A/N : Bwahaha! Saya telat! Maaf... Nunggu liburan dulu ini...! Mudik dulu, nyari modem, baru ngenet deh! Yosh, lanjut...

Discalimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club owned by Bisco Hattori

Rated : Antara K dan T...

Character(s) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Goenji Shuuya, Tachimukai Yuuki, Kogure Yuuya

Genre(s) : Humor, Friendship, Parody

Warning : AU, Shonen-ai, mungkin sedikit OOC, dan teman-temannya...

Inazuma Host Club

Episode 5

Penguin Arc

"Brother and Sister Shared Dreams"

Prolog

Ichirouta's POV

"Kazemaru-san!"

Kutolehkan kepalaku ke asal suara itu. Lagi ya... Kulihat dua anak perempuan mendekat ke arahku sambil tersipu. Setelah mereka sampai di depanku, salah satu dari mereka memberikan bungkusan hadiah...

"Ini, Kazemaru-san! Nanti kami datang ke club ya...!"

Dan setelah mengatakan itu, mereka langsung pergi entah kemana. Kulihat hadiah yang diberikan mereka padaku. Sudah yang keberapa ya...?

...Oh, hampir lupa. Kalian pasti belum mengerti apa lagi yang terjadi padaku sekarang kan? 2 minggu sudah berlalu sejak aku pertama kali menjadi Host. Sekarang aku sudah terbiasa dengan pekerjaanku ini dan juga sudah memiliki tamu tetap seperti yang lainnya. Walaupun hutangku sepertinya masih banyak...

...Sementara, mari kita lupakan tentang hutang... Aku tak ingin mengingat bahwa aku punya hutang sebanyak itu... Oh, dua murid perempuan tadi? Mereka adalah salah satu tamu tetapku. Bukan hanya mereka, masih banyak murid lainnya. Dan entah kenapa hobi mereka semua sama... Memberikan hadiah padaku. Entah itu makanan – yang emmm, cukup mahal... - , pakaian seperti jaket atau syal, bahkan ada yang memberiku jam tangan yang terlihat sangaaaaat mahal. Kalau makanan, pasti langsung kumakan! Habisnya menggiurkan sih... Tapi benda yang lainnya itu... Rasanya aku tak pantas menggunakannya...

Kulihat hadiah yang baru saja kuterima. Apa kira-kira isinya...? Kuhela nafasku. Bukannya aku tidak suka dengan hadiah dan perasaan mereka. Hanya saja, aku merasa sangat tidak pantas menerima hal seperti ini. Semua hadiah mereka – kecuali makanan – masih terbungkus rapi di rumahku. Ingin kukembalikan, rasanya seperti terkesan sombong ya... Memang lebih baik kalau hal ini kubicarakan pada Host lainnya...

Dan aku pun mempercepat langkahku menuju ruang Host Club.

Tralala...Trilili...Pembatas Cerita...

Sampailah aku di ruang musik yang terpakai a.k.a ruang Host Club. Kulihat para Host sedang duduk bersama-sama di tengah ruangan. Para tamu masih belum datang ya.. Aku pun mendekati mereka semua,

"Maaf, Aku terlambat!"

Mereka semua langsung menoleh ke arahku. Mamoru langsung berdiri dan tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Aku hanya bisa tersenyum kecil melihat hal itu. Setelah di dekat mereka, Yuuki mempersilahkanku duduk di sampingnya.

"Tidak apa-apa, kita belum buka, kok!" Kudengar Mamoru berkata padaku. "Hey, Ichirouta. Dapat lagi ya?"

Sambil berkata seperti itu, pandangan Mamoru terarah ke hadiah yang ada di tanganku. Aku mengangguk kecil. Host lainnya ikut melihat ke arahku. Yah, saatnya menanyakan pendapat mereka...

"Bagaimana menurut kalian...? Aku tidak enak untuk mengembalikkannya... Apa dari awal langsung ku.."

"Kau tidak boleh menolak hadiah dari para tamu."

...Lagi-lagi, kalimatku sukses dipotong oleh sang esper, Yuuto. Sambil memasang wajah yang seakan berteriak 'Kenapaaaa?', kupandangi Yuuto. Dia langsung menyambung kata-katanya,

"Karena akan membuat para tamu merasa tidak dihargai. Terserah mau kau apakan hadiahnya, tapi kau tidak boleh menolah hadiah dari mereka."

"T-tapi..."

"Tidak ada 'tapi'. Dan kau juga tidak mungkin mengembalikan semua hadiah dari mereka. Makanan dari mereka sudah kau habiskan semua, kan?"

Uggh! Memang benar sih... Habisnya... Menggiurkan sekali! Memang makanan orang kaya itu berbeda ya... Sushi yang kuterima kemarin enak banget... Eh, WOI! Bukan saatnya memikirkan makanan!

"Tapi kan... Tetap saja aku merasa tidak enak untuk menerima hadiah sendiri bagaimana?"

Ruangan langsung hening seketika. Kulihat Shirou dan Atsuya saling bertatapan, dan akhirnya kembali memandangku sambil berkata dengan kompak,

"Terima saja!"

He? Kenapa sih mereka bisa kompak hanya dalam hal-hal seperti ini? Kupasang wajah tak mengerti nan bingung pada mereka.

"Habisnya, mereka sendiri yang kepikiran untuk memberi kita kan? Ya sudah terima saja!"

Perkataan Atsuya barusan langsung disambung oleh Shirou,

"kalau para tamu benar-benar ingin memberikan hadiah, tidak apa-apa kan kalau kita menerimanya? Lagipula, kami juga tidak menyimpan semua hadiah dari mereka kok. Beberapa kami berikan pada orang lain. Ya kan, teman-teman?"

Eh? Yang benar? Kulihat wajah mereka semua, mulai dari Yuuki yang ada di sebelahku. Merasa di pandangi, dia pun mulai berbicara,

"Aku... Kalau seperti pernak-pernik ada beberapa yang kusimpan. Tapi sisanya, seperti baju dan makanan, biasanya dibagi rata untuk para murid dojo keluargaku..."

Hoo,, beneran diberi ke orang lain ya...? Eh, tunggu dulu. Dojo keluarga...?

"Kamu belum tahu ya, Ichirouta?" Kudengar Mamoru berkata. "Keluarganya Yuuki, 'Klan Tachimukai' itu terkenal dengan ilmu bela dirinya. Yuuki juga jago beladiri kok!"

Serius? Yuuki hanya mengangguk sambil tersenyum kecil kepadaku. Benar-benar nggak kelihatan... Cowok kecil dan imut yang bawa boneka ke mana-mana ini jago beladiri? Siapapun tak akan menyangka... Ngomong-ngomong tentang boneka...

"Ne, Yuuki. Kenapa selalu bawa boneka itu...? Jadi nggak kelihatan kalau kamu jago beladiri..."

...Dan wajah Yuuki langsung bersemu bak kepiting rebus mendengar pertanyaanku. Sambil mempererat pelukan pada boneka berambut pink itu, dia menjawab terbata-bata,

"Ee! Itu...ini...a.."

Sepertinya dia malu sekali ya... Sebenarnya, ada apa dengan boneka itu...? Dan lagi-lagi, kudengar suara Mamoru...

"Ooh.. Kalau boneka itu, hadiah dari Tsunami-senpai, kan? Senpai kan sayang sekali dengan Yuuki...!"

Brakkk!

Dalam sekejap mata, wajah Mamoru langsung dengan sukses mencium lantai. Yuuki berdiri di sampingnya, tangannya menekan Mamoru ke bawah dengan gerakan judo. Aku hanya bisa takjub melihat pemandangan itu. Entah kenapa, aku merasa ada aura gelap yang mengitari Yuuki...

"Mamoru-san... Saya mohon dengan sangat, tolong jangan bicarakan hal itu..."

Masih mencium lantai, kudengar Mamoru bergumam 'maaf' dengan pelan... Seram... Perlahan, Yuuki melepas kuncian judonya dan kembali duduk disampingku. Dia langsung menyembunyikan wajahnya dibalik boneka, walaupun dari samping dapat kulihat wajahnya masih bersemu merah... Ternyata, boneka itu sangat penting ya...

Kulihat juga Mamoru yang kembali ke tempat duduknya sambil memasang wajah lesu. Sepertinya sakit ya... Shuuya yang duduk di samping Mamoru, hanya bisa menghela nafas sambil mengusap-usap kepala Mamoru. Kalau para tamu ada di sini, mungkin bakal ribut ber 'kya kya' semua melihat pemandangan 'langka' ini...

"Emm, bagaimana kalau kita kembali ke topik awal saja...?"

Suara Yuuto langsung mengembalikan kami semua ke tubuh(?) masing-masing. Benar juga, tadi kan kita membicarakan hadiah... Selanjutnya... Kutolehkan kepalaku ke arah Shuuya dan Mamoru. Mereka langsung menjawab masing-masing, dimulai dari Shuuya...

"Hadiahnya jarang ada yang kusimpan. Biasanya kubagikan ke anak-anak di rumah sakit. Bisa juga kuberikan ke junior kenalanku atau adik perempuanku. Sebelum kamu bertanya, Ayahku dokter di beberapa rumah sakit daerah Kanto."

Jadi begitu ya... Pemilik dojo, dokter... Ternyata masih banyak yang belum kuketahui tentang host lainnya... dan lagi, ternyata Shuuya punya adik perempuan ya..? Sepertinya Shuuya mengerti apa yang kupikirkan sehingga menyambung lagi penjelasannya...

"Adikku, Yuka, umurnya 8 tahun. Dia bersekolah di bagian SD Inazuma Gakuen. Kalau juniorku itu, anak SMP. Mungkin nanti kamu bisa bertemu dengan mereka berdua." Shuuya tersenyum kecil sembari menjelaskan. Hee, begitu ya...

"Yuka-chan dan Toramaru-kun ya? Kita juga sudah lama tidak melihat mereka..." Kulihat Shirou ikut tersenyum, diikuti Atsuya yang menganggukkan kepalanya.

"Yosh! Shuuya, lain kali ajak mereka ke sini! Aku mau makan bekal buatan Toramaru lagi!" Mamoru langsung berkata dengan semangat 45. Kami semua hanya bisa sweatdrop sambil tertawa kecil melihat ini. Dan orang selanjutnya adalah... Kulihat wajah Mamoru

"Oh, aku ya?" Mamoru menunjuk dirinya sendiri. "Kalau aku, makanannya pasti kubagi dengan orang rumah. Terus, sisanya kubagikan ke anak-anak di Aliea Gakuen!" Mamoru tersenyum lebar.

...Aliea Gakuen...? Sekolah lain ya...? Melihat wajah bingungku, Mamoru langsung menjelaskan lagi dengan bersemangat sambil tersenyum lebar bak malaikat... Imuuuutt...

"Kamu nggak tahu ya, Ichirouta? Aliea Gakuen itu, mirip dengan sekolah kita, sekolah bertingkat dari SD sampai SMA. Bedanya, yayasan Aliea Gakuen itu pada dasarnya adalah panti asuhan. Karena itu, banyak anak yatim piatu yang bersekolah di sana. Hadiahku banyak yang kuberikan pada anak-anak kecil di sana, sekalian bermain bersama mereka."

Begitu ya... Anak yatim piatu... Seperti 'dirimu'... Aku menundukkan kepalaku, tanpa kuharapkan kenangan masa lalu mulai terputar kembali...Kenapa di saat seperti ini...? Tanpa kusadari, Mamoru melihat ke arahku dengan wajah cemas...

"Baik! Lanjut! Yuuto,kamu bagaimana?" Suara nyaring Mamoru menyadarkanku kembali. Kutolehkan kepalaku ke arah Yuuto. Terima kasih, Mamoru...

"Aku ya... Aku tak ada niat untuk menyimpan hadiah mereka sama sekali." Dengan wajah dingin bin stoic, Yuuto menjawab dengan entengnya. "Yah, walaupun tidak ada yang kubuang. Haruna akan marah kalau aku melakukannya..."

Haruna, siapa itu...? Yuuto melanjutkan lagi khotbah(?)nya...

"Beberapa juga dimainkan Yuuya. Lalu, makanan pasti langsung habis diembat Akio..." Yuuto menghela nafasnya. Banyak sekali orang-orang yang belum kuketahui. Tapi pertama-tama...

"Emm, aku mau tanya dari dulu... Haruna itu siapa? Aki-san juga menyebutkannya kemarin..."

Ruangan langsung hening seketika. Kulihat Yuuto terdiam sambil menundukkan kepalanya. Suasanya menjadi tidak enak begini... Siapa sebenarnya...?

"Ah! Sebentar lagi waktunya buka! Ayo, semua siap-siap!" Keheningan itu pun langsung dipecah oleh suara Shirou dan Atsuya. Para Host langsung kaget dan berdiri dari tempat mereka masing-masing. Aku ikut berdiri dan segera bersiap-siap menuju ke temptatku. Dari sudut mataku, kulihat Mamoru mendekatiku.

"Ichirouta." Suaranya pelan dan wajahnya serius. Sangat berbeda dengan Mamoru yang biasanya. Aku cuma bisa terdiam melihat wajah seriusnya. Dia melanjutkan dengan berbisik, "Kalau di depan Yuuto, jangan membahas tentang Haruna atau keluarganya. Tidak, bukan hanya Yuuto. Kumohon jangan membahas tentang keluarga di sini... Kumohon."

Wajah seriusnya berubah menjadi sendu. Kurasakan tangan Mamoru menggenggam tanganku. Tangannya masih hangat, sama seperti pertama kali aku bersalaman dengannya. Dan, baru kusadari sekarang... tangannya lebih kecil dari tanganku, dan sekarang tangan mungil itu... bergetar...? Kuangkat wajahku untuk melihat ekspresi Mamoru. Wajahnya terlihat sangat sedih dan matanya... mata coklat tuanya terlihat sangat kelam. Seperti telah melihat berbagai macam hal yang tak sepantasnya dilihat...

Perlahan, kulepas genggaman tangannya dan kusentah wajah Mamoru. Kuarahkan jemariku ke bola mata coklatnya, seperti ingin menghapus air mata yang tak terlihat. Tapi, gerakan tanganku dihentikan oleh Mamoru. Dia tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. Kenapa...? Mamoru berjalan mundur dari sampingku sambil berkata,

"Aku tak akan menangis." Mamoru mulai melebarkan senyumannya. Setelah itu, matanya memandang ke bawah dan dia memelankan suaranya lagi, terdengar sangat pelan bagiku. "...Lebih tepatnya tak bisa menangis..." Dia mengangkat lagi wajahnya sambil tersenyum padaku... Senyuman yang sangat sedih... "Kalau Ichirouta, kurasa pasti mengerti kan...? Perasaan kehilangan seseorang..."

Aku terdiam mendengarnya. Kenapa...? Mamoru – masih tersenyum- mulai membalikkan badannya membelakangiku. Kudengar dia berkata,

"Matamu yang bilang. Kurasa yang lain juga sudah tahu. Sangat mudah mengetahuinya, karena kita semua juga tahu perasaan seperti apa itu..."

Semuanya...? Apakah kalian semua pernah mengalami hal yang sama...? Kehilangan orang yang berharga bagi kalian...?

"Yosh! Semuanya! Ayo, kita buka!"

Mamoru berteriak dengan lantangnya. Kulihat wajahnya sudah kembali seperti biasanya, senyuman bak anak kecil itu terpasang di wajahnya. Seperti menghapus wajah sedihnya tadi begitu saja... Kulihat Host lainnya tersenyum sambil mengangguk. Apakah itu benar...? Bagaimana denganmu Mamoru...?

"Siapakah orang berharga yang pergi dari sisimu, Mamoru...?"

Tralala...Trilili...Pembatas Cerita...

"Kazemaru-san!"

Ugghh,, lagi-lagi... Para tamuku mulai mengeluarkan hadiah mereka masing-masing dan menyerahkannya padaku. Diterima, rasa tak enak. Ditolak, bisa-bisa aku dikutuk esper gogle itu... Alhasil, aku hanya bisa tersenyum pasrah sambil menerima hadiah mereka satu persatu. Apa hadiahnya kuberikan ke orang lain juga ya...? Pasti pengurus apartemenku senang sekali...

Kulihat ke arah Host mereka juga sama denganku, menerima banyak hadiah. Kulihat ke arah Mamoru. Seperti biasa, dia dan para tamunya masih tertawa riang. Tapi, setelah melihat wajah Mamoru yang tadi... Aku jadi tidak bisa percaya sepenuhnya, bahwa Mamoru yang sekarang kukenal, Mamoru yang selalu tersenyum seperti anak kecil, adalah Mamoru yang sebenarnya...

"Kazemaru-san? Ada apa?"

Suara salah satu murid perempuan membangunkanku dari lamunanku. Aku tersenyum seraya mengatakan 'tidak apa-apa'. Sepertinya aku melamun cukup lama, kulihat wajah semua tamuku terlihat cemas. Aku harus segera menenangkan mereka, kalau tidak... kutukan sang esper nanas akan melekat padaku...

Yah, kecuali kejadian yang tadi itu, kurasa hari ini akan jadi seperti biasanya. Tinggal melayani tamu dan pulang...

Brakk!

"Yuuto-san!"

Sepertinya hari ini tidak akan seperti hari biasanya. Kuarahkan pandanganku ke arah pintu yang baru saja terbanting. Bukan hanya aku, semua mata terarah ke pintu, ingin melihat siapa yang baru saja masuk dan membuat keributan...

Dan mataku langsung terpaku kepada 'pendatang baru' tersebut. Seragam itu... Murid bagian SMP...? Tapi, untuk ukuran anak SMP juga, ukuran badannya kecil sekali... Rambutnya berwarna biru kehitaman dan berdiri tegak kesamping. Matanya berwarna kuning keemasan dan kupingnya terkesan mencuat ke samping... Benar-benar mengingatkanku dengan istilah "little devil"... Kulihat dia menolehkan kepalanya seperti mencari seseorang.

"Yuuya? Ada apa?"

Yuuto berjalan mendekati anak itu. Sepertinya akan terjadi masalah baru di sini... Kulihat Yuuto dan anak yang dipanggil 'Yuuya' itu bicara dengan wajah serius. Setelah beberapa saat, Yuuto membalikkan badannya dan memandang ke satu orang... Dia melihat Mamoru dengan ekspresi yang tak bisa kubaca. Kulihat Mamoru mengangguk kecil lalu berdiri...

"Maaf semuanya! Karena ada sedikit masalah, Host Club akan tutup lebih awal hari ini!" Mamoru lalu membungkkukan badannya, "Maaf tapi, nanti datang lagi ya!" Lalu Mamoru tersenyum lebar membuat para tamu ikut tersenyum juga. Satu persatu para tamu mulai meninggalkan ruangan sambil sekali-kali mengucapkan 'sampai besok'.

Setelah semua tamu pergi, semua Host berkumpul kembali di tengah ruangan. Anak kecil itu juga ikut duduk bersama kami, duduk di samping Yuuto sambil minum teh. Sepertinya dia sudah sedikt tenang, tapi aura di sekitarkan terkesan berat...

"Hey, Yuuya. Ada apa sebenarnya?"

Atsuya mulai membuka pembicaraan. Mendengar pertanyaan ini, Yuuya menolehkan kepalanya ke arah Yuuto, seperti ingin bertanya 'apa boleh?'. Yuuto mengangguk pelan lalu membuka mulutnya,

"Mau tak mau, aku harus menceritakannya pada kalian. Sebelum itu, Ichirouta." Yuuto melihat ke arahku. "Kau pasti bingung, pertama-tama kuperkenalkan dulu. Anak ini namanya Kogure Yuuya, SMP kelas 3."

Yuuya mengangguk pelan padaku. Lalu perlahan-lahan wajah serius langsung berubah jadi cengiran jahil.

"Heee? Jadi ini Host baru yang dibicarakan itu? Benar-benar mirip CEWEK ya? Ushishisi..."

...Perlu beberapa saat bagi otakku untuk mencerna kata Caps Lock dan Bold diatas. Dan reaksi pertamaku adalah...

"APAAA? Kau...!"

Buagghh!

Dan teriakan demo(?)ku langsung diputus dengan pukulan yang melayang keras ke kepala Yuuya. Kulihat asal tangan itu dan ternyata... Yuuki lah orang yang memukul kepala Yuuya sampai mengeluarkan bunyi indah(?) barusan.

"Kogure-kun... Jangan mulai mengolok orang lain..."

Dark!Yuuki mulai keluar... Ternyata memang seram... Aku hanya bisa sweatdrop melihat ini. Yuuya yang barusan dipukul hanya bisa meringis sambil mengusap-usap kepalanya.

"Emmm, baiklah.. Yuuto, bisa lanjutkan yang tadi? Sebenarnya ada masalah apa?"

Mamoru mulai menenangkan kembali suasana di situ. Ngomong-ngomong tentang suasana... suasana yang tadi berat, sekarang mulai kembali seperti biasanya. Jangan-jangan, anak itu sengaja menyinggungku untuk mengubah suasana...?

"Ada...masalah yang terjadi di gedung SMP. Yuuya..." Yuuto melirik ke arah Yuuya, yang dilirik hanya bisa nunduk sambil pasang muka cemberut, "...dan Haruna terlibat dalam masalah itu..."

Lagi-lagi... Siapa Haruna...?

"Itu bukan salah kami! Apalagi Kak Haruna! Mereka seenaknya menyalahkannya..!"

Yuuya memotong perkataan Yuuto sambil berdiri dari tempat duduknya. Wajahnya terlihat kesal sekali...Apa yang sebenarnya...?

"Mamoru. Aku minta izin untuk tidak ikut kegiatan Host Club selama beberapa hari." Yuuto ikut berdiri, tangannya memegang pundak Yuuya, ingin menenangkannya. Aku pun menoleh ke arah Mamoru...

"Aku mengerti." Kulihat wajahnya mulai berubah serius. "Semoga masalahnya cepat selesai ya..."Mamoru memberikan senyuman kecil yang tulus, seperti memasukkan doa di dalam senyumannya itu...

Yuuto mengangguk lalu beranjak keluar ruangan diikuti oleh Yuuya. Aku hanya bisa melihat punggungnya, sampai dia benar-benar keluar dari ruangan Host Club.

"Kapten..."

Suara Shirou menyadarkanku dari lamunanku. Kutolehkan kepalaku ke arah mereka, diikuti semua Host lain yang memperhatikan Mamoru. Mamoru menghela nafasnya,

"Kita hanya bisa menunggu. Yuuto tidak minta bantuan, karena itu kita tidak boleh ikut campur...untuk sementara ini."

Para Host hanya mengangguk pelan. Setelah hening selama beberapa saat, Mamoru mulai beranjak dari tempat duduknya, secara tidak langsung mengisyaratkan kita semua untuk pulang. Semua iku berdiri dan bersiap-siap untuk pulang...

Haruna... Siapa sebenarnya dia? Apa hubungannya dengan Yuuto dan juga Yuuya...? Banyak sekali yang terjadi hari ini.. Mulai dari masalah hadiah, munculnya Dark!Yuuki, lalu hal-hal yang belum kuketahui tentang host lainnya, dan juga... tentang Mamoru yang lain... Mamoru yang tersenyum sedih... Mamoru yang tak bisa menangis...

Kugeleng-gelengkan kepalaku. Aku harus fokus pada satu masalah dulu... Ada satu orang yang bisa kuajak bicara tentang semua Host...

"Hey, Ichirouta! Ayo pulang!"

Mamoru memanggilku dari dekat pintu. Aku pun mempercepat langkahku, sembari memikirkan tentang rencana besok...Besok mungkin aku bisa bertanya padanya. Orang yang mengenal Mamoru dari dulu, juga orang yang kenal dengan Yuuto dan Haruna...

Besok, akan kutanyakan kepada Aki-san...

Tu Bi Kontinyu...

Ahhh! Capek! Bener-bener mepet waktunya... Sebenarnya mau saya apdet antara hari jumat ato sabtu. Tapi, nggak jadi ja!*plaak*

Saya mudik dulu ke samarinda, ampe sini langsung ambil modem, langsung ngenet sepuasnya!

Penguin Arc sudah dimulai! Setiap Host punya Arc masing-masing...! Saya milih 'penguin' buat Arc punya Yuuto karena... cocok sama dia^_^ *digigit pasukan penguin*

Mari kita balas Review dahulu... :

The Fallen Kuriboh :

Iya,, Shuuya senyum... I loph u Shuuya! *ditendang Toramaru*

Iya, ada Aki... Soalnya saya butuh dia...^_^

'Dia' sang pemilik vas dan 'dirimu' yang disebut Ichi itu orang yang berbeda... dan seperti saya bilang di FB... Saya setia pada HiroMamo...! *ribut, dilempar panci*

Atsuya... Tunggu ja Arc punya Shirou dan Atsuya ya...

Ini saya bikin ShuuyaxMamo... seipriiit *plaak* Habisss,, saya lagi suka ShuuTora ni...!

Kalau Ichi... mungkin sama 'dirimu' itu ya... dan memang bisa dibilang 'dirimu' itu Orang yang paling berharga buat Ichi (di fic ini tentunya...)

Hoho,, Thanks Reviewnya...!

Akazora no Darktokyo :

Gak harus sih,, secara saya masih 16...^_^

'Dia'...tunggu tanggal mainnya... 'dirimu' itu juga... masih Top Secret!*plaak*

Iyaaa,, Ichi dikau manis sekali! *diterbangakan pake kaze no shippu*

Tenang ja... Full Shonen-ai kok...^_^

Maaf chapter yang ini agak telat... Makasih Reviewnya ya...:D

Draco-blacklightz98 :

Sayang, ni chapter agak telat...

Semuanyaaa... masih rahasia..! *ditendang*

Hmmm,, bener juga! Kok kayaknya saya bikin si Ichi pasrah begitu? Itu mah perasaan saya pas nulis ni fic! Bukan si Ichi...

Yah sudahah...*keluar pasrahnya* Thanks Reviewnya...!

Aurica Nestmile :

Hehe,, makasih Reviewnya...!

Kok pada nebak Natsumi semua sih...? Pokoknya sekarang masih rahasia...:)

Yosh! Ganbare atashi...!

De-chan Aishiro :

e..empat review sekaligus?

Kyaa! Makasih De-chan! *peluk2*

Sepertinya Ichi tu chara yang paling enak dinistakan ya... *ditendang pake banana shoot*

Yang kembar itu Fubuki Shirou dan Atsuya. Kalo di anime, Atsuya cuman muncul sebentar, dia kan udah meninggal...HiksHiks...Tragis banget...T_T

Kalo yang megang boneka itu Tachimukai Yuuki, kiper kedua Raimon dan Inazuma Japan... Tapi klo di anime dia gak bawa boneka kok... Uke favorit saya...!*ditampol mugen the hand*

Hehe,, apa tulisan saya agak aneh ya...? Yang pasti 'dirimu' dan 'dia' itu beda lo... 'Kebahagiaan' itu mungkin tema utama dari fic ini ya... 'kebahagiaan' bisa bersama orang yang berharga, 'kebahagiaan' karena tidak sendirian... Udah deh, jadi melankolis saya...

Hayoo, jangan baca fic sambil tadarus... ntar dosa lo...:)

Dan... iya, saya sastra jepang. Tapi baru masuk, jadi nggak bisa-bisa amat^_^

Makasih Reviewnya...!

dya2109 :

Nenek! Waktu baca review mu, aku beneran bilang kayak begitu... haha! Jalan bareng nyok...

A/N : Dah deh... Review please...?*bawa-bawa naginata*