A/N : Apdet! HiksHiks,, cape ni habis ospek fakultas... Kalian cobalah rasakan penderitaan seorang maba! *curhat, dilempar panci*. Sudahlah, mari kita lanjutkan saja...
Disclaimer : Inazuma Eleven Owned by Level-5and Ouran Koukou Host Club Owned by Bisco Hatori
Rated : Antara K atau T...
Character(S) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Goenji Shuuya, Aki Kino
Genre(s) : Humor, Friendship, Parody
Warning : AU, Shonen-Ai, mungkin sedikit OOC, dan teman-temannya...
Inazuma Host Club
Episode 4
The Wind's First Guest
Mamoru's POV
Kringg! Kringg!
Ughh, berisik banget... Suara apa sih...?
Kringg! Kringg!
...Oh, ya. Wekerku... Aku pun mengangkat tanganku, mencoba meraih jam weker yang kuletakkan di atas meja kecil, di sebelah tempat tidurku. Ugghh, sedikit lagi...
Bruukk!
Aduh! Sakiiiitt...Mau ngambil jam weker aja, sampai jatuh dari ranjang begini... Apakah ini sebuah pertanda sial..? Hmm, ribut-ribut apa itu...?
Brakkk!
...Dan dengan sukses pintu kamarku terbanting ke dalam. Kulihat dua pelayan wanita dengan pakaian Maid, masuk ke kamarku dengan wajah cemas. Kenapa sih...?
"Mamoru-sama! Suara apa tadi? Apa anda terluka?"
Secara bersama-sama mereka melontarkan pertanyaan itu. Suara..? Suara apaan sih...? Aku langsung memasang wajah bingung kepada mereka.
"Ihh, Mamoru-sama ini..! Tadi ada suara 'Bruukk!' yang nyaring, seperti ada benda jatuh... Apa ada sesuatu yang jatuh dan pecah? Ah! Anda tak terluka kan...? Aduh, bagaimana ini..?"
Aku hanya bisa sweatdrop mendengar pembicaraan mereka. Suara benda jatuh...? Jangan-jangan itu suaraku yang jatuh dari ranjang tadi... Apa bunyinya senyaring itu, sampai bisa terdengar ke seluruh rumah...? Kulihat kedua Maid itu memandangiku dengan tajam. Aku pun hanya bisa tertawa sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"Oh, yang tadi itu..." Kusiapkan nafasku, dan... "Nggak apa-apa kok! Ayo, Aku mau mandi sudah ya..!"
Aku langsung menutup pintu dan berlari ke kamar mandi dengan kecepatan tinggi. Tanpa kuketahui, para Maid di depan pintu kamarku hanya bisa memasang wajah cengo. Kenapa aku nggak tahu? Ya, jelas. Aku kan sedang mandi sekarang!
Maid ya... Aku jadi ingat Ichirouta dengan kostum Maidnya. Dengan rambut panjang dan wajah semanis itu, siapa yang menyangka ternyata dia itu seorang cowok? Ah, ya. Semua Host sudah tahu hal itu dari awal. Hanya aku yang tidak diberitahu apa-apa. Dasar Yuuto! Masa' aku didiskriminasi begitu! Shuuya juga! Aku nggak dikasih tahu apa-apa, padahal kita kan sekelas! Tapi aku juga salah sih, bisa-bisanya aku tidak mengecek absen kelas. Aku kan juga sekelas dengan Ichirouta, tapi nggak tahu apa-apa tentang dia...
Kuhela nafasku. Sembari mengeringkan tubuhku dengan handuk, aku melangkah keluar dari kamar mandi. Kulihat di atas ranjangku, sudah tersedia seragam sekolahku – Gakuran berwarna biru dengan lambang petir di bahu kirinya. Sambil memakai baju, aku mengingat-ingat kejadian kemarin. Kejadian dimana Ichirouta resmi menjadi salah satu Host kami. Kuingat wajahnya ketika dia berhadapan dan bersalaman denganku. Saat itu, Ichirouta terlihat sangat gembira. Tapi, entah kenapa mata miliknya...
"Mamoru-sama! Ayo cepat! Nanti sarapannya keburu dingin!"
Suara itu pun menghentikan pikiranku. Sepertinya itu suara salah satu Maid di rumahku. Dengan cepat, aku merapikan bajuku dan menyambar headband oranye milikku yang tergeletak di atas meja. Kupakai headbandku sambil berlari kecil ke arah dapur. Kuputuskan ketika di sekolah nanti, aku akan berkenalan lebih dekat dengan Ichirouta. Lagipula, aku harus mengajarinya macam-macam tentang pekerjaannya sebagai Host. Walaupun sepertinya aku tidak perlu cemas dengan hal yang satu itu. Satu-satunya yang membuatku cemas adalah...
"Ichirouta, siapa sebenarnya yang kau lihat dari matamu ketika memandangku...?"
End of Mamoru's POV
TingTong...TingTong... Pembatas Cerita...
Ichirouta's POV
Kuhela nafasku. Sepertinya menghela nafas sudah menjadi kebiasaanku sekarang. Dengan kebiasaan buruk seperti ini, Aku pasti jadi cepat tua ya. Yah, sudahlah. Kupercepat langkahku menuju ruang kelasku, kelas 2-B. Kalau kuingat lagi, Mamoru dan Shuuya kan sekelas denganku. Berarti aku bisa bertanya lebih jauh tentang Host Club itu. Ah, itu dia kelasku. Kubuka pintu geser kelas sambil mengucapkan,
"Selamat pagi."
Krik...Krikk..Kriik... Kelas pun langsung sunyi seketika. Kurasakan pandangan dari seluruh penjuru kelas. Dalam keadaan seperti itu, aku hanya bisa membeku di tempat. Dan, tiba-tiba...
"Dia datang!"
Salah seorang murid di kelas langsung berteriak dengan nyaring sambil menunjukku. Teriakan itu disusul dengan suara dari murid-murid lainnya. Bahkan beberapa murid langsung berlari menuju ke tempatku.
"Hey, Kazemaru! Apa itu benar?"
"Benarkah kau bergabung dengan Host Club?"
"Bagaimana bisa seperti itu? Apa yang terjadi sih?"
...Dan masih banyak pertanyaan lain terlontar dari mulut mereka. "Bagaimana bisa" ya...? Sebenarnya aku juga ingin bertanya seperti itu. Aku hanya bisa terdiam melihat mereka mengerubungiku.
"Kazemaru-kun, kemarin katanya pakai kostum Maid! Itu benar ya?"
Jleb! Ugh, satu pertanyaan dari seorang murid cewek langsung mengingatkanku secara jelas apa yang terjadi kemarin. Padahal aku sudah mencoba bersabar dari tadi... Dasar kostum Maid sial! Kubuka mulutku untuk berteriak kepada mereka semua,
"Kalian...!"
Srakk!
"Pagi semua!"
Suara kekanakan-kanakan itu pun menghentikan teriakanku. Perlahan, kutolehkan kepalaku ke arah pintu kelas. Kulihat Mamoru dengan senyuman imutnya bertengger di pintu itu. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, sepertinya dia mencoba mencari tahu ada keributan apa di kelas. Dia akhirnya melihatku di antara kerumunan para murid dan langsung memanggilku.
"Oh. Pagi, Ichirouta!"
Imuuttt... Eh, Woi! Bukan saatnya berpikir seperti itu..! Kulihat Mamoru melambaikan tangannya dan berjalan ke arahku. Para murid yang melihatnya langsung menyingkir untuk memberi jalan pada Mamoru. Dia pun sampai di depanku dengan senyuman malaikat masih bertengger di wajahnya.
"Ichirouta! Pulangan nanti kita sama-sama pergi ke Host Club, ya!"
Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi melewatiku. Sepertinya dia menuju ke tempat duduknya, di belakang kelas. Kulihat Mamoru sampai di mejanya dan menaruh tasnya. Setelah itu, dia langsung mengajak bicara orang yang duduk di sebelahnya. Diperhatikan baik-baik, ternyata yang duduk di sebelah Mamoru adalah Shuuya.
Kulihat wajah mereka berdua. Mamoru yang bercerita sambil tertawa dan Shuuya yang mendengarkan dalam diam sambil tersenyum sedikit. Sepertinya menyenangkan ya. Aku pun beranjak dari tempatku berdiri, menuju ke tempat dudukku. Murid-murid yang mengerubungiku tadi memberi jalan kepadaku. Sepertinya cukup dengan kalimat Mamoru kepadaku tadi, mereka sudah yakin tentang bergabungnya aku ke Host Club.
Host Club ya... Baiklah! Karena sudah seperti ini, jalani saja kan? Lagipula aku juga tidak bisa melupakan hutangku begitu saja...
Kutarik kembali pikiran "Karena sudah seperti ini, jalani saja kan?" yang tadi itu! Kalian tanya kenapa...? Karena... Karena...
"Oi, Ichirouta! Kau dengar nggak?"
Suara Mamoru terdengar sangat nyaring di kupingku. Wajar, karena kita duduk bersebrangan di meja kecil untuk minum teh dalam ruangan Host Club. Para tamu masih belum datang, jadi kami masih bisa bersantai sejenak.
Oh, ya. Alasanku menarik kembali pikiranku? Ya, karena ini...!
"Baik. Kuulangi lagi! Lihatlah baik-baik, ini cara untuk menghidangkan teh kepada tamu dengan baik! Pertama-tama..."
Dan Mamoru pun melanjutkan pelajaran untuk menjadi Host padaku. Bukannya aku tidak menyukainya, tapi entah kenapa terkesan aneh sekali. Etika menyuguhkan teh, etika berbicara, dan teman-temannya itu... Bukannya tidak suka dengan itu semua tapi, bukannya cukup dengan melakukannya biasa saja...? Dan bukannya aku tidak mengerti dengan semua itu lho! Sekolah kita kan ada pelajaran etika.
Aku pun menghela nafasku...dalam hati. Aku benar-benar tidak mau hal itu menjadi kebiasaan. Kupasang wajah memelasku yang paling baik kepada Mamoru. Berharap dia mau mengerti bahwa aku tidak perlu pelajaran seperti ini.
"Kau kenapa Ichirouta? Jangan-jangan kau mengantuk ya...?
Gubrakk! Kalau ini Anime mungkin aku sudah terjatuh dari kursi yang kududuki sekarang dengan Anime-style. Tapi sayang ini bukan anime... Masa' kamu tidak mengerti maksudu sih..? Hmm? Aku mendengar suara tawa yang tertahan, kutolehkan kepalaku ke arah suara itu...
...Dan kulihat Shuuya, duduk di sofa yang berhadapan dengan kami, menahan tawanya. Aku sampai lupa kalau dia ada di sini juga. Ternyata dia juga bisa tertawa seperti itu ya...
"Shuuya-! Kenapa kamu ketawa? Ada yang lucu ya?"
Aku pun melihat wajah bingung Mamoru. Ya ampun...! Yang lucu itu kamu...! Aku pun ikut tertawa kecil. Mamoru pun ikut melihatku dengan wajah bingung. Lalu dia mengembungkan pipinya, merubah wajahnya dari bingung menjadi ngambek. Bukannya berhenti, tawaku malah bertambah nyaring melihat muka imutnya itu.
"Uugh! Kenapa pada tertawa semua sih..?"
"Bukan begitu.. Haha..!" Aku pun berusaha menjelaskan sambil tertawa. "Wajahmu, haha..Itu..! Hahaha..!" Nggak bisa, suara tawaku mengalahkan kalimat yang ingin kukeluarkan. Aku pun menolah ke arah Shuuya, memasang wajah memelas – masih sambil tertawa – padanya. Berharap dia bisa menjelaskannya pada Mamoru.
"Mamoru..." Shuuya sepertinya sudah agak tenang. Kulihat dia menarik nafas perlahan dan mengeluarkannya lagi. Setelah itu, wajahnya kembali menjadi menjadi serius, walaupun masih tersisa sedikit senyuman di wajahnya. Dia pun mulai membuka mulutnya...
"Mamoru, sepertinya Ichirouta..."
Brakk!
"Maaf kami terlambat!"
Suara pintu yang terbanting, disusul teriakan Shirou, menghentikan penjelasan Shuuya pada Mamoru. Kami semua menolehkan kepala ke arah pintu, melihat Shirou yang sedang mengambil nafasnya – mungkin habis berlari ke sini – diikuti Yuuto dibelakangnya. Setelah Shirou tenang, mereka berdua pun berjalan ke arah kami.
"Maaf ya!" Shirou pun mulai berbicara. "Kelas kami ada rapat tadi, jadi kami terlambat ke sini. Yuuto-kun juga harus mengurus beberapa kebutuhan kelas."
"He? Nggak apa-apa meninggalkan urusan kelas kalian?" Kudengar Mamoru bertanya pada mereka.
"Tidak apa-apa. Urusannya sudah kutitipkan ke wakilku. Lagipula, "Besok semua Host harus datang!" kau yang bilang begitu kemarin kan?" Yuuto langsung menjawabnya.
Hee,jadi Mamoru bilang begitu pada semua Host ya...? Berarti kalau ada Host yang tidak datang, tidak apa-apa ya? Terus, 'wakilku' yang dibilang Yuuto tadi itu...
"Khusus untukmu, tidak ada kata 'tidak datang'. Dan 'wakilku' itu maksudnya wakil ketua kelas 2-A. Aku dan Shirou dari kelas itu, dan aku ketua kelas di sana."
...Dan sekali lagi, aku dibuat takjub dengan kekuatan membaca pikiran milik Yuuto. Kok bisa? Sepertinya aku harus membiasakan diri dengan 'kekuatan' Yuuto yang satu ini. Hmm, dengan begini tinggal...
"Atsuya dan Yuuki mana...?"
Yup, tinggal mereka berdua. Walaupun Shirou dan Yuuto terlambat, ada yang belum tampak batang hidungnya dari tadi... Shirou pun menjawab pertanyaanku,
"Ah! Atsuya bilang, anak kelas satu hari ini ada jam tambahan, jadi mungkin mereka akan sedikit terlambat."
Brakk!
Baru saja dibicarakan... Kulihat pintu ruang Host Club kembali terbanting, diikuti dengan sosok Atsuya – yang kehabisan nafas – dan Yuuki dengan wajah santai mengikutinya dari belakang. Sepertinya mereka berdua baru berlari ke sini ya... Kenapa Yuuki tidak kecapaian ya? Hmm, tunggu dulu. Anak kelas satu? Tapi, Atsuya kan...
Mamoru, Yuuto, dan Shuuya langsung menuju ke tempat Atsuya dan Yuuki. Aku hanya memasang wajah bingung. Perlahan kutolehkan kepalaku ke arah Shirou, yang sekarang sedang berdiri di sebelahku. Sadar sedang dilihat, dia pun ikut menolehkan wajahnya ke arahku, sambil bergumam "Hm?" pelan.
"Atsuya itu... kembaranmu kan?"
"Iya, lebih tepatnya adik kembarku."Shirou pun menjawab, dan sepertinya dia mengerti apa yang ingin kutanyakan, karena dia langsung menyambung kalimatnya, "Tapi dia bukannya tidak naik kelas lo! ...Ada macam-macam hal yang terjadi, karena itu dia masih kelas satu sekarang..."
Setelah mengatakan itu, Shirou langsung menundukkan kepalanya. Matanya pun tertutupi bayangan poninya, membuatku tidak bisa membaca ekspresi salah satu dari si kembar ini. Mungkin itu adalah hal yang tidak ingin dibicarakannya... Kulihat Mamoru melambaikan tangan kepada kami berdua.
"Hey! Ayo siap-siap! Kita akan buka sebentar lagi!"
Mendengar hal itu. Shiro langsung beranjak dari tempatnya menuju ke tempat Host lainnya. Dia juga menolehkan kepalanya ke arahku, sambil tersenyum. Aku pun mengikutinya dari belakang. Dan setelah aku mengingat-ingat hal yang baru terjadi, tawa dan senyuman mereka, aku pun memutuskan untuk kembali ke prinsip awalku.
"Karena sudah seperti ini, jalani saja kan?"
TingTong...TingTong...Pembatas Cerita...
Sekali lagi, kulihat pemandangan 'menakjubkan' yang terjadi di ruang musik tak terpakai. Ruangan biasa yang diubah menjadi Host Club ini, memberikan surga bagi para murid perempuan. Tapi berbeda dari hari kemarin, sekarang aku tidak berdiri di pinggir. Aku duduk di situ sebagai seorang Host baru, ada untuk melayani para murid perempuan.
"Hey, itu kan...?"
"Cowok yang kemarin ya..?"
"Benar jadi Host tuh..."
Kudengar bisik-bisik para cewek yang ada di situ. Dan sebelum kalian bertanya, bukan. Mereka bukan tamuku. Mereka adalah tamu dari Host lainnya, yang sedang duduk bersama Host masing-masing, melihat ke arahku. Aku hanya bisa bersabar saat ini. Kututup mataku dan kutarik nafas dalam-dalam. Kalau aku mengeluarkan amarahku sekarang, maka tak akan ada tamu yang mau denganku. Dan menurut Yuuto : "Tak ada tamu, tak ada pengurangan hutang."
"Permisi."
Kudengar suara anak perempuan di dekatku. Perlahan kubuka mataku dan pandanganku langsung bertemu dengannya. Cewek itu berdiri di depanku, dengan rambut sebahu dan mata berwana coklat tua, mengesankan bahwa dirinya adalah cewek sederhana yang cukup manis. Dia lalu tersenyum padaku sambil bertanya,
"Boleh duduk di sampingmu..?"
Dengan suara pelan dia bertanya padaku. Aku pun langsung menganggukkan kepalaku sambil berkata,
"Silahkan, eh.. Nona..."
Dia tertawa kecil mendengar jawabanku itu. Setelah itu, dia pun menjawab,
"Namaku..."
"Aki! Kapan kau pulang?"
Suara Mamoru langsung memotong jawaban anak perempuan tersebut. Kutolehkan kepalaku ke arah Mamoru, dan kulihat dia sedang berjalan ke arah kami berdua. Dia kelihatan sangat senang. Siapa sebenarnya nona ini...? Mamoru pun sampai di tempatku dan...
"Aki! Lama nggak ketemu! Kapan kau pulang ke Jepang? Seragam itu..., kamu pindah sekolah di sini ya? Bagaimana dengan teman-teman yang lain? Bagaimana kabar Kazuya, Asuka dan..."
"Endou-kun! Pelan-pelan tanyanya!"
Pertanyaan tanpa henti dari Mamoru pun langsung dihentikan oleh kata-kata gadis itu. Gadis itu lalu tersenyum lagi dan berkata,
"Kau tidak berubah ya. Masih tidak sabaran. Aku di sini jadi tamu lho! Harusnya kan kalian melayaniku."
"Oh ya! Benar juga ya..." Mamoru pun tertawa kecil. "Baiklah! Kamu mau pilih siapa Aki?"
"Aku sudah memilih kok. Orang ini."
Dan nona itu menunjuk sambil tersenyum padaku. Aku hanya bisa tersenyum kecil padanya – dan Mamoru yang berdiri di sebelahnya.
"Jadi milih Ichirouta ya!" Mamoru lalu menoleh ke arahku. "Ichirouta, nama gadis ini Kino Aki. Dia temanku sejak kecil dan baru saja pulang ke Jepang dari Amerika!" Oh, jadi ini maksudnya pulang ke Jepang ya. "Dan Aki, host kami yang satu ini namanya Kazemaru Ichirouta! Dia baru saja bergabung bersama kami. Dia ini bergabung karena... Emmmhhpp!"
...Dan mulut Mamoru dengan sukses langsung dibekap dari belakang oleh si esper(?), Yuuto. Tanpa kehilangan satu detik pun, Yuuto langsung tersenyum kecil dan berbicara pada Aki.
"Selamat datang, Kino-san. Lama tidak ketemu ya."
Ternyata Yuuto juga kenal dengannya ya... Kulihat wajah Aki yang terkejut dengan kemunculan tiba-tiba cowok gogle itu. Dia langsung menyesuaikan diri dan menjawab,
"Kidou-san! Iya, sudah lama ya. Oh, bagaimana kabar Haruna-chan?"
Haruna...? Siapa itu...? Aku pun melihat ke arah Yuuto dan kulihat... Sepertinya dia sedikit terkejut dengan pertanyaan Aki tadi. Tapi, dia langsung bersikap biasa kembali dan berkata,
"Haruna... baik-baik saja. Dia bersekolah di bagian SMP Inazuma Gakuen ini. Mungkin nanti kau bisa bertemu dengannya." Setelah itu Yuuto langsung menyambungnya dengan, "Baiklah, silahkan menikmati waktu dengan host anda. Ayo, Mamoru. Kau harus kembali ke tempatmu."
Sambil berkata seperti itu, Yuuto menyeret Mamoru untuk kembali ke alam(?)nya. Kulihat Mamoru melambaikan tangannya sambil teriak-teriak, "Aki! Nanti kita ngobrol lagi ya! Aku mau tahu kabar yang laiiinnn..." Aku pun hanya bisa sweatdrop melihat pemandangan itu.
"Permisi ya...
Kutolehkan kepalaku ke arah Aki. Masih dengan senyum di wajahnya, dia duduk di sampingku. Meyadari ini, aku menuangkan teh ke cangkir dan menyerahkannya. Dia menerima teh itu dan perlahan meminumnnya.
"Ini enak..." Dalam hati aku bersyukur aku dapat melakukan 'ritual' teh ini dengan baik. Kudengar Aki kembali tertawa kecil. Kenapa...? Aku langsung memasang wajah bingung.
"Ah, maaf. Emm, Kazemaru-kun kalau boleh tahu..." Dia memutus kalimatnya sebentar lalu melanjutkan dengan suara yang dipelankan, "Kenapa orang yang... 'normal' sepertimu bisa bergabung dengan klub gaje seperti mereka ini?"
Aku hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan itu. Akhirnya ada yang berpikir sama sepertiku! Benar kan? Klub ini memang gaje! Mulutku pun mulai terbuka untuk memberitahu gadis ini hal yang sebenarnya. Tapi... Apa nggak apa-apa? Tadi saja mulutnya Mamoru sampai dibekap begitu sama Yuuto. Mulutku buka tutup, antara ingin bicara dan tidak. Sepertinya Aki mengerti pikiranku, dan dia berkata,
"Kalau tidak bisa bicara, tidak apa-apa kok. Tenang saja, kalau tahu pun aku juga tidak akan bilang siapa-siapa." Dia mengambil nafas dan sekali lagi berbisik, "Habis tidak mungkin anak seperti kamu dengan sukarela masuk ke klub gaje ini kan?" Dan dia tertawa kecil setelah mengucapkan kalimat ini.
Hmm, mungkin tidak apa-apa ya. Tadi juga Mamoru ingin bilang pada gadis ini kan...? Yah, sudahlah. Lagipula tidak masalah kan kalau ada yang tahu tentang hutangku itu...? Aku pun mulai bercerita kepada Aki. Mulai dari awal kesalahanku masuk ke klub ini, sampai kejadian vas pecah yang membuatku menetap di sini sekarang. Aki hanya terdiam sambil mengangguk-angguk pelan mendengar ceritaku.
"...Dan karena itulah aku menjadi host di sini sekarang." Aku menyelesaikan ceritaku dan lalu mengambil nafas. Puas sudah hatiku, bisa menceritakan beban yang telah melandaku selama beberapa hari ini. Kulihat wajah Aki yang sepertinya sedang berpikir.
"Kazemaru-kun, tentang pemilik vas itu..." He? Ada apa dengan 'dia' yang bisa membuat para host ketakutan itu?
"Mungkin orang itu tidak akan datang sampai musim panas nanti, jadi kukira kau akan aman sampai musim panas nanti. Tapi, setelah itu..."
Musim panas? Masih beberapa bulan lagi ya... Eh, tunggu dulu! Jadi Aki kenal dengan 'dia' itu...?
"Emm, Kino-san... Kau kenal dengan 'dia' itu ya...?"
"Begitulah. Dia itu kan..." Kring!Kring! Eh, bunyi apa itu? Kulihat Aki membuka tasnya dan mengeluarkan hp miliknya. Setelah melihat hp itu, dia pun ber-ah pelan lalu berdiri.
"Maaf, Kazemaru-kun. Aku harus pulang sekarang. Orang tuaku menyuruhku pulang." Wajahnya terlihat sedih. Aku ikut berdiri dan membalas kata-katanya,
"Ah, tidak apa-apa. Terima kasih sudah datang hari ini." Aku memberikan senyuman terbaikku padanya. Dia lalu ikut tersenyum dan berjalan mendekat padaku lalu berbisik,
"Kazemaru-kun, apakah alasanmu masuk ke klub ini hanya karena hutang itu saja?"
Eh? Apa maksudnya? Aku hanya bisa berwajah bingung mendengar hal itu. Dia lalu melanjutkan,
"Apa bukan karena kau tertarik dengan dia? Dengan kebahagiaan yang diberikannya..."
Sambil mengatakan hal itu, dia menolehkan kepalanya ke arah Mamoru. Sang kapten itu sekarang sedang tertawa riang bersama tamu-tamunya. 'Tertarik dengan kebaikan yang diberikannya...' ya...? Mungkin itu memang benar. Mungkin saja aku hanya ingin menemukan kebahagiaan itu lagi... Seperti dulu...
"Yah, mungkin memang seperti itu.."Masih menatap Mamoru, aku menjawab pertanyaan itu sambil tersenyum. Tanpa kusadari, Aki memandangiku sambil tersenyum penuh arti. Dia pun mundur beberapa langkah dariku dan berkata,
"Baiklah, Kazemaru-kun. Aku akan datang lagi nanti." Dia merapikan baju dan tasnya lalu melanjutkan, "Dan kalau ada yang kau tanyakan, besok bicara saja padaku di kelas. Aku sekelas denganmu, Endou-kun, dan Goenji-kun lho!" Setelah mengatakan itu, Aki langsung berlari kecil keluar ruang Host Club. Aku hanya bisa bengong melihat hal itu. Sepertinya dia buru-buru sekali ya...
Aku pun duduk kembali di tempatku. Kutopang daguku di tanganku, mengingat apa yang baru saja Aki katakan. Alasan ya...? Memang alasan utamaku adalah melunasi hutangku itu, tapi aku... Kusebarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Kuperhatikan ruangan yang penuh dengan canda tawa itu, kulihat mereka semua tertawa bahagia. Terutama dari tempat Mamoru, yang suara tawanya terdengar paling nyaring. Aku tertawa kecil melihat pemandangan itu. Tangan kiriku bergerak menyentuh poni yang menutupi mata kiriku.
"Kebahagiaan ya...? Mungkinkah aku bisa mendapatkannya lagi di sini...?"
Yah, ada orang yang bilang 'tidak akan tahu sebelum dicoba' kan? Kulihat ada dua orang murid perempuan menuju ke tempatku. Aku pun kembali duduk tegap sambil tersenyum. Lalu mempersilahkan mereka duduk. Mereka terlihat malu-malu sambil tertawa kecil.
Sepertinya hari-hariku di sini masih panjang ya... Musim panas masih beberapa bulan lagi. Sebelum 'dia' datang kemari, mungkin aku bisa mendapatkannya kembali... Kebahagiaan yang pernah 'dirimu' berikan padaku...
Sampai musim panas tiba, biarkan aku mencari kebahagiaan itu darimu... Mamoru...
Tu Bi Kontinyu...
Buah! Cape... Fic kolabnya menyusul ya! Belum selesai soalnya...*plaak*
Udahlah, balas Review...
Dika The Reborned Kuriboh :
Hahi,, makasih reviewnya...
'Dirimu' itu... Rahasia juga! *ditampol* Becanda ding, itu misteri terbesar fanfic ni... Coba tebak sapa...?
Ryuugo dan Tsunami pasti muncul, secara mereka pair favorit saya! (dipair dengan Shirou dan Yuuki tentunya...^_^)
Aih, benarkah itu...? Jadi malu saya*plaak*
Fic kolabnya tunggu dulu ya...
Yue Akari :
Ho oh,, Mamoru lemot deh! *dicekek tangan dewa*
Makasih reviewnya...!^_^
Akazora No Darktokyo :
Ni sudah apdet lagi,, nggak sampe seminggu kayaknya...
Yup! Sebagai petunjuk, belum tentu pairnya sesama Host, bisa dari luar juga lo~~~ :)
Saya tidak ada niat membunuh siapapun dari fic ini...! Kalo tentang baju Maid itu... Karena saya suka!*ditampol* Hehe...
Iya, baru aja mulai... Saya di Brawijaya, Malang jurusan Sastra Jepang..:)
Makasih Review nya ya...!^_^
Dya2109 :
Aih, Nenek ini...! Saya sopan kok tiap hari *angelic smile, nenek muntah-muntah*
Yo wes, ni dah lanjut! Baca ya...^_^
A/N (lagi) : Haih, pegel pundakku... Mana sih para Inazuma Lovers? Kok gak ada yang keliatan? Nanti klo di tag di fic kolab gimana hayo...? Trus Fic saya kok nggak di review ?*promosi, ditampol*
Yasud lah,, Review nya ya Minna-san...!^_^
