Naruto © Masashi Kishimoto

'Wakil dan Ketua Kelas'

Chapter 5

By: Putri Hinata Uzumaki Mafioz

Warning: OOC Hinata, AU, TYPO, DON'T LIKE DON'T READ.

Masih menepis dugaan yang jelek-jelek tentang Naruto dan Hinata, saat Sakura terus berjalan menuju kelasnya dan-tak-sengaja mata Emerald-nya melihat Sosok KUNING JABRIK membopong sosok INDIGO lalu kedua sosok itu menghilang didalam bus kota. Hati Sakura panas. Walaupun Sakura bisa mengira kalau itu hanya adegan 'pertemanan' yang biasa, tapi didalam otak gadis itu terus bergaung-gaung sebuah kalimat. 'Kok mereka malah pergi? Gak masuk sekalian? Padahal gak ada satpam!'. Tiba-tiba mata Sakura membulat. "SATPAM!" Sakura berteriak memanggil dua satpam sekolah. Izumo dan Kotetsu. Hingga suara gedebrak-gedebruk-ciiit-duak. Muncullah dua orang dari belokan koridor itu. Dengan terengah-engah menjawab panggilan Sakura.

"Aku liat, Naruto. Wakil ketua kelas XII B. kepergok bolos sekolah dengan wakil ketua kelas XII B Hinata. Coba buntutin dia deh" Sakura dengan amarah penuh memerintah 2 orang satpam itu. Segera saja 2 satpam itu memberi hormat kilat kepada Sakura, dan pergi dari sana. Selepas kau pergi…

Cut! Cut! Cut!

Selepas kedua satpam itu pergi, Sakura tersenyum kecut dan berbalik. Dan…..

'BRUAAAK'

.

.

.

"Nar… jalan kemana nih?" Hinata bertanya. Tubuh gadis itu bersandar di kursi penumpang sebuah bus. Dan bus itu hanya ada mereka berdua dan dua orang mencurigakan yang menggunakan jaket kulit hitam,kacamata hitam,dan topi di pojok belakang. Orang-orang itu dengan cepatnya menyetop bus saat Naruto dan Hinata baru saja duduk di bangku penumpang.

"Kemana aja." Jawab Naruto santai. Angin semilir yang keluar dari jendela bus. Membuat rambut kuning Naruto melayang-layang. Suasana kota di pagi hari seharusnya ramai. Entah kenapa bus yang satu ini sepi. Padahal sebelum jam 7 saja, sudah istilah jawanya untek-untekan atau penuh.

Oh iya ya… ini jam 08.45. pasti para manusia sudah sampai ke tempat kerja masing-masing.

"Jiaah… gimana sih? Yang ngajak siapa?" Hinata menyilangkan tangannya didepan dada. Ia merasa kesal dan sebal karena diajak seseorang yang ia err benci ke suatu tempat atau tidak-ada-tujuan-pasti.

"Iya-iya Ndes. Nanti kalau ada tempat unik-unik dikit kita berhenti lah." Balas Naruto yang masih menikmati semilir angin.

Suasana hening. Tak ada yang bicara. Hanya suara-suara mesin mobil dan musik-musik karokean yang berasal dari toko-toko kaset bajakan yang dilalui bus yang si Kuning dan si Indigo tumpangi. Merasa tak nyaman dengan suasana yang sepi. Dan Hinata muak melihat Naruto nyengir-nyengir GaJe dengan angin yang berhembus kencang menerpa wajahnya. Apa giginya gak kering? Hinata lo yang punya fikiran gitu.

"Hoy Nar!" Panggil Hinata pada cowok-aneh-kuning yang sedang nyengir-nyengir tak jelas.

"Ya?" Sahutnya. Masih dengan nyengir-nyengir ditepi jendela. Dengan angin yang menerpa wajah dan rambut kuning anak itu.

Hinata kecewa dengan respon Naruto yang cuek. Dengan segera Hinata menarik kepala Naruto.

"Oy… denger dulu gue mau cerita" Hinata menjambak rambut Naruto. Naruto meringis sakit.

"Aduh duh. Pelan-pelan ndes!" Naruto mengaduh. Reflek Hinata melepas tangannya dari rambut Naruto. "Cerita apaan?" Tanya Naruto lagi.

"Gini lo…. Kan gara-gara kau telpon daku jadinya daku telat." Hinata memulai bercerita. Yang diceritakan malah mengerutkan kening.

"Jiah… pakek daku-dakuan. Biasa ja" Perintah Naruto. Hinata hanya nyengir.

"Wakakak… kan gara-gara lari, gua kesandung. Ah payah amat peduli setan. Gua lari aja. Eh….eh ada angkot lewat" Hinata nyerocos dengan logat bahasa yang tidak baku menceritakan kejadian yang dialaminya pagi tadi pada cowok yang duduk disebelahnya. Cowok itu mendengus..

"Apanya yang menarik? Cuma gitu doank mah basi" Naruto mencibir. Disambut pukulan halus berbunyi 'Bugg' di punggungnya.

"Denger dulu, mbuz… nah abis itu ada angkot lewat. Nah gua stop dah. N ada kenek tuh roman-romannya ganteng cuy. Eh pas nagih ongkos, ketahuan kalo dia cewe" Hinata menyambung ceritanya lagi.

"Ahahaha hampir aja lu jadi lesbi neng. Trus? Trus?" Akhirnya Naruto antusian mendengar cerita Hinata. Dengan senyum lebar Hinata melanjutkan cerita yang dialaminya sendiri tadi pagi saat ia dalam perjalanan ke sekolah tadi. Sesekali tawa menggema di bus yang sepi itu.

"Akrab banget mereka ya?" Terdengar suara dari pojokan bus. Tempat 2 orang berpakaian nyentrik ala detektif. Percuma saja jaketnya serba hitam kayak bintang pilem, kalau gak ada resletingnya. Ketahuan deh baju satpamnya.

"Yaiya. Kan dicurigai pacaran. Makannya sama Sakura-chan kita suruh ngikutin. Dah jangan banyak omong lah… nanti curiga" Si pria bernama Izumo yang diketahui dari tanda pengenal di dada kirinya menyahut ucapan si Kotetsu. Mereka lalu menunduk. Mereka memata-matai Naruto Hinata yang asyik ketawa-ketawa.

"Hahaha! Kalau aku yang liat mah tontonan gratis tuh. Malah nanti kusuruh ke adegan yang lebih HOT! Hahaha!" Naruto tertawa mendengar cerita Hinata tentang ciuman kenek angkot dan supirnya. Wajah Hinata memerah karena malu.

"Huh! Tauk ah!" Hinata memalingkan wajahnya dari Naruto. Malu memperlihatkan warna wajahnya yang sudah berganti warna. Dari putih ke merah-merah-gimana-gitu.

"Duh Hina-chan. Jangan marah" Naruto mulai menggoda Hinata dengan gaya Tobi-senpai. Hinata tetap bergeming. Naruto menghela nafas. Wajahnya ia alihkan ke jendela. Dan seketika itu matanya membelalak lebar.

"Bang! Bang! Kiri!" Naruto memukul kaca jendela. Memerintahkan sang supir untuk berhenti. Akhirnya laju mobil itu mulai melamban. Naruto menarik lengan Hinata.

.

.

.

Saat istirahat di KHS…

"Bah! Gak tau lah bang. Jangan bahas itu lagi ah!." Sakura menghela nafas. Jus alpukat yang tadi ia pesan tidak ia minum. Hanya diaduk-aduk.

"Eh! Masa kaya gitu sama pacar sendiri? Oh yaudah. Abang mau kekelas dulu. Rese banget tau! Sasori lagi stress habis ditolak sama Ino. Malah sekarang aku jadi baskom air matanya Sasori" Deidara misuh-misuh sambil membereskan buku-buku yang tergeletak berantakan di meja kantin "Duluan ya, Dek" Ucap Deidara pada Sakura. Sakura hanya mengangguk. Lalu Deidara pergi meninggalkan Sakura yang masih sibuk mengaduk jus alpukatnya. Sakura masih kepikiran dengan kejadian tadi pagi. Sakura, type gadis yang suka berfikiran negative. Bukan negative dalam hal-hal yang 'itu'. Sakura menyangka kalau Hinata merebut Naruto. Mana ada seorang cewek yang terima cowoknya membopong sahabat si cewek dengan senyman riang, terus mereka bolos berdua lagi!.Negative sekali bukan? *Author lagi stress*

Risau. Satu kata yang menggambarkan perasaan Sakura saat ini. Dihelanya nafas panjang. Dengan kepala pusing frustasi, Sakura bangkit dari duduknya. Ia putuskan untuk pergi ke perpustakaan. Mungkin buku novel atau buku-buku fiksi lainnya dapat mengalihkannya dari pikiran-pikiran yang membuatnya kacau.

.

.

.

"Tempat apaan nih Nar?" Tanya Hinata pada Naruto yang sibuk mengamati beragam aksesoris berjenis gelang yang terbuat dari manik-manik warna-warni. Lucu dan cantik. Hinata naksir pada gelang bermanik-manik biru muda. Saat ini mereka sedang berada didalam sebuah toko bernuansa pink. Toko ini terkesan perempuan banget. Bayangkan saja. Sejauh mata memandang, dinding warna pink, kaca etalase toko ditempeli stiker imut bergampar wajah anak sapi yang sedang menatap lagit dengan puppy eyes. Yah. Mascot tokonya aja anak sapi. Tak heranlah jika nama toko ini "Cowy Cute". *apaan lagi?*

"Yaelah. Ini kan toko yang sering dikunjungi perempuan!. Setiap minggu, Sakura selalu nyeret aku ketempat-tempat kayak gini. Katanya lucu lah manik-maniknya, imutlah bonekanya atau apalah. Makannya aku bawa kamu kesini. Kamu kan perempuan! Pasti beahnya disini" Jelas Naruto panjang lebar. Hinata hanya terbengong mendengar penjelasan Naruto sambil memegang gelang berwarna biru muda.

"O-oh… heheh" Hinata hanya nyengir kuda sambil garuk-garuk kepala. Naruto menghela Nafas lalu berkata

"Hhhh…. Yaudah tinggal pilih aja kamu mau apa. Aku traktir! Itung-itung minta maaf gara-gara kaki kamu luka."

"Eh? Beneran nih? Asyiiikk! Makasih ya Nar!" Hinata lompat kegirangan. Lalu Hinata memilih-milih pernak-pernik yang akan ia ambil. Naruto mengamati penampilan Hinata sambil tersenyum. Rambut indigo dikucir separuh menggunakan ikat rambut berwarna biru muda berbentuk beruang teddy. Jepit rambut berwarna biru muda, anting-anting plastic berwarna biru muda, dan….

'CRIIINNGGG' sebuah bola lampu bersinar diatas kepala Naruto. Lalu Naruto pergi meninggalkan Hinata yang sedang sibuk memilih-milih aksesoris yang ia sukam.

"Hmm… mencurigakan" Gumam Izumo. Ia sedang memperhatikan Hinata yang sedang melihat-lihat sebuah gantungan kunci berbentuk bintang.

"Kalau seluruh sekolah tahu kejadian ini, bagaimana ya?" Izumo menyeringai. Sebuah kilatan cahaya muncul dimatanya.

"Hei Izumo!" Kotetsu menepuk bahu Izumo. Izumo menoleh. Dengan jari telunjuk menempel di bibirnya.

"Pssstt! Diem! Ada apaan sih?" Bisik Izumo kesal. Kotetsu hanya menyeringai.

"Liat nih! Ada gelang warna pink! Lucu banget. Sepasang lagi! Nih kamu satu, aku satu" Kotetsu berkata dengan riang sambil menunjukan 2 buah gelang dengan manik-manik berbentuk bola berwarna merah dadu. Kalau perempuan yang melihatnya, pasti sudah menjerit saking sukanya pada benda imut. Tapi Izumo?

"Uggh! Baka! Kau itu laki-laki, bodoh! Masa mau pakai kayak begituan?" Izumo sweatdrop. Kotetsu hanya garuk-garuk kepala.

"Iya yah" Ucap Kotetsu lirih, lalu ia berbalik untuk mengembalikan gelang itu pada tempatnya. Izumo hanya geleng-geleng kepala. Lalu matanya melihat sebuah kalung bermata berlian berwarna violet. Izumo memandang kalung itu dengan pandangan meremehkan

"Ck! Barang perempuan" Lalu tangan Izumo mengambil kalung itu dan membawanya menuju kasir. Loh! Loh! Mau dibeli kalungnya?

.

.

.

"Ck! Sial" Sakura mendecih. Ia tidak konsentrasi. Kata-kata didalam buku fiksi berjudul "Lima Sekawan" tidak masuk kedalam otaknya. Semakin ia mencoba konsentrasi kepada kata-kata dalam halaman itu, bayangan Naruto yang membopong Hinata terpampang jelas. Sakura menggelengkan kepalanya –lagi– mengingat hal itu.

"Gak bisa konsen ya?" Sebuah suara berat lelaki mengagetkan Sakura. Ditengoknya arah belakang. Sesosok laki-laki berkulit putih pucat, dengan rambut raven mencuat seperti pantat ayam. Melihatnya dengan wajah stoic.

"Huh! Sok tahu!" sahut Sakura jengkel. Ia sedang ingin sendiri. Ia tidak mau diganggu.

"Eh? Kok jutek gitu sih?" Lelaki itu bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju Sakura. Sakura merasa jengkel.

"Biarin!" jawab Sakura ketus, lalu ia berdiri dan pergi dari situ. Mata onyx itu membelalak karena sebelumnya ia tak pernah diperlakukan seperti itu. Apalagi seorang wanita. Tapi tak lama, bibirnya menyunggingkan senyum tipis.

"Cewek aneh…yang menarik" Gumamnya.

.

.

.

TBC

Kyaaa! Makin jelek ya ni fic? Ada niat sih pengen HAPUS ni fic. ToT. tapi sayang banget! Makannya aku mau Tanya, fic ini mau di hapus aja apa nggak?

Hehehe oke oke….. jawaban Quis'a adalah

Netbook = ACER

HP = Nokia C3

Di fic-fic q yang laen, banyak lo aku cantumin merk-merk HP. Termasuk HP q. yah tapi yang jawab pada betul 1 jawaban doank. Tapi tak apa. saya anggap menang.

Pemenangnya adalah:

~Aozora Ni Mikazuki (pulsanya udah aku kirim kan, teme?)

~Ai Yukazawa

Pemenang harap PM saya.

Oke – oke sebentar lagi kan ultahnya Hinata. Saya mau buat sidestory fic ini khusus Hinata. Tapi saya harus menggarap sampe NARUTO PUTUS SAMA SAKURA!. Yah saya tahu walau saya bakal telat apdet. Paling-paling ngepas taon baru T_T. tapi tetapi tapi tapi *plak!* saya bakal usaha deh. Oiya saya sedang menjalani Ulangan Tengah Semester nih. Doain aku dapet nilai bagus yah! Terutama Matematika, elektro dan Fisika. Coz aku lemah dalam 3 hal itu.

Sip! Bales review yuk!

Dwi93Jun Takahashi Chan

Hahaha… masa iya fic saya bagus? Makasih ya. Hinata memang sengaja aku bikin udah apdet. Review? Arigato! Arigato!

MtDirthly Diamond

Hahaha… iya. Sengaja aku bikin panggilan buat Naruto. NARJUKI yo! Aku jg sakit hati sih saat nulis Naru jadian sama Saku. Tapi mau gimana lagi, demi ending yang bahagia Hiks…hiks *plak!*. Hahaha supirnya emang bokep tuh! Hihihi REVIEW AGAIN PLEASE! Arigato! Arigato!

Namikaze Sakura

Arigatou Sakura-chan. Okeh. Saya usahakan typo lepas dari kandangnya *plak!*. hehehe Naru dpet no Hina dari Gerobak sampah emang. Kan si Hinata iseng-iseng doank nulis-nulis no-nya. Hehehe. REVIEW AGAIN! Arigato! Arigato!

Aozora Ni Mikazuki

Apaan lu, Teme? Hehe. Makasih ya teme udah mau baca fic Dobe! Review lagi tem! Item hehehe. Fic eike yei Fave gak? Sori. Kebawa jawa jadi dengkul.

ZephyrAmfoter

Gak papa kok telat. Hehehe. Naru emang alay. Hehehe… hehehe karena saya ultah, saya mau bagi-bagi rejeki ^^. Netbook saya bukan Hpmini *saya gak mampu beli*. Hihihi. Oiya. Mau ikutan NaruHina jalan-jalan? Sip! Di chapter depan bakal muncul nama anda dalam cerita ini. Sertakan biodata dan cirri-ciri anda ya! REVIEW AGAIN! Arigato! Arigato!

Uchiha Michiko

Wkwkwk… ini fic OOc memang! Makasih udah mau review fic jelek ini. Arigato. Review again?

Hinata Audiana

Arigato! Hehehe. Saya juga kurang suka kalau Hinata itu malu-malu banget sampe pingsan kalo deket Naruto. Makannya saya usaha supaya fic ini jadi menarik dan beda. Hmmm maaf kalau buat lagu-lagunya. Saya mau nyantumin lagu-lagu Ost-nya Naruto, tapi ya… maaf sih. Lagu Naruto yang terbaru/episode terbaru saya kurang athu judulnya. Hehehe. Lagipula saya dapet inspirasi dari lagu-lagu chinesse itu. Maaf ya. Hehehe terimakasih. Saya mau kuenya saja. Jangan dilempar. Sayang lo! Hehehe. Terimakasih! Hinata galak kok memang. Hohoho *plak* Hmmm REVIEW AGAIN

Chousamori Aozora

Hehehe makasih. Pasti bakal ada SasuSaku kok. Tenang aja.

Brigitta

Hallo! Iya Sasame ntu kakaknya Naruto. Arigatou. Review lagi donk!

Ray Ichioza

Ahaha… arigatou. Saya jg suka bagian itu. Hmm hmm… nanti saya coba baca ya. Pasti saya review. ^^

Chikara kyoshiro

Hahaha. Salah. Maaf. Hehehe. Kalau ada kesempatan, ikutilah kuis special tahun baru. Hadiahnya pulsa 20rb. Tunggu saja. Review lagi donk!

Dark UchiKaze

Hehehe. Naru emang ALAY bo! Arigatou! Review again?

Ai Yukazawa

Hai… selamat ya telah menjawab dengan benar. PM saya oke! Hehehe NaruHina memang lagi bolos tuh. Hihihi.

Hyuzura namikaze hyuuga

Wah? Kenapa dgn akunnya? Kok g bs login? Hehehe. Emang chap 1-3 pendek. Tapi saya usaha chap 4-selesai bakal panjang. Hehehe. Neji? Baiklah! Chap depan bakal ada Neji! Ditunggu aja yaaaa~~

ARIGATO GOZAIMASU!

Terimakasih sudah baca & review. Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Saya mau Hiatus untuk sementara ya.

Tertanda:

Putri Hinata Uzumaki

Jumat 10 December 2010

22.04 p.m

REVIEW

VIEW

EW

W

=3=