Fanfics from all Yu-Gi-Oh! Series
Original Author: Takahashi Kazuki
Special Appearance from Canvas-Ranger Re-Generation (CR Generation Next)
ATTENTION!
Tidak ada yang terluka dalam pembuatan fanfics ini kecuali nyamuk…
Laskar Pamungkas 5DX on Vacation
"Dufan's Challenge"
Part 7
Udah sampe di hotel deket pantai Ancol, mereka langsung check-in dan pergi ke kamar masing-masing. Laskar Pamungkas 5DX masuk ke kamar yang luas banget (buat mereka berlima).
"Wedeh! Tempat tidurnya ada tiga, bro!" cetus Yusei sambil mandang sekeliling. Semuanya juga pada ber-waaaaaaaaah ria dan ngeliat-liat perabot disana dan kamar mandi. Cuman judai yang tampak santai aja.
"Judai-kun! Tumben gak ikut ngider? Biasanya kau duluan yang ngider?" tanya Yugi.
"Ehm, gak ah..." jawab Judai pendek. Dia naruh rustle bag yang ditentengnya tadi di bawah meja.
"Lo kenapa?" tanya Johan. "Aneh..."
"Hey, gue gak aneh! Kenapa seh lu pade?" Judai mulai rada sensi. Semuanya mulai paham.
"Ooooooooh, pasti soal Ryuzaki neh..." kata Yami cekikikan.
"Helloooooooooo! Maksud lo!" bales Judai rada lebay.
"Jangan bo'ong deh, pasti pas di bianglala lo ngakuin sesuatu tapi dia nolak, kan?" tanya Johan dengan pose interogasi.
"Eits!" Judai hendak berkelit, tapi sialnya, dia udah dikerubutin Laskar Pamungkas 5DX ini.
"Ngaku aja, Jud! Gak bakal digaplok juga!"
"Cih! Lu gaplok gue klenger!" bales Judai hot sambil ngalihin mukanya ke arah lain. Sesaat kemudian, dengan wajah blushing, dia ngomong sesuatu.
"Gue..., pengen banget deketan sama dia dan..., gue pengen nunjukkin kalo gue emang sayang dia..."
Semuanya nge-ooooooooooooooo panjang. Mereka semua mikir sambil garuk-garuk dagu, pipi, ato jidat.
"Lu kenapa seh? Tadi on-trog, sekarang malah gitu!" Judai mulai ilfil. Yugi nge-plok tangannya.
"Ah! Kenapa gak janjian aja?" tanya Yugi.
"Dimana? Wueh, gue takut nyasar! Kalo nyasar, gue gak bisa balik ke Domino!" Judai agak retoris pas denger idenya Yugi.
"Asem! Maksudku, janjian di pantai Ancol kek, di Dufan lagi kek, terserah! Daripada muka kamu tambah jelek kayak onta lagi monyong coba?"
Raut wajah Judai agak berubah pas Yugi bilang soal onta monyong. Sepertinya dia agak tersingung dibilang gitu.
"Aibou! Ngomong ati-ati!" bisik Yami rada keki ngeliat aibou-nya ngomong asal gaplok.
"Eh, iya deh..."
Sementara itu di kamar para cewek, Ryuzaki tengah melamun. Aoi, Noir, Ruka, dan Fransisca ngedeketin Ryuzaki yang lagi manyun.
"Kak, kenapa? Kok manyun?" tanya Ruka.
"Ngantuk gue..., gara-gara Riry, gue jadi terjaga dah!" jawab Ryuzaki pendek.
"Ngantuk ato apa nih, Ryuzaki-san?" Noir pasang pose interogasi.
"Bener kok! Gue ngantuk! Coba lihat!" seru Ryuzaki sambil nunjuk matanya yang udah merah. Semuanya langsung nge-ooooooooooo panjang.
"Tapi kakak gak bo'ong kan?"
Ryuzaki ngegeleng. Secepetnya dia narik selimut dan tidur. Sesaat dia nyuekin teriakan Noir dari samping.
"Ryu! Itu selimutku!"
Pagi hari, di luar dugaan Yujusei dan Higeru munculin ide gokil nan romantis. Semuanya melongo pas ngedenger ide itu.
"Whut de! Kencan?"
"Yep!" jawab Yujusei mantap. "Dan ini udah ditentuin pasangannya!"
Semuanya bisik-bisik gaje. Hanya Ryuzaki sama Judai saja yang anteng, gak ikut ngegosip. Higeru langsung ngeluarin roti buatannya dari nampan.
"Tapi sebelum itu, makan dulu!"
Tanpa kata permisi ato minta, semuanya nyaplok tu roti. Hanya Aoi yang masih rada sopan, minta izin ke Higeru dulu buat ngambil roti itu. Dengan rada keki, Higeru ngumumin pasangan-pasangan yang kepilih.
"Yugi Mutou-san dengan Mizuki-san!"
Mizuki langsung kaget ngedengerin namanya kesebut, sedangkan Yugi masih asik ngemil roti buatan Higeru. Judai mulai deg-degan, ngarep kalo namanya disebut dengan nama Ryuzaki.
"Yami Yugi dengan Rei Shinera!"
Semuanya langsung ber-suit suit ria pas ngedenger nama Yami dan Shinera disebutin. Shinera langsung mimisan gaje. Yami malah pasang muka cengo.
"Gua gak percaya! Gua kencan sama nona dada rata!" seru Yami. "Yang bohai ada gak?"
"Yang bohai palingan Ryuzaki doang..." jawab Higeru disertai jitakan Ryuzaki. Yami (dengan penuh rasa sesal) ngeiyain keadaan itu.
"Judai Yuki..."
Ayo, ayo! Sama Ryu-chan!, bisik Judai dari dalam hati.
"Sama Fransisca Anderson!"
WHUT DE PAK! Judai syok berat. Ternyata meleset dari ramalan dan harapannya. Fransisca langsung ngegandeng Judai yang masih pasang tampang syok.
"Judai-san..., aku seneng deh bisa bareng sama kakak..."
Judai gak langsung ngejawab. Dia masih enggak percaya sama hasil ini. Fransisca yang heran ngeliat Judai yang mangap langsung nyenggol Judai. Judai langsung 'kam-bek' ke alam nyata setelah sempet 'koma'.
"Kak!"
"Eits! Ehm iya?"
"Melamun ya?"
"Eh ng..."
"Selanjutnya, Yusei Fudo dengan Noir!"
"Nee! Maksudmu apa, Higeru-kun!" Noir mulai protes.
"Sudahlah! Jangan protes!" seru Higeru. "Trus Johan Anderson sama Aoi Mezurashii!"
"Wuidih! Pasangan serasi cuy! Aoge sama Aoge!" seru Ryuzaki
(*aoge: rambut biru)
"Iya, tau-tau jadi TOGE!" timpal Yujusei hingga bikin semuanya ketawa ngakak.
"Kalo Ryuzaki, cukup sama Riry-san saja! Cieeeeeeeeeh!" seru Higeru. Riry sama Ryuzaki jadi blushing.
"Weits! Kok pada nyorakin?" Ryuzaki mulai komplain.
"Iseng aja, lagian Riry-san emang cocok sama lo! Ya udah deh! Kencannya di sekitar pantai Ancol yah! Satu hari penuh kok! Ayo!"
"Dan jangan lupa! Yang mesra yah!" seru Ardi dan Ryan. Semuanya melongo lagi. Kali ini lebih dahsyat dari yang tadi.
Nah lu!
Di pantai Ancol, semuanya pada nyebar dengan pasangannya masing-masing. Kali ini kita fokus ke Yami Yugi dan Rei Shinera...
"Yami! Mau gak?" tanya Shinera sambil nawarin permen. Dengan tampang yang agak aneh, dia nyaplok satu permen.
"Lho, Yami kenapa sih? Gak suka yah kencan sama cewek kayak aku?" tanya Shinera lagi. Yami yang ngeh kalo Shinera lagi sensi langsung ngejawab.
"Nggggg, nggak kok. Tadi emang iya, tapi kalo sekarang sih enggak..."
"Jangan bo'ong..., aku udah tau kok kalo Yami emang udah gak suka. Ya kan...?"
Yami jadi miris. Tampangnya berubah drastis. Dari yang gaje jadi penuh perhatian pada Shinera. Dengan lembut, dia ngerangkul Shinera.
"Maaf, gue tadi emang gak terlalu suka, tapi yah..."
Omongan Yami berhenti pas Yami ngeliat Judai sama Fransisca yang ngelewat di depan mereka. Pas muka ketemu muka, Yami paham bener perasaan Judai tadi. Ternyata Yami sempet ngalamin perasaan tadi. Perasaan 'terpaksa'.
"Yami?"
"Eh, i-iya. Tadi ngeliat si Rambut Kuriboh lagi monyong kok..." kata Yami.
"Hah? Maksudmu Judai?"
"Iya. Tuh lihat, mulutnya jadi kayak mulut onta." kata Yami sambil ngasih isyarat ke arah Judai-Fransisca yang udah berjalan rada jauh. Shinera nge-oooooooooooh panjang.
Sementara itu...
"Judai-san, tuh lihat!" tunjuk Fransisca sambil nunjuk ke arah lautan. Judai cuman tersenyum kecil.
"Iya ya, keren yah..."
"Nah gitu dong! Seharusnya Judai-san tersenyum! Soalnya Judai-san lebih keren kalo senyum." puji Fransisca lagi. Judai ketawa kecil.
"Hahahaha, bener juga yah. Sori yah, tadi manyun mulu."
"Gak apa kok..."
Judai mandangin ke arah lain. Ngedadak matanya nangkep bayangan Ryuzaki dan Riry yang lagi duduk di kursi. Mereka lagi asik main PSP bareng-bareng. Mereka cekikikan gaje, bahkan ampe main taplok pas tau kalo udah kalah main. Ngeliat keakraban mereka, Judai jadi agak terinspirasi.
"Hey! Kesana yuk!" kata Judai sambil nunjuk ke tepi pantai. Fransisca ngeiya-in aja dan ngikutin Judai.
"Oke deh!"
Part 7 - the end -
