Reply review Kuro lakuin di Chapter depan.
Langsung ajah deh!
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romance/Mystery/Hurt/Comfort
Pair : SasuNaru
Warning : AU, Shounen-ai.
Terinspirasi dari Higurashi ^^
Tapi nggak mirip kok.
Summary :
Naruto dan Sasuke terikat benang merah takdir. Sehingga walau maut memisahkan mereka akan bertemu kembali di dunia selanjutnya. Bersama dengan Kyuubi dan Shion yang mengetahui rahasia tsb, bagaimanakah kisah cinta mereka?
Chapter 3 – Last
Hari demi hari berlalu seperti biasa, tampak dari luar tak ada perubahan antara Sasuke, Shion, Kyuubi, dan Naruto. Tapi jika dilihat dari dalam, Sasuke sangat memikirkan hari yang dikatakan adalah hari kematiannya. Naruto pun begitu, ia pula terus memikirkan apakah Sasuke benar akan mati atau tidak, dan mencoba mencari cara untuk membatalkan 'kutukan' itu.
Shion, ia hanya menghitung hari, menunggu hingga dunia selanjutnya tiba. Kenapa ia bersikap tenang? Tentu saja, sebagai satu-satunya orang selain Kyuubi yang bisa mengingat kejadian di dunia lalu hanyalah Shion. Ia sudah mengalami hal yang sama berulang kali. Sasuke mati, kemudian berganti ke dunia selanjutnya.
Dan terakhir Kyuubi, ia sedih. Ya, sangat sedih. Ia terduduk di lantai kuil tua dekat rumah Sasuke sambil terus memandang parang besi-nya yang tajam dan mengkilap dan berkarat. Bukti bahwa parang itu sudah ada beratus tahun lamanya, tetapi terawat. Parang yang sudah berkali-kali, berpuluh-puluh kali, bahkan beratus-ratus kali telah digunakan untuk…. Membunuh…. Sasuke…
Perlahan parang berkarat itu terjatuhi tetesan air. Tetesan air murni yang berasal dari hati, memancarkan kesedihan yang mendalam. Tak lain adalah air mata Kyuubi.
"Sasuke…. Sasuke…. Kenapa? Kenapa ini harus terjadi lagi…" ucap Kyuubi sambil terus meneteskan air mata pada parangnya.
"Aku benar-benar tidak kuat… Kalau harus terus membunuhmu seperti ini…."
"Dan yang paling membuatku sakit adalah…"
"Kau…"
"Setiap engkau sudah tertusuk parang ini, kau…"
"Kenapa?"
"Kenapa kau tersenyum dan berkata bahwa engkau tetap menyayangiku seperti adikmu sendiri…" Air mata semakin deras membasahi pipi Kyuubi. Kemudian air mata itu terjatuh ke parangnya.
"Padahal aku…. Aku sudah membunuhmu… membuatmu merasakan sakit terus menerus, berkali-kali.."
"Sasuke…"
"Maafkan aku… Tapi ini memanglah tugasku…" ucap Kyuubi sembari memejamkan matanya.
-Kuronekoru-
Gludukkk… Ztaaarrr
Hari ini, tanggal 22 Juli. Meski baru pukul 7 pagi, namun langit gelap. Mendung tapi belum ada pertanda akan hujan. Malam ini.. Ya, malam ini tepat pukul 12 malam, Sasuke akan mati. Suasana di kelas hening, karena hanya ada sedikit murid di sana. Guru-guru sedang rapat, jadi pelajaran kosong. Samar-samar terdengar orang berteriak, atau lebih tepatnya berbicara dengan suara keras. Nadanya seperti orang memohon. Siapa itu? Naruto dan Shion.
"…."
"Shion! Kau tahu kan hari ini sudah tanggal 22! Tidak ada waktu lagi." Ucap Naruto.
"…." Shion tak merespon.
"Shion! Jawab aku! Lakukan sesuatu! Hentikan kutukan itu!"
"… Naru.."
"Aku mohon… Shion! Jangan biarkan Sasuke mati!" ucap Naruto sembari bersujud di hadapan Shion. Shion pun kaget melihat kelakuan Naruto. Sebegitu cintanya kah Naruto pada Sasuke hingga ia bersujud padaku begini?
"…Naruto." Ucap Shion sembari mengangkat badan Naruto dari sujudnya.
"Shion.. Apa kau bersedi—" belum selesai Naruto berbicara, Shion sudah memeluk Naruto.
"Gomenasai.. Gomenasai.." ucap Shion lirih, masih dalam pelukannya pada Naruto.
"Eh?"
"Gomen, tak ada yang bisa kulakukan… Tapi.." Shion menjeda perkataannya.
"Kau tak akan merasa sakit, tenanglah.. semua akan baik-baik saja. Kita mulai semua dari awal di dunia selanjutnya." Tambah Shion sembari melepaskan pelukannya pada Naruto. Seketika ia langsung menatap mata sapphire Naruto. Ungu.. warna mata Shion berwarna ungu pekat. Pertanda ia akan segera melakukan sesuatu pada Naruto.
"…" Shion pun mulai mengucapkan mantra.
"Datanglah dan Dengarkan aku, wahai sang Bayu dari dalam raga manusia ini."
"Aku, Hinamizawa Shion. Dewa atas dunia ini memerintahkan."
"Tinggalkan raga ini, kembali bila aku memerintahkan lagi."
"Patuhi perintahku."
"LEPASKAN!"
"…" Shion kembali mengucapkan mantra. Perlahan mata sapphire Naruto kosong. Tak memandang apapun. Sang Bayu, jiwanya sudah meninggalkan sang raga. Atas perintah Hinamizawa Shion yang dikiranya hanya gadis miko biasa, ternyata adalah sang Dewa Dunia ini.
"Wahai raga tak bernyawa."
"Kembali, dan menyatulah dengan tanah, wujud asalmu.." Shion kembali berucap. Raga Naruto pun lenyap tak berbekas.
-Kuronekoru-
Di saat itu Sasuke
Hening, tak ada suara. Sasuke hanya diam, pandangan matanya kosong. Apa yang ia pikirkan? Nampaknya dalam pikiran Sasuke, yang ada hanyalah antara percaya dan tak percaya terhadap kutukan itu. Jika dihitung, waktu ia hidup tinggal 17 jam lagi. Bayangkan, hanya tersisa 17 jam lagi untuk hidup. Jika ia bukan anak keturunan Uchiha, ia tak mungkin bersikap setenang ini. Selain itu, yang ada di pikiran Sasuke adalah… Kyuubi. Apa yang sedang dilakukan Kyuubi sekarang, ada di mana ia sekarang, bagaimana kabarnya. Sasuke tak tahu. sejak kejadian seminggu lalu, Kyuubi yang sudah Sasuke anggap seperti adiknya sendiri tak pernah muncul lagi dihadapan Sasuke. Sasuke sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Semua ini terasa sangat berat untuknya. Sangat berat….
Malam pun tiba. Langit tetap gelap. Mendung, dengan petir terus menggelegar. Walau sudah pukul 11.45 malam, ia tetap memandang langit-langit kamarnya. Ia tak memejamkan matanya sedikit pun. Ia sudah pasrah. Apa pun yang akan terjadi, ia akan menerimanya. Hanya 15 menit, waktu yang tersisa untuk hidup. Tiba-tiba, terdengar suara benda tumpul di getuk-getukkan di lantai. Menyadarkan Sasuke dari lamunannya. Suara itu makin lama makin dekat.
Dug
Tap
Dug
Tap
Dug
Tap
Suara benda tumpul itu terdengar beriringan dengan suara orang berjalan. Semakin dekat dan lebih dekat lagi. Namun Sasuke tak bergerak, ia hanya menoleh ke arah pintu kamarnya. Menebak pastilah akan ada orang yang masuk ke kamarnya.
Ceklek
Ngiiiitt
Bunyi pintu Sasuke dibuka pelan. Sasuke terus memfokuskan pandangannya pada sosok yang akan segera muncul dari balik pintu itu.
Perlahan sosok itu makin terlihat. Walau gelap, sinar kilat dan petir sedikit membantu penerangan.
Samar-samar tampak sosok anak kecil berambut panjang, membawa sejenis benda tajam. Apa itu? seperti parang?
Jegleeerrr
Sinar kilat menerpa tubuh anak kecil itu. matanya yang merah mengkilat akibat terterpa sinar.
Mata Sasuke membulat, sembari mulutnya setengah terbuka, pertanda ia terkejut. Siapa? Siapa? Anak kecil itu. rambut itu, mata itu, tak mungkin.. tak mungkin itu Kyuubi.
Perlahan sosok itu berjalan mendekati Sasuke yang masih terbaring. Sinar kilat kembali menerpa tubuh anak itu. semakin jelas terlihat bahwa sosok itu adalah Kyuubi.
"Sasuke-sama.." ucapnya.
"…. Kyuubi…" ucap Sasuke.
"5 menit lagi waktumu tiba…"
"…. Kyuubi.." ucap Sasuke tidak menggubris ucapan Kyuubi.
"…"
"Ini pertama kalinya aku melihatmu menapakkan kaki pada tanah."
Deg
Kyuubi tersentak mendengar perkataan Sasuke.
"Dengan begini, kau menjadi lebih mirip manusia. Adik perempuan manusia ku." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"…Sasu.. Sasuke… Kau tidak takut…?"
"Kalau adikku sendiri yang akan mencabut nyawaku, itu tak masalah."
Deg
Tubuh Kyuubi bergetar. Waktu Sasuke tinggal 2 menit lagi.
"Sasuke… Gomen….. gomenasai…" ucap Kyuubi sambil menahan tangis.
1 menit lagi
DING DONG
Bunyi jam pertanda tepat pukul 12 malam.
Kyuubi mulai mengayunkan parangnya, hingga parang tersebut menancap di tubuh Sasuke.
Darah Sasuke terciprat ke wajah Kyuubi. Mata Kyuubi membulat.
"I-ini.. Ti-Tidak sakit…. Kyuubi… Aku.. onii-san mu… Te-tetap menyayangimu… U-untuk se-selamanya…" usai mengucapkan perkataan terakhir Sasuke menutup matanya, sambil tersenyum.
Di saat itu, waktu sudah menunjukan lebih dari 12 malam.
"O-otanjoubi…. Ome-dettou… Nii nii.. Sasuke-nii…." Kyuubi tidak bisa membendung air matanya lagi. Ia menangis sekeras-kerasnya di raga Sasuke yang sudah tak bernyawa.
-Kuronekoru-
Di sebuah ruangan, ruang hampa. Gelap tak ada apapun. Tempat berpijak pun tak ada. Ruangan apa aini? Ruangan ini sering di sebut ruang pengaturan dunia. Singgasana sang Dewa Dunia yang kini ikut bermain dalam puzzle kehidupan manusia. Di sana ada 2 orang yang melayang-layang. Shion dan Kyuubi, ya. Dalam keadaan Kyuubi berdarah-darah, sambil memegang parangnya.
"Bagaimana keadaanmu? Kalau kau sudah siap, kita segera pergi ke dunia selanjutnya." Ucap Shion.
Kyuubi hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian ia mengangkat parangnya, menjilat darah Sasuke yang menempel di sana.
"Ayo kita pergi, ke dunia selanjutnya di mana seluruh kehidupan di mulai dari awal." Ucap Kyuubi.
TBC
Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….! *teriak teriak pake toa, dapet timpukan ember dan sandal dari tetangga*
World 1 selesai juga!
Yippie!
Eittss , jangan dikira tamat dulu. Masih ada World 2 alias dunia kedua.
Bingung?
Semua akan terungkap di chapter depan.
And, jangan lupa REVIEW ya!
REVIEW!
