Name: Book 1: Maelstrom and the Moon

Author: The World Arcana

Rating: M(Awalnya mau pake rate T. Tapi karena ada informasi kalau umur karakter juga mempengaruhi rating. Jadi saya akan menggunakan rate M)

Genre: Romance, Fantasy

.

.

Disclaimer: Naruto adalah milik Masashi Kishimoto dan Percy Jackson and the Olympians adalah milik om Rick Riordan.

.

.

Pair: Naruto Uzumaki x Artemis, One-Sided Naruto Uzumaki x Athena, One-Sided Frederick Chase x Athena.

.

.

Chapter 2: The Truth

.

.

Di universitas tempat Naruto menuntut ilmu, Naruto bisa melihat seorang gadis cantik berambut auburn dan juga berwarna mata silver yang Naruto tahu bernama Luna Lancester, adik dari salah satu sahabatnya yang bernama Lisa Lancester. Karena bosan mendengar perkenalan Lisa, Naruto pun memutuskan untuk tertidur, tanpa memperdulikan larangan dari Lisa dan salah satu sahabatnya yang bernama Frederick Chase.

"Naruto Uzumaki!!!"

"Ada yang bisa aku bantu, sensei?"

"Aku ingin kau menjadi pemandu nona Luna di hari pertamanya sekolah disini."

Hal ini membuatnya terkejut dan dia pun protes "Kenapa harus aku, ttebayo?!!! Luna itu kan adik dari Lisa, jadi kenapa kau tidak meminta dia saja sensei?"

"Siapa suruh kau tertidur saat teman kelas barumu memperkenalkan dirinya Uzumaki. Dasar tidak sopan."

"Tch, baik-baik. Aku akan melakukannya." Balas Naruto dengan kesal.

.

.

- Line Break -

.

.

Naruto kemudian memperkenalkan selak seluk universitas yang dia tahu pada Luna yang terlihat tidak suka pada keberadaannya. Tapi dia melihat tatapan Luna terlihat sangat senang saat melihat pintu ruangan klub pemanah yang tengah menunjukkan kemampuannya dan Naruto yang melihat itu harus akui kalau hal itu membuat Luna semakin bertambah cantik dari biasanya.

"Kau mau masuk?"

"Apa boleh?"

"Tentu saja." Balas Naruto yang tersenyum dan hal itu membuat wajah Luna sedikit memanas.

'Ada apa dengan diriku ini? Tidak pernah aku merasakan ada yang membuatku seperti ini kecuali Orion dulu sebelum pengkhianatannya terungkap oleh Apollo.' Batin Artemis atau Luna yang kemudian tangannya digenggam oleh Naruto dan dibawanya ke dalam markas klub pemanah itu, membuatnya menatapnya dengan tajam tapi Naruto tidak terlalu memperdulikannya.

Ketua dari klub pemanah yang bernama Clarice Hansen itu melihat Naruto dan dia pun menghampirinya "Aku tidak menyangka kalau badboy universitas kita ini akan mengunjungi klub kita ini ini. Jadi kau akan bergabung dengan klub kita ini, Naruto?"

"Maaf Clarice, tapi aku tidak bisa. Akurasi bukanlah strong point-ku." Balas Naruto dan hal itu membuat Clarice kecewa dan lalu Naruto melanjutkan sambil mengalungi leher Luna dengan kedua tangannya "Tapi aku rasa ada yang tertarik bergabung dengan—"

Belum Naruto selesai bicara, Luna pun dengan reflek menggenggam tangan milik Naruto dan membanting tubuh Naruto dengan teknik Judo yang di ajarkan oleh Lisa atau Athena.

"Awww, apa-apaan kau ini Luna. Sakit tahu."

Mendengar perkataan Naruto, Luna menunjuk-nunjuk wajah Naruto yang memperlihatkan raut wajah kesakitan dan berkata "Abis-nya apa-apaan kau ini. Seenaknya saja memelukku seperti itu. Aku ini bukan pacarmu idiot."

" Guahahahaha, aku suka dengan gadis ini Naruto. Dia cocok sekali untuk memberi pelajaran padamu kalau kau sedang kumat dan bertindak idiot."

'Berisik kau, Kurama . Tidur sana!!!"

"Ehem, maaf mengganggu perdebatan suami istri kalian." Ucap Clarice yang menyeringai melihat kedua perdebatan dua orang di hadapannya saat ini, tapi dia saat ini ingin serius dan menatap Luna saat ini "Jadi kau bilang, kalau kau ingin bergabung dengan klub pemanah kami ya, anak baru?"

"Ya, aku sangat ingin bergabung dengan kalian karena memanah adalah hobiku sejak kecil." Balas Luna yang kemudian melanjutkan 'Dan aku juga ingin memastikan apa kemampuan memanahku telah berkurang drastis atau bahkan menghilang setelah ayah menghukumku menjadi mortal.'

"Kalau begitu, bisa kau coba gunakan panah ini dan incar bagian tengah dari papan itu." Balas Clarice yang kemudian membatin "Jika anak baru ini bisa melakukannya, maka dia bisa membantu banyak pada turnamen memanah ke depannya."

"Akan aku usahakan..."

Luna pun mengambil aba-aba dan berfokus pada target di depannya. Saat dia melesatkan anak panahnya... Clarice, Naruto dan semua anggota klub pemanah itu dibuat terkejut saat melihat kalau Artemis bisa membidik target yang dia incar dengan tepat.

"Kau diterima, anak baru."

"Terima kasih nona Clarice." Balas Luna yang membungkukkan badannya mengikuti adiknya yang menunjukkan tanda pemberian hormat di negara Jepang yang dia suka sebut sebagai kota favoritnya.

Setelah keluar dari ruang klub pemanah itu, Naruto pun berkata "Kau lapar, Luna?"

"Sedikit..."

"Kalau begitu ayo kita beli ramen di kantin. Aku yang traktir."

Mendengar itu, Luna menatap tajam Naruto dan berkata "Aku tidak mau kau menganggap ini sebagai kencan."

"Siapa juga yang mengajakmu kencan?" Ucap Naruto yang kemudian melanjutkan "Aku sudah biasa mentraktir teman-temanku untuk memakan ramen seperti kakakmu misalnya jadi jangan kepedean. Lagipula menikmati makanan atau minuman akan semakin sempurna jika melakukannya bersama dengan sesosok teman."

.

.

- Line Break -

.

.

"Jadi kau sedari tadi disini bersama dengan adikku, Naruto?" Tanya Lisa yang merasa cemburu saat melihat adiknya berduaan dengan Naruto "Kau itu disuruh professor Garland untuk menjadi pemandu adikku. Bukannya kembali lagi ke kelas, aku malah melihatmu berkencan dengan adikku."

Luna terlihat ingin memberikan pembelaan, tapi Naruto dengan tenang membalas "Jangan salah paham Lisa. Aku tidak sedang berkencan dengan adikmu. Aku hanya mengajaknya makan untuk memberikan selamat karena adikmu itu telah masuk ke dalam klub pemanah. Apa salahnya? Lagipula, tidak mungkin kalau aku akan berkencan dengan adikmu itu. Kau bilang padaku kalau dia benci pria karena sesuatu hal, bukan?"

Mendengar itu Luna jadi merasa bersalah karena telah membanting Naruto beberapa saat lalu. Naruto kemudian bangkit dari kursinya dan membayar porsi makannya dan juga Luna. Lisa yang melihat itu pun berkata "Kau mau kemana, Naruto?"

"Cuma mau menghirup udara segar saja. Tidak usah khawatir seperti itu. Kau bertingkah seperti ibuku saja."

"Tch..."

.

.

- Time Skip -

.

.

"Jadi ini alasanmu tidak pernah kembali ke Olympus , Athena?" Tanya Luna saat melihat tidak ada orang disekitar mereka berdua "Karena kau jatuh cinta pada seorang mortal?"

"Memangnya kenapa kalau iya, Artemis?" Balas Lisa yang kemudian melanjutkan "Kau ada masalah dengan itu?"

"Ingat dengan sumpahmu, Athena!!!" Teriak Luna yang berkata "Jangan lupa kalau kau melanggar sumpahmu, maka anakmu yang akan menerima hukuman dari Fates . Dan hukuman itu tidaklah enteng."

"Kau mengingatkan aku dengan sumpahku, tapi apa kau bisa menahan diri untuk tidak melanggar sumpahmu Artemis?"

"Apa maksudmu?"

"Jangan pikir aku tidak melihatmu Artemis. Kau mulai merasa nyaman dengan Naruto dan tinggal tunggu saat dimana kau mulai jatuh cinta pada pesona Naruto, Artemis." Ucap Lisa yang kemudian melanjutkan "Seperti beberapa gadis di universitas ini seperti aku, Clarice, Anna, Adeline bahkan professor Helena."

"Kau sudah tidak waras Athena." Balas Luna yang kemudian melanjutkan "Aku sudah tersakiti oleh Orion dan karena dia-lah aku membuat sumpah ini. Tidak akan mungkin seorang pria akan membuatku melanggar sumpahku. Tidak akan pernah."

Melihat kepergian Luna, Lisa pun membatin 'Kau berkata seperti itu sekarang, Artemis. Tapi saat waktunya tiba, aku akan pastikan kalau kau tidak akan mendapatkan sepeserpun cinta dari Naruto."

.

.

- Time Skip -

.

.

"Seenaknya saja dia berkata seperti itu." Balas Luna yang melanjutkan "Aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu."

"Hei, lihat boss. Ada gadis cantik yang menerobos wilayah kita."

Luna pun melihat banyak pria yang menatapnya dengan tatapan nafsu dan hal itu membuatnya jijik "Mau apa kalian?"

"Tentu saja kami ingin tubuhmu, nona."

'Sepertinya, aku akan bunuh saja mereka. Toh, pasti tidak akan ada yang merindukan pria-pria brengsek itu lagipula.'

Tapi belum Luna melakukan apa-apa, ada yang menendang salah satu kepala dari pria brengsek itu sampai-sampai kepala orang itu mencium tanah dengan keras, yang ternyata adalah Naruto. Membuat ketua dari kelompok pria brengsek itu berkata "Siapa kau?"

"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Tapi aku tidak akan membiarkan kau melakukan apapun pada gadis ini. Karena gadis ini adalah pacarku."

Mendengar itu, Luna terlihat protes tapi Naruto tidak menghiraukannya karena dia sedang sibuk melawan pria-pria itu dengan teknik taijutsunya dan harus dia akui kalau teknik bertarung Naruto bisa dibilang bagus untuk ukuran seorang mortal.

Naruto kemudian lengah dan membuat tangannya tersayat oleh belati dari pemimpin gang itu, membuat Luna berkata "Naruto!!!"

"Aku tidak apa-apa, jangan khawatir." Balas Naruto yang melihat banyak anggota dari gang pria itu yang bermunculan "Yare, yare. Kalian sukanya main keroyokan ternyata."

"Serang!!!"

Naruto kemudian merobek sebagian bagian lengan bajunya dan melilitkan lukanya dengan itu "Tapi cukup disini saja perlawanan kalian."

Naruto pun menyerang mereka dengan membabi buta, meskipun dia sengaja tidak mengeluarkan setengah kemampuannya supaya mereka tidak mati karenanya.

Setelah pertarungan yang tidak bisa dianggap seimbang itu selesai, Naruto pun menatap bunshinnya di atap sebuah bangunan yang sudah dia buat sebelum dia memutuskan untuk melawan mereka 'Ketua dari geng ini berhasil kabur. Cepat kejar dia... Jangan sampai dia membentuk gengnya lagi dan melanjutkan aksinya untuk memperkosa beberapa gadis malang di kota ini lagi."

'Izin untuk membunuhnya, boss?'

'Ya. Aku berikan kau izin untuk eksekusi pria brengsek itu.' Balas Naruto yang kemudian menghampiri Luna dan berkata "Kau tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa." Balas Luna yang menatap tajam Naruto seolah-olah ingin mengatakan kalau dia bisa mengatasi semuanya sendiri. Kemudian dia menginjak kaki Naruto dan membuat dia berteriak kesakitan karena Luna menginjak kakinya dengan sepatu high heelsnya "Apa-apaan kau ini. Aku tahu niatmu baik. Tapi apa harus kau bilang kalau kau adalah pacarku. Apa kau kira mereka akan berhenti mengganggu-ku kalau mereka tahu aku adalah pacarmu?"

"Ya, maaf. Aku reflek, Luna." Balas Naruto yang kemudian berkata "Lagipula saat melihat mereka mengganggumu, entah kenapa hal itu membuatku kesal."

.

.

Blusshh

.

.

Wajah Luna memerah karena perkataan Naruto dan hal itu membuat dia meninggalkan Naruto sendirian disana, membuatnya berkata "Eh, aku salah bicara ya, Kurama ?"

" Mana aku tahu..." Balas Kurama yang kemudian melanjutkan " Jangan ganggu aku lagi, bocah bodoh. Aku mau tidur..."

'Tch, dasar tukang tidur.'

.

.

Drap

.

.

Drap

.

.

Drap

.

.

"Hah, hah, hah. Akhirnya aku bisa lolos dari monster itu.' Batin pemimpin geng yang barusan Naruto hadapi 'Aku sudah mengerahkan semua anak buahku, tapi mereka sama sekali—'

.

.

Duaarr

.

.

"Aaaaarrrrggghhhh!!!" Teriak pria itu saat kakinya tertembak timah panas yang dilesatkan oleh bunshin Naruto yang sedari tadi mengejarnya "Sebenarnya apa mau-mu? Apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku tidak menginginkan apapun kecuali nyawamu, Nick Vallenheit. Pemimpin dari geng yang kerjaaannya hanya memperkosa gadis-gadis malang yang kalian temui, lalu kalian menjualnya dalam Black Market ."

"Tidak, tidak, tidak..." Balas pria itu "Aku tidak mau mati. Kumohon, jangan bunuh aku. Aku akan memberikanmu semuanya. Kau ingin uang, kau akan mendapatkannya. Kau juga akan mendapatkan gadis-gadis unggulan dalam koleksi kami. Jadi kumohon padamu, jangan—"

.

.

Duaaarrr

.

.

"Orang menjijikan sepertimu memang pantas mati." Ucap bunshin Naruto yang memasukkan revolver miliknya ke dalam Storage Seal miliknya setelah dia menembak pria bernama Nick itu tepat di dahinya sebelum dia akhirnya menghilang menjadi kepulan asap.

.

.

- Time Skip -

.

.

Naruto pun kembali ke apartemennya yang dia tinggali bersama dengan Frederick dan dia menemukan Luna yang tiba-tiba saja menyeretnya masuk ke apartemennya dan mengobati luka yang dialami Naruto barusan.

"Maaf, karena aku... Kau jadi terluka seperti ini."

"Tidak usah permasalahkan itu, Luna. Aku cukup senang melihatmu baik-baik saja."

Senyuman Naruto membuat wajahnya kembali memanas dan dia pun berkata "Kenapa?"

"Kenapa apa maksudmu, Luna?"

"Kenapa kau baik sekali padaku, Naruto Uzumaki!!!" Teriak Luna yang tidak menyadari nada suaranya telah meninggi "Aku selalu memperlakukanmu seperti hama tapi kenapa kau selalu menolongku?"

"Memangnya kenapa kalau aku membantumu? Kau itu adik dari Lisa dan sebagai sosok yang diselamatkan dan dibantu dia dan Frederick, sudah tugasku untuk menjagamu Luna."

"Aku bisa menjaga diriku sendiri." Balas Luna yang menatap tajam Naruto karena perkataannya.

"Wow, wow, wow. Tenang sedikit. Aku tidak bermaksud seperti itu Luna." Ucap Naruto yang kemudian melanjutkan "Aku tahu kau bisa menjaga dirimu sendiri. Tapi sudah kebiasaanku untuk membantu orang yang kesusahan, walaupun itu akan membuat masalah untuk diriku sendiri ke depannya."

"Kau bisa membuat dirimu sendiri terbunuh jika kau terus seperti itu, Naruto."

"Aww, Luna. Apa kau khawatir denganku? Apa aku berhasil menembus pertahanan di hatimu itu?" Goda Naruto tapi sebuah belati sudah dekat dengan lehernya dan membuatku berkata "Oke, oke... Bisa kau jauhkan itu, aku hanya bercanda."

"Bercandamu tidak lucu..."

"Maaf kalau begitu." Balas Naruto yang melihat Luna menatapnya dengan kesal tapi menurut Naruto, Luna malah terlihat lebih cantik seperti itu "Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih karena telah mengobatiku, Luna."

.

.

- Line Break -

.

.

Naruto terlihat berlatih kemampuannya sebagai Shinobi di bagian hutan yang dalam dan dia bisa melihat kemunculan Sasuke dari portal yang dibuat oleh Rinnegan miliknya dan hal itu dimanfaatkan Naruto untuk berlatih dengan sahabatnya itu.

Saat Naruto berhasil menahan pukulan Taijutsu dari Sasuke, dia pun bertanya "Bagaimana dengamu dan Sakura? Ada perkembangan?"

"Aku sudah berpacaran dengan dia sekarang, tapi aku belum cukup berani untuk melamarnya." Balas Sasuke yang saat ini juga menahan serangan Naruto "Bagaimana denganmu?"

"Aku belum bisa menemukan apa yang aku cari. Ada sih gadis yang menarik perhatianku tapi pengalaman burukku dengan Hinata membuatku tidak ingin terburu-buru untuk mengambil keputusan." Balas Naruto yang mengadu Rasengan miliknya dengan Chidori milik Sasuke "Bagaimana dengan mereka berdua?"

"Kau serius bertanya padaku tentang gadis yang telah menghancurkan hatimu dan sosok yang telah mengambil sosok yang kau cintai darimu?" Tanya Sasuke yang menatap tajam sahabatnya itu "Tapi tidak. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Aku tidak mau ada kaitan apapun dengan dua orang brengsek itu, walaupun si bangsat Hyuuga itu bersujud padaku sekalipun untuk menanyakan keberadaanmu."

Naruto hanya menghela nafas saat melihat respon Sasuke. Dia sudah tahu Sasuke akan sebenci itu pada Hinata atas apa yang dia lakukan padanya, tapi dia tahu betul kalau hal itu terjadi karena kesalahannya sendiri juga. Dia terlalu lambat untuk menyadari perasaannya pada gadis itu, membuatnya diambil oleh orang lain.

Mengetahui apa yang dipikirkan partnernya itu, Kurama pun berkata "Jangan salahkan dirimu sendiri gaki. Dia juga salah. Kalau dia memang benar-benar mencintaimu, dia tidak akan melakukan ini. Lagipula, dia terlalu egois dan melupakan kalau anggota tim-mu juga bisa menyelamatkan nyawa adiknya."

"Arigatou, Kurama ..."

Naruto dan Sasuke pun melanjutkan pertarungan mereka yang pada akhirnya berakhir seri, tapi Naruto tidak menyadari kalau Luna melihat pertarungan Naruto dan Sasuke secara tidak sengaja dan dia cukup terkejut saat melihat Naruto bisa melakukan apa yang dia lakukan saat bertarung dengan Sasuke.

.

.

Swuuussshh

.

.

Crassshh

.

.

Luna terkejut saat sebuah pedang dengan kecepatan tinggi mengarah ke arahnya, tapi dia masih selamat karena Naruto berhasil menangkapnya dengan tangannya "Sasuke!!! Apa-apaan yang kau lakukan ini!!!"

"Dia mengetahui rahasia kita Naruto. Kita harus membunuhnya."

Mendengar itu, Naruto pun berkata "Tidak. Dia itu adik dari salah satu temanku disini. Aku tidak bisa membiarkanmu membunuhnya."

"Lalu bagaimana dengan rahasia kita sebagai seorang Shinobi , Naruto?"

Mendengar nada suara Sasuke yang telah meninggi, Naruto pun berkata "Aku akan pastikan kalau Luna akan menjaga rahasia kita, teme."

"Tch, aku pegang kata-katamu itu usuratonkachi."

Sasuke pun pergi menggunakan kekuatan matanya setelah mengambil pedangnya di tangan Naruto dan Luna yang melihat luka baru di tangan Naruto yang tadi baru saja dia obati di apartemennya "Kau tidak apa-apa?"

"Kau tenang saja Luna. Luka ini bukanlah apa-apa."

Mendengar balasan Naruto, Luna pun berkata "Bukan apa-apa, bokongmu!!! Aku baru saja mengobatimu tadi dan kau sekarang terluka lagi. Cepat buka perbanmu. Aku ingin mengobatimu lagi."

Dan terkejutlah Luna saat melihat luka yang tadi dialami Naruto menghilang sepenuhnya seolah-olah tidak pernah terluka sama sekali "Huh, apa? Bagaimana bisa?"

"Aku lupa bilang padamu kalau luka yang aku alami akan sembuh dengan sendirinya." Balas Naruto yang melanjutkan "Maaf..."

Mereka terdiam setelah beberapa menit dan kemudian Luna berkata "Sebenarnya kau ini apa, Uzumaki?"

"Aku ini manusia..."

"Bohong. Tidak ada manusia yang bisa melakukan hal yang kau dan temanmu lakukan barusan."

Mendengar balasan Luna, Naruto tidak menyalahkannya karena dia sendiripun paham kalau manusia biasa di dunianya saat ini tidak mempunyai kemampuan apapun dan hanyalah fodder bagi manusia lain yang lebih kuat daripada satu manusia yang lain atau monster yang waktu itu dia hadapi saat itu.

"Arrrggh, terserah kau mau percaya atau tidak. Aku tidak pernah bagus berkata-kata lagipula." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Tapi aku mohon padamu, rahasiakan ini dari kakakmu. Aku tidak ingin dia melihatku berbeda."

"Kau menyukai Lisa ya?"

Mendengar itu, Naruto langsung menjawab "Kalau boleh jujur, aku lebih tertarik padamu dibandingkan Lisa. Aku hanya tidak ingin hubungan persahabatanku renggang kalau dia tahu tentang ini. Lagipula ada sosok yang sangat menyukai kakakmu itu dan sebagai sahabatnya, aku akan mensupportnya."

Luna terlihat mengabaikan perkataan Naruto dan berkata "Maksudmu teman laki-lakimu itu?"

"Ya begitulah."

Setelah itu, Luna menghela nafas dan berkata "Baiklah. Aku akan menjaga rahasiamu ini, Uzumaki. Kalau begitu aku pergi dulu, Uzumaki."

"Kau mau aku antarkan?"

"Aku bisa sendiri. Ugh, bisa tidak kau tidak memperlakukanku seperti anak kecil. Aku ini bukan anak kecil, Uzumaki."

Luna pun meninggalkan Naruto yang terlihat melanjutkan latihannya. Kembali kepada Luna, dia terus memikirkan kata-kata Naruto yang mengatakan kalau dia lebih tertarik kepadanya dibandingkan kakaknya itu, membuatnya wajahnya memerah.

'Apa-apaan ini? Aku ini Artemis. Dewi kelahiran dan juga dewi bulan yang populer di kalangan mortal karena kebencianku kepada pria.' Ucap Luna yang kemudian melanjutkan 'Tapi kenapa dia bisa membuatku menjadi seperti ini. Kalau terus begini maka lama-lama aku akan benar-benar tertarik padanya dan menghancurkan sumpahku sendiri, membuat perkataan Athena menjadi kenyataan.'

"Nona Artemis, apa itu kau?"

"Zoe, semuanya..." Ucap Luna yang terkejut saat melihat letnan-nya sekaligus anggota dari Hunter of Artemis .

"Kau kemana saja sih, nona Artemis? Kami susah sekali mencarimu kau tahu?" Tanya Zoe yang kemudian berkata "Dan entah kenapa blessing darimu seolah-olah menghilang."

"Baiklah, aku akan menjelaskannya padaku tapi tidak disini." Balas Luna yang kemudian pergi ke tempat para anggota huntress miliknya itu bermukim dan menjelaskan semuanya pada mereka.

"Jadi tuan Zeus menghukum-mu dan menjadikanmu sebagai mortal?" Tanya Phoebe yang terlihat tidak habis pikir atas perbuatan King of God pada putri favoritnya sendiri "Apa yang sebenarnya beliau pikirkan?"

"Dia bilang itu karena kebencianku kepada pria yang selalu mengubah banyak dari mereka menjadi Jackelope ."

"Lantas? Makhluk seperti mereka pantas mendapatkannya." Balas salah satu huntress-nya yang bernama Atalanta.

Hal itu membuat Luna menghela nafas karena dia sadar betul semua anggota huntressnya seperti itu karena dirinya yang memang membenci pria 'Aku tahu kebanyakan laki-laki itu brengsek tapi hukuman dari ayah ini bisa membuktikan padaku kalau tidak semua lelaki itu seperti itu. Seperti Naru—'

Wajahnya lagi-lagi memanas karena memikirkan Naruto, membuat semua anggota huntressnya menatap atasan-nya itu dengan bingung karena wajah Luna yang memerah dengan sendirinya 'Dasar idiot, kau Artemis!!! Kenapa kau malah memikirkan pria bodoh itu.'

"Jadi kau akan tinggal bersama kami sekarang, nona Artemis?"

Mendengar perkataan salah satu anggota Huntress -nya itu, Luna pun berkata "Maaf semuanya. Tapi aku tidak bisa tinggal dengan kalian. Karena aku sekarang sudah memutuskan untuk tinggal dengan Athena yang juga sedang berbaur sebagai mortal sekarang setidaknya sampe hukumanku telah dicopot oleh ayahku."

Para huntress-nya tidak terlihat keberatan dan hanya berkata untuk menjaga dirinya baik-baik karena atasannya itu tidak sekuat dulu karena dia sudah bukan merupakan dewi lagi.

Tanpa disadari mereka, ternyata mereka tidak sadar telah diawasi oleh Naruto yang sedari tadi melihat mereka sambil memakan ramen miliknya 'Hmm, aku tidak menyangka kalau kau mempunyai rahasia sebesar itu Luna."

'Tapi... Kalau Luna adalah Artemis mungkinkah kalau Lisa adalah Athena?"

" Bisa jadi, gaki." Balas Kurama yang kemudian melanjutkan " Mengingat kepintaran sahabatmu itu bahkan melebihi bocah yang tinggal bersama denganmu itu."

.

.

- To Be Continued -