Choi Siwon point of view
"sekarang tolong eomma jelaskan padaku apa yang baru saja terjadi? Aku desak eomma untuk memberiku penjelasan
"karena eomma sangat putus asa mengetahui bahwa putra tunggal eomma adalah seorang gay" jawab eomma duduk dikursinya
"apa eomma tidak bisa menerima aku apa adanya? Aku adalah anakmu satu – satunya. Tidakkah eomma bisa membiarkan aku hidup bahagia dengan pilihan hidupku? Aku sudah dewasa eomma" aku terus mendesak eomma
"apalagi yang akan kamu pertahankan? Namja itu sudah mengkhianati kamu! Apa kamu masih akan tetap bertahan?" eomma tiba – tiba membentakku
"Kyuhyun bukanlah satu – satunya namja yang bisa aku temukan eomma! Aku masih bisa memacari dan mengencani seribu namja diluar sana" aku tatap eomma penuh emosi
"aku sungguh sangat kecewa kenapa eomma melibatkan seorang pelacur untuk masuk dalam kehidupanku" aku sedikit emosional saat mengucapkan kalimat itu
"kamu bilang kamu kecewa terhadap eomma? Lalu apa yang kamu lakukan ini tidak membuat eomma kecewa juga?" eomma berdiri lalu mendekatiku
"hati kamu sudah tergerak bukan oleh pesona Cleopatra? Jika tidak kenapa kamu begitu emosi saat tahu eomma yang telah mengirim Cleo masuk dalam kisah asmaramu" eomma berhasil membuatku bisu
"aku adalah eommamu Siwon! Aku tahu seperti apa hati kamu" eomma menggenggam tanganku
"eomma tidak pernah tahu apa yang sebenarnya aku inginkan" aku hempaskan genggaman tangan eomma
"baiklah jika memang itu yang kamu inginkan! Kamu tidak akan pernah bisa melihat eomma lagi" eomma tiba – tiba mengambil pisau bedah dan mengarahkan pisau itu ke lehernya
"eomma! Apa yang eomma lakukan?" tanyaku mencoba mengambil pisau bedah itu
"mungkin ini lebih baik Siwon! Eomma lebih baik mati daripada menyaksikan kamu menghancurkan hidupmu" eomma semakin membuatku terpojok
"baiklah! Apa yang harus aku lakukan?" aku bentak eomma dan berhasil merebut pisau bedah itu
"cobalah untuk bisa mencintai seorang yeoja Siwon-ah! Dengan begitu eomma akan bahagia" eomma memelukku lalu menangis dalam pelukanku
Cho Kyuhyun point of view
Sungmin hyung sudah beberapa hari ini tidak menemuiku. Walau setiap hari dia selalu menelponku. Aku sungguh merindukannya. Tapi aku tidak bisa dengan leluasa untuk menemui Sungmin hyung karena sepertinya Siwon hyung selalu mengawasiku.
Aku mempunyai keyakinan kalau Siwon hyung sepertinya mulai curiga dengan perselingkuhan yang aku lakukan.
Sore ini Siwon hyung kembali mengajaku pergi kebukit itu. aku tidak tahu bagaimana Siwon hyung tahu tempat itu. semua benar – benar diluar kebiasaannya. Dia tidak pernah menyukai dunia luar apalagi sebagai fasilitas untuk memadu kasih.
Dari awal kami berhubungan dia selalu mengencaniku didalam rumah. Dirumahnya juga dirumahku. Kami tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Kami sudah sampai diatas bukit dimana bukit ini memberikan kenangan begitu indah buatku bersama Sungmin hyung.
"apa tempat ini begitu istimewa buat kamu Kyu?" tiba – tiba Siwon hyung membuka percakapan yang sedari tadi diam seribu bahasa
"ani, wae?" tanyaku berpura – pura
"buatku tempat ini tidak bisa dilupakan" Siwon hyung menatap jauh kedepan
"kenangan apa yang diberikan bukit ini padamu hyung?" tanyaku penasaran
"kenangan buruk" jawabnya ketus
"jinja?" tanyaku semakin penasaran
"jinja. Ditempat inilah untuk pertama kalinya aku menangis" Siwon hyung menatapku dengan tawa yang amat sinis
"disini aku harus menyaksikan perselingkuhan kekasihku yang sangat aku cintai dan dengan begitu tega menduakan aku hanya demi seorang penari striptis" jawaban Siwon hyung membekukan aliran darahku
"wae Kyu? Wae? Siwon Hyung menatapku penuh amarah
Aku diam seribu bahasa karena aku tidak tahu harus berkata apa. Miane bukanlah kata yang tepat yang bisa terucap karena itu akan menambah duka buat Siwon hyung.
"aku sudah memiliki rencana yang indah untuk kita berdua Kyu! Saat kamu lulus nanti aku akan membawamu lari dari Korea dan menetap di Eropa. Aku sudah rancang kebahagiaan kita tapi kamu malah menghancurkannya" Siwon hyung menatap jauh kedepan tanpa menoleh padaku
"miane hyung" akhirnya kalimah sakti itu keluar dari mulutku
"rencana awal aku akan terus berpura – pura tidak tahu tentang perselingkuhanmu dan terus mempertahankanmu. Tapi rasanya itu percuma saja karena aku sudah tidak memilki hasrat saat denganmu. Kamu sudah membuatku mati rasa Kyu!" Siwon hyung menarik nafas berat sekali.
Aku sungguh menyesal karena sudah mengkhianatinya. Cinta Siwon hyung yang begitu besar telah aku sia – siakan begitu saja demi Sungmin hyung. Sekarang Siwon hyung bilang aku sudah membuatnya mati rasa, aku sudah tidak lagi mempesona baginya.
Sedih, menyesal dan sangat kehilangan saat mendengar kalimat itu. aku tidak akan pernah merasakan kasih sayangnya lagi. Aku sudah benar – benar kehilangan Siwon hyung.
Choi Siwon point of view
This is the end itulah kalimat yang tepat untukku juga Kyuhyun. Aku sudah menyerah untuk berhenti menyiksanya juga menghukumnya karena telah mengkhianatiku.
Aku tahu Kyuhyun mungkin bahagia karena sudah sepenuhnya aku lepaskan. Tapi dia masih harus mempersiapkan mental karena dia harus bersaing dengan seme qualify Kim Soo Hyung yang pasti akan terus menjadi kerikil dari hubungannya bersama Sungmin.
Janjiku terhadap eomma harus aku buktikan. Aku tidak ingin kehilangan eomma karena aku sungguh sangat mencintainya.
Aku harus memulainya dengan mengencani seorang yeoja. Tidak banyak yeoja yang aku kenal selain Tiffany dan Cleo. Mungkin aku akan memanfaatkan perasaan Tiffany padaku. Aku akan memintanya untuk berkencan denganku malam ini.
Aku sudah mengatur tempat dan waktu untuk kami berkencan. Tiffany tampak sangat antusias dengan ajakanku. Dan benar – benar terbukti, dia setengah jam lebih cepat tiba ditempat yang sudah kita janjikan.
"miane Fannya-ah oppa terlambat. Tadi ada sedikit gangguan" aku beralasan
"gwencana oppa!" jawab Fanny riang
"kemana oppa akan membawaku kencan?" tanya Fanny penasaran
"terserah!" jawabku apa adanya
"kita nonton lalu makan yah oppa" Fanny merajuk manja
Sungguh sangat membosankan kencan seperti ini. Dulu saat aku melakukannya bersama Kyuhyun, aku merasa sunggu bahagia. Tapi sekarang untuk melangkahkan kaki saja rasanya aku sudah sangat malas
"kita kehotel saja!" tiba – tiba aku membisikan
"boo? Hotel?" Fanny sepertinya sedikit kaget
"nee" jawabku singkat
"kenapa secepat itu oppa sudah ingin mengajkku ke hotel?" Fanny tampak salah tingkah
"jika kamu mau! Jika tidak yah sudah abaikan saja" aku mulai bersikap menyebalkan
"nee! Kita kehotel sekarang" Fanny tampak sangat agresif
Hotel yang kami sewa adalah hotel milik sahabatnya eomma. Aku sengaja memilihnya dengan harapan akan ada laporan pada eomma aku telah berkencan dengan yeoja.
Kami sudah berada didalam kamar. Fanny terlihat begitu semangat saat masuk kamar. Dia lempar hand bagnya kesofa
"apa yang akan kita lakukan sekarang oppa?" tanya Fanny menantang
"buka bajumu dan lepaskan semuanya" aku pasti berhasil membuat Fanny tercengang
"kenapa kita tidak berciuman saja dulu oppa!" Fanny mulai menciumi bibirku
Aku coba untuk membalasnya namun rasanya begitu hambar sehingga dengan cepat aku lepaskan ciuman itu
"lepaskan pakaianmu sekarang" aku kembali memerintah
"baiklah oppa" Fanny mulai membuka satu persatu pakaiannya
Fanny sudah benar – benar telanjang dihadapanku. Tapi memberku tampak tertidur pulas sekali sehingga tidak bereaksi saat melihatnya. Aku berusaha untuk bisa berhasrat menyaksikan tubuh Fanny yang mulus dengan membayangkan Kyuhyun.
Namun aku tetap tidak berhasil melakukannya karena Kyuhyun pun sudah tidak mempesonaku.
Fanny nekad untuk menyentuh dan membuat gerakan yang menjurus. Aku tetap tidak mampu berdiri. Ottokhe?
"miane Fanny-ah oppa tidak bisa" aku peluk Fanny dengan penuh sesal
"oppa berusahalah aku mohon" Fanny memelas
"miane! Pakailah kembali bajumu" aku lepaskan pelukanku membelakanginya.
Cleopatra poin of view
Sekali lagi dia berhasil membuat aku menangis. Kata – katanya saat menghinaku tidak bisa hilang dalam ingatanku. Aku sudah sering mendapatkan hinaan juga perlakuan kasar dari banyak orang dan aku bisa melewatinya tanpa beban.
Tapi kali ini aku sungguh merasa sakit dan teraniaya. Walau hanya sebuah kalimat, tapi mampu membuatku sakit dan terus menangis.
Apakah cinta memang seperti ini rasanya? Sakit dan menderita? Jika aku tahu akan seperti ini sebelumnya lebih baik aku tidak pernah jatuh cinta.
Yuri tiba – tiba menghubungiku dan ingin menemuiku. Ada apa ini? Kenapa tiba – tiba dia ingin menemuiku?
Aku putuskan untuk menerima undangannya. Sore itu aku datangi dia di cafe milik Kangta. Dia datang berdua bersama Jessica pasangan lesbinya
"ada perlu apa anda ingin menemui saya?" tanyaku memesan Lemon Squash pada waitress
"kencan bersama sepupuku selama 4 hari dipulau Jeju dan aku akan membayarmu dengan mahal" jawabnya tanpa titik
"kapan?" tanyaku singkat
"minggu depan saat malam bulan madu kami" jawabnya dan kali ini aku terkejut
"bulan madu?" aku penasaran
"yah bulan madu" jawabnya sama singkat
"berapa anda akan membayar saya?" aku langsung pada transaksi
"100 juta" jawabnya angkuh
"baiklah! Akan saya lakukan" aku terima pekerjaan itu karena aku ingin melupakan lukaku karena Siwon.
Shim Changmin point of view
Ini adalah hari pernikahanku dengan Yuri. Aku sudah siap dengan jas pengantin berwarna off white ini.
Dan pendamping pengantin pria yang adalah Siwon hyung sudah mengingatkanku untuk segera menuju altar menanti kehadiran Yuri sang pengantin wanita
"kamu yakin dengan pernikahan ini Minnie-ah" Siwon hyung bertanya padaku
"ya hyung karena pernikahan ini adalah sebuah drama buat kami berdua" jawabku datar
"bagaimana dengan bulan madu kalian?" Siwon hyung kembali bertanya
"oh ya mengenai bulan madu, kami berdua memiliki rencana yang amat gila" jawabku tersenyum miris
"maksudmu?" Siwon hyung tampak sangat penasaran
"hyung benar! Yuri sangat mengenal siapa Cleopatra. yeoja yang tempo hari hyung kenalkan padaku. Bulan madu besok akan kami habiskan dipulau Jeju selama 4 hari. Yuri membawa serta Jessica dan aku membawa Cleopatra" aku menjelaskan berapi – api
"boo! Cleopatra?" Siwon hyung tampak syok saat mendengar nama Cleopatra disebut
"wae? Hyung tidak tahu kalau Cleo adalah seorang pelacur kelas kakap memiliki harga yang amat mahal untuk dapat berkencan dengannya selama 4 hari, Yuri harus mengelurkan uang 100 juta. Dan Yuri menyanggupinya asal aku mau menikah dengannya" jelasku
"kamu ingin menghabiskan bulan madumu dengan seorang pelacur" Siwon hyung tampak menyepelekan Cleo
"kenapa tidak? Untuk namja normal sepertiku Cleo adalah bidadari dan harus dinikmati. Aku sangat ingin merasakan nikmatnya bercinta dengan Cleopatra. Merasakan sensasi liar yang akan kami lakukan dipulau Jeju. Tarifnya yang sangat mahal pasti sebanding dengan servisnya diatas ranjang bukan?" aku berfantasi
"kamu sama gilanya dengan sepupumu" ketus Siwon-ssi sinis.
Kami berdua sudah sampai dialtar selintas aku perhatikan para tamu ada Kyuhyun-ssi duduk diantara tetamu. Dan ada Jessica juga disana.
Aku sama sekali tidak merasakan kegugupan sama sekali dan rasanya semua biasa saja sampai musik yang mengiringi pengantin wanita terdengar aku masih merasa tenang
"pengantinmu sudah datang" Siwon hyung berbisik
"aku tidak peduli hyung yang aku fikirkan adalah rencana kencanku dengan Cleopatra" hiburku dalam hati.
Pemberkatan sudah selesai dan pendeta mempersilahkanku mencium pengantinku. Aku buka cadar yang menutupi wajah cantik Yuri lalu aku kecup bibirnya tanpa hasrat sedikitpun lalu tepukan tangan dari para tamu dan keluarga terdengar ramai. Lalu kami berdua berjalan menuju pintu keluar disambut lemparan kelopak bunga mawar. Aku menatap kearah Siwon hyung yang berdiri bersebelahan dengan Kyuhyun-ssi. Memberikan mereka senyuman.
Resepsi pernikahan kami diadakan di sebuah hotel mewah pada malam harinya. Aku dan Yuri tampak bahagia menikmati pesta pura – pura ini. Ada banyak tamu penting yang datang kepesta yang kami adakan ini dan yang sangat istimewa adalah kehadiran Cleopatra bersama Hyukjae hyung yang adalah sahabat Yuri.
Cleopatra tampak sangat cantik dan anggun malam itu. Dia memakai gaun malam sexy berwarna hitam dengan punggung terbuka dan menonjolkan tubuhnya yang langsing dan sensual. Rambutnya dinaikan keatas dengan model frenc twist memperlihatkan lehernya yang jenjang menambah kesan sexy.
Aku dan Yuri segera menyapanya begitu dia datang
"sunbae gumawao sudah datang" sapa Yuri pada Park Jungsoo
"Cleo! Gumawao" Yuri juga menyapa bidadari cantik itu.
Cleo menganggukan kepalanya dengan anggun dan memberikan aku senyuman yang sangat indah
"anda cantik sekali malam ini Cleo-ssi" bisikku mesra ditelinganya
"gumawao!" jawabnya singkat
"saya tidak sabar menunggu datangnya besok dan ingin sekali menghabiskan malam dengan anda" aku kembali berbisik mesra ditelinganya
"anda tidak akan menyesal! Saya pastikan itu" janji Cleo padaku
"anda sudah bertemu Siwon hyung?" tanyaku padanya
"tidak! Saya belum melihatnya" jawab Cleo menatapku manja
"tadi dia ada disini bersama dengan Kyuhyun-ssi. Sepertinya mereka sudah baikkan dan melupakan semua masalah yang ada" aku terus bertahan untuk terus bersamanya
"Changmin-ssi! Apakan anda tidak takut tamu yang lain curiga jika anda terus bersama saya disini?" Cleo berbisik mengingatkanku
"ah nee! Saya pamit selamat malam Cleo-ssi semoga anda menikmati pesta ini.
Cleopatra point of view
Aku tidak menyangka Yuri ternyata adalah orang yang sangat licik dan ambisius. Dia mengorbankan sepupunya sendiri untuk menikahinya demi menutupi kondisi dia yang sebenarnya.
Demi mewujudkan pernikahannya dan membuat sepupunya senang dia sengaja menyewaku untuk menemani sepupunya selama 4 hari kedepan.
Sim Changmin memang namja yang amat lugu, dia tampan namun cenderung imut hingga kesan manly jauh dari imagenya. Dia hanya seperti dongsaengku, aku seperti akan bercinta dengan dongsaengku sendiri. Tapi aku harus tetap professional menjalankan tugasku sebagai yeoja penghibur.
Pesta drama pernikahan ini sangatlah meriah. Ada banyak orang penting dan pejabat yang hadir disini. Ada beberapa diantaranya adalah mantan tamuku yang terkejut dan berpura – pura tidak mengenaliku karena mereka membawa para istrinya. Aku hanya bisa tersenyum melihat kemunafikan mereka.
"Cleo-ah kita cari minuman" Hyukjae oppa mengagetkanku
"nee!" aku menyambutnya.
Saat sedang asyik menikmati minuman, kami dikejutkan oleh kehadiran dr. Leeteuk beserta suaminya juga Siwon-shi.
"tuan Lee! Anda datang?" sapa dr. Leeteuk pada oppa
"yah nyonya Choi saya datang membawa adik angkat saya. Mari saya perkenalkan dia Cleopatra" oppa memperkenalkan aku secara resmi pada keluarga Choi
"kami sudah saling mengenal" dr. Leeteuk mengangguk kearahku lalu segera aku balas
"tentu saja kalian sudah saling mengenal dan menyimpan banyak rahasia?" Siwon-shi tiba – tiba bersuara
"yobow! Kamu tidak menyapa mantan rekan bisnismu?" dr. Leeteuk menegur suaminya
"ah apa kabar tuan Lee?" tuan Choi menyapa oppa
"baik tuan Choi! Lama tidak berjumpa" oppa menjabat tangan appanya Siwon
"yobow saya tinggal kamu untuk bercengkrama dengan tuan Lee! Biar saya dan Cleo mencari kudapan untuk kalian" dr. Leeteuk sepertinya ingin sekali berbicara berdua denganku
"Siwon-ah! Silahkan kamu bergabung dengan chingudeul kamu" dr. Leeteuk menyuruh Siwon pergi. Siwon menatapku sinis sepertinya dia masih menyimpan emosi.
"Cleo-shi! Kenapa kamu menyerah? Lihatlah! Siwonnie sudah semakin berani membawa namja itu kepesta seperti ini. Saya khawatir dengan komentar buruk tentang dia" dr. Leeteuk menengok kearah Siwon yang sedang mengobrol akrab dengan Kyuhyun-shi
"tentu saja Kyuhyun-shi akan hadir dipesta ini dok. Karena dia berteman dengan pengantin pria" jawabku memandang kearah Siwon-shi yang juga sedang menatapku
"sepertinya Siwonnie sedang memandang kearah anda Cleo-shi" dr. Leeteuk menatapku mengerutkan dahinya
"ani! Dia sedang menatap anda dokter" aku menyangkal
"tatapan itu sepertinya saya sangat hafal apa artinya" dr. Leeteuk mencoba menalar putranya
"tatapan apa dok!" aku penasaran dengan jawaban dr. Leeteuk
"tatapan penuh amarah dan kebencian" dr. Leeteuk terus memperhatikan Siwon-shi
"dia memang sangat membenci saya dok! Itu sebabnya saya menyerah" aku menjawab
"baiklah saya harus kembali pada suami saya! Semoga harimu menyenangkan Cleo-shi. Dan semoga Siwonnie tidak membuat kami malu malam ini" dr. Leeteuk pamit
"saya yakin Siwon-ssi tidak akan mempermalukan dirinya dihadapan banyak orang dokter" aku teguk kembali sisa minumanku.
Aku memperhatikan langkah dr. Leeteuk saat sedang menghampiri suaminya yang masih berbincang dengan oppa. Mereka akhirnya mengobrol bertiga.
Aku putuskan untuk keluar balkon menghirup udara segar dimana ada beberapa pasangan sedang asyik menikmati babi panggang yang disajikan 2 orang chef.
"Cleo-ssi!" jelas terdengar suara Siwon memanggil namaku.
Aku menoreh kearah suara itu, dan memang benar Siwon-shi sedang berjalan kearahku
"siapa kamu sebenarnya?" Siwon bertanya dengan intonasi yang tegas
"saya seorang pelacur! Ada masalah?" jawabku singkat
"bagaimana kamu bisa mengenal eommaku? Menjadi pasiennya adalah hal yang tidak mungkin" Siwon-shi mulai menyepelekan aku
"kenapa? Karena biayanya mahal? Atau dr. Leeteuk tidak pantas menerima pasien seorang pelacur?" aku berusaha membalasnya
"aku yakin kamu bukanlah sembarangan pelacur" Siwon-shi terus menatapku sinis
"terserah anda mau berfikir seperti apa saya tidak peduli" aku berlalu meninggalkan Siwon berdiri disana
"tunggu!" Siwon-shi berjalan cepat kearahku dan menarik tanganku untuk mengikuti langkahnya
"anda mau bawa saya kemana Siwon-shi?" tanyaku menahan sakit dilengan karena genggamannya terlalu kuat.
Dia terus berjalan tanpa memperdulikan orang disekitar dan menarikku dan melepaskan tanganku setelah kami tiba disudut balkon yang lebih sepi
"kenapa kamu mau menerima tawaran Yuri untuk berkencan dengan Changmin yang adalah suaminya?" aku heran kenapa Siwon-shi mengetahui tentang semua itu
"itu bukan urusanmu!" jawabku ketus
"dia sahabatku dan aku tidak ingin kamu mengotorinya" Siwon-shi mulai memancing emosiku meluap
"anda peduli sekali dengan sahabat anda sementara apa yang anda lakukan jauh lebih kotor dari yang saya lakukan" aku membalas sama sadisnya
"boo? Jangan samakan aku dengan pekerjaanmu yang hina itu" Siwon-shi menatapku semakin garang
"saya rasa tidak ada gunanya saya berbicara dengan anda tuan muda Choi! Permisi" aku memalingkan mukaku dan meninggalkannya.
Tiba – tiba tanganku ditarik dan terpaksa aku harus mengikuti langkahnya yang setengah berlari meninggalkan balkon, masuk keruang pesta terus berjalan keluar ruangan itu tanpa menghiraukan seruan orang yang memanggil nama Siwon-shi.
Kami terus berjalan menuju lift lalu kami masuk setelah pintu lift itu terbuka dan Siwon-shi masih terus mencengkran lenganku
"apa yang anda inginkan sebenarnya tuan?" bentakku pada Siwon-shi.
Dia melirik dan mendelik tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Terdengar ponsel kami berbunyi hampir bersamaan. Saat aku hendak menjawabnya, tiba – tiba Siwon-shi merebut ponselku dan mematikannya melepas batrenya kemudian mengembalikan ponsel itu padaku lalu dia melakukan hal serupa pada ponselnya.
"apa yang anda lakukan?" aku semakin membentak Siwon-shi yang masih tidak mau berkata sedikitpun membuat aku semakin kesal dan jengkel.
Lift sudah membawa kami ke basement dan dia kembali menarikku keluar dengan kasar
"lepaskan tanganku!" aku berusaha menghempaskan genggaman tangannya yang kuat namun tidak berhasil.
Siwon sekilat menatapku dan mendorongku kepilar dan dia mulai menciumku dengan paksa. Aku berusaha melepaskan diri namun tenaganya begitu kuat.
Ciumannya dibibirku semakin liar membuatku kehabisan nafas. Aku mendorong dadanya dan berhasil. Siwon-shi memejamkan matanya dan menarik nafas dengan cepat seperti orang yang sedang kambuh asmanya
"apa yang sebenarnya anda pikirkan tuan?" aku merapihkan gaunku juga rambutku
"berapa aku harus membayarmu untuk mau tidur denganku malam ini?" aku melihat mata Siwon-shi berkaca – kaca membuatku terenyuh dan ingin sekali memeluknya
"permisi" aku berlalu meninggalkannya tanpa menjawab pertanyaannya.
Tiba – tiba Siwon-shi memelukku dari belakang dan dia berbisik lirih ditelingaku
"tolonglah aku! Aku bingung dengan apa yang telah terjadi padaku. Aku sudah tidak memiliki hasrat bercinta dengan Kyuhyun, aku mencoba untuk melakukannya dengan namja lain namun tetap tidak ada hasrat itu. Lalu aku mencoba melakukannya dengan Fanny, itu lebih sulit buatku karena aku tidak pernah menyukai seorang yeoja dan harapan terakhirku adalah kamu Cleo-shi tolonglah aku" Siwon-shi mengecup kepalaku.
"anda sudah tahu saya adalah yeoja yang sangat kotor. Anda juga sudah tahu kalau besok pagi saya harus terbang ke pulau Jeju untuk memenuhi janjiku menemani Shim Changmin berkencan selama 4 hari jadi saat ini tidak mungkin untuk saya dapat melayani anda tuan muda Choi" aku berkata dingin padanya
"1 jam saja! Tidak lebih" Siwon memohon hingga membuatku tak kuasa untuk terus membalas perlakuan kasarnya
"baiklah! Dimana anda ingin kita melakukannya?" aku lepaskan pelukannya dan menghadap kearahnya
"ditempatmu!" jawabnya tegas. Aku tatap dia dan aku tersenyum mentertawakan kekanak-kanakannya.
Mobil Jaguard Siwon-shi sudah melaju meninggalkan basement hotel itu. Aku arahkan dia untuk sampai dimotel tempat aku tinggal.
Singkat cerita kami sudah sampai dimotel
"ternyata kamu memang penuh misteri," Siwon-shi memarkirkan mobilnya sesuai dengan petunjukku.
Penjaga motel mengangguk menghormatiku saat aku masuk keloby motel. Aku ajak Siwon-shi menuju lift lalu kami masuk kedalam lift dan aku tekan tombol berangka 3 karena kamarku memang dilantai 3. Kami sudah sampai dilantai 3 lalu segera keluar dan kembali berjalan menuju kamarku 306.
Aku buka penutup sandi yang mengunci kamarku dengan aman, Lalu pintunya terbuka
"masuklah!" aku persilahkan Siwon-shi masuk kekamarku
aku lepaskan highheelsku bertelanjang kaki kemudian melangkah kearah minibar membuatkan minuman untuknya.
"minumlah anda harus relax sebelum kita memulainya" aku berikan segelas red wine untuknya
"gumawao" jawabnya lalu meneguk winenya.
Aku terus menatapnya yang tampak sedikit kikuk
"apakah anda sudah siap?" aku bertanya sedikit menggoda
"yah" jawabnya gugup
"relax! Anda tidak perlu gugup" aku dekati dia dan aku belai wajahnya yang tampan
"kemarilah!" aku tuntun dia perlahan untuk mengikuti langkahku menuju kamar pribadiku
"anda tidak akan lari lagi bukan?" aku terus menggodanya
"sudahlah jangan ingatkan aku akan hari itu" Siwon-shi tampak sedikit malu.
"tolong buka lengan bajuku!" aku meminta dia melepaskan gaunku karena memang tidak ber-resleting hanya menurunkan bagian lengan yang menepel gaun itu akan lepas dengan sendirinya menyisakan underwearku.
Kini aku sudah setengah telanjang membelakanginya
"sekarang lepaskan jepit yang mengikat rambutku" aku ingin terlihat lebih sensual jika rambut panjangku terurai dan dia mengikutinya.
Aku balikan badanku yang sudah topless menghadapnya dan aku lihat dia memperhatikan ke-sexy-an yang aku miliki.
"aku memiliki 2 mutiara dan satu berlian. Kedua mutiara itu ada disini" aku tuntun tangan kekarnya menyentuh kedua peyudaraku
"remaslah dan rasakan!" aku perintahkan dia untuk meremasnya
"bayangkan kini anda sedang menggenggam 2 mutiara yang amat indah dan amat mahal. Genggam dengan kedua tangan anda" Siwon-shi menuruti semua perintahku dan remasannya sangatlah lembut dan penuh perasaan.
"sekarang anda lepas semua pakaian yang anda pakai sisakan hanya celana dalamnya saja" aku berbisik pelan dan aku gigit lembut daun telinganya.
Siwon-shi melepas satu persatu pakaian resminya karena malam itu dia memang memakai stelan jas resmi warna lengkap dengan dasi kupu-kupunya. Aku dapat memandangi tubuhnya yang proporsional dan sixpack.
"berbaringlah disebelahku" aku tepuk kasurku dimana Siwon-shi akan berbaring disampingku
"sekarang bayangkan kalau kamu adalah seorang bayi yang sedang kehausan dan ingin sekali menyusu pada ibumu" aku raba lembut payudaraku hingga putingnya.
Siwon-shi langsung menghisap puting kiriku dan tangannya meremas payudara kananku membuat aku mulai terangsang.
"sudah cukup bermain mutiaranya. Sekarang saatnya kita mencari tahu dimana berlian itu. Anda yang harus mencarinya. Berlian itu ada didalam sebuah gua dan gua itu ada disini letaknya" aku arahkan tangannya menuju vaginaku. Aku tatap Siwon-shi dengan tatapan menggoda dan dia tersenyum.
"untuk mendapatkan berlian itu, anda pastinya harus memiliki sebuah senjata atau alat untuk menggalinya. Dan senjata anda ada disini" aku sentuh lembut membernya yang masih dalam posisi tidur.
Saat aku menyentuh membernya perlahan mulai membesar dan menegang
"lepaskan penutup senjata anda dan perlihatkan padaku betapa senjata yang anda miliki memang tepat untuk dapat menemukan berlian itu" tangaku terus meremas lembut membernya.
Siwon-shi mulai melepaskan celana dalamnya dan dapat aku lihat membernya yang begitu panjang dan besar, aku bayangkan betapa nikmatnya jika membernya itu berada didalam vaginaku.
"apa nama senjata anda tuan?" aku bertanya manja
"apa?" Siwon-shi tampak bingung
"anda harus memberikan sebuah nama untuk senjata anda" aku menjelaskan
"apa nama gua milikmu?" dia mulai mengerti
"paradise! Itulah nama gua milikku" jawabku kilat
"jika begitu nama senjataku adalah the holly arrow" Siwon-shi mulai ikut berimajinasi bersamaku
"apakah anda ingin saya mengasah holly arrow itu biar lebih tajam?" tanganku memainkan bola – bola membernya
"bagaimana cara kamu mengasahnya?" dia menggeliat perlahan
"dengan cara meng-oralnya" aku tatap dia manja
"lakukanlah!" jawabnya pasrah
"tidak sekarang! Karena jika aku lakukan sekarang hanya akan mempercepat proses orgasme anda tanpa mencari berlian didalam paradise. Untuk dapat memuaskan kaum hawa sedikitnya anda harus bergerak maju mundur sebanyak 60 kali didalam gua paradise. Sekarang anda mulai mengenali gua paradise terlebih dahulu untuk lebih menguasai bagaimana anda menemukan berlian itu" aku sentuh bibirnya yang tipis.
Aku lepaskan underwearku hingga aku benar – benar bugil. Aku arahkan tangannya untuk menyentuk vaginaku
"beginilah cara anda mengenali gua paradise itu, sentuhlah dan eksplorasi seperti apa bentuk dan bagian dari gua paradise itu" Siwon-shi mulai memainkan vaginaku dan memainkan bijinya membuatku mendesah
"selagi anda bereksplorasi disitu, saya ingin memberikan anda bantuan pernafasan karena didalam gua pastinya sedikit memiliki udara" aku mulai melumat bibirnya yang tipis itu dan menghisap bibir atasnya lidahnya dengan penuh nafsu.
Siwon-shi membalas ciuman itu lebih dahsyat dari yang aku lakukan lalu tanganku kembali menyentuh membernya yang semakin membesar.
Aku semakin mendesah karena permainan tangannya disekitar vaginaku semakin hebat dan benar – benar terangsang tangan yang satunya mulai meremas payudaraku membuatku menggeliat menahan nikmat
"apa senjata anda sudah siap menggali gua itu untuk mencari berlian?" tanyaku dengan suara mendesah
"yah Cleo aku sudah siap" suara Siwon-shi sama nadanya denganku
"lihatlah paradise" aku regangkan kakiku sehingga Siwon-shi bisa melihat seperti apa bentuknya dengan jelas
"kemarikan holly arrowmu! Masuklah kedalam paradise dan mulailah mengali sebanyak 60 kali" aku masukan membernya kedalam lubang vaginaku dan aku menggeliat
"galilah dengan gerakan maju mundur diatas paradiseku" aku mulai mengoyangkan bokongku
"ahh" aku dengar Siwon-shi mendesah nikmat
"kita hitung sama-sama! Ti ga, em pat li ma ahhh" aku mendesah karena itu sangatlah nikmat
"te rus kan an da yang hitung" aku terbata – bata
"dela pan ahh, sembi lan hmm se puluh oohh Cleo" desahan Siwon-shi semakin berat
"pelankan galian anda agar kita tidak secepat itu mencapai orgasme" aku tahan gerakan Siwon-shi karena sebentar lagi kami akan mencapai orgasme
"tiga belas, empat belas" aku kembali bergoyang
"lima belas, enam belas, tujuh belas ahhhh ahhh delapan belas, hmmm Cleo. Sembilan belas ohh dua pu luh ohh God" Siwon-shi melumat bibirku saat kami mencapai orgasme bersama
"kamu sungguh hebat Cleo-shi! Ternyata paradise lebih indah dari semuah gua yang pernah aku gali" Siwon-shi kembali menggoyangkan membernya diatas vaginaku
"apakah anda puas Siwon-shi?" aku remas punggungnya dengan lembut
"tentu saja aku sangat puas dan aku menunggu pelajaran selanjutnya" Siwon-shi turun dari tubuhku dan berbaring disampingku dengan tanggannya masih ingin meremas payudaraku
"apa sekarang anda memahami seorang yeoja?" tanyaku menyampingkan tubuhku kearahnya
"hanya memahami kamu saja, yeoja lain entahlah" Siwon-shi kembali mencium bibirku dan membaringkan badanku lalu kembali menindihnya melakukan petting.
"apa besok kamu masih harus menepati janjimu pada Changmin? Dia mulai mengkhawatirkan esok hari
"tentu saja! Inilah profesiku" jawabku menyentuh alis matanya yang tebal
"jika aku meminta kamu tidak melakukannya! Apa kamu mau menurutinya?" Siwon-shi menatapku manja
"wae" aku balik menatap dia manja
"aku merasa sepertinya aku tidak rela kamu disentuh namja lain selain aku! Aku mampu membayarmu sangat mahal asal kamu tidak lagi melayani orang lain selain aku" Siwon-shi kembali turun dari tubuhku
"anda harus ingat Siwon-shi! Aku bukanlah yeoja yang bisa anda miliki sepenuhnya, karena aku hanyalah seorang wanita penghibur. Aku tidak pantas mencintai dan dicintai namja manapun?" aku mengingatkan Siwon-shi tentang diriku yang sebenarnya
"apa kamu sedang mempermainkan aku Cleo?" dia menatapku kecewa
"ani! saya sedang membicarakan tentang kenyataan. Saya harus tau diri siapa saya dan siapa anda Siwon-shi! Anda adalah putra tunggal seorang pengusaha terkenal juga putra seorang dokter yang sangat terpandang" aku menatapnya membelai wajah tampannya
"lupakan tentang itu semua aku tidak ingin membicarakannya" Siwon-shi lalu kembali mencium bibirku.
Kami berciuman penuh nafsu dan hasrat entah berapa banyak saliva kami yang saling tertukar dan tertelan. Kami berciuman saling bergulingan hingga kami berdua terjatuh dari kasur dan berbaring diatas karpet Persia itu.
"aku sudah siap dengan ajaran selanjutnya! Mari kita lakukan kembali Cleo" bisik Siwon-shi yang tampak kembali bergairah
"baiklah pelajaran selanjutnya adalah bidadari cantik menunggang kuda unicorn berwarna putih" aku duduk diatas Siwon-shi yang sedang terlentang tepat diatas membernya.
Aku masukan membernya kedalam vaginaku dan aku mulai bergerak maju mundur diatasnya
"ahh Cleo you are so hot" Siwon-shi menikmati setiap gerakanku
"sentuhlah dan remaslah mutiaraku Siwon-shi" gerakanku semakin cepat
"ahhh ahhh" Siwon-shi mendesah semakin cepat
"hmmm hmmm" aku juga ikut mendesah
"faster Cleo faster!" Siwon-shi meremas bokongku.
Aku percepat gerakanku dan nikmat itu semakin terasa. Member Siwon-shi memang benar – benar dashyat, baik ukuran ataupun kekuatannya saat bercinta
"ahhh yes ohh Cleo you make me die" itulah gumannya sambil menggigit bibir dan memejankan matanya
"ahh hmmm ahh" aku juga kembali mendesah dan orgasme kedua akan kami capai
"ahhhhh yes thanks God" Siwon-shi mendesah karena orgasme itu kembali tercapai.
Kami lelah setelah dua kali bercinta sampai kami tidak sanggup pindah keatas kasur untuk tidur. Kami tidur diatas karpet dengan posisi saling berhadapan dan berpelukan.
Matahari pagi sudah menyapa. Aku segera mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi kebandara menuju pulai Jeju. Siwon-shi masih terlelap dalam tidurnya dan aku tidak tega untuk membangunkannya. Sampai saat aku berdandan dia masih tidur nyenyak disana.
Aku harus mengaktifkan ponselku yang tadi malam dimatikan secara paksa oleh Siwon-shi. Begitu aktif ternyata banyak sekali pesan yang masuk baik dari oppa, dr. Leeteuk juga dari Changmin.
Aku baca satu persatu isi pesan itu yang kebanyakan isinya menanyakan dimana kami berada, aku abaikan saja semua pesan itu.
Sepertinya aku harus membangunkannya karena aku harus pergi sekarang juga. Aku dekati dia yang masih tertidur lelap diatas karpet
"Siwon-shi! Bangunlah" aku belai wajahnya dengan lembut.
Matanya berusaha untuk dapat terbuka sepertinya dia memang sangat lelah
"saya harus pergi jika anda masih ingin tinggal, silahkan tapi anda harus bangun sebentar saja untuk pindah keatas kasur disini dingin" aku berusaha membuatnya untung bangun
"hmm aku masih ngantuk" Siwon-shi hanya menggeliat
"baiklah saya tidak akan mengganggu anda. Saya pergi! Sampai jumpa 4 hari lagi. Jangan lupa untuk mengunci kamar ini dan titipkan di-receptionist oke!" aku beranjak meninggalkan dia yang masih berbaring disana
"tunggu! Jangan pergi" Siwon-shi bangun dan perlahan jalan menghampiriku dan aku dapat dengan jelas melihat tubuhnya yang full naked. Aku segera menutupi membernya dengan selimut
"anda mungkin sedang mengigau SIwon-shi!" aku lingkarkan selimut itu menutupi sebagian tubuhnya yang sexy
"apa kamu benar – benar akan pergi?" dia kembali memastikan
"ya tuan muda penerbangan pukul 10 pagi! Jika anda ingin menyusul, anda harus terbang pada penerbangan berikutnya" aku usap keringat lembut didahinya dengan jariku
"aku ingin tinggal disini bersamamu" dia membelai wajahku dengan tatapan memelas
"baiklah! Anda boleh tinggal disini, tunggu saya 4 hari lagi dan setelah itu kita bisa tinggal bersama" aku berusaha menghiburnya
"lalu apa yang harus saya lakukan selama 4 hari ini?" dia merajuk
"anda bisa selesaikan masalah anda dengan Kyuhyun-shi atau anda bisa pulang kerumah dan beritahukan pada eomma kalau anda adalah namja yang normal" aku menyarankan beberapa ide padanya
"baiklah aku harap 4 hari akan segera berlalu! Aku masih ingin tinggal dan kembali tidur karena hari ini aku tidak ingin bertemu siapapun. Apa kamu bisa pergi sendiri tanpa aku antar?" Siwon-shi memelukku
"tentu saja! Saya sudah memesan taxy. Anda tidak perlu khawatir" aku peluk erat tubuh kekarnya seolah aku tidak ingin melepaskannya.
"kamu tahu Cleo? Perasaan seperti ini aku belum pernah merasakannya! Begitu nyaman dan terasa damai aku harap kita akan selalu bersama dan tidak ada yang bisa memisahkan kita. Aku tidak peduli kamu adalah seorang yeoja penghibur atau apapun yang aku tahu aku telah jatuh cinta padamu Cleopatra" Siwon-shi memelukku semakin erat.
Kami saling melumat bibir dan berciuman mesra seperti ciuman yang tidak akan pernah berakhir
"saya harus pergi tuan" perlahan aku lepaskan ciuman panas itu
"baiklah sampai jumpa bidadariku" Siwon-shi melepaskan pelukannya dengan ragu.
TBC
NC Sichul mian kalau terlalu vulgar
mudah - mudahan tidak dihapus admin lagi sediiiiih *nangis bombay
mdh"an chapter 7 ini memuaskan semua yang menunggu Sichul moment
jgn lupa review yang makin heboh yah!
biar author semangat nulisnya *author butuh hiburan karena ffnya udh dihapus :'(
gumawaooo untuk semua yang menunggu dan setia
