SUMMARY: Deidara dan Hidan dihukum oleh Pein karena mereka membuat kekacauan saat bermain petak umpet….gimana ya?
Naruto itu milik Masashi Kishimoto-sama bukan milik saiia….tapi ne Fic' punya saiia
Fic' ini berjudul…"hukuman Deidara" untuk hukuman Hidannya entar dulu…. Kalau gitu g' usah kepanjangan dipanjangin n di buat panjang panjang deh…. Happy Readiiing ^.^.. oke… don't forget to ea… dan maaf karena saiia updatenya lama….
Warning : Fic' ini dapat menimbulkan kegaje-an tiada tara, keanehan yg tak henti-henti dan ketawa ampe mulut menganga(terbahak bahak maksudnya) . Yang suka ya baca yg gak ya Don't read.
Hukuman Deidara
Okey one two three….. action!
Pagi ini adalah hari pertama Deidara dihukum mereparasi markas yg diledakannya…
"oeeee….. bocah kunciiiir! Lompat dari tempat tidur lo trus cepet mandi dan ganti baju baumuu! Hari ini hari pertama hukumanmu!" Teriak Hidan
"ummh…. Dasar keriput.. asal lo tau.. suara lo tuh kayak petir di siang bolong ,un. Kalo lo teriak lagi gua sumpel tu mulut pake tanah liat." Jawab Deidara sambil menyiapkan tanah liat
"ehemm… sudah gue bilang kan? Gak ada tanah liat-liatan…!" seru Pein yg tiba-tiba nongol
"Dei-senpaiiiii….! Mau Tobi bantu gaaaaak?" kata Tobi dengan riangnya
"gak usah,un. Kau itu pengganggu! Get out!" kata Deidara kesel ame Tobi
"uaaaaaaaaaaaa! Senpai menolakkuuu! eeeem…tapi. Maaf Dei-senpai… tapi Tobi is a good boy mau keluar kemane nih? Lagian ini kan markas kita? " kata Tobi mikir mikir *wah akhirnya mikir juga* kata kata Tobi barusan berhasil membuat Deidara melongo karena kata-katanya ndiri.
"oee…. Ketua Leader pimpinan.. apelah.. terserah whatever up to you hukuman si keriput pemuja jashin ini gimana ha?" kata Zetsu putih
"taun depan aje kagak nape-nape kan Boss." kata Hidan sambil memasang wajah memelas bagai pengemis yg gak makan 5 hari *gak mati ya?*
"Zetsu… gak usah panggil nama gue kayak panggil nama orang sekampung deh… kepanjangan. Buat ukuman si tukang potong rumput ini di tunda ampe markas selesai di reparasi" jawab Pein kayak orang lagi baca teks pidato
".. kenape nama gue ganti lagi jadi pemotong rumput sih? Secara gak cocok banget Leader payaaaah!" seru Hidan gak terima * ngemeng terus.. kapan Deidara di hukum?*
"jawabnya kerena kau selalu bawa sabit besarmu itu sama kayak yg di bawa tukang potong rumput di klan Uchiha" kata Itachi dengan entengnya.
"kau kan mirip Hidan? Hihihi" kata Konan.
"stooooop.." suara Pein berhasil membuat semua anggota akatsuki mempause diri sendiri.
"kalau lo pada ngomong terus keenakan tuh si Deidara kan?" lanjut Pein
"padahal niatku mau buat mereka ngomong terus biar gua gak dihukum Leader,un." Batin Deidara dgn muka kusut seperti kain yg belum di setrika.
"Dei-senpaiiii! Kasihaaaaaan" kata Tobi mengejek
"hmm… kasihan kasihan kasihan" kata Hidan meniru gaya Ipin *GAK COCOK BANGET*
"tobiii! AWAS KAUU!" teriak Deidara gak trima,, tapi sayangnya kata-katanya hanya berhasil membuat Tobi mengunjuk giginya dgn riang.
"ENOUUUUUGH! Deidara cepat bangun lagi ni markas! Batas waktu….
.
.
Emmmm….. seminggu" kata Pein sambil berkacak pinggang
"UAPAAAAA,UN!tapi… kalau pake chakra kagak nape kaaaan'un?please" kata Deidara memohon*puppy eyes mode*
"gak boleeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!" teriak Hidan gak setuju tapi saat mulutnya menganga dgn cepat Deidara melempar tanah liat berbentuk bola besar dan alhasil… mulut Hidan tersumbat.
"boleh…lah.. tapi gak pake tanah liat dari tangan berlidahmu itu!" kata Pein
"AAAGH AWAGH KAO EIAAA!" (TRANSLETENYA "AWAS KAU DEIDARA") teriak Hidan yg gak digubris sama sekali oleh Deidara.
"kakek keriput bodoh!" kata Zetsu hitam. Beberapa jam kemudian tanah liat Deidara malah ditelan mentah mentah oleh Hidan.
Sementara saat siang hari… deidara mulai bekerja
"aduuh,un….. nape si rambut merah kalajengking itu bikin markas yg susah banget dibenerin ya,un?" eluh Deidara dengan memindah batuan gua. Tapi sialnya Deidara lupa kalo hari ini semua anggota Akatsuki pada meliburkan diri sendiri* ada liburnya ya?*.
"HIDAAAAAAAAN KAU KEMANAKAN UANGKUUUUU!" teriak Kakuzu gaje kaya' petir sambil mengejar-ngejar Hidan daaan…. Otomatis mengganggu Deidara yg sedang melakukan reparasi *poor you Deidara malang*
"dasar mata duitan! Lagian Cuma 10 ribu doang! " seru Hidan sambil lari melarikan diri
"WOIIIIII! GAK GANGGU ORANG LAGI REPARASI DIKIT NAPA,UN?"teriak Deidara
"senpaaaaaaai! Tobi is a good boy comiiiiing! Wat ken ai doo phor yu?" (bacanya "what can I do for you?") teriak Tobi sambil ber-english ria nan ancur dan suaranya menggema ampe batuan yg baru diperbaikin Deidara ryntuh lagi. Kasihaan.
" ngomong ape lu? Basa planet mana tuh?" kata Pein sweatdrop
"Leadernya payah. Masa gak tau basa inggris sih?" kata Tobi mengejek
"La kowe ngomong ora genah…. Wat wot ae. Bocah!" jawab Pein yg basa Jawanya keluar * maaph authornya kan emang wong jowo*
"hormati Leadermu bakaaaa!" kata Kisame sambil meluncurkan pukulan maut pake samehada.*wah danger,, authornya Cuma geleng-geleng kepala*
"Wadaaaaaaaaaw! Kisame –senpai kejaaaaaaam" teriak Tobi terlempar sambil memegangi pantatnya.
"kalau gini kapan selesai nih,un? Taun depan?" eluh Deidara sambil meratapi nasib malangnya dan terus bekerja. Kasihan. Sementara Itachi sibuk dengan matanya yg kelilipan kena debu gara2 Hidan ama Kakuzu yg kejar2-an kaya kucing ama tikus, Zetsu sedang bejemur di bawah matahari buat fotosintesis, Sasori sedang mereparasi bonekanya yg rusak gara2 Hidan, dan Konan sedang bikin mainan apelah gak tau dari origaminya.
"keriput ! pemuja DJ bakaaaa!" teriak Kakuzu sambil mengeluarkan 4 anak buah bertopeng yg punya 4 jenis chakra untuk ngejar Hidan.
"Hah? DJ? Disk Joking? Gue gak suka nge-DJ! " kata Hidan kaget sambil menghentikan larinya dan otomatis…*bener gak tulisannya?*
"BRUAK" Hidan dan Kakuzu tabrakan. " sakit bodoh!" bentak Kakuzu
"Dj? Emang tampang gue sekeren DJ?" kata Hidan dgn pe-denya
"DJ itu Dewa Jashin. Wah kau menghina tuanmu,, kau menghinanya. Kau akan di hukum tuanmu" kata Kakuzu ngacir
"What…a..a..ku.. WOII… gawat… JASHIN SAMA AMPUNI AKUUUUUU!" kata Hidan memohon gak jelas.
"Deidaraaaaa awass! Ada durian jatoh!" kata Konan mulai jail
"wah , mana mana? Uaaaaaaaaa!" teriak Deidara
"Loh? Mana duren jatohnya?" kata Deidara bertanya-tanya
"BRUAK! BRUAK BRUAK"
"mmm… sebenarnya yg jatoh bukan duren.. tapi batu yg barusan hamper selesai kau susun sempurna jatoh lagi..hihihihihi" kata Konan ketawa.
"ARRRGH! DON'T BOTHER ME! Kayaknya ni pekerjaan selesainya taun depan deh. Gue kerja yg sana sibuk jail-lah, kehar-kejaran-lah, apalah, kakek jatuh dari monas, dasar,un" eluh Deidara kesal dan pasrah.
"Tobi is agood boyyy! Konan-senpai good job!" kata Tobi senang kalo Deidara di jaili
6 jam kemudian semua anggota Akatsuki termasuk Deidara beristirahat.
Dengan keadaan : Tobi mengelus pantatnya, Hidan memohon mohon ampun, Kakuzu ketawa coz uangnya balik, Kisame bersiap memukul Tobi lagi kaya' pemain baseball, Konan punya mainan baru, Deidara berpeluh-peluh, dan yg lain biasa aja.
"Tobii! Buatkan kami semua minum!" perintah Pein
"lho kok ayas? Kan yg harus jadi pesuruh kan Hidan-senpaii?" kata Tobi bingung 77 keliling.
"lo kan yg paling junior. Dasar payah,un" sambung Deidara
"gua pukul lagi pake samehada mau? Samehada udah ready nih" kata Kisame sambil bersiap
"glek"
"o..oke deh… mau minum apa senpai?" tanya Tobi dgn sangat terpaksa
"jus jeruk"kata Pein
"jus apel" (Sasori)
"air putih"( Kisame)
"es teh" (kakuzu)
"jus anggur" (Konan)
"jus alpukat"(itachi)
"terserah"(Zetsu)
"jus nanas"(Hidan)
"jus tomat"( Deidara)
"bnyak amat?" kata Tobi
Beberapa menit kemudiaan…
Semua telah diberi apa yg mereka inginkan. Tapi Zetsu di beri pupuk Urea oleh Tobi.
"woi ! napa guwa di kasi pupuk Urea?" kata Zetsu
"Zetsu-senpai kan tanaman,, bukannya taneman butuh fertilizer? Biar tumbuh gitu" jawab Tobi dengan polosnya *ngomong inggrisnya tumben bener*. Mendengar jawaban itu Zetsu langsung sweatdrop.
" kagak nape kan? Sekali sekali lo biar tumbuh indah dikit kantong semar" kata Hidan dgn menekan kata kantong semar.
"apa lo kata?" sahut Zetsu putih dan hitam kompak
"KANTONG SEMAR!" teriak Hidan mengulang dgn muncrat muncrat
"gak usah lebay! Ludahmu rekreasi! Dasar keripu tua rambut putih!"
"KANTONG SEMAR"
"KERIPUT"
"KANTONG SEMAR"
"KERIPUT"
Mereka berdua terus aja saling ejek ampe pagi… *Lebay*. Omongannya ya itu itu aje… bikin telinga orang pecah. Dan akibatnya , Pein yg kesal melakban mereka berdua. Untuk Zetsu lakbannya berukuran super duper hyper deluxe. Setelah itu semua anggota udah pada pegel , asamurat, encok atau apalah itu namanya.
Akhirnyaaaa selesai….. kutunggu Reviewnyaaa…. Don't forget. Uaah… ceritanya agak aneh ya? * agak? aneh banget malah* ya tapi gak papa no problem yg penting bisa ketawa. Kayaknya di chapter 2 ini Deidara munculnya dikit ya?. Author aja yg buat bingung apalagi Reader…..
Deidara : malang amat nasib gue? Author suka bgt ya liat penderitaanku,un
Author : sekali kali tampangmu dibuat melas. Jangan serius-serius amat.
Tobi : Authornya kejam! Pantat Tobi sakit atau! It's hurt
Author : oo sakit? ke dokter Kisame aja... ada penamar pake gigi ikan hiu Tobi anak baiik. *sambil tersenyum licik*
Tobi : bukannya makin sembuh... tapi makin sakit ama Kisame-senpai! uaaaaaa help meeeee
Kisame : kemana pasienku?
Author : udah lenyap ditelan bumi
sampai jumpa di chapter 3 yaaaaa... Review please ^.^
