Akhirnya neraka bernama UN telah minggat! *bahagia* . Tapi, yang SMP, Vi do'ain biar diberi kemudahan. Amin .
Title: Namimori Café
Rate: T demi keselamatan bersama(?)
Disclaimer: Kanjeng Ratu Akira Amano yang telah menciptakan character yang oh-so-very-hnhnhnhn *dinjegh*
Warning: Abal, Nista, Sarap, ALL HAIL YAOI, OOC, OOT, OON(?)
Tsuna POV
"Tsuna, bangun"
"hn~"
"Nanti terlambat loh, Tsuna"
Jam berapa sekarang? Aku mengambil handphone ku yang berada di bawah kasur.
"GYAAAAA!" Aku langsung terbangun dan berlari ke kamar mandi yang memang tepat disamping kamar
…. Tunggu, tadi siapa yang membangunkanku? Kubuka sedikit pintu kamar mandi. Sedikit, jangan bersua—
"Ada apa, Tsuna?"
"UGYAAAAA!" refleks, aku….
DUAK
Normal POV
"Ma-maafkan aku, Giotto-san!" Tsuna terus-terusan meminta maaf pada Giotto atas insiden berdarah yang menimpa uhuktunangannyauhuk. Ia mengompres pipi Giotto yang lebam dengan es. Giotto hanya bisa mengernyit kesakitan dan Ibunya bersiap menghajar putranya karena telah melukai wajah tampan salah satu pelayan terbaik—menurut vote dari website café.
"Tidak masalah, karena tubuhku hanya milikmu" buset, Giotto gombal
*blush* "E-eto—aku…selesai makannya" Tsuna mengambil tas nya, "Aku pergi dulu, Kaasan, Tousan, Giotto…-san" dan terdengarlah suara pintu tertutup dengan keras, karena Tsuna terburu-buru tentunya.
"Hah~ padahal kemarin kubilang untuk tidak memanggil dengan embel-embel –san" Giotto kembali melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
"Giotto"
"Ya, Tousan?"
"Pergilah" Giotto memicingkan sebelah matanya, "Sekolah. Walaupun kau sudah lulus universitas, setidaknya kau ikut belajar. Lagipula umurmu hanya selisih setahun dengan Tsuna. Anggap saja kau melindungi Tsuna. Akan ku urus administrasinya, sebaiknya kau bersiap" Giotto mengangguk setuju, "Kau juga nanti kutempatkan di kelas yang sama dengan Tsuna" lanjutnya
Giotto pergi ke kamar Tsuna, meminjam seragam Tsuna yang sekiranya muat dengannya. Shit, Giotto lupa kalau badan Tsuna kecil, mendekati chibi. Sepertinya Giotto harus memakai kemeja milik Iemitsu.
Giotto pergi bersama Iemitsu dengan mobilnya. Tenang, Giotto sudah memiliki SIM, jadi readers jangan khawatir kalau-kalau Giottohverysekseh(?) kita kena tilang, dibawa kantor polisi, ditahan sehari, dan Tsuna meninggalkannya. Lupakan saja.
Giotto telah sampai di ruang kepala sekolah. Iemitsu mengisyaratkan Giotto untuk pergi ke kelas Tsuna, dibimbing oleh guru kesehatan kita yang mesum; Shamal.
"Kudengar kau *hik* tunangan *hik* Sawada Tsunayoshi *hik*. Kuberi tahu *hik* disini banyak *hik* yang mengincarnya *hik*. Dia uke idol *hik* disini. Jaga dia *hik* baik-baik" walaupun Shamal mengatakannya dengan hak-hik—cegukan mabuk—tapi setidaknya, Giotto mengerti inti pembicaraannya.
Giotto menunggu diluar pintu kelas, Ia mendengar suara Shamal dan guru yang mengajar di kelas Tsuna.
"Hari ini ada murid baru, pindahan dari Italia" riuh suara di kelas, Giotto pun mendengarnya.
"Hei kau *hik* masuk"
Giotto terenyum, "Nama saya Giotto Vongola, dari Italia. Semoga kita dapat berteman dengan baik" Bisa ditebak bagaimana reaksi para makhluk hidup di kelas, wanita yang berteriak fangirling dan beberapa uke jomblo yang pingsan ditempat, bahkan suara serangga berisik yang sepertinya terkena pesona Giotto. Nah, bagaimana reaksi Tsuna? Tubuh yang tidak bergeming sama sekali, mulutnya terbuka menganga, untung saja tidak ada serangga yang masuk. Yamamoto dan Gokudera dengan santai 'say hi' pada teman baru dikelasnya. Kalau di café sih bukan baru lagi.
"Kau duduk dibelakang Sawada" kata sang guru. Giotto berjalan santai menuju tempat duduknya, dan berhenti tepat didepan Tsuna yang masih belum kembali ke alamnya(?). Dan apakah yang dilakukan Giotto setelahnya? Membungkuk, menyeimbangkan tingginya dengan Tsuna, lalu…
CUP
"KYAAAAAAA!"
Giotto mencium pipi Tsuna. Kelas kembali ramai karena aksi Giotto.
At Café
"Juudaime, anda baik-baik saja?" tanya Gokudera dengan kostum Gothic Lolita yang biasa disingkat GosuLoli warna hitam, dan sedkit corak putih dibagian dada secara horizontal, rok mini yang mengembang, juga kaos kaki hitam strip putih, dan jangan lupa wig putih panjang dan bandana di kepalanya. Tentu saja, para pelayan semua nya berperan sebagai wanita, tak terkecuali Ryohei…
"Uhm, Juudaime?" Gokudera mencoba sedikit mengguncangkan tubuh juudaime-nya, tapi yang terjadi adalah: Tsuna langsung ambruk seketika.
"Gokudera-kun"
"Ya, Juudaime?"
"Apa… Gokudera-kun pernah dicium—Yamamoto?" Yamamoto yang kebetulan lewat, dan merasa terpanggil berbalik arah menuju Tsuna.
*blush* "A-aku e—eto~"
"Kau memanggilku, Tsuna?" tanya Yamamoto
"Ya-yakyuu baka! Ja-jangan mengagetkan Juudaime!" Gokudera memukul pelan kepala Yamamoto. Yamamoto hanya tertawa kecil.
"Yamamoto"
"Hm?"
"Kau pernah—mencium Gokudera-kun?" sontak Yamamoto dan Gokudera kaget dan wajah mereka memerah.
"Ahahaha" Gokudera men-glare Yamamoto, dengan maksud agar tidak menjawab pertanyaan Tsuna, "Kami sering melakukannya. Benar kan, Hayato?" entah Yammaoto salah menafsirkannya atau memang sengaja mengatakannya. Gokudera langsung memberinya flying kick kepada Yamamoto.
"Ja-jangan dengarkan si bodoh ini, Juudaime! Kami tid—hmpf—" Yamamoto mencium Gokudera tepat di depan Tsuna. Tangan kirinya meraih pinggang ramping Gokudera dan tangan kanannya menekan kepala Gokudera untuk memperdalam ciuman mereka. Gokudera berusaha mendorong Yamamoto, tapi tenaga Yamamoto lebih kuat sehingga Gokudera hanya bisa diam, walaupun Ia masih menyadari bahwa Tsuna memandang mereka dengan wajah memerah.
"E-eto… aku pergi dulu. Maaf, mengganggu kalian" ucap Tsuna sambil pergi meninggalkan mereka. Selang beberapa detik setelah kepergian Tsuna, Yamamoto melepaskan ciumannya. "Mau lanjut?" dan Yamamoto langsung menerjang Gokudera. Oke, ini bukan fic rated M loh, jadi yang mengharapkan adegan rated M silahkan berkecil hati (#lah) .
"Oya, Young Vongola"
"A-ADULT LAMBO?"
"Padahal tadi aku memakan Wurst di restoran Jerman" terlihat raut muka kecewa di wajah Lambo. "Aku pergi melayani pelanggan dulu, young Vongola. Dan, kenapa saat aku melewati gudang penyimpanan bahan makanan, berisik sekali. Seperti suara orang yang—"
"HAHI! Terima kasih infonya, Lambo-san!" Haru yang entah datang dari mana langsung menggenggam tangan Lambo dengan wajah semangat dan mata 'bling-bling', "Teman-teman, kita pergi ke gudang penyimpanan makanan! Siapkan kamera atau handphone kalian!" dan kembali entah datang dari mana, puluhan wanita pecinta ketidaknormalan yang menamai dirinya FUJOSHI, langsung berlari mengikuti Haru. Ada yang mau ikut?
"Mereka kenapa?" tanya Lambo yang hanya dibalas dengan senyum ragu dari Tsuna. Tentu saja Tsuna tahu apa yang akan dilakukan para makhluk tadi.
"Ano, Lambo-san, lebih baik kita kembali bekerja"
"Irrashaimasen, Goushujin-sama"
Kita lihat kerja para butle, cukup sempel seme-uke paling rusuh:
Rokudo Mukuro. Pewaris kedua kekayaan keluarga Rokudo, memiliki kakak yang rambutnya menyerupai persilangan semangka dan nanas, juga adik kembar bernama Nagi Rokudo, walaupun lebih terkenal dengan nama Chrome Dokuro yang memiliki trauma karena 'rambut nanas' nya. Entah, hanya tuhan dan keluarga Rokudo yang tahu. Makhluk yang dengan bangganya mengakui bahwa Ia adalah Iblis. Padahal Ia adalah manusia tulen, cuma karena matanya yang heterozigot(?), Ia dan Kakak nya—yang sama sekali tidak dianggapnya— dengan yakin seyakin-yakinnya keluarga mereka adalah 100% keturunan vampire darah murni. Karena itu, walaupun Ia memakai baju wanita, dengan tema gothic untuk hari ini, Ia sangat bahagia. Karena Ia semakin mirip Iblis (A/N: kenapa ga nyambung gini ya? ==").
Hibari Kyouya. Prefek yang paling ditakuti se-Namimori, dari tingkat bayi sampe kakek-kakek tinggal menjemput ajal pasti langsung begidik ngeri mendengar nama Hibari Kyouya. Dengan kata-kata andalannya, "Kamikorosu". Hibari juga merupakan penulis buku, 'Cara Menggigit Musuh sampai Mati' yang menjadi best seller. Bukan karena isinya yang bagus, tetapi Hibari selalu menjadikan Mukuro sebagai contoh, dan secara tidak langsung Ia menceritakan kisah cintanya dengan Mukuro. Seperti seme nya, Ia lumayan senang tema hari ini adalah gothic. Karena sang pemilik café, memperbolehkan Hibari membawa tonfa nya untuk mendalami kesan gothic yang serius, tapi manis.
"Mukuro-sama, matamu indah…" Kata seorang pelanggan wanita yang mengelus pipi Mukuro dengan lembut.
"Kufufufu, terima kasih, Oujosama" Mukuro membalasnya dengan senyuman manis tapi terkesan sadis. Mukuro benar-benar mendalami perannya hari ini.
"Mukuro-kun, Seberapa besar cinta Hibari-san kepadamu?" sensor di kepala Hibari langsung aktif. Hibari berjalan menuju meja pelanggan Mukuro. Para tamu disana merasakan hawa bahaya yang berasal dari Hibari. Tapi, mereka kembali melanjutkan acara makan dan 'menggodai' para pelayan, seakan-akan mereka sudah biasa. Tapi, bukankah memang sudah biasa?
BRAK
"Oya, ada apa Kyouya? Kufufu"
"Kuberi tahu pada kalian, aku membenci—"
"Maksudnya mencintai kan, Kyouya? Kufufufu"
Dan adegan mesra, yang mereka sebut dengan pertarungan kembali terjadi.
"Shishou mirip Daemon-sa—"
JLEB
"Itai, Shishou"
"Ushishishi, kodok jelek antar pangeran ini mengambil es"
"…. Baiklah" sepertinya Fran benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan Belphegor padanya di gudang penyimpanan es.
'Pangeran tidak boleh kalah dengan rakyat jelata' ya, Belphegor sempat melihat Yamamoto dan Gokudera di gudang penyimpanan bahan makanan, dan sepertinya Ia berinisiatif(?) untuk melakukannya sekarang juga. Tapi, Belphegor benar-benar bodoh memilih tempatnya *jleb*, itu sakit loh, Bel.
TBC, TSUZUKU, BERSUMBANG
Sumpe, gara-gara lama ga bikin fic, jadi kaku gini ngetiknya ==". Dan, SAYA NGAKAK KALO LIAT REBOCON BLUE PAS BELXFRAN NYANYI LAGU 'TANOSHIKU NACCHAU'. Ga sabar iven Balai Kartini cosu bareng (at)primogio , (at)hayato_v , (at)chavorone dwb. Ja, bales ripyuhkuhfuhfuhfuh(?)
Suzuru Seiyo: Jadi, terakhir kali apdet ini fic pas awal-awal tahun ya? Maaf menunggu lama, oujosama. Bagaimanapun, salahkan pemerintah yang menerapkan adanya UN, dan juga gara-gara ngikut-ngikut Belanda sih, dasar rambut tulip! ==". Kalo mau filmnya, beli ke Haru. Baterai dan aksesoris dijual terpisah(?). Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
CursedCrystal: Seme bejat! Gatau juga si Fran kok mau sama pangeran abal-abal macem dia ==" *jleb*. Vi juga baru setahun jadi layer XD. Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Sad Ending Lover: Ci~luk~ba! #apasih .6918 agak susah. Mengingat sang uke sangat uhuktsundereuhuk #tonfaed. Dino? Akan muncul satu chapter setelah kemunculan Xanxus ^^b. walau bingung juga munculinnya, ga pas ==". Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Bakass: KAK LII~A! (bearhug) . kangen deh bacotannya =3= #ditohok. Nekat yang merenggang nyawa, untung aja si nanas ganteng itu masih sehat wal'afiat tanpa ada kekurangan apapun(?). Seme bejat sangat tuh, mana songong, narsis *jleb*. Sakit, Bel T_T. Adult Lambo udah nongol sebentar. Next, chappie bakal nongol sebagai pelayan 8D. Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Hachi Monogatari: Sankyuu ^^. Xanxus? Sabar menanti, pasti muncul XD. Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Hibari A. BeenBin: Eits, jangan. Nanti Alaude ngamuk o3o. Sankyuu koreksinya :* . Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Ileyra: KYAAAA maksih banget udah ripyu dari chap 1, dan silahkan nikmati chapter 6 nya, eh apa 7 ya? Owoa. Karena G27 pairing utamanya, jadi panas-panasannya entar aja, sering hujan sih. Jadi salahkan Yamamoto! #provokasi #ditebas . Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Rst: Uu~~ jahat T3T. Sabar menanti, pengen munculin tapi alurnya kurang pas gitu =A=" . Terima kasih atas kunjungannya, Oujosama/Goshujinsama ^^.
Vocallone: Dino juga sabar menanti #daritadisabarmenantimulu . ALL HAIL PRIMOXDECIMO XDDD #hebohsendiri #tamvol .
See Next Chapie~~ ^w^/.
