Fanfics from all Yu-Gi-Oh! Series
Original Author: Takahashi Kazuki
Special Appearance from Canvas-Ranger Re-Generation (CR Generation Next)
ATTENTION!
Tidak ada yang terluka dalam pembuatan fanfics ini kecuali nyamuk…
Laskar Pamungkas 5DX on Vacation
"Dufan's Challenge"
Part 4
*sfx: ENG ING ENG…*
"Glek…" Laskar Pamungkas 5DX, CR Re-Generation, dan Ruka cs nelen ludah semua. Ternyata wahana yang akan mereka naikin di luar dugaan mereka.
"Itu gimana mainnya?" tanya Yusei sambil ngelap keringat dinginnya.
"Palingan muter-muter aja kok…." kata Judai pede. Yugi malah masih nangis.
"Niisan, jangan nangis ah!" pinta Ryuzaki rada tengsin. "Yami! Panggil dia tuh!"
Pas Yami noleh ke arah tunjukkannya Ryuzaki, dia manggut aja. Setelah itu, Yami ngegandeng seseorang berpakaian lucu.
"Setelah itu, diapain nih?" bisik Yami.
"Bentar dulu…" kata Ryuzaki sambil mulai berbisik pada Yugi. "Niisan, nih ada fans…"
Yugi mulai memelan nangisnya (karna malu kalo nangis di depan fans). Pas dia berbalik, dia kaget setengah mati karna 'fans' yang dimaksud Ryuzaki adalah BADUT DUFAN!
"Huoooooooooooo! EMOOOOOOOOOOOH!" Yugi mulai lari kocar-kacir. Semuanya keheranan.
"Oh iya! Aibou takut badut!" seru Yami sambil ngeplok jidatnya. "Gimana sih lo, Ryucchi! Kakak sendiri lu bikin sengsara!"
"Gu-gue juga lupa…." jawab Ryuzaki sambil ngegaruk dagunya.
"Hoi! Aibou! Balik dong kemari!" seru Yami sambil ngejer Yugi yang kocar-kacir entah kemana.
"Ini teh wajib semuanya naik?" tanya Noir.
"Yah, kan kita semua belum pada ngerasain….." jawab Ardi disertai anggukan Ryan dan Riry. Aoi mulai gregetan.
"Hueeee, Ryuzaki-nee….." Aoi meluk Ryuzaki.
"Iye ye, gue tau….." kata Ryuzaki geleng-geleng. "Tapi apa semuanya udah siap nih buat naik? Resiko tanggung sendiri ya!"
"Gue berani kok, Ryu-chan! Lihat aja nanti!" seru Judai pede. Akan tetapi, saat Hysteria mulai melaju naik dengan kecepatan penuh, Judai langsung pingsan gaje.
"Buset dah! Ni anak kerasukan apa nih?" seru Higeru kaget. Dia hanya ngegerak-gerakin badan Judai.
"Oi oi! Jud! Jud! Kunaon siah teh?" seru Ryuzaki agak panik. Setelah nampar pipi Judai, Judai langsung bangun dengan wajah pucet.
"Waduh, kayaknya gue gak bisa deh…." kata Judai.
"Ceilah….., tadi aja lu bilang sendiri kalo lu berani…." timpal Yusei. Pas insiden gaje terjadi, Yami lagi ngegendong Yugi yang masih agak panik.
"Lho? Belum pada naik nih?" tanya Yami.
Noir ngasih isyarat pada Yami dan Yugi buat ngeliat ke wahana yang masih bergerak itu. Ngeliat itu, raut wajah mereka berubah.
"Widih…., glek!"
"Mou hitori no boku! Takut!" Yugi meluk Yami lebih erat.
"Ayo naik ah, kak!" pinta Ruka sambil megang bahu Judai. Judai hanya ngegeleng pasrah.
"Ayolah Judai-san, kan kita semua juga naik kok….." hibur Fransisca sambil megang tangan Judai. Judai masih aja ngegeleng.
"Weh…., bisa parah nih…" gumam Yujusei. "Ayo, jadi gak naiknya?"
"Ayo! Jadi!" seru Ardi sambil ngegandeng Ryan. Ryan jadi agak memelan langkahnya.
"Kenapa lagi lo?" tanya Ardi.
"Ehm, sebenernya…" suara Ryan mulai memelan.
"He-eh, gue tau. Khas tau hal kayak gitu! Klasik amat! Tenang aja! Kan ada gue!"
"Tapi, Di….."
"Iye! Ada gue ini kok!" Ardi mulai narik-narik Ryan. Akhirnya mereka masuk ke wahana yang udah mulai brenti itu.
"Waduh….., kayaknya gue bakal menderita nih…" bisik Yami sambil ngeliat Yugi yang masih kejer nangisnya. Judai juga mulai ngerengek, sifat Uke-nya keluar lagi.
"Ogah! Gak mau!"
"Eh! Kan ada gue ini! Ayo ah!" kata Johan sambil ngegandeng Judai.
"Ya udah, gandeng pasangan masing-masing!" seru Ryuzaki. Akhirnya mereka udah ngegandeng pasangannya masing-masing. Ardi dengan Ryan, Judai dengan Johan, Yami sama Yugi, Noir sama Aoi, Higeru dengan Yujusei, Ruka dengan Fransisca, Yusei dengan Shinera, dan Ryuzaki dengan Riry.
(Aku jabarin aje semuanya….. ^^)
"Lho! Kok daku gak sama Yami?" kata Shinera keki. "Kok malah sama Mr. Krabs sih!"
"Heh, siapa yang lo maksud dengan Mr. Krabs? Gue gak mata duitan!" seru Yusei gak terima.
"Yeeeeeeh, gue bilang gitu karna rambut lo kayak kepiting!" seru Shinera spontan. Perdebatan tadi didenger sama Laskar Pamungkas 5DX.
"Wew, Yusei punya julukan baru! MR. KRABS!" seru Johan cekikikan. Sontak semuanya ketawa ngakak.
"Oh yeah! Mr. Krabs, jaga si nona dada rata itu yah!" seru Yami sambil mencari tempat duduk. Baik Yusei maupun Shinera mulai keki campur kesel dibilangin gitu.
"SIALAN LO, YAMI YUGI!"
Mereka udah duduk di tempatnya masing-masing. Pas saat itu juga, Ryuzaki dan Riry duduk bareng Judai dan Johan. Ryuzaki keheranan ngeliat Judai yang udah kejang-kejang.
"Jiah, kenapa nih anak?" tanya Ryuzaki.
"Gue takut lah! Hih! Gue trauma ketinggian sejak gue ampir jatoh di gedung Kaiba Corp!" kata Judai sambil ngelap keringetnya yang udah bikin rompi sama kaos singlet itemnya basah.
"Ayolah, Ryuzaki aja gak takut…." kata Riry sambil ngegandeng tangan Ryuzaki. Pas lihat adegan itu, Judai mulai 'tertantang'.
"Oh, okeh deh! Huh! Gue gak bakal takut!" pas Judai ngejawab gitu, mukanya memerah dan cemberut keki. Johan yang tau perasaan Judai langsung nyenggol Judai.
"Lu jealous sama Riry-san apa yah?" tanya Johan
"Kalo gue bilang iya, kenapa?" bales Judai
"Ketauan lo mau bersaing sama Riry-san….., tampang kalian tuh ampir sama tauk! Cuman beda warna rambut sama mata aja!" kata Johan. Suaranya agak dipelanin takut kedengeran sama Riry.
"Cih, gue gak peduli!"
Pas Judai ngejawab gitu, wahana Hysteria mulai bergerak naik dengan kecepatan ngacir. Semuanya teriak panik.
"Huuuuuaaaaaaaaaaaaaa!"
Wahana itu bergerak naik-turun naik turun kayak lift yang lagi soak mesinnya. Beberapa menit kemudian, wahana itu melaju turun secara perlahan dan berhenti. Semuanya mulai pada pucet.
(Setimpal sudah….. ^^)
"Wuaduh, asik sih asik, tapi beneran bakalan jadi mimpi buruk!" kata Ryuzaki sambil berlutut. Sementara itu, Judai-Johan buru-buru nyari bak sampah dan muntah bersama-sama.
"HUUUEEEEEEEEEEEK! HUEK HUEK!" mereka berhuek-huek ria.
Setelah dibantu berdiri sama Riry, Ryuzaki keliling buat nyamperin yang lainnya. Di luar dugaan, semuanya bener-bener pucet dan gak bergairah (kecuali Yujusei dan Riry meski mereka pucet juga).
"Huuuuaaaaaaaaaaa!" Yugi malah makin kenceng nangisnya. Bukan karna takut sama wahana ini, tapi karna ngeliat Yami yang udah terkapar.
"Yugi-niisan! Kenapa nih si Yami?" tanya Ryuzaki.
"Ma-mana aku tau, Ryucchi…., tau-tau dia udah koid gini!" jawab Yugi sesengukan. Setelah itu, dia ngelanjutin nangisnya yang sempet bersambung.
"Oi, Yami! Bangun euy!" seru Ryuzaki sambil nyenggol-nyenggol pantat Yami dengan kakinya. Tapi Yami malah belum bangun-bangun. Semua cara udah dilakukan Ryuzaki buat ngebangunin Yami (bahkan sampe harus pake 'jurus kesakitan seribu tahun' ke arah 'itu'-nya Yami dengan kakinya ^^;) tapi anehnya Yami gak sadar-sadar. Ryuzaki udah mulai nyerah.
"Mou hitori no bokuuuuuuuuuuuuu!" Yugi mulai teriak kayak adegan sedih di pelem-pelem terkenal (pasti pada inget episode pas Yami nangis sambil manggil aibou-nya ini ^^;). Semuanya gak berani ngedeketin Yugi (apalagi Ryuzaki) karna Yugi teriaknya kenceng banget. Deket dikit aja bisa tuli seumur hidup.
"Anjrit! Punya kakak alay itu menyusahkan!" seru Ryuzaki. Sesegera mungkin dia manggil Johan dan Judai yang masih asoy ngeluarin isi perut mereka di pinggir.
"Heh! Lu cari air ato apa kek buat nyadarin Yami! Udah ampir koid tu anak!" seru Ryuzaki cepet-cepet. Judai dan Johan noleh ke arah Ryuzaki.
"Napa?" tanya Judai sambil ngelap mulutnya pake handuk kecil.
"Udah ah buruan!" seru Ryuzaki sambil nyamperin yang lain. Judai dan Johan hanya ngangkat bahu.
Sementara itu, Ardi lagi ngebantuin Ryan berdiri. Pada akhirnya, Ardi ngerangkul Ryan yang udah agak klenger.
"Ceilah lu ini! Masa yang kayak gini aja gak mampu?" kata Ardi.
"Sori lah, Di. Gue gak sanggup juga euy…" bales Ryan sambil memelas. Pelan-pelan Ardi ngelus pipi Ryan. Akan tetapi, adegan itu diganggu sama Ryuzaki.
"Di! Yan! Punya akuwa gak?"
"Gak. Kenapa lo?" tanya Ardi.
"Waduh, si Yami blekok itu! Bikin susah saja!"
"Ehm, tapi beneran kita gak punya. Sori yah…"
"Iya. Makasih deh…." Ryuzaki mulai nyamperin yang lainnya. Ardi cuman geleng-geleng.
"A-ada apa?" tanya Ryan. Ardi hanya ngegeleng pelan.
Judai sama Johan nyamperin Yami yang masih gak sadar diri. Sekarang ini gak cuman Yugi aja yang kejer nangis, Shinera juga ikut-ikutan nangis dan mimisan gaje.
"Ya-yami…, crot! Plis dong….., crot!" Shinera mulai sesengukan sambil nyedot mimisan (bahkan ampe nge-crot lagi XD).
Yugi noleh ke arah Judai dan Johan yang baru aja bergabung. Ngeliat ada bak sampah (yang masih ditenteng sama Johan), Yugi segera ngambil bak sampah itu dari tangan Johan.
"L-lho? Yugi-san? Itu isinya bukan air, tapi….!"
Omongan Johan gak diterusin karna Yugi udah keburu nyiramin semua isi bak sampah itu ke muka Yami. Semuanya merinding jijay ngeliat Yami yang kini bak monster lumpur.
"Hueh! Kami gak bersalah!" seru Judai dan Johan sambil ngibrit. Pas Yami mulai sadar, semuanya mulai pada kabur entah kemana. Ninggalin Yugi dan Shinera bersama Yami.
"Lho? Aibou? Shinera-kun?" Yami mulai noleh-noleh. "Mana yang lainnya?"
Yugi dan Shinera mulai mundur selangkah demi selangkah. Yami mulai nyadar kalo ada cairan aneh yang menyelimutin dirinya.
"Apaan nih? Kok kayak bubur?" gumam Yami sambil ngejilatin cairan tadi yang nempel di tangan dan jaketnya. Yugi dan Shinera buru-buru minggat entah kemana.
"He-hey! Aibou!" pas Yami mau bangkit, ada petugas yang ngasih tau kalo cairan yang dibilang 'bubur' itu adalah bekas muntahan dari Judai-Johan yang disiram oleh Yugi sendiri!
"Ja-jadi…, gue udah ngejilat muntahan?"
Yami mulai shock. Sampe syoknya, dia jadi gak bisa jalan.
(Astaga… ==;)
Sementara itu di kursi deket wahana Tornado….
"Buset deh! Gue udah gak bisa bayangin apa reaksi si Setan Mesir itu kalo tau yang nyadarin dia itu muntahannya Judai sama Johan?" kata Yusei. Semuanya ngangguk ngeri.
"Lho, mana Yugi-san sama Shinera?" tanya Fransisca. Semuanya baru nyadar kalo dua orang itu gak ikut ngacir bareng.
"Wuah, apa jangan-jangan mereka udah di-Mind Crush sama Yami kali yah?" tanya Judai merinding.
"Tauk ah! Yang jelas, mereka adalah korban keganasan Yami Yugi!" seru Noir disertai anggukan semuanya. Pas lagi seru, Yugi sama Shinera nyamperin mereka dengan kecepatan penuh. Karna gak bisa ngerem, mereka nabrak Judai, Yusei dan Johan ampe kepental.
"Hueh! Kalian masih hidup?" tanya Yujusei keheranan. Yugi sama Shinera ngusep-ngusep kepala mereka yang kejedot.
"Emangnya kalian ngira kami udah mati?"
Semuanya ngegeleng.
"Trus, gimana tuh si Yami?" tanya Ryuzaki. Yugi sama Shinera mulai merinding (lagi).
"U-udah deh, gak usah dibahas! Yuk kabur aja!"
Pas baru mau pergi, muncul Yami yang lari dengan kecepatan ngacir yakni sekitar 70 km/jam. Semuanya langsung lari.
"Hueeeeeeeeeeeee! Kabuuuuuuuuuuur!"
"WOY! LU SEMUA! BURUAN NGAKU SIAPA YANG NGASIH MUNTAHAN KE GUE!"
Part 4 – the end –
