Ai : "fhuuuh… capek…,"
Lex : "gue juga capek you know?"
Al : "yaudah, cepetan mulai! Ga usah banyak bacot!"
Ai : "makasih buat yang udah nge-ripiu my fic!"
Minna : "STAAART!"
oOo
Author : Ai-Lex-Al
Disclaimer : kami menyerah atas nama Tite Kubo!
Rated : this is for tennagers... (T)
Genre : friendship-romance
Warning : alur cerita gaje binti abal, garing, boys love (BL), AU, OOC, EYD-nya gaje.
oOo
:: BRIGADE TOUSHIROU ::
2. Rukia
"Aku tau.. Rukia itu..,"
"Ia! Lanjutkan Hinamori!" kata Toushirou tidak sabaran.
"Dulu, Rukia-chan itu adalah pacarnya Ichigo. Tapi..," lagi-lagi Momo memotong perkataanya seolah tak tega mengatakannya.
Toushirou menyimak. "tapi Rukia-chan meninggal dalam kecelakaan mobilnya yang menabrak bus dan terpental masuk ke jurang. Rukia-chan menginggal seketika," kata Momo sedih.
"ap-a?"
"Saat itu memang Ichigo menemaninya pergi kemping menaiki mobil Rukia yang dipinjamnya dari kakaknya. Terus saat mobil mereka menabrak bus, Rukia-chan langsung melempar Ichigo keluar. Tapi Rukia-chan yang akhirnya masuk ke dalam jurang. Kalau saat itu Rukia-chan tidak melempar Ichigo, mungkin Ichigo pasti juga sudah meninggal…," kata Momo sedih.
Hati Toushirou tersentuh. "mungkin karma tingkah lakumu dan cara bicaramu mirip dengan Rukia-chan, jadi dia mengira kamu adalah reinkarnasi Rukia-chan..,"
"begitu ya..?"
"jadi Shirou-chan.. maaf ya kalau aku minta begini.. kamu bisa ga, ngegantiin posisi Rukia-chan di hati Ichigo.. pliiis! Shirou-chaaan!" kata Momo penuh harap.
Toushirou merengut. "tapi jangan panggil gue Shirou-chan dong..," Momo tertawa melihat chibi putih itu merengut imut. " gue mau-mau aja nge-gantiin posisi Rukia.., tapi gue harus gimana dulu?"
"gampang! Kamu hanya perlu jadi pacarnya aja!" Toushirou terkejut setengah mampus.
"GA MUNGKIN! GUE COWOOK!"
"pliis! Demi hilangin penyakit produk broken heart dia…," Momo mohon.
Toushirou menghela nafas. "iya, gue coba deh…," kata Toushirou. Momo memeluk 'Shirou-chan'-nya gemas. Tanpa mereka sadari, dari tadi sepasang bola mata coklat memandang Toushirou tanpa berkedip sedikitpun. Dan mata itu adalah mata milik Kurosaki Ichigo!
Saat istirahat, Toushirou memutuskan untuk ke perpustakaan. Toushirou memang termasuk anak yang dibilang rajin, pintar, pandai, dan berbagai sebutan untuk anak jenius sepertinya. Dia ke perpustakaan tidak sendirian. Tapi ditemani sahabat barunya, Momo. Momo masuk ke bagian pelajaran biologi. Sedangkan Toushirou mencari buku kumpulan rumus matematika. Saat dia menemukan buku yang di carinya, sebuah tangan telah mengambilnya terlebih dahulu. Yang jelas pemilik tangan tersebut bukan Toushirou. Tapi cowok berambut oranye jabrik menyala.
"elo mau buku ini ya?" tanya Ichigo.
"kalau iya? Kemarikan! Gue duluan yang nemuin buku itu!" Toushirou berusaha mengambil bukunya. Tapi Ichigo mengangkat tinggi buku itu sehingga tubuh Toushirou yang mungil tak mampu menjangkaunya.
Ichigo tersenyum puas. "sepertinya elo tetap suka sama matematika ya, Rukia~ gue jadi makin sayang sama elo..," kata Ichigo sambil menggenggam tangan Toushirou layaknya pangeran menggandeng putrinya.
"apa-apaan sih? Udah! Cepet kasih buku itu!" Toushirou merebut buku itu dari tangan Ichigo. Tapi Ichigo mempertahankannya. Sehingga sesuatu yang tak terduga terjadi. Buku kumpulan rumus matematika kepunyaan sekolah robek!
"celaka...,"
"mampus gue...,"
"kurosaki.. sebaikanya elo pertanggung jawab-in ni buku.. gue mau balik ke kelas..," kata Toushirou sambil diam-diam menaruh sobekan bukunya ke lantai dan mundur secara berurutan ke depan pintu perpustakaan.
Ichigo masih bengong. "apa? Tunggu Toushirou!" dia mengembalikan kedua belah sobekan itu yang ditumpuk sebegitu rupa ke rak buku. Dan mengejar Toushirou yang mulai meninggalkan perpustakaan. Lalu, seorang anak berkacamata tulalit mengambil buku itu. Dan dia yang dijadikan tersangka. Sungguh malang.
Di dalam kelas, saat itu masih sepi. Hanya ada beberapa murid kelas lain yang datang berkunjung menemani temannya yang ada di kelas Toushirou. "haah..haah.. Kurosaki..,"
"apa?" tanya Ichigo yang tak kalah mengatur nafasnya.
"glek.. lebih baik jangan masuk ke perpustakaan dulu..," saran Toushirou lalu menundukkan kepalanya sampai wajahnya menyentuh meja Toushirou.
"iya, bener... gue gak akan masuk ke sana sampe 1 minggu ini.. elo juga gitu kan Toushirou?,"
tiba-tiba saja Toushirou teringat akan Rukia. Dia sadar, tadi Ichigo memanggil namanya. Bukan Rukia. "eh?"
Ichigo yang sedang menghabiskan air mineralnya melirik ke Toushirou. "ada apa lagi?" tanya-nya.
"ga ada apa-apa kok, Cuma nyapa ajah.. btw, elo minum air punya siapa?" Toushirou curiga. Dia melirik ke tasnya kalau air mineralnya hilang. 'perasaan gue ga enak...,' batinnya.
Ichigo melirik sebentar ke botol yang sedang dipengangnya. "lho? Ini kan punya elo. Gimana sih?" kata Ichigo innocent.
"what? Elo minum punya gue? Dari botol gue?" Toushirou teriak. Untung anak-anak yang lainnya seperti Hisagi tak curiga karna Toushirou berteriak.
"oia,ini namanya ciuman tak langsung kan?"
Toushirou langsung menyambar botol yang dipegang Ichigo lalu dengan cepat dia mengelap bekas bibir Ichigo di mulut botolnya menggunakan tangannya. "Eww... menjijikan.. kenapa elo minum air gue?" tanya Toushirou.
Ichigo hanya melenggang menuju kantin. "gue Cuma mau ciuman sama elo, Rukia," katanya datar+sok cool.
Toushirou yang melihat punggung Ichigo mencerna kata-kata yang tadi dikatakan Ichigo. 'hmm.. Rukia.. sepertinya kalau mau menyembuhkan Ichigo gue mesti nyari data tentang cewek itu,'
Tak berapa lama, Momo datang ke kelas. "hm.. berhubung kelas udah agak rame, aku mau ngasih pengumuman ke kalian!" kata Momo. Di kelas ini, dia menjabat sebagai ketua kelas. Sedangkan wakilnya adalah Kensei Muguruma.
"ehm, tadi aku dapet info dari Pak Aizen wali kelas kita bahwa 'anak kelas 10-B boleh mendirikan stand saat perayaan tahun baru. Berhubung minggu depan adalah tanggal 1 januari, Pak Kepala Sekolah membuat acara tahun baru di sekolah kita. Bapak berharap kalian juga ikut, makanya langsung Bapak daftarin kelas kita. Oia, tema-nya boleh apa saja. Itu saja pesan dari Bapak. Jaa nee!' begitu kata Pak Aizen," kata Momo membaca kertas pink yang diberikan oleh Pak Aizen.
Seorang cowok mengangkat tangannya. "Hinamori-san, bagaimana kalau kita buat cafe cosplay?" tanya cowok itu, Hanatarou. Murid lainnya berbisik-bisik.
"umm.. gimana ya? Sebentar, Kensei-kun tolong bantu aku mencatat apa saja yang bakalan jadi tema kita!" kata Momo sambil menyuruh Kensei untuk maju kedepan dan membuat daftar tema mereka. "ada yang mau usul lagi?"
"gue!" kata Ichigo yang baru aja masuk ke kelas sambil membawa botol cola. "gimana kalo kita buat stand rumah hantu?" usulan Ichigo langsung dicatat sama Kensei.
"Hinamori! Gue mau usul bikin butik aja!" sahut Inoue.
Murid lainnya tak mau kalah memberi usulan. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya diputuskan kalau mereka akan membuat cafe cosplay seperti yang diusulkan Hanatarou.
"kalian boleh memakai kostum apa saja yang penting tema cosplay kita ini tentang 'MEMORI' " kata Hinamori lagi. Setelah guru matematika datang, Bu Halibel.
Sekarang kita zoom di kursi belakang. "Hei, Hinamori.. minggu depan elo mau pakai kostum apa?" tanya Toushirou. Hinamori menoleh sedikit lalu tersenyum.
"tentu saja aku mau pakai kostum-nya Suzanna!" katanya sambil agak berteriak. Toushirou sweatdroped. Lalu dia mencolek sedikit *emangnya sabun colek?* punggung Ichigo.
"ada apa?" tanyanya sambil berbisik. Toushirou menanyakan 'lo mau pake kostum apa waktu festival?' dalam bahasa isyarat dan dimengerti oleh Ichigo. "ooh, gue mau pake kostum Namikaze Minato. Kan syaratnya tentang 'Memori' dan boleh memori apa ajah. Gue ambil Minato deh," kata Ichigo sambil mengacungkan jempolnya.
"ooh..,"
Toushirou berfikir keras di sela-sela tugas yang dikasih oleh Bu Halibel. 'um.. kalo gue pake kostum Riku.. gue ga suka. Ntar banyak tangan jail yang nyubit pipi gue. Kalo pake kostum Jiraiya? Ga ah.. dia udah kakek-kakek!' pikir cowok putih ini. Dia terus memikirkannya dan tak sadar kalau dua bola mata hazel memandangnya tajam. Orang itu.. Momo.
Setelah pulang sekolah, Momo mengajaknya untuk bicara empat mata dengannya. "Shirou-chan.., aku punya ide untuk kostum-mu!" katanya penuh semangat.
"hn?"
"kamu pura-pura jadi Rukia-chan saja!"
"APA? Kenapa harus gue?" teriak Toushirou ceplas-ceplos.
Momo menghela nafas. "untung-untung kan kamu punya kostum, terus kamu bisa ngebantu Ichigo-kun buat ngelupain Rukia-chan!" senyumnya.
'bukannya itu tambah ngingatin Ichigo tentang Rukia?' batin Toushirou sweatdroped. Mau tak mau, Toushirou meng-iya kan permintaan Momo. Apa boleh buat, dia juga berjanji untuk nyembuhin Ichigo.
Lalu mereka menuju ke rumahnya Rukia. Sesampainya disana, Momo yang sudah dekat dengan keluarga Rukia di perbolehkan msuk ke kamar Rukia. Kamar bercat violet serta beberapa foto Rukia yang menggantung di dinding violet itu. Sebuah tempat tidur king size terlihat di tengah-tengah kamarnya. Beberapa boneka chappy menghiasi kamar Rukia. Toushirou memandang sebuah bingkai berhiaskan kelinci Chappy disamping tempat tidur anak yang bernama Rukia.
Foto seorang cowok yang kira-kira masih smp dan Rukia sendiri. Sang cowok berambut oranye itu merangkul pundang Rukia sambil berpose 'peace' dan tersenyum lebar. Di foto itu, Rukia juga tersenyum. Terlihat sebuah kebahagiaan di bingkai yang bertuliskan 'Ichigo love Rukia' itu. Toushirou yang melihatnya entah kenapa tersenyum miris.
Momo yang sibuk membuka lemari Rukia yang berisi baju-baju nya dan beberapa pernak-perniknya seperti sepatu dan lain-lainnya angkat bicara. "kamu sudah lihat bagaimana wajah Rukia-chan kan? Apalagi kalau dia berada di samping Ichigo-kun. Sungguh bahagia. Aku sudah mengenggap Rukia-chan adalah adikku sendiri. Makanya aku berbuat seperti ini demi dia dan Ichigo-kun. Aku harap kamu mau mengerti, Shirou-chan..,"
Toushirou meletakkan bingkai foto itu. Dia memandang ke sekelilingnya. "kayaknya gue mesti nurutin elo sekarang ya, nee-san..," katanya sambil tersenyum ke Momo. Momo membalas senyuman tulus Toushirou dan memberikan beberapa helai baju Rukia.
"Ini, aku sudah memilihan baju yang cocok untukmu! Cobalah!" perintah Momo. Toushirou memandang baju yang dipegangnya. Lalu dia melirik ke bingkai di atas meja Rukia itu lagi.
"hehe.. itu memang baju Rukia yang dipakainya di foto itu. Itu juga pertama kalinya Ichigo-kun dan Rukia-chan berkencan. Makanya, mungkin akan cocok dengan tema-nya," kata Momo lalu mengambil beberapa make up Rukia. "ayo cobalah!" serunya lalu mendorong Toushirou ke kamar mandi.
"glek.. demi Kurosaki!" kata Toushirou. Dan saya sebagai author men-sensor adegan ini untuk kebebasan bersama! Wakaka.. see ya in next week!
- T B C -
Lex : "makasih buat para reader's dan pe ripiuu~ saya dan partner-in-crime saya juga berterima kasih!"
Ai : "woy Lex, mendingan elo ngelanjutin making a love sana!"
Lex : "huh.. dasar.., *ngetik making a love chap 4*"
Al : "sekarang, gue sebagai produser akan coba nge-update secepat mungkin fic ini! Yosh! Kirimkan saja repiu anda dan 9 box geri cokolatos ke alamat saya! *plak*"
Ai : "see ya in next chap!"
. - .
I Salam asin, I
I I
I Triple Baka I
''''''''''''''''''''''''''
R
E
P
I
U
W
