Chapter 2 : Konferensi Meja Gak Berbentuk
Notes:
Bagi yang udah nunggu kelanjutannya, ini dia chapter 2! Belakangan ini aku lagi sibuk belajar buat mid. Jadi maaf kalo chapter 3 na ntar agak lama. Ini aja aku buat dengan mengusahakan waktu senggang. Kubuat juga dengan sedikit lebih panjang dari chapter 1 biar kalian gak terlalu rindu dengan chapter berikutnya (apa hubungannya?). Buat yang udah ng-review atau akan ng-review aku ucapkan terimakasih. Buat yang udah masukin fanfin ini ke fav na atau akan memasukkan ke fav na jga makasih banyak. Oke deh, met baca. Enjoy…^^
Kaname menginjakkan kakinya diatas bumi (ya iyalah…). Detailnya diatas tanah (udah pasti!). Oke, lebih tepatnya diatas lantai marmer bergambar Uzu-chan sang author (ni author satu pengen kutimpuk pake Tokyo Tower rasanya…). Baiklah, kali ini serius. Kaname menginjakkan kakinya disebuah gedung/bangunan (apa aja boleh…) yang diatasnya tergantung …eh… tertancap …eh… tertempel …eh… apa ya? (kayaknya author satu ini mau cari gara-gara sama pembaca ni…). Pokoknya diatasnya ada papan yang bertuliskan 'MVHdsbc…' dengan kondisi papan yang jungkir balik. Dia melangkah masuk diikuti mang Aidou. Gak ada yang menghalangi. Paling cuma semut yang numpang lewat dan numpang tenar di fanfic ini. Tapi ujung-ujungnya mati diinjek Uzu-chan. LOL
"Selamat datang di Markas Vampire Hunter Damai Sejahtera Bahagia Ceria…"
BLETAAKK!
"Aku tahu kamu bakal nambah embel-embel gak jelas dan gak guna lebih lanjut lagi. Dasar pimpinan umum gak guna! Turunkan papan gak senonoh itu sebelum aku turunin pangkatmu! (emang bisa?)" amuk Yagari (Ya aGAr-agar stobeRI. Enak….LOL)
"Kamu jahat banget sih? Aku kan cuma mau menyambut tamu kehormatan dengan baik," kata Kaien berlagak sok pahit manis.
"Tamu kehormatan kumismu! Vampire bau jengkol gitu kamu bilang tamu kehormatan. Terus tamu yang terhina kayak apa tuh wujudnya?"
"Kayak kamu mungkin…"
BLETAAKK!
"Pagi-pagi udah nyium bau gak enak. Ditambah ribut gak jelas. Bikin polusi dunia bertambah aja. Mau jadi apa dunia ini?" kata Zero yang tiba-tiba udah ada disitu sambil ngupil pake bulu ayam (mank na bisa?).
"Iiihh~, Zero! Kan udah kubilang gak boleh ngupil di depan orang. Malu-maluin tau," seru Ichiru dengan bibir moyong kayak teropong dan pipi gembung kayak bakpao bunting yang gemuk dan kembung serta kekenyangan (kayak apa tuh wujudnya?).
"Haha~, Ichiru perhatian banget ya sama Zero. Jadi gak ketahuan sapa yang kakak dan yang adek…" kata Kaito yang juga juga muncul bersama Zero dan Ichiru. Dia melakukan ritual yang sama kayak Zero.
"Ya iyalah. Aku kan udah bilang. Pake bulu ketek kalo mau ngupil di depan orang!" kata Ichiru yang langsung nyabut bulu keteknya dan langsung bergabung dengan genk Ngupil Lovers itu.
"Sama aja bo'onk kaleeeee….!" seru Yagari yang langsung nyumpel lobang idung ketiga muridnya itu dengan peluru berdiameter 10 cm yang udah dilumuri cabe cap kemeyan. Mereka bertiga langsung nari Papua gak jelas sambil sujud-sujud sama Yagari. Sementara Yagari udah mulai stress karena gak ada orang yang waras dan normal di markas.
"Sebaiknya kita langsung saja. Aku gak mau membuang-buang waktu. Aku masih banyak urusan," kata Kaname yang sebenarnya pengen gabung ke genk Ngupil Lovers. Sementara mang Aidou buka-buka notes kecilnya.
"Wah, benar juga. Habis ini Raden Mas Kaname-sama harus menghadiri rapat Jengkol Ceria. Lalu jadi bintang tamu di acara Jengkol Mania. Setelah itu menghadiri perkumpulan Jengkol Lovers. Malamnya ada acara BBQ Jengkol. Padat sekali," kata mang Aidou membaca jadwal Kaname hari ini di buku notes kecilnya. Hal itu membuat seisi ruangan bengong dengan mulut terbuka. Ampe lebah masuk juga gak kerasa.
"Kenapa serba jengkol?" batin semua heran. Mereka gak ngerti termasuk juga Uzu-chan sang author. Dia sendiri juga gak tau kenapa. LOL
Tak lama kemudian mereka sudah berada disuatu tempat yang ada tembok dan lantainya (BLETAK!). Maksudnya ditempat yang ad meja sama kursinya (ini author satu kayaknya ngajak berantem daritadi). Oke, daripada para pembaca juga memuja mengutuk saya. Intinya mereka ada di ruang pertemuan/rapat markas vampire hunter. Mereka semua udah duduk ditempatnya masing-masing kecuali mang Aidou yang lagi ambeien.
"Baiklah. Langsung saja. Mang, kasih proposalnya ke mereka," perintah Kaname ke mang Aidou yang berdiri di sampingnya. Mang Aidou langsung menyerahkan proposal yang dimaksud ke Kaien. Kaien langsung membuka dan membacanya keras-keras.
Lestari Jengkolku
Tujuan : Melestarikan jengkol yang hampir punah
Susunan acara :
- Menanam 10.000 jengkol
- BBQ Jengkol
- Dangdutan berhadiah jengkol bakar
- Pengundian doorprize jengkol
Anggaran : Itung aja ndiri! Pusing tau…
Muka Kaien dan yang lainnya langsung membiru. Apalagi Kaname yang mukanya udah gak bewarna lagi (kayak apa tuh?).
"Eh, maap. Proposalnya salah. Itu proposal buat rapat Jengkol Ceria nanti. Ini yang bener. Hehehehe…" kata mang Aidou cengengesan sambil narik proposal yang dipegang Kaien dan menyerahkan yang bener.
"Mang Aidou, lainkali kalo salah lagi aku bakal masukin kamu ke salon ternak. Biar kamu di layani ala ternak di salon. Mau?" kata Kaname dengan muka seram seseram vampire yang cemberut dan mukanya gak berbentuk berdarah-darah (mang kayak apa tuh?). Mang Aidou langsung sujud-sujud mohon ampun.
"Kau yakin dengan hal ini? Menurutku ini terlalu beresiko," kata Kaien sok serius. Dia membetulkan kacamatanya yang tebal lensanya 10 cm.
"Tentu saja aku yakin. Kalo tidak, aku tidak akan mengajukan proposal ini. Buatnya aja repot. Mesti berendam 40 hari 40 malam (proposal macam apa itu?)" kata Kaname yang juga sok serius.
"Tapi kau tau sendiri kan dampaknya? Apa kau lupa peristiwa 10 tahun lalu?" tanya Kaien yang kacamatanya melorot ampe bibir saking beratnya.
"Tentu saja aku masih ingat. Sangat jelas sekali. Tapi aku juga tidak bisa terus begini. Cuma ini yang bisa kulakukan untuk saat ini. Kau juga pasti tau dan menyadari apa yang selama ini aku lakukan. Aku juga berfikir untuk saat-saat seperti ini. Aku berani menjaminnya. Kalau seandainya tidak sesuai dengan yang kukatakan, kau atau kalian boleh melakukan apa saja. Termasuk membunuhku," kata Kaname yakin. "Eh, tapi jangan bunuh aku beneran ya? Aku masih banyak utang soalnya. Belum lagi saya masih perjaka," lanjut Kaname. Seketika itu juga Zero langsung nyekek Kaname ampe mukanya warna-warni.
"Apa maksudmu bicara begitu? Kamu mau bercanda? Hah?" amuk Zero sambil mendengus kayak banteng siap nyeruduk.
"Zero! Kamu ngapain sih? Lepasin Kaname. Jangan bikin ribut disini dunk," kata Kaien yang langsung melerai mereka berdua. Zero dan Kaname pun kembali duduk di tempat. Begitu juga Kaien.
"Bisa-bisanya bertindak bodoh demi seseorang dan mengorbankan semua orang. Vampire itu memang egois," kata Zero yang sambil melipat kedua tangannya di dada. Dia udah gak ngupil lagi. Takut sama Yagari.
"Kau memang takkan mengerti karena kau tidak merasakan apa yang kurasakan," kata Kaname. Zero langsung menggebrak meja sampe-sampe mejanya terbelah dua.
"Kau juga gak akan pernah mengerti perasaanku yang sangat benci pada makhluk seperti kalian. Seharusnya kalian sudah punah dari dulu."
Kaname juga gak mau kalah. Denger omongan Zero, dia juga gebrak bagian meja yang satu ampe hancur berkeping-keping.
"Coba saja kalo kau bisa memusnahkan kami."
Kaien pun ikutan gebrak bagian meja yang satunya ampe hancur berkeping-keping juga. Akhirnya mejanya udah gak berbentuk meja lagi.
"Kalian berdua bisa tenang tidak? Jangan berantem berdua dunk. Ajak yang lain juga." Seketika itu juga Kaien langsung ditimpuk sandal dan kaleng bekas sama pembaca. XD "Oke, oke. Kita bicarakan baik-baik dulu. Baru kita putuskan. Jangan pake emosi dunk," lanjut Kaien.
"Iya, Zero. Tenangkan dirimu. Nih, bulu ketekku. Pakelah untuk ngupil dan tenangkan dirimu," kata Ichiru yang akhirnya angkat bicara untuk menenangkan Zero. Sementara Yagari dan Kaito cuma diem aja. Belakangan diketahui bahwa Kaito ternyata nyumbat telinganya pake headphone dan Yagari ketiduran.
Arigatou gozaimasu!
Matta na…^^
Tunggu chapter selanjutnya ya...
Oya, bagi yang mau. Untuk yang mau. Buat yang mau lho. Yang mau ya… (BLETAK!) Oke, oke… tapi buat yang aja ya… yang mau lho… kalo mau, add fb-ku ini emailnya : throne_zwei_. Ini buat yang mau aja. Kalo gak mau juga gak pa pa kok. Ini sukarela tanpa paksaan (Udah kayak minta sumbangan aja…XD)
