N/A : Apdet! Apdet! Ayok, semua ikutan apdet! Tambah gak jelas aja saya...
Disclaimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran koukou Host Club owned by Bisco Hattori
Rated : Antara K dan T...
Character(S) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Shuuya Goenji, Aki Kino, Kogure Yuuya, Otonashi Haruna, Utsunomiya Toramaru
Genre : Humor, Friendship, Parody
Warning : AU, Shonen-ai, mungkin sedikit OOC, dan saya baru sadar kayaknya cerita saya alurnya sering 'lari' kemana-mana...
Inazuma Host Club
Episode 6
Penguin Arc
"Brother and Sister Shared Dreams"
The Little Penguin's Trouble
Ichirouta's POV
Telah semalam berlalu sejak munculnya iblis kecil a.k.a Yuuya, yang membawa berita masalah ke Host Club kami. Pagi hari telah datang dan seperti yang kurencanakan kemarin, Aku berniat untuk bertanya tentang para Host ke orang yang mengenal mereka. Yup, kuputuskan untuk bertanya kepada Aki Kino-san, teman masa kecil Mamoru dan salah satu tamu tetapku.
Walaupun sepertinya aku harus sedikit menunda untuk bertanya sesegera mungkin. Kalian tanya kenapa? Karena sekarang masih ada guru yang mengoceh dengan menggunakan Bahasa Inggris fasih di depan kelas sana. Uggh, kenapa harus ada pelajaran satu ini sih? Bukannya aku tidak suka Bahasa Inggris, mau tak mau aku harus bisa kalau tidak mau beasiswaku dicabut. Tapi, tetap saja...
Kuberdirikan bukuku di atas meja, lalu ikut kutaruh daguku di atas meja di mana mataku bisa langsung melihat ke buku 'bahasa alien' yang kuberdirikan itu. Sekilas kulihat jam dinding yang terpasang di dinding kelas. 20 menit lagi...
Kuhela nafasku perlahan. Ini pertama kalinya aku ingin cepat-cepat berhenti belajar dan begitu mendambakan waktu istirahat. Dan juga, ini pertama kalinya aku ingin menyumpal mulut seorang guru dengan sepatu karena 'bahasa alien' yang dikeluarkan dari mulutnya itu benar-benar membuatku bosan setengah hidup... Tapi kuurungkan niatku karena bisa-bisa aku dikeluarkan dari sekolah jika melakukan hal itu... Walaupun mengkhayalkan hal yang-amat-sangat-tak-terpuji itu lumayan bisa menghilangkan kebosananku...
Masih terlindungi buku, kutolehkan kepalaku ke samping kanan. Kulihat Aki-san yang duduk dua bangku dariku. Sepertinya di cukup serius memperhatikan pelajaran, semoga dia tidak ada rencana apapun hari ini karena sepertinya pertanyaaku untuknya akan sangat panjang dan menghabiskan waktu lama...
Hmm? Kulihat murid yang duduk di belakang Aki-san. Murid cowok berambut coklat dan berkacamata. Kalau tak salah namanya Megane Kakeru, kan? Ngapain dia nulis sambil senyam-senyum sendiri...? Sekilas info(?), Megane itu wakil ketua kelas 2-B ini. Dan kudengar dia itu seorang otaku...
Ngomong-ngomong tentang kelas 2-B, beragam murid ada di sini. Ada Handa Shinichi yang duduk di depanku, salah satu dari Ranking 10 besar di kelas dua. Mata dan Rambutnya berwarna coklat, dan kudengar dia punya fans nya tersendiri karena memang wajahnya cukup imut untuk cowok umur 17 tahun. Ada juga Matsuno Kusuke, cowok ini duduk di sebelah kiri Shinichi. Trademark nya adalah topi warna-warni yang selalu menutupi ramut coklatnya yang diikat itu. Waktu pertama kali berkenalan dengannya, dia minta padaku dan anak lainnya untuk memanggilnya 'Max'. Entah kenapa dia minta dipanggil begitu...
Untuk murid cewek, selain Aki-san juga ada Urube Rika. Cewek berambut hijau dan berkulit gelap itu berasal dari Osaka dan katanya punya warung Okonomiyaki yang sangat terkenal. Orangnya sendiri berbicara dengan logat Osaka dan cukup akrab denganku. Walaupun biasanya aku langsung kabur dengan kecepatan ekstra kalau dia sudah mulai kambuh penyakitnya. Kalian tanya penyakit apa? Penyakit yang dimiliki semua cewek, 'menggosip' saudara-saudara...!
Oh, ada satu hal dari kelas ini yang membuatku penasaran. Berbeda dengan kelas lain, semua urusan kelas biasanya diurus oleh Megane-kun yang notabene-nya adalah Wakil Ketua Kelas. Sampai hari ini Aku tidak pernah melihat Ketua Kelas 2-B... Bangkunya – yang beradar di pojok kiri barisan depan, samping jendela – selalu kosong. Kata murid lainnya, keberadaan Ketua Kelas itu cocok dengan namanya sendiri, seperti bayangan. Aku hanya bisa bingung sendiri memikirkan hal ini...
Yah, nanti juga tahu... Perlahan, kutolehkan kepalaku ke arah belakang. Tidak benar-benar kutolehkan semua, aku masih ingin tidak ketahuan oleh guru dan kena detensi. Bisa-bisa beasiswaku diambil kembali... Hanya kutolehkan sampai aku bisa melihat ke arah dua teman satu klubku itu. Yup, kulihat Endou Mamoru dan Goenji Shuuya di barisan belakang sedang memperhatikan pelajaran.
Eee, setelah dilihat baik-baik, sepertinya hanya Shuuya yang memperhatikan. Mamoru melipat tangannya dan menenggelamkan(?) kepalanya ke situ. Jangan bilang kalau dia sedang tidur... Hebat juga, tidur dengan damai dengan background suara ocehan Inggris begini...
KRIIING!
Akhirnya! Bel tanda istirahat, yang bagiku terdengar sangat indah bak nyanyian dewi, berbunyi. Aku langsung berdiri dan menuju ke bangku Aki-san. Kulihat juga murid lainnya mulai berhamburan keluar kelas, membuat cengo sang guru Bahasa Inggris.
"Aki-san."
Aki, yang masih merapikan bukunya,menoleh ke arahku. Dia tersenyum kecil dan memasang wajah yang seolah berkata ada-apa?
"Maaf, bisa ikut aku sebentar? Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan."
Tralala...Trilili...Pembatas Cerita...
"Jadi, apa yang ingin ditanyakan, Kazemaru-kun?"
Setelah melontarkan permintaan yang setengah memaksa, dan dengan seenak jidat mengajak (baca:menyeret) gadis berambut coklat itu ke halaman belakang sekolah, yang lebih sepi dibanding halaman lain, dengan alasan supaya pembicaraan tak terganggu dengan tamu-tamuku yang lain... Walaupun alasan memalukan bin nista itu tak kukatakan pada Aki-san... Mendengar pertanyaan Aki yang barusan, aku hanya bisa terdiam. Bingung sendiri dari mana harus mulai bertanya. Aki hanya memandangku dengan tatapan bingung.
"Oh, ya. Kudengar Host Club ditutup untuk sementara. Apa itu benar?"
Ah, benar juga. Setelah insiden 'pendobrakkan setan kecil' kemarin, Host Club ditutup untuk sementara. Mamoru memberitahuku lewat telepon di tengah malam menjelang esok hari, tepatnya jam 1 pagi, dengan suara yang bisa membangun seluruh RT kalau dia benar-benar berada di apartemenku. Aku jadi penasaran, Mamoru itu tidur jam berapa sih...?
"Kazemaru-kun...?"
Aki melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, membangunkanku dari mimpi di siang bolong. Aku hanya bisa tertawa hambar melihat wajah Aki yang kebingungan dengan sikapku ini. Kutarik nafas dalam-dalam lalu kukeluarkan. Lalu kutolehkan wajahku ke arah gadis itu,
"Maaf, aku melamun." Dia tersenyum kecil mendengar kata-kataku. "Dan itu benar. Hos Club ditutup untuk sementara. Mungkin sampai masalah selesai..." Aku memnghentikan kalimatku, setengah berbisik.
"Masalah?" Aki memeringkan kepalanya, tanda ingin bertanya lebih jauh.
"Yah, begitulah. Dan hal yang ingin kutanyakan padamu mungkin berhubungan dengan masalah itu..." Kulihat wajah Aki-san, seperti mengakatakan sebenarnya-ada-apa? Dan akhirnya kuceritakan 'pendobrakkan setan kecil' yang terjadi kemarin. Dia mengangguk-angguk mengikuti jalan ceritaku.
"...Dan begitulah yang terjadi." Aku menarik nafas lalu melihat wajah lawan bicaraku. Dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Perlahan, dia mulai bicara...
"Emm, Kazemaru-kun..." Apa? Apa? "Kalau ada Yuuya-kun..." He? Kalau ada dia kenapa? "Itu berarti..." Apaaaan? "Apa Yuuya-kun..." Cepetan dikit nape?
"Apa Yuuya-kun tidak bilang kalau kau ini mirip cewek atau semacamnya..?"
GUBRAK! Kirain apaan! Ternyata itu! Sudah sengaja tidak kuceritakan di bagian 'memalukan' itu, kok bisa tahu? Aku hanya bisa pasang wajah 'senyum terpaksa' yang diikuti oleh tawa hambar. Aki-san bersweatdrop ria melihat wajahku sekarang. Setelah itu dia tertawa cukup nyaring...
"Haha! Ma,maaf Kazemaru-kun! Haha..." Perlahan-lahan dia memberhentikan tawanya. Lalu dia mengambil nafas dan mulai tersenyum seperti biasanya.
"Ternyata Yuuya-kun memang bilang seperti itu ya." Uggh, mohon jangan diingatkan lagi... Melihat wajah memelasku, Aki-san langsung melanjutkan, "Yah, itu memang salah satu kebiasaan buruknya. Tapi sebenarnya dia anak yang baik, kok."
Yang benar? Aku memasang wajah penasaran, ingin lebih tahu tentang 'iblis kecil' itu. Dan juga...
"Aki-san." Aki menolehkan wajahnya padaku. "Aku ingin bertanya tentang...Haruna-san." Kulihat wajahnya sedikit kaget mendengar pertanyaanku. Dan juga dapat kulihat dia sedikit ragu-ragu untuk menjawabku...
"Emm, apa endou-kun dan yang lainnya tidak bilang apa-apa padamu?" Dia balik bertanya padaku.
"Mamoru bilang tidak usah ikut campur...untuk sementara. Jadi, aku merasa tidak enak untuk bertanya pada mereka..." Dan itu memang benar. Apalagi setelah melihat Mamoru yang berwajah sedih seperti kemarin...Aku...
"Begitu ya..." Aki berkata lagi. "Kurasa kalau hanya memberitahu sedikit, tidak apa-apa..." Lalu dia menarik nafas dan berwajah serius. "Haruna-chan, lebih tepatnya Otonashi Haruna. Walaupun dia lebih muda 2 tahun dariku, kami cukup akrab." Kulihat dia tersenyum kecil, seperti mengingat-ingat peristiwa dahulu.
"Haruna-chan itu satu-satunya orang yang ditakuti sekaligus dituruti oleh Yuuya-kun. Kalau Yuuya-kun mulai keluar nakalnya, laporkan saja pada Haruna-chan." Dia tertawa kecil sembari mengatakan ini. Begitu ya... Tapi yang ingin kutanyakan adalah...
"Dan aku yakin yang ingin kau tanyakan adalah hubungan Haruna-chan dengan Kidou-kun, kan?" Masih tersenyum dia melihatku. Aku mengangguk.
"Haruna-chan itu..."
"...Adik kandung Yuuto." Tiba-tiba saja, ada suara lain yang memotong penjelasan Aki. Kami berdua menoleh ke asal suara itu. Dan kulihat, sang Kapten Host Club, Endou Mamoru berjalan ke arah kami.
"Endou-kun..." Kudengar suara Aki dari sampingku. Kenapa Mamoru bisa ada di sini...? Mamoru sampai di depan kami berdua, lalu dia menampilkan senyum khasnya, senyuman seperti anak kecil itu...
"Hey, Ichirouta! Ngapain berdua di sini? Jangan-jangan kalian kencan ya...?" Dengan seenaknya, dia langsung menuduh macam-macam, komplit dengan seringai anak kecilnya yang membuatku gemas sampai-sampai ingin menarik kedua pipinya itu...
"Apanya yang kencan hah...?" Dan benar-benar kulakukan. Kutarik kedua pipi tembem(?)nya itu. Anak satu ini...!
"Aduuuuh, sakiit...! Aku Cuma bercanda, Ichirouta~~~!" Wajahnya langsung mewek begitu, aku yang tak tega untuk menyakiti cowok gembul nan lucu ini hanya bisa tertawa dan melepas cubitanku. Dia lalu mengusap-usap kedua pipinya, sambil tertawa kecil.
"Jadi, kau menyelidiki tentang Haruna sendirian?" Mamoru langsung bertanya to the point. Aku hanya bisa mengangguk pasrah. Kulihat dia tersenyum kecil. Lalu dia menolehkan wajahnya pada Aki.
"Terima kasih sudah menjelaskannya Aki!" Dia melebarkan senyumnya. Kulihat Aki hanya mengangguk kecil sambil balas tersenyum.
"Yosh! Ayo, Ichirouta!" Kurasakan tangan Mamoru menggenggam tanganku, lalu menarikku pergi dari situ.
"He? Mau kemana?" Setengah berteriak aku bertanya pada Mamoru. Tidak lupa aku menolehkan kepalaku sedikit pada Aki-san, mengangguk kecil pada gadis itu, tanda terima kasihku.
"Nggak perlu ditanya lagi, kan?" Mamoru tersenyum lebar. "Tentu saja ke bagian SMP!"
Tralala...Trilili...Pembatas Cerita...
Bagian SMP Inazuma Gakuen. Untuk beberapa orang, mungkin perlu kuingatkan kalau Inazuma Gakuen adalah sekolah lanjutan yang terdiri dari SD sampai SMA. Dan sekarang aku ada di situ, bersama Mamoru, bersembunyi di belakang dinding, bak detektif tak kesampaian...
"Emm, Mamoru...?" Kupanggil dia setengah berbisik.
"Apaan?" Tanpa menoleh dia menjawab. Ya ampun ni anak...
"Kita ngapain sembunyi begini...?" Sungguh, sangat memalukan keadaanku (dan Mamoru) sekarang. Untuk tidak ada anak SMP yang lewat di dekat kita...
"Jelas supaya nggak ketahuan!" Makannya ketahuan sama siapa?
"Sudah ketahuan dari tadi." Aku langsung membeku di tempat ketika mendengar suara ini. Suara dingin ini jangan-jangan...
Aku dan Mamoru pun menoleh ke belakang dan melihat... Goenji Shuuya yang masih berwajah cool dan melipat kedua tangannya di dada. Dia memandang kami seolah bertanya kalian-ngapain-sembunyi-segala? Aku cuma bisa tertawa hambar dengan pandangannya itu, kulihat Mamoru juga ikut tertawa hambar sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Hehe.. Ketahuan?" Mamoru memandang Shuuya, masih sambil tertawa. Shuuya menghela nafasnya dan maju mendekati Mamoru.
"Sudah kuduga kau akan ikut campur masalah ini." Mamoru meringis mendengar ini. "Yah, apa boleh buat. Kau memang seperti itu, kan?" Shuuya mengelus-elus kepala Mamoru. Mamoru tersenyum lebar kepada Shuuya lalu berkata,
"Un! Terima Kasih, Shuuya!" Mamoru langsung memeluk Shuuya. Dengan sukses, membuat wajah cool Shuuya berubah kaget, dan membuat wajahku cengo habis-habisan. Dan si kapten cuma tersenyum lebar tanpa peduli pada dua orang yang kena serangan jantung mendadak. Mamoru masih memeluk Shuuya dengan santainya sampai...
"Huwaaa!"
...Sampai sebuah teriakan membuat jantung kami sembuh(?) kembali. Kami semua menoleh ke asal suara dan melihat, murid cowok SMP dengan rambut dan mata hitam. Kulihat baik-baik mata miliknya, bercahaya seperti memberikan harapan pada orang lain. Walaupun sekarang mata – dan mulut - anak itu terbelalak dan menganga melihat adegan R-15 (?) barusan itu...
"Ah." Kudengar Shuuya dan Mamoru berbicara secara bersama-sama. 'Ah.' ? Cuman itu...?
"Endou-san! Kenapa peluk-peluk Shuuya-san begitu?" Anak itu langsung menarik Mamoru dari Shuuya dengan cara yang tidak seharusnya dilakukan anak SMP kepada senpainya... Menarik atau lebih tepatnya menjewer kuping Mamoru, lalu menariknya menjauh dari Shuuya. Mamoru hanya bisa ber 'aduh-aduh' ria diperlakukan begitu... Untuk anak-anak lain, mohon jangan tiru adegan ini di sekolah masing-masing!
"Aduh! Iya,iya, Maaf! Toramaru~~~!" Mamoru lalu meminta maaf pada anak itu. Toramaru...? Kalau tidak salah, anak ini...
"Hmmp..!" Sekarang semuanya – Aku, Mamoru, dan Toramaru – menoleh ke arah Shuuya yang barusan membuat suara. Ternyata dia sedang... dengan sangat berusaha menahan tawanya... Kami semua hanya bisa bengong melihat Shuuya yang seperti itu. Dan perlu diingatkan, Toramaru masih memegang kuping Mamoru...
"Toramaru." Sepertinya Shuuya sudah kembali tenang, walaupun dia masih tersenyum. "Tolong...lepaskan Mamoru."
Toramaru – yang sepertinya – baru sadar kalau dia baru saja melakukan KDRT(?) pada Mamoru, langsung melepaskan tangannya dari kuping Mamoru. Mamoru langsung mengusap-usap kuping kirinya itu... Sepertinya sakit sekali... Kemarin dibanting Dark!Yuuki, lalu sekarang...
Kutolehkan kepalaku ke arah Toramaru. Dia sekarang menggaruk-garuk kepalanya lalu...
"Maafkan aku! Endou-san!"
...Menundukkan kepalanya dalam-dalam, sangat menyesal dengan perbuatannya. Aku hanya bisa sweatdrop melihat sikapnya yang berubah 180 derajat...
"Hentikan, Toramaru." Kami semua memandang Shuuya. "Itu salah Mamoru sendiri kok." Dan dengan santainya Shuuya berkata seperti itu. Mendengarnya, Aku hanya bisa memasang wajah ini-beneran-Shuuya-kan?, Toramaru menangguk sambil berkata 'baik!', dan Mamoru... ngambek dipojokkan sambil nanam jamur(?)...
"Tidak biasanya Shuuya-san datang ke gedung SMP." Toramaru mulai bicara lagi. "Apalagi ada Endou-san dan juga..." Dia melihat ke arahku. Shuuya lalu mengambil alih,
"Ichirouta, anak ini Utsunomiya Toramaru." Shuuya memulai sambil mengusap-usap kepala Toramaru. "Dia junior yang kuceritakan kemarin." Ah, ternyata benar... "Lalu, Toramaru. Dia ini Kazemaru Ichirouta. Host baru di klub kami." Dia lalu berkata lagi sambil menunjukku.
"Ah, yang digosipkan itu ya!" He? Digosipkan? "Katanya ada Host baru yang mirip CEWEK..."
"APAA?" Dengan sukses, kupotong kalimat Toramaru barusan dengan teriakanku. Toramaru kaget, Shuuya menghela nafasnya, dan Mamoru langsung menutup mulutku dengan kedua tangannya. Sejak kapan dia bangkit dari depresinya?
"Ichirouta! Pelankan suaramu!" Kamu sendiri juga teriak-teriak! ...Ingin kukatakan itu pada Mamoru, sayang dia benar-benar menutup mulutku dengan sempurna...
"Hentikan, kalian berdua!" Secara reflek kami langsung membeku mendengar suara dingin milik Shuuya. "Toramaru."
"Eh, ya?" Toramaru menegakkan badannya, menatap Shuuya.
"Tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Kogure dan Otonashi."
Tu Bi Kontinyu...
Ichi : Woi! Kok TBC? Nanggung banget!
Mamoru : Iya, iya! Gimana tuh?
Saya : Diam Kalian! Capek tahu, tu udah 10 halaman!*mencak-mencak gaje*
IchiMamo : Ooh... *ngangguk-ngangguk*
Tora : Kenapa ada adegan peluk-peluk itu, hah? *dibelakangnya ada pasukan macan*
Saya : Karena banyak yang request! Kenapa, mo protes? *manggil pasukan penguin* Kalau nggak percaya lihat aja Review nya!
Tora : *Buka-buka Review* iya juga ya...
Shuuya : ...
Saya : Aih, Shuuya! Saya jatuh cintrong lagi sama kamu, setelah nonton Raimon vs Epsilon!
Shuuya : Oh...
Saya : Tapi tetep lebih cintrong(?) sama Hiroto! Ah, Gran keren abis! XD
Shuuya : ...
Saya : Yah, Shuuya beneran kayak kulkas deh... Ya udah balas Review aja yuk!
The Fallen Kuriboh :
Iya, Yuuki seram ya... *dideathglare FC Yuuki* tapi di tetep imut kok!
Hehe,, di sini saya tambahin Hint ShuuMamo! Banyak banget yang minta...
Pasti! Alien pasti muncul! Hiroto yayank, Ryuuji yayank, tunggu giliran kalian muncul (baca:dinistakan) di fic ini ya...!
Ryuuji : Hei, Hiroto...
Hiroto : ?
Ryuuji : Rasanya tadi ada yang ngomongin kita deh. Kayaknya seorang Author Fujoshi tingkat akut tuh...
'Penguin Arc' itu nama Arc nya Yuuto. Nanti masing-masing Host punya Arc masing-masing... Atau kalau ada yang req Arc buat karakter tertentu bisa saya bikin nanti... :D
'dirimu'...? Siapa ya...? *ditampol* Pokoknya Ra-ha-si-a! XD
Tentang Pairing... Ditunggu saja ya...:) Tsunami pasti muncul! Dia kan seme tetapnya Yuuki! Kyaa! FluffyShipping!
FID... Telat banget... Waktu itu nggak niat nulis saya, jadinya... T_T
Thanks Reviewnya!
Akazora no Darktokyo :
Ayok! Battle ! *ngambil naginata* becanda, hehe...
He? Mecha? Seru juga tuh... Tapi jangan deh, nanti saya nggak tekontrol apdetnya...
Dia,dia,dia... kapan ya keluarnya...? *dilempar kunai*
Ini dah dibanyakin ShuuMamo nya, mudahan cukup ya...:D
Thanks Reviewnya!
Aurica Nestmile :
TEGANG...? Bagus! Saya memang pingin bikin begitu...! Untung bisa...
Masalahnya masih TBC tuh... Jangan marahin saya! Ichi sama Mamo udah marah-marah tuh di atas !
Oke! Ini Apdetnya, Yue-chan! *teriak pake toa nyolong dari mesjid*
Thanks Reviewnya!
Draco-Blacklightz23 :
Tadi ada yang bilang TEGANG, sekarang kelam dan sedih...
Gak pa pa deh, jadi kayak gado-gado(?) gitu...
Iyaaa,, Yuuki keren!XD
He? Ichi dia minta hadiahnya tuh!
Ichi : Oh, ambil aja! Asal jangan yang makanan ya...!
Saya : Dia manggil kamu Ichi-nee lo...
Ichi : APAA! Kalo gitu gak jadi...!*ngambek*
Yah, ngambek deh... Maaf ya, Ara-chan, Ichi ngambek! Jiwa cowoknya bangkit lagi tuh...!
Thanks Reviewnya!
De-chan Aishiro :
Hooooo... Berarti fic saya bagus? Kyaa! Makasih, De-chan! *peyuk-peyuk lagi*
Ho?He? Akhirnya, ada juga misstypo... mudahan ni chapter nggak ada...
Iya! Atsuya dah meninggal! Shirou, Atsuya, dan orang tua mereka kena salju longsong waktu naik mobil... Shirou selamat karena dia didorong Atsuya ke luar mobil... Shirou aja ampe trauma kalo denger suara nyaring... Keren banget si Mamoru Miyano itu, adegan trauma si Shirou kerena abis! XD
Shirou : Orang ketakutan kok dibilang keren...
Saya : Tapi emang keren Shirou imuutt! Sayang, tu adegan lagi sama Shuuya... Coba ama Ryuugo... Shuuya gimana sih?
Shuuya : ...Kok aku yang disalahin?
Yay! Hidup HiroMamo! *ngeluarin spanduk* ...Apa saya bikin Dark!Yuuki terlalu serem ya...? Aih, gak pa pa deh! *plaak*
Makasih Reviewnya!
N/A : Hahaha... Saya kayaknya mau bikin fic baru... Tapi tunggu balik ke Malang aja deh, saya tergoda terus buat make modem di Samarinda... Makannya ni apdet baru bisa sekarang...
Yosh, Review please? *nyiapin sodokan foto-foto ShuuMamo*
