A/N : Saya telat...! Hehe, mungkin nggak bisa apdet kilat lagi karena udah mulai kul... Langsung ja ya..

Disclaimer : Inazuma Eleven Owned by Level-5and Ouran Koukou Host Club Owned by Bisco Hatori

Rated : Antara K atau T...

Character(S) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Goenji Shuuya

Genre(s) : Humor, Friendship, Parody

Warning : AU, Shonen-Ai, mungkin sedikit OOC, dan teman-temannya...

Inazuma Eleven Host Club

Episode 3

Disclaimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran High School Host Club owned by Bisco Hatori

(Still and Still) Kazemaru's POV

Oke, tarik nafas, tenangkan dirimu. Ingatlah, kamu harus mengganti rugi vas bunga itu. Tenang dan pikirkan baik-baik. Kamu tidak punya dan tidak akan pernah mempunyai uang sebanyak itu. Karena alasan itu kan kamu sekarang berada di sini? Duduk di depan cermin dalam salah satu ruangan di Host Club, sedang menenangkan dan mempersiapkan dirimu untuk keluar dari ruangan itu, keluar dari ruangan itu dengan memakai... memakai... memakai...

Dengan sangat perlahan dan sangat tidak rela aku membuka mataku. Kulihat pantulan diriku dari cemin di hadapanku. Yang kulihat adalah seorang COWOK berambut panjang ponytail berwana turqoise, COWOK yang mata kanannya berwarna coklat muda dan mata kirinya ditutupi poni, COWOK yang sekarang memakai... memakai...

Kuhela nafasku. Aku bahkan tak bisa menyebutkan 'apa' yang kupakai sekarang. Ingin rasanya aku lari dari tempat ini dengan kecepatan lariku yang kubanggakan. Atau jika itu tidak bisa, setidaknya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya untuk melepaskan bebanku sekarang. Hmm, mungkin berteriak itu ide yang bagus. Baiklah, kucoba saja. Ambil nafas dan satu, dua, tiii...

TOK!TOK!TOK!

"Woi, Kazemaru! Sudah belum?"

Dan gagal sudah rencanaku untuk melepas beban. Kudengar suara Mamoru dari balik pintu. Dengan ogah-ogahan aku pun berjalan menuju pintu dan membuka kenop pintu. Perlu kuingatkan bahwa aku membuka pintu itu dengan sangat perlahan. Jujur saja, kalau bisa aku tidak ingin melakukan ini.

Begitu pintu 'laknat' itu terbuka, Aku disambut dengan senyuman malaikat... Maksudku senyuman Mamoru. Dia tersenyum lebar bagai anak kecil yang baru saja mendapatkan keinginannya. Dia lalu menggandeng tanganku, yang membuatku sedikit tersipu dan membawaku ke tempat Host yang lain.

Tralala... Trilili... Pembatas cerita...

Langsung kurasakan tatapan dari semua Host minus Mamoru yang masih senyam-senyum sendiri. Sepertinya dia benar-benar senang. Tapi kenapa...? Jangan-jangan... Apa karena pakaian ini...? Bila itu benar, aku hanya bisa bersabar. Tapi kalau yang tertawa itu anak lain, pasti akan kuhabisi di tempat karena menertawakanku!

"Kostum itu sangat cocok untukmu, Kazemaru-san!"

Kulihat Shirou mengucapkan hal itu dengan senyum sejuta watt-nya. Mungkinkah sampai sekarang tidak ada ada seorang pun yang sadar kalau aku ini Cowok?

"Aku setuju denganmu, Aniki. Memang cewek bagusnya pakai kostum seperti ini ya."

Ternyata memang tidak ada yang sadar. Dan lagi Atsuya, kalau memang cewek pasti bagus. Tapi kalau yang pakai COWOK yang dikira cewek... Aku jadi merasa kasihan dengan orang yang membuat baju ini. Kulihat wajah mereka satu persatu. Mamoru yang masih senyam senyum sendiri, Shirou dan Atsuya yang kelihatan gembira sekali, Si junior Yuuki masih sambil memeluk bonekanya memandangku dengan kagum, serta Yuuto dan Shuuya yang diam tanpa ekspresi.

"Jadi, kenapa aku harus memakai pakaian..." susah sekali menyebutnya 'pakaian' "...seperti ini ?"

Kutanyakan hal yang paling ingin kuketahui sekarang. Kuharap kalian memberiku alasan yang sangat – kutekankan lagi – sangat bagus. Karena kalau tidak kalian akan merasakan amukan dari seorang Kazemaru Ichirouta ini!

"Eh? Apa ada yang salah dengan kostum itu? Padahal sangat cocok denganmu lo, Kazemaru." Mamoru membalas pertanyaanku. "Lagian, kalau kerjanya di Host Club, memang anak cewek itu harus pakai kostum MAID, kan?"

Apa? Hanya dengan alasan seperti itu kalian menyuruhku memakai baju-cewek-dengan-rok-yang berenda-dan-celemek atau yang lebih sering disebut kostum Maid ini? AAHH! Mulai kubuka mulutku untuk menuangkan segala kekesalanku. Tapi, semua hal yang ingin kumuntahkan itu langsung sirna begitu saja begitu melihat wajah Mamoru yang... yang...

"Jangan-jangan..., Kamu nggak suka ya...?" Mamoru mulai memperlihatkan wajah ngambeknya.

GAHHH! Imut banget! Nggak kuat! Kenapa kamu bisa seimut itu sih? Aku jadi nggak bisa bilang nggak mau kan? Memang sepertinya aku harus memperjelas kesalahpahaman di sini...

"Nggak, bukannya gitu. Tapi aku ini kan..."

" Berarti kamu suka kan? Baiklah, ayo kita semua mulai kerja! Semangat!"

...Dan tanpa rasa bersalah sedikit pun, Mamoru memotong kalimat penjelasanku itu. Dia melangkahkan kakinya menuju ruang utama Host Club diikuti yang lainnya. Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Dengan sangat berat hati, kuayunkan kakiku mengikuti mereka. Dari sudut mataku kulihat Yuuto menatapku dari depan sana. Dia akhirnya mendekat ke arahku dan berkata,

"Maaf, bertahanlah dengan pakaian itu untuk satu hari saja."

Setelah mengatakan itu, dia pergi lagi menuju tempat Host lainnya. Aku hanya bisa bingung sendiri dengan kalimat barusan. 'Bertahanlah'? Apa maksudnya...? Eh, jangan-jangan... Yuuto tahu kalau aku ini cowok? Kalau sekarang dipikir-pikir wajar saja kalau Yuuto tahu. Dia kan punya sumber informasi. Tapi, kenapa dia tidak memberi tahu yang lainnya...?

"Kazemaru! Ngapain bengong di situ? Ayo cepat ke sini!"

Mamoru memanggilku dari tengah ruangan. Yah, sudahlah. Mungkin saja ada alasan tertentu. Lagipula Yuuto bilang 'untuk satu hari saja' kan? Berarti kalau Aku bisa melewati hari ini, mungkin aku bisa meluruskan kesalahpahaman dengan semuanya. Aku pun mendekat menuju para Host itu.

"Baiklah, Ayo kita mulai bekerja!"

Suara Mamoru itu pun membuka hari pertamaku di Host Club ini...

Tralala..Trilili.. Pembatas Cerita...

Ruang musik yang tidak terpakai, bila dilihat dari sekilas dari luar hanya terlihat seperti ruang biasa yang – seperti sebutannya tidak terpakai. Tapi, siapa yang menyangka bahwa dibalik pintu ruangan itu kita bisa menemukan surga bagi para murid perempuan alias Host Club ? Yang pasti itu bukan aku.

Dan sekarang aku ada di dalam ruangan itu. Berdiri di pinggir, memakai kostum maid, dan melihat aktivitas para host yang sedang melayani tamu-tamu mereka. Sepertinya mereka menerapkan cara berbeda untuk melayani tamu masing-masing. Penasaran ? Mari kita lihat satu-persatu.

Kita mulai dari yang paling dekat dari tempatku berdiri yaitu Tachimukai Yuuki. Junior kecil nan imut yang selalu memeluk bonekanya. Dia sedang mengobrol dengan tamu-tamunya.

"Emm, Ano, Tachimukai-kun..." Salah satu murid perempuan dengan wajah tersipu memanggilnya.

"Eh? Ada apa?" Dan Yuuki langsung mengeluarkan senyuman khasnya, wajah yang sedikit dimiringkan, senyum yang imut dan dekapan erat pada bonekanya. Terkesan sangat natural. Atau jangan-jangan itu memang senyum aslinya...?

Dan wajah tersipu murid itu pun sukses berubah jadi wajah kepiting rebus. Merah merona dari atas sampai bawah. Dengan terbata-bata, cewek itu pun mengatakan maksudnya.

"A, a,ano... i, ini... A, aku tadi membuat kue di pelajaran memasak. A,a, apa Tachimukai-kun mau...?"

Cewek itu pun mengulurkan sebuah bungkusan kue kepada Yuuki. Yuuki lalu mengambil kue itu lalu berkata,

" Terima Kasih. Nanti pasti kumakan!" Sekali lagi Yuuki mengeluarkan senyum khasnya. Efeknya? Jangan ditanya lagi. Bukan hanya si pemberi kue tadi, tamu si junior yang lainnya pun ikut menjadi kepiting rebus! Senyum alami yang menakutkan...

Jadi Yuuki itu tipe yang alami ya. Entah harus takut atau tidak dengan senyumnya itu... Yah, daripada itu aku lebih penasaran dengan bonekanya. Setelah kuperhatikan baik-baik, boneka itu mungkin bentuk mungil dari seseorang. Wajah boneka itu tersenyum, kulitnya berwarna coklat, dan juga mempunyai rambut berwarna pink...

Entahlah, mungkin nanti bisa kutanyakan ke Yuuto atau Mamoru. Kulihat Yuuki melirik ke arahku. Mungkin dia sadar dari tadi dia diperhatikan. Kutolehkan pandanganku dari si junior dan pandanganku langsung mendarat di...

Si kembar tapi beda, Fubuki Shirou dan Fubuki Atsuya. Sepertinya mereka berdua bekerja sama untuk melayani tamu mereka. Hmm? Kenapa mereka ribut sekali..?

"Itu bukan aku, Aniki bodoh!"

Suara Atsuya sukses membuat kupingku berdenging. Bukan hanya aku, para tamu dan host lainnya menolehkan kepala mereka ke arah suara itu. Tapi setelah beberapa detik mereka langsung kembali ke aktivitas masing-masing. Mungkin mereka sudah terbiasa ya.. Aku pun kembali memperhatikan dua bersaudara itu.

"Shhh! Atsuya, pelankan suaramu!" Shirou menasehati Atsuya. Yang dinasehati hanya bisa pasang muka cemberut. Sang Kakak lalu menoleh ke tamu-tamunya lalu berkata,

"Maaf ya, Atsuya berisik sekali. Kalian tidak terganggu kan?" Tidak ketinggalan senyum sejuta-watt terpasang di wajahnya. Hasilnya? Bukannya menjawab, para cewek hanya bisa ber 'kya kya' melihat senyum menyilaukan itu.

"Aniki..! Jangan mengalihkan pembicaraan!" Sekali lagi Atsuya berteriak pada kakaknya itu. Walaupun suaranya sudah lebih pelan dari yang tadi...

"Eh? Yang tadi itu? Tapi benar kan, Atsuya masih sering ngompol waktu umur 5 tahun?" Yang diteriaki membalas dengan muka kalem. Aku pun tertawa kecil mendengar hal itu. Muka Atsuya langsung memerah mendengar kata-kata Anikinya.

"Nggak! Agh! Itu bukan Aku tapi Aniki kan?" Atsuya sampai jadi jeruk rebus begitu...

"Eh? Masa sih? Iya, iya. Bercanda kok. Maaf ya." Shirou lalu mengelus kepala Atsuya. Sang adik, masih dengan muka cemberut dan sedikit merona hanya bergumam pelan 'ya udah, kumaafkan'. Manis...

Ah, Kelupaan. Reaksi para tamu? 'kya kya' mereka terdengar lebih nyaring, bahkan ada yang mengabadikan momen itu dengan kamera. Berarti mereka berdua tipe brother love ya? Cocok sih, karena sifat mereka berbeda gitu. Yah, mari tinggalkan si kembar itu dan beralih ke...

Si cowok tanpa ekspresi, Goenji Shuuya. Entah kenapa, tempat miliknya terlihat sangat tenang. Tenang...Tanpa suara...Tanpa Kehidupan...Eh, masih hidup ternyata. Kenapa mereka bisa tenang seperti itu..? Hmm...

...Setelah selama kurang lebih dua menit, mereka masih tenang tidak ada yang berbicara. Tapi, bila diperhatikan baik-baik terlihat semburat merah di wajah para murid perempuan yang duduk diam di situ. Shuuya? Dia masih dengan wajah tanpa ekspresinya, duduk tenang sambil membaca buku. Bisa menaklukkan cewek-cewek dalam diam? Ternyata, dia hebat juga... Air tenang menghanyutkan...

Baiklah! Selanjutnya, mari kita lihat... He? Mana dia? Kok nggak ada...?

"Kamu mencariku?"

Badanku langsung membeku di tempat ketika mendengar suara itu. Perlahan, kutolehkan wajahku ke arahnya. Yup, Kidou Yuuto dengan santainya bersandar di dinding tepat di samping kananku. Sejak kapan dia ada di situ...? Dan dia langsung bicara kembali,

"Aku ke sini ketika kau sibuk memperhatikan kelompoknya Shuuya."

Buset! Orang ini esper ya? Dia bisa baca pikiran orang?

"Sebelum kamu bertanya, aku tidak bisa membaca pikiranmu. Hal yang kau pikirkan tertulis jelas di wajahmu."

Ha? Aku pun langsung menyentuh wajahku. Apa ekspresiku begitu mudah dibaca? Eh, tunggu dulu...

"Kamu tidak melayani tamu? Kamu salah satu dari Host kan?" Aku pun bertanya dengan suara pelan. Takut terdengar yang lain. Untung sekali ketika kaget tadi aku tidak berteriak.

"Yah, aku memang salah satu dari mereka. Dan bukannya aku tidak melayani tamu, kalau mau aku bisa saja."

"Eh? Maksudnya?" Aku dibuat bingung dengan jawabannya tadi.

"Tugasku di sini lebih sebagai perencana. Aku melakukan perencanaan event, konsumsi, dan tentu saja keuangan klub ini. Teh dan kue yang dimakan di sini itu tidak muncul begitu saja, aku yang mengurus semuanya." Yuuto menjelaskan panjang lebar.

"Oh, begitu." Aku menganggukkan kepala tanda mengerti. "Kalau begitu kau ini tipe yang mana?"

Kulihat Yuuto mengangkat salah satu alisnya ketika mendengar pertanyaanku. "Kalau yang kamu maksud tipe sifatku, banyak yang bilang kalau aku tipe serius." Dia pun langsung menjawabnya. Aku hanya ber-oh ria.

Setelah itu kami berdua terdiam. Aku melihat ke arah depan, tempat di mana Host terakhir berada. Itu benar, Sang Kapten Endou Mamoru. Kuperhatikan baik-baik, sepertinya tamu Mamoru lebih banyak daripada host yang lainnya. Dan mereka semua... tertawa..? Seperti tidak ada masalah sedikit pun, Mamoru dan tamu-tamunya tertawa lepas seperti anak kecil. Kenapa bisa...?

"Itu ciri khas Mamoru." Tanpa ditanya Yuuto menjelaskannya padaku. "Mamoru itu Host yang paling banyak mendapat tamu di sini. Entah kenapa dia bisa membuat para tamu miliknya melupakan masalah mereka. Membuat mereka tertawa dari lubuk hati mereka. Bisa dibilang Mamoru itu tipe yang menyebarkan kebahagian pada orang lain."

"Menyebarkan kebahagiaan pada orang lain... Ternyata memang masih ada ya, orang yang bisa melakukan itu..." Tatapanku terpaku pada Mamoru. Perasaanku jadi tercampur aduk. Entah kenapa, aku merasa senang. Mungkin karena aku menemukan orang lain yang bisa menyebarkan kebahagian... Perlahan, kutundukkan kepalaku dan kusentuh poni yang menutup mata kiriku. Aku senang tapi juga...sedih...

Tanpa kusadari Yuuto memperhatikanku sejak tadi. Aku pun mengangkat kepalaku dan memberikan senyuman kecil padanya. Dia hanya memandangku dengan tatapan – yang terlihat – cemas. Kami pun saling bertatap-tatapan sampai akhirnya...

TENG! TENG! TENG! TENG!

... Bunyi bel dari menara jam sekolah dengan sukses mengagetkan kita berdua. Berdentang empat kali, sudah jam empat ya. Tidak terasa hari pertamaku di Host Club ini pun selesai. Kulihat para tamu mulai beranjak dari tempat duduk mereka. Tidak lupa menyampaikan salam seperti 'sampai jumpa' dan 'aku akan ke sini lagi' pada Host mereka masing-masing. Dan akhirnya mereka semua akan pergi dari tempat ini melalui pintu...

...Harusnya sih begitu. Tapi entah kenapa mereka hanya diam terpaku di tempat mereka. Padahal pintu itu sudah di depan mata mereka. Atau kalau dari sudut pandangku, pintu itu ada di samping kananku dan Yuuto. ...Tunggu dulu. Jangan-jangan mereka bukan melihat pintu tapi melihat...

"Endou-san, itu siapa...?"

Tuh kan benar dugaanku. Mereka bukan melihat pintu keluar, melainkan melihatku – dan Yuuto – yang berdiri 1 meter dari samping pintu. Langsung kudengar bisikan para murid perempuan di ruangan tersebut.

"Hei, anak itu siapa...?"

"Sepertinya dia akrab dengan Kidou-san..."

"Kenapa pakai baju Maid...? Tapi... Cocok."

Dan masih banyak lagi bisikan makhluk halus(?) di ruangan itu. Aku hanya bisa terdiam. Sabar, sabar... Tapi, makin lama bisikannya kok jadi tidak enak begini? Mulai kubuka mulutku untuk menjelaskan semuanya. Tapi kalimatku terhenti oleh suara helaan nafas Yuuto. Kulihat dia berdiri tegak dan maju selangkah ke depan.

"Maaf bila mengagetkan kalian semua. Kuperkenalkan, anak ini adalah Kazemaru dari kelas 2-B. Dia adalah penerima beasiswa yang digosipkan itu."

Ruangan itu masih hening. Yuuto pun melanjutkan penjelasannya.

"Karena suatu sebab maka dia akan ikut bekerja di sini sebagai Host. Penampilannya hari ini adalah salah satu tes untuk itu. Tentu saja dia tidak akan memakai Kostum Maid lagi. Kostum ini adalah salah satu bentuk tes yang diberikan padanya."

Hoo, begitu rupanya. Jadi kostum ini hanya tes ya? ...Eh? Tes? Untuk apa? Aku hanya bisa melongo memandang Yuuto, tanda tak mengerti.

"Jadi, tamu kami sekalian. Mulai besok, Kazemaru resmi menjadi salah satu Host kami. Kami mohon kerja samanya untuk Host baru kami. Terima Kasih dan sampai besok!"

Setelah mengatakan itu Yuuto langsung menarikku menuju ke ruangan tempatku berganti baju. Kulihat para tamu mulai keluar dari ruang Host Club sambil berbisik-bisik. Kulihat juga, Host lainnya mengikuti kami menuju ruang ganti.

Tralala..Trilili.. Pembatas Cerita...

"Apa maksudnya itu, Yuuto?"

Kudengar suara Mamoru dari balik tirai tempatku mengganti baju. Ternyata dia juga tidak tahu tentang hal ini ya. Kudengar Mamoru melanjutkan,

"Dia kan cewek, kenapa disuruh jadi Host?"

Jleb! Entah kenapa, kalau Mamoru yang mengatakan kata cewek itu jadi benar-benar menohok hati... Aku hanya bisa terdiam mendengar hal itu. Yuuto pun menjawab,

"Jadi kamu belum sadar sampai sekarang?"

...Dan aku bisa membayangkan wajah Mamoru yang bingung di balik tirai ini.

"He? Sadar apa?"

Kudengar Yuuto menghela nafasnya. Lalu dia menjawab,

"Susah banget menjelaskannya ke kamu. Lihatlah dengan matamu sendiri supaya kau mengerti.

Ya, lihatlah baik-baik kalau aku ini cowok. Eh? Melihat dengan mata sendiri itu jangan-jangan...

Srakk!

Benar saja. Yuuto membuka tirai yang membatasiku dengan mereka semua. Aku hanya bisa diam membeku di tempat, karena sekarang aku hanya memakai bawahan saja. Yah, biarlah. Toh kita sama-sama cowok. Dan reaksi mereka adalah...

"Huwaa!" Mamoru langsung menutup matanya. Yang lain? Mereka hanya diam tanpa ekspresi. Kudengar Atsuya dan Yuuki ber-ah kecil dengan suara mereka.

"Sudah kuduga, kamu ini cowok ya!" Shirou yang bereaksi paling awal dari mereka semua. 'Sudah kuduga'? Berarti dari awal semuanya sudah tahu... " Dan sudah kuduga, Cuma Mamoru-kun yang nggak sadar!"

He? Dia beneran nggak sadar ya...? Kulihat Mamoru mulai membuka matanya. Wajahnya sedikit merona, mungkin karena malu. Dia melihatku dari atas sampai bawah. Hening sesaat dan...

"HEEE? KAMU BENERAN COWOK YA?"

Aku reflek menutup kupingku mendengar teriakannya. Kulihat Mamoru mangap-mangap mirip ikan mas. Lucu... Dia menoleh ke arah Shuuya dan bertanya,

"Shuuya, kamu sudah tahu...?"

"Dia kan sekelas dengan kita. Tertulis di absensi kelas..." Yang ditanya menjawab dengan kalem. Mamoru pun menoleh lagi,

"Shirou? Atsuya?"

Kulihat si kembar tersenyum, lalu Shirou menjawab, " Aku dikasih tahu Yuuto-kun!" Yang langsung disambung Atsuya, "Kapten lupa? Aniki kan sekelas dengan Kidou. Kalau aku dengar dari prediksi Tachimukai!"

Mendengar nama si junior, Mamoru langsung menoleh kepada yang bersangkutan.

"Yuuki?"

Yuuki pun menjawab, "Saya tidak diberitahu siapa-siapa. Hanya saja postur tubuh Kazemaru-senpai itu lebih seperti laki-laki daripada perempuan. Lalu saya membahasnya dengan Atsuya-kun."

Tuh kan! Postur tubuhku itu nggak mirip cewek tahu! Tinggal satu orang yang belum ditanya oleh Mamoru...

"Langsung saja, Aku sudah tahu dari awal. Tidak mungkin sumber informasiku salah."

Dan Yuuto dengan kekuatan membaca pikirannya langsung menjawab pertanyaan Mamoru itu. Tidak memberikan sedikit pun celah pun pada Mamoru untuk menyelanya. Dalam kesempatan ini, Aku langsung memakai seragamku – seragam cowok Inazuma Gakuen, Gakuran berwarna biru dengan lambang petir di pundak kirinya.

Dari sudut mataku, kulihat Mamoru memandangku sambil garuk-garuk kepala. Dan dia pun...

"MAAF! Maaf aku sudah mengiramu cewek! Maaf aku sudah memanggilmu Nona Manis segala!" Mamoru membungkukkan badannya dalam-dalam. Sepertinya dia sangat menyesal...

"Eh, nggak apa-apa kok..." Hanya itu yang bisa kukatakan. Mau marah, Mamoru sudah pasang wajah imut begitu... AGHH! Nggak bisa! Nyerah deh kalau sudah lihat mukanya!

"Oh, Ya sudah. Maaf ya!" Mamoru langsung tersenyum kepadaku.

...Cepet banget ceria lagi. Aku hanya bisa bengong melihat perubahan sikapnya itu dan sepertinya itu tidak semuanya...

"Tapi, kamu memang cocok pakai kostum Maid itu lo!"

...Tuh kan. Sabar, sabar Ichirouta... Ingat-ingatlah dengan hutangmu itu... Eh, tunggu dulu... Kutolehkan kepalaku ke Yuuto. Menyadari ini Yuuto langsung berkata,

"Hutangmu belum lunas. Sudah kujelaskan tadi kan? Kau akan bekerja sebagai Host di sini untuk membayarnya."

Emmm, sebenarnya kalian belum menjelaskan apa-apa padaku. Mamoru hanya bilang untuk bekerja paruh waktu di sini. Ingin kukatakan itu secara jelas pada mereka. Tapi, semua itu terhenti ketika aku melihat wajah mereka semua...

Mamoru masih dengan muka ngambek tapi imutnya, mulai teriak-teriak ke Yuuto. Sepertinya dia marah karena tidak diberi tahu apa-apa tentangku. Shirou sambil tersenyum berusaha menenangkan Mamoru, diiringi oleh suara tawa Atsuya dari belakang. Yuuki, masih memeluk erat bonekanya, tersenyum dan tertawa kecil melihat para senpai-nya itu. Dan Shuuya... Untuk pertama kalinya, kulihat senyuman kecil dibibirnya.

...Mereka semua terlihat sangat senang... Tersenyum... Tertawa bersama... Mereka... bahagia...

"Itu ciri khas Mamoru. Bisa dibilang Mamoru itu tipe yang menyebarkan kebahagian pada orang lain."

Kuingat kembali kata-kata Yuuto tentang Mamoru. Apakah itu benar...? Benarkah masih ada orang yang bisa menyebarkan kepada orang lain...? ...Bahkan kepadaku...? Seperti 'dirimu' dahulu...

"Hey, Kazemaru!"

Suara Mamoru membuatku sadar kembali. Kulihat Mamoru tersenyum lebar kepadaku. Bukan hanya Mamoru, semua Host memandangku sambil tersenyum. Lalu, Mamoru pun mengulurkan tangannya padaku dan berkata,

"Kita ulangi sekali lagi. Selamat datang di Inazuma Gakuen Host Club! Mohon kerja samanya ya, Ichirouta!"

Dan dia tersenyum, seperti anak kecil yang tidak punya beban. Perlahan, kuulurkan tanganku dan kuraih tangan miliknya. Hangat...

"Aku juga mohon kerja samanya, Mamoru."

...Dan inilah awal sebenarnya dari hari-hariku di Host Club...

Tu Bi Kontinyu...

Fiuhhh! Selesai! Saya masih pusing bikin lanjutannya tuh fic kolab...

Enaknya gimana ya...?

Yasud lah, Balasan Review :

Dika the Reborned Kuriboh :

Haha,, syukur deh kalo jadinya lucu...

Bukan! Shuuya itu punya saya...! *dibakar Shuuya*

'Dia'... 'Dia' itu... tunggu setelah pesan-pesan berikut ini..! *plakk!*

HiksHiks, saya akan berusaha melanjutkan fic kolab nya... (bingung mo kesel ato nangis karena di tag...)

Yue Akari :

Iya, bener tu... Ichi kamu jadi cewek ja ya! *ditendang Ichi*

Terima kasih reviewnya,, saya akan berusaha lagi..!^_^

Akazora no Darktokyo :

Ni saya apdet lagi,, maaf klo agak telat...

Untuk pairing... Bwahahaha! itu rahasia! *plakk*

Emm,, saya tidak mengikuti pairing dari Ouran kok,, jadi tunggu saja ya~~~! ^_^

Hehe,, saya emang teliti kok..(narsisnya keluar).. Nggak ding, tu yang meriksa misstypo ada dua orang, jadi dijamin (Insya Allah) tidak ada misstypo na...

Thanks Review nya...!

dya2109 :

Ah, nenek saya datang merivew!*plaak*

'dia' tuh masih rahasia, jadi...

Tunggu ja chapter selanjutnya ya...

Met ketemu di kampus yo...!^_^

Cleisthen Steve :

'Lam kenal Juga !*bungkuk-bungkuk badan*

Iya, dia kan emang mirip cewe...mmmmm! *mulut saya dibekep Ichi*

Buaahh! *udah dilepas* 'Dia' itu masih rahasia... jadi baca terus ya! *promosi, dilempar panci*

Iya...! Ni sudah di apdet! Saya jangan diapa-apain...! *sembunyi di kolong meja*

A/N (lagi) : Cape... Saya mungkin apdet nya jadi seminggu sekali... Maklum tak ada internet dikosan jadi... Saya harus lari keliling untuk nyari hotspot... Dan di kampus saya tidak bisa buka ffnet,, jadi...

Begitulah! *plakk!*

Yo wes! Review ya...! *puppy eyes no jutsu*