A/N : I'm back and as good as alive, Baybeehhh! *dilempar kunai* Maaf diriku yang telah telat mengapdet... Saya kena serangan jantung mendadak setelah liat cakepnya Lelouch, kerennya Suzaku, dan imutnya Rolo...! Hoho, someone please give me CG R2! Lanjut dulu deh...
Disclaimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club owned by Bisco Hattori
Rated : T, untuk percobaan pembunuhan(?) dan kata-kata kasar...
Character(s) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Goenji Shuuya, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Kogure Yuuya, Otonashi Haruna, Utsunomiya Toramaru, Fudou Akio
Genre(S) : Humor, Frienship, Parody
Warning : AU, Shonen-ai, mungkin OOC, and beware of attempted murder(?) for The coolest GameMaker!
Inazuma Host Club
Episode 8
Your Eyes
Ichirouta's POV
Halo, semua! Lama tak berjumpa! Masih denganku, Kazemaru Ichirouta. Hoho, ada apa? Apa aku sedikit OOC untuk kalian? Yah, itu mungkin saja. Karena sekarang aku berjalan di koridor sekolah, dengan hati berbunga-bunga, senyum mengembang lebar di wajahku, dan juga langkah ringan bak melayang di atas awan. Baik, mungkin itu sedikit lebay, tapi salahkan itu kepada Author yang memang sekarang sedang melayang-layang di dunia fujoshi miliknya...
Lupakan tentang Author miring yang satu itu dan kembali ke cerita. Masih tersenyum lebar aku menuju ke ruangan Host Club. Setelah masalah Yuuto - yang tidak disinggung lagi sekarang – terlewati, hari-hariku berjalan dengan sangat baik atau mungkin bisa dibilang sempurna. Masalah hadiahku yang menumpuk sudah terselesaikan dengan cara yang oh-sungguh-dermawan-sekali-dirku. Hadiah itu kubagi-bagikan ke tetangga-tetanggaku di apartemen tempatku tinggal. Tentu saja aku juga memberikan sebagian hadiah kepada Induk Semangku. Dan tanpa disangka-sangka, dia memberiku makan malam gratis sejak kuberikan hadiah. Oh, hidup gratisan!
Setelah itu, kehidupan sekolahku berjalan dengan sangat indah. Nilai-nilaiku masih menduduki Ranking 3 besar di sekolah, dan Ranking 1 di kelas. Nilai Kimia dan Sejarah Jepangku sempurna. Dan semua itu ditambah dengan menghilangnya pelajaran Bahasa Alien... Maksudku Bahasa Inggris selama seminggu. Kenapa? Karena gurunya sedang cuti dengan alasan yang tidak kuketahui. Selama sang guru cuti, kami belajar sendiri di kelas. Atau mungkin bisa dibilang kita bersenang-senang di kelas...
Yup, hari-hari yang sungguh indah. Tidak ada yang salah kan kalau aku menyebar senyum? Oh, tanpa kusadari pintu ruang Host Club sudah berada di depan mataku. Perlahan kubuka pintu besar itu dengan memikirkan satu hal. Hari ini pasti jadi hari yang indah juga ya...
...Atau tidak.
Begitu pintu terbuka, aku langsung disambut dengan beberapa benda tajam melayang ke arahku. Dalam saat-saat seperti inilah aku sangat bersyukur karena memiliki reflek di atas rata-rata. Aku langsung menghindar dengan cepat, lebih tepatnya 0.25 detik, dari benda tajam yang entah apa itu. Jleb! Dengan sukses, aku menghindar dan membiarkan benda tajam itu menancap ke dinding dibelakangku. Kutolehkan kepalaku dan... Itu kunai dan Shuriken? Apa ada Naruto nyasar ke Host Club?
"Ichirouta! Kamu nggak apa-apa?"
Suara Mamoru membahana menanyakan keadaanku. Kembali kutolehkan wajahku ke dalam ruang Host Club...
"Ya, aku tidak apa-apa...!"
Mulutku menganga. Bukan, bukan karena aku melihat ruangan Host club yang berhamburan seperti kapal pecah. Bukan juga karena aku melihat sofa dan meja yang terbalik. Bukan juga karena dinding ruangan yang sudah dengan cantiknya berhias kunai dan shuriken, yang tanpa rasa berdosa menancap di situ. Bukan juga karena melihat Mamoru, komplit dengan air mata bercucuran dan juga puppy eyes miliknya, berlari ke arahku bak adegan film India lama. Bukan, bukan karena semua itu...
Tapi karena aura gelap yang mengejar Mamoru dari belakang. Sungguh, kalau aku bermata minus – yang untungnya tidak – aku pasti percaya bahwa aura gelap dan hitam itu adalah Maou*. Mungkin kalau itu benar masih lebih baik. Karena sosok asli dari Maou itu adalah...
"Tunggu! Mamoru-san!"
Yuuki, atau lebih tepatnya Dark!Yuuki, bersenjatakan kunai dan shuriken, mengejar-ngejar Mamoru seperti tidak ada hari esok. Mamoru langsung mengubah rute larinya ke arah kanan. Aku hanya bisa sweatdrop sendiri melihat pemandangan yang sebenarnya mengerikan tapi terlihat sangat lucu... Kulihat Shuuya duduk tenang di pojok ruangan, duduk tenang di satu-satunya sofa yang tidak gugur dalam perang(?). Aku mendekatinya sambil mengendap-endap. Aku tidak ingin mempertarukan diriku lagi melawan serombongan kunai dan shuriken, tidak terima kasih.
"Shuuya, sebenarnya ada apa ini?" Aku duduk di sebelah Shuuya, bertanya kepadanya. Dia menghela nafasnya lalu menunjuk ke salah satu meja di ruangan itu.
"Mamoru yang melakukannya."
Mataku terbelalak melihatnya. Di atas meja tergelatak boneka kesayangan milik Yuuki. Boneka kesayangan milik sang junior itu sekarang telah... basah? Yup, memang basah. Dan lagi, itu teh ya? Atau jangan-jangan kopi...? Bakal susah tuh membersihkannya. Kalau begini sih, wajar kalau Yuuki marah...
"Huwaaa!"
Teriakan mengenaskan milik Mamoru langsung membuatku dan Shuuya reflek melihat ke arahnya dan Yuuki. Mamoru tersudut dan merapat ke dinding. Beberapa centimeter dari kepala, bahu, tangan, pinggang, dan kakinya menancap kunai dan shuriken. Wajah Mamoru sudah pucat, sangat pucat. Seperti itukah wajah orang yang sudah di ujung tanduk?
"Mamoru-san..."
Dengan perlahan tapi pasti, Yuuki berjalan mendekati Mamoru. Wajah Mamoru mulai berubah menjadi biru. Yuuki mengeluarkan kunai dari saku belakang seragamnya... Hal yang membuatku berpikir sebenarnya dia bawa kunai berapa sih? Sementar wajah Mamoru mulai bertambah pucat, dari biru menjadi ungu(?). Sekarang mereka sudah saling berhadapan dalam jarang yang dekat, cukup dekat untuk Yuuki melempar kunai tanpa harus meleset. Tangan Yuuki mulai bersiap melempar kunai, Mamoru bergonta-ganti warna wajah, Aku menelan ludah tanda tegang, dan Shuuya dengan sangat tidak peduli mulai membuka buku dan membaca...
Brakk!
"Halo semua!"
Adegan dua pemeran "Run from Ninja"(?) a.k.a Mamoru dan Yuuki langsung terhenti ketika pintu Host Club terbanting dan 2 suara kompak terdengar. Kami semua menoleh ke arah pintu, melihat Shirou dan Atsuya melambai-lambaikan tangannya, serta Yuuto yang mengikuti di belakang si kembar tersenyum kecil. Walaupun anggota yang baru datang langsung terbelalak ketika melihat kehancuran yang terjadi di ruangan ini.
"Ada apa ini?" Yuuto, Shirou, dan Atsuya masuk sambil menoleh kanan kiri. Melihat betapa hancurnya ruangan Host Club. Tentu saja dalam proses melihat-lihat itu, mereka menyadari keberadaanku dan Shuuya yang mengungsi di pojokan. Dan juga menyadari Mamoru yang terpojok dan Yuuki yang sudah siap membunuh orang. Ngomong-ngomong tentang Yuuki, sekarang tangan yang memegang kunai sudah mulai menurun, matanya berkedip-kedip melihat ke arah Yuuto dan yang lainnya, lalu kepalanya mulai menoleh kesana kemari melihat ruangan Host Club yang sudah berhias kunai dan shuriken, dan dia...
"Ahhhh! Maafkan aku!"
Menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meminta maaf... Sepertinya dia sudah kembali jadi Yuuki yang biasa ya... Mamoru masih bersandar di dinding, mulai terduduk sambil mengambil nafas, Aku menghela nafasku bersyukur akan terhentinya pembunuhan yang akan terjadi barusan, Shuuya tetap diam sambil membaca buku, sedangkan Yuuto, Shirou, dan Atsuya hanya bisa bengong sambil mengangguk pelan. Masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi...
XXXInazuma Eleven!XXX
"Aku benar-benar nggak sengaja! Beneran! Suer! Honto dayo! I'm saying the real thi...!"
Mulut Mamoru yang tidak berhenti mengoceh pembelaan dirinya langsung disumpal dengan cake coklat oleh Shuuya. Setelah Yuuki kembali normal, kami mendirikan beberapa sofa di tengah ruangan untuk diduduki, beserta meja kecil yang selamat dari bapak kunai dan istrinya, ibu shuriken. Kami pun duduk sambil memakan cake dan teh. Yuuki mengamankan bonekanya jauh-jauh dari Mamoru. Walaupun dia minta maaf karena sudah menghancurkan ruangan Host Club, sepertinya dia masih ngambek dengan Mamoru yang telah mengotori boneka berambut pink miliknya. Anggota yang lainnya hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku Mamoru dan Yuuki.
"Sudahlah, Yang penting tidak ada kejadian berdarah dalam bentuk apapun hari ini..." Yuuto berkata sambil meminum tehnya. "Tapi dengan keadaan ruang Host Club yang seperti ini kita tidak mungkin membuka Club untuk hari ini ya."
Memang benar, di samping kami semua masih berserakan sofa dan meja yang terbalik. Juga dinding ruangan yang berhiaskan kunai dan Shuriken. Kudengar Yuuki bergumam 'maaf' secara pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Yah, kalau kadang-kadang kita istirahat untuk satu hari tidak apa-apa, kan?" Shirou mengeluarkan innocent smile-nya. Kami pun ikut tersenyum melihat mukanya yang imut-imut itu. "Lagipula dengan begini kita bisa ngobrol santai. Benar kan, Yuuto-kun?"
Yang ditanya hanya mengangkat alisnya. Benar juga ya, kami masih belum tahu berita terbaru penyelesaian masalah miliknya. Memang dia bilang pasti akan beres, tapi itu tidak akan menghentikan rasa penasaran kami! Dengan tatapan ingin tahu, semua anggota menatap Yuuto. Yuuto tersenyum kecil, menaruh cangkir tehnya ke atas meja.
"Tenang saja, masalah itu sudah diselesaikan dengan..." kata-kata Yuuto terhenti. Sepertinya dia mencari kata yang pas. "Bisa dibilang selesai dengan baik, dengan bantuan teman lama." Yuuto tersenyum sambil mengatakan hal ini. Teman lama...? Aku dan yang lain memasang wajah bingung. Sepertinya Yuuto terlihat... gembira?
"Yah, lebih baik kalian lihat sendiri. Kurasa sebentar lagi mereka datang."
Dan seperti yang dipredeksikan sang esper, pintu ruang Host Club terbuka pelan. Menampilkan satu sosok 'little devil' alias Yuuya, Toramaru yang tersenyum riang, dan juga gadis dengan kacamata tersemat di rambutnya, Haruna. Mereka semua tersenyum. Dan lagi-lagi senyuman mereka terhenti ketika melihat keadaan ruangan Host Club. Yup, mereka bengong, bahkan Yuuya juga ikutan.
"Kalian masuklah. Jangan bengong di depan pintu." Suara Yuuto menyadarkan mereka. Dengan perlahan sambil menoleh-noleh, penasaran kenapa banyak kunai dan shuriken berserakan, mereka mendekati kami. Setelah di dekat kami, mereka duduk di tempat yang tersisa. Haruna dan Yuuya di samping kiri Yuuto, dan Toramaru yang duduk di antara Shuuya dan Mamoru.
"Terima kasih untuk bantuan kalian semua kemarin." Haruna dan Yuuya tersenyum pada kami semua. "Sekarang masalahnya sudah terselesaikan, Aku dan Yuuya juga bisa kembali bersekolah seperti biasa." Dia menepuk kedua tangannya sambil bicara.
"Syukurlah kalau begitu." Mamoru membalas senyum kedua anak SMP itu. "Ngomong-ngomong, siapa teman lama yang membantumu, Yuuto?" Ah, kau pintar sekali Mamoru. Mewakili kami semua menanyakan pertanyaan satu itu.
"Ah? Kalian semua kenal dengannya kok." He? Benarkah? "Oh, kecuali Ichirouta tentunya." Tuh, kan. Melihat wajahku, Yuuto langsung menyambung, "Tenang saja, dia juga bersekolah di sini kok. Walaupun dia sering bolos... Tapi kurasa hari ini dia masuk sekolah."
"Sering bolos...?" Mamoru terlihat menyadari sesuatu. Bukan hanya Mamoru, semua Host menyadari sesuatu. Dan sepertinya, mereka berpikiran sama karena mereka dengan kompak meneriakkan satu nama yang sama...
"Fudou?" Bak paduan suara, mereka bernyanyi... maksudku berteriak. Yuuto langsung diserbu berbagai pertanyaan oleh para Host. "Yang benar?" dari Atsuya. "Dia sudah kembali?" Dari Shirou dan Mamoru. Serta Shuuya yang memasang wajah 'apa benar?' Siapa Fudou ini...?
"Iya, benar." Dengan sabar Yuuto menjawab. Di sampingnya Haruna dan Yuuya tertawa melihat tingkah laku para senpainya. "Dia baru saja kembali dari Itali, tiba-tiba muncul dihadapanku, dan dengan seenak jidat membantuku dalam menyelesaikan masalah kemarin itu." Kata-kata Yuuto yang terkesan kasar itu, berlawanan dengan wajah yang sekarang diperlihatkannya. Senyum yang tulus terpasang di wajahnya... Sayang, harus diganggu dengan satu pengumuman...
"Perhatian, kepada seluruh Ketua Kelas dari kelas 1 sampai 3. Diharap berkumpul di ruang OSIS segera. Terima kasih. Kami ulangi..."
Dia memberi senyuman maaf pada kami, dan beranjak pergi. Dia juga menyempatkan untuk mengusap kepala Haruna dan Yuuya sambil bergumam 'maaf'. Yuuto pun keluar dari ruangan Host Club.
Setelah itu, berbagai macam topik mengalir dalam pembicaraan. Mulai dari pelajaran SMP, yang membuat kami - para senpai - sedikit bernostalgia, tentu saja diiringi dengan Mamoru yang tanpa rasa malu membeberkan nilai matematika miliknya ketika SMP. Yang terlalu bernada doremi sampai-sampai aku tak ingin menyebutkannya... Diikuti tawa Haruna, Yuuya, dan Toramaru yang mendengar ini. Sampai pembicaraan kita mengalir ke Yuuto, seperti bagaimana sikapnya ketika kecil, yang dijawab Haruna sambil tertawa. Aku jadi penasaran, apa kemampuan esper Yuuto sudah ada sejak dia kecil? Dan satu lagi yang membuatku penasaran...
"Hei, aku mau tanya." Semua mata langsung tertuju ke arahku. "Kenapa Yuuto selalu mengenakan gogle biru itu...? Apa dia tidak pernah melepasnya?"
Pertanyaanku barusan sukses membuat semua Host tercengang. Mereka ternganga sambil berkedip-kedip. Ah, bukan semua kok. Shuuya (untungnya) masih waras(?). Apa aku bertanya hal yang salah ya? "Hey..."
"Aaaahhhhh!" Mamoru dan Atsuya langsung berteriak sambil berdiri, membuatku kaget setengah hidup. Shirou dan Yuuki yang tidak selebay mereka berdua hanya ber-ah pelan. Shuuya hanya diam seperti biasa, tapi sepertinya dia juga sadar akan sesuatu. Dan kekagetan mereka langsung berubah menjadi seringai yang membuat bulu kudukku berdiri...
"Kerja yang bagus, Ichirouta!" Mamoru dengan lantangnya berteriak sambil menunjukku. Apanya? "Terlalu banyak yang terjadi, kami sampai lupa dengan yang satu itu." Tunggu dulu, jangan bilang kalau kalian... "Aku sudah berusaha dengan sangat keras untuk melihat apa yang ada di balik gogle itu sejak dari kelas 1!" Lama sekali perjuanganmu, Mamoru... "Waktu itu aku hanya berusaha sendiri, karena kalian berdua nggak mau membantu!" Dan sekarang Mamoru menyemburkan (dalam arti sebenarnya) kekesalan terpendamnya pada Shirou dan Shuuya. Yang disembur hanya tersenyum sambil melindungi kepala mereka dengan payung, perlindungan dari semburan hujan lokal. Entah darimana payung itu datang...
"Haha, maaf kapten!" Masih melindungi diri dari semburan, Shirou tertawa. "Tapi sekarang, dengan anggota sebanyak ini mungkin bisa berhasil melihat mata Yuuto-kun, kan?"
"Benar juga..." Mamoru berkata sambil memegang dagunya, pose berpikir. Walaupun sebenarnya, hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan berpikir tidak akan cocok dengan Mamoru. Dia lalu tersenyum lebar pada kami semua, senyuman yang membuatku takut sendiri...
"Baiklah! Ayo kita mulai rencana 'Membuka gogle Yuuto'!
XXXGo! Japan's representative!XXX
Sementara itu di ruang OSIS...
"Huatsyi!" Yuuto bersin dengan indahnya, mengagetkan orang-orang lain yang ada di situ.
"Kidou-san, sedang flu?" Megane yang mewakili kelas 2-B bertanya padanya.
"Tidak apa-apa. Tolong lanjutkan rapatnya." Dengan tenang Yuuto menjawab. Sangat berlawanan dengan nuraninya yang telah memberikan berbagai macam alasan kenapa dia bisa bersin senyaring itu...
Kemungkinan 1 : Yuuya sedang mengobrak-abrik kamarnya, lagi. Tidak mungkin karena sekarang dia sedang berada di sekolah. Kemungkinan dicoret.
Kemungkinan 2 : Haruna sedang memikirkan tentang dirinya. Sungguh, sangat narsis dan sister-complex sekali dirimu, Yuuto... Sayangnya, Yuuto merasa bukan karena ini. Kemungkinan dicoret.
Kemungkinan 3 : Seorang teman lama, bernama Fudou Akio sedang bersiap-siap untuk mengerjainya lagi. Entah itu berupa jebakan atau hal-hal lainnya... Kemungkinan yang paling besar mungkin ini...
Dan masih banyak kemungkinan lainnya, sampai akhirnya Yuuto sampai di kemungkinan terakhir...
Kemungkinan 99 : Teman-teman di Host Club sedang membicarakan tentangnya. Mungkin saja mereka sedang berencana mengerjainya dengan cara mencoba melepas gogle birunya atau hal semacam itu.
Inner Yuuto tertawa sendiri. Dia berpikir 'Tidak mungkin teman-temannya berencana seperti itu'.
Dan Author sendiri berpikir, 'Yuuto, kenapa kamu nggak pindah profesi jadi peramal aja sih?'
XXXSpirit! Inazuma's Soul!XXX
Kembali ke tempat Ichirouta dan kawan-kawan...
"Jadi apa rencana kita?" Atsuya memulai rapat besar yang menentukan nasib misteri terbesar di Inazuma Eleven... Salah, maksudnya misteri terbesar tentang Kidou Yuuto. Ngomong-ngomong, sekarang kami pindah tempat ke halaman sekolah, di bawah pohon yang rindang.
"Kita tidak bisa minta bantuan Haruna dan Yuuya sih..." Shirou menyambung perkataan adik kembarnya. Memang benar, kami sempat bertanya pada mereka berdua tentang gogle Yuuto. Tapi mereka berdua sepakat untuk tutup mulut tentang hal itu. Mereka hanya mengatakan, kalau kami harus mencoba membuka gogle milik Yuuto dengan tenaga kami sendiri. Perlu kutambahkan kalau mereka mengatakannya sambil tertawa. Oh, Toramaru juga sudah pulang. Katanya dia harus kembali ke restoran keluarganya untuk membantu...
"Langsung terjang saja!" Mamoru langsung mengatakan rencananya – yang tidak bisa disebut rencana- itu sambil mengepalkan tangannya ke udara. Kalau hanya begitu kurasa nggak mungkin bisa deh...
"Rencana yang kurang detil." Tuh kan, Shirou langsung menimpalinya. "Tapi patut dicoba!" Dan aku langsung cengo mendengarnya. Melihat wajahku dia kembali menambahkan, "Kita kan berenam. Ada kapten yang tenaganya kuat, Shuuya-kun yang staminanya banyak, Teamwork dariku dan Atsuya, Yuuki-kun dengan jurus ninjanya, dan juga..." Aku menelan ludah. Dan juga...
"Juga Ichirouta dengan reflek dan kemampuan atletisnya!" Mamoru langsung menyambung dengan seenak udelnya. Hahaha... Aku tertawa garing dalam hati. Asal tidak melibatkan benda tajam yang melayang ke arahku, aku dengan sukarela mau membantu. Lagian, yang bertanya tentang gogle Yuuto itu kan aku...
"Baiklah! Sekarang tentang urutan penyerbuan..." Kami semua langsung ber-hudle di dekat Mamoru. Mendengarkan dengan baik apa yang harus kami lakukan. Setelah didengarkan baik-baik, siapa yang menyangka kalau rencana 'Langsung Terjang' itu sudah tersusun dengan rapi? Seperti sudah dipersiapkan oleh Mamoru dari dulu... Ah, sudahlah...
"Yosh! Ayo mulai penyerbuan kita!"
End of Ichirouta's POV
XXXLet's Go! Yeah!XXX
Mari kita pindah ke tempat GameMaker kesayangan kita berada. Setelah rapat di ruang OSIS selesai, Yuuto melewati koridor menuju ke ruang Host Club. Kenapa dia ingin kembali? Karena ternyata dia melupakan tasnya yang masih tergeletak di sofa dalam ruang Host Club. Ah, sudah dekat. Belok ke kiri lalu nanti naik tangga...
"Yuuto-kun!"
Suara ini... Yuuto menoleh ke belakang dan benar saja. Dia melihat salah satu dari si kembar, Shirou berjalan ke arahnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Hmmm? Dalam lubuk hati Yuuto, dia merasa kalau senyuman milik cowok berambut putih ke abu-abuan itu sedikit berbeda. Terkesan...mengerikan? Tapi Yuuto mengesampingkan pikiran itu. Pikirnya, tidak mungkin Shirou yang innocent akan berbuat hal-hal buruk. Oh, kalau saja kekuatan espermu aktif maka kau pasti akan ambil langkah seribu untuk pergi dari situ, Yuuto yayank...
"Ada apa, Shirou?" Yuuto pun berhenti, menunggu Shirou berjalan ke tempatnya. Shirou masih tersenyum, Yuuto ikut tersenyum. Senyuman Shirou makin melebar mulai seperti seringai, Yuuto mulai berhenti terseyum. Shirou tersenyum...Maksud author berseringai macam Ichimaru Gin, Yuuto menelan ludah. Dan... Shirou langsung berlari ke arah Yuuto dengan kecepatan di atas manusia normal, tangan kanannya menggapai ke depan berusaha menyambar gogle Yuuto. Yuuto yang juga punya reflek di atas rata-rata, langsung mundur beberapa langkah menghindar dari cengkraman maut itu. Sungguh, tidak ada karakter dengan kekuatan fisik normal di Inazuma Eleven. Author masih belum bisa menemukan rumus kimia, bagaimana bisa api dan air bertemu tapi tidak padam atau menguap. Melainkan berubah menjadi jurus keren macam 'Cross Fire' dan 'Fire Blizzard'... Sungguh, author tak tahu!
Baiklah, setelah curhatan tidak penting dari author mari kita kembali ke cerita. Yuuto dan Shirou membeku di tempat. Setelah itu, Shirou ber'cih' pelan. Kalau ada pengorek kuping di situ, pasti Yuuto akan segera mengorek kupingnya. Shirou yang innocent bin imut itu bilang 'cih'? Apa kata dunia? Dan dari sini kita tahu, Yuuto terlalu banyak nonton iklan pajak di tv Indonesia...
"Emm, Shirou? Sebenarnya, apa yang..." Perkataan Yuuto terputus setelah insting espernya kembali aktif. Dia menghidar ke kanan, menghidar dari serbuan serigala mungil berambut antara orange dan pink a.k.a Atsuya yang menerjangnya dari belakang. Si Yuuto itu punya mata ketiga, ya? Hanya dewa Inazuma yang tahu...
Sekarang Yuuto berdiri berhadapan dengan kedua saudara kembar yang telah menyeringai seperti Ichimaru Gin dari Bleach, komik yang akhir-akhir ini dibaca Yuuto karena didesak oleh Mamoru. Dan seringai itu berubah jadi teriakan yang membahana di koridor sekolah yang kosong...
"Serang!"
Yuuto pun mengikuti insting espernya, dia harus lari seperti karakter komik yang baru dibacanya kemarin atas desakan Yuuya... Yup, Yuuto lari dengan kecepatan melewati 40 yard dalam 4.1 detik, seperti Eyeshield 21...
XXXInazuma Eleven!XXX
Setelah melarikan diri dari dua serigala kembar, Yuuto sampai di di deretan ruang kelas 1 SMA. Dia menarik nafasnya perlahan, capek juga kalau dia harus lari sekencang itu. Yuuto berpikir keras, kenapa Shirou dan Atsuya berusaha menyerangnya seperti itu. Bahkan Shirou berubah menjadi sangat OOC... Setelah mengingat-ingat lagi, dia memegang gogle miliknya. 'Apa mungkin mereka berdua...'
Sayang, Yuuto harus berhenti berpikir karena serangan ninja mendadak. Serbuan suami istri senjata ninja alias kunai dan shuriken menyerbu Yuuto. Dan tentu saja, Yuuto dapat menghindar dengan indah seperti film-film matrix. Jleb! Kunai dan Shuriken menancap ke dinding. Yuuto-1 , kunai&Shuriken-0. Mari beri applause yang meriah!
"Ah, tidak kena." Yuuto menoleh ke asal suara. Di ujung koridor berdir Yuuki yang bersenjatakan kunai dan shuriken. Yuuto kembali menelan ludah dan segera mengambil langkah seribu untuk lari dari tempat itu ASAP, Anjrit Someone A little help Here Please...Maksud Author, As Soon As Possible. Sial untuk Yuuto, berbeda dengan Shirou dan Atsuya, kecepatan Yuuki lebih di atas mereka berdua. Dengan mudah dan tanpa membuang tenaga, Yuuki berhasil mengejar Yuuto. Esper kesayangan kita tanpa kenal lelah terus berlari, sayang Yuuki masih bisa mengikutinya. Yuuki mulai bersiap melempar kunai...
"Tunggu dulu, Yuuki! Kenapa kalian pada mengejarku, hah?" Sambil ngos-ngosan karena lari dikejar tanpa henti, Yuuto bertanya. Tentu saja dia bertanya sambil berlari. Mendengar pertanyaan itu, Yuuki berhenti mengejar Senpainya itu dan menurunkan tangan pelempar kunainya. Yuuto pun ikut berhenti.
"Sebenarnya aku tidak terlalu niat untuk ikutan, tapi karena semua ingin menangkap Yuuto-san dan melepas gogle senpai, aku jadi ikutan. Maaf ya senpai." Yuuki kembali bersiap untuk melempar kunai. Yuuto yang cengo mendengar jawaban Yuuki, hanya bisa diam. Untunglah dia punya insting esper yang segera menyadarkannya dan membuat Yuuto kembali mengeluarkan kecepatan eyeshield 21. Dia pun berhasil menghidar dari kunai Yuuki. Tanpa menoleh ke belakang, Yuuto terus berlari. Yuuki berhenti mengejarnya, Yuuto menghela nafas. Sepertinya dia harus mengusulkan peraturan baru di Host Club : 'Dilarang membawa benda tajam, terutama Kunai dan Shuriken!'. Upps, penderitaanmu belum berakhir Yuuto...
"Ichirouta-san! Tangkap dia!"
Dan benar saja, dengan tiba-tiba Ichirouta muncul dari belokan di sebelah kanan Yuuto, membuat cowok gogle itu kaget setengah mati. Bukan karena kemunculan Ichirouta yang seperti teleport, dia sudah terbiasa dengan itu. Melainkan karena dia tidak menyangka bahwa Ichirouta yang terbilang waras(?) itu akan ikut-ikutan mencoba membuka goglenya. Dan, buset dah! Ternyata lari Ichirouta itu cepat sekali...
"Ichirouta! Kenapa kau juga ikutan mengejarku?" Yuuto dengan susah payah bertanya sambil berlari. Dari pengalaman nyata Author, lari sambil ngomong itu sangat susah saudara-saudara!
"Tentu saja karena aku ingin melihat matamu kan!" Dan sekarang Ichirouta berpikir, untuk seorang jenius ternyata Yuuto bisa lemot juga...
"Kenapa aku merasa kalau kau berpikir aku ini lemot...?" Yuuto membalas Ichirouta dengan setengah berteriak. Walaupun dia memiliki stamina yang bagus, dirinya masih lebih cocok dengan sesuatu yang membutuhkan pemikiran. Dan bisa kita lihat,mata Ichirouta yang terbelalak kagum karena kekuatan esper Yuuto. Ah, pintu keluar tinggal sedikit! Ayo, Yuuto berjuanglah!
Brakk! Yuuto membanting pintu menuju ke luar. Sekarang dia berada di lantai dua, di dekat lapangan sepak bola. Masih ada sedikit jalan sebelum tangga, dan Yuuto segera berlari ke bawah menuruni tangga itu. Terlihat Ichirouta baru membuka pintu. Yuuto sedikit lega, walaupun sepertinya dia lupa dengan kemampuan atletis Ichirouta. Ichirouta berlari tanpa mengurangi kecepatan, dan bukannya mengerem untuk menuruni tangga, Ichirouta langsung menapakkan kakinya ke dinding pegangan tangga. Dengan kecepatan itu dia langsung berlari di DINDING dan melompat ke arah tangga paling bawah. Yuuto terbengong-bengong melihatnya, dan lagi-lagi insting espernya menyuruhnya lari dari situ. Yuuto pun melanjutkan larinya...
"Tunggu dulu! Yuuto!" Yuuto tidak mempedulikan teriakan cowok berambut panjang itu, prioritasnya sekarang adalah menyelamtkan diri dari orang-orang yang mengejarnya...
XXXAim! Japan's Representative!XXX
Ichirouta's POV (again)...
Ah! Sial, padahal sedikit lagi! Aku mengambil nafas. Sudah lama tidak lari seperti tadi. Sejak masuk ke Inazuma Gakuen ini aku terlalu sibuk belajar. Hmm, apa aku masuk klub atletik lagi ya...?
"Sepertinya kalian mengejar-ngejar Kidou-kun. Ada apa sebenarnya?"
Sebuah suara cowok mengagetkanku. Kudongakkan kepalaku ke asal suara, dari atas pohon di belakangku. Kulihat seorang cowok dengan seragam SMA Inazuma Gakuen, rambutnya...bisa dibilang ber-style sangat aneh, dan matanya berwana hitam kehijauan. Sementara dia turun dari atas pohon, aku masih terbengong-bengong melihat style rambutnya itu...
"Hoooii, anggota host club, Kazemaru Ichirouta-kun~~~."
Dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Aku yang kaget langsung mundur beberapa langkah.
"Jadi? Kenapa kalian mengejar Kidou-kun? Jangan bilang kalau kalian mau mengambil gogle miliknya itu. Akhirnya mulai lagi deh, perburuan gogle..."
Dia mulai ngomong sendiri. Aku cuman bisa berkedip medengar tebakannya yang 200% benar itu. Sepertinya dia menyadari kalau dirinya benar. Dia lalu kembali bicara padaku,
"Kalian mau mengambil gogle nya, kan?" Aku mengangguk, masih tidak bisa mengeluarkan suaraku menanggapi keanehan cowok di depanku. Terutama rambutnya itu...
"Kalau begitu mau tahu, cara supaya kalian bisa menangkap dan membuka gogle Kidou-kun dengan mudah?"
Ha? Yang benar? Melihat ekspresiku, dia lalu tersenyum. Senyum yang cukup...licik? Cowok itu mendekat padaku lalu membisikkan suatu cara... Suatu cara yang benar-benar gila! Sampai-sampai aku terbelalak dan menganga lebar. Selesai membisikkan cara gila itu, dia mundur dan beranjak pergi dari situ.
"Begitulah. Selamat berjuang, Kazemaru-kun!" Cowok ber-style rambut aneh itu pun pergi. Meninggalkanku terbengong-bengong di pinggir lapangan sepak bola. Serius tuh? Dengan cara gila seperti itu bisa menangkap Yuuto...?
End of Ichirouta's POV...
XXXAim! Yuuto's Gogle!XXX
Setelah pembicaraan Ichirouta dengan seorang cowok misterius ber-style rambut aneh, yang Author kira identitasnya sudah bisa ditebak oleh para pembaca, mari kita kembali ke korban teraniaya hari ini a.k.a Kidou Yuuto. Sekarang Yuuto sedang dikejar (lagi) oleh dua teman baiknya, Mamoru dan Shuuya. Mereka berkejaran di halaman belakang gedung SMA, di mana tempat ini cukup sepi dan ditumbuhi banyak pohon. Yuuto berlari sekencang-kencangnya menghindari dua monster yang mengejarnya dari belakang. Kenapa disebut monster? Memang ada murid lain yang bisa berputar atau salto di udara seperti Shuuya? Atau apa ada murid lain yang bisa menghentikan ban truk yang super gede itu dengan satu tangan seperti Mamoru? Hayooo, ada nggak?
Yah, itulah pasangan monster olahraga paling mengerikan di Inazuma Gakuen. Sekarang mari kita intip pikiran Yuuto yang dikejar kedua monster itu...
'Sialaaaan! Kenapa ini harus terjadi padaku? Sebelum mereka bisa membuka gogleku, aku udah koit duluan! Aku tahu ini pasti rencana Mamoru! Dasar kapten kurang kerjaan! Kenapa yang lain mau saja mengikuti perintahnya yang seperti ini? Si serigala kembar itu memang cari senang aja, Yuuki terlalu penurut, dan Ichirouta itu anak baru jadi pasti ingin tahu! Tapi kenapa...? Kenapa dari semua orang kamu harus ikutan, Shuuya? Kau yang paling perhitungan, setelah aku tentunya, di Klub, kan? Hmmm? Wajah kalian sepertinya senang sekali melihatku lari kehabisan nafas begini, hah?'
Oh, Yuuto ingin sekali meneriakkan semua pikirannya yang super duper panjang, yang sebenarnya sangat tidak jelas itu ke wajah Mamoru dan Shuuya, yang masih mengejarnya dari belakang. Kalau bisa komplit dengan bumbu wajah yang memerah, tenggorokan serak, dan hujan lokal untuk mereka berdua. Sayang, sekarang dia sedang berlari dan tak bisa membagi tenaga untuk berteriak. Jadi, semua pikiran Yuuto yang SANGAT panjang tapi SANGAT tak jelas itu, disingkat oleh Yuuto menjadi...
"Dasar sialan kalian!" Yuuto berteriak sambil ngos-ngosan tapi masih berlari. Yang diteriaki cuman senyum-senyum gaje (Mamoru) dan berwajah stoic (Shuuya). Ingin rasanya Yuuto menangis bombay sekarang, melihat reaksi kedua temannya yang seperti itu. Tapi tidak boleh! Sekarang yang penting lari dulu...! Seperti sebuah pepatah dari Indonesia, yang dibaca Yuuto di perpustakaan, "Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian"!
"Yuuto-kun!" "Kidou-senpai!"
Oh, life's too cruel for you, my cute Yuuto! Teriakan kedua serigala kembar semakin dekat. Dan benar saja, keduanya muncul dari gedung SMA. Walaupun Atsuya basah kuyup dari ujung antena(?) rambutnya sampai ujung kaki. Tapi, Yuuto tidak akan sempat memikirkan kenapa Atsuya bisa basah kuyup. Tidak mungkin bisa! Yang penting sekarang dia harus lari dari mereka dulu...!
"Yuuto-san!"
Oh, hidup yang indah, Yuuto yayank! Yuuto menoleh ke kiri, dan kembali disambut dengan kedatangan kunai dan shuriken melayang ke arahnya. Dan kembali Yuuto menghindar dengan gerakan matrix, membiarkan kunai dan shuriken menancap ke arah korban baru. Kalian tanya siapa? Tentu saja, pohon-pohon tanpa dosa yang ada di halaman belakang... Tanpa sempat berduka untuk korban baru itu, Yuuto terus berlari menghindar dari teman-teman yang mengejarnya dengan penuh nafsu...
"Yuuto!"
Yuuto kembali menoleh ke asal suara, dan datanglah sosok Kazemaru Ichirouta yang berlari dengan sangat cepat. Sebenarnya kalau mereka ingin melihat apa yang ada di balik gogle Yuuto, Yuuto tidak keberata lo. Dia akan dengan sangat ikhlas dan rela membuka gogle birunya itu. Tapi tanpa sempat mengatakan apapun Yuuto sudah dikejar-kejar dengan nafsu setinggi langit oleh dua serigala mungil, satu ninja jadi-jadian, satu orang yang susah dibedakan cewek atau cowok karena terlalu cantik, satu orang kepala bawang, dan satu kapten penggila sepak bola dan warna oranye... Siapa juga yang nggak takut kalau dikejar orang-orang gaje seperti di atas?
"Yuuto! Berhenti dulu!" Ichirouta berteriak sambil berlari. Walaupun dia (mantan) pelari atletik –perlu disebutkan juga dia salah satu yang terbaik – tentu saja dia akan kelelahan mengejar seorang esper nanas yang bisa berlari tanpa henti untuk melindungi kesuciannya... maksudnya, melindungi harga dirinya.
"Nggak bakalan! Kalian duluan yang berhenti!" Yuuto masih ngotot berlari tanpa henti. Padahal nafasnya udah ngos-ngosan begitu... Yah, bukan cuman Yuuto. Semuanya sudah ngos-ngosan berlari tanpa henti mengelilingi sekolah mereka yang Naudzubillah luasnya. Ah, tapi Yuuki masih belum lelah tuh...
"Uggh! Kala begitu tinggal satu cara..." Ichirouta pun berhenti dan mengambil nafas. Cara apa? Tentu saja cara gila yang diberitahu seorang anak cowok dengan style rambut yang unique und mangnificente(?).Baiklah, Ichirouta mengambil nafas dan bersiap-siap untuk berteriak...
"Yuuto! Katanya SEMUA PENGUIN di Jepang akan dikembalikan ke kutub utara karena orang-orang Eskimo ngamuk(?)! Jadi kita NGGAK BISA NGELIAT PENGUIN lagi!"
Dan sebelum Ichirouta bisa mengatakan satu kata 'PENGUIN' lagi, Yuuto sudah berdiri di depan Ichirouta dengan wajah angker. Tanpa berkata apa-apa dia hanya memandangi Ichirouta. Hmmm, mari kita intip pikiran Host kita satu persatu...
'Huwaa! Sejak kapan Kidou ada di situ? Haaa-Hatsyi!' Pikir Atsuya komplit dengan bersin. Perlu diingat sekarang Atsuya masih basah kuyup...
'Yuuto-kun cepat sekali... AADP? Ada Apa Dengan Penguin?' Tentu saja pikirannya Shirou.
'Yuuto-san! Dia bisa melewatiku dengan mudah...!' Yuuki dengan ke-syok-kannya.
'Cepat sekali! Lagipula sikapnya berubah 180 derajat... Gejala seperti ini kalau tak salah disebut PMS, kan? Apa ya kepanjangannya...? Penguin Maniac Sydrome?' Pikir Shuuya, calon dokter yang masih butuh banyak belajar.
'Huwwee? Yang bener tuh penguin bakal dipulangkan ke kutub utara? Pelit amat orang-orang Eskimo itu...' inilah pikiran Mamoru yang paling nggak nyambung dengan semuannya.
"Ichirota..." Mendengar suara mistis(?) Yuuto, semua mata langsung tertuju padanya. Seperti lagu 'suaramu mengalihkan pandanganku' yang akhir-akhir ini diputar di radio sekolah. Semuanya lalu menelan ludah, tegang sekaligus penasaran dengan keadaan Ichirouta selanjutnya. Anehnya, tidak ada satu pun yang merasa kasihan pada Ichirouta... Yah, sudahlah Ichi yayank. Biar Author ini yang mengkasihanimu... Cukup mengasihani saja, Author tidak mau digigit Penguin dengan virus H5N1, terima kasih.
Yuuto masih terus memandang Ichirouta tanpa berkata apapun. Tentu saja, membuat yang dipandangi menelan ludah dan berkeringat dingin. 'Apanya rencana yang bisa membuat Yuuto ditangkap dengan mudah? Ini malah membangkitkan Maou kedua!' itulah yang dipikirkan Ichirouta saat ini. Apa cuman author yang sadar kalau sekarang Yuuto sudah tidak melarikan diri lagi? Ah, sudahlah...
"Woi!" Sebuah teriakan menyadarkan mereka semua dari ketegangan Ekstrrrrriiiiimmmm yang mereka alami secara live. Semua menoleh ke asal suara dan melihat seorang cowok. Cowok yang diketahui Ichirouta sebagai cowok aneh yang telah memberitahu rencana gila untuk menangkap Yuuto. Dan juga cowok yang anggota Host Club lainnya ketahui sebagai...
"Fudou?" Semua anggota Host Club berteriak minus Ichirouta yang hanya bisa bingung dan minus Yuuto yang cuman pasang wajah kaget. Si cowok yang nantinya diketahui bernama Fudou Akio itu menangkat jari telunjuknya lalu menunjuk Yuuto sambil berseringai lebar. Yang ditunjuk mengangkat alisnya.
"Kidou-kun sudah nggak lari, tuh. Nggak ditangkap?" Dengan kompak seluruh anggota Host Club membelalakkan mata. Termasuk Yuuto tentunya, walaupun matanya tidak terlihat gara-gara tertutup gogle. Setelah itu...
"Tangkap dia!" Semua langsung bereaksi dengan komando Mamoru. Ichirouta, yang paling dekat dengan Yuuto, dengan semangat '45 untuk segera membuka gogle Yuuto, segera pulang, dan makan gratis, langsung menangkap Yuuto yang terpojok tak bisa lari lagi. Tindakan sangat berani yang lalu diikuti oleh sisa anggota Host Club. Dan di dalam kericuhan itu ada satu teriakan memilukan yang terdengar ke seluruh penjuru Inazuma Gakuen...
"Brengsek kau, Akio!"
Dan yang disebut hanya senyam-senyum melihat penderitaan seorang Kidou Yuuto...
XXXLet's Go! Yeah!XXX
Setelah kericuhan yang memakan waktu sekitar 15 menit, dimana didalamnya terdapat teriakan memilukan dari seorang esper, devil smile dari teman-temannya, dan juga tawa seorang psikopat super keren, akhirnya...akhirnya! Dengan susah payah akhirnya mereka berhasil menangkap Kidou Yuuto! Banzai! Dan sekarang sang Kidou Yuuto itu, dengan sangat tidak berkepri-penguin-nan(?) diikat oleh teman-temannya di sebuah pohon. Yuuto hanya pasang wajah stoic, walaupun dalam hatinya dia sedang menangis bombay, campur kesel, campur marah, campur takut, campur tegang, yang lama-lama semua itu bisa jadi es campur untuk penguin peliharaan Yuuto...
"Yuuto..." Bila tadi Yuuto yang bersuara mistis, sekarang gantian Mamoru yang bersuara seperti itu. Komplit dengan wajah yang menyeringai setan, dia mulai mendekat ke Yuuto. Mamoru pun mulai meraih gogle biru asal muasal seluruh keributan ini. Yak, sedikit lagi terbuka...
"Hatsyiii!" Gerakan Mamoru terhenti dan semuanya langsung menoleh ke arah Atsuya. Sekali lagi, author ingatkan kalau Atsuya sedang basah kuyup. Shirou melihat adik kembarnya dengan tatapan cemas. Atsuya pun mengibas-ngibaskan tangannya seakan berkata 'lanjutkan!'
Mamoru mengangguk lalu melanjutkan upacara sakral(?) pembukaan gogle Yuuto yang sempat terganggu. Dan akhirnya, terbukalah sang gogle yang menutupi mata cowok berambut dread itu. Seketika itu juga semua yang ada di situ – kecuali Fudou – terpana melihatnya...
Yuuto membuka matanya dan terlihatlah mata tajam berwarna merah. Mata yang indah, mengingatkan kita semua pada warna batu ruby. Semua langsung tertegun melihat keindahan mata itu. Dan kesunyian itu langsung terpecah oleh suara tepuk tangan...
"Akhirnya, terbuka juga gogle kesayanganmu itu." Fudou berkata sambil bertepuk tangan. Di bibirnya tersungging senyum. Tapi berbeda dengan sebelumnya, senyum yang ini lebih terkesan tulus. Yuuto menghela nafasnya lalu berkata,
"Diamlah, Akio. Kalian sudah melihat mataku, bisa bebaskan aku sekarang?" Mendengar ini Shuuya mendekati Yuuto dan melepaskan ikatannya. Yuuto lalu berdiri sambil merapikan seragamnya. Setelah itu dia berjalan mendekati Akio dan langsung mengarahkan tinjunya pada cowok itu...
Yang untungnya langsung ditahan Akio dengan kepalan tangannya. Mereka berdua lalu tersenyum dan tertawa. Membuat sisa anggota Host Club yang lain cengo semua. Yuuto menyadari hal ini lalu berkata pada semuanya,
"Ada apa? Terlalu kaget melihat mataku?" Yuuto berkata sambil tertawa kecil. Semua yang ditanya hanya bisa mengangguk sambil masih berwajah cengo nan bingung. Lagi-lagi terdengarlah suara tawa Akio.
"Haha! Jangan kaget karena hal seperti ini! Kalau kalian tahu alasan kenapa Kidou-kun menggunakan gogle pasti lebih menganggetkan lagi!" Setelah itu dia kembali tertawa. Semuanya – terutama Mamoru dan Atsuya – yang mendengar kata 'alasan' langsung membelalakkan mata. Mereka pun memasang wajah 'apaan alasannya?' ke arah Akio.
"Hoo, kalian mau tahu?" Semuanya – minus Yuuto – mengangguk cepat. "Alasannya itu..."
"Akio. Kalau kau bicara lebih dari ini kau tahu apa akibatnya, kan?" Perkataan Akio pun terpotong oleh suara mistis Yuuto. Semua kembali menoleh ke arah GameMaker kesayangan kita dan melihat... Aura hitam keluar dari belakang Yuuto. Dan lagi... itu pasukan penguin ya?
Akio langsung terdiam melihat ini. Dia pun tertawa hambar sambil menggaruk pipinya lalu berkata, "Maaf, lain kali saja. Mood Kidou-kun lagi jelek tuh." Dia pun tersenyum.
Setelah itu tanpa mereka sadari, mereka semua tertawa. Tertawa bahagia dari lubuk hati mereka. Dan sekali lagi, tanpa mereka sadari, mereka telah kembali mendapatkan satu kebahagiaan hari ini...
Tu Bi Kontinyu...
Maou : Secara harafiah, artinya demon King. Jadi 'Maou The Hand' punya Yuuki itu bisa diartikan 'Tangan Raja Setan'. Secara telak menang dari 'Mugen The Hand' alias 'Tangan tanpa batas' (Mugen = Infinity). Aih, hebat banget Tsunami bisa bikin nama kayak gini... It's The Power of Love! *plaaak*
Ahhhh! Selesai! Maaf telah menunggu, ini sudah saya bikin panjang karena lama apdetnya. Dan juga maaf kalau endingnya agak gimanaaaa gitu... Suer, saya pusing banget mikirin gimana bikin episode yang satu ini.
Baik, nggak usah lama-lama. Ayok balas review...
Akazora no Darktokyo :
Hehe, memang saya payah kalo bikin klimaks kayaknya. Karena fanfic ini lebih ke arah friendship, saya tidak akan banyak-banyak membuat konflik yang berasal dari luar. Dan sebisa mungkin saya tidak mau memasukkan OC. Dan, penyelesaiannya memang tidak diperlihatkan. Tapi kalau menyangkut kejeniusan Yuuto dan kelicikan (tapi keren) Akio pasti bisa mengira-ngira, kan?
Hoho, terima kasih. Saya pusing abis ngebuat humornya. Saya nggak bisa nulis cerita serius T_T
Next Chapter... Sebenarnya saya ngasih hint di chapter ini lho... Bisa nebak nggak? *wink, taboked* Terus, dirimu itu... Pokoknya, tunggu aja! *plaak*
Hohe? Maaf, saya jarang meriksa misstypo lagi. Mana beta saya yang dua ekor(?) itu lagi sibuk kuliah... Yah, nggak bisa protes tentang itu karena saya juga sibuk dengan tugas yang menumpuk...*ngelirik tugas hafalan kanji, pkn, dan *
Tentang penempatan nama uke, kalo pasangannya berdua aja memang ditaroh di belakang. Tapi kalau bertiga,uke nya ditaroh di tengah :D Setahu saya sih begitu...
Thanks Reviewnya!
The Fallen Kuriboh :
Kyaaa! Makasih...!
Sisi gelap ya...? Bisa dibilang begitu sih...
Yay, banzai penguin Arc! Selanjutnya... Dapatkah anda menemukan hint di cerita di atas? *wink, geplaked*
Ho oh! Saya aja ampe kaget pas denger itu! Ah, udah Mamo ama Hiroto aja deh! *plaak*
Saya juga nggak bisa ngenet bebas sekarang, banyak tugasT_T
Thanks Reviewnya!
Aurica Nestmile :
Hahaha! *plaak* Makasih ya!
Thanks Reviewnya!
Midori Shirou :
Aih, makasih! Saya usahakan untuk membuat semua chapter bermakna dan menyentuh...
Kenalan nyok? *wink, hajared* Saya kebanyakan wink hari ini... *sweatdrop*
Thanks Reviewnya!
De-chan Aishiro :
Aih, De-chan! Ngaak pa pa telat review, saya juga telat apdet! *plaak*
Iya, Mamoru pengen buka usaha jamur kali ya... Dan perubahan ekspresi Mamoru itu memang jadi keahlian Mamoru! Karena si kapten harus bisa selalu tersenyum... Yak, stop ampe situ! Hampir spoiler tuh... Hehe, 'dirimu' itu ra-ha-si-a! Hohohoho *tawa laknat*
Nggak paham sama tokoh yang mana? Rasanya tokoh yang baru cuman Toramaru dan Yuuya deh. Haruna pasti tahu kan yang mana?
Syukurlah kalau nggak ada misstypo... Iya, di Samarinda saya nyanteeee abis! Mau seharian ngenet, seling sholat ma makan aja, nggak ada yang marahin! Di malang? Buset, tugasnya itu lhooooo! *curhat mode on*
Huwaaa! Ngarep sekaleee! Tapi saya maunya itu Shirou ma Ryuugo! Shuuya mah mesra-mesraan ma Tora aja! *ditampol seluruh fan ShuuyaShirou*
Thanks Reviewnya!
A/N : Baiklah! Karena fanfic HiroMamo 'Like A Bird' mendapat tanggapan yang cukup bagus(?), saya kepikiran untuk nerima request oneshot dengan pairing siapapun. Tentu saja termasuk diluar fandom Inazuma Eleven. Kalau bisa sih shonen-Ai, walaupun kalo mo Het juga nggak apa-apa... Request nya tinggal nyebutin pairing dan fandomnya... Itu aja, ya?
Review, puhleassss? *ber-wink ria*
