Name: The Birth of Human Faction
Author: FCI. Arcana-paisen
Genre: Romance and Adventure
Rating: M
.
.
Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Shirou Emiya x Rin Tohsaka, Kurama Otsutsuki x Yasaka x Tamamo, Erza Belserion x Jellal Fernandez, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Gray Fullbuster x Juvia Lockser.
.
.
AN: Buat pembaca The Birth of Human Faction yang terhormat. Mohon maaf kalau fic ini akan saya remake. Kenapa? Apa karena stuck di The Rise of Human Faction? Bisa dibilang gitu tapi pas ane baca, jujur ada banyak scene yang mengganjal. Kaya di fic ini si Eileen gabung sama Alvarez karena dia di cuci otaknya sama si August, padahal di fic one-shot yang ane buat, dia ngelakuin itu karena kebencian dia sama Ishgar yang udah ngerebut orang-orang tersayang di dalam hidupnya.
.
.
Chapter 7: Blast To The Past
.
.
Mordred Uzumaki Pendragon, salah satu putri kembar dari Naruto Uzumaki dan Arturia Pendragon yang terlihat sedang membawa sebuah kotak terlihat sedang berjalan ke arah meja dari salah satu teman sekelasnya yang bernama Rosemary Fernandez. Saat Mordred terlihat akan kabur dan kembali ke mejanya, sang kakak kembar yang bernama Asia Arturia Pendragon menghalanginya dan membuatnya menghirup nafas dalam-dalam untuk membulatkan tekadnya meminta maaf pada sosok yang dia buat kesal selama satu hari kemarin.
"Mau apa kau kemari? Apa kau mau mengejekku karena mengalahkanku kemarin?"
Mordred ingin sekali berkata pedas pada Rosemary untuk membalas perkataannya, tapi sang kakak kembar menatapnya dengan tajam dan membuatnya memberikan kotak yang dia bawa sedari tadi kepada Rosemary "Ini untukmu..."
"Apa ini?"
Mordred tidak membalas apa-apa dan kembali ke bangkunya dan saat Rosemary tahu kalau box yang diberikan Mordred adalah beberapa slice dari kue tart Strawberry Cheesecake kesukaannya, dia pun berkata "Hei..."
"Ada apa?"
Melihat Mordred menoleh kepadanya, Rosemary pun berkata "Namamu Mordred kan? Terima kasih atas kue-nya."
"Ugh, sama-sama to—Maksudku Rosemary-san."
Mordred membenarkan kata-katanya saat dia hampir memanggil Rosemary dengan panggilan tomat dan setelah itu dia fokus membaca buku intruksi berpedang yang dibuat sang ibu. Asia yang bangga atas apa yang dilakukan sang adik, langsung mengelus rambut adiknya itu dan tersenyum padanya.
.
.
- Time Skip -
.
.
Setelah bel istirahat berbunyi, Rosemary pun mengajak Mordred untuk berlatih untuk mengasah teknik berpedangnya dan tidak seperti kemarin... Performa Rosemary bisa dibilang membaik menurut Mordred karena saat ini dia tidak dikendalikan emosinya dan membuat pergerakannya mudah dibaca oleh Mordred.
"Kemampuanmu meningkat dibandingkan dengan kemarin, Rosemary." Balas Mordred yang kemudian melanjutkan "Kemarin, kau terlalu dikuasai oleh emosimu. Jadi aku bisa mengeksploitasikannya kemarin."
Rosemary yang mendengar perkataan Mordred tidak terlihat tersinggung karena dia memang merasa apa yang dikatakan Mordred adalah benar. Dia benar-benar emosi pada Mordred yang memang benar-benar menguras emosinya kemarin. Apalagi saat dia mendengar perkataan ibunya kalau amarah memang bisa membuat seseorang menjadi kuat, tapi hal itu juga bisa membuat seseorang akan banyak membuat permasalahan untuk dieksploitasi.
"Rosemary, bisa kau berikan bokken milikmu pada kakakku." Ucap Mordred dan hal itu membuat Asia yang sedang membaca salah satu novel buatan ayahnya menghentikan kegiatannya dan menatap tajam sang adik.
'Dasar, adik bodoh. Apa yang kau pikirkan, idiot?'
"Tapi kenapa?"
"Kakakku memang tidak kelihatan seperti yang kau bayangkan. Tapi kemampuan berpedangnya itu lebih hebat dariku dan kau." Balas Mordred yang terlihat membangga-banggakan sang kakak tanpa sadar kalau sang kakak terlihat sedang menatapnya dengan kesal karena dia tidak mau kelihatan mencolok "Ayo kakak!!! Aku mengajakmu untuk berduel denganku. Kau memang telah mengalahkanku berkali-kali, tapi aku akan menang kali ini."
Alis Asia berkedut karena tahu sang adik saat ini meremehkannya karena dia mengira kemampuan-nya berkurang drastis karena traumanya yang membuat dirinya menjadi bisu, membuatnya tersenyum sinis dan hal itu entah kenapa membuat Mordred merinding 'Oh kau akan mendapatkannya, adikku yang bodoh.'
Duel pun berlangsung, tidak... Ini bukanlah duel. Ini adalah sebuah pembataian karena hal yang terjadi berbeda dengan apa yang dibayangkan Rosemary. Dia yang mengira Mordred akan menang dengan mudah melawan Asia malah dibuat terkejut saat semua serangan Mordred bisa dipatahkan Asia dan Asia meng-counter balik semua serangan Mordred dengan precise strike yang membuat Mordred tidak bisa berkutik sama sekali.
Saat bokken milik sang kakak menyentuh lehernya, Mordred pun menjauhkan bokkennya dan bersujud dogeza dan berkata pada kakaknya sambil menangis "Maaf, kakak!!! Aku tidak akan meremehkanmu lagi. Ampuuunnn!!!"
'Tch, dasar cengeng.' Ucap Asia yang kemudian mengobati luka lebam yang diderita sang adik karenanya dengan mengunakan Sacred Gear -nya, membuat Rosemary terkesima melihat kemampuan Sacred Gear yang baru pertama kali dilihatnya itu.
Setelah itu, Asia pun menjatuhkan bokken Rosemary ke lantai dan pergi ke perpustakaan tanpa adiknya dan Rosemary pun berkata pada Mordred "Aku tidak tahu Asia-san sekuat itu. Apa kau sering melawannya, Mordred-san."
"Aku sering melawannya, tapi aku pikir kemampuan dia berkurang drastis setelah kejadian yang tidak bisa aku ceritakan padamu Rosemary-san."
"Berapa kali kau melawannya?"
"100 kali. 101 kali jika kau menghitung duel barusan."
"Sebanyak itu?"
"Ya dan aku sudah kalah 100 kali dan sekali seri."
"Sebenarnya sekuat apa kakakmu itu, Mordred-san!!!" Teriak Rosemary yang merinding saat membayangkan kalau dia melawan gadis bisu itu 'Damn, dia pasti sama kuatnya dengan kakak.'
.
.
- Line Break -
.
.
Asia terlihat membawa banyak buku untuk dipinjam dari perpustakaan, tapi karena dia tidak fokus ke jalan karena dia terlalu fokus membayangkan untuk membaca semua buku yang dia pinjam, dia pun bertabrakan dengan seseorang dan membuat semua bukunya jatuh berantakan.
Melihat itu, sosok yang menabrak Asia dengan sigap langsung mengambil semua buku Asia yang terjatuh dan dia pun berkata "Maaf, nona. Sini aku bantu..."
Setelah sosok itu memberikan bukunya, Asia pun pergi dengan buru-buru begitu saja. Dan sosok itu sekaligus temannya tidak mempermasalahkannya karena mereka tahu Asia itu bisu dan tidak bisa mengekspresikan ekspresinya tanpa bantuan alat.
Tanpa disadari Asia, sosok yang menabraknya itu terus memperhatikannya sampai badan dia menghilang sepenuhnya dari penglihatannya. Membuat sosok di sebelahnya menatap dan berkata "Kau kenapa, Sieg? Kenapa kau melihat Asia-san sampai segitunya? Apa kau tertarik kepadanya?"
"Kalau tanya sesuatu, tolong tanya satu-satu Igneel. Pertanyaanmu membuatku pusing." Balas sosok bernama Sieg atau Siegrain Fernandez itu "Dan soal pertanyaan terakhirmu itu... Kau tidak waras ya? Kau lupa kalau kami baru bertemu dua kali saja? Kemarin dan sekarang?"
"Ya kan mungkin saja. Asia-san itu lumayan cantik loh, meskipun adik kembarnya juga tidak kalah cantik."
"Jaga bicaramu itu, Igneel. Kalau Sylvia dengar, kau bisa dijadikan patung es, kau tahu?"
Mendengar itu, putra tunggal dari Natsu Dragneel dan Ultear Dragneel itu terlihat merinding saat membayangkan kecemburuan dari sosok putri bungsu Gray Fullbuster dan Juvia Fullbuster itu "Apa sih? Memangnya ada hubungan apa aku dan Syl? Kami itu cuma teman saja, tidak kurang tidak lebih."
.
.
- Time Skip -
.
.
Sedangkan dengan Naruto dan Arturia, mereka pun terkejut saat mengetahui kalau salah satu pecahan pedang Excalibur yaitu Excalibur Ruler dicuri dari Vatikan dan pelakunya adalah Arthur Pendragon, adik kembar dari Arturia. Mereka mengetahui berita itu dari Dulio yang berkunjung sekaligus mencoba beberapa kuliner di Jepang .
'Arthur... Kau idiot. Sebenarnya apa yang kau pikirkan."
Naruto yang tahu apa yang dirasakan istrinya terlihat mencoba menenangkannya dan Dulio pun berkata "Jadi bagaimana dengan kalian? Apa ada yang terjadi pada kalian berdua? Apa aku harus tinggal dan melindungi kalian?"
"Ada beberapa orang yang mencoba membunuh kami tapi kau tidak perlu pikirkan itu. Kami sudah mengirim mereka langsung ke Sang Pencipta."
Dulio terlihat menghembuskan nafas lega karena keluarga anak angkatnya terlihat aman. Setelah itu, Arturia pun berkata "Jadi apa kau tahu apa yang membuatnya melakukan itu, ayah?"
"Dia melakukan itu karena perbuatan Metatron yang sudah kelewatan batas." Balas Dulio yang terlihat memakan pesanannya "Dan aku pikir dia ada benarnya. Sudah saatnya kau dan keluargamu memegang kembali Excalibur ."
Naruto yang mendengar itu pun mendecih dan berkata "Aku tidak peduli siapa yang berhak memegang Excalibur , Dulio. Tapi jika Metatron masih meneror keluargaku lagi... Aku pastikan dia akan hanya tinggal nama saja."
Dulio yang mendengar itu terlihat menegak ludahnya. Naruto memang merupakan easy going man yang gampang akrab dengan siapapun dan bisa mengontrol emosinya. Tapi dia tahu benar kalau Naruto sudah berkata seperti itu, maka dia pasti akan melakukannya sampai apa yang dia katakan menjadi kenyataan. Dia tahu betul kalau Naruto bisa saja membunuh Metatron kalau saja dia tidak menahan diri untuk tidak memperberatkan posisi Asia saat cucu-nya akan diusir saat itu.
'Aku harap kau berhati-hati, Metatron-sama. Kalau kau tetap melakukan itu, maka nyawamu akan terancam. Tapi tidak masalah juga kalau kau mati atas apa yang kau lakukan pada putriku dan cucu-ku.'
.
.
- Line Break -
.
.
Arthur saat ini sedang bertarung dengan pemegang dari pecahan dari pedang Excalibur yaitu Excalibur Rapidly . Pengguna pedang itu adalah Freed Selzen, maniak yang menjadi exorcist hanya untuk memegang senjata dan memamerkan superioritas-nya kepada orang-orang yang dia anggap lemah.
Arthur harus akui walaupun kemampuan Freed dibawah standar jika dia membandingkannya dengan kakaknya, Rin, dan Shirou... Tapi kecepatannya benar-benar merepotkannya. Saat ini dia sudah bersiap untuk menebas kepala Freed, tapi ada sosok bertudung yang menebas kepala Freed terlebih dahulu dan membuat kepalanya menggelinding ke tanah dengan tubuh yang mengeluarkan banyak darah.
"Ini pedangmu..."
Sosok bertudung itu pun langsung mengambil Rapidly dari tangan Freed dan melemparkan pedang itu kepada Arthur, membuatnya berkata "Siapa kau? Kenapa kau membantuku?"
"Nanti kau juga tahu sendiri."
Arthur tidak terima dengan jawaban itu langsung bergerak cepat dan membuka tudung gadis itu dan memperlihatkan wajah sosok yang ternyata adalah seorang gadis itu. Gadis itu adalah gadis cantik berambut kuning panjang keemasan dengan dua bola mata yang berbeda warna. Mata kanannya berwarna biru sapphire dan yang kiri berwarna hijau, mengingatkan Arthur pada kedua bola mata milik sang kakak.
Gadis itu terlihat marah dan langsung menutup kembali tudung jaketnya "Seharusnya kau tidak melakukan itu, paman."
Gadis itu menghilang disertai dengan kilatan berwarna kuning, membuat dia teringat pada teknik teleportasi yang sering digunakan kakak iparnya 'Sebenarnya siapa dia? Wajah dan suaranya terlihat familiar."
Tidak jauh dari keberadaan Arthur, sosok yang menolongnya tadi terlihat sedang memojokkan seorang pria paruh baya yang terlihat panik saat gadis itu mengejarnya dan hal itu membuatnya berkata "Siapa kau? Kenapa kau mengejarku? Apa salahku!!!"
"Salahmu adalah karena telah membunuh teman-temanku kecuali Tosca-san. Kau telah membuat Isaiah-kun menderita selama ini!!!"
Pria paruh baya itu terlihat tertawa seperti orang gila dan membalas pertanyaan gadis itu "Lantas? Mereka adalah milikku. Mereka adalah kelinci percobaanku. Jika kematian mereka bisa memberikanku hasil yang aku cari selama ini, apa masalahnya untukmu?"
.
.
Slasssh
.
.
Dengan sekali tebasan, kepala sosok itu jatuh ke tanah dengan keras dan memuncratkan banyak darah yang terlihat juga mengenai wajah dari gadis penolong Arthur itu "Orang sepertimu tidak pantas hidup, Valper Galilei. Karena kau, Isaiah-kun dibuat menjadi iblis oleh Rias Gremory."
Sosok berambut merah panjang diikat dua dan memakai jaket bertudung seperti gadis itu terlihat membuka suara saat melihat gadis itu mengambil sebuah kristal dari tangan Valper "Kau tahu tindakanmu itu bisa mengubah banyak hal, Asia. Dia tidak harus-nya mati saat ini. Kau terlalu cepat membunuhnya."
Sosok itu menatap partnernya itu dan membalas "Mau dia mati sekarang atau nanti, itu tidak penting Rosemary. Maaf, maksudku Elsie. Dan kau juga berhentilah memanggilku dengan namaku langsung. Aku tidak ingin identitas kita terbongkar."
"Maaf Estella, aku tidak akan melakukannya lagi." Balas sosok bernama Elsie Crimson itu dan berkata "Jadi apa rencana kita berikutnya, Estella?"
"Membasmi semua anggota Qlippoth sebelum mereka membangkitkan Trihexa kembali." Balas sosok bernama Estella Edelweiss itu yang mengepalkan tangannya saat teringat kehancuran dunianya dulu yang terjadi karena amukan Trihexa yang membuat semua anggota keluarganya seperti ayah, ibu, kakek, adik-adiknya, senseinya dan semua orang yang dicintainya menjadi korban.
.
.
- Flashback -
.
.
Asia saat ini terus menangis merangkul jasad sang adik kembar yang mati karena menyelamatkannya dari amukan Trihexa . Dia sudah kehilangan adik kecilnya dan sekarang adik kembarnya yang juga merupakan belahan jiwanya.
'Mordred, kau bodoh. Aku ini kakakmu!!! Seharusnya aku yang mati melindungimu, bukan kau!!!'
Asia lalu menurunkan jasad adik kembarnya dan mengambil perwujudan Sacred Gear adiknya yaitu Clarent dan menatap Trihexa dengan kedua bola matanya yang telah berbeda warna karena permintaan mendiang adik kembarnya yang ingin salah satu matanya ditransplantasikan kepada Asia untuk menggantikan salah satu bola mata Asia yang telah hancur karena perbuatan Trihexa .
Tapi walaupun dengan teknik berpedangnya yang telah melesat jauh karena ajaran dari ayah, ibu, kakek, paman, dan juga senseinya yang bernama Sasuke Uchiha dan juga kemampuan Clarent yang telah jatuh ke tangannya, kedua hal itu tetap tidak bisa membantu banyak untuk melawan Trihexa yang bahkan telah membunuh Ophis dan Great Red .
Asia pun terlempar dengan keras karena hempasan dari ekor Trihexa dan membuatnya memuntahkan banyak darah.
Kemudian dia melihat sang ayah yang bernama Naruto Uzumaki dan sang sensei yang bernama Sasuke Uchiha datang bersama dengan sepupunya yang bernama Rosemary Fernandez. Dia pun terlihat senang dan mendekati mereka bertiga dan berkata "Ayah!!! Syukurlah kau, sensei dan Rosemary tidak kenapa-napa. Jadi dimana ibu, bibi Erza, paman Jellal, bibi Sakura dan Sarada-chan?"
"..."
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa dan Sasuke lah yang terlihat memecah kesunyian dan mengatakan apa yang terjadi pada lima sosok yang ditanyakan salah satu dari kedua muridnya itu "Mereka semua telah tewas."
"Tidak mungkin..." Balas Asia yang telah duduk dengan posisi lemas karena mendengar kematian dari ibu, paman, kedua sosok bibinya dan salah satu sahabatnya.
Naruto yang melihat kedua bola mata putri kembarnya yang paling tua terlihat berbeda warna serta melihat perwujudan Sacred Gear putri kembar keduanya tahu kalau putrinya Mordred juga telah tiada, membuatnya menitikkan air mata kesedihan atas meninggalnya Mordred setelah kehilangan kedua putra-putri kembar bungsunya dan juga istrinya.
"Sasuke, tolong lindungi Asia dan Rosemary..."
"Sebenarnya apa yang kau akan rencanakan, Naruto?"
"Sebelum tewas, Kurama memberitahuku sebuah mode. Aku yakin mode ini adalah kunci untuk memenangkan pertarungan ini. Aku akan mencobanya sekarang." Balas Naruto yang membatin 'Meskipun mode ini akan membunuhku di akhir.'
Sasuke awalnya tidak ingin membiarkan Naruto bertarung sendiri, tapi Naruto ada benarnya untuk mengutusnya melindungi Asia dan Rosemary yang memang terlihat sudah tidak bisa bertarung lagi karena luka fisik dan luka batin yang mereka berdua alami karena kehilangan orang-orang yang mereka berdua cintai. Dia sendiri mengaku telah lelah bertarung dan ingin mati saja. Apalagi setelah kematian sang istri dan juga putri tunggalnya.
.
.
- Line Break -
.
.
Mereka pun melihat Naruto mengeluarkan mode barunya yang bernama Baryon Mode . Tidak seperti mode Bijuu yang jubahnya berwarna jingga atau mode Rikudou Senjutsu yang jubahnya berwarna kuning keemasan, jubah Naruto dalam Baryon Mode berwarna merah. Tidak seperti mode chakra Naruto yang lain, dia juga sudah memiliki sembilan ekor langsung di belakang tubuhnya tanpa harus berubah menjadi mode Full Bijuu atau memunculkannya terlebih dahulu. Asia dan Rosemary terlihat bersemangat saat melihat Naruto dalam mode Baryon bisa mendominasi Trihexa tapi Sasuke tidaklah sebodoh itu. Dia tahu meskipun mode chakra baru Naruto ini bisa mengikis lifeforce Trihexa secara perlahan-lahan, tapi dia sadar mode Baryon juga mengikis banyak lifeforce dirinya sendiri sampai dia mati. Hanya masalah waktu yang akan menjadin faktor utama kemenangan dalam pertarungan ini. Entah Naruto yang akan menang, ataukah Trihexa yang akan mati terlebih dahulu. Dan Sasuke tidak yakin kalau Trihexa akan mati secepat itu.
" Chibaku Tensei !!!"
Dengan Rinnegan miliknya, Sasuke mengurung Trihexa dengan Chibaku Tensei miliknya, membuat Naruto menatap Sasuke dengan kesal dan berkata "Apa yang kau pikir kau lakukan ini, teme? Aku bisa mengatasinya."
Mendengar perkataan Naruto, Sasuke hanya bisa tersenyum dan berkata "Kau ingin membohongi siapa, Naruto? Aku tahu teknik tidak hanya bisa mengikis lifeforce musuh saja tapi dirimu juga."
"..."
"Teknik itu hanya akan membuatmu mati bodoh. Karena aku tidak yakin kekuatan itu akan bisa menghapus semua lifeforce Trihexa sebelum kekuatan itu membunuh dirimu sendiri, Naruto."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Kita harus mengirim Rosemary dan Asia jauh dari sini." Balas Sasuke yang melanjutkan "Aku akan mengirim mereka berdua ke dimensi yang akan aku buat dengan Rinnegan milikku. Mereka bisa hidup dengan aman disana."
"Apa kau yakin kalau putriku dan keponakanku tidak akan terkirim ke tempat antah berantah?"
"Tenang saja. Aku sudah pastikan kalau tempat itu aman untuk mereka berdua."
Mendengar perdebatan ayah dan senseinya, Asia terlihat menolak dan berkata "Tidak. Aku tidak mau meninggalkan kalian berdua. Kalau kau mengirim kami berdua, aku juga ingin kalian berdua ikut dengan kami."
Naruto yang menilah retakan di Chibaku Tensei milik Sasuke pun berkata "Sasuke, cepatlah!!! Trihexa akan keluar sebentar lagi dari Chibaku Tensei buatanmu."
Sasuke pun membuat sebuah portal dengan Rinnegan miliknya dan dia pun berkata "Cepat masuk, Rosemary, Asia."
"Tidak, aku tidak mau pergi tanpa kalian berdua."
"Jangan keras kepala, Asia Uzumaki Pendragon!!!" Teriak Naruto yang sebenarnya tidak ingin membentak sang putri "Kau tahu kalau dunia ini sudah tidak ada harapan lagi. Jadi aku dan Sasuke memutuskan untuk mengirim kau dan Rosemary ke suatu tempat yang aman tanpa ancaman dari Trihexa ."
"Lalu bagaimana dengan kalian berdua?"
"Kami akan menahan dia setidaknya sampai portal yang kubuat benar-benar tertutup."
"Jangan bercanda, ayah!!! Sensei!!! Kalian berdua bisa mati."
"Lebih baik kami yang mati daripada bibit baru seperti kalian berdua yang mati. Aku sudah kehilangan ibumu dan ketiga adikmu juga Sasuke telah kehilangan anak dan istrinya. Izinkan kami untuk mengorbankan diri kami demi keselamatan kalian berdua."
Asia terlihat akan protes tapi Rosemary terlihat menarik tangannya dan memasuki portal buatan sang sensei "Rosemary, apa yang kau lakukan!!! Lepas—"
.
.
Plaaakk
.
.
Rosemary pun menampar Asia dengan keras dan membuatnya terjatuh ke tanah "Jangan egois, Asia. Paman Naruto dan paman Sasuke sudah mengorbankan apapun yang mereka punya untuk melindungi kita berdua. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka berdua."
"Tapi—"
"Yang bisa kita lakukan hanyalah melanjutkan hidup kita di dunia tempat kita dikirimkan oleh paman Sasuke tanpa penyesalan Asia."
Asia yang mendengar itu hanya pasrah dan tidak bisa apa-apa, terutama saat Trihexa berhasil lolos dari cengkraman Chibaku Tensei buatan Sasuke dan membakar sang ayah dan sang sensei sampai tubuh mereka berubah menjadi abu "Ayah!!! Sensei!!!"
Mereka berdua pun sampai di dimensi yang dimaksud Sasuke yang tanpa Sasuke sadari ternyata adalah dunia yang sama dengan dunia yang mereka tempati dulu tapi di masa yang berbeda. Dan ternyata sang sensei tanpa sengaja telah mengirim mereka berdua ke masa lalu. Setelah membeli pakaian dan rumah sebagai base mereka. Mereka juga tidak lupa untuk mengubah nama mereka supaya identitas mereka tidak diketahui oleh sosok keluarga mereka di masa lalu. Asia merubah namanya menjadi Estella Edelweiss dan Rosemary merubah namanya menjadi Elsie Crimson.
.
.
- Flashback -
.
.
Dia pun mengambil buku catatannya yang terdiri daftar dari anggota Qlippoth entah yang sudah bergabung atau yang belum bergabung, dan Estella bersumpah akan menghabisi mereka semua untuk mengubah masa depan kelam yang mereka alami karena Trihexa .
'Dan aku pastikan, kali ini aku tidak akan membiarkan Trihexa bangkit untuk kedua kalinya.'
.
.
- To Be Continued -
.
.
Author Note : Dan sekali lagi ane menggunakan sub plot seperti yang sama dengan versi terdahulu cuma ada sedikit perbedaan. Jika di versi lama, Mordred adalah versi alternate Asia yang tanpa sengaja kekirim ke dimensi Asia untuk menggagalkan kebangkitan Trihexa . Di versi ini, Asia aka Estella terkirim ke masa lalu untuk menghentikan kebangkitan Trihexa . Dan juga tidak seperti Asia, seperti yang kita lihat... Future Asia aka Estella matanya heterochromia, yang satu bola mata orisinilnya yang warna biru sapphire dan yang satu lagi bola matanya berwarna hijau karena itu memang bola mata Mordred yang jadi wasiatnya saat kakaknya buta sebelum kematiannya. Dia juga megang Sacred Gear Mordred yang berwujud pedang. Dan jangan lupa dia gak sendiri kayak Mordred di versi lama. Dia punya allies yaitu sepupunya sendiri si Rosemary aka Elsie. Apakah sifat Estella dan Asia sama? Kalau soal kesukaan sama literature kayak buku dan ramen sama aja. Tapi dia lebih serius, lebih brutal dan lebih dingin.
