toilet yang sempit itu.

"hyung apa yang kamu lakukan?" tanyaku panik saat dia membuka celananya tergesa – gesa

"bukalah! Pally" Siwon hyung membentakku untuk pertama kalinya

"hyung! Wae?" aku menjadi takut karena tatapannya begitu menyeramkan

Dia membuka paksa celanaku dan langsung membalikanku untuk membungkuk dan menempelkan dadaku diatas wastafel.

"hyung! Aku mohon jangan lakukan ini!" aku memohon padanya.

Tapi permohonanku sia – sia. Siwon hyung tidak memperdulikannya. Dia memaksaku untuk melayani nafsu syahwatnya tanpa melakukan foreplay terlebih dahulu.

Aku sungguh merasa kesakitan saat Siwon hyung memaksa memasukan membernya yang sudah ereksi. Aku dengar teriakannya

"ah ah ah" dengan penuh emosi. Sebenarnya apa yang dia fikirkan menyiksaku seperti ini

"hyung aku kesakitan!" keluhku menahan sakit

Siwon hyung sama sekali tidak mendengarnya dia malah semakin mempercepat gerakannya di belakangku. Semakin dalam aku semakin kesakitan hingga dia benar – benar mencapai orgasme.

Banyak hal yang aneh dengan sikapnya malam ini. Biasanya setelah mencapai orgasme, hyung selalu mencium atau mengigit lembut daun telingaku. Tapi kali ini tidak sama sekali. Dia malah mengucapkan kalimat yang membuatku tercengang

"aku tidak pernah mengkhianatimu Kyu! Aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai" Siwon hyung langsung memakai kembali celananya dan berlalu meninggalkan aku yang masih merasa kesakitan.

Aku mencoba mencerna dengan apa yang sudah dikatakan siwon Hyung. Aku pakai kembali celaku setelah membersihkan sperma Siwon hyung yang memcasahi anus juga selangkanganku.

Aku keluar dari toilet dan tiba – tiba Siwon hyung kembali menarik tanganku untuk duduk ditempat biasa.

Kami duduk ditempat biasa VVIP yang tidak boleh ditempati oleh sembarangan orang

"sebenarnya apa yang terjadi hyung? Apa yang kamu lakukan tadi?" tanyaku lirih

"diamlah dan nikmati malam indah ini" jawab Siwon hyung singkat

"malam ini kenapa club tampak begitu ramai? Apa ada acara?" aku bertanya pada Siwon hyung mencoba mengalihkan pembicaraan dan melupakan kejadian tadi

"entahlah! Sepertinya memang sedang ada acara" jawab Siwon hyung masih ketus

"malam semua! Saya Ryeowook host kalian malam ini. Saya akan mengumumkan kalau malam ini akan diadakan acara spectakuler dan penuh tantangan. Kami menantang anda para seme untuk bertanding kekuatan yaitu adu panco dimana disaat kalian sedang bertanding akan ada godaan dari uri uke tercinta yang sangat sexy Lee Sungmin" pengumuman yang disampaikan Ryeowook berhasil membuatku mati berdiri.

"Sungmin bertugas untuk mengganggu konsentrasi anda dengan pesona dan kesexy-annya. Dimana akan ada hukuman buat kalian jika kalah kalian harus bisa menari striptis bersama uri sexy dancer. Dan untuk yang menang kalian akan mendapatkan malam special bersama Lee Sungmin. Sambutlah Lee Sungmin!" kali ini Ryeowook telah membunuhku.

Kekasih gelapku akan menjadi hadiah untuk siapapun yang memenangkan panco itu. aku tidak kuasa mengontrol emosiku. Aku menjadi tidak fokus dan ingin sekali membawa Sungmin hyung lari dan keluar dari club itu.

Kenapa Sungmin hyung tidak cerita padaku kalau malam ini club akan memanfaatkannya? Apakah dia bersedia melakukannya?.

Aku mendengar riuhnya teriakan kagum pada Sungmin hyung yang malam itu topless hanya memakai celana jeans robek. Aku bisa melihat kulitnya yang mulus itu

"bagi siapa saja yang berminat untuk mengikuti kompetisi ini silahkan maju dan persiapkan diri kalian duduk dimeja panco yang sudah kami siapkan" Ryeowook itu menunjukan beberapa meja untuk bertanding.

Aku lihat Siwon hyung bergegas berdiri sepertinya dia berminat sekali mengikuti kompetisi itu

"hyung! Apa yang kamu lakukan?" aku berdiri mengikuti Siwon hyung yang tampak begitu bersemangat

"wae? Kamu tidak ingin aku ikut adu panco itu?" SIwon hyung menatapku sinis

"yah! Karena aku merasa ini bukanlah gayamu hyung" jawabku berharap dia merubah niatnya

"kenapa tidak? Kamu lihat stripper itu? dia sangatlah menarik dan sexy bukan! Aku menyukainya dan aku rasa dia tampak lebih manis dari kamu Kyu" ucapan Siwon hyung sungguh menyakiti perasaanku

Untuk pertama kalinya aku merasa cemburu terhadap kedua namja yang istimewa dihatiku.

Siwon hyung sudah duduk dimeja adu panco itu, dan berhasil mengalahkan beberapa seme lainnya. Dibabak akhir dia akan melawan namja bernama Kim Soo Hyun. Soo Hyun adalah seme peringkat ke 2 dan paling digemari setelah Siwon hyung.

Adu panco antara kedua seme gagah itu semakin seru dan teriakan pendukung semakin riuh. Aku terus memandangi Siwon hyung yang sedari tadi memandangi Sungmin hyung dengan tatapan sinis. Sungmin hyungmendekati Siwon hyung lalu membisikan sesuatu.

Entah kenapa aku merasa sangat panas melihat Siwon hyung dekat dengan Sungmin hyung. Aku merasa tidak rela Siwon hyung dekat dengan namja lain selain aku. Apakah aku cemburu?

Apakah aku memang belum sepenuhnya siap kehilangan hati dan cintanya? Padahal aku sudah memiliki Sungmin hyung tapi aku tetap saja tidak rela melepaskan Siwon hyung.

Dan Siwon hyung berhasil memenangkan adu panco itu, Soo Hyun kalah dan dia harus menari striptis bersama sexy dancer yang masih belum disebutkan siapa namanya.

Siwon hyung tampak begitu puas dan bahagia telah memenangkan adu panco itu. Ryeowook sang host segera mengumumkan pemenangnya dan meminta Siwon hyung naik keatas stage juga meminta Sungmin hyung ikut naik juga.

Mereka berdua dipasangkan dan Ryeowook menyuruh mereka berdua untuk saling berciuman dihadapan kami semua. Aku melihat ekpresi wajah dari keduanya sangat tidak bisa ditebak.

"sebelum Siwon-shi mencium dan menikmati hadiahnya, saya ingin mendengar apa komentar dari kekasih Siwon-shi? Kepada Cho Kyuhyun silahkan naik keatas stage dan berikan komentar anda" Ryeowook memanggil namaku untuk naik keatas stage dan berdiri disamping pasangan baru itu.

Aku merasa lebih baik aku mati saat ini juga. Daripada harus mengutarakan isi hatiku mengomentari pasangan yang akan berciuman didepanku. Dan pasangan itu merupakan kekasihku.

Dalam langkahku menuju stage aku terus memandangi Siwon hyung yang sama sekali tidak melihatku. Pandangannya selalu tertuju pada Sungmin hyung sepertinya Siwon hyung memang sudah melupakan aku.

Tapi aku tetap melanjutkan langkahku dan berfikir inilah saatnya mengakhiri hubungan kami. Aku naik keatas stage dan berdiri disamping Siwon hyung yang sedang menggandeng mesra Sungmin hyung.

"Kyuhyun-shi bagaimana perasaan anda kekasih anda telah memenangkan kompetisi ini dan malam ini kekasih anda akan melewatkan malam istimewa bersama hadiahnya Lee Sungmin"

Ryeowook itu menodongku dengan pertanyataan yang membuatku bingung bagaimana harus menjawabnya

"jujur saya tidak suka Siwon hyung memenangkan kompetisi ini, karena saya tidak rela dan tidak sanggup membayangkan Siwon hyung melewatkan malam dengan orang lain"

"saya menyesal kenapa saya tidak mampu menghentikan keinginan Siwon hyung untuk ikut bertanding. saya tadi berharap saya masih punya sedikit harapan kalau Siwon hyung kalah dalam kompetisi ini"

"Saya jauh lebih rela menyaksikan Siwon hyung menari striptis dan bermesraan bersama yeoja secantik apapun dia dibanding saya menyaksikan Siwon hyung mencium Lee Sungmin karena itu sangat menyakitkan buat saya" aku berkata sejujurnya dari hati yang paling dalam dan membuat Siwon hyung malah menatapku labih sinis

"wah berikan tepuk tangan untuk kekasih yang sangat mencintai Siwon-shi dengan begitu dalam" Ryeowook memujiku

"Baiklah sebelum Siwon-shi menikmati hadiahnya kita panggilkan sexy dancer kita yang akan menemani Soo Hyun-shi menari inilah Cleopatra! Uri lady rain" Ryeowook memanggil Cleo keluar dan segera naik keatas stage.

Cleopatra malam itu tampil sangat sexy, dia hanya memakai kemeja bahan satin warna putih yang sangat transparan sehingga kami dapat melihat bra dan juga celana dalamnya berwarna merah yang dia pakai. Kaki mulusnya tampak terlihat begitu lenjang dan aku yakin para namja normal akan sangat terangsang saat melihatnya. Rambutnya yang panjang dan sedikit basah dibiarkan terurai begitu saja.

Soo Hyun-ssi sudah naik keatas stage berdiri disamping Cleo yang sensual disisi lain Siwon hyung berdiri disamping Sungmin hyung.

Aku turun dan harus menyaksikan kedua pasangan itu, sepertinya aku sedang dihukum karena perselingkuhanku.

Ryeowookmenjelaskan pada hitungan ke 3 Siwon hyung boleh mencium Sungmin hyung, diikuti Soo Hyun mencium Cleo.

Dan selanjutnya Siwon hyung boleh meninggalkan stage bersama Sungmin hyung yang menjadi miliknya untuk semalam. Sementara Soo Hyung harus menghibur kami semua dengan tarian striptisnya ditemani Cleo.

Ryeowook mulai menghitung maju dari satu sampai 3 dan diluar dugaan Siwon hyung menarik tangan Soo Hyun untuk menjauh dari Cleopatra memberikan Sungmin hyung padanya. Soo Hyun segera membawa Sungmin hyung turun entah dibawa kemana. Membuatku lebih mencemaskannya.

Siwon hyung mencium bibir Cleo dengan sangat mesra membuat kami semua yang ada disana tercengang dan memberikan tepukan yang sangat ramai. Aku tidak mengerti kenapa Siwon hyung tidak menikmati hadiahnya?

Setelah mencium Cleo Siwon hyung segera turun dan menghampiriku

Choi Siwon point of view

Apakah aku benar – benar akan mengikuti adu panco ini? Kyuhyun memang benar ini bukanlah gayaku, aku tidak suka dengan tantangan semacam ini. Tapi karena hadiahnya adalah namja brengsek yang sudah merebut Kyuhyun dariku aku menjadi bersemangat untuk mengikuti pertandingan ini. Walau tadi aku sempat membuat Kyuhyun sedikit berolah raga. Anggap itu adalah hukuman baginya yang telah mengkhianatiku.

Aku lihat rekasi Kyuhyun memang sangat panic dan kecewa begitu melihat aku berminat sekali mengikuti adu panco ini. Tentu saja karena hadiah itu adalah kekasih barunya. Semakin terlihat kecewa aku semakin ingin dan berniat sekali untuk memenangkannya. Aku penasaran dengan reaksi Kyuhyun selanjutnya.

Kenapa hampir semua lawanku sangat payah? Aku dengan begitu mudah mengalahkan mereka satu – persatu. Hingga aku masuk babak akhir dan harus melawan Soo Hyun.

Semakin lama memperhatikan Sungmin aku menjadi semakin emosi. Apalagi mengingat kejadian nista semalam yang telah mereka lakukan membuatku ingin membunuh keduanya.

Lee Sungmin terus menatapku dan sepertinya hendak menghampiriku dan memang benar dia kini tepat berada tepat disampingku lalu berbisik

"kamu harus memenangkan pertandingan ini, aku akan melayanimu dan akan membuatmu melupakan kekasihmu. Aku akan menjadi milikmu bukan hanya malam ini saja tapi sampai kamu benar – benar bosan denganku" Lee Sungmin berbisik mesra ditelingaku dan tangannya liar menyentuh memberku. Dia ini memang benar – benar liar dan tidak waras.

Dia tahu dengan pasti aku adalah kekasih Kyuhyun yang sudah direbut olehnya. Dan sekarang dia ingin bercinta denganku? Apa yang sebenarnya ada dalam otaknya?

Aku menjadi sangat penasaran seperti apa kehebatannya ditempat tidur? Apakah dia mampu memuaskan aku seperti Kyuhyun? Aku harus memenangkan pertandingan ini dan melewatkan malam bersama namja keparat ini.

Soo Hyun memang bukan lawan yang mudah, dia sangat tangguh dan mampu menahan tenaga dan kekuatanku. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus memenangkan adu panco ini dan menikmati hadiahku.

Karena yang benar – benar aku inginkan sekarang ini adalah balas dendam terhadap Kyuhyun. Sekali dayung 2 pulau terlampaui. Aku bisa balas dendam dan membuatnya lebih menderita karena kekasihnya harus menjadi kencanku malam ini.

Tekadku memang sudah bulat sehingga semangatku sangatlah tinggi aku berhasil mengalahkan kekuatan Soo Hyun, Lee Sungmin jadi milikku malam ini.

Ryeowook memintaku mencium Sungmin dihadapan semua orang dan melakukannya diatas panggung. Aku sangat penasaran dengan reaksi Kyuhyun saat aku menciumnya.

Aku naik keatas stage bersama Sungmin yang tangannya sku genggam dengan sangat erat karena aku ingin dia kesakitan, aku terus menatap wajahnya yang cantik itu demi mendapatkan cemistri antara kami saat berciuman nanti.

Karena terus menatapnya aku sampai tidak menghiraukan kehadiran Kyuhyun yang tiba – tiba ada disamping kami dan memberikan pendapatnya.

Pengakuan Kyuhyun yang cemburu dihadapan semua orang benar – benar membuatku merasa jijik. Dia bilang dia tidak rela menyaksikan aku menyentuh dan melewatkan malam dengan Sungmin.

Dia bilang dia sakit jika harus menyaksikan aku mencium Lee Sungmin dihadapannya. Dia bilang dia lebih rela melihatku mencium yeoja secantik apapun yeoja itu. Tentu saja dia cemburu tapi bukan padaku melainkan Sungmin yang kini menjadi kekasihnya.

Ryeowook memanggil nama penari yang sangat tidak asing ditelingaku yang pagi tadi bermasalah denganku dan mengatakan bahwa dia menyukaiku.

Aku sungguh tidak nyaman sampai Cleo akhirnya keluar dan berdiri disampingku. Cleo sexy sekali malam itu dan seperti biasanya dia selalu tampak cantik. Cleo sama sekali tidak menatapku dia terus memandangi Soo Hyun yang sesekali berbisik padanya.

Ryeowook mulai menghitung dan pada hitungan ketiga aku harus mulai mencium Sungmin dihadapan semua termasuk Kyuhyun.

Saat angkat 3 sudah disebutkan, entah kenapa tiba – tiba spontan aku lepaskan genggaman tanganku dari Sungmin dan aku tarik Soo Hyun menjauh dari Cleo dan aku serahkan Sungmin ketangang Soo Hyun, lalu aku segera mencium bibir Cleo dihadapan semua orang.

Cleopatra point of view

Siwon-ssi berhasil memenangkan adu panco itu seperti dugaanku sebelumnya. Itu artinya hilang kesempatanku untuk dapat berciuman dan menari mesra berdua dengannya. Malam itu Siwon-ssi sangatlah indah dimataku. Dia benar – benar tampan dengan kemeja kotak – kotak hitamnya.

Aku harus rela kalau akhirnya Soo Hyun-ssi yang akan menciumku. Biarlah anggap aku sedang melayani tamuku. Soo Hyun-ssi bukanlah orang yang biasa dia juga termasuk namja yang tampan.

Tapi sejak kenal akrab dengan Siwon-ssi hatiku sudah menjadi miliknya dan tertambat padanya. Saat kami bertemu diatas stage, Siwon-ssi sama sekali tidak memandangku atau menengok kearahku walau sesaat.

Siwon-ssi terlihat sangat menikmati hadiahnya Sungmin oppa. Bahkan kekasihnya Cho Kyuhyun pun sama sekali tidak dia hiraukan sampai dia turun dari stage meninggalkan kami.

Apakah ini cara dia membalas dendam atas perselingkuhan yang telah dilakukan Kyuhyun-ssi padanya?

Ryeowook sudah mulai menghitung dan pada hitungan ke-3 kami harus berciuman dihadapan semua pengunjung termasuk dihadapan Kyuhyun dan kekasih Soo Hyun. Tapi saat masuk hitungan ke-3 aku benar – benar terkejut, saat Soo Hyun-ssii hendak menciumku tiba – tiba Siwon-shi menarik tangan Soo Hyun-ssi menyerahkan Sungmin oppa padanya dan Siwon-ssi menciumku.

Ciuman itu walau hanya sebuah kecupan menempel dibibirku tanpa ada hasrat dari Siwon-ssi aku sangat menikmatinya.

Aku merasakan aliran listrik mengalir disekujur tubuhku. Betapa magnet Siwon-ssi begitu mempengaruhi perasaanku.

Siwon-ssi mulai melepaskan ciumannya dan memalingkan wajahnya menatap kearah Kyuhyun-ssi.

"Siwon-ssi! Apa yang anda lakukan? Kenapa anda menyerahkan hadiah anda yang begitu istimewa kepada Soo Hyun? Adakah alasan khusus?" Ryeowook oppa bertanya mewakili rasa penasaran dari semua pengunjung malam itu

"mencium seorang namja sensual seperti Lee Sungmin adalah keinginan besar dari hampir semua seme yang hadir malam ini diclub, itu terlihat dari banyaknya antusiasme dari pengunjung yang bersemangat mengikuti adu panco ini termasuk saya sendiri"

"Saya sangat senang begitu saya mampu mengalahkan Soo Hyun dan menjadi penasaran seperti apa rasanya berciuman dengan namja lain selain kekasih saya. Tapi ada yang lebih menantang buat saya disini"

"apakah saya mampu mengalahkan diri saya sendiri dengan mencoba mencium seorang yeoja? Saya sangat tertantang untuk mencobanya apakah saya mampu mencium seorang yeoja dengan penuh hasrat? Dan yang tadi saya lakukan adalah bagaimana saya membuktikannya" jawaban Siwon-shi membuat kami semua tercengang dan menyambut jawaban itu dengan riuhnya tepuk tangan juga siulan dari semua penonton.

"tapi saya lihat tadi anda hanya mengecupnya saja, dan saya melihat sekali anda tidak memiliki passion saat mencium Cleopatra. Apakah penonton juga merasakannya" Ryeowook memancing reaksi penonton dan semua menjawab

"setuju" lalu mereka berteriak

"lakukan lagi dan berikan hasratmu saat melakukannya". Aku melihat kearah Kyuhyun-shi yang tampak begitu cemas melihat kekasihnya berada diatas stage bersamaku.

"Siwon-shi jika anda mampu mencium Cleo dengan penuh hasrat sehingga Cleo mengatakan anda adalah a great kisser anda akan menjadi pemenang sejati malam ini. Dan label the great gay ever akan menjadi milik anda. Setuju penonton?" Ryeowook kembali memancing reaksi penonton dan tentu saja penonton meneriaki "setuju".

Siwon-shi menatapku dingin tanpa berkata sedikitpun dia kembali memalingkan wajahnya lalu berkata kepada semua penonton

"saya akan melakukannya dan membuktikan pada anda semua" Siwon-shi perlahan mendekatiku.

Tangannya kirinya merangkul pinggangku sementara tangan kanannya mulai membelai wajahku membuat aku gemetaran. Tatapan matanya begitu tajam namun dingin sekali. Dia mulai memejamkan matanya dan bibirnya mulai mendekat, akupun mulai memejamkan mataku lalu aku merasa bibirnya yang hangat menempel dibibirku.

Lidahnya keluar perlahan membuka bibirku, lalu bibir atasku mulai dia hisap dengan penuh kelembutan. Lidahnya menyentuh lidahku membuat aku bergairah lalu aku balas menghisap lidahnya dan menggigit lembut bibir bawahnya membuat dia semakin liar memainkan lidahnya disekitar mulutku.

Kami saling silang bertukar posisi dan bibir kami masih menempel berciuman penuh hasrat disaksikan para penonton. Tubuh kami semakin menempel dan aku dapat merasakan perubahan pada member dari Siwon-shi yang mulai membesar dan tegang.

Tangan kanannya meraba lembut payudaraku dan aku mendengar riuhan penonton bersiul juga bertepuk tangan. Siwon-shi mendorongku kearah tiang besi dimana tiang itu adalah partnerku saat menari dia menekan tubuhku bersandar ditiang itu dan bibirnya sama sekali tidak lepas dari bibirku. Riuhan penonton semakin keras memanggil – manggil dan mengelu-elukan nama "Siwon-shi" berulang – ulang. Perlahan dia melepaskan ciumannya dari bibirku.

Aku hampir kehabisan nafas saat berciuman dahsyat dengannya. Aku merasakan vaginaku basah karena cairan pelumas keluar saat aku berciuman dengannya.

"berikan tepuk tangan yang meriah untuk juara sejati kita Siwon-shi" Ryeowook berteriak.

Para penonton memberikan sambutan meriah untuk Siwon-shi

"Cleo-shi bagaimana penilaian anda tentang ciuman tadi bersama Siwon-shi?" Ryeowook oppa menanyakan pendapatku

"dia adalah pencium terbaik dan terhebat yang pernah saya kenal! Saya dibuat tidak berdaya dan hampir kehabisan nafas. Beruntunglah kekasihnya yang bisa menikmati ciuman dahsyat itu setiap saat dari Siwon-shi dan pastinya dengan penuh cinta" aku tatap Siwon-shi dengan senyuman

"waw komentar yang sangat hebat bagi Siwon-shi berikan tepuk tangan anda sekali lagi sebelum kita menyaksikan mereka berdua menari striptis dibawah pancuran air" Ryeowook mulai memutar keran air dan keluarlah air dari pancuran dan mulai membasahi kami.

Semua penonton menikmati air yang keluar dari pancuran yang berada hampir disetiap titik. Musik sudah memanaskan kami untuk segera berdansa. Aku tatap Siwon-shi yang masih terdiam kaku mendengar musik. Aku dekati dia dan mulai memberikan gerakan terhebatku dihadapannya.

Aku gerakan dadaku dan perutku seperti seorang Bally dancer mengelilinginya. Tanganku membelai wajahnya yang sudah basah

"saya tahu alasan sebenarnya kenapa anda lebih memilih untuk mencium saya" bisikku pelan ditelinganya sambil terus bergoyang

"apa itu? Katakan" Siwon-shi terus melihat dan memperhatikan gerakanku

"karena anda tidak ingin menyakitinya. anda memang benar sangat mencintainya" jawabku menempelkan punggungku didadanya dan mengoyangkan bokongku tepat dihadapan membernya

"itu yang kamu pikirkan?" tangan Siwon-shi merangkul perutku yang ramping

"yah karena semua itu terlihat jelas dari mata anda. Anda masih sangat mencintainya" aku balikan badanku menghadap kearahnya dan tanganku mulai membelai rambutnya yang basah kuyup.

Tubuhku terus bergoyang erotis dihadapannya

"setelah kamu mengetahuinya apa kamu masih menyukai saya?" kedua tangan Siwon-shi merangkul pinggangku dan menariknya untuk lebih menempel dengan tubuhnya

"perasaan suka datang dan pergi tanpa bisa diduga – duga Siwon-shi! Biarlah saya menikmati perasaan ini karena buat saya ini adalah sebuah anugerah. Jika anda masih sangat mencintainya! Kejarlah dia dan pertahankan dia jangan sampai dia semakin menjauhi anda dan semakin menikmati hubungan gelapnya dengan Sungmin oppa"

"Lihatlah dia yang dengan setia memandangi dan memperhatikan gerak gerik anda sejak anda bersama saya disini" aku mengarahkan Siwon-shi menatap kearah Kyuhyun berada yang pandangan matanya tidak pernah lepas dari kami

"apa kamu yakin memintaku untuk menghampirinya? Padahal sudah jelas terlihat moment seperti inilah yang kamu inginkan dari saya bukan" Siwon-shi berbisik ditelingaku

"anda tidak lupa bukan saya adalah seorang pelacur? Larangan terbesar dalam karrier saya adalah saya dilarang jatuh cinta pada siapapun karena itu akan mempengaruhi hasrat saya saat melayani tamu"

"Kejadian tadi pagi adalah diluar kendali saya. Tapi beruntung penolakan anda merupakan penolong saya dan saya segera tersadar. Yeoja macam saya hidup bukan demi cinta tapi hidup demi materi. Cinta yang saya rasakan bukanlah hal yang penting untuk terus dipupuk dan saya semakin sadar dari ucapan anda tadi pagi"

"Bahwa tidak akan ada namja manapun yang benar – benar mencintai saya, saya tetaplah seorang pelacur dan saya hanya menjadi budak pemuas nafsu para namja kesepian tanpa layak mendapatkan cinta yang tulus"

"Gumawao anda telah membuka mata saya" aku menjauhinya dan mulai bercumbu dengan tiang besi itu dan memberikan gerakan terdahsyatku.

Siwon-shi masih berdiri disana memandangiku yang tengah bergoyang erotis dengan baju, rambut dan tubuh yang basah.

Kemeja putih yang aku pakai semakin terlihat transparan dan semakin memperlihatkan bagian dalamku. Aku berputar mengitari tiang besi itu sambil mataku sesekali terus menatap kearahnya tanganku meraba – raba dadaku sendiri dan mataku terpejam menikmati sentuhan yang aku lakukan sendiri dan aku kembali membuka mataku melihat kearah Siwon-shi yang masih berdiri tegak disana terus memandangiku.

Gerakanku semakin gemulai menggoda dan aku lihat pelan – pelan Siwon-shi kembali menghampiriku tangannya memegang besi, matanya tajam menatapku

"apa yang bisa kamu lakukan untuk menyembuhkanku?" dia bertanya dengan tatapan yang tajam

"apa anda merasa sakit sehingga anda harus disembuhkan?" aku berhenti bergoyang dan balas menatapnya

"jangan main – main denganku!" tangan kekarnya menarik leherku mendekati wajahnya

"saya tidak sedang bermain dengan anda Siwon-ssi! Anda baru saja mendapatkan gelar The Great Gay ever dengan sikap anda yang begini terhadap saya, gelar itu akan dicabut dari anda. apa anda tidak akan menyesal?" aku sandarkan punggungku ketiang besi itu

"turunlah! Hampiri kekasih sejati yang sangat anda cintai itu. Kembalilah kekehidupan anda bersamanya dan lupakan anda pernah mengenali saya dan anda tidak akan pernah melihat saya lagi disini" aku turun dari stage meninggalkan dia berdiri disana yang masih memandangi kepergianku.

Dalam langkahku menuju ruang ganti air mataku menetes dikedua pipiku. Aku memang telah jatuh cinta pada Siwon-shi dan aku harus menghapus perasaan itu dari hatiku. Aku menelpon Hyukjae oppa untuk menjemputku diclub dan aku menangis saat menelponnya.

Cho Kyuhyun point of view

Kenapa Siwon hyung malah menyerahkan Sungmin hyung pada Soo Hyun? Kenapa saat dia menari striptis dengan Cleo aku melihat ada passion dimatanya? Apakah Siwon hyung menyukai seorang yeoja?

Aku sungguh merasa bodoh dan sangat tidak berguna. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menolong Sungmin hyung. Apa yang dia lakukan dengan Soo Hyun sekarang? Disini, didalam club ini aku harus menyaksikan Siwon oppa menari striptis bersama Cleo yang sexy itu.

Apa yang harus aku lakukan? Sesaat tadi aku merasa sedikit tenang karena Siwon hyung memenangkan pertandingan ini. Walau aku akan merasa cemburu, setidaknya Sungmin hyung akan lebih aman jika bermalam bersama Siwon hyung.

Aku tahu persis bagaimana lembutnya Siwon hyung saat melakukannya denganku, kecuali saat tadi didalam toilet. Aku sangat yakin Siwon hyung akan melakukannya dengan baik saat bersama Sungmin hyung. Karena Siwon hyung belum tahu Sungmin hyung adalah selingkuhanku.

Tapi kini aku menjadi cemas dan was – was membiarkan Sungmin hyung bersama Soo Hyun. Aku tidak tahu bagaimana Soo Hyun akan memperlakukan Sungmin hyung disana? Oh Tuhan aku memang sedang dihukum.

kami pulang setelah Siwon hyung selesai dengan tugasnya menghibur kami melakukan striptis. dia tidak mengantarku pulang kerumah tapi membawaku ke bukit dimana aku bercinta dengan Sungmin hyung. disana aku kembali digauli secara kasar tidak seperti Siwon hyung yang biasanya. yang selalu memperlakukan aku dengan begitu lembut.

diakhir pergumulannya dia berbisik sesuatu yang sangat aneh buatku

"menjadi seme memang jauh lebih menyenangkan bukan? kita bisa menguasai pasangan kita" lalu membuat kiss mark dipundak kiriku

Choi Siwon point of view

Sejujurnya bisa saja aku garap Sungmin saat ini juga dan membalaskan dendamku karena dia telah merebut Kyuhyun dari pelukanku.

Tapi jika aku melakukannya, Kyuhyun pasti akan merasa lebih tenang dan percaya bahwa aku akan memperlakukannya dengan baik seperti aku memperlakukan dia selama ini. Dia tidak tahu kalau aku sudah mengetahui perselingkuhan yang dilakukannya bersama namja brengsek itu.

Membiarkan Sungmin dengan Soo Hyun, itulah yang aku inginkan Kyu, aku sedang menghukummu. Membiarkan kamu dalam kegelisahan karena aku tahu Soo Hyun tidak akan melepaskan Sungmin begitu saja dengan mudah.

Cleopatra sesaat kamu hampir membuatku gila. Aku tidak pernah menyangka sentuhan dan tatapan mautmu hampir saja membiusku. Kamu memang sangat mempesona. Tapi untuk bisa membuatku menyukaimu itu hal yang tidak mungkin karena aku tidak akan pernah menyukai yeoja. Kamu masih harus berjuang dengan sangat keras.

aku mempunyai rencana besar sepulang dari club ini. aku akan membawa Kyu kebukit dimana dia pernah membuatku menangis. aku akan kembali membuatnya berkeringat. tentu saja aku akan biarkan dia merasakan orgasme. ingat Kyu aku akan terus berpura - pura untuk tidak mengetahui perselingkuhanmu dengan namja brengsek itu dan aku akan terus menggaulimu tapi dengan cara yang sangat kasar. sehingga kamu bisa merasakan bagaimana rasanya sakit.

Lee Sungmin point of view

Jujur aku berharap Siwon tidak menyerahkan aku pada namja ini. Walau dia tampak menarik dan sangat gagah, aku akan merasa lebih nyaman jika bersama Siwon. Dia sudah membuat Kyuhyun jatuh cinta dan sudah pasti dia adalah orang yang hebat.

Aku tidak tahu apa alasan dia melepaskan aku untuk Soo Hyun. Dia malah lebih memilih Cleo dan menciumnya. Apakah Siwon juga seorang Bi?

Aku tidak tahu kemana Soo Hyun akan membawaku. Dia masih sibuk dengan ponselnya saat mengemudikan mobilnya. Aku memang mendengar dia bersitegang dengan kekasihnya yang dia tinggalkan di club.

"miane kalau pertengkaranku membuatmu tidak nyaman" Soo Hyun menutup telponnya menatapku

"gwencana" jawabku singkat

"aku harus berterima kasih pada Siwon-ssi karena telah menyerahkanmu untuk bermalam bersamaku" Soo Hyun meremas tanganku

"apa anda memang sangat ingin menikmatiku malam ini?" tanyaku asal

"tentu saja! Sejak kemunculanmu di club, kamu menjadi bahan pembicaraan kami para seme. Bahkan ada yang berani bertaruh besar bagi siapa yang bisa mendapatkan kamu dan merasakan tubuhmu walau semalam saja"

"penampilanmu di club telah menghipnotis semua seme yang melihatnya. Aku bahkan sering berfantasi tentang kamu" pengakuan Soo Hyun membuatku sangat tidak nyaman

Aku terus teringat Kyuhyun seme sejatiku. Sedang apa dia sekarang? Tadi aku hanya melihat dia sebentar saat didalam club karena Siwon terus berada disisnya.

"kyuhyun-ah! Miane kalau malam ini aku harus merelakan tubuhku dinikmati seme lain selain dirimu" lirihku dalam hati.

Ternyata Soo Hyung membawaku ke sebuah restaurant yang sudah akan tutup. Restaurant yang khusus menyajikan makanan Perancis. Aku tidak begitu familiar dengan makanan yang berasal dari Negara yang terkenal keromantisannya didunia.

"La Franc. Inilah bisnis utamaku" Soo Hyun menyebutkan nama restaurant-nya

"ini milik anda?" tanyaku memperhatikan ruangan yang sangat elegan juga mewah

"aku seorang chef professional dan mereka semua adalah karyawanku" Soo Hyung menunjukan semua karyawannya

"anda pintar memasak?" tanyaku antusias

"tentu saja! Aku sengaja kuliah dibidang kuliner langsung dinegara asalnya" Soo Hyung membagakan diri

"anda sungguh hebat" pujiku

"kalian sudah boleh pulang!" Soo Hyun menyuruh karyawannya untuk pulang

Setelah restaurant itu sepi, Soo Hyung mengajakku untuk masuk kedapur. Dia mulai menyiapkan bahan makanan juga alat – alat masaknya.

"apa anda akan memasak?" tanyaku bingung kenapa dia menyiapkan bahan untuk memasak

"nee, aku ingin memasak dessert untukmu. Dan ini adalah one of my best signature dish" jawab Soo Hyun memakai approne-nya

"apa yang akan anda buat?" tanyaku memperhatikan bagaimana dia mencampur tepung dan margarine

"Pissaladiere! Aku yakin kamu pasti akan menyukainya" aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa karena aku bahkan tidak pernah mendengar nama makanan itu apalagi memakannya

"apa ada yang bisa saya bantu?" aku menawarkan bantuan yang pasti dia tidak membutuhkannya

"duduklah dipantry itu dan lepas semua pakaianmu. Itu bisa membuat moodku semakin bagus saat memasak" jawaban Soo Hyun malah membuatku melongo

"telanjang?" aku memastikan

"nee, lalu berbaring dipantry itu menghadap kearahku" jawabnya menyiapkan sebuah Loyang

Aku turuti keinginan Soo Hyun dan berharap ini akan segera berakhir. Aku sudah telanjang dan mulai duduk diatas pantry lalu berbaring menghadap kearahnya yang sedang memasak.

Soo Hyun tampak sangat sexy saat memasak. Gerakannya saat memotong, mengaduk, memberi bumbu sungguh tampak sangat mempesona.

Dia mulai mengeluarkan adonan tadi dalam oven. Membiarkannya dingin. Lalu mulai menumis bawang juga bumbu lainnya sungguh membuat perutku menjadi lapar.

Tumisan itu dia tuang keatas adonan yang tadi dia panggang dalam oven.

"done!" teriaknya

"sudah selesai? Tanyaku merubah posisiku

"yes! Dessert sudah siap dan kita tunggu dingin terlebih dahulu" Soo Hyun mulai mencuci tangannya

"lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanyaku menahan dingin karena aku memang benar – benar telanjang

"Aku sudah membuat dessert-nya. Saatnya menikmati main course. Kamu adalah main coursenya Sungmin-ssi" Soo Hyun membuka kulkas dan mengeluarkan botol seperti madu lalu menghampiriku.

"puaskan aku malam ini Sungmin-ssi" dia mulai menuangkan madu dingin itu didadaku dan meratakannya dengan menggunakan tangan.

Dia mulai menjilati madu yang ada didadaku membuatku kegelian. Aku mencoba mengatur nafasku yang sudah tidak karuan karena menahan sensasi dari sentuhannya.

Soo Hyung kembali menuangkan madu itu. Namun kali ini dia menuangkannya tepat diatas memberku. Lalu dia kembali menjilatinya dan mulai melakukan oral padaku.

Aku sungguh dibuat kewalahan karena dia sangat mahir melakukannya. Madu itu terus dia tuangkan sedikit – demi sedikit disetiap bagian sensitifku. Lalu kembali mengoral memberku hingga aku benar – benar orgasme.

"lakukan hal yang sama seperti yang baru saja aku lakukan padamu" Soo Hyun mulai membuka approne, pakaian underwear hingga dia juga menjadi telanjang lalu berbaring diatas pantry dingin.

Aku ikuti tahap demi tahap seperti apa yang tadi dia lakukan padaku. Madu itu aku tuangkan disetiap sensitifnya lalu membernya. Aku oral membernya hingga ereksi

"enough!" Soo Hyun bangun dari berbaringnya lalu turun dari pantry dan mulai membalikan badanku membelakanginya.

Dia menyuruhku untuk membungkuk dan menempelkan dadaku diatas pantry. Dia kembali menuangkan madu itu dipunggungku lalu menjilatinya sementara tangannya mencoba membuka lubang anusku agar membernya bisa segera masuk.

Dia sudah berhasil memasukan membernya kedalam lubang nikmat itu. Mulai bergerak maju mundur dibelakangku. Madu itu kembali dia tuangkan lalu dia kembali menjilatinya dengan nafas yang tersengal – sengal.

Gerakannya dibelakangku semakin cepat dan nafasnya semakin tidak karuan. Dia pun mencapai klimaks dan mengotori anus hingga selangkanganku dengan spermanya.

"it such the most delicious main course I ever eat" bisiknya dikupingku lalu membuat kiss mark dileherku.

"saat nya menimati hidangan penutup" Soo Hyun membawa masakan yang tadi dia buat menyerahkannya padaku.

Kami menikmati hidangan penutup yang luar biasa lezat itu itu diatas pantry yang dingin tanpa sehelai benang menempel ditubuh kami.

Aku pulang setelah menikmati hidangan penutup itu diantakan Soo Hyun sampai depan pintu appartementku.

"aku harap ini bukanlah satu – satunya malam yang akan kita habiskan bersama Sungmin-ssi" Soo Hyun berkata padaku tepat didepan pintu

"mianata Soo Hyun-ssi! Saya sudah memiliki kekasih" tolakku halus

"kekasih hanyalah kekasih! Aku juga memiliki kekasih. Tidak ada salahnya kita menikmati hidangan diluar bukan? Kenapa ada banyak restaurant diluar sana kalau kita hanya harus menikmati makanan yang dimasak didapur rumah kita? Kita tidak akan tahu nikmatnya hidangan lain yang disajikan diluar sana. Begitu juga dengan sex" Soo Hyun mendefinisikan sex seperti makanan

Aku tidak mampu memberikan dia jawaban karena dia memang benar sex itu sama seperti menu yang dihidangkan café atau restaurant diluar sana. Kita bisa menikmatinya kapanpun kita mau saat kita sudah bosan dengan makanan rumah.

Cleopatra point of view

Aku sudah berada diapartement Hyukjae oppa

"oppa aku menyerah. Aku akan berhenti menjadi stripper dari club dan akan kembali pada profesiku yang dulu" aku mengeringkan rambutku

"wae? Lalu bagaimana dengan misimu untuk menaklukan gay itu?" Hyukjae oppa memberikan segelas wine untuk menghangatkan tubuhku

"aku tidak akan melanjutkannya oppa! Aku telah jatuh cinta padanya dan itu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan" aku meneteskan air mataku

"oh my dear! Kamu sungguh malang sayang aku rasa kamu memang telah jatuh cinta" Hyukjae oppa memelukku memberikan mengurangi bebanku

"tapi kamu sudah tahu pasti bahwa perasaan semacam ini harus kamu hindari demi kariermu sayang" Hyujae oppa mengingatkanku

"arraseo oppa! Itu sebabnya aku berhenti. Besok aku akan menemui dr. Leeteuk dan mengatakan padanya aku akan menyerah dan aku akan mengembalikan semua uang yang dia berikan padaku" aku menatap Hyukjae oppa dengan manja

"baiklah jika itu yang kamu inginkan. Dan tentunya kamu tidak lupa bukan mengenai tamu baru yang saat itu oppa hendak kenalkan padamu?" Hyukjae oppa mengingatkan aku pada tamu baruku

"siapa dia oppa?" tanyaku

"nanti kamu akan melihatnya sendiri. Dan kamu harus professional jangan membawa perasaan emosional dalam menjalankan profesimu" Hyukjae oppa terus mengingatkanku

Terdengar suara bel berbunyi tanda ada seseorang yang hendak bertamu pada oppa lewat tengah malam begini. Hyukjae oppa segera membukanya dan masuklah kangta. Mereka berdua berciuman mesra pernuh gairah dan tidak menghiraukan aku sama sekali, membuat aku salah tingkah dan aku putuskan untuk pulang ke motel meninggalkan mereka berdua menikmati malam ini dengan penuh hasrat

"oppa aku rasa lebih baik aku kembali kemotel" aku pamit pada Hyukjae oppa

"baiklah! Pakailah mobilku dulu aku khawatir jika kamu pulang memakai taxy" Hyukjae oppa memberikan kunci mobilnya padaku.

Aku pulang kembali kemotel dan kembali kekehidupanku sebelumnya sebelum aku aku bertemu dengan Choi Siwon.

Sepertinya aku tertidur begitu pulas sehingga aku bangun tengah hari tepat pukul 1 siang. Aku bergegas mandi membersihkan diri.

Aku berdandan seperti aku biasanya elegan nan sexy. Aku memakai Flapper dress belahan dada rendah bahan katun bermotif bunga – bunga kecil warna coklat. Rambutku aku tata model curly dengan poni samping dan memakai jepit model berbentuk bunga. Sepatu boot high heels dan tas Luis Vuiton model hand bag aku tenteng menambah keanggunanku.

Aku sudah sampai didepan klinik dr. Leeteuk dan segera memasuki lift untuk sampai dilantai 9 dimana tempat prakteknya berada. Seperti biasa aku daftar sebagai pasien untuk dapat menemuinya. Aku menunggu cukup lama hingga akhirnya aku dipersilahkan masuk.

"sore dok!" sapaku saat masuk kedalam ruangan

"sore Cleo! Apa kabar?" dr. Leeteuk bertanya

"baik dok!" jawabku duduk dikursi pasien

"ada berita terbaru tentang anak saya?" dr. Leeteuk langsung menodongku

"sebelumnya saya ingin mengembalikan ini dok!" aku serahkan amplop uang sisa yang sudah dokter Leeteuk berikan padaku.

"apa ini? Kenapa kamu mengembalikannya?" dr. Leeteuk terlihar heran padaku

"saya menyerah dok! Saya tidak sanggup meneruskan tugas yang dokter berikan pada saya" aku langsung mengutarakan maksud kedatanganku

"wae? Bukankah dulu kamu sendiri pernah berkata pada saya bahwa saya harus hati - hati jika akhirnya anak saya jatuh cinta sama kamu? Kenapa secepat ini kamu menyerah?" dr. Leeteuk menodongku

"ternyata saya tidak sehebat itu, putra anda sangat mencintai kekasihnya padahal Siwon-shi sudah menyaksikan dengan matanya sendiri tentang perselingkuhan yang dilakukan kekasihnya. Siwon-shi tidak bisa melupakan kekasihnya dan selalu mencintainya" aku menjelaskan

"lalu kenapa kamu menyerah? Tugasmu adalah memisahkan mereka. kamu bilang Siwonnie sudah ada dalam genggamanmu dan sudah berteman denganmu bukankah itu akan mempermudah jalanmu untuk mendekatinya?" dr. Leeteuk sungguh menyepelekan tugas yang sebetulnya sulit ini "

tadinya! Tapi saya salah langkah. Saya terlalu cepat menyatakan perasaan saya terhadapnya, dia datang menemui saya saat dia terluka karena telah menyaksikan perselingkuhan yang dilakukan Kyuhyun-shi kami berdua saling berbicara dan aku terbawa suasana aku terbuai oleh pesona Siwon-shi dan tanpa diduga aku mengutarakan perasaanku padanya. Dan dengan kasar dia menolakku dan meninggalkanku. Dia berkata aku bukanlah yeoja yang pantas untuknya dan dia akan memilih yeoja terhormat untuk dijadikan kekasih jika saja dia adalah namja yang normal. Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya sepertinya sifat excusivenya jelas turun dari anda" aku menyindir dr. Leeteuk

"Siwon berkata seperti itu kepadamu?" dr. Leeteuk seolah tidak percaya dengan perkataan kasar putranya terhadapku

"kenapa anda tampak begitu terkejut? Bukankan sebagai ibu anda tau pasti sifat asli anak anda sendiri?" aku berkata sedikit sinis

"tidak! Itu bukan uri Siwonnie, dia tidak pernah memperlakukan orang lain sekasar itu. Dia sangat sopan dan ramah kepada siapa saja. Sepertinya dia benar – benar marah padamu sehingga dia bersikap seperti itu" dr. Leeteuk membela anaknya

"entahlah yang saya lakukan saat itu adalah memeluknya dan menyatakan cinta padanya itu saja" aku menjadi bingung

"jika itu adalah penyebabnya berarti Siwon benar – benar sudah parah dengan penyakitnya" keluh dr. Leeteuk khawatir

"sekarang itu sudah bukan lagi menjadi urusan saya dok! Saya sudah memutuskan untuk mengakhiri tugas ini. Silahkan anda cari yeoja lain untuk melakukannya! Saya pamit" aku berdiri untuk pamit

"tunggu! Aku tidak ingin berhutang budi padamu. Ambilah uang ini gunakan sesukamu karena bagaimanapun kamu telah melakukan tugasmu dengan baik" dr. Leeteuk menyerahkan kembali amplop itu

"tidak perlu dok! Saya tidak membutuhkannya. Karena saya tidak berhasil melakukan tugas yang dokter berikan pada saya menjerat dan menggoda putra anda " aku menolaknya dan berlalu menuju pintu keluar.

Saat aku membuka pintu keluar aku syok berat karena Siwon ada dihadapanku. Menatapku dengan begitu emosi

"apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Siwon padaku

"a a aku pasien disini?" jawabku gugup menatap dokter Leeteuk yang sama syocknya

"apa benar eomma telah menyuruhmu untuk mendekatiku dan menggodaku?" tanyanya dengan wajah yang memerah

"Siwon-ah masuklah dulu kita bicara didalam" dokter Leeteuk mencoba menuntun anaknya

"shiro! Jawab dulu pertanyaanku" bentak Siwon pada kami

"nee! Eomma memang meminta bantuannya untuk menggoda kamu dan berharap kamu dapat keluar dari ketidak normalan ini" dokter Leeteuk teriak diluar kendali

"eomma menyuruh seorang pelacur untuk menggodaku?" Siwon kembali menghinaku

"miane Siwon-ah kalau eomma berbuat terlalu jauh" dokter Leeteuk memelas

"sehina itukah aku dimatamu eomma! Sampai – sampai kamu mengirimkan seorang pelacur untuk menggodaku" Siwon sudah benar membuat emosiku memuncak

"pelacur! Yah saya memang seorang pelacur yang sangat hina dan juga kotor! Tapi anda harus ingat tuan muda! Saya jauh lebih pintar dari anda" aku tatap mata Siwon dengan penuh emosi

"apa yang membuatmu lebih unggul dariku? Katakan" bentaknya

"aku manusia yang sangat normal. Dan menikmati apa yang sudah diciptakan Tuhan sebagai pasangannya. Ingat tidak akan ada malam jika tidak ada siang, tidak akan ada bulan jika tidak ada matahari, tidak akan ada sehat jika tidak ada sakit"

"saya menikmatinya. Bagaimana dengan anda tuan muda? Anda hanya menikmati sakit dan tidak pernah merasakan sehat, anda hanya menikmati silaunya matahari tanpa dapat menyaksikan bulan. Anda hanya menikmati panasnya siang tanpa merasakan sejuknya udara malam" aku tatap matanya semakin dalam

"maksud kamu?" Siwon mengangkat daguku dengan kasar

"anda hanya mencintai satu jenis dari jenis anda sendiri tanpa tau bagaimana hebatnya lawan jenis anda" aku mendelik lalu membuang muka

"tunggu! Kamu tidak lupa dengan apa yang aku ucapkan tempo hari bukan? Siwon menatapku dingin

"terlalu banyak yang sudah anda ucapkan pada saya! miane saya tidak mampu mengingat semuanya" jawabku menatapnya lalu menata dokter Leeteuk

"kalaupun aku ingin menatap bulan, menikmati malam dan merasakan sehat! tentunya aku berharap dengan sangat, semua itu bukanlah kamu" Siwon-ssi berhasil menghancurkan hatiku hingga berkeping – keeping.

TBC

author punya satu permintaan to all readers

harap review ulang khusus yg chapter 6 yah!

coz author gak sempet baca review kalian yg chapter 6 keburu dihapus ama adminny

author pgn tau bangeeeeeet pendapat kalian di chapter 6

gumawaoooooo