StrawberryInShadow-SilverFlame: Halo! Perkenalkan, nama saya Holy. Saya akan melanjutkan fict Natsu. Jadi, saya minta maaf sedalam-dalamnya jika chapter ini GaJe, OOC, dll.
Disclaimer: Harvest Moon © Natsume
My Childhood Friend
Popuri's POV
" Oh, ini?" katanya sambil menunjuk dan mengangkat kalungnya. " Ini dari Muffy, mantanku."
Mantannya. Kata itu membuatku terpaku. Aku tidak pernah berpikir sejauh itu. Bahwa Arren yang dulu sangat dekat denganku, dapat jatuh cinta kepada perempuan lain.
Perempuan yang lebih pantas untuknya.
Tentu saja.
Mana mungkin perempuan berambut merah muda yang kekanak-kanakan seperti aku ini dapat bersanding dengannya.
Hatiku terasa pedih mengetahuinya. Rasa cemburu bercampur dengan keingin tahuan mulai melanda diriku. Aku tidak dapat menahan diriku untuk tidak bertanya kepadanya.
"Mantanmu?" tanyaku, memecah kebisuan di antara kami. Arren mengangguk pelan.
"Dulu, dia adalah kekasihku ketika aku pindah ke Forget-Me-Not Valley. Sedangkan kalung itu, diberikannya kepadaku saat aku mengakhiri hubungan kami." Dia menatapku dengan mata cokelatnya yang sangat kusukai itu. Aku menelan ludah, tidak berani bersuara sedikit pun.
Tiba-tiba, Arren menarikku ke pelukannya. Rasa kaget menyelimuti diriku. Hatiku berdebar-debar.
"Kau tahu kenapa aku memutuskannya?" Dia mempererat pelukannya. Kugelengkan kepalaku. Dapat kurasakan wajahku mulai memerah. Aku tidak pernah melihat Arren yang seperti ini.
"Karena aku baru sadar kalau aku mencintaimu. Setiap hari aku merindukanmu, sehingga tidak tahan lagi dan bergegas pulang kemari. Aku takut kau sudah jatuh cinta kepada orang lain," Arren mengakui perasaannya. Kebahagiaan mulai memenuhi hatiku.
Apakah ini nyata? Ternyata selama ini aku tidak bertepuk sebelah tangan. Terima kasih, Tuhan…
"A-aku juga mencintaimu, Arren!"
Setelah cukup lama kami berpelukan, Arren melepaskan pelukannya dariku, mukanya merah padam. Dilepaskannya kalung yang melingkari lehernya itu.
"Setelah aku putus dengan Muffy, dia menitip pesan. Kalau aku harus memberikan kalung itu kepada orang yang paling kucintai." katanya dan menggaruk kulit kepalanya, seperti yang biasa ia lakukan ketika gugup. Tangannya memakaikan kalung itu ke leherku. Sesaat aku mengira ia sedang bercanda. Tetapi matanya mencerminkan keseriusan.
"Orang yang kucintai adalah kamu, Popuri, my childhood friend."
StrawberryInShadow-SilverFlame: Selesai! Tuangkan semua komentar ke dalam review!
