Menurut Shiho, Akai adalah pria yang cukup rumit.

Namun ketika ia berhadapan langsung dengannya, Shiho justru tidak mengatakan apapun.

Akai yang peka dengan suasana mencoba membuka suara,

"Apa kamu ingin mengatakan sesuatu padaku, Shiho?"

"Tidak." Jawab Shiho.

Lantas mereka kembali hening, tetapi Shiho tahu bahwa ia tidak dapat membohongi pria yang menjadi kekasihnya sekarang ini.

"Orang-orang berpikir aku adalah perusak hubungan."

Kali ini Shiho berbicara sedikit pelan.

"Aku merasa tidak pantas untukmu, Shuichi."

Akai hanya menggeram, siapa yang berani mengatakan hal semacam itu pada gadisnya?

"Shiho, kamu bukanlah tipikal orang yang mudah mendengarkan perkataan, mengapa kamu harus terpengaruh dengan hal ini?"

Shiho menjawab lagi,

"Orang-orang di sekitar kita, kurasa itu ada benarnya."

Akai menatap Shiho lurus.

"Tidak-tidak, jangan biarkan dirimu seperti ini. Mereka hanya tidak mengerti."

Kali ini Shuichi mengenggam tangan Shiho.

"Haruskah aku menembak mereka?" Akai sedikit bercanda.

"Kamu benar-benar menakutkan." Sembari tertawa Shiho mengeratkan genggaman tangan mereka.