Ai :"Yosh! Triple baka datang lagi!"
Lex : *masih nulis making a love chap 4*
Al : "minna-san! Makasih atas repiunya, ntar saya dan partner-in-crime saya bales repiunya lewat PM aja deh!"
Ai : "oia, ni fic sebenarnya mau saya buat jadi 3 chap ajah.. tapi kasian Shirou-nya kalo berpisah sama Ichi.., *dibekep*"
Al : *ngebekep mulut Ai* "sst! Aho! Elo mau ngebocorin apa yang terjadi di chap ini hah?"
Ai : "week! Let's staaart!"
oOo
Disclaimer : kami menyerah atas nama Tite Kubo!
Rated : this is for tennagers... (T)
Genre : friendship-romance
Warning : alur cerita gaje binti abal, garing, boys love (BL), AU, OOC, EYD-nya gaje.
oOo
:: BRIGADE TOUSHIROU ::
3. Promise
setelah pulang dari rumah Rukia. Toushirou berencana untuk membeli beberapa bahan makan malamnya. Dia berpisah dengan Momo di persimpangan.
"hm… gue masak apa ya malam ini?" kata Toushirou memegang dagunya. Seseorang di belakang toushirou mendekapnya secara tiba-tiba. Dan membuat Toushirou terbelak kaget. "a-apa apaan ini?"
"sst.. Toushirou… atau yang biasa gue panggil Rukia,"
"Kurosaki? Kenapa lo ngedekap gue? Sana minggir! Risih tau!" kata Toushirou mencoba membalikkan tubuhnya. Langit malam yang hanya ditemani pancaran dari lampu jalan menerpa rambut oranye Ichigo.
"sebaiknya kita cepat lari!" kata Ichigo sambil menggendong Toushirou dengan bridal style lalu lari secepat dia bisa berlari dari kejaran anak-anak berandalan yang memakai seragam yang sama dengan Ichigo dan Toushirou.
Setelah beberapa blok mereka lewati, dan Kaki Ichigo yang membawa mereka entah kemana, para berandalan itu tidak mengejar mereka lagi. "Kurosaki! Lepasin gue!" kata Toushirou. Dan saat membuka matanya, Toushirou terkejut karna wajah Ichigo sudah berlumuran darah segar, tangan dan kakinya juga terluka. Memang, saat digendong Ichigo, Toushirou tidak membuka matanya.
"haah..haah.. mereka tidak mengejar lagi.. kita selamat Ruk-" sebelum menyelesaikan kata-katanya dan menurunkan Toushirou, Ichigo sudah jatuh tersungkur. Di jalanan yang sepi seperti ini pasti tidak ada orang yang akan lewat.
"Ku.. KUROSAKI!" Toushirou panik karna Ichigo yang didepannya jatuh bagaikan tubuh tak bernyawa. Lalu, langit yang memang dari tadi sudah mendung, mulai menitikkan hujannya. Toushirou segera mencari tempat berlindung. Tapi apa daya, sekarang dia dibawa oleh Ichigo ke suatu tempat -atau lebih tepatnya seperti hutan- .
"haah..haah.. haah.. udah mulai hujan.. gimana nih.. eh? Ada pondok kecil!" Toushirou membawa Ichigo sekuat tenaga ke dalam pondok itu. Di hutan seperti ini mana mungkin dia akan menemukan orang yang bisa membantu mereka.
Toushirou segera mengobati luka-luka Ichigo dengan seadanya. Lalu, tanpa sengaja dia merasakan bahwa suhu tubuh Ichigo sangat panas. "mungkin Kurosaki.. nggak! Gue mesti ngapain? Ga mungkin gue nyari apotik buat nurunin demamnya Ichigo! Di sini kan emang ga ada apotik!" teriak Toushirou frustasi di tengah hujan lebat.
Lalu, tiba-tiba Ishida, teman satu kos-an nya muncul di pikirannya.
FLASH BACK :
'kalau elo demam, cepet-cepet selimutin diri elo sendiri pake tubuh elo dan baju elo sendiri. Lebih baik lepas aja baju elo yang misalnya udah basah. Kalo masih tetep dipake, bisa-bisa demam elo tambah parah!' kata Ishida yang di pikirannya Toushirou sedang memberi pertolongan pertama ke teman-teman se-kosan.
'tapi kalo misalnya elo dipedalaman gimana gitu?' tanya Hisagi. Temen satu kamarnya Ikkaku.
'yaudah, lakuin aja kayak yang gue bilang tadi. Dijamin ampuh karna gue udah baca itu berulang kali di buku kedokteran gue!' kata Ishida mantap.
Renji langsung menyeruput tehnya. 'sejak kapan elo jadi suka kedokteran?'
'sejak gue ketemu sama kalian! Soalnya kalian itu sering sakit ato luka! Makanya gue mutusin jadi dokter supaya bisa nyembuhin penyakit-penyakit dodol elo semua!' kata Ishida sewot. Semuanya ricuh karna tertawa. Termasuk Toushirou yang berada di samping Renji.
FLASH BACK OFF:
Di dunia nyata, Toushirou langsung bertindak sesuai intruksi otaknya. Dia segera melepaskan baju atas Ichigo dan juga baju atasannya sendiri. Terlihat beberapa semburat merah di wajah manisnya. "Kurosaki.. maafin gue..," lalu Toushirou memeluk tubuh Ichigo yang telanjang dada dengan tubuh mungilnya yang tak berbalut apa-apa di bagian atasnya. Ichigo masih dalam keadaan pingsan.
Saat Toushirou memeluk Ichigo, wajah Toushirou sangat panas. Seakan-akan semua darahnya berkumpul di kepalanya. Tapi dia makin mengeratkan pelukannya ke Ichigo.
"kurosaki.. badannya panas sekali.. tapi sekarang mulai menghangat.." kata Toushirou lalu terlelap di samping Ichigo.
Keesokan paginya, tubuh Ichigo bergoyang sedikit. "ukh.. apa yang terjadi..?" tanya Ichigo lalu dengan susah payah dan menahan sakit di seluruh tubuhnya dia mencoba untuk mencerna kejadian tadi malam dan berusaha mengambil posisi duduk.
"hn?" Ichigo melihat tubuh Toushirou yang mungil bertelanjang dada sedang memeluk tubuhnya. "makasih ya Toushirou..," lalu Ichigo mencium singkat kening Toushirou.
"uung.. Kurosaki? Lo udah bangun? Syukurlah..!" Toushirou yang terbangun langsung memeluk Ichigo dengan erat. Seakan tak akan pernah melepaskannya kembali. Ichigo membalas pelukan Toushirou.
"gue senang.. Ichi..,"
"eh?" Ichigo terbelak saat Toushirou mengatakan kata-kata barusan. 'Ichi', yang hanya mengetahui panggilan itu hanya dia dan Rukia. Pikiran Ichigo sekarang terpenuhi oleh kenangan-kenangan Rukia. Kenangannya saat berada di taman ria waktu pertama kalinya mereka kencan. Rukia merengek dibelikan boneka chappy seperti anak kecil.
Lamunan Ichigo terbuyarkan begitu saja saat dia mendengar suara dengkuran kecil yang sayup-sayup di telinga kirinya. "haah.. dasar anak-anak. Bisa-bisanya tidur lagi..," kata Ichigo saat melihat Toshirou tertidur pulas di pelukannya. Lalu dia membaringkan Toushirou dan memakaikan kembali pakaiannya yang sudah lumayan kering karna terkena cahaya matahari pagi.
"fhuuh.. untungnya ini hari minggu..," lalu Ichigo memakai pakaiannya kembali dan bergegas menggendong Toushirou yang tertidur pulas dengan cara bridal style. Ichigo berjalan menuju jalan raya. Setelah semalaman di hutan yang tak tahu apa namanya, mereka akhirnya sampai juga di kota.
Toushirou yang terbangun di gendongan Ichigo meronta-ronta untuk menurunkan dia. "turunin gue baka! Gue bisa jalan sendiri!"
Para pejalan kaki yang di sekitar mereka memandang mereka berdua. "maaf ya, adikku ini memang selalu seperti ini.. kami minta maaf," kata Ichigo sambil minta maaf kepada para pejalan kaki itu. Salah satu pejalan kaki itu blushing melihat wajah Ichigo yang keren. Seketika teman-teman cewek itu juga terpesona melihat Ichigo.
"KUROSAKI!" teriak Toushirou yang sukses menginjakkan kakinya di tanah. "ayo pulang!" katanya lagi sambil pergi mendahului Ichigo.
"eh? Tunggu Toushirou!"
"wah, namanya Toushirou dan Kurosaki ya? Kyaa~ kereen~" kata salah satu cewek yang sibuk memfoto mereka.
Setelah sampai di kosan-nya Toushirou,
Toushirou membuka pintu kamarnya. "ayo masuk.., maaf berantakan," kata Toushirou.
"Gak apa-apa kok. Lagi pula, gue jarang ketemu sama kasur. Biasanya sih tidur di sofa ruang tamu.. hehe," kata Ichigo nyengir. Toushirou hanya tersenyum melihatnya.
Saat itu, Renji keluar kamar dan melihat pintu Toushirou yang terbuka. "wa? Toushirou udah pulang!" teriaknya hebat. Para penghuni kos El-doradol berhamburan keluar dan menuju kamar Toushirou.
"woy! Dari mana aja lo malem-malem?"
"Hitsu, ni cowok siapa? Gebetan lo ya?"
"wou! Ikkaku! Berani-beraninya elo nyenggol 'milik' gue!"
"Toushirou! Dari mana lo?"
"wah? Habis pada ngapain tuh malem-malem berdua?"
"Hehe, gue doain anaknya keluar dari Toushirou ajah! Dia kan uke!"
"berarti cowok ini seme?"
"Kyaa~ ada seme!"
begitulah kira-kira pertanyaan dan komplain gaje penghuni kosan ke Toushirou dan Ichigo. Layaknya pengantin baru, Ishida melemparkan serbuk merica ke Toushirou dan Ichigo.
"WOY!" Renji angkat bicara. Semua diam. "Elo gak apa-apa kan Toushirou? Gue khawatir.."
Toushirou tersenyum lembut. "gak apa-apa kok, gue tadi malem Cuma nginap di rumah Kurosaki doang," katanya. Renji menghela nafas. Dia melirik Ichigo.
"lo! Awas kalo ngapa-ngapain Toushirou gue! Dia itu anak bodoh yang berharga milik gue tau!" kata Rnji memberikan penekanan di kata 'milik'
Ichigo ngangguk. "ga bakalan, oia salam kenal gue Kurosaki Ichigo!" Ichigo nyengir hyena.
"gue Abarai Renji. Awas lo! Oia, gue mau nonton sama anak-anak nih Toushirou. Elo ikut?" Tanya Renji.
Toushirou menggeleng. "gak, makasih ya,"
"yaudah, hati-hati di kamar! Jangan berbuat yang macem-macem sama ototou gue!" kata Renji ke Ichigo. Ichigo hanya memberikan pose 'oke'
setelas kosan sepi, Ichigo mulai bicara. "Renji itu aniki lo?"
"bukan," Toushirou menyeruput teh hijaunya. "mama gue nitipin gue ke Renji. Karna Cuma dia satu-satunya temen masa kecil gue. Ya udah, dia jadi over protective ke gue," katanya datar.
"ooh..," Ichigo menghabiskan teh hijaunya.
Setelah cukup lama mereka di kosan Toushirou, Ichigo pamit pulang. "Toushirou, maaf ya gue ga bisa lam-lama.. hari ini gue udah janji sama tou-san gue buat cabut rumput. Bisa-bisa dia marah lagi! Yaudah, gue pamit ya! Bye!"
"iya! Bye-bye!" kata Toushirou lalu menutup pintunya. "haaah..," Toushirou membuang nafasnya pelan. "untung Kurosaki ga nemuin baju Rukia di lemari gue.. fhuuh..," lalu Toushirou beranjak mandi.
Seminggu kemudian saat festival perayaan tahun baru dimulai, kelas 10-B sudah siap dengan cafe cosplay memori-nya. Semua memakai atau lebih tepatnya bermake-up wajah-wajah yang sudah terkenang di hidup ini. Seperti katanya, Momo memakai baju Suzanna-san lengkap dengan make-upnya. Hanatarau yang berkosplay ala elvis presley, Inoue yang memakai baju dan make up Mary jane-nya spidey, Rangiku bercosplay ala cewe cina yang belahan bajunya tinggi banget.
"huh, Toushirou lama sekali..," Momo melihat jamnya sekali lagi. "Padahal sebentar lagi cafe-nya buka..," memang, cafe kelas 10-B berada di atas dan di dalam kelas mereka sendiri.
"elo nyari siapa Hinamori-san?" tanya Kensei yang lagi pake baju pendekar jepang. Momo menggeleng kuat.
"bukan siapa-siapa!"
"oia, tadi gue dapet surat dari Hitsugaya-kun kalo dia pengen ketemu sama elo di bawah. Ni suratnya. Gue pergi dulu ya!" kata Kensei menyerahkan sebuah kertas yang isiya kalau Momo harus ke bawah tertanda Hitsugaya Toushirou. Lalu Kensei melenggang pergi.
"ke bawah..," Momo berjalan ke lantai satu.
Saat tiba di lantai satu, dia melihat sosok Toushirou. "kyaa~ Shirou-chan maniss~" katanya dan langsung memeluk Toushirou.
"ukh.., kayaknya festival udah pada buka..," kata Toushirou.
"hn!"
kita lihat ke atas! Di atas, terlihat sosok Namikaze Minato tengah berdiri di hadapan kertas yang ditempel di dinding kelas mereka.
"Kuchiki Rukia?" Ichigo begitu terkejut saat dia melihat nama kekasihnya ada di daftar para cosplayer.
- BSBG-
Ai :"ho, pasti kepengen tau kan apa arti BSBG? Artinya itu adalah BerSamBunG~"
Al : "maaf kalo chap kali ini agak ngebosenin dan masih banyak typo-nya trus maaf kalo soal yang nyembuhin demam itu salah, soalnya gue ngarang doang,"
Ai :*sibuk menghayal*
Al : "maaf ya, ntar kejutannya di chap 4 loh! Makanya kirimin terus geri cokolatos sama repiu-nya!"
Ai :"di chap depan bakalan ada kejadian menarik buat dimakan loh! *plak*"
Lex : "cepet ripiu ya! Jaa nee!"
. - .
R
E
P
I
U
W
