CHAPTER DUWAAAA~~

(Ya ampun akhirnya berlanjut juga…KENAPA LAGI SAYA BIKIN BERLANJUT GINI? AAAA!)

….

(Okeh! Silahkan bacaaa! XDDDD)


Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya: APA YANG HENDAK ENGLAND LAKUKAN?

Kita punya beberapa alternatif jawaban..

A. Dia pulang kerumah terus incest-an sama adiknya, Peter si Alis Tebal –duh kok namanya kaya bajak laut gitu?- saking stressnya dia.

B. Dia keruang bawah tanahnya buat bikin ramuan-ramuan yang tingkat ketidak halalannya setingkat dengan scones 'indah' yang biasa ia buat.

C. Dia pergi untuk membantai America –dengan meracuninya, sudah tentu-

D. Tidak ada yang benar karena ia melakukan hal lain.

E. Benar semua dan akan ia lakukan saat ini.

Okeh minna..silahkan mencoret jawaban yang D karena saat ini bisa kita lihat England sedang bersembunyi dibalik pohon sambil memperhatikan kedua temannya itu berjalan bersama.

Dengan kata lain?

Dia sedang menguntit..DAN SUDAH 30 MENIT IA MELAKUKAN HAL ITU.

'Duh sial..mereka masuk ke toko lagi..', ujar England dalam hati. Ia berjalan dan melihat toko apa yang dimasuki oleh Japan dan America.

'Ah..aku dan Japan kan sering pergi kesini bersama-sama untuk membeli teh..tapi..kenapa sekarang ia pergi bersama America..? apa ia sudah bosan berteman denganku..?', batin England sedih.

Tak lama, ia melihat Japan dan America sedang menuju pintu keluar. Ia cepat-cepat berlari menuju ke balik pohon terdekat dan kembali menguntit mereka. Bisa dipastikan besok mata England bakal tumbuh kutil –duh jangan sampe deh..kan nanti dia ga ganteng lagi *plaaaakk-.

Sepanjang perjalanan, Japan dan America pergi mengunjungi toko-toko yang sering dikunjungi England bila ia sedang berjalan-jalan dengan Japan dan hal itu membuat England sedih.

Akhirnya mereka tiba didepan rumah Japan. Japan membungkuk sebagai tanda terima kasih pada America, yang berkata bahwa sudah seharusnya HERO sepertinya membantu orang yang kesulitan atau apalah gitu. England lalu berjalan pulang dengan lunglai setelah ia melihat Japan menghilang dibalik pintu rumahnya.

Keesokkan harinya, England tidak terlihat bersemangat seperti hari-hari biasanya. Ia terlihat murung dan sedih sepanjang hari dan hal itu mengundang tanda tanya besar dikepala teman-temannya.

"Hei, England..kau kenapa hari ini?", tanya Germany sambil menepuk punggung England.

"Iya vee~ hari ini kamu aneh loh!", tambah Italy khawatir.

"Kalau kamu sakit, sebaiknya kamu istirahat, aru.. bolos sehari untuk istirahat tidak apa-apa kan?", ucap China sambil menepuk kepala England.

"Ah..aku tidak apa-apa kok, teman-teman..aku mungkin..hanya lelah..", ucap England sambil tersenyum lemah.

"Bicara soal bolos..sepertinya hari ini Japan tidak masuk ya?", komentar France tiba-tiba.

"Iya, da. Apa kau tahu sesuatu, Germany? ", tanya Russia sambil menoleh ke Germany.

"Tidak..ia tidak bilang apa-apa padaku..nanti aku akan meneleponnya kalau sudah sampai dirumah.", jawab Germany.

"Yahoo, minna! Kalian sedang bicara apaan sih?", seru America yang baru datang sambil memakan hamburgernya.

'Duh..biang keroknya dateng deh..', rutuk England dalam hati.

"Oh ya, Iggy! Tadi Japan nitip ini buat kamu!", ucap America dengan mulut yang penuh sambil memberikan sebuah amplop putih ke England.

"Eh? Hmm..terima kasih dan kunyah dulu makananmu sebelum berbicara! Tidak sopan tahu..", ucap England.

Bel pun berbunyi sebagai tanda bahwa istirahat sudah berakhir. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing dan kembali berkutat dengan pelajaran-pelajaran yang tersisa hari ini.

Pulang sekolah..

'Hmm..sebenarnya surat ini isinya apa ya..?', pikir England yang saat itu tengah berada didalam ruang OSIS –dan bisa dibilang ruang pribadinya- sambil memegang amplop putih tadi. Ia membuka dan membaca surat tersebut yang berbunyi:

Untuk England-san..

Apabila anda punya waktu, maukah anda datang berkunjung kerumah saya? Saya akan sangat menantikan kedatangan anda..

Salam,

Japan

Surat itu berakhir. England membaca ulang surat itu dan tak lama, ia sudah berlari menuju rumah Japan dengan sebuah senyuman diwajahnya yang tadi suram.

Dengan berat hati saya harus katakan..BERSAMBUNG…*digaplak*


Chanchan: bah…berlanjut pula cerita ini… (=A=)a

Japan: memang sudah nasib kali, Chan.. (-_-)

Chanchan: ah..ya..duh kenapa mandek begini? Mana pendek pula chapternya! (=3=)o

England: makanya yang selanjutnya dipanjangin..gimana sih.. (-.-;)

Chanchan: diam kamu tsundere bawel beralis ganda.. (._.)

England: APA TADI KAU BILANG? ('A')/ *ngejejelin scones*

Chanchan: *koma dengan tidak awesomenya*

Japan: ah..sepertinya kali ini giliran saya..baiklah, terima kasih atas kesediaan minna-san untuk membaca cerita yang –ehem- agak tidak mendidik ini dan jangan lupa dimohon untuk reviewnya..*bows* Duh..lagi-lagi scones tersebut memakan korban jiwa… (-_-;)a