Yeiiy~ Michi datang lagi.. *nari piring-?-*
Akhirnya Michi berhasil juga melawan rasa malas ngetik buat yang kedua kalinya.
Sebenarnya chap ini dah selesai minggu lalu. Tapi gara-gara virus tak bertanggungjawab itu, kompi Michi rusak, bersama dengan hilangnya file fanfic di dalamnya T^T *pundung*
Terpaksa sekarang harus ngetik pakai laptop papa.
*malah curhat, -di tendang*
Yosh, sudahlah!
ENJOY!
Disclaimer: tuh! *nunjuk Tite Kubo-sensei*
My 'Brother' © Michi-chan Phantomhive626
Rate: T
Pair: IchiRuki Forever!
Genre: Romance and ?
Warning: OOC, AU, gaje, aneh, deskrip ga jelas, de el el.
Flame is not allowed and it won't work with me!
.
.
.
.
.
"Ap-apa… ini?"
Aku benar-benar kaget dengan apa yang kulihat sekarang. Jari-jariku terus menekan tombol ke bawah. Mataku tak berkedip melihat layar ponsel yang berwarna hitam itu. Mengamati tiap hasil jepretan yang ada disini.
Kalian tahu apa yang kulihat? Ya, foto Ichigo dengan berbagai macam pose. Hahaha, ternyata ia narsis juga. Jarang ada anak laki-laki yang narsis begini.
Aku terus memencet tombol ke bawah, memperhatikan setiap foto-foto Ichigo. Pakai pose apapun ia tetap… tampan!
Gyaaa~ apa yang aku katakan!
Eh, tunggu!
Aku berhenti menelusuri handphone Ichigo. Mataku setengah melotot menatap foto yang satu ini. Foto Ichigo bersama seorang gadis cantik berambut hijau toska. Mereka benar-benar terlihat mesra. Gadis itu mencium pipi Ichigo. Aku belum pernah melihat gadis ini. Apa dia pacar Ichigo?
Tapi aku tidak pernah melihatnya dekat dengan anak perempuan. Memang, Ichigo cukup populer di sekolahku. Mungkin juga sudah banyak yang minta jadi pacarnya. Tapi seperti yang kukatakan tadi, aku tidak pernah melihatnya dekat dengan anak perempuan! Ichigo juga tidak pernah cerita apapun padaku. Atau hanya aku yang tidak tahu?
Entah kenapa hatiku terasa sakit melihat foto ini. Apa aku… cemburu? Tapi untuk apa? Aku bukan siapa-siapa Ichigo. Ia hanya menjalankan perannya sebagai 'kakak'ku. Dan ia hanya menganggapku sebagai 'adik'nya. Hanya aku saja yang menganggapnya lebih.
Ah, hatiku semakin sakit memikirkan ini semua. Susah payah aku menahan air mataku agar tidak keluar. Aku bukan gadis cengeng nan lemah seperti dulu! Jangan menangis Rukia!
"Rukia?" suara Ichigo mengagetkanku.
Ichigo bangun dan mengambil posisi duduk tepat di depanku. Ia menatapku heran bercampur cemas.
"Kau tidak apa-apa? Kenapa menangis?" Tanyanya lembut. Aku segera menepis tangan Ichigo yang berniat menyentuh wajahku. Aku reflek melakukannya. Aku bingung sekarang.
"A-aku tidak apa-apa Ichi. Hanya… hanya kelilipan saja. Oh iya, ini ponselmu! Tadi terjatuh dari saku jasmu" jawabku seceria mungkin. Aku segera menyeka air mataku sebelum tumpah.
Ichigo menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya menerima ponsel dariku. Saat ia –mungkin- ingin bicara, aku segera memotongnya.
"Sudah ya, Ichigo. Sekarang aku ada pelajaran dengan Mayuri-sensei. Jaa~" kataku.
Aku segera berlari meninggalkan Ichigo yang masih tak mengerti apa yang terjadi. Aku terus berlari, ke toilet. Disini aku menangis sepuasku. Syukurlah tidak ada siapa-siapa di sini. Dengan begini tidak akan ada yang tahu. Aku juga terpaksa berbohong pada Ichigo tadi, sebenarnya sekarang jam belajar sendiri di kelas.
Puas menangis, aku mencuci wajahku di westafel. Aku tidak boleh terlihat habis menangis.
"Kuchiki-san?"
Suara itu mengagetkanku. Aku segera menoleh ke belakang. Melihat pemilik suara yang memanggil namaku tadi.
"I-Inoue?"
Ternyata Inoue yang memanggil tadi. Seorang gadis berambut coklat sepinggang yang memakai jepit rambut heksagonal di kedua sisi kepalanya. Haaa~h ku pikir siapa!
"Sedang apa kau disini?" tanyanya.
"Ng… aku-"
"Ano… ada yang ingin kutanyakan Kuchiki-san!" Inoue memotong perkataanku. Aku heran, entah sudah berapa kali ucapanku dipotong orang lain. *tiga kali, Rukia! –Plak-*
"Kau ingin tanya apa?" jawabku.
"Apa hubunganmu dengan Kurosaki-kun?" mata abu-abunya menatapku tajam.
"Ka-kami hanya… hanya…" aku menelan ludah. Sebenarnya aku sendiri juga bingung status hubungan kami ini apa. Adik-kakak? Entahlah!
"Hanya?" Inoue menatapku bingung.
"Kami hanya teman sejak kecil! Tidak lebih!" jawabku akhirnya. "Kenapa?" aku pun balas bertanya padanya.
Inoue menundukkan kepalanya. Aku tak bisa melihat ekspresinya secara jelas karena poninya menutup sebagian wajahnya.
"Begitu?" katanya tiba-tiba. Ia mengangkat wajahnya. "Lalu… apa Kurosaki-kun sudah punya pacar? Kau dekat dengannya 'kan? Kau pasti tahu!" tanyanya lagi secara bertubi tubi.
"Eh?" aku bingung harus jawab apa. Ichigo sudah punya pacar? Yang benar saja! Aku sama sekali tidak tahu!
"Kurosaki-kun sudah punya pacar, kan? Apa itu benar?"
"Da-dari mana kau tahu, Inoue?" balasku.
"Kemarin, waktu aku menembaknya, ia bilang sudah punya pacar. Ia bahkan memperlihatkan fotonya bersama gadis itu padaku." Jelas Inoue. Tampak sekali raut wajah kekecewaan di wajahnya.
Aku tidak merespon perkataan Inoue barusan. Berbagai macam pertanyaan memenuhi otakku. Jadi benar gadis itu pacar Ichigo? Tapi kenapa aku tidak tahu? Berarti selama ini aku mengganggu hubungan mereka?
Akh! Aku pusing! Aku meninggalkan Inoue yang masih terbengong-bengong dengan perubahan sikapku ini. Aku berjalan dengan gontai menuju kelas, tak menghiraukan panggilan berkali-kali dari Inoue tadi.
Pintu kelas kubuka dengan agak kasar. Teman-teman menatapku sebentar, lalu kembali dengan aktivitas mereka masing-masing.
Aku duduk dengan pandangan kosong di bangkuku. Ya, pikiranku masih penuh dengan hal-hal aneh mengenai si jeruk. Akh! Sial….
"Rukia-chan? Dari mana saja kau? Kenapa tidak masuk jam kelima tadi?" Momo menepuk pundakku pelan, menyadarkanku dari lamunanku.
"Ah, Momo? Aku… aku ketiduran di atap, hahaha" aku tertawa canggung.
Gadis bercepol itu menatapku tak percaya, lalu ia tersenyum lebar.
"Oh ya Rukia-chan, sepulang sekolah nanti aku, Rangiku-san, dan Nanao-chan ingin pergi karaokean, kau mau ikut?" tanyanya dengan penuh harap.
"He? Gomenansai, Momo! Aku tidak bisa ikut" jawabku. Aku tersenyum kecut melihat wajah kecewa dari temanku itu.
"Ayolah, Rukia-chan. Disana juga ada anak cowok lho~ lumayan buat nyari gebetan baru. Iya kan, Rangiku-san?" Momo kembali menatap penuh harap padaku, err.. atau mungkin seseorang disebelahku.
Hey, aku bahkan tak sadar Rangiku-san sudah duduk di sebelahku! Apa ia menyembunyikan kekuatan rohnya?
*cut! Ini ceritanya AU! Gak ada kekuatan-kekuatan roh segala! (=,=) OK! Lanjut!*
"Yap, Rukia. Disana banyak cowok-cowok keren lho~" sekarang Rangiku-san yang menatapku dengan puppy eyesnya.
"Tapi…"
"Ayolah Rukia-chan, selama ini kau tidak pernah pergi bersama kami. Ayolah~ kali ini saja, ya?" Momo juga menatapku dengan puppy eyes.
Eh, benar juga ya. Selama ini aku tidak pernah dekat dengan teman-teman sekelasku. Yah, karena selama ini aku selalu bersama Ichigo.
Oh iya, aku juga bingung bagaimana menghadapi si Mikanhead itu nanti. Bagaimana? Apa aku ikut saja dengan mereka? Tak ada salahnya juga kan? Lagipula aku jadi punya alasan menghindari Ichigo, jadi aku tidak mengganggu hubungannya dengan pacarnya itu kan? Iya kan?
"Rukia-chan! Kenapa malah bengong? Kau jadi ikut kan?" kata Momo seraya mengguncang-guncangkan bahuku.
"Eh? Ah, iya. Baiklah kalau kalian memaksa." Jawabku sambil tersenyum.
"YEIY!" Momo dan Rangiku melompat-lompat -?- kegirangan dan memelukku.
Ah, semoga dengan begini semuanya baik-baik saja. Yah, semoga.
.
.
.
.
.
(masih) TBC
Yeiy~
Michi seneng banget loh, waktu baca review (bukan flame) dari kalian semua.
Entah kenapa tapi Michi seneng banget, makasih buat yang RnR fic ini.
Tak di sangka masih ada juga yang mau baca fic jelek ini *nangis terharu*
Oh iya, chap ini pendek ya? Dan Ichiruki nya DIKIT banget!
Maafkan Michi, semoga kalian tak kecewa ya~
.
.
Oh iya, ini balesan reviewnya:
* Minami Kyoka
Bagus? Cerita ini bagus? Gyaaaa~ *maen lompat tali-?-*
Terima kasih, ini udah update, RnR again, please?
* Sauz Kuzan Raiki-kun
Siapa yang kau panggil anak kecil?
RnR again, please?
* CrimsonDevil D. ShinSen
Crim-san, terima kasih atas reviewnya.
Hm? Mungkin fic ini cuma 3-4 chapter.
Gomen, Crim-san. Michi takut nanti ceritanya malah lari-?- kemana-mana.
Ini udah update, mind to RnR again?
.
.
Yosh! Sisanya udah Michi bales lewat PM. Oh iya Michi mau tanya, WB itu apa?
Apa itu semacam nama ilmiah tumbuhan? –digeplak-
.
.
REVIEW? *harus! –buagh!-*
