Fanfics from all Yu-Gi-Oh! Series

Original Author: Takahashi Kazuki

Special Appearance from Canvas-Ranger Re-Generation (CR Generation Next)

ATTENTION!

Tidak ada yang terluka dalam pembuatan fanfics ini kecuali nyamuk…

Laskar Pamungkas 5DX on Vacation

"Dufan's Challenge"

Part 3

"Nah, kita sampe di Halilintar!" seru Noir.

"Selanjutnya siapa nih yang mau naik?" tanya Ryuzaki. Ryan, Johan sama Yusei ikut bersama Ryuzaki.

"Nah, cari korban masing-masing!"

Semuanya pada nyari korban masing-masing. Ryan ngegandeng Ardi, Ryuzaki milih bareng sama Shinera. Johan sama Yusei justru rebutan si Judai.

"Judai-san harus sama gue!"

"Eits! Gak bisa! Gue udah jadi sohib kentel dia dari jaman GX!"

"Enak aja! Judai-san harus sama gue!"

"Gak bisa!"

Pas lagi berdebat hebat, Judai milih ngacir dari wahana itu. Sadar Judai udah ngacir, Johan ngejer Judai ampe akhirnya nangkep Judai di tangga.

"Ogaaaaah! Gue gak mau!" seru Judai. Johan mulai nunjukkin sifat Seme-nya pada Judai.

"Yusei! Gue menang!" seru Johan sombong. Dengan terpaksa, Yusei ngegandeng Yami.

"Eits! Johan duduk disitu!" seru Ryuzaki sambil nunjuk ke kursi yang ada kameranya. Johan yang nyadar 'ide jahil' Ryuzaki ngangguk mantap.

"Lho? Kok disini?" tanya Judai agak gemeteran.

"Biar asyik. Daripada di depan. Mau di moncongnya?"

Judai ngegeleng cepet. Keringat dingin mulai keluar.

"Gue disini aja! Biar bisa lihat ekspresinya Judai-kun!" kata Ryuzaki dengan senyuman menakutkan yang selalu muncul. Shinera juga cekikikan.

"E-eh, lu jahat amat seh ke gue! Udah tau gue takut naik beginian!" seru Judai retoris.

"Met berjuang semuanya!" seru Yugi (yang udah rada baikan) sambil megang kameranya Johan. Pas udah dalam posisi stand by, perlahan jet koster berjalan mendaki.

"Wow! Gue suka ini! Awalnya pelan lalu mak nyuuuuuuuuuuus!" seru Ryuzaki.

Johan ikut bersorak bersama Shinera (kecuali Judai yang udah merinding). Tanpa sepengetahuan Judai, Johan udah ngaktifin kamera di depan mereka.

"Hahahaha, jadi pengen tau muka Uke parah-nya Judai-kun!" seru Ryuzaki rada kenceng biar Judai juga ngedenger.

"Tega lo!" seru Judai ngerespon. Pas lagi ngerespon, jet koster melayang turun dengan kecepatan ngacir. Hueeeee, semuanya teriak bahkan pasangan Spiritshipping kita ini…

(Wakakakak! Rasain lu, Judai! XD)

Setelah jet koster jungkir balik dan melingker-lingker kayak uler akhirnya beres juga dalam itungan menit. Ryan, Ardi, Ryuzaki, Shinera, sama Johan nahan cekikikan mereka pas lihat Judai yang udah gak jelas ekspresinya.

"Nape lu semua?" tanya Judai ketus. Perlahan dia ngebuka pengaman di kursinya.

"Nggak kok. Serem amat lu…." jawab Ryuzaki tanpa ekspresi meski dia masih senyum-senyum.

"Gimana perasaannya, bro?" tanya Ryan sambil ngerangkul Judai.

"Gak tau ah…." Judai ngejawab sambil ngelap keringetnya dengan rompinya.

Johan sama Shinera ngambil foto hasil bidikan kamera tadi. Pas udah ngambil hasil foto tadi, Johan sama Shinera ketawa ngakak. Semuanya pada ngerubungin Johan dan Shinera dan ikut ketawa.

"Apaan tuh?" tanya Judai.

"Humph!" Ryuzaki, Ryan, dan Ardi udah gak bisa nahan ketawa yang udah mereka tahan dari tadi. Ngeliat semuanya pada ketawa, Judai segera nyamperin Johan. Muka Judai langsung memerah pas ngeliat fotonya tadi.

"Edaaaaaaaaaaan! Muka lo UKE parah!" anak-anak CR, Laskar Pamungkas 5DX, dan Ruka cs ketawa ngakak.

"Wueeeeeeeh, tega!" Judai mulai bergaya Uke. Menangisi sifatnya yang emang takut sama jet koster.

"Wuah, Ryuzaki kalo sisi Yami Ryuzaki-nya muncul udah kayak gitu yah!" kata Noir ngakak.

"Iya! Ryuzaki-nee emang suka ngerjain orang!" timpal Aoi.

"Ya udah, kita kemana?" tanya Ardi.

"Kalo wahana Kicir-kicir gimana?" kata Higeru. Semuanya setuju (kecuali Judai yang masih keki diledekin).

Di depan wahana Kicir-kicir, anak-anak CR dan Laskar Pamungkas 5DX pada suitan. Hasilnya Yami, Aoi, Noir, Riry, Yujusei, dan Fransisca.

"Ya udah, temenin!" kata Yami sambil ngegandeng Yugi. Yugi mulai ilfil karna biasanya Yami emang suka nyari 'korban' di saat beginian.

"Judai-san! Ikut yuk!" pinta Fransisca rada manja. Judai milih geleng-geleng.

"Kenapa?" Fransisca mulai agak kecewa.

"Masih rada gak enak badan….."

"Ya udah, Ruka ikutan yuk!"

"Iya deh…." kata Ruka agak pasrah. Ngeliat Judai yang agak lemes itu, Ryuzaki mulai nyenggol.

"Tumben…..? Masih kesel yah?" tanya Ryuzaki.

"Iya." jawab Judai polos. "Jahat bener deh lu, Ryu-chan!"

"Maaf…" kata Ryuzaki ngelus rambut Judai. "Namanya juga macu adrenalin…"

Judai pasang muka manyun. Dia ngeliatin wahana Kicir-kicir yang mulai berputar-putar.

"Waduh, Aoi baik-baik aja gak ya?" gumam Ryuzaki khawatir.

"Aoi? Anak rambut biru kayak Johan itu?"

"Iye. Dia kan masih kecil….." kata Ryuzaki.

"Dia kan setinggi Rei kan? Biarin aja…."

"Yeeeeeh…"

Pas wahana Kicir-kicir udah selesai berputar, semuanya turun dengan wajah pucet. Ryuzaki agak khawatir pas Aoi rada sempoyongan.

"Aoi, gak apa kan?"

"Gak kok Ryuzaki-nee. Asik tadi….., meski masih pusing…."

"Dia aja mau naik gituan…." kata Yusei rada kenceng. Judai jadi keki.

"Yujusei, gimana perasaan lo?" tanya Higeru.

"Wedeh, asik…, puyeng, aduh nyampur semua…" kata Yujusei mantap.

"Hem, udah siang nih. Makan dulu yuk!" ajak Riry. Mereka akhirnya berjalan sampe ke sebuah restoran kecil di Dufan itu.

"Sehabis makan, gue punya tantangan…" kata Ryuzaki yakin.

"Apaan?" anak-anak CR, Laskar Pamungkas 5DX, dan Ruka cs mulai pasang kuping.

"Naik wahana TORNADO!"

Spontan saja semuanya mangap. Ini tantangan paling gaje dan mengerikan!

"Kalo buat Laskar Pamungkas 5DX, wajib dong….."

"Ceilah, wahana kayak gitu tuh serem gak sih?" tanya Yusei.

"Aaaaaaaaaaaaah, biasa aja kok. Gak serem kayak Kora-kora maupun Halilintar. Percaya deh!" kata Ardi meski yang dikatainnya berbalik dari yang sebenernya.

"Beneran?" tanya Judai.

(Kita skip adegan makan-makan ini dan berlanjut ke wahana Tornado XD)

"Ta-Da! Ini dia TORNADO!" seru CR Re-Generation sambil nunjuk wahana yang masih berputar-putar kayak penggulung adonan di langit. Laskar Pamungkas 5DX pada nelen ludah sedangkan Ruka cs cengengesan.

"Hehehehe! Anak-anak CR! Siapa yang mau jadi pendamping lima duelist ini?" seru Ryuzaki. Yang maju adalah Ryan dan Riry.

"Lalu buat para junior gimana?" tanya Ryuzaki. Yang maju adalah Yujusei dan Shinera.

"Gue ikut ngedampingin Judai-san ya!" pinta Yujusei.

"Aku sama Yami saja!" pinta Shinera sambil ngegandeng Yami. Dia mulai mimisan lagi.

"Ya udah. Yuk naik!" kata Ryuzaki sambil ngegandeng Yugi yang frustasi. Mereka milih di kursi yang ngehadap langsung ke penonton (posisi arek-arek fanfics ini tepat di posisi penonton). Disana, para pasukan geje ini bersorak.

"Berjuang ya!" seru anak-anak CR dan Ruka cs.

Pas disorakin gitu, Laskar Pamungkas 5DX mulai merinding. Judai aja ampe takut banget. Perlahan wahana ini bergerak ke atas.

"Waaaaaaaaaaaaaaa! Takuuuuuuuuuuuuut!" seru Yugi histeris pas dia ngeliat ke bawah.

"Aibou! Jangan lihat ke bawah!" seru Yami. Pas lagi ribut, wahana ini mulai berputar layaknya penggulung adonan di langit. Sontak Laskar Pamungkas 5DX berteriak kenceng banget.

"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"

"Iku zoooooooooooooo!" seru Ryuzaki, Ryan, dan Riry.

"Cihuuuuuuuuuuuy!" Yujusei tampaknya menikmati tantangan ini. Shinera malah gak teriak, dia tenang aja karna dia ternyata tidur!

(Weleh weleh, masih bisa juga tidur pas keadaan begini!)

Tornado mulai berhenti di atas. Kursi tempat arek-arek duduk ini berada di posisi bawah (alias menghadap ke tanah). Yugi hanya bisa nangis.

"Emaaaaak! Yugina-nee! Aku mau pulang! Mou hitori no boku! Aku takuuuuut!" seru Yugi nangis.

"Aibou…., gue juga takut…" kata Yami pelan. "buset deh! Ni anak malah tidur!"

Yami ngetrokin kepalanya Shinera. Shinera malah gak bergeming meski digetrok sekeras itu.

"S-sampai brapa lama nih?" Judai mulai merinding.

"Tauk…" bales Yusei dan Johan barengan. Pas udah bilang gitu, wahana berputar lagi. Mereka teriak gaje lagi.

Sementara itu di bawah…

"Yay! Semangat!" yang pada gak ikutan lagi pada bersorak ala cheerleader. Sebagiannya lagi ketawa ngeliatin Laskar Pamungkas 5DX yang panik di atas sana.

(Tertawa di atas penderitaan orang lain… XDD)

Setelah wahana ini berhenti dan mendarat, semuanya pada turun. Laskar Pamungkas 5DX bener-bener mual dan pucet banget. Bahkan Yugi saja sampe nangis ketakutan.

"Huaaaaaaaaaaaaa!" Yugi mulai nangis. Karna nangis, Yugi jadi susah buat diajak pergi.

"Aibou! Ayo dong aibou!" pekik Yami panik.

"Ayolah, Niisan! Kita main lagi!" pinta Ryuzaki.

"Ogaaaaaaaah! Aku takuuuuuut!" seru Yugi. Dia tetap nempel di kursinya.

Merasa agak malu karna dilihatin banyak orang, Ryuzaki segera berbisik di telinga Yugi.

"Yugi-niisan, kalo gak mau turun, nanti ngerasain diputer lagi di atas. Mau?"

"NGGAK!" seru Yugi sambil berdiri dan lari ninggalin wahana itu. Yami segera ngejer aibou-nya itu.

"Tunggu daku, sayangku!"

"BFFFFFFFF!" semuanya gak bisa nahan tawa pas Yami bilang gitu. Judai dan Yusei ketawa ngakak.

"Wakakakakak! SAYANGKU KATANYA!" ledek Judai.

"Si Johan juga suka bilang gitu sama lo…" bisik Ryuzaki geleng-geleng.

"Sekarang kita kemana?" tanya Judai.

"Hysteria e iku ka?" tanya Ryuzaki dengan bahasa Jepang. Yang lainnya pada cengo.

"Hysteria itu apa?" tanya Yami.

"Ehm…."

Part 3 - the end -