A/N : Halo Dunia! *ribut, dilempar sendal* Saya Update! Udah, langsung ja... Buat yang penasaran siapa aja Hostnya, di sini udah muncul semua..! Langsung deh...

Disclaimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club owned by Bisco Hatori

Rated : Antara K atau T...

Genre : Humor, Friendship, Parody

Warning : AU, shonen-ai, mungkin sedikit OOC, dan teman-temannya...

Inazuma Host Club

Episode 2

Prolog part 2

(Still) Kazemaru's POV

He? Inazuma Gakuen Host Club? Serius? Cuma hal itu yang bisa kupikirkan sekarang. Entah syok karena 'host club'nya atau karena cowok manis bin imut di depanku membicarakan host club dengan santainya. Dan satu hal yang bisa kukatakan hanya...

"Apa?"

Benar, apa. Saya tidak mengerti kenapa anda begitu imut... Maksudku, kenapa host club? Lebih tepatnya, Kenapa ada host club bisa ada di sekolah ini? Aku tetap kukuh memasang wajah bingung. Cowok headband itu terus memandangiku sambil berbicara.

"Inazuma Gakuen Host Club! Masa kamu nggak tahu tentang kami sih?" cowok itu keliatan ngambek. Dia cemberut sambil menggembungkan pipinya, yang membuatnya menjadi lebih imut dari sebelumnya... Eh? Bentar! Kok aku mikir begitu terus? Saya normal! Dan akhirnya aku pun sibuk dengan pikiranku sendiri sampai aku kembali disadarkan oleh suara itu...

"Hey, Kau tidak menjelaskan apa-apa padanya, Mamoru."

Suara itu adalah suara si cowok gogle a.k.a Yuuto. Mamoru? Apa itu nama cowok headband oranye yang imuuuu... Oke, stop sampai disitu! Sudah ku bilang aku normal! Ya kan...? Sudahlah, itu nanti saja. Aku menolehkan wajahku ke Yuuto. Dia kembali berbicara.

"Begini, seperti kata Mamoru tempat ini memang Host Club. Yah, walaupun namanya host club kami hanya..."

"Hey, Kidou! Kapten! Ngomong sama siapa?"

...Dan sekali lagi kata-kata Yuuto dipotong oleh seseorang. Yuuto hanya bisa menghela nafas. Kulihat suara siapa itu. Suaranya sedikit berat tapi terkesan seperti anak-anak. Menuju ke tempatku - Yuuto juga Mamoru - empat cowok lainnya.

Cowok pertama bermata biru tua dan berambut coklat muda - yang entah kenapa terkesan mencuat ke depan. Badannya kecil, mungkin anak kelas satu ya. Hmmm? Apa itu yang dipeluknya? Boneka...?

Cowok kedua bermata hijau keabu-abuan dengan rambut abu-abu yang berdiri ke samping. Raut wajahnya seperti mengantuk. Apa mungkin itu dari sananya ya?

Cowok ketiga berwajah sama dengan cowok kedua. Bedanya, rambut miliknya berwarna oranye dan lebih berdiri dari yang pertama. Dia juga memakai syal berwarna putih. Raut wajahnya lebih keliatan pemarah dari cowok satunya. Kembar tapi beda...

Cowok yang terakhir bermata hitam kelam dan berambut putih bersih. Wajahnya tanpa ekspresi dan sepertinya sulit untuk didekati. Mereka semua berjalan ke arah kami.

"Kalian ini! Kita lagi sibuk tau! Ayo kerja!"

Oh, ternyata suara tadi adalah suara si rambut oranye. Memang kelihatan seperti anak kecil...

"Atsuya.., Jangan berteriak pada Yuuto-kun dan Mamoru-kun!"

Atsuya? Nama rambut oranye ini ya..? Cocok banget... Yang barusan adalah teriakan kembaran si cowok oranye - maksudku Atsuya. Atsuya hanya bisa diam dinasehati. Kembarannya menatapku lalu tersenyum dan berkata,

"Ternyata tamu ya? Kenapa tidak disuruh masuk saja, kapten?"

Bukan! Aku bukan tamu! Aku cuman salah masuk tempat! ... Eh? Siapa itu kapten..? Tadi si Atsuya itu juga manggil kapten kan..?

"Shirooooouuu! Coba dengerin! Anak ini nggak tau tentang kita!"

Mamoru langsung mewek pada Shirou. Jadi namanya Shirou...? Shirou dan Atsuya.., entah kenapa berlawanan sekali.. Terus, Kapten itu maksudnya Mamoru ini ya? Aku mendengar Yuuto menghela nafas lagi.

"Wajar kalau dia nggak tahu, dia kan murid pindahan beasiswa. Benar kan, Kazemaru-kun?"

Iya, itu benar! Aku baru masuk di tahun keduaku. Wajar kalau aku nggak tahu ada host club di sekolah ini... kan? Lho? Kok Yuuto bisa tahu tentangku? Aku pun memandang Yuuto dengan wajah saya-nggak-ngerti. Tapi ternyata bukan hanya aku yang bingung, semua anak cowok yang datang ke tempat kami memandang Yuuto dengan ekspresi yang kira-kira bisa diartikan 'Kami juga nggak ngerti jelasin dong.' Ah, tapi cowok berambut putih tetap nggak ada ekspresinya... Yuuto lalu pindah posisi ke sampingku dan menghadap lainnya.

"Nama anak ini Kazemaru. Dia anak yang jadi gosip karena dia adalah satu-satunya anak yang masuk ke Inazuma Gakuen hanya berbekal kepintarannya saja. Dia bukannya sekelas dengan kalian, Mamoru.. Shuuya?"

Krik..Krik..Krik.. Ada jangkrik lewat, virus diam menyebar... Yak! Tiga, Dua, Satu...

"APAAA? Yang bener? Shuuya, kamu tahu dia?"

Aku mengikuti arah Mamoru menoleh untuk melihat siapa 'Shuuya'. Ternyata, dia adalah...

"Hn, Kamu yang duduk di belakangnya Handa kan..?"

...Cowok rambut putih tanpa ekspresi! Dan itu benar... Aku memang duduk dibelakang anak cowok bernama Handa Shinichi. Aku pun mengangguk dan hanya bisa menjawab...

"Anoo, kok kamu bisa tahu,...eee, Yuuto-san..?" Aku bertanya padanya. Dan lagi aku sekelas dengan dua cowok ini..? Kok aku nggak sadar ya?

"Aku punya sumber untuk informasi para murid di sini. Walaupun agak susah mencari data tentangmu yang jarang bersosialisasi." Yuuto menjawab. Aku hanya bisa terdiam mendengar itu. Sumber informasi? Dasar anak orang kaya..., dan apa maksudnya jarang bersosialisasi? Kalian itu yang susah untuk didekati!

"Oh, begitu." Aku menjawab dengan datar. "Lalu, bisa lanjutkan penjelasan yang tadi...?" Yang kumaksud adalah tentang Host Club ini. Ayo, jelasiiiin. Penasaran nih.

"Biar aku yang lanjutkan!" Mamoru sang kapten berteriak lantang. "Kami, Inazuma Gakuen Host Club ada untuk para murid perempuan! Kami menyambut, melayani, mendengarkan, bahkan menyelesaikan masalah para gadis yang datang ke sini! Dan tentu saja, karena ini Host Club tamu bisa memilih Host yang mereka mau. Kamu juga bisa memilih diantara kami berenam."

Hoo, begitu. He? Tunggu dulu. Kenapa aku juga bisa milih? Aku kan cowok? Jangan-jangan...

"Baiklah nona! Silahkan pilih siapa yang kau inginkan!"

Tuh Kan! Aku cowok! Masa pada gak sadar? Sebelum aku mengamuk karena statusku direndahkan(?) menjadi murid perempuan, Mamoru kembali melanjutkan kalimatnya.

"Aku lupa! Ini pertama kalinya kamu datang ke sini kan? Pasti kamu bingung mau pilih siapa. Biar kuperkenalkan satu-persatu!" Mamoru lalu mulai memperkenalkan teman-temannya.

"Dari yang paling kanan! Junior imut yang sopan dan perhatian! Tachimukai Yuuki!"

Cowok kecil dengan boneka itu pun membungkukkan kepalanya padaku lalu tersenyum. Ternyata benar junior ya. Kenapa bawa-bawa boneka...?

"Lalu selanjutnya! Kembar yang sama tapi berbeda! Kakak yang lembut dan adik yang tsundere! Fubuki Shirou dan Fubuki Atsuya!"

Si Kakak a.k.a Shirou tersenyum padaku. Auranya tenang sekali. Berbanding terbalik dengan si adik a.k.a Atsuya yang sekarang sedang teriak-teriak "Siapa yang Tsundere, hah?" Benar kata Mamoru. Kembar yang sama tapi berbeda...

"Di sebelahnya, cowok yang jarang memunculkan ekspresinya! Goenji Shuuya!"

Shuuya mengangguk kepalanya sedikit, masih tanpa ekspresi. Sepertinya dia lebih sulit dibaca daripada Yuuto...

"Dan Jenius di sekolah ini! Sang Game Maker! Kidou Yuuto!"

Yuuto tersenyum kecil padaku. Aku hanya bisa ber-oh saja.

"Dan yang terakhir! Pemimpin alias Kapten Inazuma Gakuen Host Club ini! Aku, Endou Mamoru!"

Sambil berbicara dia menunjuk dirinya sendiri. Tiba-tiba terdengar tepuk tangan yang meriah dari ruangan itu. Terdengar juga suara para murid perempuan yang memanggil host-host itu. Aku sampai lupa kalau ada banyak perempuan di sini...

"Jadi mau pilih siapa?" Suara Mamoru membuatku sadar. Ingin sekali aku berteriak 'Aku gak milih siapa-siapa! Aku mau keluar dari sini!' tapi kalimat yang keluar malah...

"Anoo, maaf, kayaknya aku salah tempat... Aku permisi ya..."

Akupun mulai berjalan mundur meninggalkan tempat itu. Sedikit lagi aku akan sampai di pintu keluar. Ayo! Berjuanglah diriku! Sayang itu semua harus dirusak oleh kalimat yang dilontarkan Mamoru.

"Eh? Kenapa? Padahal kamu sudah datang ke sini kan, NONA manis?"

Jleb! Satu kata Bold dan Caps Lock diatas cukup untuk memutuskan tali kesabaranku. Makannya siapa itu...

"SIAPA YANG NONA MANIS, HAH?"

Aku berteriak sekencang-kencangnya. Urat-urat di leherku pasti terlihat semua. Tanpa sadar tanganku ikut bergerak ke samping dan...

Brukk!

Aku seperti menyenggol sesuatu. Kulihat sampingku, aku menyenggol vas bunga yang sekarang jatuh ke lantai dengan gerakan Slow Motion. Dan akhirnya...

Prang!

Vas bunga itu pecah dengan indahnya di depan mataku. Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam. Mataku masih terpaku pada pecahan vas di lantai. Dan lagi-lagi aku harus disadarkan dengan suara seseorang...

"Ah. Gawat."

Suara Yuuto terdengar di telingaku. Aku pun menolehkan kepalaku ke arah Yuuto. Kulihat wajahnya yang terlihat tidak tenang. Sama seperti host lainnya yang kelihatan cemas - kecuali Shuuya yang ekspresinya benar-benar tak bisa kubaca.

"Emm, Yuuto... Vas itu jangan-jangan... punya 'dia' ya ?" Mamoru bertanya pelan. Yuuto menghela nafas lalu mengangguk. Mamoru dan host lainnya - kecuali Shuuya - dari cemas langsung berubah ke wajah horor. Sepertinya pemilik vas ini sangat mengerikan sampai-sampai mereka berwajah seperti itu. Gara-gara aku, mereka... Ah!

"Maaf! Maaf aku tidak sengaja!"Aku langsung meminta maaf sambil membungkkukan badan pada mereka. "Biar vasnya aku ganti..."

"Itu tidak mungkin."

Aku kaget karena yang memotong kalimatku tadi adalah... Si cowok tanpa ekspresi, Shuuya. Aku hanya mengerutkan kening mendengar hal itu.

"Shuuya benar. Kamu tidak mungkin bisa menggantinya." Yuuto berbicara lagi. Aku menatapnya bingung. Dia melanjutkan, "Harga vas ini *piiiiiip* yen lho. Kamu pasti nggak sanggup kan?"

What the? Kupingku nggak salah kan? Itu tadi ada berapa nolnya! Vas ini semahal itu? Aku hanya bisa melongo mendengar harga vas ini. Bagaimana ini?

"Jadi bagaimana ini, Mamoru-kun/Kapten?"

Shirou dan Atsuya berbicara berbarengan. Ternyata mereka bisa kompak seperti itu ya. Eh! Tunggu dulu! Bukan saatnya mikirin hal lain! Mamoru terlihat berpikir keras.

"Susah juga ya. Kalau vas biasa tidak diganti juga tidak apa-apa sih. Masalahnya ini punya 'dia'! Aduuuh.."

Dia berpikir sambil menaruh tangannya di dagunya dan menutup matanya. Aku hanya bisa pasrah dengan nasibku sekarang. Tidak mungkin aku bisa mengganti vas semahal itu. Tapi aku jadi penasaran, 'dia' itu siapa...? Tiba-tiba Mamoru membuka matanya dan berkata..

"Aha! Betul juga! Hei, namamu tadi Kazemaru kan?" Dia bertanya. Aku hanya mengangguk pelan, sudah pasrah.

"Baiklah, Kazemaru! Untuk mengganti vas yang telah kamu pecahkan kamu harus..."

Aku menunggu dan menelan ludahku. Pokoknya akan kulakukan apa saja asal tidak harus membayar *piiiiip* yen itu.

"Bekerja sampingan di Inazuma Gakuen Host Club!"

... Hening semua. Otakku masih men-loading perkataan Mamoru barusan. Loading selesai dan...

"APAAA?"

Tu bi Kontinyuu...

Haha! Tambah Gaje aja...

Dan tambah repot karena karakternya tambah banyak...

Mari balas review~~! (orang yang baru merasakan bahagianya dapet review...)

Yue :

Kyaa! Review pertama! Arigatou Gozaimasu! Saya akan berusaha..! *bungkuk-bungkuk badan*

Akazora no DarkTokyo :

Iya,,yokatta... ^_^

Terima Kasih,, bikin penasaran ya..? Emang harus begitu!*plaak*

Udah tau kan, siapa-siapa yang jadi Host...? Tebaklah satu persatu..!*ditampol*

Ni dah update,, Happy Reading!

Dika The Reborned Kuriboh :

Makasih! Makasih! hehe,,

Ho oh! Karena satu pict tu, jadi kepikiran bikin Host Clubnya Inazuma Eleven...XD

Iya ya... Mamoru lebay deh~~! *dicekek tangan dewa*

Shuuya dah muncul tu,, bersama dengan Host lainnya! Dan tentu saja,, si kembar fubuki..!

He...? Sebagus itu kah ? Malu saya jadinya...*plaak*

Saya akan berusaha lagi..!

'Aka' no 'Shika' :

Hehe,, emang idenya diambil dari Ouran sih...

Emmm,, dah ketahuan kan..? hehe...

Sudah di Update! Happy Reading yo..!^_^

A/N (lagi) : Fiuuh! Saya usahakan untuk update kilat lagi...

Review nya ya~~~

Arigatou Gozaimasu!

Gita Chibi