Title: A Flower boy

Starring: Yoochun x Junsu

Yunho, Jaejoong, Changmin and many others

Genre: Humor, Romance

Rate: PG 15

Length: 1 / 3 (Threeshoot)

Warn: Boys Love, OOC, gaje, etc.

Author: Din_Cassie

OoOoO

"Hah...hah...hah..." desah lelah keluar dari bibir Junsu dan Yoochun yg baru selesai berlari-lari. Lelah melanda, namun raut bahagia terpancar di wajah mereka. Apalagi saat melihat anak-anak kecil yg tertawa melihat tingkah mereka.

"Jadi pengen punya anak," celetuk Junsu sambil tersenyum senang. Yoochun yg mendengar itu lalu ikut tersenyum.

"Sama. Dan aku ingin anak dari orang yg aku cintai," kata Yoochun membuat Junsu menoleh. Junsu pun ikut tersenyum walau dadanya terasa sedikit sakit.

'Aku... kenapa?' batin Junsu.

OoOoO

Keesokan harinya

"Su! Aku ke tempat Changmin dulu! Mau ngambil bunga!" teriak Jaejoong sambil mengeluarkan sepedanya.

"Hyung! Plastik beningnya habis! Sekalian beliin!" teriak Junsu sambil melambaikan tangan.

"Iyaa. Jaga rumah dan jangan lupa bersihkan rumah!" teriak Jaejoong sambil mengayuh sepeda.

"Siap, hyung!" Junsu melambaikan tangan dan kembali masuk ke dalam. Dengan segera dia mengatur kamar dan menyapu rumah. Namun...

Tok Tok Tok

"Hyung cepet banget pulangnya," kata Junsu sambil berlari untuk membuka pintu.

Cklek

"Kok ce- hah?"

OoOoO

Jaejoong menyandarkan sepedanya pada tiang di samping sebuah toko bunga. Kemudian dengan senyum, dia berjalan memasuki toko itu.

GREK

"Annyeong, Min-" kata-katanya terputus saat melihat adegan berbau rate 17 tahun keatas di depannya. Jaejoong hanya bisa menggeleng kepalanya melihat itu.

"Annyeong, Minnie, Kyuhyunnie!" sapa Jaejoong lebih keras dari yg tadi. Sontak Changmin dan Kyuhyun segera melepaskan diri dan memperbaiki pakaian mereka yg berantakan.

"E-eh, Jae-hyung," kata Changmin sedikit terbata-bata. Jaejoong pun sudah memilih bunga-bunga dari pot-pot besar di dalam toko itu.

"Aku ini bunga yg lain dari biasanya," kata Jaejoong sambil menaruh bunga-bunga ditangannya di atas meja kasir.

"Tumben, hyung. Biasanya Mawar dan Krisan. Tapi sekarang..."

"Hmm, entahlah, Min. Aku lagi pengen bunga-bunga yg lain," kata Jaejoong sambil mengeluarkan sejumlah uang.

"Oh ya, ada plastik bening?"

"Ada, hyung. Maaf, kemaren-kemaren stok habis," kata Changmin sambil menghitung semua 'belanjaan' Jaejoong. Sementara Kyuhyun malah asyik bermain PSP.

"Kyunnie, apa sih enaknya main PSP terus?" tanya Jaejoong penasaran.

"Pokoknya enak. Kau mesti nyoba, hyung," kata Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

"Ooh. Lebih enak mana dengan Minnie?" celetuk Jaejoong membuatnya mendapat hadiah deathglare dari Changmin.

"Tentu saja Minnie," Jaejoong tertawa melihat wajah seorang 'evil' yg merona merah.

"Ya, hyung!" rajuk Changmin.

"Hahahahaha... Jangan marah. Ini uangnya," kata Jaejoong mengambil bunga-bunga dan plastik, lalu menyerahkan uangnya dan berlalu pergi.

"Hyung kembaliannya!" teriak Changmin.

"Buatmu saja. Anggap tambahan biaya menikah," kata Jaejoong sambil terkikik. Changmin hanya bisa ngedumel gak jelas.

GREK

"Haaah..." Jaejoong menaruh bunga-bunga di keranjang sepedanya dan mengayuh sepedanya dengan semangat, tanpa menghiraukan suara kamera yg menyertainya.

OoOoO

"Ke-kenapa kau tau tempat tinggalku?" tanya Junsu pada sesosok namja tampan yg dengan seenaknya masuk ke dalam rumahnya.

"Hmm, aku mengikutimu kemarin. Siapa suruh tidak mau menerima ajakanku buat aku antar," katanya sambil tersenyum melihat isi rumah yg rapi dan bersih, meskipun kecil.

"Hey! Jangan masuk rumah orang seenaknya!" teriak Junsu sambil mendorongnya keluar.

"Hmm? Kamu kan pacarku, jadi wajar aku masuk ke rumahmu," katanya tenang.

"Ya, Yoochun! Keluar!" teriak Junsu lagi sambil tangannya berusaha mendorong Yoochun keluar. Namun naas, sebuah plastik membuat keseimbangan Junsu goyah dan malah menindih tubuh Yoochun dibawahnya.

Cklek

"Su! Aku pu-" teriakan Jaejoong terhenti saat melihat adiknya berada dalam posisi 'berbahaya' dengan seorang lelaki tampan.

"Ya! Su! Jangan melakukan 'itu' di depan pintu! Nanti ada orang lain yg liat, bagaimana? Untung hanya aku yg liat," kata Jaejoong sambil melangkah masuk. Junsu hanya bisa melongo mendengar kata-kata hyung-nya. Dia lalu melihat kebawahnya dan mendapati Yoochun sedang tersenyum menggoda kearahnya.

"HUWAAAA! MINGGIR KAU!" teriak Junsu.

"Hmm? Kau yg menindihku, harusnya kau yg minggir," jawab Yoochun tenang. Wajah Junsu memerah, ia buru-buru beranjak dari atas Yoochun dan berlari ke tempat hyung-nya.

"Hmm, imutnya," kata Yoochun sambil ikut masuk ke dalam.

OoOoO

"Chun, bukan begitu,"

"Terus gimana?"

"Begini..."

"Hmm..."

"YA! Bukan begitu!"

"Sudahlah, Su. Dia sudah berusaha," kata Jaejoong membela Yoochun.

"Tapi dia merusak, hyung! Mana hasilnya jelek, gak layak jual!" kata Junsu ketus sambil menatap Yoochun yg menunduk sedih.

Yoochun sekarang berada diruang tengah rumah kakak beradik Kim itu. Dia bermaksud membantu mereka membungkus bunga untuk di jual. Namun apa daya, bukan dapat pujian, malah dapat marah dari Junsu. Sementara Jaejoong hanya memakluminya.

"Hyung! Kenapa mem-"

Tok Tok Tok

Jaejoong berdiri dan meninggalkan Yoochun bersama Junsu yg ngedumel sendiri.

Cklek

"Ah, Yunho-sshi? Annyeong," sapa Jaejoong.

"Annyeong, Jaejoong-sshi," balas Yunho sambil tersenyum. Kemudian Jaejoong mengajak Yunho masuk ke ruang tengah, dimana ada Junsu dan Yoochun di dalamnya.

"Su, Chun, ini Yunho-sshi, temanku. Perkenalkan,"

"Annyeong, Yun-" kata-kata Junsu terpotong (lagi) oleh kata-kata Yoochun.

"Yunho-hyung?"

"Chunnie?"

OoOoO

"Jadi, kalian bersaudara?" tanya Jaejoong yg disambut anggukan dari Yoochun dan Yunho.

"Dan kalian kenapa bisa saling kenal?" tunjuk Jaejoong ke arah Yoochun dan Junsu. Junsu lalu menengok ke arah Yoochun yg juga menatapnya, lalu dengan cepat dia mengalihkan pandangannya.

"Dia ini namja bodoh yg tidak bawa hadiah buat yeojachingu-nya. Hyung masih ingat uang yg kurang beberapa hari lalu kan? Itu karena bunganya aku kasih dia," tunjuk Junsu pada Yoochun.

"Habis aku tidak suka bunga," kata Yoochun membela diri.

"Heh? Tidak suka bunga tapi malah membantu kami membungkus bunga?"

"Itu biasa. Lagipula aku cuma tidak suka, bukan alergi sampai harus menjauhi bunga," bela Yoochun.

"Tapi-"

"Sudah, Junsu. Jangan bertengkar terus dengan Yoochun. Eh, tapi kenapa tadi kamu bilang kalau Yoochun sudah punya yeojachingu? Bukannya dia namjachingu-mu?" tanya Jaejoong penasaran. Seketika wajah Junsu berubah merah.

"Ya, hyung! Aku tidak ada apa-apa dengan namja gila itu!" kata Junsu sambil menunjuk wajah Yoochun yg cengar cengir gak jelas. Jaejoong terkekeh pelan, sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Iya, Iya. Jangan marah, nae dongsaeng," kata Jaejoong.

"Iya, hyu-"

"Selesai!" seru Yunho membuat semua kaget dan menatap Yunho. Dan mereka lebih kaget lagi karena melihat seluruh bunga sudah dibungkus rapi dan siap di jual.

"Yunho-sshi? Ke-kenapa?" tanya Jaejoong sedikit terbata. Yunho terkekeh dan mendekat ke tempat mereka.

"Habis kalian sibuk sendiri daritadi. Aku dicuekin. Makanya aku ngerjain itu. Lumayan, supaya cepat selesai," kata Yunho tersenyum, membuat pipi Jaejoong diwarnai rona merah yg cukup kentara.

"Ka-kamsahamnida. Jeongmal kamsahamnida, Yunho-sshi," kata Jaejoong sambil membungkukan badannya.

"Cheonmanaeyo, Jaejoong-sshi. Oh ya, kau mau menjual bunga kan? Aku temani biar cepat selesai dan kamu bisa cepat jadi modelku," ajak Yunho sambil mengangkat bunga-bunga dalam kardus itu keluar.

"E-eh? Yunho-sshi, tunggu," Jaejoong mengejar Yunho, meninggalkan pasangan Yoochun dan Junsu yg masih merasakan double kejutan.

"Model?" gumam mereka bersamaan, lalu saling menatap satu sama lain dan tertawa.

"Eukyang...kyang.." tawa Junsu. Yoochun berhenti tertawa dan menatap Junsu. Junsu yg merasa ditatap pun ikut berhenti tertawa dan melihat ke arah Yoochun.

"Wae?" tanya Junsu.

"Aniya. Kita ikut mereka. Ayoo," Yoochun berdiri dan menarik Junsu agar ikut berdiri. Lalu mereka berjalan keluar, mengejar pasangan tadi. Tanpa mereka sadari, tangan mereka masih terpaut.

OoOoO

Akhirnya mereka sampai di sebuah jalan tempat Jaejoong dan Junsu sering berjualan. Mereka kemudian turun dari mobil Yunho. Sebenarnya Jaejoong sudah memaksa agar Yunho dan Yoochun tidak ikut karena ini pengalaman pertama mereka. Namun, mereka bersikeras untuk ikut. Mau tak mau Jaejoong menurut saja.

"Kamsahamnida, Yunho-sshi, Yoochun-sshi," kata Jaejoong sambil membungkuk.

"Cheonmanaeyo. Oh ya, mulai sekarang panggil aku Yunho saja. Dan panggil adikku Yoochun," kata Yunho sambil menunjuk Yoochun yg entah-rebutan-apa dengan Junsu.

"Baik, Yunho," Jaejoong tersenyum dan mulai berjalan ke arah Junsu dan Yoochun yg masih saja mengeluarkan aura persaingan.

"Kalian kenapa?" tanya Jaejoong. Yoochun dan Junsu mendongak bersama lalu saling menatap satu sama lain dan saling membuang muka.

"Dia duluan, hyung! Dia bilang mau bantu kita jualan! Huh, mana bisa? Ngebungkus bunga saja hasilnya gak karuan!" kata Junsu ketus.

"Tapi, jualan itu lebih gampang," balas Yoochun.

"Oh ya? Mana mungkin orang sepertimu bisa menjual bunga? Yang ada malah kamu ngeluh mulu. Ya panas lah, debu lah, dan lainnya." cibir Junsu. Yoochun yg merasa diremehkan lalu menggeram pelan.

"Ayo kita bertanding. Siapa yg menjual 20 bunga lebih dulu, dia yg menang." tantang Yoochun. Dia merasa harga dirinya tidak dihargai namja imut di depannya.

"Ok, siapa takut!"

"Bagus. Yang menang boleh meminta apa saja dari yg kalah. Deal?"

"Deal!" Yoochun dan Junsu mengambil bunga bersamaan dan segera menghilang. Sementara Jaejoong hanya tersenyum maklum, dan mengambil sisa bunga untuk dijualnya. Dan meninggalkan Yunho yg masih termenung akibat efek senyuman manis Jaejoong tadi.

OoOoO

"Huh!" gerutu Junsu sambil melipat tangannya di depan badannya. Sekarang dia dan Yoochun berada di dalam mobil sport Yoochun yg sedang melaju tenang membelah jalan. Kenapa Junsu bisa berada disana? Tentu saja karena dia kalah dalam tantangan tadi pagi dan sebagai imbalannya, Yoochun meminta Junsu untuk makan malam bersamanya ke sebuah restoran. Junsu tentu menolak dan berlindung di belakang Jaejoong. Namun Jaejoong dengan santainya menyuruh Junsu ikut. Katanya...

"Kamu tidak boleh menolaknya. Bagaimana kalo dia diambil yeoja atau namja lain?"

Ingin Junsu berteriak sekerasnya dan menubrukkan dirinya ke mobil-mobil yg melintas, tapi terimakasih pada akalnya yg masih bekerja dengan baik sehingga hal itu tidak dilakukannya. Dan dia terpaksa menuruti kemauan Yoochun, membuat namja tampan itu tersenyum senang.

Dan disinilah dia sekarang, duduk manis di dalam mobil Yoochun yg entah kapan akan berhenti. Dia lalu mengetuk-ngetuk pahanya dengan jari telunjuknya sambil menggumamkan lagu kesukaannya. Dia kelihatan super bosan karena sejak 15 menit yg lalu dia masih berada di dalam sini, dengan Yoochun yg diam dan mobil yg melaju pelan. Entah kenapa, padahal biasanya orang akan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Namun Yoochun malah sengaja melambatkannya, entah karena apa.

Ckit

Mobil berhenti tiba-tiba, membuat dahi Junsu hampir mengalami pendarahan kalau saja dia tidak memakai seatbelt.

"YA! Kau ini apa-apaan, hah? Kau mau membunuhku?" kata Junsu kesal. Yoochun hanya tersenyum lalu melepaskan seatbelt-nya.

"Kita sudah sampai. Ayo," Junsu mendengus, lalu melepas seatbelt-nya dan keluar dari mobil itu tanpa menunggu Yoochun membukakan pintu untuknya.

"Cepat!" kata Junsu. Yoochun terkekeh pelan, membuatnya makin tampan dari sudut pandang Junsu. Junsu sedikit terpana, lalu wajahnya merona merah saat Yoochun menangkap basah dirinya melihat Yoochun dengan tatapan kagum.

"Kenapa mukamu merah, Su?" tanya Yoochun sambil mengelus pipi chubby Junsu. Junsu pun salah tingkah dan segera berjalan masuk ke dalam. Yoochun terkekeh lagi, sambil berjalan mengikuti Junsu ke dalam.

Sesampainya di dalam, Junsu langsung mengambil tempat di sudut belakang restoran, diikuti oleh Yoochun. Waitress datang sambil membawa wine, lalu dituangkan ke gelas di depan Yoochun dan Junsu. Setelah menyesapnya sedikit, Yoochun melihat-lihat daftar menu dan mulai memesan makanan. Junsu juga mulai memilih-milih menu dan setelah mereka memesan, sang waitress pergi. Yoochun menyesap wine itu lagi sambil menatap Junsu yg sibuk mengetuk-ngetuk meja sambil bersenandung kecil.

"Junsu-ya," panggil Yoochun membuat Junsu mengangkat kepalanya.

"Wae?" tanya Junsu pelan sambil menatap matanya intens. Jantung Yoochun berdebar melihat mata itu, apalagi mata itu menatapnya terus, membuat kata-katanya terhenti.

"Chun? Gwenchanha?" tanya Junsu sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Yoochun. Yoochun tersentak, lalu tersenyum.

"Gwenchanhayo, Su-ie," Junsu tersenyum salah tingkah, tapi kemudian dia membeku saat melihat sesosok pria di belakang Yoochun yg sedang berjalan ke arah mereka. Yoochun yg melihat Junsu seperti itu, lalu menggenggam tangan Junsu erat.

"Su?"

"..." Junsu masih tetap diam.

"Juns-"

"Junsu-ya?"

Deg!

OoOoO
TBC
OoOoO
Note: gak jadi twoshot T.T
ide'x kebanyakan T.T
maybe threeshot, ah! Must be threeshot! *plak*
chap bsok chap akhir. Thx 4 review'x ya? chap akhir br ada sesi jawab2 review :3
komen lg ya?

Always Keep the Faith